Anda di halaman 1dari 8

Tugas Kelompok

KAREKTERISTIK AGEN KIMIA

(AGEN PENYAKIT)

OLEH :

KELOMPOK 4

ANDI ARYADIN PUTRA


ALI ANSAR
DEWI SEKAR SARI
ANINISA NURUL MUKHLISA
CITRA MENTARI

KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2011
KARASTERISTIK AGEN KIMIA

A.Zat-Zat Kimia

Begitu banyak jajanan di berbagai sudut kota yang memikat hati lalu mencoba untuk
membelinya. Bukan hanya anak kecil saja yang suka dengan jajanan di sekitar sekolah.
Orang dewasa pun tidak luput dari aktivitas membeli jajanan, baik di rumah atau pun di
kantor.

Tapi tahukah Anda dari begitu banyak jajanan yang ada, ternyata banyak juga yang
berbahaya bagi tubuh kita. Merujuk penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Makanan dan
Obat (BPOM), terungkap bahwa 30 persen jajanan yang beredar di masyarakat mengandung
zat kimia berbahaya.

Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia tertentu,Sebagai contoh
suatu cuplikan air memiliki sifat yang sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama
baik jika cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat di laboratorium. Suatu zat
murni tidak dapat dipisahkan menjadi zat lain dengan proses mekanis apapun.. Zat kimia
yang umum ditemukan sehari-hari antara lain adalah air, garam (natrium klorida), dan gula
(sukrosa). Secara umum, zat terdapat dalam bentuk padat, cair, atau gas, dan dapat
mengalami perubahan fase zat sesuai dengan perubahan temperatur atau tekanan.

Konsep mengenai zat kimia terbentuk jelas pada akhir abad ke-18 dengan karya
kimiawan Joseph Proust mengenai komposisi beberapa senyawa kimia murni. Ia menyatakan
"Semua cuplikan suatu senyawa memiliki komposisi yang sama; yaitu bahwa semua cuplikan
memiliki proporsi yang sama, berdasarkan massa, dari unsur yang terdapat dalam senyawa
tersebut". Ini dikenal sebagai hukum komposisi tetap, dan merupakan salah satu dasar dari
kimia modern.

Berikut adalah 9 zat kimia berbahaya yang umumnya terdapat dalam makanan dan
jajanan.

1. Sakarin
Fungsinya sebagai pemanis buatan. Akibatnya sakarin akan mengendap dalam ginjal
dan memicu pertumbuhan kanker mukosa kandung kemih.

2. Siklamat

Fungsinya sebagai pemanis buatan. Akibatnya siklamat dapat menyebabkanpenyakit


leukemia.

3. Nitrosamin

Fungsinya sebagai aroma khas sosis, keju, kornet, ham, dan dendeng. Akibatnya
nitrosamin memicu kanker karena bersifat karsinogenik.

4. MSG

Fungsinya sebagai penyedap rasa. Akibatnya MSG dapat meningkatkan risiko kanker,
ginjal, dan merusak jaringan lemak.

5. Rhodamin B

Fungsinya pewarna pada tekstil dan kertas. Akibatnya rhodamin b meningkatkan r


isiko kanker hati dan gangguan pencernaan.

6. Metanil Yellow

Fungsinya pewarna pada tekstil dan cat. Akibatnya metanil yellow dapat
meningkatkan risiko kanker.

7. Formalin

Fungsinya pengawet nonmakanan dan disinfektan. Akibatnya formalin merusak hati,


jantung, otak, limpa, dan sistem saraf pusat.

8. Boraks

Fungsinya pengawet nonmakanan dan pestisida. Akibatnya boraks dapat merusak


fungsi otak, hati, lemak, dan ginjal.
9. Bisphenol A

Fungsinya zat kimia pada plastik penyimpan makanan. Akibatnya bisphenol a dapat
negakibatkan kanker payudara.

Untuk mencegah lebih baik kita kenali terlebih dahulu ciri-ciri jajanan mengandung
bahan berbahaya sesuai temuan BPOM:

1. Bakso

Bakso yang mengandung bahan berbahaya tidak rusak sampai lima hari pada suhu
kamar 25 derajat celcius, tekstur sangat kenyal, dan bau agak menyengat karena
biasanya menggunakan zat pengawet formalin. Selain itu, warna daging bakso tidak
kecoklatan namun cenderung keputihan.

2. Mie

Mie mengandung bahan berbahaya tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar 25
derajat celcius dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es 10 derajat celcius.
Mie tidak lengket dan lebih mengkilat dibanding mie normal. Selain itu, penampakan
mie mengkilat dan tidak cepat putus serta memiliki bau menyengat formalin.

3. Tahu

Tahu mengandung zat berbahaya tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar 25
derajat celcius. Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat.

4. Lontong

Lontong mengandung zat berbahaya memiliki tekstur sangat kenyal, berasa tajam
atau sangat gurih sehingga membuat lidah bergetar dan terasa getir.

5. Kerupuk berwarna

Kerupuk yang menggunakan pewarna berbahaya memiliki warna merah atau kuning
yang mencolok dan cenderung berpendar. Selain itu, banyak memberikan titik-titik
warna tidak homogen.
B.. Zat-Zat Toxin

Toksin didefinisi sebagai racun yang dihasilkan dari proses biologi, atau sering
disebut sebagai biotoksin. Sementara, bisa didefinisikan sebagai cairan mengandung racun
yang disekresikan atau dihasilkan oleh hewan selama proses pertahanan diri atau menyerang
hewan lain dengan gigitan maupun sengatan. Istilah lain dari Toxin adalah racun yang
mengendap dan menumpuk dalam tubuh. Diyakini bahwa sumber segala penyakit adalah dari
toxin tersebut, bahkan menurut penelitian : 90 % penyakit berasal dari toxin yang menumpuk
dalam usus manusia.

Dalam sebuah buku forensik medis yang ditulis oleh JL Casper, racun diklasifikasikan
menjadi 5 golongan, yaitu:

1. Racun iritan, yaitu racun yang menimbulkan iritasi dan radang. Contohnya asam
mineral, fungi beracun, dan preparasi arsenik.
2. Racun penyebab hiperemia, racun narkotik, yang terbukti dapat berakibat fatal pada
otak, paru-paru, dan jantung. Contohnya opium, tembakau, konium, dogitalis, dll.
3. Racun yang melumpuhkan saraf, dengan meracuni darah, organ pusat saraf dapat
lumpuh dan menimbulkan akibat yang fatal seperti kematian tiba-tiba. Contohnya
asam hidrosianat, sianida seng, dan klorofom.
4. Racun yang menyebabkan marasmus, biasanya bersifat kronis dan dapat berakibat
fatal bagi kesehatan secara perlahan. Contohnya bismut putih, asap timbal, merkuri,
dan arsenik.
5. Racun yang menyebabkan infeksi (racun septik), dapat berupa racun makanan yang
pada keadaan tertentu menimbulkan sakit Pyaemia (atau pyemia) dan tipus pada
hewan ternak.

Toksin biasanya di dapat atau berasal dari:

makanan dan minuman sehari-hari yang mengandung bahan-bahan pewangi, pewarna,


pengawet, perasa, racun binatang perusak misal obat serangga, antibiotik dan pupuk
kimi.
Pencemaran udara seperti asap pabrik dan kendaraan bermotor, dll.
Konsumsi obat-obatan yang berbahaya dan berlebihan
Ramuan yang berbahaya
Kebiasaan merokok, minuman keras dan minum kopi berlebihan
Kurang memakan sayuran dan buah-buahan
Cara memasak yang kurang benar
Pola makan kita yang kurang baik
Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia
Kurang berolah raga akan mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh

Adapun akibat yang dapat di timbulkandari penumpukan toxin adalah Penyakit kulit
termasuk jerawat, alergi dan ashma, bronchitis, batuk dan pilek, penyakit hati, kencing manis,
jantung dan tekanan darah (tinggi & rendah), stroke, kantung empedu dan batu ginjal,
pengerasan saluran darah yang berpengaruh pada tekanan darah, pembekuan darah, sakit
persendian dan tulang linu, tumor dan kanker, demam, perut kembung, kerusakan gigi,
sembelit, terlalu gemuk dan kurus.

cara menghilankan toxin dalam tubuh Yaitu dengan progaram DETOXIFIKASI.


Detoxifikasi secara optimal dapat diperoleh dengan berpuasa, dan menyuplai tubuh dengan
makanan yang berkualitas tinggi (memiliki nutrisi sesuai kebutuhan tubuh dan bebas dari
residu bahan kimia). .Puasa artinya mengganti makan nasi dan lauk dengan GFO. GFO
adalah pengganti makan karena kandungan gizinya sudah sangat lengkap, jadi GFO bukan
suplemen. Kebiasaan mengemil diganti dengan makan buah-buahan yang disarankan dan
minum susu kedelai. Disarankan puasa supaya proses membersihkan tubuh dari toxin dapat
berjalan sempurna dan efektif. Selain itu menurut hasil penelitian paramedis dengan
mengistirahatkan atau mengurangi sistem kerja organ tubuh, ternyata tubuh kita akan lebih
mudah untuk mengeluarkan racun (toxin). Makan yang berkualitas akan meningkatkan
kekebalan tubuh (sistem imun tubuh) serta membantu tubuh untuk meregenerasi sel-sel yang
rusak.Makanan yang berkualitas adalah makanan yang memiliki nutrisi sesuai dengan
kebutuhan tubuh dan betul-betul terbebas dari bahan pencemaran.

Jika proses detoxifikasi berhasil toxin dalam tubuh akan keluar melalui
usus keluar melalui kotoran, mengambang berwarna kuning keemasan, atau
hijau gelap, coklat dan bahkan kehitaman, bisa berbentuk memanjang dan total
beratnya bisa mencapai 4 kg, atau putus-putus.
Dari ginjal : keluar melalui urine, awalnya keruh lama kelamaan bening.
Dari paru-paru : keluar melalui nafas, juga bisa berupa cairan/dahak keluar
dari hidung dan mulut.
Dari kulit : keluar melalui pori-pori berupa keringat dan melalui pembuluh
darah.
Dari mata : berupa kotoran atau cairan.
Dari hati : keluar melalui proses di dalam tubuh.
Pada penyakit tertentu akan disertai keluarnya darah, nanah, cairan dan toxin
dari bagian tubuh lainnya. Misal :

Kanker otak keluar melalui mulut dan telinga.


Kanker rahim keluar melalui vagina.
Ashma keluar cairan/dahak (bisa berwarna kuning dan kehijauan) dari
mulut.
DAFTAR PUSTAKA

1. Gary D. Osweiler (1996). Toxicology. Wiley-Blackwell. ISBN 978-0-683-06664-7.Page.1


2. Horst S. H. Seifert (1996). Tropical animal health. Springer. ISBN 978-0-7923-3821-
5.Page.442
3. Johann Ludwig Casper (1861). A Handbook of the Practice of Forensic Medicine:
Thanatological division. New Sydenham Society.Page.44-45
4. www.bbc.co.uk. "A Brief History of Poisoning", 28 Juli 2011.
5. www.uic.edu. "Antidotes to Common Poisons".
6. http://id.wikipedia.org/wiki/Racun
7. http://hendrybdg87.wordpress.com/2010/06/28/membersihkan-racun-di-dalam-tubuh/