Anda di halaman 1dari 10

INTERNAL AUDIT CHARTER

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

(untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Internal Audit)

Oleh :
Kelompok 10

1. Damar Sasi Elsza P NIM 041411331190 Absen 19


2. Danik Astutik NIM 041413311200 Absen 20

PROGRAM STUDI AKUNTANSI / KELAS L


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah Internal Audityang berjudul Internal
Audit Charter PT Bank Mandiri (Persero) Tbk..

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada dosen kami, Drs. Hartono, MM.,Ak.,
CMA.selaku dosen mata kuliah Internal Audit yang telah membimbing kami dalam penyelesaian
makalah ini.Kami juga berterima kasih pada teman-teman yang telah membantu dan bekerja
sama.
Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari saudarasaudara pembaca
demi perbaikan dan pembelajaran bagi kami, karena kami yakin makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Surabaya, 20 September 2016

Penulis
ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................................i


Daftar Isi ................................................................................................................................ii
BAB I Pendahuluan ...............................................................................................................1
BAB II Pembahasan ...............................................................................................................2
Kesimpulan ............................................................................................................................
Daftar Pustaka ........................................................................................................................8
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, tidak ada suatu cara optimal untuk mengatur fungsi audit internal dalam
suatu perusahaan di karenakan terdapat begitu banyak perbedaan dalam jenis usaha, salah
satunya ialah perbedaan kebutuhan audit internal. Setiap entitas tentunya harus mengikuti
standar Internasional untuk praktik professional audit internal yang ahrus pula mendapat
dukungan dan pengakuan dari manajemen perusahaan. Berdasarkan Peraturan No. IX.I.7
lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008 tanggal 28 November
2008 juncto Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang
Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Internal Audit, suatu perseroan
bertugas menjalankan fungsi internal audit guna mendorong diterapkannya tata kelola
perusahaan yang baik, terbentuknya struktur pengendalian internal yang memadai,
meningkatkan kualitas keterbukaan dan pelaporan keuangan serta mengkaji ruang lingkup,
ketepatan, kemandirian dan objektivitas akuntan publik.

Piagam aduit intenral ialah dokumen formal yang di setujui oleh komite audit untuk
menggambarkan misi, independensi, obyektivitas, ruang lingkup, tanggungjawab, wewenang
dan standar fungsi audit internal untuk perusahaan. Piagam audit internal juga menyediakan
tingkat tinggi otorisasi untuk fungsi audit internal perusahaan. Oleh karena itu, di perlukan
suatu pemahaman mengenai Piagam Audit Internal suatu perusahaan, dalam hal ini PT. Bank
Mandiri (Persero) Tbk untuk kemudian di sesuaikan dengan PJOK nomor 56/PJOK.04/2015.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merumuskan beberapa masalah sebagai


berikut :

1. Bagaimana kesesuaian Piagam Audit Internal PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
dengan PJOK nomor 56/POJK.04/2015?
BAB II PEMBAHASAN

Berdasarkan Bab III Pasal 9 dan Pasal 10 POJK nomor 58 /POJK.04/2015

Tentang Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal

Poin-poin yang di atur dalam POJK nomor 56/POJK.04/2015 yang sesuai dengan Piagam Audit
Internal PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk antara lain:

a. Struktur dan kedudukan Unit Audit Internal (di atur dalam Bab II Tentang
Kedudukan Dalam Organisasi )
Kedudukan Dalam Organisasi
1. Internal Audit adalah unit kerja dalam organisasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
yang membantu Direktur Utama dan Dewan Komisaris melalui Komite Audit dalam
menjalankan fungsi pengawasan untuk mewujudkan visi dan misi Bank.
2. Internal Audit dipimpin oleh Chief Audit Executive yang diangkat dan diberhentikan
oleh Direktur Utama Bank dengan persetujuan dari Dewan Komisaris dan dilaporkan
kepada Regulator.
3. Kedudukan Chief Audit Executive dalam organisasi langsung di bawah dan
bertanggungjawab kepada Direktur Utama, namun dapat berkomunikasi langsung
dengan Dewan Komisaris melalui Komite Audit untuk menginformasikan berbagai
hal yang berhubungan dengan aktivitas internal audit dan aktivitas investigasi
4. Internal Auditor bertanggungjawab secara langsung kepada Chief Audit Executive.
5. Internal Audit menjalankan fungsi sebagai SKAI Terintegrasi dalam rangka
penerapan Tata Kelola Terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan.

b. Tugas dan tanggung jawab Unit Audit Internal ( di atur dalam Bab IV Kewenangan
Dan Tanggung Jawab)

Tanggung jawab

1. Merencanakan dan melaksanakan aktivitas internal audit dengan penekanan pada


bidang/aktivitas yang mempunyai risiko tinggi serta mengevaluasi prosedur/control
system yang ada untuk memperoleh keyakinan bahwa tujuan dan sasaran Bank dapat
dicapai secara optimal dan berkesinambungan.
2. Melaksanakan langkah-langkah dalam rangka menggali informasi (investigasi),
melaporkan, dan menyampaikan rekomendasi/kesimpulan atas fraud kepada
Manajemen.
3. Mengembangkan dan menjalankan program untuk mengevaluasi dan meningkatkan
kualitas Internal Audit.
4. Memberikan rekomendasi atas hasil audit dan memonitor tindak lanjut hasil aktivitas
internal audit dan aktivitas investigasi.
5. Bekerja sama dengan Komite Audit dalam melaksanakan fungsi pengawasan.
6. Melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan eksternal audit dan unit/fungsi
penyedia assurance lainnya, agar dapat dicapai hasil audit yang komprehensif dan
optimal. Koordinasi dapat dilakukan antara lain melalui pertemuan secara periodik
untuk membicarakan hal-hal yang dianggap penting bagi kedua belah pihak.

c. Wewenang Unit Audit Internal ( di atur dalam Bab IV Kewenangan Dan Tanggung
Jawab)
Kewenangan
1. Melakukan aktivitas internal audit terhadap kegiatan semua unit kerja dalam
organisasi Bank serta Perusahaan Anak dan afiliasinya sesuai governance yang
berlaku
2. Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direktur Utama, Dewan Komisaris,
dan/atau Komite Audit.
3. Melakukan komunikasi dengan pihak eksternal termasuk regulator.
4. Mengadakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direktur Utama, Dewan
Komisaris, dan/atau Komite Audit.
5. Mengakses seluruh informasi, catatan, karyawan, dan termasuk didalamnya namun
tidak terbatas pada rekening/catatan karyawan dan sumber daya serta hal-hal lain
yang dianggap perlu terkait dengan tugas dan fungsinya
6. Melakukan aktivitas investigasi terhadap kasus/masalah pada setiap aspek dan unsur
kegiatan yang terindikasi fraud dan pelanggaran code of conduct.
d. kode etik Unit Audit Internal yang mengacu pada kode etik yang ditetapkan oleh
asosiasi Audit Internal yang ada di Indonesia atau kode etik Audit Internal
yang lazim berlaku secara internasional (di atur dalam Bab IV Kewenangan Dan
Tanggung Jawab)

Pedoman Tata Kelola Terintegrasi, yaitu :


1. Memantau pelaksanaan audit intern pada masing-masing Perusahaan Anak dalam
Konglomerasi Keuangan. Dalam pelaksanaannya Internal Audit melakukan antara
lain :
a. Evaluasi rencana audit internal audit Perusahaan Anak dalam Konglomerasi
Keuangan dalam rangka penyelarasan rencana audit terintegrasi.
b. Evaluasi hasil audit internal dan eksternal Perusahaan Anak dalam Konglomerasi
Keuangan beserta tindak lanjutnya dalam rangka penyusunan laporan audit intern
terintegrasi.
2. Melaksanakan audit pada Perusahaan Anak dalam Konglomerasi Keuangan baik
secara individual, audit bersama atau berdasarkan laporan dari internal audit
Perusahaan Anak dalam Konglomerasi Keuangan.
3. Internal Audit menyampaikan laporan audit intern terintegrasi kepada Direktur yang
ditunjuk untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap seluruh Perusahaan Anak
dalam Konglomerasi Keuangan dan Dewan Komisaris Bank Mandiri serta Direktur
yang membawahkan fungsi kepatuhan Bank Mandiri.

e. persyaratan auditor internal dalam Unit Audit Internal;

f. pertanggungjawaban Unit Audit Internal (di atur dalam Bab IV Kewenangan Dan
Tanggung Jawab)
Internal Audit menyampaikan laporan audit intern terintegrasi kepada Direktur yang
ditunjuk untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap seluruh Perusahaan Anak dalam
Konglomerasi Keuangan dan Dewan Komisaris Bank Mandiri serta Direktur yang
membawahkan fungsi kepatuhan Bank Mandiri.
g. larangan perangkapan tugas dan jabatan auditor internal dan pelaksana
dalam Unit Audit Internal dari pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
baik di Emiten atau Perusahaan Publik maupun anak perusahaannya. ( di atur
pada Bab V tentang Independensi, Obyektivitas Dan Profesionalisme)
IA harus independen, obyektif dan profesional dalam melaksanakan tugasnya sehingga
mampu mengungkapkan pandangan dan pemikirannya tanpa pengaruh ataupun tekanan
dari pihak lain. Untuk lebih terlaksananya independensi IA, Direktur Utama harus
memberikan dukungan sepenuhnya dan Komite Audit harus mengawasi dan
membimbing pelaksanaannya.
Independensi
IA memiliki independensi dalam melakukan aktivitas internal audit dan aktivitas
investigasi, mengemukakan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya dan
standar yang berlaku. Dalam menegakkan independensinya :
1. IA mampu mengungkapkan pandangan dan pemikirannya tanpa pengaruh ataupun
tekanan dari pihak lain manapun.
2. IA memiliki kebebasan dalam menetapkan metode, scope, cara, teknik dan
pendekatan audit yang akan dilakukan.
3. Internal Auditor dan Investigator tidak melakukan kegiatan yang bersifat operasional
diluar aktivitas internal audit dan aktivitas investigasi.
4. Internal Auditor dan Investigator tidak melakukan perangkapan tugas dan jabatan
pada kegiatan operasional perusahaan dan afiliasinya maupun Perusahaan Anak.

Obyektivitas

1. Internal Auditor dan Investigator harus memiliki sikap mental independen dalam
melaksanakan aktivitas internal audit dan aktivtas investigasi. Sikap mental tersebut
tercermin dari laporan yang lengkap, obyektif serta berdasarkan analisis yang cermat
dan tidak memihak.
2. Internal Auditor dan Investigator bebas dari pertentangan kepentingan (conflict of
interest) atas obyek atau kegiatan yang diperiksa. Apabila Internal Auditor dan
Investigator mempunyai pertentangan kepentingan atas obyek atau kegiatan yang
diperiksa, maka yang bersangkutan harus menyatakan keterkaitannya dan tidak
ditugaskan untuk melaksanakan audit terhadap obyek atau kegiatan dimaksud .

Profesionalisme

Profesionalisme menjadi acuan bagi Internal Auditor dan Investigator dalam


melaksanakan aktivitas internal audit dan aktivitas investigasi. Untuk itu Internal Auditor
dan Investigator secara sendiri-sendiri atau bersama-sama mempunyai :

1. Integritas, sikap mental yang indepeden, jujur, obyektif, tekun, dan menjunjung tinggi
etika serta profesi Internal Auditor termasuk didalamnya bersikap bijaksana dan hati-
hati dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas serta
tidak menggunakan informasi rahasia untuk kepentingan pribadi atau hal-hal lain
yang dapat menimbulkan kerugian bagi Bank (confidentiality code).
2. Kompetensi sesuai dengan competency profile yang dibutuhkan.
3. Kecakapan dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun
tertulis.
4. Kemauan dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi baik perilaku
maupun teknis.
5. Kewajiban mematuhi Kode Etik Internal Auditor dan Standar Profesi Internal Auditor
bagi Internal Auditor serta Kode Etik Investigator dan Standar Profesi Investigator
bagi Investigator.
6. Kewajiban menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data perusahaan terkait dengan
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Internal Auditor kecuali diwajibkan
berdasarkan peraturan perundangundangan atau penetapan/putusan Pengadilan.
KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 56/POJK.04/2015 yang di akses melalui


http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/inc/buka.php?czozMzoiZD0yMDAwKzE1JmY9b2
rNTYtMjAxNWJ0LnBkZiZqcz0xIjs= pada tanggal 13 September 2016 pukul 19.50 WIB

Piagam Internal Audit yang di akses melalui http://media.corporate


ir.net/media_files/IROL/14/146157/gcg-052016/1.4.2.11-Internal-Audit-Charter.pdf pada
tanggal 20 september 2016 pukul 19.55 WIB