Anda di halaman 1dari 6

TERM OF REFERENCE (TOR)

PELAKSANAAN KEGIATAN
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT TERNAK
TAHUN ANGGARAN 2017

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR


DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
TOR

NAMA PROGRAM : PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT TERNAK


NAMA KEGIATAN : 1. PEMELIHARAAN KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT
MENULAR TERNAK
2. PENYEDIAAN OBAT-OBATAN DAN PERLENGKAPAN KESEHATAN
HEWAN
UNIT KERJA : DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
KODE KEGIATAN :

I. LATAR BELAKANG
Dalam kurun waktu 2 dasawarsa terakhir peningkatan populasi ternak bertambah
secara signifikan pada skala peternakan rakyat di Kabupaten Kepulauan Selayar, tentunya
hal ini merupakan informasi yang menggembirakan bagi pertumbuhan perekonomian
masyarakat, tetapi seiring dengan pencapaian tersebut secara keseluruhan belum mampu
memberikan jaminan terhadap optimalisasi produksi ternak di Kabupaten Kepulauan
Selayar dikarenakan produktifitas ternak masih sangat rendah, hal ini tidak terlepas dari
sistem tatalaksana pemeliharaan ternak. Salah satu bagian tersebut adalah aspek
kesehatan hewan yang masih dipandang tidak penting oleh sebagian masyarakat peternak
atau masyarakat lainnya sehingga masih banyak dijumpai ternak yang pertumbuahannya
tidak optimal, morbiditas dan mortalitas akibat penyakit yang masih tinggi sehingga
dikhawatirkan akan menghambat target pencapaian populasi dan produksi ternak di
Kabupaten Kepulauan Selayar yang akan berimbas pada target pencapaian populasi ternak
dalam skala Provinsi bahkan skala Nasional.
Penyakit yang disebabkan oleh agen baik itu bacterial, viral, parasiter dan penyakit
metabolik masih mendominasi angka kejadian penyakit ternak di Kabupaten Kepulauan
Selayar sampai saat ini, morbiditas dan mortalitas yang tinggi akibat penyakit tersebut
banyak dijumpai pada ternak muda dan dan ternak dewasa, disisi lain kewaspadaan dini
terhadap penyakit infeksius zoonosis tidak dapat diabaikan dikarenakan dapat mengganggu
keberlanjutan usaha peternakan.
Pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak adalah salah satu bagian dari
manajemen kesehatan hewan, merupakan program prioritas pemerintah dalam upayanya
untuk memberikan jaminan terhadap status kesehatan ternak sebagai prasyarat untuk
meningkatkan produksi dan produktifitas ternak dan mewujudkan kesiapsiagaan terhadap
munculnya kejadian penyakit ternak baik yang menular khususnya yang dapat menular
kepada manusia (zoonosis) ataupun tidak, maka perlu dilakukan upaya-upaya yang tepat
sasaran dalam mewujudkan pencapaian status kesehatan ternak yang dapat meningkatkan
produksi dan produktifitas ternak dalam rangka peningkatan pencapaian populasi ternak
skala rakyat di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam waktu yang akan datang.
Untuk mencapai hal tersebut, maka Pelaksanaan Program Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit Ternak TA. 2017 harus dilaksanakan sesuai petunjuk melalui
persiapan, pelaksanaan, penggunaan Dana, serta tata cara operasional pelaksanaan
kegiatan dengan harapan semua kegiatan dapat terlaksana dengan baik, efisien dan efektif.

II. TUJUAN
Tujuan program kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak antara lain:
1. Menurunkan tingkat kejadian (morbiditas) dan angka kematian (Mortalitas) akibat
penyakit ternak
2. Meningkatkan pengendalian dan penanggulangan kasus penyakit pada ternak di
Kabupaten Kepulauan Selayar
3. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan hewan di wilayah Kabupaten Kepulauan
Selayar
4. Meningkatkan produktifitas dan menekan kerugian ekonomi yang dialami peternak
akibat penurunan produktifitas ternak.
5. Mencegah penyebaran penyakit yang bersifat zoonosis.

III. KELUARAN
1. Terlaksananya kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak rakyat di
kabupaten Kepulauan Selayar
2. Terkendalinya penyakit ternak di Kabupaten Kepulauan Selayar
3. Terpantaunya kejadian penyakit zoonosis di Kabupaten Kepulauan Selayar

IV. MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN


Mekanisme pelaksanaan kegiatan meliputi:
A. Persiapan pelaksanaan sebagai berikut:
1. Penetapan prosedur dan tata cara pelaksanaan kegiatan pencegahan dan
penanggulangan penyakit ternak.
2. Penetapan alokasi kebutuhan ketersediaan obat-obatan, vaksin, sera.
3. Penetapan alokasi target pengobatan penyakit ternak.
4. Penetapan alokasi target pelayanan kesehatan hewan dan inseminasi buatan
5. Penetapan alokasi operasional bagi petugas medis dan paramedic pada pusat
kesehatan hewan.
6. Penetapan jadwal pelaksanaan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kabupaten Kepulauan Selayar.
7. Penyiapan blangko pelaporan kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit
ternak.
B. Penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut:
1. Pengadaan obat-obatan, vaksin dan sera berdasarkan tingkat kejaidan penyakit
ternak yang sering muncul dan antisipasi kejadian penyakit zoonosis.
2. Pemberian obat oleh petugas medis dan paramedic untuk menekan kejadian
penyakit yang muncul pada ternak meliputi: penyakit parasiter, penyakit bacterial,
penyakit mikal, penyakit metabolic ataupun penyakit yag bersumber dari agen
penyakit lainnya di 11 Kecamatan di kabupaten Kepulaun Selayar.
3. Pelayanan vaksinasi rabies pada daerah yang beresiko tinggi mencakup 70% dari
populasi HPR.
4. Pengambilan sampel darah sapi dalam rangka surveilans penyakit brucellosis di
desa/kecamatan yang ditetapkan minimal 70% dari populasi
5. Pengujian screening test RBT serum sapi di desa/kecamatan yang ditetapkan dari
hasil pengambilan sampel.
6. Pelayanan Inseminasi Buatan pada daerah yang ditetapkan
C. Pelaporan
1. Hasil kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak dilaporkan oleh
Tim Pelaksana Kegiatan dengan melampirkan semua data sesuai dengan format
yang telah dibuat oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten
Kepulauan Selayar untuk dipertanggungjawabkan.
2. Laporan pertanggungjawaban kegiatan tersebut paling lambat diterima oleh Bidang
Peternakan pada bulan November tahun berjalan.
3. Laporan evaluasi hasil kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak
akan dibuat setelah semua laporan pertanggungjawaban dari petugas medis dan
paramedis telah terealisasikan.
V. BIAYA
Biaya pelaksanaan kegiatan Pengendalian dan Penanggulangan Brucellosis dibebankan
pada Anggaran Satuan Kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan dana sebesar
Rp. 195.000.000,- meliputi:
1. Pemeliharaan Kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak
a. Biaya Operasional Kesehatan Hewan dan IB Rp. 20.000.000,-
2. Penyediaan Obat-obatan dan perlengkapan kesehatan hewan
a. Pengadaan obat-obatan, vaksin dan sera Rp. 150.000.000,-
3. Operasional petugas medis dan paramedic kesehatan hewan Rp. 25.000.000,-

VI. PENGUKURAN KINERJA


Input : Dana
Output : Terlaksananya Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Ternak
Outcomes : Menurunnya angka kejadian penyakit ternak sebesar 30%
VII. PENUTUP
Demikian Term Of Referens (TOR) kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan
Penyakit Ternak ini dibuat untuk dijadikan sebagai bahan acuan atau pedoman dalam
pelaksanaan kegiatan

RINCIAN ANGGARAN BIAYA


PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT TERNAK

Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak 195,000,000

Biaya Operasional Kesehatan Hewan dan IB 20,000,000


1 Operasional Vaksinasi Rabies 100 ekor 25,000 2,500,000
3 Operasional Pengambilan Sampel Darah 500 ekor 10,000 5,000,000
4 Operasional Pemeriksaan RBT 500 ekor 10,000 5,000,000
5 Operasional Inseminasi Buatan 100 ekor 75,000 7,500,000

Pengadaan Obat-obatan, vaksin dan Serra 1 tahun 147,500,000