Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Percobaan


Tabel IV.1.1 Hasil Analisa dari Percobaan Minyak Nabati

Methanol 650 ml Methanol 700 ml


Parameter
100 menit 150 menit 100 menit 150 menit
Viskositas 24,41 cP 28,47 cP 27,86 cP 31,15 cp
Densitas 0,80 0,81 0,79 0,78
Indeks Bias 1,671 1,678 1,724 1,726
Rendemen 1,056 % 1,10 % 1,10 % 1,15%
Angka Asam 1,84 1,97 1,53 1,68
Warna Coklat Gelap Coklat Gelap Coklat Gelap Coklat Gelap
Bau Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Gambar IV.1 Minyak Hasil Ekstraksi Soxhlet dengan Pelarrut Methanol

Tabel IV.1.2 Standar Mutu Minyak Kurma


Parameter Nilai Sumber Literatur
Warna dan Bau - -
Viskositas - -
Densitas 0,91 gr/ml Jurnal
Indeks Bias 1,462 Jurnal
Rendemen 7,7-9,7 % Jurnal

IV-1
IV-2
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
Angka Asam 1,04 Jurnal

IV.2 Pembahasan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui cara menghasilkan minyak
nabati dari biji nyamplung dan membandingan kualitas minyak nabati dari biji kurma
(warna, bau, densitas, viskositas, indeks bias, rendemen, angka asam) dengan parameter
pada jurnal.
Variabel dari percobaan ini adalah pelarut methanol 650 ml dan 700 ml serta waktu
ekstraksi untuk setiap pelarut yaitu 100 menit dan 150 menit. Proses pembuatan minyak
biji kurma terbagi menjadi 4 tahapan yaitu tahapan pre-treatment dimana biji kurma yang
akan diekstrak terlebih dahulu dikurangi kadar airnya. Kemudian melakukan tahapan
ekstraksi dengan cara melakukan ekstraksi menggunakan soxhlet dimana menggunakan
pelarut methanol dengan pelarut methanol sebesar 650 mL dan 700 ml variable waktu
untuk setiap pelarut yakni 100 menit dan 150. Lalu tahapan destilasi, tahapan ini bertujuan
untuk memisahkan minyak dengan pelarut sehingga didapatkan minyak biji kurma. Setelah
mendapatkan hasil minyak biji kurma kemudian melakukan tahapan analisa untuk
mengetahui karakteristik dari minyak tersebut dan membandingkannya dengan literatur
atau SNI.

IV.2.1 Mutu Minyak Biji Kurma


Untuk mengetahui mutu dari suatu minyak nabati dapat diketahui dari sifak fisik
dan kimianya. Karakteristik minyak nabati dapat di ketahui dengan beberapa uji yang
dapat dilakukan, yaitu bau, warna, berat jenis (densitas), indeks bias, angka asam,
viskositas dan rendemen.
Berikut analisa analisa yang digunakan untuk mengetahui karakteristik minyak biji
kurma :
1. Bau dan Warna
Dari hasil percobaan yang didapatkan, didapatkan minyak kurma dari proses
ekstraksi dengan pelarut methanol yaitu berwarna coklat gelap, serta tidak mempunyai
bau.

2. Densitas (Berat Jenis)


Berdasarkan Tabel IV.2, densitas (berat jenis) dari minyak biji kurma dengan
pelarut methanol 650 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit dan 150 menit berturut-
turut yaitu sebesar 0,8 gr/mL dan 0,81gr/mL. Sedangkan densitas (berat jenis) dari
minyak biji kurma dengan pelarut methanol 700 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit
dan 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 0,78 gr/mL dan 0,79gr/mL Hasil ini tidak
sesuai dengan Jurnal yang menyatakan bahwa berat jenis minyak biji kurma sebesar
0,91 gr/mL. Hal ini dapat terjadi karena pada saat proses pemisahan minyak dan
pelarut yang kurang maksimal sehingga minyak masih banyak mengandung pelarut
sehingga mengakibatkan densitas tidak sesuai dengan Jurnal.

Laboratorium Teknologi Biofuel, Atsiri Dan Nabati


Departemen Teknik Kimia Industri
Fakultas Vokasi-ITS
IV-3
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
Kemudian dari hasil percobaan minyak nabati ini, didapatkan sebuah grafik
hubungan antara volume pelarut dan waktu ekstraksi dengan densitas minyak yang
dihasilkan sebagai berikut :

.
Grafik IV.1 Hubungan antara Volume Pelarut dan Waktu Ekstraksi dengan
Densitas Minyak Biji Kurma

Berdasarkan Grafik IV.1, telah didapatkan grafik yang semakin meningkat.


Dimana nilai densitas minyak tertinggi adalah 0,81 gram/mL dengan volume pelarut
methanol 650 ml dan waktu ekstraksi 150 menit, sedangkan nilai densitas terendah
adalah 0,78 gram/mL dengan volume pelarut methanol dan waktu ekstraksi 150 menit.

3. Viskositas
Berdasarkan Tabel IV.2, viskositas yang didapatkan pada minyak biji kurma
untuk pelarut methanol 650 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-
turut yaitu sebesar 24,41 cP dan 28,47 cP. Sedangkan viskositas yang didapatkan pada
minyak biji kurma untuk pelarut methanol 700 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit
150 menit berturut-turut yaitu sebesar 27,86 cP dan 31,15 cP.

4. Indeks Bias
Berdasarkan Tabel IV.2, indeks bias minyak biji kurma untuk pelarut methanol
650 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,671
dan 1,678. Sedangkan indeks bias minyak biji kurma untuk pelarut methanol 700 ml
dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,724 dan
1,726. Hasil ini tidak sesuai dengan Jurnal yang menyatakan bahwa indeks bias
minyak biji kurma sebesar 1,462. Hal ini dapat terjadi karena pada saat proses
pemisahan minyak dan pelarut yang kurang maksimal sehingga minyak masih banyak
mengandung pelarut sehingga mengakibatkan indeks bias tidak sesuai dengan Jurnal.

Laboratorium Teknologi Biofuel, Atsiri Dan Nabati


Departemen Teknik Kimia Industri
Fakultas Vokasi-ITS
IV-4
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
Kemudian dari hasil percobaan minyak nabati ini, didapatkan sebuah grafik
hubungan antara volume pelarut dan waktu ekstraksi dengan indeks bias minyak yang
dihasilkan sebagai berikut :

.
Grafik IV.2 Hubungan antara Volume Pelarut dan Waktu Ekstraksi dengan
Indeks Bias Minyak Biji Kurma

Berdasarkan Grafik IV.2, telah didapatkan grafik yang menaik. Dimana nilai
indeks bias minyak tertinggi adalah 1,726 dengan pelarut methanol 700 ml dan waktu
ekstaksi 150 ml, sedangkan nilai indeks bias terendah adalah 1,671 dengan pelarut
methanol 6500 ml dan waktu ekstaksi 100 ml.

5. Angka Asam
Berdasarkan Tabel IV.2, nilai angka asam minyak biji kurma untuk pelarut
methanol 650 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu
sebesar 1,84 mgNaOH/g dan 1,97 mgNaOH/g. Sedangkan nilai angka asam minyak
biji kurma untuk pelarut methanol 700 ml dengan waktu ekstraksi 100 menit 150
menit berturut-turut yaitu sebesar 1,53 mgNaOH/g dan 1,68 mgNaOH/g. Hasil ini
tidak sesuai dengan Jurnal yang menyatakan bahwa angka asam minyak biji
nyamplung sebesar 1,04 mgNaOH/g. Hal ini dapat terjadi karena pada saat proses
pemisahan minyak dan pelarut yang kurang maksimal sehingga minyak masih banyak
mengandung pelarut sehingga mengakibatkan angka asam tidak sesuai dengan Jurnal.
Kemudian dari hasil percobaan minyak nabati ini, didapatkan sebuah grafik
hubungan antara waktu ekstraksi dengan angka asam yang dihasilkan sebagai berikut :

Laboratorium Teknologi Biofuel, Atsiri Dan Nabati


Departemen Teknik Kimia Industri
Fakultas Vokasi-ITS
IV-5
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Grafik IV.3 Hubungan antara Volume Pelarut Dan Waktu Ekstraksi dengan Angka
Asam Minyak Biji Kurma
Dari Grafik IV.3 didapatkan hubungan antara volume pelarut dengan waktu
ekstraksi dengan angka asam minyak yang meningkat. Angka asam minyak yang
dihasilkan tertinggi sebesar 1,97 mgNaOH/g dengan pelarut methanol 650 ml dan
waktu ekstraksi 150 menit, sedangkan angka asam minyak terendah adalah 1,53
mgNaOH/g dengan pelarut methanol 700 ml dan waktu ekstraksi 100 menit.

6. Rendemen
Berdasarkan Tabel IV.2, rendemen minyak biji kurma untuk pelarut methanol 650
ml dengan waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,05 %
dan 1,10%. Sedangkan minyak biji kurma untuk pelarut methanol 700 ml dengan
waktu ekstraksi 100 menit 150 menit berturut-turut yaitu sebesar 1,10 % dan 1,15%.
Hasil ini tidak sesuai dengan Jurnal yang menyatakan bahwa rendemen minyak biji
nyamplung sebesar 7,7-9,7%. Hal ini dapat terjadi karena pada saat proses pemisahan
minyak dan pelarut yang kurang maksimal sehingga minyak masih banyak
mengandung pelarut sehingga mengakibatkan rendemen tidak sesuai dengan Literatur
Balitbang Kehutanan.
Kemudian dari hasil percobaan minyak nabati ini, didapatkan sebuah grafik
hubungan antara volume pelarut dan waktu ekstraksi dengan rendemen yang
dihasilkan sebagai berikut :

Laboratorium Teknologi Biofuel, Atsiri Dan Nabati


Departemen Teknik Kimia Industri
Fakultas Vokasi-ITS
IV-6
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Grafik IV.4 Hubungan antara Volume Pelarut Dan Waktu Ekstraksi dengan
Rendemen Minyak Biji Kurma
Dari Grafik IV.4 didapatkan hubungan antara waktu ekstraksi dengan rendemen
minyak yang dihasilkan semakin meningkat. Nilai rendemen minyak tertinggi adalah
1,15% dengan pelarut methanol 700 ml dan waktu ekstraksi 150 menit, sedangkan nilai
rendemen terendah adalah 1,05% dengan pelarut methanol 650 ml dan waktu ekstraksi 60
menit.

Laboratorium Teknologi Biofuel, Atsiri Dan Nabati


Departemen Teknik Kimia Industri
Fakultas Vokasi-ITS