Anda di halaman 1dari 13

WEB SERVER BERBASIS EMBADDED ETHERNET

UNTUK SISTEM KENDALI DAN MONITORING JARAK JAUH


PADA RUANG PENYIMPAN BARANG-BARANG BERHARGA

Rizki Matra Alfiyan, Subali


PSD III Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang

Abstrak

Pengggunaan internet untuk media informasi semakin pesat penggunaanya dalam 10 tahun terakhir
ini. Salah satu yang populer adalah website. Website berukuran besar pada umumnya disimpan dalam
sebuah web server menggunakan komputer. Untuk menangani sistem kecil seperti website yang
digunakan untuk system kendali dan monitoring suhu serta keamanan ruang, penggunaan komputer
sebagai web server tidak efektif dan efisien. Penggunaan embedded Ethernet untuk web server
memiliki keuntungan baik dalam instalasi dan pengoperasiannya karena biaya yang murah. Pada
tugas akhir ini akan dibangun sebuah Embedded Ethernet yang melayani permintaan untuk
mengendalikan dan memonitoring suhu serta keamanan ruangdari jarak jauh. Digunakan
mikrokontroler Avr tipe ATmega16 sebagai unit pusat kontrol dan sebuah ethernet controler tipe NM
7010 A- LF sebagai kontroler jaringan yang menangani komunikasi menggunakan protokol TCP/IP.
Selain itu juga menggunakan bahasa basic yang digunakan sebagai konfigurasi antara Mikrokontroler
dan system Embedded Ethernet dengan menggunakan BASCOM AVR sebagai softwere.

Kata Kunci : Embedded Ethernet, Mikrokontroler ATmega16, BASCOM AVR.

I PENDAHULUAN dengan menggunakan BASCOM AVR sebagai


1.1. Latar Belakang software.
Mikrokontroler merupakan miniatur Modul Jaringan NM 7010 A - LF dan
komputer dengan teknologi baru yang banyak Mikrokontroler Atmega 16 merupakan
dikembangkan. Banyak aplikasi-aplikasi baru komponen penting dalam infrastruktur jaringan.
menggunakan mikrokontroler sebagai basisnya. Dalam Tugas Akhir ini, kedua service tersebut
Atmel, salah satu perusahaan pembuat dibangun untuk melayani aplikasi web untuk
mikrokontroler terbesar, menciptakan sistem kendali dan monitoring jarak jauh pada
mikrokontroler baru yang lebih canggih ruang penyimpan benda - benda berharga yang
daripada generasi sebelumnya. Mikrokontroler diharapkan dapat memudahkan pengguna
tersebut adalah mikrokontroler jenis AVR. dalam mengendalikan dan memonitoring
Salah satu contohnya adalah mikrokontroler ruangan tersebut tanpa harus dibatasi oleh
atmel Atmega16. Mikrokontroler ini memiliki ruang dan waktu
banyak keunggulan, antara lain mempunyai
kecepatan eksekusi yang lebih cepat dari 1.2. Batasan Masalah
mikrokontroler versi sebelumnya dan memiliki Pokok Pembahasan dalam pembuatan Tugas
kapasitas memori yang lebih besar dari versi Akhir ini sebagai berikut:
yang sebelumnya. 1. Fungsi utama Embedded Ethernet dan
Keberadaan Modul Jaringan NM 7010 A- Mikrokontroler.
LF dan Mikrokontroler Atmega 16 sangat 2. Pengimplementasian Mikrokontroler
penting dalam jaringan. Mikrokontroler Atmega Atmega 16 dan Modul Jaringan NM 7010 A-
16 berfungsi sebagai unit pusat control LF dengan Bahasa Basic sebagai konfigurasi
sedangkan Modul Jaringan NM 7010 A - LF antara Mikrokontroler dan sistem Embedded
sebagai kontroler jaringan yang menangani Ethernet
komunikasi menggunakan protokol TCP/IP. 3. Webserver hanya mendukung bahasa
Selain itu juga menggunakan bahasa basic yang pemrograman HTML (Hyper Text Markup
digunakan sebagai konfigurasi antara Language)
Mikrokontroler dan sistem Embedded Ethernet
II Landasan Teori murah, memberikan layanan data yang lumayan
2.1 Embedded Ethernet baik di kelasnya dan memiliki jangkauan yang
Embedded Sistem yang pertama kali sangat luas dengan kecepatan daya akses
dikenal tahun 1961 yaitu Apollo Guidance datanya 10 Mbps sampai 1 Gbps
Komputer, yang dibuat oleh Charles Stark
Draper di sebuah laboratorium Instrumen MIT. 2.2 Protokol TCP/IP ( Transmission Control
Adalah suatu sistem atau program yang sengaja Protokol/Internet Protokol )
dirancang untuk melakukan tugas yang sangat TCP/IP (Transmission Control
spesifik dan berulang ulang, dan tidak Protokol/Internet Protokol) adalah standar
dibutuhkan kekuatan prosesor yang sangat komunikasi data yang digunakan oleh
tinggi. Dan hal ini akan sangat menghemat komunitas internet dalam proses tukar-menukar
biaya produksi. data dari satu komputer ke komputer lain di
Karakteristik dari embedded sistem adalah : dalam jaringan Internet.
1. Bisanya merupakan bagian dari piranti yang Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis
besar. Dalam hal ini, embedded sistem di model referensi tujuh lapis OSI, tetapi
pergunakan untuk meningkatkan kapabilitas menggunakan model referensi DARPA. Seperti
piranti itu sendiri. Yang dirancang khusus diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP yang
untuk aplikasi yang sangat spesifik. merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang
2. Komponen-komponen untuk embedded terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat
sistem dipilih secara optimal, yaitu yang dipetakan (meski tidak secara langsung)
memungkinkan implementasi sistem tersebut terhadap model referensi OSI.
tetapi dengan biaya yang serendah-
rendahnya.
3. Embedded sistem merupakan real-time
sistem, yaitu sistem yang prosesnya terbatasi
oleh waktu. Dan sistem tersebut harus tetap
stabil walaupun ada gangguan atau serangan.
4. Embedded sistem membutuhkan energy yang
sedikit dan lebih baik dalam penanganan
gangguan secara elektrik misalnya analisis
dengan multimeter, logic analyzer, dan
sebagainya.

Ethernet ini di perkenalkan tahun 1970an Gambar 2.1 Susunan Protokol TCP/IP dan
oleh Xerox, Setelah dibangunnya jaringan Model OSI
internasional yang mampu menghubungkan
antar jaringan Ethernet mandiri (inter- 2.3 Mikrokontroler AVR ATMega16
autonomous international Ethernet network)
oleh Hutchison Global Communications (Hong ATMega16 berbasis pada arsitektur RISC
Kong) dan KT Corporation (Korea Selatan), (Reduced Instruction Set Computing), di mana
maka Ethernet memiliki jangkauan yang sangat satu instruksi dapat dieksekusi dalam satu
luas. Selain itu membutuhkan biaya pembuatan clock, dan dapat mencapai 1 MIPS (Million
dan pemeliharaan yang relatif murah dan Instruction Per Second) per MHz.
memberikan layanan data yang lumayan baik di Mikrokontroler ATMega16 memiliki keistime-
kelasnya. waan dibanding jenis mikrokontroler AT89C51,
Dari penjelasan mengenai Embedded AT89C52, AT80S51, dan AT89S52 yaitu pada
Sistem dan Ethernet diatas maka dapat diambil mikrokontroler ATMega16 memiliki port input
kesimpulan bahwa sistem embedded Ethernet ADC 8 channel 10 bit.
adalah suatu sistem atau program yang sengaja
dirancang untuk melakukan tugas yang sangat Mikrokontroler ATMega16 memiliki 40
spesifik dan berulang ulang dan merupakan pin kaki dengan konfigurasi sebagai berikut.
bagian dari piranti yang sangat besar, dapat
bekerja secara real time, membutuhkan biaya
pembuatan dan pemeliharaan yang relatif
ethernet, seperti:serial to Ethernet converter,
web server, smart house,dsb.
PORT A/
PORT B

PORT B

PORT C
PORT D
POR
Gambar 2.3 TCP IP Starter Kit

TCP IP starter Kit memiliki fitur-fitur sebagai


Gambar 2.2. Konfigurasi pin mikrokontroler berikut:
ATMega16 1. Berbasis modul jaringan NM7010A-LF
yang dapat menangani protokol
Fitur yang tersedia dalam mikrokontroler komunikasi internet (TCP, IP, UDP,
ATMega16, yaitu ICMP, ARP) dan ethernet.
1) Frekuensi clock maksimum 16 MHz. 2. Menggunakan antarmuka IC untuk
2) Jalur I/O 32 buah, yang terbagi dalam port komunikasi dengan mikrokontroler.
A, port B, port C, dan port D. 3. Dilengkapi LED sebagai indikator status
3) Analog to Digital Converter (ADC) 10 bit jaringan
sebanyak 8 input. 4. Membutuhkan catu daya 5 VDC dan
4) Timer/counter sebanyak 3 buah. telah memiliki voltage regulator 3,3 VDC
5) CPU 8 bit yang terdiri dari 32 register. / 300mA
6) Watchdog timer dengan osilator internal. 5. TCP/IP Starter Kit dapat dihubungkan
7) SRAM internal sebesar 1K byte. dengan network adapter pada komputer
8) Memori flash sebesar 8Kbyte dengan yang memiliki konektor MAC jack
kemampuan read while write. dengan menggunakan kabel UTP yang
9) Interrupt internal maupun eksternal. kedua ujungnya diberi terminasi RJ-45
10) Port komunikasi SPI (Serial Pheripheral plug
Interface)
11) EEPROM (Electrically Erasable Program- 2.5 Modul Jaringan
mable Read Only Memory) sebesar 512 byte Modul jaringan adalah suatu perangkat
yang dapat diprogram saat operasi. keras yang digunakan untuk menghubungkan
12) Analog komparator. mikrokontroler ke protokol TCP/IP, sehingga
13) Komunikasi serial standar USART dengan mikrokontroler dapat diakses melalui jaringan.
kecepaatan maksimal 2,5 Mbp. Pada Tugas Akhir ini menggunakan
modul jaringan NM7010A-LF yang terdiri dari
2.4 TCP IP Starter Kit W3100A (TCP/IP hardwired chip), ethernet
TCP/IP Starter Kit merupakan suatu PHY, dan MAG jack. NM7010A-LF akan
sarana pengembangan TCP/IP berbasis modul digunakan sebagai jembatan antara DT-AVR
jaringan NM7010A-LF yang berfungsi sebagai Low Cost Micro Sistem dengan jaringan
sarana komunikasi antara mikrokontroler komputer dalam aplikasi web server sederhana.
dengan jaringan internet atau ethernet tanpa Programnya dikembangkan menggunakan
memerlukan bantuan komputer. TCP/IP Starter compiler BASCOM-AVR versi 1.11.8.1
Kit berfungsi untuk mempermudah dan DEMO. Pada compiler BASCOM-AVR ini
mempercepat dalam melakukan evaluasi telah terdapat perintah-perintah yang
terhadap modul NM7010A-LF dari WIZnet mendukung antarmuka dengan modul
TCP/IP. TCP/IP Starter Kit ini dapat digunakan NM7010A-LF.
untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan
komunikasi dengan jaringan internet atau
Gambar 2.4 Modul NM7010A-LF
Gambar 3.1 Komunikasi pada Web Server
Modul jaringan NM7010A-LF memiliki fitur-
fitur sebagai berikut: Langkah yang terjadi pada webserver.
1. Mendukung 10/100 base Tx, half/full 1. Web browser akan membagi URL dalam 3
duplex, dan auto-negotiation. bagian :
2. Sesuai standar IEEE 802.3/802.3u. a. Protokol (http)
3. Catu daya 3,3V dengan I/O 5V tolerance. b. Nama server, misalnya
4. Tersedia sinyal network status untuk www.sismonundip.com
indikator LED. c. Nama file, misalnya index.htm
5. Protokol internet (TCP, IP Ver.4, UDP, 2. Web browser berkomunikasi dengan DNS
ICMP, ARP) dan ethernet (DLC, MAC). server untuk mentranslasikan nama sever
6. Mendukung 4 buah koneksi independen www.sismonundip.com ke IP address, yang
(socket) secara simultan. digunakan untuk berhubungan dengan
7. Antarmuka IC dan bus Intel/Motorola server.
dengan akses direct/indirect. 3. Web browser membentuk koneksi dengan
8. Mendukung mode clocked, non-clocked, server pada IP address dan port tertentu.
external clocked. 4. Sebelum terjadi pertukaran data antara web
9. Mendukung socket API untuk browser dengan server. Terjadi proses three
memudahkan pemrograman aplikasi. way handshake untuk membentuk koneksi
virtual antara server dan client.
III Perancangan Alat 5. Berdasarkan protokol HTTP, browser
3.1 Analisis Sistem mengirimkan GET request ke server,
3.1.1 Analisis Masalah meminta file
Web dan internet merupakan suatu http://www.sismonundip.com/index.htm.
kebutuhan mutlak di dunia teknologi informasi 6. Server mengirimkan teks HTML berupa
sekarang ini. Perkembangan web dan internet halaman web kepada browser.
sangat pesat akhir-akhir ini. Suatu aplikasi web 7. Browser membaca HTML tags tersebut dan
tidak akan berjalan tanpa adanya webserver. menampilkannya pada client.
Salah satu fungsi utamanya webserver adalah
menyediakan layanan web yang mampu 3.1.2 Analisa Jaringan
memberikan informasi tertentu kepada Langkah awal yang perlu dilakukan
penggunanya. adalah mengetahui tentang kondisi jaringan,
Pada sistem yang dibuat, akan membahas karena keadaan jaringan sangat mempengaruhi
komunkasi antara mikrokontroler sebagai dalam penentuan alamat. Kondisi jaringan ini
webserver dan komputer yang digunakan oleh dapat berupa :
pengguna untuk merequest web ke server. 1. Jumlah Jaringan
Selain hal itu, akan dibahas tentang fitur-fitur Untuk membentuk sebuah jaringan, perlu
yang ada pada web untuk sistem monitoring dan mengetahui banyaknya jumlah jaringan lokal
kendali jarak jauh suhu dan keamanan ruang. yang dimiliki sebelumnya beserta dengan
kondisi jaringan tersebut.
2. Jumlah Host dalam Jaringan
Setelah mengetahui jumlah jaringan lokal
yang ada, perlu juga mengetahui banyaknya
host yang digunakan sebagai client pada
jaringan lokal yang digunakan sekaligus
kondisi fisik masing-masing host tersebut.
3. Hubungan Antar Jaringan sehingga mikrokontroler dapat diakses
Dalam hal ini dimaksudkan banyaknya melalui jaringan komputer.
jaringan lokal yang terhubung satu sama lain 4. Memiliki kemampuan untuk dihubungkan
serta media dan jenis transmisi yang dengan external memori, sehingga dapat
digunakan. menambah kapasitas data memori untuk
4. Hubungan Internal Jaringan penyimpanan data.
Hubungan internal jaringan pada hakikatnya Disisi client spesifikasi hardware tidaklah
adalah sama dengan hubungan antar begitu penting, asalkan ada sebuah personal
jaringan, hanya saja cakupannya lebih kecil komputer yang terpasang ethernet card (kartu
sebatas hubungan antar host dalam satu jaringan) dan mempunyai aplikasi web browser
jaringan lokal. maka sudah bisa disebut sebagai Client.

3.1.3 Identifikasi Kebutuhan 3.1.4 Spesifikasi Sistem


Untuk dapat membuat webserver berbasis Dalam tugas akhir ini, sistem
mikrokontroler bukanlah suatu pekerjaan yang diimplementasikan kedalam suatu aplikasi web
mudah. Perlu dipertimbangkan pemilihan tentang Sistem Monitoring Jarak Jauh pada
teknologi yang sesuai dengan permasalahan dan Ruang Penyimpan Benda-Benda Berharga .
kondisi sistem yang sudah ada. Hal-hal yang Web ini akan berisi sistem monitoring dan
perlu diperhatikan antara lain : kendali jarak jauh suhu dan keamanan ruang.
1. Webserver harus mampu menjalankan salah Dengan web tersebut, pengguna yang
satu fungsi utamanya, yaitu menyediakan mengakses diharapkan akan mengetahui
layanan web yang memberikan informasi informasi-informasi mengenai keadaan suhu
tertentu kepada penggunanya. dan keamanan ruang berupa tampilan keadaan
2. Webserver berbasis mikrokontroler ini suhu ruang, sistem kendali AC (air conditioner)
menggunakan protokol TCP/IP dalam dan alarm pada posisi ON atau OFF .
komunikasinya dengan pengguna, sehingga Program webserver pada mikrokontroler
dapat melayani pengguna seperti layaknya Atmega16 akan ditulis dengan menggunakan
webserver berbasis komputer. BASCOM AVR 1.11.9.0 sebagai editor
3. Pemilihan jenis mikrokontroler yang sesuai, teksnya. Program dibagi dalam tiga hal pokok
sehingga bisa menjalankan fungsi sebagai yaitu program komunikasi antara pengguna
webserver. dengan mikrokontroler, program inisialisasi
Dengan mempertimbangkan beberapa hal ADC untuk menampilan keadaan suhu ruang,
di atas, maka penulis membuat webserver sistem kendali AC (air conditioner) dan alarm
berbasis mikrokontroler Atmega16. pada posisi ON atau OFF dan program
Penggunaan mikrokontroler Atmega16 didasari penampil data yang akan menampilkan data ke
oleh beberapa hal berikut: dalam bentuk halaman web.
1. Mikrokontroler Atmega16 merupakan EEPROM pada mikrokontroler Atmega16
mikrokontroler keluarga AVR dengan bekerja menggunakan protokol komunikasi IC.
instruksi pemrograman yang populer, Sesuai dengan namanya, protokol ini digunakan
sehingga tersedia banyak program editor, untuk menghubungkan beberapa buah
simulator dan juga program download untuk rangkaian terintegrasi yang jenisnya bisa
keperluan membangun perangkat lunaknya. berbeda. Komunikasi ini menggunakan dua
Penulis menggunakan BASCOM AVR jalur yaitu jalur data serial (SDA) dan jalur
1.11.9.0 untuk program editor dan AVR ISP clock serial (SCL). Masing-masing jalur
STK programmer untuk program download. dihubungkan ke VCC lewat hambatan pull-up.
2. Proses pen-download-an program yang Data transfer bisa dilakukan jika jalur tidak
mudah karena memiliki fasilitas In-Sistem sedang dipakai.
Programming. Lima pin MOSI, MISO,
SCK, reset dan ground digunakan untuk 3.2 Perancangan Sistem
memprogram. 3.2.1 Perancangan Proses
3. Mendukung modul jaringan NM7010A-LF Secara umum, sistem digunakan untuk
dari Wiznet yang menghubungkan melayani request dari pengguna. Jika ada
mikrokontroler ke protokol TCP/IP, request dari pengguna, maka sistem akan
melayaninya dengan mengirimkan data ke
pengguna berbasis protokol TCP/IP dan berupa Secara umum, sistem ini mempunyai urut-
halaman web yang berisi informasi-informasi urutan proses sebagai berikut:
tertentu. 1. Ada request dari pengguna melalui protokol
TCP/IP dengan format tertentu (GET
request).
2. Request ini diterjemahkan oleh modul
jaringan dalam bentuk hex dan
mikrokontroler menganggapnya sebagai
interupt dari luar. Interupt pada
mikrokontroler aktif.
3. Mikrokontroler menanggapi dengan
mengirimkan data-data tertentu berupa
halaman web dengan format hex melalui
protocol IC ke modul jaringan NM7010A-
LF.
4. Modul jaringan menerjemahkan data-data
tersebut dan mengirimkannya dalam format-
format paket berprotokol TCP/IP kepada
Gambar 3.2 Gambaran Letak Sistem
pengguna melalui modul jaringan.
Perancangan proses berorientasi kepada
3.2.2 Perancangan Hardware
urut-urutan kegiatan yang mengijinkan transisi
3.2.2.1 Sistem Minimum AVR Atmega16
yang baik dari model analisis ke deskripsi
Sistem minimum AVR Atmega16 yang
desain dari struktur program. Urut-urutan
digunakan pada Tugas Akhir menggunakan
proses dalam sistem ini dapat dituangkan
Xen-AVR microsistem. Produksi xentronic
kedalam diagram alir logika sistem atau sering
electronics. Spesifikasi sistem minimum ini
disebut sebagai sistem logic flowchart. Secara
adalah :
garis besar, aliran proses dalam sistem ini dapat
1. Mendukung varian AVR 40 pin antara lain :
dilihat pada Gambar 3.4.
Mulai
Atmega16, Atmega16, Atmega16,
Atmega8515, AT90S8515 dan Atmega32
Request dari
2. Memiliki fasilitas in-sistem programming
Pengguna
untuk IC yang mendukung, dilengkapi led
programming indikator.
Protokol TCP/IP
3. Memiliki hingga 35 pin jalur input/output
Diterjemahkan dalam
4. Lengkap dengan osilator 8 MHZ
HEX oleh modul Jaringan 5. Lengkap dengan rangkaian reset, tombol
manual reset dan brown out detector
Protokol I2C
6. Menggunakan tegangan input 5 Vdc dan
memiliki tegangan output 5 Vdc
Mikrokontroler

Protokol I2C

Diterjemahkan dalam format paket


TCP/IP oleh Modul Jaringan

Protokol TCP/IP

Data diterima oleh pengguna


Dalam bentuk halaman WEB
Gambar 3.4 Sistem Minimum Atmega 16
Selesai

Gambar 3.3 Diagram Alir Sistem Secara Pada sistem ini, port A pin 0 terhubung ke
Umum sensor suhu LM 35, port b terhubung ke
rangkaian LCD, port c pin 0 ke SCL
NM7010A-LF, pin 1 ke SDA NM7010A-LF,
pin 5 ke rangkaian control AC (air Mulai

conditioner), pin 6 ke reset alarm dan pin 7 ke


Inisialisasi Hardware
indikator alarm. Sedangkan pada port D pin 2
ke interrupt NM7010A-LF dan pin 4 ke reset Inisialisasi Modul Jaringan
NM7010A-LF.
Mikrokontroler Atmega16 tersebut dipilih Inisialisasi Socket
dengan pertimbangan bahwa mikrokontroler
Atmega16 sudah bersifat RISC, sehingga waktu Inisialisasi Protokol TCP/IP

akses program relative lebih cepat.


Mikrokontroler ini juga memiliki internal Aktifasi Interupt

ADC, sehingga untuk membaca data analog


Deklarasi Variabel
tidak memerlukan komponen tambahan.
Ambil Status Socket 0
3.2.3 Perancangan Software
3.2.3.1 Proses pada mikrokontroler
Tidak Status Socket
Pada mikrokontroler Atmega16, sebagai 0 = 06h?

jantung pengolahan datanya, proses terdiri dari Ya


2, yaitu proses komunikasi, inisialisasi ADC Periksa Buffer RX
dan pengiriman data. Pemrograman pada
mikrokontroler Atmega16 ini menggunakan Tidak Ada data yang
BASCOM AVR 1.11.9.0 sebagai editor diterima?

textnya. Diagram alir pada pemrograman Ya

mikrokontroler Atmega16 dapat dilihat pada Baca baris perintah


Yang diterima
Gambar 3.12.
Tidak
Perintah = Ambil suffix perintah dan
GET? Simpan dalam variabel Shtml

Ya

Tidak Buffer
Kosong ?

Ya
Kirim HTTP/1.0 200 OK
Kirim content-type: text/html

Shtml?
Kirim badan 2 1. /Index.htm 1 Kirim badan
Hal1.htm 2. /01.htm Index.htm
3. lainya

Shtml lainya

Tutup socket 0

Gambar 3.5 Diagram alir pemrograman


mikrokontroler

Dari diagram alir diatas, tampak bahwa


pemrograman mikrokontroler terdiri dari
beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut yaitu:
1. Inisialisasi hardware. Inisialisasi ini
meliputi:
a. Jenis mikro. Berisi nama register file
yang digunakan.
b. Frekuensi kristal. Berisi konstanta
angka frekuensi pada kristal yang
digunakan.
c. Baud Rate. Berisi konstanta angka menanggapi request dari pengguna. Jika
baud rate yang digunakan. interupt aktif, mikrokontroler akan
d. Hardware Stack. Berisi angka tentang menanggapi request dari pengguna, yaitu
ruang yang tersedia untuk memanggil dengan mengirimkan data berupa
routine dalam bahasa mesin pada halaman web. Jika interupt tidak aktif,
perangkat keras. mikrokontroler tidak akan melakukan
e. Software Stack. Berisi angka tentang apapun.
ruang yang tersedia untuk memanggil ENABLE
routine dalam bahasa mesin pada interrupt
perangkat lunak. DISABLE
f. Ukuran frame. Berisi angka tentang interrupt
ukuran frame yang digunakan.
$regfile = 6. Deklarsi variabel. Pada bagian ini
"name" mendefinisikan variable-variabel yang
$crystal = var digunakan, antara lain Shtml sebagai
$baud = var string untuk menyimpan suffix dari
$hwstack = perintah yang diterima.
var 7. Program mengambil status dari socket 0.
$swstack = 8. Bila status socket 0 = established (06h)
var maka:
$framesize = a. Program akan memeriksa buffer Rx
var dari modul NM7010A-LF, dan jika
ada data yang diterima dalam buffer Rx
2. Inisialisasi modul jaringan. Pada bagian maka program akan membacanya.
ini mendefinisikan konstanta-konstanta b. Bila data yang diterima adalah perintah
pada modul jaringan. GET maka program akan
CONST simbol = menyimpan suffix yang mengikuti
numconst numeric perintah tersebut ke dalam variabel
CONST simbol = Shtml.
stringconst string c. Program akan memeriksa apakah
CONST simbol = buffer Rx sudah kosong, bila belum
expression expression kosong maka program akan kembali ke
langkah 8.a.
3. Inisialisasi socket mikrokontroler. Pada d. Jika buffer Rx sudah kosong maka
bagian ini mendefinisikan konstanta- program mengirimkan HTTP/1.0 200
konstanta socket yang digunakan. OK dan mengirimkan Content-
CONST simbol = Type:text/html (format body html
numconst numeric yang akan dikirimkan).
CONST simbol = e. Jika Shtml = /index.htm maka
stringconst string program akan mengirimkan badan
CONST simbol = index.htm, jika Shtml = /hal02.htm
expression expression maka program akan mengirimkan
badan hal2.htm.
4. Inisialisasi protokol tcp/ip. Pada bagian <html>
ini mendefinisikan MAC address, IP <head>
address, submask, gateway, Tx, Rx dan <title> .... </title>
local clock mikrokontroler. <body>
CONFIG TCPIP = int , MAC = mac , IP = ip, SUBMASK = mask, .......
GATEWAY = gateway, LOCALPORT= port, TX= tx, RX= rx , </body>
NOINIT= 0|1 , TWI=address , Clock = speed </html>

5. Aktifasi interupt. Dengan aktifasi interupt


memungkinkan mikrokontroler untuk
f. Program akan menghapus isi variabel sebesar 8,9 Volt, juga tidak sesuai dengan yang
Shtml, lalu menutup socket 0 dan diharapkan yakni sebesar 9 Volt dan dapat juga
kembali ke langkah 7. dikarenakan kesalahan komponen yang tidak
9. Bila status socket 0 = wait connection sesuai dengan standar.
close (07h) maka program akan menutup
socket 0 dan kembali ke langkah 7. 4.1.2.1 Langkah Pengujian dan Pengukuran
10. Bila status socket 0 = connection closed 1. Siapkan peralatan yang akan digunakan
(00h) maka program membuka port 80h 2. hubungkan rangkaian ke sumber tegangan
socket 0 dan mulai mendengarkan jala jala
jaringan dari socket 0, lalu program 3. hidupkan rangkaian yang akan diukur
kembali ke langkah 7. 4. hubungkan alat test yang digunakan ke
titik pengujian yang telah ditentukan pada
IV Pengukuran dan Pengujian rangkaian, lalu catat hasilnya.
4.1 Pengujian dan Pengukuran Sistem
4.1.1 Rangkaian Power Supply 4.1.2.2 Hasil Pengujian dan Pengukuran
Berikut akan melakukan Pengujian dan Tabel 4.2 Hasil Pengujian dan Pengukuran
Pengukuran pada rangkaian Power Supply. rangkaian sistem minimum
Dibawah ini adalah gambar rangkaian power V in V out
supply secara lengkap yang akan diukur sesuai Hasil 5 Volt 4,8 Volt
dengan titik pengujian (TP) yang telah
ditentukan. 4.1.2.3 Analisa Hasil Pengujian dan
Pengukuran
7805 TIP41
Bila diberikan tegangan sumber 5 VDC,
TP 2 100uF/
AC TP 1 IN4007
25V 10uF/ Led indikator pada rangkaian akan hidup. Itu
IN4007 TP 3
25V
menandakan rangkaian bekerja dengan baik dan
dapat digunakan untuk mikrokontroller
Gambar 4.1 Regulator 5 VDC Atmega16. Rangkaian sistem minimum diatas
merupakan rangkaian pemroses data yang
4.1.1.1 Langkah Pengujian dan Pengukuran diterima dari rangkaian input data yaitu suhu
1. Siapkan peralatan yang akan digunakan dan alarm. Data yang diberikan oleh
2. hubungkan rangkaian ke sumber tegangan mikrokontroler yang mana sebelumnya
jala jala mikrokontroler terlebih dahulu diisi dengan
3. hidupkan rangkaian yang akan diukur program.
4. hubungkan alat test yang digunakan ke Setelah data di inisialisasi dan rangkaian
titik pengujian (TP) yang telah ditentukan sistem minimum akan memproses data, lalu
pada rangkaian, lalu catat hasilnya. data pada mikrokontroler diproses di dalam
CPU (control processing unit) mikrokontroler.
4.1.1.2 Hasil Pengujian dan Pengukuran Tegangan input dari sistem minimum ini adalah
Tabel 4.1 Hasil Pengujian dan 5 Volt dan keluarannya 4,8 Volt Adanya
Pengukuran rangkaian power supply perbedaan tegangan input dan output sebesar
TP 1 TP 2 TP 3 0,2 Volt karena pada setiap komponen terdapat
Hasil 219 Volt 8,9 Volt 4,9 Volt rugi- rugi tegangan.

4.1.1.3 Analisa Hasil Pengujian dan


Pengukuran
Pada rangkaian power supply output yang
diharapkan adalah 5 Volt . Hasil yang
didapatkan dapat dilihat pada tabel hasil yakni
4,9 Volt. Hal ini berarti output yang diharapkan
hampir sesuai dengan kenyataan. Perbedaan
hasil output sebesar 0,1 Volt masih dapat
ditoleransi. Hasil yang berbeda ini dapat terjadi
karena dari tegangan masukkan pada TP2
4.1.3 Rangkaian Modul Jaringan 4.1.4 Pengujian Downloader
C9015

3,3 V 3,3 V 1 2 3

R1
10 K

R2
R3 10 K
10 K
R5
3,3 V 4K7

JP 4
Port D 4
R4 1
Port C 1
4K7 2
Port C 0
3
Port D 2
4
Gnd
5
HEADER 5

AIC1722-33C2L
1 2 3

JP 3
1
Vin Vout
+ C1 1uF/16V GND + C2 10uF/16V
2

HEADER 2

Gambar 4.2 Rangkaian Modul Jaringan

4.1.3.1 Langkah Pengujian dan Pengukuran


1. Siapkan peralatan yang akan digunakan Gambar 4.3 Downloader
2. hubungkan rangkaian ke sumber tegangan
jala jala 4.1.4.1 Langkah Pengujian dan Pengukuran
3. hidupkan rangkaian yang akan diukur 1. Siapkan peralatan yang akan digunakan.
4. hubungkan alat test yang digunakan ke 2. Hubungkan konektor DB25 ke PC.
titik pengujian (TP) yang telah ditentukan 3. Aktifkan aplikasi AVR ISP STK
pada rangkaian, lalu catat hasilnya programmer untuk menguji proses
download program dari komputer ke
4.1.3.2 Hasil Pengujian dan Pengukuran mikrokontroler Atmega16
Tabel 4.3 Hasil Pengujian dan Pengukuran
rangkaian modul jaringan 4.1.4.2 Hasil Pengujian dan Pengukuran
V in V out Untuk menguji rangkaian downloader
Hasil 4,8 Volt 3,3 Volt membutuhkan sebuah aplikasi AVR ISP STK
programmer.Apabila rangkaian bagus, maka
4.1.3.3 Analisa Hasil Pengujian dan mikrokontroler Atmega16 akan terdeteksi di
Pengukuran tampilan program tersebut. Untuk lebih jelas
Pengujian dilakukan untuk memastikan bagaimanakah downloader itu dikatakan bagus,
modul jaringan mendapatkan daya yang lihat gambar dibawah ini :
dibutuhkan. Modul jaringan menggunakan
antarmuka IC untuk berkomunikasi dengan
mikrokontroler sehingga membutuhkan catu
daya 5 Vdc, dan telah memiliki voltage
regulator 3,3 Vdc/300 mA.
Bila diberikan tegangan sumber 4,8 Volt,
yang telah di regulator 3,3 Volt, Led indikator
pada rangkaian akan hidup. Itu menandakan
rangkaian bekerja dengan baik dan dapat
digunakan untuk mikrokontroller
Atmega16.Setelah data di inisialisasi maka
rangkaian modul jaringan akan memproses data
kemudian mengirimkan data tersebut ke client
menggunakan antarmuka IC.

Gambar 4.4 Hasil program AVR ISP STK


programmer apabila
downloader bagus
4.1.5.2 Pengujian IP address dan Mac
4.1.5 Pengujian dan Pengukuran Address
Konektivitas jaringan Pengujian IP address dan Mac Address
Pengujian konektifitas untuk mengetahui menggunakan tools ping dan wireshark. Pada
apakah alat terhubung dengan jaringan pengujian pertama, setelah IP address dan MAC
komputer atau tidak. Pengujian dilakukan Address pada alat dikonfigurasikan dengan
dengan menggunakan satu buah komputer, program, alat dihubungkan ke access Point. IP
access Point dan seutas kabel UTP straight. address pada komputer dan alat harus satu
subnet. Pada percobaan ini digunakan subnet
41.5.1 Pengujian Modul Jaringan 255.0.0.0 IP address yang digunakan adalah
Pada pengujian ini modul jaringan 10.41.13.150 (IP Alat) dan 10.41.13.160 (IP
dihubungkan dengan sebuah komputer melalaui Komputer). Pada command promt, dilakukan
kabel UTP cross. Hal ini dilakukan untuk perintah ping 10.41.13.150
mengetahui secara fisik apakah rangkaian Bila ada reply dari alat, maka koneksi
modul jaringan berfungsi atau tidak. Pada saat dengan komputer telah berhasil dibuat, hasilnya
modul jaringan belum terhubung dengan client, seperti pada gambar berikut:
network status adalah a network cable is
unplugged yang ditunjukkan dengan icon pada
gambar dibawah ini.

Gambar 4.5 Network Status

Saat modul jaringan terhubung dengan


komputer, maka network status akan berubah Gambar 4.7 Hasil Ping
menjadi now connected dan LED status
magjak pada modul jaringan akan menyala. Pada pengujian kedua, konfigurasi alat
Yang menandakan secara fisik bahwa modul sama seperti pengujian pertama, namun pada
jaringan telah berfungsi. saat pengujian data dicapture dengan
menggunakan tools wireshark. Cara
pengujiannya yaitu Buka command prompt
dengan cara klik Start > Run... > ketikkan
cmd > klik OK. Lakukan ping ke Alat dengan
Gambar 4.6 LAN is now connected mengetikkan ping 10.41.13.150. Setelah itu
buka program wireshark dan semua aktivitas
Pada konektifitas modul jaringan , kondisi ping tersebut akan terekam oleh Wireshark,
LED yang terletak pada modul tersebut simpan hasil capture dengan memilih menu File
(COL/LINK, 10/100 ACT dan DUPX) dapat > Save As... pada Wireshark. hasilnya seperti
dilihat pada tabel sebagai berikut pada gambar berikut:
Tabel 4.4 keterangan kondisi LED pada
konektivitas ke jaringan
Menyala
Kondisi LED Padam
Oranye Hijau
COL/LINK Collision Link -
10/100 ACT 10 Mbps 100 Mbps No activity
DUPX - Full duplex Half duplex

TCP/IP Starter Kit dihubungkan dengan


network adapter pada komputer yang memiliki
konektor mac jack dengan menggunakan kabel Gambar 4.8 hasil capture dari wireshark
UTP bertipe Straight-Throught.
Dari pengalamatan isi paket data gambar web server. Untuk pengujian ini menggunakan
diatas didapati nilai MAC Address dan IP IP address 10.41.13.150.
address. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
perancangan Web Server Berbasis Embadded
Ethernet telah berhasil diimplementasikan.
Tabel 4.5 Nilai MAC Address dan IP address
Alat Komputer
Field
MAC Address IP address MAC Address IP address
Size 6 bytes 4 bytes 6 bytes 4 bytes
Value (Hex) 0c.80.0c.22.38.46 0a.29.0d.96 00.23.5a.c8.4d.4b 0a.29.0d.a0

4.1.5.3 Pengujian Konektivitas Jaringan


Pengujian konektivitas jaringan
digunakan untuk mengetahui apakah jaringan
yang digunakan bisa digunakan untuk Gambar 4.9 Tampilan Antarmuka Webserver
mengakses webserver. Pengujian konektifitas menggunakan Mozilla Firefox
jaringan pada tugas akhir saya ini menggunakan
jaringan Hotspot dan LAN secara local. Tabel 4.8 Keterangan Halaman Web yang
Tabel 4.6 Pengujian Web Menggunakan kabel ditampilkan Webserver
LAN Keterangan
No Tujuan Indikator
Keterang Web
1 Monitoring Mengambil data Tampil data
Lokasi Uji Alamat IP Status an Suhu suhu Ruangan suhu pada
Ruang SIA Web bisa web
Elektro 10.41.13.160 Conected Diakses 2 Kendali AC (Air Mengendalikan AC Status AC
Web bisa Conditioner) menggunakan web tergantung
Ruang Dosen 10.41.15.120 Conected Diakses tombol yang
kita klik
Ruang Ketua Web bisa pada web
Jurusan 10.41.17.115 Conected Diakses 3 Kendali Alarm Mengendalikan Alarm mati
alarm saat direset
Tabel 4.7 Pengujian Web Menggunakan WIFI menggunakan web
Jarak Uji Status
(meter) Jaringan Keterangan 4.1.5.4.1 Analisa Pengujian Fungsionalitas
Web bisa Analisa pengujian fungsionalitas web
5 Excelent Diakses server berbasis Embedded Ethernet dilakukan
melalui client dengan menggunakan alamat
Web bisa
www.sismonundip.com. Dari alamat tersebut
10 Very Good Diakses
client akan melakukan Autentikasi setelah itu
Web bisa
baru bisa melakukan pengujian fungsionalitas.
20 Good Diakses
Pengujian Fungsionalitas Sistem Kendali
Web bisa
dan Monitoring jarak jauh dilakukan pada
100 Low Diakses
halaman index.htm. dan dapat dilihat melalui
program web browser. Dilakukan pengujian
4.1.5.4 Pengujian Fungsionalitas dengan memberikan input perintah kepada web
Aplikasi WebServer Berbasis Embadded server melalui pengaturan keadaan Kendali dan
Ethernet yang telah di implementasikan Monitoring jarak jauh.
kemudian diuji dengan beberapa program Eksekusi perintah didasarkan pada HTTP
webserver standar seperti internet explorer, request message yang dikirim oleh client.
mozila firefox, opera, dll. Pengujian dilakukan Sistem akan mulai memproses penampilan
dengan mengakses URL dengan alamat halaman web ketika diketahui ada karakter
www.sismonundip.com. Dari alamat /GET dan merujuk kehalaman tertentu sesuai
www.sismonundip.com kemudian melakukan dengan URL yang dituju. Ketika peket sudah
autentikasi, setelah itu baru bisa masuk URL selesai dikirim maka sistem akan mengirim
dari embedded web server yang diakses melalui HTTP respon message.
IP address yang dimiliki oleh sistem Embadded
Tabel 4.9 Analisa Pengujian 1. Karena besar memori pada
Fungsionalitas mikrokontroler sangat terbatas, dapat
No URL Perintah Tujua Hasil dilakukan penambahan eksternal memori
n Pengujia sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan.
n 2. Karena web server hanya mendukung
1 http://10.41. Akses web Berhasil bahasa pemrograman HTML maka perlu
13.150/index halaman berhas adanya pengembangan seperti
.htm Informasi
il di menggunakan bahasa PHP, Java Scrip dll
web server
akses 3. Dalam tugas akhir ini clock yang
2 http://10.41. Power AC AC Berhasil digunakan sebesar 11MHz sehingga perlu
13.150/01 ON meny adanya pengembangan untuk menambah
ala clock sesuai batas maksimal
3 http://10.41. Power AC AC Berhasil mikrokontroler Atmega16 supaya proses
13.150/02 OFF mati ekskusi program menjadi lebih baik
4 http://10.41. Reset Alarm Alarm Berhasil
13.150/03 mati
DAFTAR PUSTAKA

V PENUTUP
5.1 Kesimpulan Anonim, 2004, ATmega16(L) Preliminary
Dengan memperhatikan pembahasan pada Complete, Atmel Corporation
bab-bab sebelumnya, dapat diambil beberapa http://atmel.com/dyn/resources/prod_doc
kesimpulan sebagai berikut: uments/doc2466.pdf
1. Aplikasi webserver berbasis
mikrokontroler menggunakan perangkat Anonim, 2006, Webserver,
lunak BASCOM AVR 1.11.9.0 dan http://en.wikipedia.org
menggunakan bahasa basic sebagai Fathansyah, 1999, Basis Data, CV
bahasa pemrogramannya. Informatika : Bandung
2. Proses loading webserver berbasis http://fungsi-ip-addressubnet-
mikrokontroler atmel Atmega16 maskgateway.html
memerlukan waktu yang lama http://is12-www.cs.uni-dortmund.de/kluwer-es-
dikarenakan clock mikrokontroler hanya book
16MHz. Mcselectronic team, 2006, BASCOM AVR
3. Kapasitas memori mikrokontroler hanya 1.11.9.0 Manual,
512bytes, sehingga hanya bisa http://www.mcselec.com/product/bascom
menyimpan data dalam jumlah maksimal _avr/11190.pdf
hanya 512 bytes.
4. Mikrokontroler belum bisa diprogram Sidik, B., Ir., 2000, Dasar Pemrograman
melalui protokol TCP/IP sehingga web Web, CV Informatika : Bandung
tidak bisa dinamis, hanya web statis. Sukmaaji dan rianto,2008, Jaringan
5. Aplikasi webserver berbasis computer,Andi :Yogyakarta
mikrokontroler jauh lebih murah Sutanto, 2005 membangun Jaringan TCP/IP,
dibandingkan webserver dengan Andi : Yogyakarta
menggunakan komputer, apabila kedua WizNET Documentation Team, 2006,
webserver tersebut mempunyai fungsi dan NM7010 A Manual version 1.0.5,
spesifikasi hardwere yang sama http://www.iinchip.com/documentation/N
M7010A.pdf/
5.2 Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan
untuk pengembangan aplikasi webserver
berbasis mikrokontroler atmel Atmega16 lebih
lanjut antara lain: