Anda di halaman 1dari 8

TEORI AKUNTANSI

REACTION OF CAPITAL MARKETS TO


FINANCIAL REPORTING

Oleh:
Listya Nindita 2015271115
Dicky Andriyanto 2015271116

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016
REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PELAPORAN FINANSIAL

Akuntansi keuangan dan keputusan pengungkapan memberi dampak pada


pengguna laporan keuangan. Laba yang dilaporkan bergantung pada banyak keputusan
akuntansi keuangan. Manager mempunyai banyak pertimbangan dalam memilih
antara metode akuntansi alternatif dan asumsi akuntansi. Oleh karena itu, salah satu
implikasi dari pengambilan keputusan tersebut adalah dampak informasi terhadap harga
saham (riset pasar modal).

Overview Riset Pasar Modal


Riset pasar modal mengeksplorasi peran akuntansi dan informasi keuangan
lainnya dalam pasar modal. Riset ini melibatkan pemeriksaan hubungan statistik antara
informasi keuangan dengan harga saham atau return (pengembalian). Kesimpulan
tentang reaksi pasar terhadap kejadian atau informasi tertentu secara umum berdasar pada
bukti yang berasal dari sejumlah besar perusahaan dengan rentang data beberapa tahun.
Berbeda dengan riset perilaku, yang menganalisa reaksi individu terhadap pelaporan
keuangan, riset pasar modal menilai dampak pelaporan keuangan secara agregat,
terutama pelaporan akuntansi pendapatan, bagi investor. Dengan menganalisa reaksi
harga saham terhadap informasi keuangan, sejumlah keputusan individu investor dapat
ditangkap secara agregat.
Perbedaan penting lainnya dari kedua riset ini adalah bahwa perhatian riset pasar
modal hanya investor, sementara riset perilaku biasanya digunakan untuk memeriksa
keputusan yang dibuat oleh tipe pengguna laporan keuangan lainnya, seperti manager
bank, pemberi pinjaman, atau auditor. Riset pasar modal berdasarkan pada asumsi bahwa
pasar modal adalah efisien. Efisiensi pasar, didefinisikan sesuai dengan Hipotesis Pasar
Efisien (Efficient Market Hypothesis/ EMH), sebagai pasar yang menyesuaikan secara
cepat dan mengumpulkan informasi secara penuh ke dalam harga saham ketika informasi
tersebut diluncurkan. Asumsi efisiensi pasar merupakan inti dari riset pasar modal.
Tiga bentuk pasar efisien:
a. Bentuk lemah
Suatu pasar modal dimana harga saham sekarang merefleksikan semua informasi
historis (seperti harga dan volume perdagangan dimasa lalu). Lebih lanjut informasi
masa lalu dihubungkan dengan harga saham untuk membantu menentukan harga
saham sekarang.
b. Bentuk semi-kuat
Pasar dimana harga saham pada pasar modal menggambarkan semua informasi yang
dipublikasikan (seperti earning, deviden, pengumuman stock split, penerbitan saham
baru dan kesulitan keuangan yang dialami perusahaan) sampai ke masyarakat
keuangan
c. Bentuk kuat
Pasar modal yang efisien dalam bentuk kuat merupakan tingkat efisiensi pasar yang
tertinggi. Konsep pasar efisien bentuk kuat mengandung arti bahwa semua informasi
direfleksikan dalam harga saham, baik informasi yang dipublikasikan maupun
informasi yang tidak dipublikasikan. ( non public atau private information )

The Information Content Of Earningns


Isi Informasi dari Laba
Ketika sebuah perusahaan mengumumkan (announce) earning-nya untuk tahun
tersebut (atau paruh-tahun), apa dampaknya, jika memang ada, terhadap harga saham?
Mengasumsikan bahwa pasar modal termasuk efisien bentuk semi-kuat (mereka akan
bereaksi dengan cepat dan dalam cara tanpa bias terhadap informasi yang tersedia secara
publik), maka sebuah perubahan dalam harga saham dianggap mengindikasikan bahwa
informasi abru dalam public earning announcement telah dimasukkan ke dalam harga
sekuritas melalui aktivitas investor di dalam pasar. Akan bermanfaat untuk menilai
kembali cash flow entitas ini di masa mendatang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa informasi laba berhubungan dengan
perubahan harga sekuritas. Karena teori keuangan modern mengusulkan bahwa harga
saham dapat ditentukan sebagai jumlah perkiraan arus kas masa depan dari deviden, yang
dikurangi dengan present value menggunakan rate of return sepadan dengan tingkat
risiko perusahaan.
Selain itu, dividen adalah sebuah fungsi earning akuntansi, karena mereka pada
umumnya hanya dibayarkan untuk earning di masa lalu dan earning saat ini. Secara
umum, perusahaan-perusahaan dengan earning masa depan yang diharapkan (expected
future earning) yang lebih tinggi akan memiliki harga saham yang lebih tinggi.
Ekspektasi ini terbentuk, setidaknya sebagian, dalam basis earning historis untuk
perusahaan yang bersangkutan.
Riset pasar modal melakukan analisa hubungan laba/return dengan pergerakan
harga perusahaan tertentu (abnormal return) pada saat laba diumumkan. Abnormal
return ini digunakan sebagai indikator isi informasi pengumuman tersebut. Artinya,
berapa banyak, jika ada, informasi baru telah dirilis ke pasar modal. Jika tidak ada reaksi
harga, diasumsikan bahwa pengumuman tidak mengandung informasi baru. Artinya,
informasi itu sudah diketahui atau diantisipasi oleh pelaku pasar.

Hasil penelitian tentang pasar modal dalam pelaporan keuangan


Penelitian tentang pasar modal telah mejadi topik utama dalam penelitian
akuntansi keuangan. Dalam penelitian ini, konsentrasi utamanya adalah meneliti ada
tidaknya kandungan informasi dalam laba yang sangat berguna dalam pengambilan
keputusan.

Penggunaan laba historis oleh investor


Penelitian pertama dilakukan oleh Ball dan Brown (1968) dimana mereka
meneliti laba yang dihasilkan dari angka-angka historis merupakan laba yang
meaningless atau bisa dikatakan tidak berguna bagi investor dan pengguna laporan
lainnya. Besaran unexpected earning dihitung dari perbedaan antara earning saat ini
dengan earning tahun lalu. Untuk menguji pernyataan tersebut, mereka meneliti 261
perusahaan di Amerika atas adanya unexpected earning setelah pengumuman laba yang
ditunjukkan dengan adanya abnormal return. Besaran unexpected earning dihitung dari
perbedaan antara earning saat ini dengan earning tahun lalu. Besaran unexpected
earning dihitung dari perbedaan antara earning saat ini dengan earning tahun lalu.
Keseluruhan abnormal return tersebut diakumulasikan dan mereka menemukan
bahwa walaupun ada keterbatasan dalam laba historis, namun pengguna laporan tetap
menggunakan nilai laba tersebut yang berarti ada kandungan informasi di dalamnya. Hal
ini ditunjukkan dengan adanya abnormal return selama pengukuran, yang ditunjukkan
dalam grafik berikut.

Adanya sumber informasi lain yang digunakan investor


Penelitian Ball dan Brown (1968) juga menemukan bahwa kandungan informasi
tersebut sudah diantisipasi oleh investor yang ditunjukkan dengan adanya gradual slope
dalam grafik tersebut. Antisipasi ini muncul karena adanya sumber informasi lain yang
digunakan oleh investor, artinya pengumuman laba perusahaan bukan merupakan sumber
informasi satu-satunya. Hal ini sangat wajar meningat sumber informasi lain lebih tepat
waktu dibandingkan pengumuman laba yang baru ada beberapa minggu setelahnya.

Isi informasi dari pengumuman laba berdasarkan sumber alternatif informasi


Penelitian Ball dan Brown tersebut direplikasi di berbagai negara lain dan
memberikan beberapa hasil yang berbeda. Salah satunya di Australia. Penelitian yang
dilakukan di Australia menunjukkan bahwa penyesuaian yang terjadi lebih lambat. Hal
ini mengimplikasikan bahwa laporan tahunan merupakan sumber yang lebih penting
karena jumlah sumber informasi lainnya lebih sedikit daripada sumber informasi lain di
Amerika Serikat.

Perubahan tidak terduga dalam laba, apakah bersifat temporer atau permanen
Penelitian ini diperluas dengan menyelidiki apakah unexpected earning yang
terjadi bersifat temporer atau permanen. Perubahan yang bersifat permanen lebih
disebabkan karena peningkatan dividen yang membawa pada perubahan arus kas dan
berdampak pada perubahan nilai perusahaan. Sedangkan perubahan yang bersifat
temporer merupakan perubahan yang terjadi karena pemanfaatan akrual. Hal ini
disebabkan karena adanya laba yang tidak bertahan lama akibat permasalah pergeseran
laba dari metode berbeda serta permasalahan mismatching kas dan beban dan
pendapatan.

Pengumuman laba oleh perusahaan lain dalam industri yang sama


Perluasan lain dari penelitian Ball dan Brown dilakukan oleh Foster (1981)
dimana ia meneliti pengumuman laba tahunan perusahaan tidak hanya memberikan
pengaruh terbatas pada perusahaan itu saja, tapi juga perusahaan lain di industri yang
sama. Disini, ia menemukan bahwa adanya fenomena transfer informasi yang dapat
mengurangi elemen-elemen kejutan atas pengumuman laba yang dilakukan perusahaan
lebih akhir. Informasi yang juga membawa perubahan dalam industri ini berarti juga
mereleksikan perubahan dalam keseluruhan industri atau pangsa pasar yang relatif dalam
industri. Pembuktian itu juga dilakukan oleh Firth (1976). Ia menemukan bahwa kabar
baik atau kabar buruk yang diumumkan oleh suatu perusahaan ternyata membuat harga
saham perusahaan lain yang tidak mengumumkan dalam industri yang sama bereaksi
secara cepat dan signifikan, pada saat sekitar pengumuman itu saja, tidak pada hari
sebelum maupun sesudahnya.

Peramalan laba
Selain dari fenomena information transfer, terdapat pula penelitian tentang
apakah peramalan laba memiliki kandungan informasi yang ditunjukkan dengan adanya
perubahan harga saham. Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Imhoff dan Lobo (1984) serta
Penman (1980). Mereka menemukan bahwa peramalan laba pun memiliki kandungan
informasi yang digunakan untuk memprediksi laba masa depan. Fenomena Information
transfer juga terjadi dalam hal hubungan peramalan laba dan harga saham yang
dibuktikan oleh penelitian Baginski (1987). Ia memberikan bukti yang menunjukkan
bahwa harga saham dari suatu industri yang tidak menyediakan peramalan laba memiliki
hubungan positif dengan perubahan ekspektasi laba oleh manajemen perusahaan dalam
industri yang sama.

Manfaat yang diasosiasikan dengan pengungkapan informasi secara sukarela


Pengungkapan informasi tambahan yang dilakukan oleh perusahaan yang bersifat
voluntary yaitu pengungkapan informasi yang melebihi ketentuan yang diatur oleh
peraturan akuntansi terbukti memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam pasar
modal. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan oleh Lang dan Lundholm (1996)
menunjukkan bahwa perusahaan dengan kebijakan pengungkapan informasi lebih banyak
mempunyai analisa dan peramalan laba yang lebih akurat.

Ukuran
Terdapat bukti bahwa hubungan antara pengumuman laba dan pergerakan harga
saham berbanding terbalik dengan ukuran perusahaan. Dengan kata lain, pengumuman
laba secara umum mempunyai dampak yang lebih besar terhadap harga saham
perusahaan yang lebih kecil daripada perusahaan yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Collins (1987) yang menyebutkan bahwa secara umum
pengumuman laba perusahaan besar memiliki relatif sedikit kandungan informasi.

Apakah harga saham saat ini dapat digunakan untuk mengantisipasi pengumuman
laba perusahaan di masa depan?
Terdapat suatu pendapat yang menyatakan bahwa untuk perusahaan yang lebih
besar, dapat dikatakan bahwa harga saham saat ini dapat mengantisipasi pengumuman
laba di masa depan. Pendapat ini sesuai dengan pernyataan Brown (1994) yang
menyebutkan jika kita mengambil sudut pandang bahwa harga saham mengantisipasi
pengumuman laba, maka kita secara efektif melihat kembali jalan lain dari sudut
pandang tradisional yang mengasumsikan bahwa pengumuman laba mempengaruhi
perubahan harga saham. Fokus riset pasar modal saat ini menyelidiki seberapa baik
informasi akuntansi seperti laba tahunan merefleksikan informasi yang relevan bagi
investor. Hal ini mempunyai fokus yang berbeda dari riset sebelumnya, karena
pengumuman laba tidak menyajikan informasi bagi investor, tetapi merefleksikan
informasi yang telah digunakan oleh investor dalam pengambilan keputusan.
Harga saham dan return diakui oleh beberapa peneliti sebagai patokan yang
berguna untuk menentukan apakah informasi akuntansi relevan untuk pembuatan
keputusan investor. Harga saham dianggap merepresentasikan ukuran patokan untuk nilai
perusahaan, sedangkan return merepresentasikan ukuran patokan untuk kinerja
perusahaan. Patokan-patokan tersebut digunakan untuk membandingkan kegunaan
metode akuntansi dan pengungkapan alternatif.
Dechow (1994) menyelidiki bagaimana baiknya laba akuntansi merefleksikan
return pasar. Dia juga menyadari ukuran kinerja lainnya, berdasarkan arus kas,
menghubungkan lebih baik ke return daripada laba berdasarkan sistem akuntansi akrual.
Laba diprediksi menjadi lebih berguna untuk mengukur kinerja perusahaan dibandingkan
arus kas karena diprediksikan lebih tepat waktu dan sedikit masalah pencocokan.
Penelitian-penelitian lain juga mengindikasikan secara konsisten pandangan
bahwa harga pasar telah dipandang merefleksikan nilai aktiva perusahaan saat ini.
Sehingga disarankan bahwa investor dapat memperkirakan informasi nilai saat ini yang
sebelumnya diungkapkan dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, ketika informasi
nilai saat ini tidak menyediakan informasi baru kepada investor, maka merefleksikan
informasi yang digunakan oleh investor dalam membuat keputusan investasi mereka.