Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN 4.

NERVE CONDUCTION STUDY(NCS)

Ewika Nadya I 081411731012


Dosen : Osmalina Nur Rahmah, S.T, M.T
Tanggal percobaan : 15 Maret 2017
Laboratorium Tekno, Fak. Sains dan Teknologi Universitas Airlangga
Abstrak
Nerve Condustion Study (NCS) atau Nerve Conduction Velocity (NCV) merupakan uji
elektrodiagnostik sama seperti EMG yang digunakan untuk mengevaluasi konduksi impuls listrik ke saraf
perifer. NCS perlu dilakukan oleh spesialis rehabilitasi untuk menilai kemampuan dari sistem saraf
melakukan impuls listrik dan mengevaluasi fungsi saraf/otot. NCS standarnya meliputi konduksi saraf
motoric, konduksi saraf sensorik, gelombang F, dan H refleks, namun pada tes kali ini hanya dilakukan
pada saraf motoric dengan memberi stimuli pada median nerve hingga abductor pollicis brevis untuk
mengetahui kecepatn konduktivitas saraf motoricnya. Analisis parameter yang diperlukan adalah Distal
Latency(DL), Amplitudo(AMP), dan Proksimal Conduction Velocity(NCV). Melalui praktikum NCS yang
dilakukan pada naracoba 2 laki-laki dan 1 perempuan diperoleh hasil bahwa ketiganya dalam kondisi
normal, untuk naracoba laki-laki diperoleh velocity kisaran 66-82 sedangkan naracoba perempuan
diperoleh velocity sebesar 74. Diketahui dari hasil report ketiga naracoba dalam kondisi normal.
Kata kunci : NCS, konduktivitas saraf, parameter, velocity.
Dasar Teori kelenjar disebut efektor karena fungsinya
diperintahkan oleh isyarat saraf.
SISTEM SARAF MOTORIK
Untuk pergerakan otot pada organ
Sistem saraf adalah sistem yang
ekstremitas terhubung dengan saraf somatic
mengkoordinasikan aktivitas otot,emonitor
pada sistem saraf perifer yang teridiri dari
organ, membentuk dan juga menghentikan
neuron-neuron motoric eferen yang keluar dari
masukan dari indera, dan mengaktifkan aksi.
otak (korda spinalis_ dan bersinaps langsung di
Sistem saraf dibedakan menjadi Sistem Saraf
sel-sel otot rangka. Saraf somatic yang
Pusat(SSP), Sistem Saraf Tepi(SST) atau perifer.
membawa impuls ke otot rangka sebagai organ
SST terdiri atas otak dan medulla spinalis, SST
efektor melalui komunikasi secara biolistrik di
terdiri atas saraf aferen dan saraf eferen.
saraf dan proses komunikasi melalui
Neuron eferen menyampaikan informasi ke
neurotransmitter dihubungkan ke saraf otot,
susunan saraf pusat semua organ sensorik,
sehingga terbangkitkannya kontraksi otot.
neuron eferen menyampaikan rangsangan
neural ke otot dan kelenjar. Neuron eferen NERVE CONDUCTION STUDY
masuk dalam sistem saraf autonomy dan Pengujian elektrodiagnostik
somatic. Sehingga neuron eferen berhubungan mencakup berbagai tes khusus,
dengan sistem saraf motoric yang memiliki termasuk studi konduksi saraf (NCS)
fungsi penting antara lain untuk : dan jarum elektromiografi (EMG),
yang digunakan untuk mengevaluasi
1. Kontraksi otot rangka seluruh tubuh konduksi impuls listrik ke saraf
2. Kontraksi otot polos dalam organ perifer. Namun, dalam beberapa
internal kasus, kehalusan defisit sensorik
atau motorik memerlukan pemeriksaan
3. Skeresi kelenjar ensokrin dan endokrin lebih lanjut untuk diagnosis yang
dalam bentuk bagian tubuh pasti.
Saat fungsi-fungsi secara bersama disebut Untuk NCS serangkaian elektroda
fungsi motoric sistem saraf, serta otot dan permukaan ditempatkan di lokasi
yang berbeda di sepanjang saraf
perifer tertentu. saraf dirangsang 2. Elektroda
di satu lokasi dan dicatat di
lokasi yang berbeda untuk Metode Pelaksanaan
menentukan apakah saraf melakukan
tepat. Setiap stimulasi listrik Pertama buka aplikasi untuk NCS, lalu pilih
dicatat sebagai gelombang pada study/test NCV dan akan tampil kolom untuk
komputer dan dianalisis oleh input informasi pasien. Setelah penginputan
electromyographer melakukan tes.NCS tekan F3 untuk start exam. Karena yang akan
biasanya meliputi konduksi saraf
diukur adalah median motor nerve atau
motorik, konduksi saraf sensorik,
gelombang F, dan H refleks. Studi pergelangan tangan hingga abductor pollicis
konduksi sensorik dan saraf motorik brevis atau siku maka pilih saraf median motor
melibatkan analisis parameter Abd Poll Brev. Kemudian tentukan akan
tertentu, termasuk latency, mengujinya dengan tangan kanan atau kiri
kecepatan konduksi, dan amplitudo. untuk disesuaikan pemilihan side right or left,
Latency onset adalah waktu yang
dibutuhkan untuk stimulus untuk
lalu tekan F3-OK. Selanjutnya pemasangan
memulai potensi yang dimunculkan electrode sesuai gambar berikut :
dan mencerminkan konduksi sepanjang
serabut tercepat. Puncak latency
adalah latency sepanjang mayoritas
akson dan diukur pada amplitudo
puncak. Keduanya dipengaruhi oleh
keadaan mielinisasi saraf.
NCS PADA SARAF MOTORIK
Dalam studi konduksi saraf motorik, saraf
motorik dirangsang dan potensial aksi otot
senyawa dari otot dicatat. Hal ini terkait dengan A B
integritas unit motor. Hasil penelitian ini dapat
dipengaruhi oleh proses yang merusak tubuh Selanjutnya melakukan pengukuran pada
anterior sel tanduk atau akson, sel Schwann, stimulasi pertama dengan peletkan elektroda
sambungan neuromuskuler, atau sel otot itu dan stimulator seperti pada gambar A, dimulai
sendiri. Juga dianalisis adalah ukuran, bentuk, dengan intensitas terkecil(0.5mA). lalu
dan morfologi dari senyawa potensial aksi otot intensitas dinaikan perlahan hingga terbentuk
untuk menentukan keadaan mielinisasi, jumlah gelombang seperti berikut :
berfungsi serat otot, dan fungsi neuromuscular
junction. Karena sel tubuh dari saraf motorik
terletak di tanduk anterior dari sumsum tulang
belakang, konduksi saraf motorik abnormal di
kedua cedera preganglionik dan postganglionik.
Tujuan Selanjutnya melakukan hal yang sama namun
Mengenalkan perangkat NCS sehingga dengan penambahan peletakan elektroda
mahasiswa mampu mengoperasikan serta seperti gambar B. lalu menaikkan intensitas
memperoleh informasi kecepatan konduktivitas hingga terbentuk gelombang seperti berikut :
saraf motoric serta parameter-parameter yang
perlu diamati untuk proses diagnosis.
Alat
1. Satu set alat EMG Cadwell dan software
Sierra Summit
penginputan nilai jarak antara ibu jari hingga
siku salah. Setelah melakukan pembetulan
dengan pengukuran ulang kami mendapati hasil
exam naracoba normal. Berikut penjelasannya
dengan data hasil terlampir :
a. Naracoba 1 (laki-laki) - Rahardian
Naracoba 1 menggunakan lengan kiri untuk
diuji. Seperti diketahui naracoba 1 awalnya
Selanjutnya pengukuran melakukan pengukuran mengalami ke-abnormalan dengan mendapati
jarak elektroda dari ibu jari hingga siku dan kecepatan konduksinya adalah 18m/s sehingga
diinputkan untuk menghitung parameter- hasil examnya menyatakan left median motor
parameter NCS oleh aplikasi. Terakhir simpan nerve mengalami penuurnan kecepatan. Dan
data exam. setelah nilai panjang jarak elektroda diubah
didapati kecepatan konduksi adalah 66m/s,
Analisa dan Pembahasan dengan hasil exam menyatakan semua konduksi
Uji NCS dilakukan pada 3 naracoba yaitu 2 laki- saraf berada pada batas normal.
laki dan 1 perempuan. Setelah melakukan b. Naracoba 2 (laki-laki) - Ahmad
prosedur sesuai metode pelaksanaan, untuk
naracoba laki-laki kami memulai intensitas Naracoba 2 menggunakan lengan kanan
0.5mA sampai kisaran 15-18mA untuk elektroda untuk diuji. Seperti diketahui naracoba 2
pada pergelangan tangan, sedangkan untuk awalnya mengalami ke-abnormalan dengan
elektroda pada siku mencapai kisaran 55-60mA mendapati kecepatan konduksinya adalah
hingga mendapati gelombang sesuai prosedur. 18m/s sehingga hasil examnya menyatakan
Untuk naracoba perempuan intensitas dimulai right median motor nerve mengalami
dari 0.5mA, untuk elektroda pergelangan penurunan kecepatan. Dan setelah nilai
tangan mencapai kisaran 15-16mA saja dan panjang jarak elektroda diubah didapati
untuk elektroda pada siku mencapai kisaran 50- kecepatan konduksi adalah 82m/s, dengan
55mA saja untuk menghasilkan gelombang hasil exam menyatakan semua konduksi
sesuai prosedur. saraf berada pada batas normal.

Untuk mendapatkan CV atau kecepatan c. Naracoba 3 (perempuan) - Ewika


konduktivitas dari otot lengan diperlukan data Naracoba 3 menggunakan lengan kanan
distal latency(DL) dan amplitude. Untuk untuk diuji. Seperti diketahui naracoba 3
pengukuran NCS disini terdpat 2 DL yaitu DL awalnya mengalami ke-abnormalan dengan
pergelangan tangan dan DL siku yang diwakili mendapati kecepatan konduksinya adalah
titik O pada masing-masing gelombang, 13m/s sehingga hasil examnya menyatakan
sedangkan titik P menyatakan titik P. Dan right median motor nerve mengalami
dibutuhkan jarak peletakan elektroda pada ibu penurunan kecepatan. Dan setelah nilai
jari ke siku berapa cm. Selanjutnya semua nilai- panjang jarak elektroda diubah didapati
nilai tersebut akan dikalkulasikan dalam rumus kecepatan konduksi adalah 74m/s, dengan
berikut untuuk mendapatkan CV : hasil exam menyatakan semua konduksi
saraf berada pada batas normal.
Dari hasil perbandingan dua naracoba laki-
laki didapati berat badan dan tinggi badan
Namun kami mendapati kesalahan pada hasil mempengaruhi hasil dimana naracoba 2
exam naracoba abnormal dengan hasil dengan tinggi badan dan berat badan lebih
velocitynya 18 m/s. Setelah diteliti kembali
baik dari naraacoba 1 mendapatkan CV
lebih tinggi. Sedangkan pembandingan XNdD8MQFggrMAM&url=https%3A%2F%2
dengan perempuan jelas sekali nilai CV Faddiansyah.files.wordpress.com%2F2010
perempuan lebih rendah. Dapat diartikan %2F03%2Fsistem-saraf-
berat badan dan tinggi badan motorik.pptx&usg=AFQjCNHXdzWbYNJA_A
mempengaruhi kecepatan perambatan bLkZwato-PmHnV-
impuls saraf seseorang sehingga kecepatan A&sig2=BzhYw9jhJCNlofrRgroRSA&bvm=bv
reflex yang dihasilkan juga berbeda. .150120842,d.c2I, diaksses pada 21 Maret
Sedangkan untuk perbedaan gender dapat 2017
diartikan hormone-hormon yang berbeda
antara laki-laki dan perempuan
mempengaruhi kecepatan rambat impuls
seseorang dan kecepatan reflex yang
dihasilkan.
Kesimpulan
Uji NSC dipengaruhi parameter-parameter
berikut :
1. Jarak antar elektroda atau posisi titik
yang diukur
2. Latency antara dua gelombang
3. Amplitude.
Hasil NSC masing-masing individu berbeda
yang dipengaruhi :
1. Jjenis kelamin
2. Berat badan
3. Tinggi badan
4. Kondisi psikis
5. Kestabilan kondisi saat pengambilan
data
DAFTAR PUSTAKA
Connor, Elizabeth ;
http://www.healthline.com/health/nerve-
conduction-velocity#Preparation3,
Medically Reviewed by Alana Biggers, MD,
MPH, FACP on January 11, 2017, diakses
pada 21 Maret 2017
Kishner, Stephen ;
http://emedicine.medscape.com/article/20
94544-overview ; Updated: Oct 09, 2015 ,
MD, MHA; Chief Editor: Jonathan P Miller,
MD more..., diakses pada 21 Maret 2017
Rizkiawaty, ayu,
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q
=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uac
t=8&ved=0ahUKEwjWp_CyyOjSAhUfTY8KH
LAMPIRAN
ahmad

ewika(s)
rahardian(s)

rahardian
ewika