Anda di halaman 1dari 4

A.

Pendahuluan
Restoran pertama McDonald bersaudara didirikan pada tahun 1937 di timur Pasadena,
California. Saat itu mereka tidak menyediakan hamburger, tidak ada arena bermain, dan tidak
menawarkan Happy Meals. Menu yang paling populer adalah hot dog. Dari awal yang
sederhana, Ray Kroc membangun McDonald menjadi bisnis raksasa yang menghasilkan lebih
dari $ 23,5 miliar pendapatan tahunan dan mempekerjakan lebih dari 450.000 orang di sekitar
32.000 restoran di 118 negara. Selama beberapa dekade, pertumbuhan dan margin keuntungan
McDonald telah membuat iri dunia. McDonald dianggap sebagai bisnis yang efektif dengan
potensi yang sangat besar untuk pertumbuhan domestik dan internasional.
Selera konsumen terus berubah, dan orang dewasa mulai bosan dengan menu
McDonald pada 1960-an. Menanggapi tekanan lingkungan seperti perubahan selera
konsumen, McDonald memperkenalkan sandwich baru yang disebut Big Mac. Kepada
konsumen yang mulai bosan daging sapi, McDonald memperkenalkan McNuggets ayam dan
sandwich ayam pada awal tahun 1980 dan dalam waktu empat tahun menjadi penjual unggas
terbesar kedua nasional. Pada tahun 2000, McDonald mulai menerima kartu kredit untuk
pembayaran makanan. Pada tahun 2009, perusahaan menambahkan item premium baru seperti
burger Angus dan McCaf kopi (latte, cappuccino, dll) untuk membantu meningkatkan
penjualan selama masa resesi. Langkah terakhir ini tampaknya akan membantu menstabilkan
penjualan di Amerika Serikat dan meningkatkan keuntungan di luar negeri. Dengan penjualan
pada restoran di AS tetap datar (tidak negatif) pada 2009, sedangkan penjualan di luar negeri
tumbuh sebanyak 4,3 persen di Eropa, Asia / Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.
McDonald berubah sesuai tuntutan lingkungan. Ini menjadi nama merek yang paling
diakui dan dibangun ribuan restoran Emas Arches. McDonald ingin memberikan konsumen
dengan makanan yang berkualias, disajikan dengan cepat, dengan harga yang wajar. Di masa
lalu, bagaimanapun, upaya McDonald pada pizza, fajitas, pasta, ayam goreng, dan sandwich
rendah lemak semuanya telah gagal.
Untuk perusahaan yang menikmati pertumbuhan yang signifikan selama lima dekade
berdasarkan kemampuannya untuk membaca tren lingkungan, kegagalan adalah hal yang
mengejutkan. McDonald sudah tidak bisa memanfaatkan nama merek atau bergerak di luar
hamburger dan kentang goreng. Selama periode ketika orang Amerika makan secara
berlebihan, McDonald telah gagal untuk menangkap porsi pertumbuhan pasar. Namun, setiap
hari McDonald menyajikan makanan untuk 1 dari setiap 14 orang Amerika. McDonald telah
memperluas pasar di lebih dari 120 negara yang melayani sekitar 5 juta pelanggan setiap hari.
McDonald terus memasuki pasar baru setiap tahun. Ekspansi di seluruh dunia telah
menciptakan masalah pada kontrol kualitas: McDonald dihadapkan dengan masalah kontrol
kualitas atas peningkatan jumlah toko tanpa memeriksa kualitas produk yang mereka sajikan
dengan hati-hati. Dalam sebuah survei untuk Majalah Restoran & Lembaga di mana 2.800
konsumen dinilai secara berantai berdasarkan rasa makanan mereka, McDonald berada di
peringkat 87 dari 91. Konsumen di seluruh dunia mengutamakan rasa dan kualitas ketika
memilih sebuah restoran.
McDonald, seperti rantai makanan cepat saji lainnya, berusaha untuk mengatasi klaim
bahwa menu mereka penuh dengan makanan yang berkontribusi terhadap obesitas.
Menyediakan item menu yang lebih bergizi masih merupakan tantangan untuk sebuah bisnis
yang terutama berhubungan dengan hamburger dan kentang goreng.
Efektivitas organisasi McDonald tetap menjadi perhatian serius di antara waralaba,
eksekutif, dan pemegang saham. Bagaimana atau apakah McDonald dapat membuat
perubahan yang diperlukan untuk kembali menjadi orgnisasi yang dulu berorientasi terhadap
pertumbuhan dipertanyakan.

B. Problem Statement
1. Bagaimanakah caranya Mc Donalds memanfaatkan kekuatan dari nama merek
mereka untuk membantu meningkatkan efektivitasnya?
2. Apakah kualitas dan rasa penting untuk anda dalam memilih restoran? Jelaskan.
3. Apa kekuatan dari lingkungan yang paling berbeda jika kita bergerak di thaun 2010-
2020 bila dibandingka dengan tahun 1950an dan 1960an?
C. Tinjauan Literatur

D. Pemecahan masalah
1. Disini sudat pandang dalam menjawab adalah dari sisi manajemen. Merek yang sudah
punya kekuatan yang dibangun selama bertahun-tahun akan memiliki nilai
kepercayaan dari konsumen dan sudah berhasil membangun image yang kuat
dipikiran masyarakat. Sehingga sampai saat sekarang dimana ada kata hamburger dan
kentang goreng pasti sebagian besar orang akan mengarahkan mereka ke Mc Donald.
Jadi seharusnya tidak akan susah untuk membangun efektivitas organisasi untuk terus
melakukan perubahan sesuai dengan zaman dan masa yang dihadapi. Mc Donald
hanya perlu menjaga citra yang ada sekarang saja. Dengan menjaga kualitas makanan
walaupun tidak terlalu banyak modifikasi hal baru konsumen pasti akan tetap setia
dengan Mc Donald, asalkan juga selera konsumen secara general juga diikuti.
Efektivitas Individu tetap bisa terjaga karena dengan merek yang sudah besar tidak
akan sulit menarik individu yang terbaik untuk bergabung dan menyesuaikan dengan
visi dan misi perusahaan. Sedangkan secara kelompok Mc. Donald tentu saja sudah
menerapkan standard control atau pun standard operating procedur yang memadai
sehingga masing-masing individu dalam kelompok bisa bekerja sesuai dengan yang
sudah ditugaskan dengan mereka. Dan apabila dibahas dari sisi organisasi, budaya
yang sudah dibangun selama puluhan tahun oleh Mc Donald tentu saja dapat
mempengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan untuk terus memberikan
pelayanan yang terbaik kepada konsumen dan terus berinovasi sesuai selera
konsumen yang juga berubah sesuai masanya.
2. Kualitas makanan dan rasa tentu saja menjadi pilihan utama tanpa mengesampingkan
bentuk atau pelayanan dari restoran itu sendiri. Seperti hotel yang utamanya adalah
menjual jasa kamar dengan tolak ukur pelayanan, dalam bisnis kuliner yang utama
dijual tentu saja makanan dengan tolak ukur melalui rasa dan kualitas makanan yang
disajikan. Tapi tentu saja pelayanan dan kondisi restoran itu sendiri juga harus
diperhatikan untuk menarik lebih banyak konsumen.
3. Pada tahun 1950an dan 1960an masyarakat ekonomi dihadapkan dengan kondisi
dimana terdapat sedikit penjual dan banyak pembeli. Saat Mc Donald berdiri tingkat
persaingan masih rendah dan kemampuan masyarakat beli masih tinggi, sehingga
hanya dengan burger dan kentang goreng saja Mc Donald dapat memiliki profit yang
besar.
Sedangkan pada masa sekarang, persaingan sudah sangat ketat dimana restoran
sejenis sudah merebak dimana-mana, baik perusahaan multinasional, nasional,
maupun skala lokal. Dan selera konsumen tidak sesederhana dulu dimana saat
sekarang selain rasa dan kualitas, cara penyajian dan keunikan menjadi nilai tersendiri
bagi konsumen. Persaingan juga tidak hanya di dunia usaha secara nyata, namun
memasuki persaingan secara digital melalui iklan, kampanye, dll.
Sehingga dapat disimpulkan pada tahun 50an dan 60an kekuatan itu berada di tangan
pengusaha dan kekuatan konsumen tidak terlalu besar,sedangkan sekarang mutlak
berada di tangan konsumen.
E. Rekomendasi Kebijakan
Quality Control adalah hal yang mutlak dalam bisnis makanan. Karena makanan adalah
sesuatu yang masuk kedalam tubuh manusia, sehingga konsumen tidak akan mau merusah
tubunya sendiri apalagi memasukkan racun kedalam tubuh mereka. Jadi mulai dari
pemilihan bahan makanan sampai makanan tersebut berada di meja konsumen harus
benar-benar diawasi.
Untuk juga melawan klaim atas penyebab obesitas, saatnya juga fast food restaurant
mengkombinasikan menu mereka dengan sesuatu yg lebih sehat, bisa berupa digabung
dalam satu makan dengan modifikasi menu atau menciptkan menu baru atau menyiapkan
makanan atau minuman pendamping yang lebih sehat.
F. Pembelajaran Dari Kasus
Merek besar memang bisa dijadikan jaminan untuk bisa menarik konsumen. Namun untuk
tahun 2000an sekarang dan kedepannya sejarah kejayaan masa lalu tidak lah cukup. Butuh
terus inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan dunia dan pola hidup masyarakat
sekarang. Tidak ada salahnya membuat banyak gerai baru diberbagai macam tempat,
namun efektivitas harus tetap dijaga, sehingga gerai baru tersebut dapat menopang hidup
mereka sendiri tanpa tergantung dari subsidi pusat untuk operasional mereka. 100 gerai
dengan satu juta pelanggan masih lebih baik dibanding 1000 gerai dengan dua juta
pelanggan. Dan dengan lebih banyak gerai akan lebih susah untuk mengontrolnya.
Sehingga efektivitas organisasi menjadi hal yang sangat penting bagi kelangsungan suatu
usaha.
G. Referensi