Anda di halaman 1dari 1

Imunisasi: Wajib VS Yang Dianjurkan

Tabel imunisasi anak Anda penuh dengan tulisan. Namun, kenapa ada yang wajib dan ada yang hanya
diwajibkan? Cari tahu di sini.

Vaksin merupakan salah satu keajaiban dalam dunia kedokteran. Sebelum era imunisasi, banyak sekali manusia
yang meninggal pada muda akibat penyakit infeksi. Tak heran, kalau pada saat itu, penyakit infeksi dianggap
sebagai kutukan para dewa.

Akhirnya, ditemukan vaksin, yang berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari kematian pada usia muda.
Itulah sebabnya mengapa imunisasi bukan sekadar upaya strategis di bidang kesehatan, namun juga upaya
kemanusiaan.

Di Indonesia, secara garis besar, ada dua skema rekomendasi imunisasi.


Pertama, skema imunisasi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, yakni Program Pengembangan
Imunisasi (PPI). Imunisasi PPI ini disebut imunisasi wajib, yang terdiri dari vaksin BCG, polio tetes minum (polio
oral), DPT, hepatitis B dancampak. Imunisasi wajib ini disubsidi oleh pemerintah Indonesia.

Kedua, dalam perkembangannya, bermunculan penyakit lain yang juga potensial membahayakan manusia.
Sebagian di antaranya telah berhasil diproduksi vaksinnya, seperti HiB (Haemophilus influenza type B), MMR
(Measles, Mumps,Rubella), tifus, Hepatitis A, PCV (Pneumococcal), HPV (Human Papillomavirus), dll.

Vaksin tersebut belum masuk dalam daftar imunisasi PPI dan tidak disubsidi pemerintah sehingga disebut tidak
wajib atau hanya dianjurkan saja. Jadi perbedaannya bukan masalah perlu atau tidak perlu, lho, Ma.

Lalu apakah imunisasi yang dianjurkan akan menjadi imunisasi wajib? Tim Satuan Tugas Imunisasi selalu
menelaah dan memperhatikan semua aspek (bukan hanya aspek medisnya saja). Jadi? Imunisasi wajib adalah
vaksin minimal yang harus didapat anak dengan fasilitas yang disediakan pemerintah. Sedang tambahannya,
bila mampu, baik sekali jika juga diberikan pada anak.

http://parenting.co.id/article/bayi/imunisasi.wajib.vs.yang.dianjurkan/001/002/195