Anda di halaman 1dari 4

3

BAB II

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS

Nama : Nn. NR

Umur : 16 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Pekerjaan : Pelajar

Alamat : Jl. Kelayan A, Gg. Setiabudi

POLI : 12 Juni 2017

RMK : 1-35-34-69

II. ANAMNESIS

Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 12 Juni 2017

pukul 10.30 WITA di Poli Mata RSUD Ulin Banjarmasin.

Keluhan Utama: Benjolan di kelopak mata kanan

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien datang dengan keluhan muncul benjolan di kelopak mata kanan

sejak kurang lebih 2 minggu sebelum pasien datang ke rumah sakit. Keluhan ini

muncul secara perlahan-lahan, pada awalnya benjolan tersebut hanya berukuran

seperti biji kepala jarum pentul namun lama kelaman ukurannya bertambah besar.

Pada awal kemunculannya yang dirasakan pasien hanya sedikit gatal saja, tanpa
4

rasa nyeri. Dengan semakin membesarnya ukuran benjolan tersebut maka pasien

merasa kelopak matanya menjadi berat dan terasa seperti ada sesuatu yang

mengganjal. Pasien mengatakan bahwa penglihatannya normal seperti biasa.

Mata terasa gatal (-), mata kemerahan (-), mata terasa nyeri (-). Mata melihat

ganda (-). Riwayat penggunaan kacamata (-). Riwayat penggunaan lensa kontak

selama 3 bulan sebelum muncul benjolan (+). Riwayat trauma pada mata (-).

Pasien sudah mencoba mengobati keluhan tersebut dengan cara alternative yaitu

mengkonsumsi jus alpukat berdasarkan informasi yang pasien terima dari sebuah

apotek bahwa hal tersebut dapat menyembuhkan keluhannya, namun setelah

dilakukan, tidak ada perubahan pada benjolan.

Riwayat Penyakit Dahulu:

Pada saat pasien kelas 6 SD, pasien juga pernah mengalami keluhan serupa pada

kelopak mata kanan, kemudian benjolan tersebut dibelah dan dikeluarkan isinya.

Riwayat Penyakit Keluarga:

Tidak ada keluhan serupa yang diderita pada keluarga, riwayat penyakit mata

lainnya, riwayat hipertensi, diabetes disangkal.

III. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum: Baik

Kesadaran: Kompos Mentis

Status Generalis: TD: 120/80 MmHg

Nadi: 78 x/menit
5

RR: 20x/menit

T: 36,4oC

Status Lokalis :

OD OS
6/6 Visus 6/6
Sentral Kedudukan Sentral
Ke segala arah Pergerakan Ke segala arah
Bentuk normal, tampak
benjolan berukuran 1x2 cm
Palpebra sup Bentuk normal, edema (-)
pada ujung kelopak mata,
hiperemis (-)
Bentuk normal, edema (-) Palpebra inf Bentuk normal, edema (-)
Konjungtiva
Hiperemi (-), edema (-) Hiperemi (-), edema (-)
tarsal
Konjungtiva
Hiperemi (-) Hiperemi (-)
bulbi
Jernih Kornea Jernih
Putih Sklera Putih
Normal COA Normal
Cokelat, kripta (+) Iris Cokelat, kripta (+)
Bulat, sentral, 3 mm, Bulat, sentral, 3 mm,
Pupil
reflek cahaya (+/+) reflek cahaya (+/+)
Jernih Lensa Jernih
Tidak dilakukan Funduskopi Tidak dilakukan
Tidak dilakukan Tonometri Tidak dilakukan
Tidak dilakukan Tes Fluorescen Tidak dilakukan
Normal Palpasi Normal

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pasien belum dilengkapi pemeriksaan penunjang.

V. DIAGNOSIS KERJA

Kalazion (palpebra superior occuli dekstra)


6

VI. DIAGNOSIS BANDING

Hordeolum

VII. PENATALAKSANAAN

- Kompres air hangat 10-20 menit 4x sehari

- Eskokleasi Kalazion

- Beri salep Gentamisin 2x1

- Menjaga kebersihan mata

- Kontrol di poliklinik mata jika tidak ada perbaikan

VIII. KOMPLIKASI

Rusaknya sistem drainase pada kalazion dapat menyebabkan trichiasis,

dan kehilangan bulu mata. Kalazion yang rekuren atau tampat atipik perlu

dibiopsi untuk menyingkirkan adanya keganasan. Astigmatisma dapat terjadi jika

massa pada palpebra sudah mengubah kontur kornea. Kalazion yang drainasenya

hanya sebagian dapat menyebabkan massa jaringan granulasi prolapsus diatas

konjungtiva atau kulit.

IX. PROGNOSIS

Terapi bisanya berhasil dengan baik. Jika lesi baru sering terjadi, drainage

yang kurang adekuat mungkin mengikatkan lokal rekurensi ini. Kalazion yang

tidak diobati kadang-kadang terdrainase secara spontan, namun biasanya lebih

sering persisten menjadi inflamasi akut intermitten. Bila terjadi kalazion berulang

beberapa kali sebaiknya dilakukan pemeriksaan histopatologik untuk menghindari

kesalahan diagnosis dengan kemungkinan keganasan.