Anda di halaman 1dari 6

TUGAS UJIAN

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK


RSUD R. SYAMSUDIN, SH - SUKABUMI
Periode 2 Juni 2014 10 Agustus 2014

Dokter Penguji :
dr. Hj. Rini Sulviani, Sp.A. M.Kes

Disusun oleh:
Nurjamilatunnisa (2010730152)

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

2014
Pertanyaan
1. Etiologi bronkopneumonia berdasarkan usia ?
2. Komplikasi bronkopneumonia ekstrapulmonal dan intrapulmonal ?
3. Dosis pemberian obat paracetamol untuk anak ?
4. Dosis pemberian dan waktu paruh Ampicilin ?
5. Komposisi combiven ?
6. Komposisi vaksin pentabio?
7. Tatalaksana kejang di Rumah Sakit ?
8. Tatalaksana resusitasi neonatus ?

Jawaban
1.
Usia Bakteri Virus
< 1 bulan Sterptokokus grup B, Escherichia coli, Cytomegalovirus
listeria monocytogenes

2 bulan 1 tahun Streptococcus Pneumoniae, Respiratory syntial virus,


Haemophilus influenza, Virus influenza, virus parainfluenza,
staphylococcus Aureus, Pseudomonas adenovirus, human metapneumovirus
aeruginosa, chlamydia trachomatis
2 tahun 5 tahun Streptococcus pneumonia, Respiratory Syncytial virus, virus
haemophilus influenza, mycoplasma influenza , adenovirus , human
pneumoniae, metapneuvirus rhinovirus, rhinovirus
Mycobacterium tuberculosis
6 tahun 18 tahun Streptococcus pneumoniae, Virus influenza
chlamydophila pneumonia,
mycoplasma pneumonia,
mycobacterium tuberculosis

2. Komplikasi bronkopneumonia

- Intrapulmonal :
Ateletaksis, Empiema , Abses paru, Pleuritis ,Pneumotoraks,Perikarditis purulen .
- Ekstrapulmonal :
Meningitis purulen

3. Dosis paracetamol : 10 15 mg /kgBB/dosis tiap 4- 6 jam

4. Dosis Ampicilin 50 mg/kgBB/24 Jam , waktu paruh 1 1,5 jam

5. Komposisi combiven : Ipratropium Bromida 0,5 mg dan Salbutamol Sulphate 2,5 mg dalam

sediaan 1 ampul/2,5 ml.

Ipraptium bromida adalah obat antikolinergik bekerja dengan menghalangi kontraksi otot

polos dan pembentukan lendir yang berlebihan di dalam bronkus oleh asetilkolin.

Salbutamol merupakan suatu senyawa yang selektif merangsang reseptor B2 adrenergik


terutama pada otot bronkus. Golongan B2 agonis ini merangsang produksi AMP siklik
dengan cara mengaktifkan kerja enzim adenil siklase. Efek utama setelah pemberian
peroral adalah efek bronkodilatasi yang disebabkan terjadinya relaksasi otot bronkus.

6. Pentabio adalah vaksin DPT-HB-HiB ( vaksin jerap difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B,
rekombinan Haemophilus influenza tipe b berupa suspensi homogen yang mengandung
toksoid tetanus dan difteri, bakteri pertusis (batuk rejan) inaktif, antigen permukaan hepatitis
B (HbsAg) yang tidak infeksius, dan komponen Hb sebagai vaksin bakteri sub unit berupa
Kapsul polisakarida Haemophilus influenza tipe b tidak infeksius yang dikonjugasikan kepada
protein toksoid tetanus.
KOMPOSISI :
Tiap dosis (0,5 mL) mengandung

Zat aktif
Toksoid Difteri murni 20 Lf (k. 30 IU)
Toksoid Tetanus murni 5 Lf 60 IU)

B. pertussis inaktif 12 OU (k 4 IU)


HBsAg 10 mcg

Konjugat Hib 10 mcg


Zat tambahan :aluminium fosfat 0,33 mg Thimerosal 0,025 mg

7.

8.
Sumber :
Buku ajar respiologi anak IDAI
Buku Saku Pelayanan kesehatan anak di rumah sakit
Pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak edisi ke -4 2012
http://www.mims.com/Indonesia/Drug/info/Combivent/Combivent?type=brief&LANG=ID
http://www.biofarma.co.id/?dt_portfolio=pentabio-vaksin-dtp-hb-hib
Wyllie J, et al. Part 11: Neonatal Resuscitation. 2010 International Consensus on Cardiopulmonary
Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care Science with Treatment Recommendations