Anda di halaman 1dari 1

BAB V

KESIMPULAN

A. SIMPULAN
Mioma uteri adalah tumor jinak yang berasal dari otot polos dan jaringan ikat
fibrous yang paling sering ditemukan pada wanita usia produktif yang disebabkan
peningkatan reseptor estrogen-progesteron pada jaringan mioma uteri. Adapaun tanda
gejalanya meliputi perdarahan abnormal, nyeri, pembesaran perut bagian bawah, uterus
membesar, infertilitas, perdarahan setelah bersenggama, dismenore, abortus berulang,
poliuri, retention urine, konstipasi, edema tungkai, dan nyeri panggul.
Pathofisiologi mioma uteri diawali dari ammature muscle cell nest dalam
miometrium yang berproliferasi sehingga merangsang hormon estrogen. Penatalaksanaan
mioma uteri dapat dilakukan secara konservatif meliputi observasi dengan pemeriksaan
pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan, memonitor keadaan Hb, memberikan zat besi,
menggunakan agonis GnRH untuk mengurangi ukuran mioma, serta penanganan operatif.
Sementara itu, dari asuhan keperawatan yang dilakukan pada Ny.F dengan mioma
uteri pada kasus kelolaan penulis, dapat ditemukan diagnosa keperawatan meliputi nyeri
dan ansietas yang diberikan selama 24 jam preoperasi.
B. SARAN
Setelah pengusaan konsep dan penerapan asuhan keperawatan yang disusun oleh
penulis ke dalam laporan ini, penulis menyarankan agar pembaca sekalian dapat
mengembangkan berbagai intervensi sesuai dengan hasil hasil penelitian terkini dengan
berdasarkan pada evidence base practice sehingga asuhan yang diberikan semakin
mantap dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang terus update.