Anda di halaman 1dari 9

(TUGAS GEOLOGI EKSPLORASI)

PROSES PENGAMBILAN CONTO DENGAN


DIAMOND DRILLING RIG

Disusun Oleh:

MARIA JEANE INGGRID

103 11 11 004

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
BAB I

PENDAHULUAN

Pengambilan data geologi pada sekarang ini tidak hanya menggunakan data pada
permukaan yang ada di lapangan saja, akan tetapi juga mulai menggunakan data subsurface
(bawah permukaan) yang didapatkan dengan pemetaan bawah permukaan yang biasanya
digunakan dengan data geofisika.
Setelah mendapatkan data geofisika, biasanya kita menganalisa dengan menggunakan
suatu pemodelan terlebih dahulu. Hal ini digunakan untuk menentukan dibawah permukaan
yang kita ambil apakah mengandungn senyawa hidrokarbon, batubara atau pun mengandung
barang tambang mineral lainnya yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.
Untuk itu setelah didapatkan pemodelan yang pasti tentang kandungan hidrokarbon yang
terdapat didalamnya, kita melakukan drilling, hal tersebut dilakukan dengan mengebor tanah
hingga kedalaman yang dicurigai memiliki kandungan hidrokarbon yang tinggi. Dan selama
drilling tersebut itu juga dilakukan proses yang biasa disebut sebagai coring.
Pengambilan data geologi mengenai data bawah permukaan sekarang ini tidak hanya
di lakukan dengan pemetaan geologi diatas permukaan saja, akan tetapi mulai menggunakan
pemetaan bawah permukaan, salah satunga dengan menggunakan data geofisika.
Data geofisika tersebut di dapat dengan menembakan suatu gelombang ke bawah
permukaan bumi, dimana sudah disiapkan penangkap gelombang yang di pantulkan kembali
keatas oleh suatu batuan. Setelah di tangkap, maka kita akan mendapatkan data-data
mengenai perkiraan perlapisan dibawah permukaan bumi yang terbentuk pada daerah tersebut
(daerah yang dilakukan survei geofifika).
Dari data tersebut dapat kita bawa ke laboratorium untuk dilakukan suatu analisa
pemodelan yang selanjutnya akan menghasilkan interpretasi sementara mengenai kandungan
yang ada di bawah permukaan. Tidak memungkiri, survei geofisika atau pengambilan data
geofisika tersebut digunakan untuk mengetahui apakah ada cadangan hidrokarbon, batubara
ataupun kandungan mineral yang mempunyai nilai ekonomis tinggi ataupun tidak pada suatu
kedalaman tertentu.
Setelah dalam pemodelan di pastikan terdapat suatu hasil yang positif, maka
perusahaan yang mengambil data geofisika tadi mulai mengeksplorasi yaitu dengan
melakukan drilling. Drilling merupakan suatu proses pengeboran ke daerah yang dicurigai
mengandung hidrokarbon ataupun barang tambang yang dicari tadi. Dalam suatu proses
drilling tidak hanya melakukan pengeboran, tetapi biasanya juga melakukan coring.
Coring atau pengeboran inti berasal dari kata Core (bukan cor), pekerjaan pemboran
inti dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh data geologi teknik bawah permukaan
tanah (insitu testing) yang akan digunakan untuk analisa geologiteknik dengan melalui
pengujian lapangan dan laboratorium. Pada setiap pemboran inti diusahakan agar perolehan
contoh inti tanah (Core recovery) mencapai 100%. Core Recovery itu sendiri artinya adalah
presentasi tanah/batuan yang diperoleh selama proses pengeboran. Urutan stratigrafi tanah
yang diperoleh sangat tergantung dari core recovery-nya.
Pengeboran pada setiap lokasi akan dilaksanakan dengan distribusi dan kedalaman
yang disesuaikan dengan kondisi geologi tekniknya. Tetapi jika dibutuhkan pengeboran dapat
dilakukan lebih dalam lagi bila terjadi keraguan pengambilan sampel, misalnya terjadinya
ketidakseragaman jenis tanah. Pengambilan contoh inti pemboran dilakukan dengan peralatan
tabung penginti single, double ataupun triple core barrel, tergantung kebutuhannya.
Yang membedakannya adalah tabung pelapis luarnya saja, contohnya pada pengambilan
tanah, tanah pada bagian tengah core barrel tidak akan terganggu (undisturbed) sedangkan
pada bagian pinggiran core barrelnya akan terjadi disturbed sample. Mata bor yang
digunakan juga tergantung pada kondisi tanah yang akan dibor. Untuk type soil akan
digunakan mata bor Tungsten atau Steel Bit dan untuk type batuan digunakan Diamond Bit.
Hasil dari coring berupa core yang digunakan sebagai gambaran dari stratigrafi secara
mini batuan yang ada di daerah tersebut yang mempunyai cadangan hidrokarbon ataupun
barang tambang yang lain. Dalam data core dapat terlihat struktur sedimen, fosil ataupun
kenampakan batuan dari tekstur hingga komposisinya yang kemudian di interpretasi kembali
dan juga dicocokan dengan hasil survei geofisika tadi.
BAB II

PEMBAHASAN
2.1. PENGERTIAN PEMBORAN

Pengeboran adalah salah satu metode yang digunakan dalam suatu proses eksplorasi pertambangan.
Memberikan informasi data mengenai keadaan bawah-tanah melalui garis lubang pengeboran. Dari setiap
pemboran biasanya dibuat sebuah laporan pemboran. Di dalamnya dicatat dengan cermat material-material
apa saja yang telah ditemukan, dan selain itu juga kecepatan penetrasi dan perilaku material terhadap alat
pemboran. Pada intinya pengeboran dimaksudkan untuk mendapatkan data sesuai dengan
kebutuhannya, jadi jenis apapun itu metodenya sah-sah saja selama kebutuhan data itu
terpenuhi.
1. Open Hole adalah teknik pengeboran dengan melubangi area tertentu sesuai
perencanaan sampai kedalaman yang telah direncanakan.
2. Touch Corring adalah tenik pengeboran yang awalnya dilakukan dengan metode
Open Hole dan ketika mata bor menyentuh batubara (indikasi dari lubang bor
keluarnya sample cutting batubara dan air berwarna hitam akibat batubara tergerus
serta insting dari juru bor waktu proses pengeboran), maka akan di stop putaran
bornya.
3. Full Corring adalah teknik pemboran yang dilakukan dari atas sampai bawah
kedalaman yang direncanakan dengan mengambil sample coring tanpa melakukan
metode Open Hole. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih
mendetail mengenai data variasi batuan (stratigrafi) dari dalam lubang bor.

2.2. PENGERTIAN DIAMOND DRILLING

Pemboran inti di dalam eksplorasi pada umumnya dilakukan dengan diamond


drilling. Pemboran dalam proses pengambilan conto pada eksplorasi yang menggunakan
mesin bor ini menggunakan sebuah mesin bor yang disebut mesin pemboran inti (diamond
drilling rigs). Pada mesin ini butir-butir intan yang dipasang pada matrix besi (carbite)
sehingga menghasilkan laju pemboran yang relatif lambat. Pemakaian intan dipertimbangkan
karena intan merupakan zat padat yang sampai sekarang dianggap paling keras dan abrasif
dengan skala Mosh yang dimiliki intan adalah 10, sehingga intan dapat menembus formasi
batuan yang keras. Conto yang diperoleh berupa inti yang berbentuk silinder. Ukuran dari
conto bergantung dari ukuran mata bor yang digunakan.

Pada pemboran inti, contoh batuan yang terambil dapat berupa inti dan sludge yang
masing-masing diletakkan dalam core box untuk inti dan sludge
box untuk sludge. Sludge adalah hasil gesekan pahat dengan batuan yang kemudian diangkat
oleh air pembilas, karena itu sludge akan berupa lumpur.

2.3. BAGIAN-BAGIAN MESIN DIAMOND DRILLING RIG

Alat pemboran ini adalah alat standart dan yang paling populer untuk eksplorasi
cebakan mineral. Nama Diamond Drilling Rig digunakan karena alat ini yang paling banyak
dipakai untuk pengintian (coring) yang menggunakan mata bor dari intan.
Bagian-bagian mesin ini berupa:
1. Mesin berukuran relatif kecil dan dipasang pakai roda atau batang luncur (skids),
ditarik dengan bulldozer, kendaraan 4-wheel drive atau ditarik dengan winch pada
tempat yang sulit dijangkau, atau digantung dengan slung di bawah helicopter, atau
juga dapat dipreteli menjadi bahagian-bahagian/komponen kecil dan dapat dipikul
secara manual.
2. Kemudian pipa bor dengan chuck, yang ditransmisikan pada mesin.
3. Lalu kaki tiga dari pipa besi untuk mengendalikan pemasangan/pencabutan batang
bor dengan menggantungkannya pada sistem katrol dengan swivel yang
disambungkan pada pipa selang untuk menyalurkan cairan pembilas dari pompa
lumpur.
4. Bagian yang paling penting adalah mata bor yang dipasang butir-butir pada matrix
besi (carbite). Mata bor jenis ini biasa disebut diamond bit. Jenis mata bor yang
digunakan : blade type, roller type, matabor intan ,tungsten-carbida. Matabor jenis
bilah (Blade type) membor lebih cepat.
5. Selain itu terdapat palu pemukul berputar di dalam lubang (Rotary percussion down
hole hammers) yang tersedia untuk formasi-formasi yang keras. Dapat dipasangi
bumbung inti jenis tripple stationary inner split tube yang ditarik tali kawat.

2.3. CARA KERJA MESIN DIAMOND DRILLING RIG

Pengeboran dengan diamond bit ini sifatnya bukan penggalian (pengerukan dengan
gigi berputar), tetapi diamond bit ini membor batuan berdasarkan penggoresan dari butir-butir
intan yang dipasang pada matrix besi (carbite) sehingga menghasilkan laju pemboran yang
relatif lambat. Kontak langsung antara intan-intan dengan formasi batuan menyebabkan
kerusakan yang cepat karena panas yang ditimbulkan.
Cara kerja yang lebih jelas adalah sebagai berikut:
1. Lubang dalam formasi dibuat oleh gerakan putar dari pahat untuk mengeruk batuan dan
menembus dengan suatu rangkaian batang bor yang berlobang (pipa).
2. Rangkaian pipa bor disambungkan pada mesin sumber penggerak dengan berbagai
macam alat transmisi, seperti kelly dan rotary table, chuck ataupun langsung.
3. Sumber penggerak (mesin bensin, diesel dan sebagainya) atau dengan perantaraan
kompresor/motor listrik.
4. Pelumas/pendingin (air, lumpur, udara). Cairan pelumas dipompakan lewat pipa, keluar
lewat pahar bor kembali lewat lobang bor di luar pipa (casing) atau sebaliknya.
5. Pompa sebagai penggerak/penekan cairan pelumas.
6. Pipa/batang di atas tanah ditahan/diatur dengan menggantungkannya pada suatu
menara/derrick dengan sistem katrol atau dipandu lewat suatu rak (rack) untuk
keperluan menyambungnya atau mencabut serta melepaskannya dari rangkaian.
7. Untuk memperdalam lubang bor rangkaian pipa bor ditekan secara hidrolik atau
mekanik maupun karena bebannya sendiri.
8. Conto batuan hasil kerukan mata bor didapatkan sebagai :
Serbuk atau tahi bor (drill-cuttings) yang dibawa ke permukaan oleh lumpur bor
atau air pembilas. Serbuk penggerusan batuan dibawa oleh air pembilas ke
permukaan sambil mendinginkan mata bor.
Inti bor (drill core) yang diambil melalui bumbung pengambil inti (core barrel).

2.4. PROSES PENGAMBILAN CONTO DENGAN MESIN DIAMOND DRILLING RIG

Setelah mendapatkan inti bor (drill core) yang berada dalam tabung harus diambil d
supaya dapat dianalisis untuk mengetahui apa saja kandungan mineral yang terdapat dalam
inti bor tersebut. Cara-cara dalam pengambilan inti bor adalah sebagai berikut:
a. Untuk pengambilan inti mata bor yang digunakan bersifat bolong di tengah sehingga
batuan berbentuk cilinder masuk ke dalamnya dan ditangkap oleh core barrel. Mata
bor ini biasanya menggunakan gigi dari intan atau baja tungsten.
b. Bumbung inti (core barrel) diangkat ke permukaan
Dicabut dengan mengangkat seluruh rangkaian batang bor ke permukaan setiap kali
seluruh bumbung terisi.
Dicabut lewat tali kawat (wireline) melalui lubang pipa dengan kabel).
c. Pipa selubung penahan runtuhnya dinding lubang bor (casing) dipasang setiap
kedalaman tertentu tercapai, untuk kemudian dilanjutkan dengan matabor yang
berukuran kecil (telescoping). Pipa selubung dipasang untuk mengatasi adanya
masalah seperti masuknya air formasi secara berlebihan (water influks), kehilangan
sirkulasi lumpur pemboran karena adanya kekosongan, dalam formasi, atau lemahnya
lapisan yang ditembus
2.5. PENYIMPANAN CONTO (INTI BOR)

Setelah mendapatkan inti bor yang dilakukan selanjutnya adalah menyimpan dan kemudian
menganalisis inti bor tersebut. Cara kerja yang biasa digunakan sebagai berikut:
Inti bor dicuci dan dikeringkan, kemudian dipatahkan meter demi meter. Setelah
dipatahkan setiap meter maka batang-batang inti disimpan dalam peti kayu/aluminium
yang dirancang khusus, dan disusun sedemikian rupa sehingga atas bawahnya jelas,
serta kedalamannya diperlihatkan dengan tanda-tanda yang ditulikan dengan spidol
pada penyekat antar inti. Waktu dilakukan pengamatan harus hati-hati untuk
menempatkan setiap conto dalam urutan, arah dan susunan yang sama.
Batang inti yang akan dianalisa di laboratorium, seperti selang yang termineralisasi
inti batuan ini dibelah (split) menjadi 2 (1 dipakai untuk essay, 1 untuk dokumentasi).
Conto inti untuk analisa laboratorium harus diambil dari inti yang telah dibelah ini.
Penanganan conto inti ini harus dijaga supaya tidak terkontaminasi, terutama yang
diperuntukan assay mineralisasi logam. Dalam hal batubara conto inti untuk dianalisa
di laboratorium harus segera dibungkus dengan kertas parafin yang kedap udara,
untuk menjada kelembaban aslinya (moiture content). Untuk setiap conto yang akan
dianalisa di laboratorium perlu dicatat kode nama/nomor lubang bor dan
kedalamannya.

2.5. CARA PENGGABUNGAN INTI DAN SLUDGE UNTUK MENGHITUNG ASSAY


RATA-RATA

Dalam pelaksanaan pemboran inti, tidak sederhana untuk memperoleh core recovery
seratus persen. Dengan demikian maka bagaimana menggabungkan inti (core) dengan sludge
untuk mendapatkan suatu hasil rata-rata yang respresentatif.
Untuk mendapatkan assay rata-rata dari core dan sludge, maka assay core dan assay
sludge harus digabungkan. Secara sistematis ada beberapa cara yang dikenal antara lain:

a) Core Volume Ratio (Long Year)

At = C x vol c + S x vol s

Volume total
b) Propotional Weights

At = C x wt c + S x wt s
Berat total

c) Modified combined weights (bila sludge recovery lebih besar dari 100%)

100
At = (wt c x C) + sludge recovery x berat teoritis S x assay S
wt c + 100

sludge recovery x berat teoritis sludge

keterangan: At = assay rata-rata


C = assay core
S = assay sludge

Perhitungan kadar rata-rata suatu conto mineral yang didapat adalah:


K= (Berat Mineral)/(Berat Contoh) x 100%