Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Disusun oleh:
Dinda Indah N. H. (2520142432)
Dwi Kurniawan (2520142433)
Eni Ernawati (2520142435)
Imelda Wahyu P. D. (2520142439)
Muhammad Charis M. (2520142447)
Wenni Wira Wijayanti (2520142468)
Zelya Ramadhani P. M. (2520142473)
Kelompok: III
Tingkat/Semester: IIA/IV

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO


YOGYAKARTA
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Materi Penyuluhan : Halusinasi

Pokok Bahasan :

Pengetian halusinasi
Penyebab halusinasi
Gejala halusinasi
Penatalaksanaan halusinasi
Klasifikasi halusinasi
Waktu : 30 menit
Hari/Tanggal : 01 April 2016
Tempat : Ruang Mawar RSJ Notokusumo
Sasaran : Pasien Ny T
Penyuluh : Mahasiswa AKPER NOTOKUSUMO

I. Tujuan
A. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan tentang halusinasi selama 30 menit,


pasien dapat mengerti dan memahami tentang halusinasi.

B. Tujuan Khusus

1. Mengetahui pengertian halusinasi.


2. Mengetahui dan memahami penyebab halusinasi.
3. Mengetahui gejala halusinasi.
4. Mengetahui cara menangani masalah halusinasi.
5. Memahami klasifikasi halusinasi.
II. Latar Belakang
Kesehatan Jiwa masyarakat (community mental health) telah menjadi
bagian masalah kesehatan masyarakat (public health) yang dihadapi semua
negara. Salah satu pemicu terjadinya berbagai masalah dalam kesehatan jiwa
adalah dampak modernisasi dimana tidak semua orang siap untuk menghadapi
cepatnya perubahan dan kemajuan teknologi baru. Gangguan jiwa
tidak menyebabkan kematian secara langsung namun akan menyebabkan
penderitanya menjadi tidak produktif dan menimbulkan beban bagi keluarga
penderita dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Dalam UU No.23 tahun 1992
tentang kesehatan, pasal (4) disebutkan setiap orang mempunyai hak yang sama
dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Definisi sehat menurut
kesehatan dunia (WHO) adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik,
mental dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakitatau kecacatan.
Maka secara analogi kesehatan jiwa pun bukan hanya sekedar bebas dari
gangguan tetapi lebih kepada perasan sehat, sejahtera dan bahagia (well being),
ada keserasian antara pikiran, perasaan, perilaku, dapat merasakan kebahagiaan
dalam sebagian besar kehidupannya serta mampu mengatasi tantangan hidup
sehari-hari. Penyakit mental, disebut juga gangguan mental, penyakit jiwa, atau
gangguan jiwa, adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi mental.
Penyakit mental adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi
proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan pancaindera). Penyakit
mental ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita
(dankeluarganya).
Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) pasca indera tanpa
adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua system penginderaan
dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh/baik. Halusinasi
merupakan bentuk yang paling sering dari gangguan persepsi. Bentuk halusinasi
ini bisa berupa suara-suara yang bising atau mendengung, tapi yang paling sering
berupa kata-kata yang tersusun dalam bentuk kalimat yang agak sempurna.
Biasanya kalimat tadi membicarakan mengenai keadaan pasien sedih atau yang
dialamatkan pada pasien itu. Akibatnya pasien bisa bertengkar atau bicara
dengan suara halusinasi itu. Bisa pula pasien terlihat seperti bersikap dalam
mendengar atau bicara keras-keras seperti bila ia menjawab pertanyaan
seseorang atau bibirnya bergerak-gerak. Kadang-kadang pasien menganggap
halusinasi datang dari setiap tubuh atau diluar tubuhnya. Halusinasi ini kadang-
kadang menyenangkan misalnya bersifat tiduran, ancaman dan lain-lain.
Menurut May Durant Thomas (1991) halusinasi secara umum dapat
ditemukan pada pasien gangguan jiwa seperti: Skizoprenia, Depresi, Delirium
dan kondisi yang berhubungan dengan penggunaan alkohol dan substansi
lingkungan. Berdasarkan hasil pengkajian pada pasien dirumah sakit jiwa
ditemukan 85% pasien dengan kasus halusinasi.

III. Seleksi Pasien


Proses seleksi pasien yang akan mendapatkan pendidikan kesehatan yaitu
pasien yang akan pulang.

IV. Jadwal Kegiatan


a. Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Pendidikan Kesehatan ini akan dilakukan di Ruang Mawar RSJ
Notokusumo Yogyakarta
b. Lama Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Kegiatan Pendidikan Kesehatan akan dilaksanakan selama 30 menit.
c. Waktu Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Kegiatan Pendidikan Kesehatan akan dilaksanakan pada tanggal 01 April
2012 pada pukul 09.00 WIB

V. Media
1. LCD
2. Leaflet

VI. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab

VII. Pengorganisasian
1. Penyaji :
2. Fasilitator :
3. Observer :