Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PENGAJARAN DAN PENDAMPINGAN


TENTANG SKTINING KESEHATAN DALAM UPAYA GERAKAN MASYARAKAT
SEHAT DI RW4 KELURAHAN TEMBALANG KOTA SEMARANG JAWA
TENGAH

Oleh:
Ketua Pelaksana
Rodhi Hartono,SKp.Ns,M.Kes

Anggota:
1. Putrono,SKp.Ns,M.Kes
2. Joni Siswanto,SKp. M.Kes
3. Sugih Wijayanti,SKp.Ns,M.Kes
4. Elisa, S.Kep.Ns,M.Kep
5. Iis Sriningsih, SST. M.Kes
6. Nina Indiawati, MNS

JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
TAHUN 2017
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

1 Kegiatan : Pengabdian Masyarakat Melalui Pengajaran


Dan Pendampingan Tentang Sktining
Kesehatan Dalam Upaya Gerakan
Masyarakat Sehat Di Rw 4 Kelurahan
Tembalang Kota Semarang Jawa Tengah
2 Bidang Pengabdian : Keperawatan

3 Ketua Tim Pengusul :


a. Nama Lengkap Rodhi Hartono,SKp.Ns,M.Kes
b. Jenis kelamin Laki- laki
c. NIDN
d. NIP
e. Disiplin Ilmu Keperawatan
f. Pangkat/Golongan Penata Tk 1/III D
g. Jabatan Fungsional Lektor
h. Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Semarang
i. Alamat Kantor Tirto Agung Pedalangan, Semarang
j. Alamat rumah

4 Jumlah Anggota : Dosen 6 orang (terlampir)


Mahasiswa 6 orang

1. Putrono,SKp.Ns,M.Kes
2. Joni Siswanto,SKp. M.Kes
3. Sugih Wijayanti,SKp.Ns,M.Kes
4. Elisa, S.Kep.Ns,M.Kep
5. Iis Sriningsih, SST. M.Kes
6. Nina Indiawati, MNS
5 Lokasi Kegiatan :
a) Lokasi Kegiatan/ RW 04 Kelurahan Tembalang Kota Semarang
Mitra Jawa Tengah
b) Kota Semarang
c) Jarak PT ke lokasi 2 Km
mitra
6 Waktu pelaksanaan : 50 Jam

7 Jumlah dana yang : Rp. 1.000.000,-


diusulkan

Semarang, 2 Mei 2017


Mengetahui
Ketua Jurusan Ketua Pelaksana,

Putrono,S.Kp.M.Kes Rodhi Hartono,S.Kp.M.Kes


NIP.196108031989031005 NIP.

Menyetujui
Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang

Sugiyanto, SPd, M.App.Sc.


NIP. 196607221989031002
PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Judul: Pengabdian Masyarakat Melalui Pengajaran Dan Pendampingan Tentang Sktining


Kesehatan Dalam Upaya Gerakan Masyarakat Sehat Di Rw 4 Kelurahan Tembalang
Kota Semarang Jawa Tengah

A. PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkikan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Salah satu modal
pembangunan kesehatan nasional adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang
berkualitas yaitu sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial serta mempunyai
produktivitas yang optimal. Namun masalah yang di hadapi oleh masyarakat saat ini sangat
kompleks dan bervariasi seperti kurangnya minat dalam pemanfaatan fasilitas kesehatan,
masalah sampah, penyakit kronis, gizi, narkoba, dan lain-lain.
Untuk mencapai derajat kesehatan tersebut pemerintah mengadakan berbagai program
kesehatan untuk masyarakat yang tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan tapi juga
melibatakan tenaga batuan suka rela dari masyarakat yang biasa disebut kader. Menurut
WHO kader merupakan laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk
menangani, masalah-masalah kesehatan perorangan maupun yang amat dekat dengan tempat-
tempat pemberian pelayanan kesehatan. Kader memiliki berbagai tugas dan peranan dalam
membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Tugas kader antara lain : Memberitahukan
hari dan jam buka posyandu kepada masyarakat, menyiapkan peralatan untuk
penyelenggaraan posyandu sebelum pelaksanaan Posyandu (buku catatan, KMS, alat peraga),
melakukan pendaftaran bayi, balita, ibu hamil, dan ibu usia subur yang hadir di posyandu,
melakukan penimbangan bayi dan balita, Mencatat hasil penimbangan pada KMS, melakukan
penyuluhan perorangan kapada ibu-ibu dimeja IV, melakukan kunjungan rumah untuk
melakukan penyuluhan khususnya pada bumil, ibu yang mempunyai bayi/balita, pasangan
usia subur. Penting bagi tenaga kesehatan untuk memandirikan kader agar masyarakat
menjadi lebih perduli terhadap kesehatan.

B. PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana kemampuan kader di RW 4 dalam melakukan skrining kesehatan untuk
mewujudkan masyarakat sadar akan kesehatan
C. TINJAUAN TEORI

Antropometri (BB, TB, dan IMT), Tekanan Darah dan


Screening Laboratorium (Glu, Chol dan UA)

1. Antropometri (BB, TB, dan IMT)


a. BB (Berat Badan)
BB adalah ukuran yang lazim/ sering dipakai untuk menilai keadaan gizi tubuh atau
bobot optimal dari tubuh untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Pengukuran BB
dilakukan dengan timbangan.
b. TB (Tinggi Badan)
TB adalah pengukuran yang menggambarkan pertumbuhan pada skeletal/ tulang.
Pengukuran TB dilakukan dengan meteran.
c. IMT (Indeks Massa Tubuh)
IMT merupakan korelasi antara tinggi dan berat badan. IMT digunakan untuk
mengukur ideal atau tidaknya berat badan, dan merupakan salah satu cara pengukuran
yang baik untuk menilai risiko penyakit yang dapat terjadi akibat berat badan
berlebih.
IMT = BB (kg) / [TB (m)]2

Interpretasi Hasil
Kategori /IMT (kg/m2) Nilai
Kurus < 18,5
Normal 18,5 22,9
BB lebih / Pre Obesitas 23 24,9
Obesitas >25
Source : Center for Obesuty and Education 2007 WHO

2. Tekanan Darah
Tekanan darah adalah tekanan yang dialami darah pada pembuluh darah arteri, ketika
darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat
dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut 120 /80 mmHg.
- Nilai 120 atau batas atas adalah nilai sistolic
- Nilai 80 atau batas bawah adalah nilai diastolic

Lingkungan yang paling baik dalam melakukan pengukuran tekanan darah adalah lingkungan
yang tenang dan nyaman bagi pemeriksa dan klien. Klien dapat berbaring, duduk, dan berdiri
ketika dilakukan pemeriksaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah:
1. Umur : tekanan darah akan meningkat dengan bertambahnya umur
2. Waktu pengukuran : bila pagi hari tekanan darah agak menurun sedangkan bila siang
hari dan sore hari sedikit lebih meningkat.
3. Latihan (exercise) dan aktivitas : tekanan darah meningkat selama exercise dan
aktivitas.
4. Stress : ansietas, takut, nyeri dan stress emosi mengkibatkan stimulasi simpatik yang
meningkatkan frekuensi darah, curah jantung dan tahanan vascular perifer. Efek-efek
stimulasi simpatik meningkatkan tekanan darah.
5. Ras : frekuensi hipertensi pada orang Afrika Amerika lebih tinggi dari pada orang
Eropa Amerika. Kecendrungan populasi ini terhadap hipertensi di yakini berhubungan
dengan genetik dan lingkungan.
6. Medikasi : banyak medikasi yang secara langsung maupun tidak langsung,
mempengaruhi tekanan arah. Selam pengkajian tekanan darah, perawat menanyakan
apakah klien menerima medikasi anti hipertensi yang menurunkan tekanan darah.
7. Variasi diurnal : tekanan darah biasanya rendah pada pagi-pagi sekali, secara
berangsur-angsur naik pagi menjelang siang dan sore, dan puncaknya pada senja hari
atau malam. Tidak ada orang yang pola dan derajat variasinya sama.
8. Jenis kelamin : secara klinis tidak ada perbedaan yang signifikan dari tekanan darah
anak laki-laki atau perempuan. Setelah pubertas, pria cenderung memiliki bacaan
tekanan darah yang lebih tinggi, setelah menopause wanita cenderung memiliki
teknan darah yang lebih tinggi dari pada pria pada usia tersebut.
9. Emosi dan nyeri : emosi tinggi dan rasa nyeri yang tinggi dapat meningkatkan
tekanan darah, juga bila kandung kemih penuh atau pasien kedinginan, merokok dan
posisi kaki silang dapat meningkatkan tekanan darah.
10. Miscellaneus faktor : bila dalam posisi berbaring tekanan darah lebih rendah dari pada
pasien duduk.
SOP PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH

Menilai tekanan darah yang merupakan indikator untuk menilai


PENGERTIAN
sistem kardiovaskuler bersamaan dengan pemeriksaan nadi.
TUJUAN Mengetahui nilai tekanan darah.
1. UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan
KEBIJAKAN 2. SK Menkes No.1333 th 1995 tentang Penerapan Standard
Pelayanan Rumah Sakit.
1. Sasaran
2. Rincian Tugas
3. a. Persiapan alat
1. Spignomanometer (tensimeter) yang terdiri dari:
Manometer air raksa + klep penutup dan pembuka
manset udara.
2. Stetoskop
3. Buku catatan tanda vital dan pena.
b. Persiapan Pasien
Pasien diberitahu dengan seksama (bila pasien sadar)
4. Pelaksanaan
a. Jelaskan prosedur pada pasien
PROSEDUR
b. Cuci tangan
c. Gunakan sarung tangan
d. Atur posisi pasien
e. Letakkan lengan yang hendak diukur pada posisi terlentang
f. Lengan baju dibuka
g. Pasang manset pada lengan kanan / kiri atas sekitar 3 cm
diatas fossa cubiti (jangan terlalu ketat maupun terlalu
longgar)
h. Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra / sinistra
i. Letakkan diafragma stetoskop diatas nadi brachialis,
letakkan stetoskop diatas denyut nadi yang telah ditentukan
j. Pompa balon udara isi manset sampai manometer setinggi
20mm Hg lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba
k. Kempeskan balon udara manset secara perlahan-lahan
dengan cara memutar scrup pada pompa udara berlawanan
arah jarum jam
l. Catat tinggi air raksa manometer saat pertama kali
terdengar kembali denyut
m. Catat tinggi air raksa pada manometer saat denyutan
terakhir sebelum hilang
Suara Korotkoff: menunjukkan besarnya tekanan
sistolik secara auskultasi
Suara Korotkoff IV/ V : menunjukkan besarnya
tekanan diastolic secara auskultasi
n. Catat hasilnya pada catatan pasien
o. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

Interpretasi Tekanan Darah


Kategori TD (mmHg) Sistol Diastol
RR (normal/resiko rendah) 90 - 129 60 - 84
RT (Pre Hipertensi/ Resiko Tinggi) 130 - 139 85 - 89
Hipertensi Stage I 140 - 159 90 - 99
T (Tinggi)
Hipertensi Satge II > 160 > 100
Source: Clinical Practice Pocket Book Cardiovascular Disease Series, 2008

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengukur tekanan darah :


1. Ukuran manset harus sesuai untuk pasien
2. Manset dipasang dengan benar pada lengan
3. Lengan pasien harus setinggi jantung
4. Lakukan pemeriksaan tekanan darah pada sisi tubuh yang sehat
5. Pasien diminta tidak berbicara selama pengukuran tekanan darah. Banyak peneliti
menemukan bahwa tekanan darah dan frekuensi jantung akan meningkat secara
bermakna saat pasien berbicara
3. Screening Laboratorium (Glu, Chol dan UA)
1. Glu (Glukosa/ kadar gula dalam darah)

SOP PEMERIKSAAN GULA DARAH

Pemeriksaan gula darah digunakan untuk mengetahui kadar


gula darah seseorang.
Macam- macam pemeriksaan gula darah:
Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus pada
sedikitnya 2 kali pemeriksaan :
PENGERTIAN
1. Glukosa plasma sewaktu 200 mg/dl (11,1 mmol/L)
2. Glukosa plasma puasa 140 mg/dl (7,8 mmol/L)
3. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam
kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2
jam post prandial (pp) 200 mg/dl
Sebagai acuan dalam rangkah-rangkah untuk mengetahui
TUJUAN kadar Gula Darah pasien dan menggunggkap tentang
proses penyakit dan pengobatangnya
Permenkes No. 37 Tahun 2012
REFERENSI
PermenkesNomor 75 Tahun2014
1. Alat
a. AlatGula Darah set
b. Neirbeiken

ALAT DAN BAHAN 2. Bahan


a. Lancet
b. Handscoen
c. Strip Gula Darah
d. Kapas alkohol
Langkah-langkah
1. Petugas menyapa pasien atau keluarga pasien dengan
PROSEDUR
senyum, salam & sapa
2. Petugas menjelaskan prosedur tindakan yang akan
dilakukan kepada pasien
3. Petugas mencuci tangan.
4. Petugas memakai handscoen
5. Atur posisi pasien senyaman mungkin
6. Pasang strip GDA pada glukometer
7. Menusuk lancet dijaritanganpasien
8. Menghidupkan alat glukometer yang sudah terpasang
strip Gula Darah
9. Meletetakkan strip GDA dijari tangan pasien
10. Menutup bekas tusukan lanset menggunakan alkohol
11. Alat glukometer akan berbunyi dan hasilnya sudah di
baca.
12. Petugas melepaskan sarung tangan dan masker

Interpretasi
2 Jam Sesudah
Kategori Glu (mg/dL) Puasa Sewaktu
Makan
RR (Normal / Resiko
70 - 110 100 139 < 110
Rendah)
RT (Resiko Tinggi) 110 125 140 179 126
T (Tinggi) 110 - 199 > 180 200

2. Chol (kolesterol total dalam darah)

PEMERIKSAAN KOLESTEROL
SOP DALAM DARAH
Pemeriksaan Kolesterol adalah salah satu jenis
PENGERTIAN pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi kadar
kolsterol di dalam darah.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk
TUJUAN mengetahui kadar kolesterol dalam darah pasien untuk
mengetahui risiko penyakit jantung.
REFERENSI Pedoman Prektik Laboratorium Yang benar Depkes RI
Tahun 2004
Alat :
1. Autocheck
2. Stik kolesterol
3. Lancet
ALAT DAN BAHAN 4. Neirbeiken

Bahan :
1. Kapas alcohol
2. Handscoen
1. Petugas mencuci tangan
2. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan
3. Petugas menjelaskan prosedur tindakan yang akan
dilakukan
4. Petugas memakai handscoeen
5. Atur posisi pasien senyaman mungkin
6. Pasang stik kolesterol pada alat autocheck.
7. Petugas membersihkan area penusukan menggunakan
kapas alcohol
8. Petugas menusukkan lanset di jari tangan pasien
9. Petugas meletakkan stik kolesterol di jari tangan
PROSEDUR pasien
10. Menutup bekas tusukan dengan kapas alcohol
11. Alat autocheck akan berbunyi
12. Petugas membaca hasil dan menulis di form
laboratorium.
13. Petugas memberitahu pasien bahwa tindakan sudah
selesai
14. Petugas membuang limbah padat pada tempat sampah
infeksius
15. Petugas memberikan hasil labotaroim dalam amplop
tertutup kepada pasien
16. Petugas merapikan alat dan bahan
17. Petugas mencuci tangan.

Interpretasi
Kategori Chol (mg/dL) LDL HDL Total
RR (Normal / Resiko
130 > 60 < 200
Rendah)
RT (Resiko Tinggi) 130 - 159 40 - 59 200 - 239
T (Tinggi) > 160 > 240

3. UA (Uric Acid/ asam urat dalam darah)

SOP PEMERIKSAAN ASAM URAT

Pemeriksaan asam urat adalah suatu prosedur pemeriksaan


PENGERTIAN darah untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah
dalam 1 desi liter.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk
TUJUAN
pemeriksaan asam urat
Prosedur Reagen Haemoglobin Human dan Prosedur
REFERENSI
Alat Haemogloblin Mission Plus.
Alat :
1. Autocheck
2. Neirbeiken

Bahan :
ALAT DAN BAHAN
1. Jarum lancet
2. Stik kolesterol
3. Alkohol Swab
4. Handscoon

a. Petugas mengusap ujung jari manis atau jari tengah


PROSEDUR
pasien dengan alkohol swab, tunggu kering .
b. Petugas menghidupkan alat Asam urat Stik Mission.
c. Petugas menyiapkan barcode jika ganti stik yang
berbeda kodenya.
d. Petugas memasukkan stik Asam urat Mission ke
alat,tunggu hingga muncul tanda darah.
e. Petugas menusuk ujung jari pasien dengan jarum lancet
steril disposable.
f. Petugas menekan ujung jari yang telah ditusuk sampai
mendapat sample 20 ul.
g. Petugas meneteteskan.darah ke dalam stik Asam urat
Mission
h. Petugas membaca angka yang muncul dalam LCD
Asam urat Mission
i. Petugas mencatat hasil pemeriksaan Asam urat ke
dalam blangko skrining

Interpretasi
Kategori UA (mg/dL) Laki - laki Perempuan
RR (Normal / Resiko
3,5 5,2 2,6 4,2
Normal Rendah)
RT (Resiko Tinggi) 5,3 - 7 4,3 - 6
T (Tinggi) >7 >6

D. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Secara Umum tujuan dari pelatihan kader kesehatan masyarakat adalah memberi
bekal pengetahuan, sikap dan ketrampilan tentang berbagai hal yang dapat menambah
kualitas untuk memfasilitasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan untuk mengatasi
permasalahan yang dihadapi.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan pelatihan diharapkan:
a. Kader mampu menjadi agen pembaharu di lingkungannya
b. Kader memiliki kesadaran terhadap realitas permasalahan kesehatan yang ada
dimasyarakat
c. Kader memiliki keterampilan dasar dalam melakukan skrining kesehatan
d. Kader mampu meningkatkan keterampilan dalam melakukan komunikasi dan
negosiasi dengan masyarakat.

E. MANFAAT KEGIATAN

Dengan adanya acara pengajara dan pendampingan kader RW 4 Kelurahan Tembalang


dapat melakukan skrining kesehatan secara mandiri sehingga mampu meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat

F. KHALAYAK SASARAN
Sasaran kegiatan ini adalah kader RW 4 Kelurahan Tembalang yang akan dilakukan
pengajaran dan pendampingan pengukuran TB, BB, Tekanan darah, kolesterol, asam urat dan
gula darah. Pemilihan dan penetapan sasaran melalui pertimbangan untuk memandirikan
kader sehingga dapat terwujudnya masyarakat sadar akan keseharan
Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan suatu bentuk pengabdian masyarakat
yang dilakukan oleh Mahasiswa Prodi S1 Terapan Keperawatan Poltekkes Semarang kepada
masyarakat Kelurahan Tembalang bersamaan dengan adanya kegiatan Bulan Bakti Gotong
Royong Masyarakat di Kelurahan Tembalang.

G. METODE PENGABDIAN
Pengabdian dilakukan dengan pengajaran dan pendampingan secara langsung dengan
pengukuran BB, TB, cek tensi, gula darah, asam urat dan kolesterol, serta konseling
mengenai masalah kesehatan yang dialami masyarakat.

H. KETERKAITAN

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini secara teknis melibatkan
kerjasama antara instansi/lembaga Poltekkes Kemenkes Semarang dalam hal ini adalah
Lembaga Pengabdian pada Masyarakat beserta tim pelaksananya, Jurusan Keperawatan
Semarang dan Kelurahan Tembalang.
Berdasarkan beberapa critical point yang ada di masing-masing pihak yang terkait
dalam kegiatan pmeriksaan kesehatan ini, maka bentuk kerjasama ini diharapkan akan
menghadirkan sinergisme yang amat strategis dan positif antara lembaga perguruan tinggi
dengan masyarakat Kelurahan Tembalang

I. RANCANGAN EVALUASI

Kegiatan ini dilakukan dengan jumlah waktu 50 jam mulai dari koordinasi dengan
pihak Kelurahan, melakukan survei tempat acara kegiatan, survei lapangan, persiapan alat
yang dibutuhkan, penyebaran informasi hingga hari pelaksanaan kegiatan pemeriksaan
kesehatan

J. JADWAL PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini membutuhkan alokasi waktu selama 50 jam dimulai
sejak penandatanganan kontrak kerja pada Jumat, 28 April 2017. Bebagai kegiatan
operasional dan terperinci sebagaimana tampak pada Tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1. Rencana dan Jadwal Pelaksanaan

Hari,Tanggal Kegiatan Penanggunng Dosen Pendamping


Jam Jawab

Jumat, 28 Menyusun proposal Nivea, Dian Rodhi


April 2017 kegiatan dan Mayang Hartoni,SKp.Ns,M.Kes
08.00-17.00 konsultasi proposal
WIB dengan pembimbing
Selasa , 2 mei Melakukan Ratna, Zummy Joni Siswanto,SKp.
2017 koordinasi dengan M.Kes
09.00-12.00 pihak kelurahan, dan
kader
15.00-17.00 Melakukan rapat
anggota untuk
persiapan kegiatan
Rabu , 3 Mei Mempersiapkan Nivea, Dian Elisa, S.Kep.Ns,M.Kep
2017 materi untuk Mayang
13.00-17.00 pembinaan kader
WIB

Rabu, 3 Mei Melakukan Rosalina, Sugih


2017 pembinaa kader Nurliana Wijayanti,SKp.Ns,M.K
09.00-15.00 tentang skrining es
kesehatan 1
Rabu, 3 Mei Melakukan
2017 pembinaa kader
09.00-15.00 tentang skrining
kesehatan 2
Jumat, 5 Mei Menyiapkan alat dan Rosalina, Nina Indiawati, MNS
2017 bahan untuk Nurliana
13.00-17.00 kegiatan skrining
WIB
Kamis, 7 Mei Melakukan Ratna, Zummy Iis Sriningsih, SST.
2017 pendampingan M.Kes
06.00-13.00 skrining kesehatan
WIB
Senin, 8 Mei Menyusun hasil Nivea, Dian Putrono,SKp.Ns,M.Kes
2017 laporan kegiatan Mayang
08.00-15.00
WIB
Selasa 9 mei Revisi laporan
2017 kegiatan
08.00-13.00
K. RENCANA ANGGARAN BELANJA

NO KEGIATAN VOL JUMLAH

1 Bahan habis pakai (max.25%)

3 botol Rp 240.000,-
1. Stick GDS

1 botol = 25 stick
2 botol Rp. 160.000,-
2. Stick Asam Urat

1 botol = 25 stick
3 botol Rp 450.000,-
3. Stick Kolesterol

1 botol = 15 stick
2 kotak Rp 30.000,-
4. Alcohol swab
2 kotak Rp 60.000,-
5. Lancet

1 kotak = 100 pcs


1 kotak Rp 60.000,-
6. Handscoon

1 kotak = 50 pasang
Rp.1.000.000
Jumlah

2 Peralatan dan Bahan penerapan Paket Rp.500.000


Iptek ; barang alat ukur TB, BB,
TD, LILA
Rp.300.000
Cinderamata R 300.000
Rp.800.000
Jumlah

3 Konsumsi :

Konsumsi sosialisasi awal,


pengambil data dan terakhir 30 x Rp.1.800.000
2x dus 30.000

4 Perjalanan (Max 25%)


1. Transport Tim Pelaksana
Rp.4500.000
2. Transport Tenaga Pembantu
Kegiatan (Mahasiswa) Rp.300.000

3 Transport Mitra Kerja


Rp.400.000

Jumlah Rp.1.150.000

6 Lain-lain (Max 5 %) paket

Rp.100.000
1. Copy laporan akhir dan jilid 21
exemplar x 30.000 Rp.50.000
2. Dokumentasi
Rp.100.000
3. Seminar dan publikasi
Jumlah Rp.250.000

TOTAL AKHIR Rp 5.000.000


LAMPIRAN

FORMAT EVALUASI
Pre-test.
1. Dimana tempat pengambilan darah untuk melakukan pemeriksaan gula darah, asam
urat, dan kolesterol sederhana ?
a. Pembuluh darah vena
b. Pembuluh darah arteri
c. Pembuluh darah perifer
2. Berapa nilai normal asam urat untuk wanita ?
a. Dibawah 1.3 - 5 gr/dl
b. Dibawah 2.4 - 6 gr/dl
c. Dibawah 4.2- 7 gr/dl
3. Berapa nilai normal dasar kolesterol pada tubuh ?
a. Kurang dari 240 gr/dl
b. Kurang dari 270 gr/dl
c. Kurang dari 300 gr/dl
4. Apa nama alat yang digunakan untuk melakukan pengambilan darah saat pemeriksaan
gula darah, asam urat, dan kolesterol sederhana ?
a. Lancet
b. Stick
c. Swab
5. Berapa rentan nilai IMT yang dapat dikatakan normal ?
a. 15,5 18.5
b. 18,5 22,9
c. 23 28,5
6. Berapa rentan tekanan darah dikataka normal ?
a. Sistol 90 - 120 mmHg, diastol 60-80 mmHg
b. Sistol 130 139 mmHg, diastol 85-89 mmHg
c. Sistol 140-150 mmHg, diastol 100-110 mmHg
7. Berapa nilai normal gula darah sewaktu ?
a. 200 gr/dl
b. 126 gr/dl
c. 110 gr/dl
8. Jika seseorang mempunyai gula darah sewaktu tinggi, maka orang tersebut beresiko
tinggi terkena penyakit ......
a. Diabetes mielitus
b. Jantung koroner
c. Stroke
9. Apakah hal yang merupakan salah satu tanda jika seseorang mengalami gula darah
tinggi ?
a. Kaku leher
b. Nyeri sendi
c. Sering kencing pada malam hari
10. Apakah hal yang merupakan salah satu tanda jika seseorang mempunyai kadar asam
urat yang tinggi
a. Kaku leher
b. Nyeri sendi
c. Sering kencing di malam hari
11. Jika seseorang mempunyai kadar kolesterol jahat yang tinggi didalam tubuh, maka
orng tersebut beresko tinggi terkena penyakit....
a. Diabetes mielitus
b. Jantung koroner
c. Artritis
12. Dibawah ini merupakan makanan yang harus dihindari oleh orang yang mempunyai
kadar asam urat tinggi, kecuali...
a. Jeruk
b. Bayam
c. Jeroan
13. Apakah nama alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan gla darah,
kolesterol dan asam urat ?
a. Stetoskop
b. Autocheck
c. Termometer
14. Dimana tempat yang digunakan untuk melakukan pengukuran LILA ?
a. Pergelangan tangan
b. Ujung jari
c. Lengan atas
15. Apakah minuman yang tidak dianjurkan untuk penderita darah tinggi ?
a. Kopi
b. Jus seledri
c. Jus timun