Anda di halaman 1dari 11

PERPINDAHAN PANAS RADIASI

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI DAN


EMISIVITAS BENDA HITAM

PRODI D-IV TEKNIK KONSERVASI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016
I. Tujuan
1. Mengetahui intensitas radiasi matahari di beberapa titik di suatu tempat
2. Mengetahui atau membandingkan emisivitas dari beberapa benda hitam

II. Dasar Teori


A. Radiasi Matahari
Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang
terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik.
Radiasi matahari adalah spektrum penuh cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Termasuk
cahaya tampak dan semua frekuensi lain radiasi pada spektrum elektromagnetik.
Dibandingkan dengan sumber energi yang akrab di bumi, matahari memancarkan sejumlah
besar energi ke ruang angkasa. Jenis radiasi yang dipancarkan oleh matahari adalah produk
dari suhu tinggi, yang disebabkan oleh fusi nuklir pada inti matahari. Radiasi matahari
dipelajari oleh para ilmuwan untuk efek pada fenomena di bumi, seperti cuaca, dan ilmu
astronomi.
Spektrum radiasi Matahari sendiri terdiri dari dua :
Sinar bergelombang pendek. Antara lain, sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, dan
Sinar bergelombang panjang yaitu sinar infra merah

Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor.
1. Jarak Matahari
Setiap perubahan jarak bumi dan Matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan
energi Matahari

2. Intensitas radiasi Matahari


Intensitas radiasi Matahari merupakan besar kecilnya sudut datang sinar Matahari
pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut
datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan
bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar
tersebut harus menempuh lapisan atmosfir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut
datang yang tegak lurus.

3. Panjang hari (sun duration)


Jarak dan lamanya antara Matahari terbit dan Matahari terbenam.
4. Pengaruh atmosfer
Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diabsorpsi oleh gas-gas, debu dan uap air,
dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi.

Hanya sebagian kecil dari radiasi matahari pernah mencapai bumi; mayoritas
dipancarkan ke ruang kosong. Bahkan Fraksi yang mencapai bumi, jauh lebih besar daripada
jumlah energi yang dikonsumsi di dunia oleh sumber-sumber seperti bahan bakar fosil. Rata-
rata daya yang dikonsumsi oleh manusia selama tahun 2008 adalah sekitar 1.5 x 1013 watt.
Sebagai perbandingan, rata-rata daya daripada mencapai bumi melalui sinar matahari lebih
dari 10.000 kali lebih besar. Sejumlah besar daya yang dipancarkan oleh matahari dapat
dikaitkan ke massa yang besar dan suhu tinggi.
Sinar matahari diukur dalam cara yang berbeda. Satu instrumen yang mengukur sinar
matahari secara penuh 180 derajat bidang pkitang disebut pyranometer. Pyranometer adalah
perangkat yang menunjuk kepada matahari untuk pengukuran radiasi. Radiasi matahari
diukur dalam kuantitas yang disebut irradiance, yang memiliki stkitar unit watt per meter
persegi. Rata-rata intensitas radiasi matahari berkurang yang sampai ke bumi dari matahari
adalah sekitar 1,366 watt per meter persegi.
Pengukuran radiasi matahari cenderung agak berfluktuasi dari waktu ke waktu.
Bagian dari alasan untuk fluktuasi ini adalah bahwa orbit bumi tidak sempurna melingkar,
dan bumi berbasis pengamat yang terus berubah jarak mereka dari matahari. Sebenarnya
variasi dalam radiasi matahari juga menimbulkan fluktuasi dalam pengukuran, tetapi jumlah
ini biasanya kecil. Beberapa variasi ini telah diamati untuk mengikuti siklus 11 tahun.
Fluktuasi periodik seperti ini yang telah diukur untuk mempengaruhi tingkat intensitas radiasi
matahari kurang dari sebesar 0,1%.

B. Radiasi Benda Hitam


Radiasi panas adalah radiasi yang dipancarkan oleh sebuah benda sebagai akibat
suhunya. Setiap benda memancarkan radiasi panas, tetapi pada umumnya sebuah benda dapat
terlihat karena benda itu memantulkan cahaya yang datang padanya, bukan karena benda itu
memancarkan radiasi panas. Benda baru terlihat karena meradiasikan panas jika suhunya
melebihi 1.000 K. Pada suhu ini benda mulai berpijar merah seperti kumparan pemanas
sebuah kompor listrik. Pada suhu di atas 2.000 K benda berpijar kuning atau keputih-putihan,
seperti pijar putih dari filamen lampu pijar. Begitu suhu benda terus ditingkatkan, intensitas
relatif dari spektrum cahaya yang dipancarkannya berubah. Hal ini menyebabkan pergeseran
warna-warna spektrum yang diamati, yang dapat digunakan untuk menentukan suhu suatu
benda.
Secara umum bentuk terperinci dari spektrum radiasi panas yang dipancarkan oleh
suatu benda panas bergantung pada komposisi benda itu. Walaupun demikian, hasil
eksperimen menunjukkan bahwa ada satu kelas benda panas yang memancarkan spektra
panas dengan karakter universal. Benda ini adalah benda hitam atau black body. Benda hitam
didefinisikan sebagai sebuah benda yang menyerap semua radiasi yang datang padanya.
Dengan kata lain, tidak ada radiasi yang dipantulkan keluar dari benda hitam. Jadi, benda
hitam mempunyai harga absorptansi dan emisivitas yang besarnya sama dengan satu.
Emisivitas atau daya pancar merupakan karakteristik suatu materi, yang menunjukkan
perbandingan daya yang dipancarkan per satuan luas oleh suatu permukaan terhadap daya
yang dipancarkan benda hitam pada temperatur yang sama. Sementara itu, absorptansi (daya
serap) merupakan perbandingan fluks pancaran atau fluks cahaya yang diserap oleh suatu
benda terhadap fluks yang tiba pada benda itu.
Radiasi benda hitam adalah radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh sebuah
benda hitam yang menjangkau seluruh daerah panjang gelombang. Distribusi energi pada
daerah panjang gelombang ini memiliki ciri khusus, yaitu suatu nilai maksimum pada
panjang gelombang tertentu. Letak nilai maksimum tergantung pada temperatur, yang akan
bergeser ke arah panjang gelombang pendek seiring dengan meningkatnya temperatur.

Hukum Stefan-Boltzmann
Pada tahun 1879 seorang ahli fisika dari Austria, Josef Stefan melakukan eksperimen
untuk mengetahui karakter universal dari radiasi benda hitam. Ia menemukan bahwa daya
total per satuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda hitam panas
(intensitas total) adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Sehingga
dapat dirumuskan:
I = e T4

dengan I menyatakan intensitas radiasi pada permukaan benda hitam pada semua
frekuensi, T adalah suhu mutlak benda, dan adalah tetapan Stefan-Boltzman, yang bernilai
5,67 10-8 Wm-2K-4. Gambar berikut memperlihatkan spektrum cahaya yang dipancarkan
benda hitam sempurna pada beberapa suhu yang berbeda. Grafik tersebut memperlihatkan
bahwa antara antara panjang gelombang yang diradiasikan dengan suhu benda memiliki
hubungan yang sangat rumit.
Untuk kasus benda panas yang bukan benda hitam, akan memenuhi hukum yang sama, hanya
diberi tambahan koefisien emisivitas yang lebih kecil daripada 1 sehingga:

I total = e..T 4
Intensitas merupakan daya per satuan luas, maka persamaan diatas dapat ditulis sebagai:

dengan:
P = daya radiasi (W)
Q = energi kalor (J)
A = luas permukaan benda (m2)
e = koefisien emisivitas
T = suhu mutlak (K)

Beberapa tahun kemudian, berdasarkan teori gelombang elektromagnetik cahaya,


Ludwig Boltzmann (1844 1906) secara teoritis menurunkan hukum yang diungkapkan oleh
Joseph Stefan (1853 1893) dari gabungan termodinamika dan persamaan-persamaan
Maxwell. Oleh karena itu, persamaan diatas dikenal juga sebagai Hukum Stefan-Boltzmann,
yang berbunyi:

Jumlah energi yang dipancarkan per satuan permukaan sebuah benda hitam dalam
satuan waktu akan berbanding lurus dengan pangkat empat temperatur
termodinamikanya.
III. Peralatan Praktikum
1. Pyranometer
2. Thermometer
3. Stopwatch
4. Lima benda hitam yang berbeda material

IV. Langkah Praktikum


A. Pengukuran Intensitas Radiasi
1. Menyiapkan peralatan praktikum
2. Menyiapkan tabel pengukuran
3. Menentukan lima titik pengukuran di lima bagian bangunan yang akan diukur
intensitasnya. (Lima titik pengukuran berada pada ketinggian yang sama)
4. Memulai pengukuran di lima titik yang berbeda dengan selang waktu 10 menit
di setiap pengukuran yang dilakukan, selama 2 jam. Pengukuran yang dilakukan
menggunakan pyranometer, alat ukur intensitas radiasi.
5. Menulis hasil pengukuran ke dalam tabel
6. Setelah selesai mendapatkan data, merapikan dan mengembalikan peralatan
yang digunakan

B. Emisivitas Benda Hitam


1. Menyiapkan peralatan praktikum
2. Menyiapkan tabel pengukuran
3. Menentukan tempat peletakkan benda-benda hitam pada tempat yang sama
4. Memulai pengukuran dengan selang waktu 10 menit di setiap pengukuran yang
dilakukan, selama 2 jam. Pengukuran yang dilakukan adalah suhu,
menggunakan thermometer.
5. Menulis hasil pengukuran ke dalam tabel.
6. Setelah selesai mendapatkan data, merapikan dan mengembalikan peralatan
yang digunakan.
V. Data Praktikum
A. Pengukuran Intensitas Radiasi

Tabel Pengukuran Intensitas Radiasi


Perpindahan Panas (W/m2)
No Waktu Keterangan
Tempat A Tempat B Tempat C Tempat D Tempat E
1 13.15 442 437 542 576 556 Cerah +
2 13.25 577 565 590 594 576 Cerah +
3 13.35 336 103 175 293 276 Berawan
4 13.45 432 347 402 464 472 Cerah
5 13.55 646 561 615 579 575 Cerah ++
6 14.05 528 488 452 177 146 Cerah + berawan
7 14.15 462 448 479 479 413 Cerah
8 14.25 441 422 473 462 435 Cerah
9 14.35 562 544 590 620 562 Cerah ++
10 14.45 532 532 511 578 546 Cerah
11 14.55 403 357 385 457 484 Cerah
12 15.05 551 443 441 451 463 Cerah ++
13 15.15 185 146 180 198 121 Berawan

Grafik Karakteristik Intensitas Radiasi terhadap


Waktu
700

600
Intensitas Radiasi (W/m2)

500
Tempat A
400
Tempat B
300
Tempat C

200 Tempat D
Tempat E
100

0
13.15
13.15 13.65
13.65 14.15
14.15 14.65
14.65 15.15
15.15
Waktu (Jam)
B. Emisivitas Benda Hitam

Tabel Pengukuran Emisivitas Benda HItam


Temperatur Bahan (0C)
No Waktu
Seng Alumunium Plastik Karet Kayu
1 13.20 38,7 42,4 46,6 48,2 36,7
2 13.30 42,0 43,7 40,8 43,1 36,2
3 13.40 36,1 35,8 24,7 40,2 35,6
4 13.50 36,6 39,4 36,0 39,0 32,8
5 14.00 39,8 39,7 37,8 43,0 33,8
6 14.10 33,3 32,4 33,9 36,6 32,7
7 14.20 44,4 41,9 38,7 47,3 34,3
8 14.30 42,3 37,7 36,9 44,6 34,5
9 14.40 35,6 33,4 39,0 38,7 33,6
10 14.50 39,7 40,2 40,8 40,7 32,5
11 15.00 42,5 46,8 42,9 44,7 34,8
12 15.10 37,3 40,6 33,4 34,4 63,5
13 15.20 36,3 35,5 36,8 39,6 32,1

Grafik Karakteristik Temperatur terhadap


Waktu
65
60
55
Temperatur (C)

50 Seng
45
Alumunium
40
Plastik
35
30 Karet
25 Kayu
20
0 13.20 2 13.40
4 614.20 8 14.40
10 1215.20 14
Waktu (Jam)
VI. Pembahasan
A. Pengukuran Intensitas Radiasi
Pada praktikum pengukuran intensitas radiasi, lima titik pengukuran berada pada
ketinggian yang sama dengan asumsi agar nilai intensitasnya berada pada range variasi yang
sama.
Nilai intensitas radiasi diukur sepuluh menit sekali selama kurun waktu dua jam
dengan tujuan untuk memperoleh data karakteristik pada grafik yang memperlihatkan
perbedaan dan perubahan intensitas terhadap waktu dan tempat. Range nilai intensitas radiasi
pada titik A berkisar antara 185 sampai 646 (W/m2). Pada titik B 103 sampai 565 (W/m2).
Pada titik C 175 sampai 615 (W/m2). Pada titik D 177 sampai 620 (W/m2). Pada titik E 121
sampai 576 (W/m2). Dipengaruhi oleh tingkat kecerahan atau cuaca pada saat pengambilan
data dimana ketika awan menutupi matahari, maka intensitas cahayanya pun berkurang.
B. Emisivitas Benda Hitam

VII. Kesimpulan
- Intensitas radiasi di beberapa titik di suatu tempat berbeda-beda nilainya, hal ini
dipengaruhi jarak dari matahari.

VIII. Daftar Pustaka

__. Oktober 2015. Radiasi Matahari. https://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi_Matahari


__. Maret 2016. Pengertian Radiasi Matahari. http://ilmualam.net/pengertian-radiasi-
matahari.html
Agusra. Juni 2011. Radiasi Matahari. http://artikeldanmakalah-
agusra.blogspot.co.id/2011/06/radiasi-matahari.html
Rahmi. November 2012. Radiasi Benda Hitam.
http://rahmifis.blogspot.co.id/2012_11_01_archive.html
Temperatur Bahan (0C)
No Waktu
Seng Alumunium Plastik Karet Kayu
1 13.20 38,7 42,4 46,6 48,2 36,7
2 13.30 42,0 43,7 40,8 43,1 36,2
3 13.40 36,1 35,8 24,7 40,2 35,6
4 13.50 36,6 39,4 36,0 39,0 32,8
5 14.00 39,8 39,7 37,8 43,0 33,8
6 14.10 33,3 32,4 33,9 36,6 32,7
7 14.20 44,4 41,9 38,7 47,3 34,3
8 14.30 42,3 37,7 36,9 44,6 34,5
9 14.40 35,6 33,4 39,0 38,7 33,6
10 14.50 39,7 40,2 40,8 40,7 32,5
11 15.00 42,5 46,8 42,9 44,7 34,8
12 15.10 37,3 40,6 33,4 34,4 63,5
13 15.20 36,3 35,5 36,8 39,6 32,1