Anda di halaman 1dari 1

Fungsi Paru-paru pada Manusia.

Pernafasan adalah proses bernapas keluar. Pada dasarnya, ini adalah kebalikan dari inhalasi,
kecuali bahwa itu biasanya merupakan proses pasif. Ini berarti bahwa kontraksi otot umumnya
tidak diperlukan. Pernafasan juga bergantung pada perbedaan tekanan antara bagian dalam dan
luar dari paru-paru. Namun, dalam kasus ini, tekanan di dalam lebih besar dari di luar. Hal ini
menyebabkan udara mengalir dari paru-paru.

Paru-paru menerima darah terdeoksigenasi (darah yang telah kehilangan oksigen) dari jantung
melalui pembuluh darah yang disebut arteri pulmonalis. Darah terdeoksigenasi kemudian
dikirim ke alveoli. Di sini, oksigen yang telah disalurkan melalui bronkus dan bronkiolus dapat
melintasi membran tipis yang ditemukan di alveoli.

Zat kimia dalam sel darah merah, yang disebut hemoglobin, memiliki daya tarik besar untuk
oksigen. Hemoglobin mengikat oksigen erat dalam sel darah merah, yang memungkinkan
oksigen untuk dibawa dalam aliran darah. Pada saat yang sama seperti oksigen masuk ke aliran
darah, CO2 yang keluar. CO2 bergerak dari darah dan memasuki alveoli. Hal ini memungkinkan
gas CO2 yang akan dihembuskan.

Setelah darah melewati paru-paru mengambil oksigen, dikenal sebagai darah beroksigen. Darah
ini kembali ke jantung dalam pembuluh darah paru. Setelah di jantung, darah beroksigen
kemudian dipompa ke seluruh tubuh. Oksigen yang dibawa oleh sel darah merah kemudian dapat
digunakan dalam sel-sel tubuh.

Irama dasar pernapasan dikontrol oleh otak. Bagian dari otak yang disebut batang otak memiliki
area khusus yang didedikasikan untuk mempertahankan pola pernapasan kita. Saraf yang berasal
di daerah ini menghasilkan impuls listrik. Impuls ini mengontrol kontraksi diafragma dan otot-
otot lainnya pernapasan. Ini semua dilakukan tanpa berpikir. Namun, bagian lain dari otak
sementara dapat mengesampingkan batang otak. Ini adalah bagaimana kita mampu sadar
menahan nafas kami atau mengubah pola kita bernapas.

Sementara otak mengontrol irama dasar, juga menerima informasi dari sensor di dalam tubuh.
Sensor ini adalah sel-sel saraf dan memberikan informasi yang mempengaruhi laju dan
kedalaman pernapasan. Sensor utama memantau kadar CO2 dalam darah. Bila tingkat CO2
meningkat, sensor mengirim impuls listrik ke otak. Dorongan ini menyebabkan otak untuk
mengirim sinyal lebih listrik ke otot-otot pernapasan. Pernapasan semakin dalam dan lebih cepat
dan lebih CO2 yang dihembuskan. Tingkat darah CO2 kemudian menurun dan sensor berhenti
mengirimkan sinyal ke otak.

Semoga artikel Fungsi Paru-paru Pada Manusia ini bisa bermanfaat bagi teman - teman dan
Tetap Menjaga Kesehatan. SaLam Sukses SeLaLu dan Tetap Semangat .