Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN KESEHATAN PENTINGNYA


MANFAAT ASI DAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF

Bidang Studi : CFN


Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan
Sasaran : Orangtua yang membawa bayi atau balita ke posyandu blok
dan ibu hamil
Hari/Tanggal : Kamis, 9 Februari 2017
Waktu : 08.30-12.00
Tempat : Posyandu Blok J

I. Latar Belakang
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama
masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada
masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita
(Kemenkes, 2012).
Posyandu Melati XX atau yang lebih dikenal posyandu blok J merupakan
pengembangan dari posyandu blok I yang diprakasai oleh ibu Ernita, telah berdiri
20 tahun, bertujuan untuk mensejahterakan kesehatan masyarakat terkhususnya
melalui ibu hamil, bayi dan balita. Pelaksanaan posyandu di blok J dilaksanakan
oleh para kader dan bidan desa setempat. Kader yang melaksanakan posyandu di
blok J awalnya berjumlah lima orang, kemudian bertambah tujuh hingga delapan
orang, namun hingga 2017 kader yang melaksanakan posyandu tersebut berjumlah
lima orang yang diketuai oleh Iin Priyanti. Jumlah bayi per januari 2017 yaitu 18
orang terdiri dari 10 orang perempuan dan 8 orang laki-laki, sedangkan Balita
dengan berjumlah 76 orang dengan klasifikasi usia 13-24 bln 6 orang perempuan, 3
orang laki-laki, 25-36 bln 14 orang perempuan, 10 laki-laki, 37-48 bln 9 orang
perempuan, 4 orang laki-laki dan 49-59 bln 10 orang perempuan, dan 14 laki-laki.
ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain
pada bayi berumur 0 sampai 6 bulan bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap
ASI eksklusif ini (Depkes RI, 2006). ASI menjamin status gizi baik bayi serta
kesakitan dan kematian anak menurun, beberapa penelitian epidemiologis
menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dan anak dari infeksi, misalnya diare,
otitis media, dan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah. Kolostrum
mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matang (matur). Zat
kekebalaan yang terdapat pada ASI antara lain akan melindungi bayi dari penyakit
diare dan menurunkan kemungkinan bayi terkena penyakit infeksi telinga, batuk,
pilek dan penyakit alergi. UNICEF dan WHO merekomendasikan pemberian ASI
eksklusif hingga umur enam bulan, setelah itu anak harus diberi makanan padat dan
semi padat sebagai makanan tambahan selain ASI. ASI eksklusif dianjurkan pada
beberapa bulan pertama kehidupan karena ASI tidak terkontaminasi dan
mengandung banyak gizi yang diperlukan anak umur tersebut. Pengenalan dini
makanan yang rendah energi dan gizi atau yang disiapkan dalam kondisi tidak
higienis dapat menyebabkan anak mengalami kurang gizi dan terinfeksi organisme
asing, sehingga mempunyai daya tahan yang rendah terhadap penyakit diantara
anak-anak.
Terdapat 18 orang anak yang tidak mendapatkan ASI esklusif pada posyandu blok
J, kondisi ibu yang bekerja merupakan salah satu faktor pemicu dari hal tersebut
sehingga pendidikan kesehatan mengenai ASI esklusif perlu untuk dibagikan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ASI esklusif baik untuk ibu yang sedang
menyusui dan ibu hamil yang berkunjung pada posyandu sebagai langkah persiapan
menyusui.

II. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui pentingnya ASI Esklusif
2. Tujuan Khusus
Setelah di lakukan pendidikan kesehatan selama 35 menit, warga yang
mengikuti penyuluhan di harapkan :
a.
III. Pelaksanaan
Hari/tanggal : Kamis, 9 Februari 2017
Waktu : 08.30-12.00
Tempat : Posyandu Blok J
Sasaran : Orangtua yang membawa bayi atau balita ke posyandu blok J
dan ibu hamil.
Metode : Ceramah, diskusi tanya jawab
Jenis Kegiatan : Pendidikan kesehatan
Media : Leaflet dan Flipchart

IV. Perencanaan
1. Karakteristik Pendidikan Kesehatan
Meningkatkan pengetahuan orangtua yang membawa bayi atau balita dan ibu hamil
ke posyandu blok J mengenai pentingnya ASI esklusif.
2. Karakteristik peserta : Orangtua yang membawa bayi atau balita ke posyandu blok J
3. Metode : Ceramah, diskusi tanya jawab
4. Alat yang di gunakan : Leaflet, Infocus, Microphone, Flipchart

V. Tata Letak
VI. Strategi Pelaksanaan
No Kegiatan Waktu Media Kegiatan Kegiatan Peserta Pic
1 Persiapan 10 1. Menyiapkan Sadrakh,
menit ruangan Edison,
2. Menyiapkan Amsal.
alat
3. Menyiapkan
peserta
4. Mengedarkan
daftar hadir.
2 Pembukaan 10 1. Memberi salam 1. Menjawab Dian,
Ferani.
Menit 2. Memperkenalka salam
n diri 2. Mendengar dan
3. Menjelaskan memperhatikan
tujuan 3. Mendengar dan
4. Membuat memperhatikan
kontrak waktu 4. menyetujui
3 Pendidikan 35 Flipchart/Leafleat. 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan Risna
Kesehatan menit materi dan menyimak
pendidikan penjelasan
kesehatan materi
tentang Asi pendidikan
Eksklusif kesehatan.
2. Membuka sesi 2. Mengajukan
tanya jawab pertanyaan.
pada warga.
4 Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan 1. Memperhatikan Dian,
Ferani.
materi Asi kesimpulan dari
Esklusif. materi yang
2. Melakukan disampaikan
evaluasi dengan 2. Menjawab
bertanya pertanyaan.
mengenai. 3. Menerima
3. Membagikan konsumsi dan
konsumsi dan leaflet.
leaflet.
VII. Job Description
1. Amsal Soleman Bani : - Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
- Mengedarkan daftar hadir penyuluhan
2. Dian Anggraini Puji Lestari : - Membuka acara dan menutup acara
- Membagikan Konsumsi dan leaflet
3. Edison Giovanno Souisa : - Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
- Dokumentasi
4. Ferani Debora Melo :- Membuka acara dan menutup acara
- Membagikan konsumsi dan leaflet
5. Risna Ester Simanjuntak :- Menyampaikan materi
6. Sadrakh Matias Situmorang :- Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan

VIII. Kriteria Evaluasi


a. Evaluasi struktur
1. Orangtua yang membawa bayi atau balita dan ibu hamil ke posyandu blok J
mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dan telah berkumpul 5 menit sebelum
kegiatan berlangsung.
2. Kegiatan berlangsung sesuai waktu yang ditentukan
3. Kelompok dapat menyediakan media dan alat-alat sesuai keperluan.

b. Evaluasi proses
1. 50% Orangtua yang membawa bayi atau dan ibu hamil balita ke posyandu
blok J dapat mengikuti pendidikan kesehatan.
2. Selama kegiatan berlangsung 70% Orangtua yang membawa bayi atau balita
dan ibu hamil ke posyandu blok J memperhatikan penyajian materi.
3. 1-2 Orangtua yang membawa bayi atau balita dan ibu hamil ke posyandu blok
J pada kelompok penyaji.

c. Evaluasi Hasil
Orangtua yang membawa bayi atau balita dan ibu hamil ke posyandu blok J
dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kelompok.
Daftar Pustaka