Anda di halaman 1dari 2

BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan
Dari percobaan minyak nabati dari biji nyamplung, dapat diambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1. Minyak biji kurma dengan pelarut methanol berwarna coklat gelap dengan bau
kurma yang tidak ada baunya.
2. Densitas () dari minyak biji kurma dengan pelarut methanol 650 ml dengan waktu
ekstraksi 100 menit dan 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 0,8 gr/mL dan
0,81gr/mL. Sedangkan densitas (berat jenis) dari minyak biji kurma dengan pelarut
methanol 700 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit dan 150 menit berturut-turut
yaitu sebesar 0,78 gr/mL dan 0,79gr/mL Hasil ini tidak sesuai dengan Jurnal yang
menyatakan bahwa berat jenis minyak biji kurma sebesar 0,91 gr/mL.
3. Viskositas yang didapatkan pada minyak biji kurma untuk pelarut methanol 650 ml
dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 24,41 cP
dan 28,47 cP. Sedangkan viskositas yang didapatkan pada minyak biji kurma untuk
pelarut methanol 700 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-
turut yaitu sebesar 27,86 cP dan 31,15 cP.
4. Indeks bias minyak biji kurma untuk pelarut methanol 650 ml dengan waktu
ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,671 dan 1,678.
Sedangkan indeks bias minyak biji kurma untuk pelarut methanol 700 ml dengan
waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,724 dan 1,726.
Hasil ini tidak sesuai dengan Jurnal yang menyatakan bahwa indeks bias minyak
biji kurma sebesar 1,462.
5. Nilai angka asam minyak biji kurma untuk pelarut methanol 650 ml dengan waktu
ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,84 mgNaOH/g dan
1,97 mgNaOH/g. Sedangkan nilai angka asam minyak biji kurma untuk pelarut
methanol 700 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu
sebesar 1,53 mgNaOH/g dan 1,68 mgNaOH/g. Hasil ini tidak sesuai dengan Jurnal
yang menyatakan bahwa angka asam minyak biji nyamplung sebesar 1,04
mgNaOH/g.
6. Rendemen minyak biji kurma untuk pelarut methanol 650 ml dengan waktu
ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,05 % dan 1,10%.
Sedangkan minyak biji kurma untuk pelarut methanol 700 ml dengan waktu
ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,10 % dan 1,15%. Hasil
ini tidak sesuai dengan Jurnal yang menyatakan bahwa rendemen minyak biji
nyamplung sebesar 7,7-9,7%.
7. Minyak nabati biji kurma hasil percobaan tidak memenuhi semua parameter analisa
yang ada yaitu densitas, viskositas, dan indeks bias sehingga dapat disimpulkan
bahwa minyak nabati biji kurma hasil percobaan tidak sesuai literatur.

V-1
IV-2
BAB IV HasilPercobandanPembahasan
V.2 Saran
1. Analisa dalam percobaan haruslah dilakukan secara teliti agar hasil yang
didapatkan dapat akurat dan tepat.
2. Analisa angka asam sebaiknya dilakukan titrasi minimal 2 kali agar hasil yang
didapatkan lebih akurat.

LaboratoriumTeknologi Biofuel, Atsiri Dan Nabati


DepartemenTeknik Kimia Industri
FakultasVokasi-ITS