Anda di halaman 1dari 5

MENINGITIS TBC

PENDAHULUAN
Meningitis TBC masih merupakan masalah dalam bidang kesehatan, terutama di
negara-negara kesehatan, terutama di negara-negara berkembang karena angka
kematian dan kecacatan sangat tinggi. Apabila dibandingkan dengan jenis TBC lainnya,
maka meningitis TBC paling banyak menyebabkan kematian,sedangkan apabila
dibandingkan dengan meningitis bakterialis akut maka perjalanan penyakit lebih lama
dan perubahan atau kelainan dalam LCS tidak begitu hebat.

DEFINISI
Meningitis TBC adalah radang selaput otak akibat komplikasi TBC primer,
secara hystologik meningitis TBC merupakan mengingoencheoalitis TBC dimana
terjadi invasi ke selaput dan jaringan susunan saraf pusat.

PENYEBAB
Meningitis TBC disebabkan oleh kuman Micobacterium tuberculosa tipe
hominis, jarang oleh tipe bovinum dan aves.

FAKTOR RESIKO
Penderita yang biasanya berasal dari daerah angka TBC nya tinggi, serta anak
yang terjadngkau pada pelayanan imunisasi. Pada anak angka yang tertinggi terjadi pada
usia 6 bulan sampai 5 tahun. Pada orang dewaa, selain yang mederita TBC paru,
alkoholik, juga pada orang-orang dengan pengobatan kortikosteroid yang lama serta
individu dengan imunosupresif.

PATOFISIOLOGI
Meningitis TBC biasanya terjadi oleh karena aktivasi infeksi laten mikobacterum TBC.
Infeksi primer biasanya melalui jalan nafas kemudian secara hematogen ke meningen
dan permukaan otak. Disini kuman tersebut berdiam dalam tuberkel yang kemudian
setelah beberapa waktu oleh suatu rangsangan misalnya gangguan imunitas, dapat pecah
dan masuk kedalam ruang subarachnoid kemudian menyebabkan meningitis TBC atau
dapat membesar menjadi tuberculoma.

DIAGNOSIS
- Gambaran Klinik
Gejala yang paling menonjol pada permulaan penyakit adalah panas,
adanya rangsang menigeal dan kesadaran menurun. Menurut British Medical
Research Council gambaran klinisnya dibagi dalam 4 stadium

I. Stadium I
Berlangsung selama 2 minggu sampai 3 bulan. Permulaan penyakit
yang bersifat sabakut, gejala panas yang tidak begitu tinggi kadang hilang
timbul nyeri kepala, anoreksia, fotofobia, nyeri punggung. Namun rangsang
meningeal belum jelas karena perjalanan penyakit yang kronis. Disamping
itu hidrochepalus juga belum ada.

II. Stadium II
Gejalanya mulai memberat terdapat kejang umum/ fokal kadang
sampai terjadi epistotonus. Tanda rangsang meningeal mulai nyata.
Kesadaran mulai menurun. Dapat terjadi gejala, defisit neurologis fokal dan
terkadang terdapat gangguan Nervus Cranialis. Pada funduscopy ditemukan
atrofi NII dan choroid tubercel.

III. Stadium III


Gejala kejang semakin hebat, kesadaran menurun namun belum
sampai koma. Suhu makin tinggi karena gangguan regulasi pada
dierchepalon.

IV. Stadium IV
Penderita dalam keadaan koma dan shock, terjadi gangguan
pernafasan dan gangguan miksi berupa retensio atau inkontinensia urin. Bila
tidak diobati bisa menimbulkan kematian dalam 3 minggu.

- Pemeriksaan penunjang
1. Fundus Oculi
Adanya peningkatan tekanan intrakranial, adanya choroid tuberkel.
2. Pemeriksaan Lumbal Pupiksi.
Hasil :
- Tekanan meninggi lebih dari 70 200 mm H2O
- Warna : jernih atau sontokrom bila akan diendapkan akan timbul gambaran
seperti sarang laba-laba.
- Jumlah sel meningkat terutama mononuklear > 50 500 sel/ul.
- Protein meninggi kadang bisa sampai > 500 mg/dl
- Glukosa sangat menurun kadang bisa sampai kurang dari 20 mg/dl
3. Pemeriksaan Bakteriologis
- Preparat hapus dengan pengecatan ZN atau than tiam hok
- Kultur dan sensitivity test
- Percobaan binatang
4. Tes Antigen dalam darah dan LCS
5. Pemeriksaan Radiologis :
a. X-foto thorak hanya 2/3 menunjukkan infeksi aktif atau bekasnya
b. Pneumo ensefalografi
c. Angiografi untuk melihat adanya hidrosefalus dan penyumbatan.
d. CT Scan :
Hasil : Hidrochepalus
Pembuatan sistema basalis.
Mendeteksi proses kerusakan di korteks
6. pemeriksaan serologis dengan PPD 5TU.
PENATALAKSANAAN
Pengobatan Medicomentosa.
1. Umum dan Simptomatik
2. Etiologis dengan obat-obat anti Tubercoluse. Kombinasi yang dianjurkan untuk
meningitis adalah :
- INH + Streptomicyn + Rifampicyn.
- INH + Ethambutol + Rifampicyn.
- INH + Pyrazinamid + Rifampicyn.
Pengobatan berlangsung antara 6 sampai 12 bulan
3. Pemberian Kortiko steroid :
Sebenarnya pemakaiannya masih kontroversi. Tetapi masih digunakan bila
didapatkan gejala :
- Hidro sefalus pada permulaan penyakit yang makin membesar.
- Adanya eksudat dibagian basal
- Adanya edema disekitar tuberculoma.
- Edema otak karena infeksi
- Disfungsi sumsum tulang belakang oleh karena pembengkakan atau iskemi.

KOMPLIKASI
1. Terjadi hidrosefalus dan blok spiral.
2. Oklusi pembulih darah cabang karotis, vertebro asiter dan spiral.
3. Edema yang menyebabkan peningkatan tekanan intra kronial.
MENINGITIS TBC

Disusun Oleh :
FORMATIUR A SINAGA G.001 95 4408
NURUL SETIORINI G.2170 96 126
MAGDALENA DWI W G.001 95 4439

BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2001