Anda di halaman 1dari 2

TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT

BERAK PUTIH PADA BUDIDAYA


UDANG VANAME

Posted by: perikanan lamongan , March 14, 2017

saat ini telah menyerang pada banyak kawasan terutama pada tambak intensif. Sebagai
dampaknya nafsu makan udang menurun, kondisi udang kropos dan mati yang pada akhirnya
menurunkan produktivitas udang vaname.

Studi ekplorasi pada beberapa tambak yang terinfeksi WFD telah dilakukan untuk
mengetahui kondisi lingkungan tambak yg terserang penyakit WFD serta untuk mengetahui
teknik pengendaliannya. Dari hasil study eksplorasi menunjukkan serangan WFD terjadi
pada:

1. Warna air berubah menjadi kegelapan dengan dominasi plankton didominasi oleh
jenis plankton BGA.
2. Kandungan bahan organik air media tambak yang tinggi lebih dari 250 ppm
3. Air tambak mengandung jumlah bakteri vibrio sp dengan dominasi lebih dari 12 %
dari total bekteri.
4. Berdasarkan hasil indetifikasi pada usus udang menujukan adanya infeksi bakteri
Vibrio alginolyticus, Vibrio parahaemolyticus dan Vibrio vulnificus.

Solusi pencegahan adalah sebagai berikut:

1. Mengendalikan kesetabilan warna air dengan mengatur keseimbangan dan kestabilan


planton dengan mengatur nutrien C:N:P rasio. Perlakukan dengan aplikasi sumber
carbon organik (molase) dengan dosis 2-5 % dari total pakan yang diberikan setiap
2x seminggu. Aplikasi pupuk Nitrogen (pupuk ZA atau Urea) dengan dosis 2-5 ppm
setiap minggu.
2. Penurunan kandungan bahan organik air tambak dengan cara pengenceran atau
penambahan air dari petak tandon tiap hari sekitar 5%. Air yahg digunakan untuk
pengenceran harus sudah disetrilkan menggunakan desifektan untuk mengeliminir
patogen virus atau bakteri.
3. Menekan pertumbuhan bakteri vibrio dengan cara didesak mendorong pertumbuhan
bakteri probiotik. Cara aplikasi adalah probiotik bacillus sp dilakukan aktivasi dengan
menggunakan air tambak dalam wadah ember 20 lt, Tambahkan molase sekitar 0,5 lt
dan pupuk nitrogen (ZA) sebanyak 200 g. Ukur nilai pH pada larutan di ember
tersebut dan biasanya nilai pH kurang dari 6. Tambah kapur sekitar 200 g hingga nilai
pH naik menjadi 7. Masukan bibit probiotik sekitar -100-200 g kedalam ember dan
dibiarkan 0,5-1 jam. Selanjutnya di tebar di tambak. cara ini dilakukan 1-2 kali
seminggu. Untuk menjaga pertumbuhan bakteri probiotik di tambak dengan mengatur
keseimbangan C/N rasio lebuh dari 16 dengan melakukan penambahan karbon molase
(tetes tebu) dengan dosis 2-5 % dari total pakan yang yang telah digunakan.
Perlakukan 1-2 x seminggu.
4. Pengobatan bakteri vibrio pada usus dan hepatopankreas dapat dilakukan dengan
menggunakan antibiotk alami alicin (ektrak bawang putih. Teknik yang dilakukan
adalah dengan cara pemuasaaan udang selama 1 hari terutama pada malam hari.
Dengan pemuasaan dan udang lapar maka nafsu makan akan meningkat. Pemberian
pakan yang telah diperkaya dengan multivitamin dan ekstrak bawang putih setelah
dipuasaka. Untuk pengobatan dapat dilakukan selama 2-3 hari hingga nafsu makan
normal. Untuk pencegahan selanjutnya dapat dilakukan 2 x seminggu.