Anda di halaman 1dari 4

Nomor / UKM/ /

/PKMNGAWEN/2016
Revisi Ke
Berlaku 2016
Tgl

KERANGKA ACUAN
PEMBERIAN PMT
Disahkan Kepala UPTD
Puskesmas Ngawen

dr.Nur Istifah
NIP: 19660212 200212 2 001

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BLORA


UPTD PUSKESMAS NGAWEN
Jln. Kawedanan No.2 Ngawen Telp. (0296) 361026
A. PENDAHULUAN
Hasil Riset Kesehatan Dasa (Riskesdas) tahun 2013, besaran masalah gizi
pada balita di Indonesia yaitu 19,6% gizi kurang, diantaranya 5,7% gizi buruk; gizi
lebih 11,9%, stunting (pendek) 37,2%. Proporsi gemuk menurut kelompok umur,
terdapat angka tertinggi baik pada balita perempuan dan laki-laki pada periode umur
0-5 bulan dan 6-11 bulan dibandingkan kelompok umur lain. Hal ini menunjukkan
bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat khususnya ibu balita yang
mempunyai persepsi tidak benar terhadap balita gemuk. Data masalah Gangguan
Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) berdasarkan hasil survey nasional tahun 2003
sebesar 11,1% dan menurut hasil Riskesdas 2013, anemia pada ibu hamil sebesar
37,1%.
Sedangkan besaran masalah gizi pada balita di UPTD Puskesmas Ngawen
pada tahun 2015 yaitu 1, 7% gizi kurang, diantaranya 0,1% gizi buruk ; 2,9% stunting
(pendek). Data cakupan penggunaan garam beriodium pada rumah tangga sebesar
82% ; anemia pada ibu hamil sebesar 15 % dan ibu hamil KEK sebesar 3,8 %.

B. LATAR BELAKANG
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dapat berupa MP-ASI Bufferstock,
MP-ASI Lokal (PMT Penyuluhan) dan PMT pemulihan.
MP-ASI Bufferstock adalah MP-ASI pabrikan yang disiapkan oleh
Kementrian Kesehatan RI dalam rangka pencegahan dan penanggulangan gizi.
MP-ASI Lokal (PMT Penyuluhan) adalah MP-ASI yang dibuat dari makanan
lokal setempat dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan tenaga
kesehatan. PMT penyuluhan biasa diberikan pada saat Posyandu balita.
Sasaran pemberian MP-ASI Bufferstock dan MP-ASI Lokal (PMT
Penyuluhan) adalah balita, terutama balita gizi kurang.
PMT Pemulihan dapat berupa Bufferstock maupun makanan lokal yang
diberikan selama 90 hari makan dengan sasaran balita gizi buruk dan ibu hamil
Kurang Energi Kronik (KEK). PMT pemulihan untuk balita gizi buruk adalah
makanan padat gizi dengan kandungan 350-400 kalori dan 10-15 gr protein. PMT
bumil KEK mengandung 500 kalori dan 15 gr protein.
C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS
1. Tujuan Umum
Tersedianya acuan dalam melaksanakan kegiatan Pemberian PMT di wilayah
Puskesmas Ngawen.

2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui besaran masalah gizi di masyarakat, yaitu tentang cakupan
pemberian PMT pada balita di Posyandu
b. Mengetahui besaran masalah gizi di masyarakat, yaitu tentang cakupan
pemberian PMT pemulihan pada balita gizi buruk
c. Mengetahui besaran masalah gizi di masyarakat, yaitu tentang cakupan
pemberian PMT pemulihan pada ibu hamil KEK

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Kegiatan Pokok
Kegiatan pemberian PMT dilakukan di luar gedung ( Posyandu atau rumah
sasaran ) dengan sasaran adalah bayi dan balita, bayi dan balita gizi buruk dan ibu
hamil KEK yang ada di wilayah kerja Puskesmas.
2. Rincian Kegiatan
Fungsi tenaga gizi Puskesmas dalam manajemen pemberian PMT antara lain :
1. Merencanakan kebutuhan PMT untuk sasaran selama satu tahun
2. Memantau kegiatan pemberian PMT di wilayah kerja Puskesmas
3. Menyusun laporan pelaksanaan distribusi PMT wilayah kerja Puskesmas

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


a. Tujuan : untuk meningkatkan status gizi sasaran sehingga lebih baik
b. Sasaran : bayi, balita, ibu hamil KEK
c. Lokasi : posyandu, rumah sasaran
d. Bentuk kegiatan : Pemberian PMT
e. Langkah kegiatan :
Adapun tata cara pelaksanaan kegiatan pemberian PMT adalah sebagai berikut :
1. Menentukan sasaran PMT (balita gizi buruk dan ibu hamil KEK)
2. Menentukan jadwal pemberian
3. Menyediakan bahan makanan untuk PMT
4. Distribusi PMT melalui bidan desa
5. Pencatatan data penerima PMT (identitas, data BB & TB/PB, data LILA, bukti
terima )

f. SASARAN
Sasaran kegiatan pemberian PMT adalah
1. Bayi & balita
2. Bayi & Balita gizi buruk
3. Ibu hamil KEK
g. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

N Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
o
1 Pemberian PMT

- Penyuluhan
- Pemulihan

h. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pemberian PMT dilakukan oleh
petugas gizi puskesmas (koordinator upaya gizi) bersama dengan pelaksana kegiatan,
evaluasi dilakukan setiap selesai kegiatan.
Pelaporan kegiatan pemberian PMT dilakukan setiap selesai kegiatan.

i. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan kegiatan didapatkan dari laporan hasil kegiatan dari pelaksana
kegiatan.
Pelaporan kegiatan dilaporkan setiap selesai kegiatan dilaksanakan.
Evaluasi kegiatan merupakan evaluasi dari hasil kegiatan, di usahakan
kegiatan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dipersyaratkan,
dilakukan setiap selesai kegiatan.

Anda mungkin juga menyukai