Anda di halaman 1dari 4

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Deskripsi Perusahaan


PT Anugerah Terindah merupakan suatu perusahaan lokal yang
memproduksi cokelat batang dengan merek Choco Bar. PT Anugerah Terindah
berlokasi di Jl. Bunga Krisan No. 102, Malang, Jawa Timur. PT Anugerah Terindah
dapat dihubungi melalui telepon 0341712711 dan segala informasi mengenai
perusahaan dapat diakses melalui website perusahaan yaitu www.anugerah-
terindah.com.
Jenis perusahaan cokelat batang ini merupakan PT (Perseroan Terbatas)
karena memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian
sebanyak saham yang dimilikinya. Alasan pemilihan PT yaitu karena dianggap
sebagai badan hukum yang memberikan kepastian hukum dalam bisnis.
Disamping itu, dari segi permodalan dan kepemilikan saham, PT dipandang lebih
mudah untuk dikembangkan dengan cara menggalang dana baik dari investor,
melalui penjualan saham atau akuisisi. Pemilihan nama PT Anugerah Terindah
dilakukan atas dasar nama yang menarik bagi target konsumen, tidak
membingungkan bagi orang yang baru mengetahui dan mudah diingat. Serta
dengan harapan agar perusahaan dapat menjadi anugerah bagi pemilik
perusahaan dan bermanfaat bagi masyarakat dengan memenuhi kebutuhan
masyarakat akan produk cokelat.
Pemberian nama merek Choco Bar didasarkan atas produk yang
dihasilkan yaitu cokelat batang. Nama Choco Bar diambil dari terjemahan cokelat
batang kedalam Bahasa Inggris sehingga mudah diingat oleh masyarakat. Selain
itu juga mempermudah pengertian masyarakat terhadap produk yang dijual ketika
mendengar nama Choco Bar.
Logo dari produk Choco Bar berupa simbol cokelat batang dalam
kemasan yang menunjukkan bentuk produk yang dijual yaitu cokelat batang.
Bagian luar dari simbol cokelat batang merupakan bentuk biji kakao yang
disatukan dan berwarna coklat yang dibentuk melingkar, menunjukkan bahan baku
dari produk Choco Bar yaitu biji kakao. Warna coklat melambangkan
produktivitas, kedamaian, dan praktis. Warna merah muda melambangkan
kepercayaan, rasa yang manis, dan pengobatan emosi.
3.2 Deskripsi Produk
Produk Choco Bar merupakan cokelat batang yang terbuat dari bahan
baku biji kakao, susu cair, dan bahan tambahan lainnya untuk menghasilkan
cokelat yang manis. Cokelat batang dibuat dengan ukuran berat bersih per
kemasan 100 gram. Produk Choco Bar memiliki warna cokelat batang pada
umumnya yaitu berwarna cokelat susu. Tekstur yang dimiliki Choco Bar lembut
dengan rasa yang manis dan dipadukan dengan isian kacang mete yang memiliki
rasa gurih. Harga produk Choco Bar yaitu Rp 16.000 per kemasan primer.
Produk Choco Bar dikemas dengan kemasan primer dari bahan kertas
perkamen, kemasan sekunder dengan menggunakan bahan kertas karton, dan
kemasan tersier dengan menggunakan bahan kardus. Setiap satu kemasan primer
berisi 2 buah cokelat batang, satu kemasan sekunder berisi 10 kemasan primer,
dan satu kemasan tersier berisi 16 kemasan sekunder. Ukuran cokelat batang per
batang dalam satu kemasan primer adalah 11 cm x 4 cm x 1 cm. Ukuran kemasan
primer yang digunakan untuk mengemas produk cokelat batang adalah 15 cm x
18 cm, untuk kemasan sekunder berukuran 22 cm x 16 cm x 5 cm, dan kemasan
tersier berukuran 64 cm x 45 cm x 11 cm.

3.3 Gambar Produk


3.3.1 Tampak Atas
3.3.2 Tampak Bawah
3.3.3 Tampak Burung

3.4 Kemasan
3.4.1 Gambar Kemasan
a) Kemasan Primer
b) Kemasan Sekunder
c) Kemasan Tersier
3.4.2 Deskripsi Kemasan
a) Kemasan Primer
Kemasan primer yaitu kemasan yang langsung bersentuhan dengan
produk yang di bungkusnya. Kemasan primer sangat penting dari segi fungsinya,
yaitu untuk melindungi (protection), mengawetkan (preservation), komunikasi ke
pelanggan (communication), dan termasuk fungsi artistik supaya konsumen yang
melihat tertarik untuk membeli (Noviadji, 2014). Kemasan primer yang digunakan
pada produk Choco Bar terbuat dari bahan kertas perkamen. Penggunaan kertas
perkamen didasarkan pada sifat kertas dan sifat cokelat batang yang tinggi lemak.
Menurut Wibowo (2007), kertas perkamen mempunyai sifat ketahanan baik
terhadap lemak dan cukup kuat dalam keadaan basah, tidak terang (baur),
dan lebih kasar dari kertas minyak, mempunyai permukaan licin, memberikan efek
pewarnaan yang bagus jika didekorasi. Berdasarkan sifat tersebut maka kertas
perkamen dipilih sebagai bahan pengemas yang langsung bersentuhan dengan
produk Choco Bar. Selain itu, kemasan primer juga akan dilengkapi dengan label
kemasan. Informasi pada kemasan primer meliputi nama produk, bahan baku,
netto, tanggal kadaluarsa, kode produksi, produsen, alamat produsen, dan call
centre.

b) Kemasan Sekunder
Kemasan sekunder tidak bersentuhan langsung dengan produknya akan
tetapi membungkus produk yang telah dikemas dengan kemasan primer.
Kemasan sekunder diperlukan untuk melindungi kemasan primer selama dalam
penyimpanan di gudang, saat transportasi, dan saat didistribusikan ke pelanggan
skala besar maupun pelanggan eceran. Kemasan sekunder juga digunakan untuk
mengantisipasi moda transportasi serta kondisi jalan pada sistem distribusinya
(Noviadji, 2014). Kemasan sekunder yang digunakan pada produk Choco Bar
adalah kertas karton. Pemilihan kertas karton sebagai kemasan sekunder
didasarkan pada pernyataan Kaihatu (2014), yang menjelaskan bahwa kertas
karton memiliki sifat kaku dan praktis sehingga sering dijadikan sebagai bahan
pengemas sekunder yang fungsi utamanya melindungi kelompok-kelompok
kemasan lain. Dua kemasan primer akan disusun sejajar pada kemasan sekunder
dengan masing-masing 5 tumpukan ke atas, sehingga dalam satu kemasan
sekunder berisi 10 kemasan primer. Pada kemasan sekunder juga akan dilengkapi
dengan informasi yag terdapat pada label. Informasi pada kemasan sekunder
meliputi nama produk, bahan baku, netto, tanggal kadaluarsa, kode produksi,
jumlah kemasan primer dalam kemasan sekunder, produsen, alamat produsen,
dan call centre.

c) Kemasan Tersier
Kemasar tersier yaitu kemasan untuk mengemas setelah kemasan primer
atau sekunder (Noviadji, 2014). Menurut Julianti (2014), kemasan tersier
digunakan untuk menggabungkan seluruh kemasan sekunder untuk memudahkan
proses transportasi dan mencegah kerusakan produk. Kemasan tersier yang
digunakan pada produk Choco Bar adalah kardus. Penggunaan bahan kardus
sebagai bahan pengemas tersier didasarkan pada sifat kardus dan fungsi yang
diharapkan pada kemasan tersier. Menurut Kaihatu (2014), kardus memiliki tekstur
kasar dan material yang tebal. Lebih cocok digunakan sebagai bahan kemasan
tersier dan kuartener yakni kemasan bagian luar atau pengepakan. Kardus dapat
melindungi produk selama proses transportasi dan penyimpanan sehingga produk
dapat terhindar dari kerusakan dan memiliki umur simpan panjang. Pada kemasan
tersier akan disusun 6 kemasan sekunder (3x2) dengan tumpukkan 3 ke atas,
sehingga dalam satu kemasan tersier akan terdiri 18 kemasan sekunder. Kemasan
tersier juga didukung dengan label yang meliputi nama produk, tanggal
kadaluarsa, kode produksi, jumlah kemasan sekunder dalam kemasan tersier,
produsen, alamat produsen, dan call centre.