Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA : WAHAM

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN TELOGOREJO


SEMARANG
2011
LAPORAN PENDAHULUAN
PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA : WAHAM

A. Masalah Utama
Perubahan isi pikir : waham.

B. Proses terjadinya masalah

a) Pengertian

1. Waham merupakan keyakinan seseorang berdasarkan penelitian realistis


yang salah, keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan
latar belakang budaya (Keliat, BA, 1998).

2. Waham adalah kepercayaan yang salah terhadap objek dan tidak konsisten
dengan latar belakang intelektual dan budaya (Rawlins, 1993).

3. Waham adalah keyakinan salah yang secara kokoh dipertahankan,


walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas
sosial (Maramis, 1998).

b) Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala pada klien dengan perubahan proses pikir : waham adalah sebagai
berikut :
1. Menolak makan
2. Tidak ada perhatian pada perawatn diri
3. Ekspresi wajah sedih atau gembira atau ketakutan.
4. Gerakan tidak terkontrol.
5. Mudah tersinggung.
6. Isi pembicaraan tidak sesuai kenyataan.
7. Tidak bisa membedakan antara kenyataan dan bukan kenyataan.
8. Menghindar dari orang lain.
9. Mendominasi pembicaraan.
10. Berbicara kasar.
11. Menjalankan kegiatan keagamaan secara berlebihan.
(Nita Fitria , 2009: 76)
C. Sebab

1.Harga diri rendah


Penilaian negative seseorang terhadap diri dan kemampuan, yang di
ekspresikan secara langsung atau tidak langsung
Tanda dan Gejala:
Percaya diri kurang
Mencederai diri
Menarik diri
Mengkritik diri sendiri
Pandangan hidup yang pesimistis
Tidak menerima pujian
Penurunan produktivitas
D. Akibat

Akibat dari waham klien dapat :

mengalami kerusakan komunikasi verbal : adalah keadaan dimana seorang


mengalami kemunduran / kerusakan dalam mengirin atau menerima pesan
o Tanda dan gejala:

pikiran tidak realistis

flight of ideas

kehilangan asosiasi,

pengulangan kata-kata yang didengar

dan kontak mata yang kurang.


beresiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan: adalah suatu keadaan
dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik
baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan

o Tanda dan gejala :

Mata merah, wajah agak merah.

Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai.

Ekspresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam.

Merusak dan melempar barang-barang

(http://www.rafani.co.cc/2009/08/askep-jiwa-dengan-waham.html)

Pohon masalah

Kerusakan Resiko tinggi


komunikasi verbal mencederai diri, orang
lain dan lingkungan

Perubahan isi
pikir : waham

Gangguan konsep diri : harga diri rendah

D. Masalah Keperawatan yang Mungkin Muncul


1. Risiko tinggi perilaku kekerasan
2. Perubahan proses pikir: waham
3. Harga diri rendah kronis
4. Kerusakan komunikasi verbal

E. Data yang Perlu Dikaji

Masalah Keperawatan Data yang perlu Dikaji


Perubahan proses pikir : Waham Data Subyektif
Klien Tidak bisa membedakan
antara kenyataan dan bukan
kenyataan.

Klien mengatakan Menjalankan


kegiatan keagamaan secara
berlebihan
Data Obyektif
Menolak makan

Menghindar dari orang lain


Ekspresi wajah sedih atau gembira
atau ketakutan.
Gerakan tidak terkontrol.

Data Subjektif
Harga diri rendah
Mengungkapkan dirinya merasa tidak
Penilaian negative seseorang terhadap
berguna
diri dan kemampuan, yang di ekspresikan
Mengungkapkan dirinya merasa tidak
secara langsung atau tidak langsung
mampu
Mengungkapkan dirinya tidak semangat untuk
beraktivitas atau bekerja
Mengungkapkan dirinya merasa
bersalah terhadap diri sendiri
Mengungkapkan dirinya malas
melakukan perawatan diri
Objektif
Percaya diri kurang
Mencederai diri
Menarik diri
Mengkritik diri sendiri
Pandangan hidup yang pesimistis
Tidak menerima pujian
Penurunan produktivitas

Risiko tinggi perilaku kekerasan


Data Subyektif :
Perilaku kekerasan adalah suatu
Klien mengatakan benci atau kesal pada
keadaan dimana seseorang melakukan
seseorang.
tindakan yang dapat membahayakan
Klien suka membentak dan menyerang orang
secara fisik baik terhadap diri sendiri,
yang mengusiknya jika sedang kesal atau
orang lain maupun lingkungan.
marah.
Riwayat perilaku kekerasan atau gangguan
jiwa lainnya.
Data Obyektif :
Mata merah, wajah agak merah.
Nada suara tinggi dan keras, bicara
menguasai.
Ekspresi marah saat membicarakan
orang, pandangan tajam.
Merusak dan melempar barang-barang.
kerusakan komunikasi verbal : adalah
keadaan dimana seorang mengalami Data Subjektive:
kemunduran / kerusakan dalam mengirin Mengungkapkan kesulitan
atau menerima pesan komunikasi secara verbal

Data Objektive:

pikiran tidak realistis


flight of ideas

kehilangan asosiasi,

pengulangan kata-kata yang


didengar

dan kontak mata yang kurang.

F. Diagnosis Keperawatan
Perubahan proses pikir : waham .

G. Rencana Tindakan Keperawatan


1. Tindakan Keperawatan pada Klien
Tujuan :
a. Klien dapat berorientasi terhadap realitas secara bertahap
b. Klien mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan
c. Klien menggunakan obat dengan prinsip enam benar

Tindakan :
a. Bina Hubungan Saling Percaya
Sebelum memulai pengkajian pada klien dengan waham, kita harus membina
hubungan saling percaya terlebih dahulu agar klien merasa aman dan nyaman saat
berinteraksi. Tindakan yang harus kita lakukan adalah :
1) Mengucapkan salam terapeutik
2) Berjabat tangan
3) Menjelaskan tujuan interaksi
4) Membuat kontrak topik, waktu dan tempat setiap kali bertemu klien
b. Tidak mendukung atau membantah waham klien
c. Yakinkanlah klien berada dalam keadaan aman
d. Observasi pengaruh waham terhadap aktivitas sehari-hari
e. Diskusikan kebutuhan psikologis atau emosional yang tidak terpenuhi karena
dapat menimbulkan kecemasan, rasa takut dan marah
f. Jika klien terus-menerus membicarakan wahamnya, dengarkan tanpa
memberikan dukungan atau menyangkal sampai klien berhenti
membicarakannya
g. Berikan pujian bila penampilan dan orientasi klien sesuai dengan realitas
h. Diskusikan dengan klien kemampuan re balistis yang dimilikinya pada saat
yang lalu dan saat ini
i. Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya
j. Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan fisik dan emosional
klien.
k. Bila klien mampu memperlihatkan kemampuan positifnya, berikan pujian
yang sesuai
l. Jelaskan pada klien tentang program pengobatannya (manfaat, dosis obat,
jenis, dan efek samping obat yang diminum serta cara meminum obat yang
benar)
m. Diskusikan akibat yang terjadi bila klien berhenti minum obat tanpa
konsultasi.

2. Tindakan Keperawatan untuk Keluarga Klien


Tujuan :
a. Keluarga mampu mengidentifikasi waham klien
b. Keluarga mampu memfasilitasi klien untuk memenuhi kebutuhan yang belum
dipenuhi oleh wahamnya
c. Keluarga mampu mempertahankan program pengobatan klien secara optimal.

Tindakan Keperawatan :
a. Diskusikan dengan keluarga tentang waham yang dialami klien
b. Diskusikan dengan keluarga tentang cara merawat klien waham di rumah, dan
keteraturan pengobatan, serta lingkungan yang tepat untuk klien
c. Diskusikan dengan keluarga tentang obat klien (nama obat, dosis, frekuensi,
efek samping, dan akibat penghentian obat)
d. Diskusikan dengan keluarga kondisi klien yang memerlukan bantuan.
DAFTAR PUSTAKA

Aziz R, dkk. Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa. Semarang: RSJD Dr. Amino
Gondoutomo. 2003

Keliat Budi A. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Edisi 1. Jakarta: EGC. 1999

Tim Direktorat Keswa. Standart Ssuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa. Edisi 1. Bandung:
RSJP.2000

Townsend M.C. Diagnosa Keperawatan pada Keperawatan Psikiatri; pedoman untuk


pembuatan rencana keperawatan. Jakarta: EGC. 1998

Stuart. GW dan Sundeen.Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3. Jakarta : EGC, 1998.

Maramis, WF. Ilmu Kedokteran Jiwa Surabaya : Airlangga University Press, 1995.

Fitria, Nita. Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan Strategi
Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP). Jakarta. Salemba Medika. 2009.