Anda di halaman 1dari 42

KTI jurusan Analis kesehatan

KARYA TULIS ILMIAH

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH MENGGUNAKAN ALAT


POCT DENGAN
PHOTOMETER

MUH. FADLI S

AKADEMI ANALIS KESEHATAN


MUHAMMADIYAH
MAKASSAR
2014

KARYA TULIS ILMIAH

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH


MENGGUNAKAN ALAT POCT DENGAN
PHOTOMETER
MUH. FADLI S
AKM 0511029

AKADEMI ANALIS KESEHATAN


MUHAMMADIYAH
MAKASSAR
2014

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH MENGGUNAKAN ALAT


POCT DENGAN
PHOTOMETER

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan dan memperoleh
gelar Ahli Madya Analis Kesehatan (A.Md.AK)
Di Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Oleh :

MUH. FADLI S
0511029
AKADEMI ANALIS KESEHATANMUHAMMADIYAH
MAKASSAR
2014

ii
LEMBAR
PENGESAHAN

KARYA TULIS ILMIAH


YANG TELAH DIUJI DAN DISETUJUI PADA
TANGGAL 7 JULI 2014

OLEH

PEMBIMBING I PEMBIMB

HJ. NURLIA NAIM S.Si, M.Kes


NIP. 19580416197608 2 001 ING II

MARDIAH, S.Si, M.Kes


NBM. 1156984

PENGUJI

MUH. IDRIS MONE, S.Si, M.Kes


NIP. 196412201985032003

MENGETAHUI
DIREKTUR AKADEMI ANALIS KESEHATAN
MUHAMMADIYAH MAKASSAR

dr. Hj. DARMAWATY RAUF, Sp. PK (K)


NBM. 1156989

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil alamin. Puji syukur tak terhingga kepada Allah SWT atas segala rahmat,
nikmat, hidayah, dan keilmuan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan
judul Perbedaan Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah Menggunakan Alat POCT Dengan Photometer .
Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw yang telah
menjadirahmatan lilalamin, sehingga kita dapat merasakan indahnya Islam dan bermanfaatnya ilmu
sampai saat ini.
Proses penyelesaian tulisan ilmiah ini, penulis melalui tantangan dan rintangan yang tidak sedikit.
Namun penulis mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari segala pihak sehingga tulisan ini
memiliki nilai semangat yang besar.
Karya tulis ini disusun guna memenuhi salah satu persyaratan dalam proses penyelesaian
pendidikan DIII di Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan,
namun demikian penulis teah berusaha agar karya tulis ini dapat tersusun dengan baik.
iv

Dengan selesainya karya tulis ini penulis tak lupa menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada
Ayahanda H. Sukirman, S.Pd, dan Ibunda Hj. Hamdana Umar, serta Kakanda AsmaSukirman, A.Md.KG
dan Muh. Firman S, S.Farm. Karena beliaulah, sehingga penulis dapat seperti sekarang ini. Dalam
penulisan karya tulis ini tak lupa pula saya haturkan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu dr. Hj. Darmawati Rauf, Sp.PK(K) selaku direktur akademi analis kesehatan muhammadiyah
makassar,
2. Ibu Hj. Nurlia Naim, S.Si, M.Kes, sebagai pembimbing I karya tulis, atas segala saran,bimbingan dan
arahannya.
3. Ibu Mardiah, S.Si, M.Kes, sebagai pembimbing II karya tulis, atas segala saran, bimbingan dan
arahannya.
4. Bapak Muh. Idris Mone, S.Si, M.Kes Selaku penguji yang telah memberikan saran, kritikan yang
bermanfaat sehingga karya tulis ilmiah.
5. Bapak dan Ibu Dosen beserta staf Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar yang telah
memberikan petunjuk serta dorongan moril selama penulis mengikuti pendidikan sampai penulis
menyelesaikan karya tulis ini.
6. Bapak DR.dr. H. A. MakbulAman, Sp.PD, K-EMD selaku Pimpinan Klinik Finari Medical Centre yang telah
membantu sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan baik.
7.
v

Teman yang paling berpengaruh terhadap pembuatan KTI ini adalah Abd. Rahman Razak yang telah
membantu setiap malam di Warkop.
8.
Untuk orang spesial bernama Ikha Purnamasari yang selalu mendorong serta memotivasi agar selalu
semangat dalam mengerjakan KTI ini hingga selesai.
9. Teman-teman Kerja di Klinik Finari Medical Centre, kFatma, Kiren, Kindah, Pak Ali, Mirawati, kran.
10. Andi Fitriani Makmur, Resky Inayah Rasmi, Nurdamayanti Malbar, Fina Yunia, Asdar Gunawan, Firman,
Ade Inha, Ade dian, Ade UUL, Amra, Suleha, Rasma, Nursyamsi yang membantu dalam penulisan
karya tulis ilmiah.
11. Teman dekat Suhardi Lasawi, Sule, Ancha, Agung, Fumen, dan Ismail.
12. Rekan rekan mahasiswa (i) kelas C1 dan C2 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, yang
telah banyak memberikan bantuan selama penulisan karya tulis ilmiah ini.

Akhir kata semoga karya tulis ini dapat berguna bagi penulis, masyarakat, dan mahasiswa (i)
Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar.

Makassar, Juli 2014


Penulis

MUH. FADLI. S

ABSTRAK

Muh. Fadli S, Perbandingan Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah Menggunakan


Alat POCT dengan Photometer. (Pembimbing Nurlia Naim, dan Mardiah)
Glukosa merupakan hasil metabolisme dari karbohidrat. Glukosa didapatkan dari
makanan yang dikonsumsi secara langsung dari karbohidrat maupun tidak langsung
dari makanan lain, glukosa diserap kedalam aliran darah ke seluruh sel-sel dalam tubuh
dimana dapat digunakan sebagai energi. Jenis penelitian yang digunakan adalah
observasi laboratorik, Dimana jumlah sampel sebanyak 20 sampel darah yang
kemudian di uji dengan menggunakan Uji t. Tujuan dari penelititan ini untuk mengetahui
perbedaan hasil glukosa darah menggunakan alat POCT dengan Photometer. Dari hasil
penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa t hitung (0,916) < t tabel (2,025) yang
berarti Ho diterima dimana tidak terdapat perbedaan bermakna dari hasil kedua alat
yang di bandingkan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melanjutkan penelitian
dengan membandingkan seberapa besar perbandingan hasil glukosa darah dengan
menggunakan beberapa alat yang berbeda.
Kata Kunci : Glukosa Darah, POCT, Photometer
Daftar pustaka 1969 - 2014

DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM..................................................................................... i
PERSYARATAN GELAR ...................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................... iii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iv
ABSTRAK ................................................................................................ vii
DAFTAR ISI............................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ..................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 3
D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................... 4
A. Tinjauan Umum Glukosa Darah................................................ 4
1. Definisi Glukosa Darah........................................................... 4
2. Metabolisme Glukosa.............................................................. 4
3. Sumber Glukosa....................................................................... 6
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah.. 7
5.
viii

Faktor faktor Hormon yang Berpengaruh......................... 9


6.

Dampak kadar Gula Darah pada Tubuh.............................. 10


7. Jenis-jenis sampel Glukosa Darah ...................................... 11
B. Pemeriksaan Laboratorium......................................................... 12
C. Tinjauan Umum Alat POCT Accu Check Active...................... 14
D. Tinjauan Umum Tentang Alat Photometer Erba Chem-5...... 17
1. Pengertian Photometer Erba Chem-5.................................. 17
2. Spesifikasi Photometer Erba Chem-5.................................. 17
3. Prinsip Dasar............................................................................ 18
4. Cara mengkalibrasi alat Photometer Erba Chem-5........... 18
E. Kerangka Pikir............................................................................... 19
BAB III METODE PENELITIAN............................................................. 21
A. Jenis Penelitian ........................................................................... 21
B. Populasi, Sampel, Dan Teknik
Pengambilan Sampel .................................................................. 21
C. Variabel Penelitian ...................................................................... 22
D. Definisi Operasional .................................................................... 22
E. Kerangka Operasional ................................................................ 24
F. Lokasi Dan Waktu Penelitian .................................................... 25
G. Prosedur Penelitian ..................................................................... 25
1. Pra analitik ............................................................................. 25
2. Analitik .................................................................................... 27
3. Pasca analitik ........................................................................ 29
H.
ix

Analisa Data.................................................................................. 29

BAB IV PEMBAHASAN.......................................................................... 30
A. Hasil Penelitian............................................................................. 30
B. Pembahasan ................................................................................ 31
BAB V PENUTUP.................................................................................... 33
A. Kesimpulan.................................................................................... 33
B. Saran .............................................................................................. 33
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 34
LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Alat Accu Check................................................................. 16


Gambar 2.2. Susunan Tes Strip Metode Reflentance....................... 17
Gambar 2.3. Alat Photometer Erba Chem-5......................................... 17
Gambar 2.3. Kerangka Pikir.................................................................... 20
Gambar 3.1. Kerangka Operasional...................................................... 24
xi

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 hasil pemeriksaan kadar glukosa darah............................. 30


xii

tabel 4.2 hasil analisa uji t ...................................................................... 31


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam mengambil keputusan/menetapkan diagnosis, pemberian obat dan


evaluasi pengobatan klinik diperlukan antara lain pemeriksaan laboratorium. Salah
satunya adalah pemeriksaan glukosa, dilakukan pada pasien Diabetes Melitus (DM)
sebagai tes diagnostik serta tes pengendalian ( Hardjoeno, 2003 ).
Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang
hari ; 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya
berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan. Bila level gula darah
menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang bisa fatal yang disebut
hipoglikemia. Gejalanya adalah perasaan lelah, fungsi mental yang menurun, rasa
mudah tersinggung, dan kehilangan kesadaran. Bila levelnya tetap tinggi, yang disebut
hiperglikemia, nafsu makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Glukosa
dilepaskan ke dalam aliran darah, hingga meningkatkan level gula darah. Sebagian
orang merasa mengantuk atau fungsi kongnitifnya menurun beberapa jam setelah
makan. (http://id.wikipedia.org/wiki/gula darah, 2007).
1

Untuk mengontrol kadar glukosa darah, saat ini tersedia alat pemantau glukosa dalam
darah yang menggunakan reagen kering ( strip). Alat pemantau glukosa tersebut dapat
digunakan di institusi seperti rumah sakit dan diperuntukkan untuk klien yang menderita
Diabetes Melitus bergantung pada insulin atau type I dan Diabetes Melitus yang tidak
bergantung pada insulin atau type II, serta dapat menggunakannya sendiri di rumah.
( Lee, et al 2007 ).
Alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering (glukometer) tersebut
dapat dipercaya bila kalibrasi dilakukan dengan baik dan cara pemeriksaan sesuai
dengan standar yang dianjurkan. Secara berkala, hasil pemantauan dengan cara
Glukometer perlu dibandingkan dengan cara konvensional, misalnya dengan metode
GOD-PAP yang menggunakan alat photometer ( Perkeni ,2006 ).
Di Laboratorium Klinik Finari Medical Centre (FMC), pengukuran kadar glukosa
dilakukan dengan menggunakan alat POCT yaitu Accu Check Active, serta alat
photometer. Pemeriksaan menggunakan alat POCT dilakukan pada penderita yang
hanya periksa kadar gula tanpa disertai jenis pemeriksaan lainnya dan sebagai
cadangan atau back up apabila alat Photometer mengalami error. Pemeriksaan dengan
alat Photometer dilakukan pada penderita yang memerlukan beberapa jenis
pemeriksaan laboratorium sekaligus.

B.
3

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, peneliti berkeinginan untuk mengetahui Apakah


terdapat perbedaan hasil pemeriksaan glukosa darah menggunakan Alat POCT dengan
Photometer?

C. Tujuan Penelitian

Untuk Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan glukosa darah menggunakan


Alat POCT dengan Photometer.

D. Manfaat Penelitian

1. Institusi
Sebagai bahan acuan bagi pengembangan kurikulum pendidikan dan sumbangsih bagi
pihak akademik dan kepustakaan dalam melakukan pembelajaran.
2. Instansi terkait / Tenaga Analis
sebagai acuan dan pertimbangan dalam pemeriksaan glukosa darah yang tepat.
3. Bagi Peneliti
Sebagai bahan / aplikasi ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Glukosa Darah

1. Definisi Glukosa Darah


Dalam ilmu kedokteran gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat
glukosa di dalam darah. Glukosa merupakan hasil metabolisme dari karbohidrat.
Glukosa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi secara langsung dari karbohidrat
maupun tidak langsung dari makanan lain, glukosa diserap kedalam aliran darah ke
seluruh sel-sel dalam tubuh dimana dapat digunakan sebagai energi.
(http://id.wikipedia.org/wiki/metabolisme karbohidrat, 2007).

2. Metabolisme Glukosa
4

Glukosa tak bisa dimetabolisme lebih lanjut sampai dikonversikan ke glukosa 6 fosfat
oleh reaksi dengan ATP, reaksi ini dikatalisa oleh enzim heksokinase yang tidak spesifik
dan juga oleh glukokinase yang spesifik di dalam hati.Reaksi ini dalam arah sebaliknya,
dihidrolisa sederhana glukosa 6 fosfat ke glukosa, dikatalisa oleh glukosa 6 fosfatase.
Glukosa yang tidak dikonversi menjadi glikogen melintasi hepar melalui sirkulasi
sistemik ke jaringan di tempat mana ia dapat dioksidasi, disimpan sebagai glikogen otot
atau dikonversi menjadi lemak dan disimpan dalam depot-depot lemak.
5
5

Glikogen di dalam hepar berlaku sebagai cadangan karbohidrat dan melepaskan


glukosa ke sirkulasi bila penggunaan glukosa diperifer-perifer merendahkan konsentrasi
glukosa di dalam darah untuk oksidasi glukosa atau untuk konversi karbohidrat menjadi
lemak atau protein, glukosa 6 fosfat dapat dikonversi dalam stadium-stadium pangkalan
metabolik umum menunjukkan seri reaksi berdasarkan atas asetil koenzim A dan siklus
asam trikarboksilat (siklus kreb : siklus sitrat) dalam mana residu karbon dan protein,
karbohidrat atau lemak bisa dioksidasi dengan melepaskan energi atau dikonversi dari
yang satu ke yang lain (D.N. Baron, 1984).
Proses terjadinya glukosa dalam darah adalah semua makanan mengandung satu
atau lebih zat yang menghasilkan energi berikut ini adalah karbihidrat, protein, lemak
segera setelah diserap melalui usus kecil, zat-zat makanan itu diproses di hati. Dimana
ketiganya diubah menjadi glukosa, dan kemudian dilepas ke aliran darah.Karbohidrat
terutama dalam bentuk olahan seperti gula dan permen, merupakan makanan yang
paling cepat diserap. Dengan demikian, zat makanan itu yang paling cepat menaikkan
kadar gula darah. Setiap kadargula darah akan bereaksi dalam pankreas untuk
menghasilkan insulin, kemudian dilepas ke dalam pembuluh darah yang melewati
pankreas. Dengan cara ini, melalui peredaran darah insulin, bisa menemukan jalannya
ke seluruh jaringan tubuh. Walaupun insulin mempunyai berbagai fungsi yang berbeda,
satu fungsi utamanya adalah membantu glukosa dalam darah untuk memasuki sel-sel
jaringan, dimana glukosa itu digunakan sebagai sumber energi.Jika tidak diperlukan
untuk memproduksi enegi segera, insulin menjamin agar glukosa diubah menjadi baik
sebagai glikogen (sebagai penyimpanan energi jangka pendek), maupun lemak untuk
penyimpanan energi yang lebih lama (Wise, 2002).
6

3. Sumber Glukosa
Sejumlah glukosa dalam darah tergantung kepada keseimbangan antara jumlah
yang masuk dan yang keluar. Glukosa masuk ke dalam dari tiga macam sumber :
a. Makanan yang mengandung karbohidrat
Setelah dicerna dan diserap jenis makanan ini merupakan sumber glukosa tubuh yang
paling penting.
b. Glikogen
Glikogen disimpan dalam otot dan hepar, dan dipecah untuk melepaskan glukosa.
c. Sebagian asam amino dipecah oleh hepar untuk menghasilkan glukosa.
Insulin tidak diperlukan untuk terjadinya salah satu diantara ketiga proses ini.
Setelah glukosa masuk ke dalam aliran darah, insulin diperlukan untuk memungkinkan
glukosa meninggalkan darah dan masuk ke dalam jaringan. Pada orang non-diabetik,
glukosa yang meninggalkan aliran darah digunakan lewat dua cara :

a.
7

Energi segera bagi sumber jaringan,


b. Energi simpanan sebagai glikogen dalam hepar dan otot serta lemak di dalam jaringan
adiposa (Mary. E. Beck, 1993).

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah


Kadar glukosa darah atau gula pada darah dapat menurun, hal iniakandipengaruhi
oleh faktor-faktor sebagai berikut :
a. Karena pengaruh kurangnya gizi yang diperoleh tubuh dalam waktu yang cukup lama ;
b. Karena tubuh menjalani latihan yang terlalu berat ;
c. Berlangsungnya absorpsi glukosa yang tidak lancar ;
d. Kegiatan organ inti yang mengalami gangguan (adanya kerusakan) ;
e. Ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga fungsinya mengalami kegagalan ;
f. Karena kekurangan atau penurunan hormon, misal hormon kelenjar thyroida dan
adrenal ;
g. Karena bertambahnya atau meningkatnya hormon insulin (Kartasapoetra G,1995).
Sebaliknya, kadar glukosa pun dapat meningkat yang disebabkan adanya
pengaruh dari faktor-faktor sebagai berikut :
a. Karena terserapnya karbohidrat yang melebihi kebutuhan bagi sumbernya energi ;
b. Karena diabetes mellitus ;
c.
8

Berlangsungnya kelainan pada hati ;


d. Terjadinya keracunan pada darah, texaemia ;
e. Berlangsungnya depresi perasaan, sehubungan dengan sesuatu masalah yang
dihadapi yang sangat mengkhawatirkan ;
f. Berlangsungnya pembangkitan emosi yang berlebihan sehubungan dengan masalah
dengan yang dihadapi sangat menjengkelkan dan menimbulkan amarah besar
(Kartasapoetra G,1995).
Kadar glukosa peredaran darah dapat dijaga atau dipertahankan dengan baik, jika
faktor-faktor di bawah ini dapat menunjang kadar glukosa tersebut, yaitu sebagai
berikut :
a. Berlangsungnya reaksi perubahan glikogen menjadi glukosa secara timbal balik,
sehingga selalu terdapat keseimbangan ;
b. Berlangsungnya reaksi perubahan karbohidrat menjadi lemak
c. Pengeluaran atau ekskresi glukosa yang berlebihan ;
d. Berlangsungnya pembentukan dan penggunaan muscle glicogen atau glikogen otot ;
dan
e. Penggunaan glukosa oleh berbagai jaringan dalam tubuh (Kartasapoetra, 1995).

5.
9

Faktor faktor Hormon yang Berpengaruh


Di dalam tubuh ada 4 hormon yang berpengaruh mengatur keseimbangan kadar
gula darah dalam tubuh, yaitu :
a. Hormon tiroid
Hormon ini disekresi oleh kelenjar gondok dan mempunyai efek peningkatan kadar gula
darah dengan cara peningkatan penyerapan gula darah dari usus (William F. Ganong,
1990)
b. Hormon insulin
Hormon ini diproduksi di dalam pancreas oleh sel beta pulau langerhans dan kerjanya
mengatur karbohidrat bersama dengan hati, adipose, otot, dan bertanggung jawab
terhadap nilai konstan gula darah (Sunita Almatsier, 2003).
c. Hormon epinefrin
Hormon ini dihasilkan oleh medula kelenjar adrenal dan mempunyai efek merngubah
adanya glikogen menjadi glukosa yang terutama ada di dalam hati (William F. Ganong,
1990)
d. Hormon pertumbuhan
Hormon ini disekresi oleh hipofise anterior, hormon ini menimbulkan pengeluaran asam
lemak bebas dari jaringan adipose, jadi mempermudah ketogenesis. Hormon ini juga
dapat menurunkan pemasukan glukosa oleh hati dan dapat menurunkan pengikatan
insulin oleh jaringan (Sunita Almatsier, 2003).
6.
10

Dampak kadar Gula Darah pada Tubuh


1. Dampak Kadar Gula Darah Rendah
Kadar Gula Darah rendah menyebabkan berkurangnya glukosa ke otak dan
menyebabkan pusing, bingung, lelah, lemah, sakit kepala, perilaku yang tidak biasa,
tidak mampu berkonsentrasi, gangguan penglihatan, kejang dan koma.hipoglikemia
yang berlangsung lama bisa menyebabkan kerusakan otak yang permanen. gejala
yang menyerupai kecemasan maupun gangguan fungsi otak bisa terjadi secara
perlahan maupun secara tiba-tiba. Hal ini paling sering terjadi pada orang yang
memakai insulin atau obat hipoglikemik per-oral. pada penderita tumor pankreas
penghasil insulin, gejalanya terjadi pada pagi hari setelah puasa semalaman, terutama
jika cadangan gula darah habis karena melakukan olah raga sebelum sarapan pagi.
Pada mulanya hanya terjadi serangan hipoglikemia sewaktu-waktu, tetapi lama-lama
serangan lebih sering terjadi dan lebih berat.
2. Dampak Kadar gula Darah Tinggi
Kadar Gula Darah Tinggi memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi, yaitu
sebagai berikut :
1. Sistem kardiovaskuler (peredaran darah jantung) seperti hipertensi, infarck miokard ( gangguan pada otot
jantung).
2. Mata: retinopathy diabetika, katarak
3.
11

Saraf: neropathy diabetika


4. Ginjal: pielonefritis (infeksi pada piala ginjal) Glumerulosklerosis (Pengerasan pada glomerolus).
5. Hati: Sirosis Hepatis (Pengerasan pada hati)
(http://id.wikipedia.org/wiki/glukosadarah)
7. Jenis-jenis Sampel Glukosa Darah
a. Gula darah puasa
Tes ini cukup bermakna untuk diagnosa diabetes mellitus, karena kenyataan bahwa
pasien yang puasa normal. Test ini dapat tetap dipegang dengan syarat tertentu bila
didapatkan kadar gula puasa sekitar 100-200 mg % harus dicurigai dan sebaliknya
dilakukan pemeriksaan ulang, tetap tinggi maka cukup menunjang diagnosa diabetes
mellitus.
b. Gula darah 2 jam post prandial
Tes ini dipertanggungjawabkan karena jumlah karbohidrat yang ;dimakan tidak
sama tergantung kebiasaan. Test ini mempunyai arti klinik para ahli berpendapat bila
nilai berkisar 100-200 mg %, perlu dicurigai diabetes mellitus dan harus dilakukan test
yang lain, sedang bila nilai lebih 140 mg % sangat memungkinkan diabetes mellitus.
c. Glukosa Toleransi Test (GTT)
Dimaksudkan untuk penenuan diagnosa pasti, terutama apabila hasil pemeriksaan
glukosa darah dan urine sebelumnya masih meragukan. Pemeriksaan dilakukan
berbeda tergantung beban glukosa yang diberikan pengambilan darah dilakukan tiap
jam setelah pemberian glukosa.
d.
12

Glukosa darah sewaktu


Dimaksudkan untuk mengetahui kadar glukosa seseorang tanpa memperhatikan
kondisi orang tersebut dan biasanya untuk sekedar ingin tahu.(Wattimena C. F,1985).

B. Pemeriksaan Laboratorium

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan terhadap glukosa darah antara
lain yaitu pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP), glukosa darah sewaktu
(GDS) dan glukosa 2 jam setelah makan. (Darwis, et al., 2005).
Persiapan pasien pada pemeriksaan Glukosa Darah Puasa yaitu pasien
dipuasakan 8-12 jam sebelum tes, semua obat dihentikan dulu, bila ada obat yang
harus diberikan ditulis pada formulir permintaan tes. Pada pemeriksaan glukosa 2 jam
setelah makan, tes tes dilakukan 2 jam setelah tes GDP, pasien dianjurkan makan
makanan yang mengandung 100 gram karbohidrat sebelum tes dilakukan.
Pemeriksaan glukosa darah tanpa persiapan bertujuan untuk melihat kadar gula darah
sesaat tanpa puasa dan tanpa pertimbangan waktu setelah makan. Untuk memantau
kadar glukosa darah dapat dipakai bahan plasma vena atau serum dan darah kapiler
( Hardjoeno, et al., 2003 ).
13

Sampel serum didapatkan apabila sejumlah volume darah dimasukkan dalam sebuah
tabung dan dibiarkan membeku lalu dicentrifugasi dengan kecepatan dan dalam waktu
tertentu maka akan dihasilkan suatu cairan pada lapisan atas berwarna kuning muda
yang disebut serum. Jika dengan penambahan antikoagulan dalam jumlah tertentu ke
dalam sejumlah volume darah kemudian dicentrifugasi dengan kecepatan dan dalam
waktu tertentu, maka akan didapatkan cairan pada lapisan atas berwarna kuning dan
disebut plasma (Santosa,1989 ).
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium, diantaranya yaitu;
obat kortison dan tiazid dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, trauma dan
stres dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Penundaan pemeriksaan
serum dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, Merokok dapat meningkatkan
kadar gula darah dalam serum, Aktifitas yang berat sebelum uji laboratorium dilakukan
dapat menurunkan kadar gula darah (Lemon, P, & Burke, K., 2002).
Saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah yaitu Glukometer
yang umumnya sederhana dan mudah dipakai. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah
memakai alat-alat tersebut dapat dipercaya sejauh kalibrasi dilakukan dengan baik dan
cara pemeriksaan sesuai dengan cara standar yang dianjurkan. Secara berkala, hasil
pemantauan dengan alat Glukometer perlu dibandingkan dengan cara konvensional
( Perkeni, 2006 ).
C.
14

Tinjauan Umum Alat POCT Accu Check Active

POCT (Point Of Care Testing) merupakan alat pemeriksaan laboratorium yang


dioperasikan bukan di dalam laboratorium induk, melainkan di dekat pasien, baik pasien
rawat jalan maupun pasien rawat inap. Dengan semakin canggihnya peralatan POCT,
banyak pihak telah mencoba memakai fasilitas ini tanpa pemahaman teknis
penggunaannya. Padahal, penggunaan alat-alat laboratorium, termasuk POCT, tanpa
pengetahuan yang adekuatakan menyebabkan kesalahan pengeluaran hasil, yang
akhirnya membahayakan nyawa pasien. (http://en.wikipedia.org/wiki/Point of-
care_testing)
Beberapa penelitian menilai keakuratan pemeriksaan kadar glukosa darah dengan
glukometer. Pemeriksaan ini ternyata cukup baik dengan sensitivitas 70 % dan
spesivitas 90%.(Weitsgsser dkk, 2007).
Alat POCT Accu-Check Active dirancang untuk mengukur secara kuantitatif kadar
glukosa darah, bisa dipakai secara mandiri oleh pasien di rumah maupun di fasilitas
kesehatan. Alat Accu Check Active terdiri dari Meter, Code Chip dan Strip. Untuk
memastikan akurasi kerja alat Meter Glukosa Darah, maka setiap kali menggunakan
strip test dari tabung kemasan yang baru Code Chip harus diganti. Karena setiap
kemasan Code Chip bisa berbeda nomor serinya.
Prinsip pengujian alat POCT Accu Check Active adalah Reflectance(pemantulan)
didefinisikan sebagai rasio antara jumlah total radiasi (seperti cahaya) yang dipantulkan
oleh sebuah permukaan dengan jumlah total radiasi yang diberikan pada permukaan
tersebut. Prinsip ini digunakan pada sebuah instrumen POCT dengan membaca warna
yang terbentuk dari sebuah reaksi antara sampel yang mengandung bahan kimia
tertentu dengan reagen yang ada pada sebuah test strip. Reagen yang ada pada tes
strip akan menghasilkan warna dengan intensitas tertentu yang berbanding lurus
dengan kadar bahan kimia yang ada di dalam sampel. Selanjutnya warna yang
terbentuk dibaca oleh alat dari arah bawah strip.(Manual Accu-Check, 2013).
15

Alat Accu Check Active mempunyai kelebihan yaitu dapat dipakai secara mandiri oleh
Pasien di rumah sehingga kadar glukosa darah bisa dipantau dengan cepat, hal ini
dapat mencegah atau memperlambat meningkatnya komplikasi diabetes. Volume darah
yang dibutuhkan relative sedikit yaitu 0,3 10 l, sampel yang digunakan dapat
berupa darah kapiler, vena, arteri dan neonatus darah serta waktu yang diperlukan juga
relative singkat yaitu sekitar 30 detik. (Manual Accu-Check, 2007).
Sistem (Strip Uji) dikalibrasi dengan cara metode heksokinase dan dibandingkan
dengan alat Automatic. Keakuratan alat Accu Check Active dengan metode
perbandingan hasilnya adalah sebagai berikut; dalam studi eksternal berkisar antara
0,96 dan 1,03. Ketidak akuratan < 4% dalam serangkaian tes, diperoleh variasi
koefisien 3,4% (Manual Accu-Check, 2013).
16

Alat Accu Check Active menunjukkan hasil glukosa darah antara 10 600 mg/dl.Pada
Pasien yang menderita dialysis peritoneal yang menggunakan terapi yang
mengandung Icodextrin (misal Extranal) disarankan tidak menggunakan strip uji Accu
Check Actve (Manual Accu-Check, 2013).
Dalam situasi penurunan aliran darah perifer misalnya pada dehidrasi berat,
hipotensi, shock, dekompensasi gagal jantung atau penyakit oklusi arteri perifer maka
pemakaian alat Accu Check Active tidak mencerminkan keadaan fisiologis yang benar
( Manual Accu-Check, 2013).
Gambar 2.1.Alat Accu Chek Active

17

Gambar 2.2.Susunan tes strip


metode Reflectance

D. Tinjauan Umum Tentang Alat Photometer


Erba Chem-5

1. Pengertian Photometer Erba Chem-5


Erba Chem-5 merupakan alat kimia analyzer yang menggunakan optik yang
canggih.
Gambar 2.3. Alat Photometer Erba chem-5
2. Spesifikasi Photometer Erba Chem-5
1. Pilihan Analitis serbaguna seperti End point, Kinetik dan Fixed time, Mode
monokromatis dan Bikromatis.
2.
18

Tampilan : Prints dan memorises grafik dari semua reaksi linear dan non-linear
3. 128 program tes uji langsung dipilih melalui Keyboard
4. Alat melakukan pengkalibrasian sehingga perawatan sederhana dan aman.
5. Sangat mudah digunakan karena memiliki software panduan operasi.
6. Memiliki tampilan Liquid crystal.
7. Triple Cuvet Sistem.
8. Memiliki memori chip yang dapat diperbaharui.
3. Prinsip Dasar
Jika suatu rem dikenakan pada suatu larutan molekul atom, maka sebagian
energy radiasi tersebut ada yang diserap dan dikeluarkan. Lebih lanjut dijelaskan,
berdasarkan hukum Beer-Lambert jika sebarkas sinar dilakukan pada suatu larutan,
maka sinar itu akan diserap (absorbant), banyaknya sinar yang diserap berbanding
lurus dengan konsentrasi larutan. (Soeswono H, 2000).
4. Cara mengkalibrasi alat Photometer Erba Chem-5
a. Menyambung stok kontak sumber tegangan listrik alat ini dengan stok kontak dinding
arus tegangan AC.
b. Menghidupkan alat dengan menekan tombol On/Off.
c. Dilayar akan muncul tekan jenis program.
d. Menekan pompa yang muncul pada layar.
e.
19

Menekan pompa kalibrasi yang muncul pada layar.


f. Menekan cuci, biarakan alat menghisap udara.
g. Memipet aquadest dengat tepat, kemudian alat akan menghisap.
h. Menekan ok yang ada pada layar.
i. Dilayar akan muncul air, nilai lalu menekan OK.

E. Kerangka Pikir

Makanan yang dikonsumsi oleh manusia menyebabkan terjadi peningkatan dan penurunan kadar
glukosa didalam darah, sebagaimana penurunan kadar glukosa darah menyebabkan pusing, bingung,
lelah, lemah, sakit kepala, perilaku yang tidak biasa, tidak mampu berkonsentrasi, gangguan penglihatan,
kejang dan koma. Sedangkan peningkatan kadar glukosa
menyebabkanSistem kardiovaskuler (peredaran darah jantung) seperti hipertensi, infarck
miokard ( gangguan pada otot jantung), retinopathy diabetika,
katarak, neropathy diabetika,pielonefritis (infeksi pada piala ginjal), Glumerulosklerosis (Pengerasan pada
glomerolus), Sirosis Hepatis (Pengerasan pada hati) .

20
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan adalah observasi laboratorik, untuk


membandingkan hasil pemeriksaan glukosa darah menggunakan Alat POCT dengan
Alat Photometer.

B. Populasi, Sampel, Dan Teknik Pengambilan Sampel

2. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan di Laboratorium
Klinik Finari Medical Centre Makassar.
3. Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalanyang akan
memeriksakan kadar glukosa darah sewaktu di Laboratorium Finari Medical Centre
Makassar.
4. Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah secara
Accidental Sampling, yaitu sampel yang diambil adalah sampel yang datang atau yang
memeriksakan kondisinya di Klinik.
21

C.
22

Variabel penelitian
1. Variabel bebas
Variabel bebas pada penelitian kali ini adalah alat POCT dan Photometer.
2. Variabel terikat
Variabel terikat pada penelitian kali ini adalah hasil pemeriksaan Glukosa darah.

D. Definisi operasional

1. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk
memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak
langsung kepada dokter.
2. Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung.
3. Pemeriksaan glukosa darah sewaktu adalah pemeriksaan gula darah klien sewaktu-
waktu (kapan saja) bila diperlukan.
4. Sentrifuge merupakan alat untuk memutar sampel pada kecepatan tinggi, memaksa
partikel yang lebih berat terkumpul ke dasar tabung centrifuge. Pemakaian paling sering
untuk pemisahan komponen sel darah dan pemrosesan sampel urine.
5. Serum adalah cairan yang berwarna bening kekuningan yang terpisah ketika darah
menggumpal.
6.
23

Alat POCT atau Point of Care Testing merupakan tes yang dirancang untuk digunakan
pada atau dekat lokasi di mana pasien berada, yang membutuhkan ruang khusus
permanen, dan yang dilakukan di luar fasilitas fisik laboratorium klinis.
7. Accu Check Active adalah adalah alat test kadar gula darah dalam darah yang bekerja
secara digital menggunakan prinsip pemeriksaan Reflentance dengan hasil prediksi
lebih cepat, akurat, tidak sakit, kapan saja dan dimana saja.
8. Photometer Erba chem-5 adalah salah satu jenis photometer layar sentuh yang
digunakan untuk pemeriksaan kimia klinik.
E.
24

Kerangka Operasional
F.
25

Lokasi Dan Waktu Penelitian


1. Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Klinik Finari Medical Centre Makassar.
2. Waktu Penelitian
Penelitian mulai dilaksanakan bulan Juni 2014.

G. ProsedurPenelitian
1. Pra Analitik
a. Persiapan Alat dan Bahan
1. Alat terdiri dari tabung reaksi, rak tabung, label, klinipet 10 l, 1000 l, spoit, tourniquit ,
centrifuge ,stopwatch ,photometer (Photometer Erba chem-5), alat POCT Accu Check
Active.
2. Bahan terdiri dari darah/serum ,kapas alkohol 70%, kit Reagen glukosa, strip alat POCT
Accu Check Active.
b. Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus diwajibkan kepada pasien
c. Pengambilan sampel
Pada orang dewasa, dipakai salah satu vena dalam fosa cubiti, pada bayi
vena jugularis superficialis dapat dipakai atau juga darah dari sinus sagittalis
superior dengan cara :
1. Bersihkan bagian tersebut dengan alkohol 70% dan biarkan sampai menjadi kering lagi.
2.
26

Jika memakai vena dalam fosa cubiti, pasangkan ikatan pembendung pada lengan atas
dan mintalah orang itu mengepal dan membuka tangannya berkali-kali agar vena
terlihat jelas. Pembendungan vena tidak perlu dengan ikatan erat-erat, bahkan
sebaiknya hanya cukup erat untuk memperlihatkan dan agak menonjolkan vena.
3. Regangkan kulit di atas vena itu dengan jari-jari tangan kiri supaya vena tidak dapat
bergerak.
4. Tusuk kulit dengan jarum atau semprit dalam tangan kanan sampai ujung jarum masuk
ke dalam lumen vena.
5. Lepaskan atau direnggangkan pembendungan dan perlaha-lahan tarik penghisap
semprit sampai jumlah darah yang dikehendaki didapat.
6. Lepaskan pembendungan jika masih terpasang
7. Simpan kapas di atas jarum dan cabutlah semprit dan jarum itu.
8. Minta kepada orang yang darahnya di ambil supaya tempat tusukan itu ditekan selama
beberapa menit dengan kapas tadi
9. Angkat jarum dari semprit dan alirkanlah (jangan semprotkan) darah ke dalam wadah
atau tabung reaksi melalui dinding tabung. (R. Gandosoebrata,1969)

2.
26

Analitik
a. Prosedur penelitian
1. Metode GOD-PAP
a. Prinsip kerja pemeriksaan
Glukosa akan dioksidasi dengan adanya enzim glukosa oksidase membentuk suatu
asam glukonat dan peroksida. Peroksida yang terbentuk direaksikan dengan 4 amino-
antypyrine dan asam hidroksi benzoic, dengan adanya peroksidase membentuk
senyawa kompleks yang berwarna. Intensitas warna merah yang terbentuk sebanding
dengan kadar glukosa dalam sampel.
b. Prosedur kerja
Siapkan alat dan bahan. Kemudian pastikan alat dan bahannya bersih dan steril.
Lalu siapkan 3 buah tabung beserta rak tabung yang diberi label blanko sampel dan
sampel diantaranya: a. Tabung blanko; b. Tabung standar; c. Tabung sampel. Kemudian
masukkan kit Reagen pada tabung blanko sebanyak 1000 l, tabung standar 1000 l
dan tabung sampel sebanyak 1000 l. Setelah itu masukkan larutan standar pada
tabung standar dan sampel serum pada tabung sampel dan tabung sampel sebanyak
10 l. Kemudian inkubasi selama 5 menit pada suhu 37 C. serta baca pada alat
photometer dengan panjang gelombang 546 nm.
c.
28

Rumus Penetapan Kadar Glukosa Darah

2. Alat POCT Accu Check Active


a. Prinsip kerja
Prinsip kerja pada Alat POCT Accu check Activ eadalahReflectance (pemantulan)
didefinisikan sebagai rasio antara jumlah total radiasi (seperti cahaya) yang dipantulkan
oleh sebuah permukaan dengan jumlah total radiasi yang diberikan pada permukaan
tersebut. Reagen yang ada pada tes strip akan menghasilkan warna dengan intensitas
tertentu yang berbanding lurus dengan kadar bahan kimia yang ada di dalam sampel.
Selanjutnya warna yang terbentuk dibaca oleh alat dari arah bawah strip.
b. Prosedur kerja
Untuk test gluocsa membutuhkan 5 l darah . Lalu darah yang telah diambil dipipet
menggunakan mikropipet lalu didekatkan ke mulut strip sampai terdengar bunyi Bip.
Setelah bunyi Bip alat mulai menghitung mundur. Kemudian membaca hasil pada
layar alat (Sumber: Manual Accu Chek).
29

3. Pasca Analitik
Interpretasi Hasil
Nilai normal untuk alat Photometer : 70-125 mg/dL
(Buku m\anual photometer Erba Chem-5)
Nilai Normal untuk alat Accu check : 74 - 106 mg/dL
(Buku Manual Accu Check)

H. Analisa Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analsis deskriptif yaitu Data
yang didapat dianalisa dengan menggunakan rumus uji T

Keterangan :
X1 = Rata-Rata data sampel 1
X2 = Rata-Rata data sampel 2
S1 = Standar deviasi data sampel 1
S2 = Standar deviasi data sampel 2
n1 = Jumlah anggota sampel 1
n2 = Jumlah anggota sampel 2
Sumber : Sugiyono. (2006)

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan di laboratorium Klinik Finari Medical Center Makassar.Hasil
penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Tabel 4.1 Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah pada pasien di Klinik Finari Medical
Center Makassar.

Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah


N Kode Jenis
(mg/dl)
o sampel Kelamin
POCT Photometer
1 A P 110 90
2 B P 102 91
3 C P 154 132
4 D L 230 210
5 E L 113 97
6 F P 330 300
7 G P 125 103
8 H P 175 153
9 I P 115 93
10 J L 154 139
11 K P 140 127
12 L L 254 230
13 M L 178 163
14 N P 195 178
15 O L 127 110
16 P L 234 220
17 Q P 193 177
18 R L 273 260
19 S P 169 158
20 T P 197 186
Sumber : data primer Juni 2014

30

31

Tabel 4.2.Hasil analisa Uji t pemeriksaan kadar Glukosa Darah di Klinik Finari
Medical Center Makassar.

Alat N Rata-rata SD thitung ttabel


POCT 20 178,4 61,26
0,916 2,025
Photometer 20 160,85 59,88
Sumber : data primer
B. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan secara observasi laboratorik, yang dimana penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan kadar glukosa
darahmenggunakan alat POCT dengan alat Photometer.
Dari tabel 4.1.menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan kadar glukosa darahdengan
menggunakan alat POCT, kadar terendah yang di dapat di darah pasien
adalah 102 mg/dl dan yang tertinggi adalah 330 mg/dl atau dengan rata-rata
adalah178,4 mg/dl. Sedangkan pada alat Photometer, kadar terendah pasien yang di
dapat adalah 90 mg/dl dan yang tertinggi adalah 300 mg/dl atau dengan rata-
rata160,85 mg/dl.
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa t hitung (0,916) < t tabel (2,025) yang berarti Ho
diterima dimana tidak terdapat perbedaan bermakna dari hasil kedua alat yang di
bandingkan.
Terjadinya perbedaan hasil pemeriksaan pada kedua alat tersebut karena
dipengaruhi oleh berbagai faktor baik itu di tahap pra analitik, analitik, maupun pasca
analitik. Pada tahap pra analitik biasanya disebabkan oleh preparasi bahan
pemeriksaan, sampel yang terkontaminasi oleh zat-zat yang diperkirakan dapat
mempengaruhi hasil pemeriksaan, maupun alat yang akan digunakan belum terkalibrasi
sehingga bisa memberikan hasil positif palsu. Pada tahap analitik kesalahan yang
sering terjadi adalah perlakuan sampel yang tidak sesuai, waktu inkubasi, salah
mencampur reagen, maupun faktor suhu yang diperlukan sampel sebelum dilakukan
pemeriksaan.Sedangkan pada tahap pasca analitik, hal-hal yang paling sering terjadi
adalah interpretasi hasil maupun salah mencatat hasil sehingga menyebabkan hasil
yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya dari pasien.
32

Selain itu hal yang paling sering terjadi adalah alat yang digunakan tidak dilakukan
validasi hasil.Validasi hasil pemeriksaan merupakan upaya untuk memantapkan
kualitas hasil pemeriksaan yang telah diperoleh dengan membandingkan nilai rujukan
yang sudah ditentukan oleh rumah sakit dengan hasil yang dikeluarkan alat. Jika
terdapat perbedaan signifikan maka akan dilakukan pemeriksaan ulang.Validasi dapat
mencegah keragu-raguan atas hasil laboratorium yang dikeluarkan.
Dan yang utama adalah selalu memperhatikan quality control dari alat
tersebut.Apakah masih layak atau perlu dilakuka kalibrasi sehingga hasil yang
dikeluarkan dapat dipertanggung jawabkan.Serta secara berkala melakukan PMI
(Pemantapan mutu Internal) dan PME (Pemantapan Mutu Eksternal).

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa
tidak terdapat perbedaan yang bermakna, dimana Ho diterima dari hasil pemeriksaan
kadar glukosa darah pada alat Photometer (ERBA CHEM-5) dengan alat POCT (ACCU
CHECK ACTIVE).

B. Saran

1. Kepada para petugas laboratorium agar memilih alat yang akurat dan sudah diketahui
kualitasnya demi menjamin hasil diagnosa dari suatu
pemeriksaan danmemperhatikan quality control alat secara berkala.
2. Kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan membandingkan
seberapa besar perbandingan hasil glukosa darah dengan menggunakan beberapa alat
yang berbeda.

33
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia. Pustaka.

Anonim.2012. Alat POCT (Online).http://jurnalk3.com/blog. (diakses 12 april 2014)

Anonim.2007. Gula Darah (Online).http://id.wikipedia.org/wiki. (diakses 12 April 2014)

Anonim.2007. Metabolisme Karbohidrat (Online).http://id.wikipedia.org/wiki. (diakses 12


april 2014)

Anonim. 2012. Point Of Care Testing (Online). http://en.wikipedia.org/wiki.(diakses 12 april


2014)

D.N Baron. 1984. Kapita Selekta Patologi Klinik.ECG. Jakarta

Darwis Y, dkk. 2005. Pedoman pemeriksaan laboratorium untuk penyakit Diabetes


mellitus. Departemen Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Gandosoebrata, R. 1969. Penuntun Laboratorium Klinik . Dian Rakyat.Jakarta.

G. Kartasapoetra. 1995. Ilmu Gizi Korelasi, Kesehatan dan Produktifitas Kerja.PT.


Rineka Cipta. Jakarta.

Hardjoeno, H. 2003. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik. EGC.Jakarta.

Lee, Joyce le Fever. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostic: alih
bahasa, Sari Kurnianingsih ( et al ); editor edisi Bahasa Indonesia, Ramona P. Kapoh
Ed.6 . EGC.Jakarta.

Lemon, P, & Burke, K. 2002.Medical Surgical Nursing: Critical thinking in client care. (2th
Ed).Prenince Hall. New Jersey. Jakarta.

Manual Accu-Check, 2013

Mary. E. Beck, 1993. Ilmu Gizi & Diet.Penerbit Yayasan Essentia Media. Yogyakarta
3
4

Sacher. Roland A, dan Mc Pherson.

Richard A, 2004. Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium.edisi


II.EGC. Jakarta

Santoso, Sastropoetro. 1998. Partisipasi, Komunikasi Dan Persuasi Dan Disiplin Dalam
Pembangunan Nasional. Bandung: Alumni
Sugiyono. (2006). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Penerbit Alfabeta
Watimena CF. 1985. Diktat Kimia Klinik Jilid I. Pusat Pendidikan Kesehatan RI. Jakarta.

William F. Ganong. 1990. Fisiologi Kedokteran Edisi 14. EGC.Jakarta.

Lampiran 1
Pengolahan data hasil pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat POCTdengan
alat photometer di Klinik Finari Medical Centre, Makassar.
No
X1 X1X1 (X1-X1)2 X2 X2X2 (X2-X2)2
sampel
Ket : X
1 110 -68.4 4678.56 90 -70.85 5019.723
2 102 -76.4 5836.96 91 -69.85 4879.023 1 =
3 154 -24.4 595.36 132 -28.85 832.3225 Hasil Alat
4 230 51.6 2662.56 210 49.15 2415.723
POCT
5 113 -65.4 4277.16 97 -63.85 4076.823
6 330 151.6 22982.56 300 139.15 19362.72 X2 =
7 125 -53.4 2851.56 103 -57.85 3345.62 Hasil Alat
8 175 -3.4 11.56 153 -7.85 61.6625
9 115 -63.4 4019.56 93 -67.85 4603.623
10 154 -24.4 595.36 139 -21.85 477.4223
11 140 -38.4 1474.56 127 -33.85 1145.823
12 254 75.6 5715.36 230 -69.5 4781.723
13 178 -0.4 0.16 163 2.15 4.6225
14 195 16.6 275.56 178 17.15 294.1225
15 127 -51.5 2641.96 110 -50.85 2585.723
16 234 55.6 3091.36 220 59.15 3498.723
17 193 14.6 213.16 17 16.15 260.8225
18 273 94.6 8949.16 260 99.15 9830.723
19 169 -9.4 88.36 158 -2.85 8.1225
20 197 18.6 345.96 186 25.15 632.5225

3568 71306.8 3217 68118.55


PHOTOMETER

Perhitungan Analisa Data:

n = 20 n = 20

= 178,4 = 160,85
a. Uji t hitung

b. Mencari t tabel
Untuk hitung t tabel = 95% = 0,05
DK = n1 + n2 - 2
= 20 + 20 - 2
= 38
Pada Tingkat Kepercayaan 95%
30 = 2,042
40 = 2,021
38 = X
X = =

= =

= - 20,21 + 10x = 0,042


10x = 0,042 + 20,21
10x = 20,252
X =

X = 2,025
Jadi t tabel = ,2,02

GRAHA ANDIGHA , Jl. Boulevard Raya Blok F 5 EF, Panakukkang Mas-Makassar, Telp. (0411)
436232
HASIL PENELITIAN

Nama Peneliti : Muh. Fadli S


NIM : AKM.05.11.029
Program Studi : Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar
Tanggal Penelitian : 02 Juni s/d 07 Juni 2014
Judul Penelitian : Perbandingan Hasil Glukosa Darah Menggunakan Alat
POCT dengan Photometer

Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah


Jenis
No Kode sampel (mg/dl)
Kelamin
POCT Photometer
1 A P 110 90
2 B P 102 91
3 C P 154 132
4 D L 230 210
5 E L 113 97
6 F P 330 300
7 G P 125 103
8 H P 175 153
9 I P 115 93
10 J L 154 139
11 K P 140 127
12 L L 254 230
13 M L 178 163
14 N P 195 178
15 O L 127 110
16 P L 234 220
17 Q P 193 177
18 R L 273 260
19 S P 169 158
20 T P 197 186

Makassar, 12 Juni 2014


Pimpinan Klinik Finari Medical Centre

DR.dr.H. A Makbul Aman, Sp.PD, K-EMD

GRAHA ANDIGHA , Jl. Boulevard Raya Blok F 5 EF, Panakukkang Mas-Makassar, Telp. (0411)
436232

SURAT KETERANGAN PENELITIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini, Menerangkan bahwa :

Nama : Muh. Fadli S


NIM : AKM. 05.11.029
Instansi: Analis Kesehatan Muhammadiyah

Telah melaksanakan Penelitian dibagian Laboratorium di Finari Medical Centre Makassar dengan
Judul Perbandingan Hasil Glukosa Darah Menggunakan Alat POCT dengan Photometer dari tanggal
02 s/d 07 Juni 2014.
Dengan Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Makassar, 12 Juni 2014


Pimpinan Klinik Finari Medical Centre

DR.dr.H. A Makbul Aman, Sp.PD, K-EMD

Diposkan oleh Unknown di 09.52