Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS CIPEUYEUM
KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS CIPEUYEUM

NOMOR : Tahun 2017

TENTANG

SISTEM PENGKODEAN, PENYIMPANAN, DOKUMENTASI REKAM MEDIS UPTD


PUSKEMAS CIPEUYEUM

KEPALA UPTD PUSKESMAS CIPEUYEUM,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka memudahkan petugas untuk menemukan rekam pasien
tepat waktu, maupun untuk mencatat pelayanan yang diberikan kepada
pasien, maka perlu adanya system pengkodean, penyimpanan, dokumentasi
rekam medis;;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam (a) ,perlu
ditetapkan dengan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Cipeuyeum;

Mengingat : 1. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang


Rekam Medis

3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG SISTEM


PENGKODEAN, PENYIMPANAN, DOKUMENTASI REKAM
MEDIS UPTD PUSKESMAS CIPEUYEUM.

Pertama : Sistem pengkodean, penyimpanan, dokumentasi rekam medis UPTD


Puskesmas Cipeuyeum sebagaimana tercantum dalam lampiran
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini.
Kedua : Keputusan ini disampaikan kepada masing-masing yang bersangkutan
untuk diketahui dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab.
Ketiga : Hal-hal yang belum ditetapkan dalam keputusan ini,akan ditetapkan
kemudian bila dipandang perlu.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, dan akan ditinjau kembali jika
terdapat kekeliruan didalam penetapannya.

Ditetapkan di : Cipeuyeum

Pada Tanggal : .. 2017

KEPALA PUSKESMAS CIPEUYEUM,

Yana Budiana.,S.Kep
LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS CIPEUYEUM
NOMOR : TAHUN 2017
TENTANG : SISTEM PENGKODEAN, PENYIMPANAN,DOKUMENTASI REKAM
MEDIS UPTD PUSKESMAS CIPEUYEUM

SISTEM PENGKODEAN, PENYIMPANAN,DOKUMENTASI REKAM MEDIS UPTD


PUSKESMAS CIPEUYEUM

SISTEM DOKUMENTASI PELAYANAN

RAWAT JALAN

Dibagian rawat jalan akan dibedakan mengenai laporan mengenai pelayanan KIA atau
pelayanan ginekologik, begitu juga mengenai pencatatan pelaporan mengenai Keluarga
Berencana pun begitu. setiap bagian akan berbeda karena setiap pelayanan memberikan dan
membutuhkan data yang berbeda karena kebutuhan yang berbeda.

Pasien rawat jalan ada 3 kelompok, yaitu :

1) Pasien baru

Setiap pasien baru diiterima ditempat penerimaan pasien dan akan diwawancarai oleh petugas
untuk mendapatkan data identitas pasien, hasil anamnesis, hasil pemeriksaan , diagnostik dan
pengobatan ataupun tindakan. Pencatatan data ini harus diisi selambat-lambatnya 1 x 24 jam
setelah pasien diperiksa.

2) Pasien lama

Pasien yang datang untuk melakukan pemeriksaan atau tindakan ulang

3) Pasien gawat darurat

Pasien yang datang ke tempat penerimaan gawat darurat yang dibuka selama 24 jam, dimana
disini pasien akan lebih dahulu ditolong baru penyelesaiaan administrasinya.

TUJUAN PENCATATAN

1) Untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien pada semua tim kesehatan yang
terlihat, sehingga dapat mencegah tumpang tindih, pengulangan dan kesenjangan dalam
pelayanan atau asuhan kebidanan.

2) Sebagai sumber informasi bagi setiap petugas kesehatan yang terlibat dalam pelayanan.

3) Sebagai bahan bukti untuk mutu pelayanan dan sekaligus untuk tangung jawab dan tanggung
gugat.

4) Sebagai sumber data untuk penelitian dan pendidikan.


5) Sebagai dokumentasi yang sah untuk membuktikan bahwa tindakan, obat dan makanan dan
sebagainya sudah diberikan sesuai dengan rencana ketentuan yang juga berhubungan dengan
penagihan rekening pasien.

SYSTEM PENGKODEAN REKAM MEDIS

Coding adalah salah satu kegiatan pengelolahan data rekam medis untuk memberikan kode
dengan huruf atau dengan angka atau kombinasi huruf dan angka yang mewakili komponen
data. Kegiatan dan tindakan serta diagnosis yang ada dalam rekam medis di beri kode dan
selanjutnya di indeks agar memudahkan pelayanan pada penyajian informasi untuk menunjang
fungsi perencanaan, managemen, dan riset bidang kesehatan.

Pemberian kode ini merupakan kegiatan klasifikasi dan tindakan yang mengelompokkan
penyakit dan tindakan berdasarkan kriteria tertentu yang telah disepakati. Pemberian kode atas
diagnosis klasifikasi penyakit yang berlaku dengan menggunakan ICD-10 untuk mengkode
penyakit, sedangkan ICOPIM dan ICD-9 CM digunakan untuk mengkode tindakan, serta
komputer (on-line) untuk mengkode penyakit dan tindakan.

Anda mungkin juga menyukai