Anda di halaman 1dari 25

Reading 14.1

In the Eye of the Beholder :

Cross Cultural Lessons

in Leadership From Project Globe

In the Eye of the Beholder : Cross Cultural Lessons in Leadership From Project Globe Septyo

Septyo Cholidie

Safrida Wulandari

Executive Overview

Kepemimpinan Global telah diidentifikasi sebagai faktor kritikal kesuksesan untuk perusahaan multinasional yang besar

Studi kasus berkaitan tentang teori maupun pandangan praktek tentang bagaimana menjadi pemimpin di negara lain masih sangat terbatas, pada paper ini menemukan dari Global Leadership and Organizational Behaviour Effectiveness (GLOBE) program penelitian yang digunakan untuk menyediakan dasar konseptual perbedaan kepemimpinan di seluruh dunia.

Menggunakan hipotesis kasus dari eksekutif Amerika yang bertanggung jawab pada 4 tim yang

serupa selama dua tahun di Brazil, Perancis, Mesir dan Cina untuk diskusi implikasi budaya untuk

eksekutif Amerika.

Impact of Globalization

Kebanyakan tidak ada perusahaan Amerika yang tahan dari dampak Globalisasi

Realita yang terjadi Perusahaan Amerika harus meningkat dalam mengatasi keberagaman lintas

budaya pekerja, konsumen, suplier, kompetitor, dan kreditor.

budaya pekerja, konsumen, suplier, kompetitor, dan kreditor. – Faktanya orang – orang tidak sepenuhnya peduli

Faktanya orang orang tidak sepenuhnya peduli dengan dampak yang besar terhadap budaya

nasional yang mereka miliki pada visi dan interpretasinya pada dunia, karena warna budaya dekat

dengan setiap aspek dari perilaku manusia, budaya dari ilmu pekerjaan dan pengaruhnya dapat

berguna untuk operasional eksekutif dalam lingkungan bisnis yang multinasional.

Yang diperlukan saat ini adalah pemimpin dengan pemikiran yang terbuka dan kemampuan

pemimpin dalam lintas budaya. Dan pemimpin memerlukan saran yang spesifik untuk dapat menjadi pemimpin yang luarbiasa dalam perusahaan multinasional.

Impact of Globalization

Ada yang mengatakan bahwa pentingnya memanage hubungan lintas budaya dan komunikasi, membutuhkan ide untuk mengembangkan global perpective.

Walaupun banyak aspek universal dari kepemimpinan, informasi yang ada sangat sedikit, orang pada negara yang berbeda pada faktanya memiliki kriteria berbeda untuk menilai pemimpin mereka.

Isunya adalah manager Amerika yang sukses di sana akan sukses di mana mereka akan menjadi

pemimpin.

GLOBE project akan menyediakan beberapa jawaban untuk menjawab pertanyaan tentang universal

dan aspek spesifik budaya dari kepemimpinan.

Impact of Globalization

GLOBE melakukan penelitian pada 4 negara yang mewakili berbagai benua dan budaya yang sangat

beragam, Brazil adalah yang paling padat dan negara perekonomi yang penting di Amerika Selatan,

Perancis terbesar, sangat padat dan negara Eropa Latin yang paling berkembang secara Ekonomi,

Mesir adalah negara terbesar di Arab dan sangat padat, Cina perkembangan ekonomi paling cepat

dengan tidak dapat diprediksi perkembangannya pada bidang ekonomi dan diplomatic power pada

Dunia.

170 peneliti bekerja bersama selama 10 tahun mengumpulkan dan analisa data dari nilai budaya dan praktek dari 17000 manager pada 62 kelompok budaya masyarakat (disempitkan menjadi 10 cluster budaya) , manager yang berpartisipasi bekerja pada industri telekomunikasi, makanan dan bank.

Common Cultural Dimension

Terdapat 9 atribut budaya yang setelahnya akan disebut sebagai dimensi budaya :

1.

Performance Orientation : sejauh mana anggota kelompok mendorong dan memberi penghargaan secara kolektif untuk peningkatan dan keunggulan kinerja

2.

Assertive : derajat dimana individu bersifat asertif, konfrontatif dan agresif dalam hubungan mereka

3.

Future orientation : individu yang ikut serta dalam perilaku future oriented seperti keterlambatan gratifikasi, perencanaan, dan

investasi dimasa depan.

4.

Humane Orientation : sejauh mana anggota kelompok mendorong dan memberi penghargaan secara kolektif untuk individu yang jujur, altruistis, murah hati, peduli dan baik kepada yang lain.

5.

Institutional Collectivism : derajat dimana organisasi dan praktisi institusi sosial mendorong dan menghargai distribusi kolektif sumber daya dan tindakan kolektif.

6.

In-Group Collectivism : derajat dimana individu mengungkapkan kebanggan, loyalitas dan kekompakan pada organisasinya atau keluarga.

7.

Gender Egalitarianism : sejauh mana kolektif meminimilkan ketidaksetaraan gender

8.

Power Distance : derajat dimana anggota kolektif mengharapkan kekuatan untuk didistribusikan secara merata

9.

Uncertainty Avoidance : sejauh mana masyarakat, organisasi atau kelompok bergantung pada norma, peraturan dan prosedur sosial untuk mengurangi ketidakpastian peristawa masa depan.

Common Cultural Dimension

Common Cultural Dimension
Common Cultural Dimension

Managing and Leading in Different Countries

Manager ekspatriate yang berkerja pada perusahaan multinasional sangat perlu pengingat dari

besarnya variasi praktek managemen di dunia, dokumen tentang perbedaan praktek organisasi di

seluruh dunia banyak yang menerima pada satu negara tetapi tidak efektive di negara lain.

Perusahaan dipaksa untuk menyebarkan informasi, sumber daya dan pelatihan pada ekonomi global. Sekolah bisnis terbaik mengajarkan teknik managemen terbaru dari seluruh dunia.

Pengalaman juga mengindikasikan atribut sebagai pemimpin, perilaku, status dan pengaruh yang mempertimbangkan sebagai hasil dari budaya unik pada negara dimana pemimpin berfungsi.

Do Required Leadership Qualities Differ Among Nations?

Berdasarkan Implicit Leadership Theory (ILT) individu memegang kepercayaan tentang jenis atribut, karakter personal, kemampuan, dan perilaku yang berkontribusi untuk atau menghalagi pemimpin yang luar biasa.

GLOBE memperpanjang ILT pada tingkatan analisis budaya oleh pendapat struktur dan isi dari sistem

kepercayaan akan dibagi diantara individu dalam budaya secara umum. Mengacu pada analog tingkat budaya

dari ILT sebagai culturally endorsed implicit leadership theory (CLT).

GLOBE secara empiris mengidentifikasi atribut kepemimpinan yang dirasakan secara universal yang berkontribusi

atau menghambat kepemimpinan yang luar biasa. Dihasilkan 6 dimensi dari CLT profil kepemimpinan

1.

Charismatic/value-Based

2.

Team-Oriented

3.

Paticipative

4.

Humane oriented

5.

Autonomous

Do Required Leadership Qualities Differ Among Nations?

Do Required Leadership Qualities Differ Among Nations?
Do Required Leadership Qualities Differ Among Nations?

Cross-cultural Leadership is Not Only About Differences

Cross-cultural Leadership is Not Only About Differences – GLOBE survei menunjukkan beberapa negara memiliki pandangan

GLOBE survei menunjukkan beberapa negara memiliki

pandangan divergen pada banyak aspek terhadap keefektivan

kepemimpinan.

Brazil

Brazil : Latin America Cluster

CLT Scores :

Brazil – Brazil : Latin America Cluster – CLT Scores :

BRAZIL

BRAZIL

France

France = Latin Europe cluster

CLT Scores :

France – France = Latin Europe cluster – CLT Scores :

France

– CLT Dimension :
– CLT Dimension :

France

USA vs France:

France – USA vs France:

Egypt

Egypt : Middle east cluster

CLT Scores :

Egypt – Egypt : Middle east cluster – CLT Scores :

Egypt

CLT Dimension :

Egypt – CLT Dimension :

Egypt

– USA vs Egypt:
– USA vs Egypt:

China

China : Confusion Asia

CLT Scores :

China – China : Confusion Asia – CLT Scores :

China

CLT Dimension :

China – CLT Dimension :

China

USA vs China :

China – USA vs China :

Embarking on Cross-cultural Leadership Journey

Literatur terkait cross-cultural management yang ada saat ini lebih cenderung pada tataran kosep dibandingkan dengan tataran behavioral.

Pada tataran konsep : executive harus mengerti, memahami dan menghormati budaya lain

Pada tataran behavioral : bagaimana memahami dan menghormati budaya suatu negara secara

spesifik dibandingkan dengan budaya negara lain / negara asal karena memiliki beberapa perbedaan

atribut kepemimpinan.

Paper ini menawarkan cara / langkah untuk para eksekutif yang sedang dalam penugasan di negara baru untuk dapat memahami dan beradaptasi terhadap budaya di negara tsb., yaitu :

1. Eksekutif harus berbagi informasi terkait dirinya termasuk budaya di negara asalnya / negara asal perusahaan.

2. Global managers perlu memikirkan bagaiman untuk menjembatani gap antara dua kedudayaan.

Attributes of Global Leaders

Intisari dari GLOBAL LEADERSHIP kemampuan dalam mempengaruhi orang yang tidak menyukai pemimpinnya dan yang berasal dari latarbelakang budaya yang berbeda.

Untuk berhasil GLOBAL LEADER harus memiliki :

a. Global mindset dapat memehami variasi/perbedaan paradigma kepemimpinan dan budaya, hukum,

sistem politik dan ekonomi, dan perbedaan kerangka kompetisi. Beberapa negara memiliki kesamaan

dan perbedaan dimensi budaya.

b. Tolerate high level of ambiguity tiap negara baru dimana manager bekerja memberikan paradigma baru dan cara baru dalam mengerjakan sesuatu sehingga dibutuhkan kemampuan untuk mempelajari sesuatu secara cepat.

c. Show cultural adaptability and flexibility adaptability menunjukan kemampuan beradaptasi yang cepat akan menunjang tercapainya tujuan dan membangun hubungan yang kuat dan positif dengan penduduk lokal.

Developing Global Leaders

Sebagian besar perusahaan fortune 500 mengalami kekurangan global leaders.

Banyak cara bagaimana perusahaan dapat memperkaya dan meningkatkan kemampuan dari talent pool of

global leader yang mereka miliki, antara lain :

1.

Perusahaan mulai mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait isu global dan cross-culture, dan juga mennyediakan informasi spesifik tentang negara kepada para manajer.

2.

Ada beberapa softwareuntuk self-training program untuk yang akan tinggal dan bekerja di negara

dengan kebudayaan yang berbeda. Dan terdapat banyak web site untuk memperoleh informasi tentang

banyak negara.

3.

Pendidikan formal dan training juga dapat membantu mengembangkan global leader.

4.

Pengalaman kerja dan penugasan internasional sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan

global leaders (global mindset dan kompetensi golbal), sebagaimana yang dilakukan oleh GE, Citigroup,

Shell, Siemens.