Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


PT Timah (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan besar yang
menjadi produsen dan pengekspor timah terbesar kedua di dunia berdasarkan
laporan terintegrasi PT Timah (Persero) Tbk tahun 2015. Perusahaan ini sedang
mengupayakan agar Indonesia mampu menjadi salah satu pionir penentu harga
timah dalam pasar internasional. Perusahaan yang memiliki visi menjadi
perusahaan pertambangan terkemuka di dunia yang ramah lingkungan ini
melakukan proses penambangan timah di darat dan di laut.
Proses penambangan timah di laut khususnya, menggunakan Kapal Keruk
dan Kapal Isap Produksi (KIP) sebagai alat penggali material. Penambangan pada
Kapal Isap Produksi menggunakan cutter yang berbentuk gigi-gigi tajam sebagai
media pemberai tanah. Material hasil penambangan bijih timah yang dihasilkan
berupa kasiterit sebagai mineral utama dan mineral ikutan lainnya seperti zircon,
ilmenite, monazit dan xenotime serta kuarsa sebagai mineral pengotor utama.
Proses penambangan bijih timah dikatakan berhasil jika proses pencucian bijih
timah menghasilkan kadar dan konsentrat timah yang sesuai dengan target yang
ditetapkan perusahaan. Instalasi pencucian yang dilakukan dalam keadaan yang
kurang baik, mengakibatkan mineral timah dan mineral berharga lainnya akan
terbuang (looses).
Instalasi pencucian pada Kapal Isap Produksi (KIP) 12 menggunakan
metode Gravity Concentration yaitu metode pemisahan berdasarkan perbedaan
berat jenis mineral bijih timah dan mineral ikutan lainnya. Alat pemisah utama
yang digunakan adalah Pan American Jig yang terdiri dari beberapa tingkatan
yaitu Jig Primer dan Jig Clean-Up. Feed yang masuk berasal dari proses
penggalian timah dari dasar laut yang dihisap oleh pipa hisap dan kemudian
masuk ke saring putar dan dialirkan menuju alat pemisah utama jig. Proses
pemisahan pada jig dipengaruhi beberapa variabel seperti panjang dan jumlah
pukulan torak, ketebalan dan ukuran bed, kecepatan aliran horizontal, kebutuhan
underwater dan feed rate.

1 Universitas Sriwijaya
2

Air merupakan media utama pemisahan pada jig, sehingga kebutuhan


underwater (air tambahan) memiliki peranan yang penting terhadap kecukupan air
pada jig. Kebutuhan underwater dalam prosesnya sangat dipengaruhi diameter
lubang spigot dan debit air yang dialirkan pompa underwater kedalam tangki jig.
Diameter lubang spigot mempengaruhi kecukupan volume air yang terdapat
didalam tangki jig dan berkaitan dengan tingkat kebutuhan underwater pada jig.
Rubber proof atau rubber spigot merupakan suatu alat berupa karet yang
terpasang pada lubang spigot yang berfungsi sebagi tempat keluarnya konsentrat
dan air yang keluar dari dalam tangki jig dan memiliki diameter yang sama
dengan diameter lubang spigot. Diameter rubber spigot yang besar dan tidak
sesuai dengan standar menyebabkan volume air yang keluar melalui spigot ikut
membesar dan bisa mengakibatkan volume air didalam tangki jig berkurang.
Debit yang dialirkan pompa underwater kedalam tangki jig harus sesuai dengan
kebutuhan underwater pada jig, jika debit pompa underwater tidak sesuai tentu
akan mengakibatkan adanya kekosongan pada tangki jig.
Jig yang kekurangan air ini akan mengakibatkan proses pemisahan menjadi
tidak maksimal dan recovery jig yang dihasilkan tidak optimal, oleh karena itu
penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kebutuhan underwater
terhadap recovery jig dengan melihat debit air yang dialirkan pompa underwater
kepada jig secara aktual dilapangan, apakah debit air tersebut sudah mencukupi
kebutuhan air pada jig dan dengan mengukur diameter tiap rubber spigot pada jig
apakah sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan atau sudah mengalami
keausan sehingga penambahan debit air yang keluar melalui spigot semakin
meningkat.

1.2. Perumusan Masalah


Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini antara lain :
1. Berapakah debit underwater yang dialirkan pompa underwater ke jig primer
dan jig clean-up di KIP 12? Apakah sudah sesuai dengan standar debit
underwater yang dibutuhkan jig?
2. Berapakah diameter standar lubang spigot untuk jig primer dan jig clean-up
dalam proses pencucian? Bagaimana pengaruh tingkat keausan rubber
spigot terhadap kebutuhan underwater pada jig?

Universitas Sriwijaya
3

3. Bagaimana pengaruh kebutuhan underwater pada jig terhadap kadar bijih


timah dan recovery jig?

1.3. Batasan Masalah


Batasan masalah dalam penelitian ini adalah penelitian dilakukan pada
Kapal Isap Produksi (KIP) 12, peta rencana kerja bulan November 2016, didaerah
Laut Cupat Luar, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penelitian difokuskan kepada pengaruh variabel kebutuhan underwater terhadap
peningkatan recovery jig dengan melihat debit air yang mengalir pada jig baik
yang keluar sebagai aliran air di tailing dan debit air yang keluar melalui rubber
spigot secara aktual dilapangan dan menganalisis pengaruh tingkat keausan
rubber spigot.

1.4. Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui dan menganalisis debit underwater yang mengalir pada jig
primer dan jig clean-up di KIP 12 secara aktual di lapangan
2. Mengetahui debit underwater yang dibutuhkan jig primer dan jig clean-up
di KIP 12.
3. Mengetahui standar diameter spigot yang sesuai untuk jig primer dan jig
clean-up serta menganalisis pengaruh tingkat keausan rubber spigot
terhadap kebutuhan underwater pada jig.
4. Mengetahui pengaruh kebutuhan underwater terhadap kadar bijih timah dan
recovery jig.

1.5. Manfaat Penelitian


Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Manfaat praktis
a. Sebagai bahan pertimbangan dan revisi untuk perusahaan khususnya
mengenai kebutuhan underwater dan pengaruh keausan rubber spigot
pada jig mengingat air merupakan media utama pemisahan bijih timah
dalam proses pencucian menggunakan jig, sehingga tingkat keberhasilan
produktivitas jig dapat meningkat.
b. Sebagai dasar pertimbangan untuk memutuskan kebijakan mengenai
permasalahan yang berkaitan dengan kebutuhan underwater pada jig,

Universitas Sriwijaya
4

baik mengenai pengecekan secara rutin terhadap diameter rubber spigot


pada jig, penambahan kapasitas atau pengecekan berkala pompa
underwater, ataupun meningkatkan perawatan yang dilakukan pada
peralatan pencucian seperti pipa underwater yang mengalami kerusakan
maupun kebuntuan.
2. Manfaat akademis
Sebagai referensi bagi pihak lain yang ingin melakukan pengembangan
penelitian dalam bidang yang sama.

Universitas Sriwijaya