Anda di halaman 1dari 3

Bioetika

Bioetika
A. Pengertian
Menurut F.Abel Bioetika adalah studi interdislipin tentang masalah-masalah yang
ditimbulkan oleh perkembangan biologi dan kedokteran,tidak hanya memperhatikan
masalah-masalah yang terjadi pada masa sekarang,tetapi juga memperhitungkan
timbulnya masalah pada masa yang akan datang.
Dalam bioetika cenderung mengarah kepada penanganan isu-isu tentang suatu
nilai dan etika karena timbulnya perkembangan ilmu dan teknologi serta
biomedis.Misalnya dalam suatu bioetika hanya mengarah pada ketentuan atau kode-
kode tentang hal-hal yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam
tindakan medis seperti kloning, bayi tabung, transplantasi, dan lain-lain.
B.Prinsip-prinsip dasar Bioetika
Prinsip dasar etika adalah suatu aksioma yang mempermudah penalaran etik.
Prinsip-prinsip itu harus dibersamakan dengan prinsip-prinsip lainnya atau yang disebut
spesifik.Dalam suatu kasus memiliki kondisi yang berbeda ,salah satu prinsip yang satu
menjadi sangat penting dengan prinsip yang lainnya. Suatu penerapan praktik dapat
dikatakan prima facie atau suatu urutan perubahan prinsip.
Kaidah-kaidah dasar dapat dibedakan menjadi 4 yaitu:
1.Beneficence (berbuat baik).
Dalam arti prinsip bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati martabat
manusia, dokter tersebut juga harus mengusahakan agar pasiennya dirawat dalam
keadaan kessehatan.Dalam suatu prinsip ini dikatakan bahwa perlunya perlakuan yang
terbaik bagi pasien. Beneficence membawa arti menyediakan kemudahan dan
kesenangan kepada pasien seperti mengambil langkah positif untuk memaksimalisai
akibat baik daripada hal yang buruk.
Ciri-ciri prinsip ini yaitu:
Mengutamakan Altruisme.
Memandang pasien atau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya
menguntungkan seorang dokter
Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan
suatu keburukannya.
Menjamin kehidupan baik-minimal manusia
Memaksimalisasi pemuasan kebahagiaan/preferensi pasien
Menghargai hak-hak pasien secara keseluruhan
Menerapkan golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik seperti yang orang
lain inginkan
Memberikan suatu resep obat .
Contoh skenario:
Seorang dokter umum yang memiliki pasien yang cukup banyak, terutama pada hari
Sabtu dan Minggu.
Dr.Tenar masih sanggup bekerja pada hari libur demi kebaikan pasien-pasien.
Merasa tidak yakin dengan kemungkinan sakit maag yang diderita Ibu, maka dr.Tenar
melakukan pemeriksaan EKG karena kecurigaan terjadi penyempitan pembuluh
darah. Memberikan surat rujukan kepada pasien untuk pemeriksaan lab.
2.Non-Maleficence
Dalam prinsip ini seorang dokter tidak berbuat hal yang merugikan kepada seorang
pasien. Dalam hal ini sangat penting bila dalam keadaan emergensi atau gawat darurat.
Gambaran prinsip nonmaleficence ini yaituprimum non nocere pertama jangan
menyakiti. Prinsip ini menjadi suatu kewajiban bila tindakan dokter tersebut paling
efektif.
Non-Maleficence mempunyai cirri-ciri:
Menolong pasien emergensi
Mengobati pasien yang luka
Tidak membunuh pasien
Tidak memandang pasien sebagai objek
Melindungi pasien dari serangan
Manfaat pasien lebih banyak dari pada kerugian dokter
Tidak membahayakan pasien karena kelalaian
Tidak melakukan White Collar Crime dalam bidang kesehatan
Contoh skenario:
Ibu Menor tak sempat dilakukan pengukuran tekanan darahnya ,langsung diberikan
resep sakit kencing yang sudah langganan ia derita 5 tahun ini. Dr.tenar hanya
memeriksa sekilas dan menyalin resep dari catatan medis yang disodorkan zoster.
Dalam hal ini Dr. Tenar memandang pasiennya hanya sebagai objek , dr.Tenar dapat
dikatakan melakukan pelanggaran atau penyimpangan prinsip Non-Maleficence.
Ia menolong Malthus dulu selama 45 menit sementara Rana terpana sendirian karena
Zoster juga sibuk membantu dr. Tenar mengatasi pendarahan si Malthus di ruang sekat
kiri.
Dalam hal ini Dr.Tenar mencegah pasien dari bahaya.
3.Autonomy
Di dalam prinsip ini seorang dokter menghormati martabat manusia .Setiap individu
harus diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak menentukan nasib diri
sendiri . Dalam hal ini pasien diberi hak untuk berfikir secara logis dan membuat
keputusan sendiri.Autonomy bermaksud menghendaki, menyetujui,
membenarkan,membela, dan membiarkan pasien demi dirinya sendiri.
Autonomy mempunyai ciri-ciri:
Menghargai hak menentukan nasib sendiri.
Berterus terang Menghargai privasi
Menjaga rahasia pasien
Melaksanakan Informed Consent
Contoh skenario:
Garputala adalah hansip setempat yang merasa tak afdol kalau belum dipegang dr.
Tenar.
Dr.Tenar menghargai hak autonomy pasiennya.
4.Justice
Keadilan (Justice ) adalah suatu prinsip dimana seorang dokter memperlakukan
sama rata dan hadil terhadap untuk kebahagiaan dan kenyamanan pasien tersebut.
Perbedaan tingkat ekonomi,pandangan politik, agama,kebangsaan, perbedaan
kedudukan social, kebangsaan dan kewarganegaraan tidak dapat mengubah sikap
dokter terhadap pasiennya.
Justice mempunyai ciri-ciri:
Memberlakukan segala sesuatu secara universital
Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan
Menghargai hak sehat pasien
Menghargai hak hukum pasien
Contoh scenario:
Dr.Tenar memeriksa pasien sesuai dengan nomor urut pendaftaran.
Dalam hal ini Dr. Tenar berlaku adil terhadap ke semua pasiennya.
Kesimpulan
Dalam hal ini bila terjadi penyimpangan dalam salah satu prinsip tersebut maka
akan menimbulkan dampak bagi pasien dan dokter tersebut , maka diperlakukan
keseimbangan dalam pelaksanaan prinsip-prinsip tersebut.
Saran
Sebaiknya kita juga perlu memperdalam prinsip-prinsip dasar bioetika sebagai calon
dokter masa depan dalam meningkatkan kualitas dalam bekerja.