Anda di halaman 1dari 1

Kesimpulan jurnal vit B

Sejak akhir tahun 1930, dimana vitamin sintetik pertama kali digunakan. Besar kemungkinan
terjadi kelebihan vitamin, terutama vitamin B. Yang berkontribusi dalam peningkatan angka
obesitas. Perbedaan angka obesitas di suatu Negara dipengaruhi oleh konsumsi, peraturan dan
standarisasi makanan yang difortifikasi terutama yang mengandung vitamin B dalam kadar tinggi.
Fortifikasi vitamin pada makanan pokok dapat berbahaya karena dapat menyebabkan tingginya
jumlah intake vitamin pada individu. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengkaji ulang dan
memerhatikan standar dari fortifikasi vitamin.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

` Telah diketahui bahwa konsumsi vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam konsentrasi
rendah, namun dapat menjadi toksik pada konsentrasi tinggi. Fenomena ini dikenal sebagai
Bertrands rule. Pengaruh vitamin pada peningkatan berat badan juga mengikuti Bertrands rule
ini. Sebagai contoh dapat dilihat efek peningkatan berat badan yang disebabkan oleh niacin pada
hewan ayam, tikus dan babi. Peningkatan suplementasi dari 0-60 mg asam nicotinic (niasin)/kg
cenderung meningkatkan asupan, berat badan dan peningkatan lemak tubuh. Peningkatan
maksimal terjadi dalam kadar suplementasi niacin 60 mg/kg.

Dosis ini hampir sama dengan dosis niacin yang digunakan pada tepung terigu fortifikasi di
sebagian negara seperti Amerika, Kanada, Arab Saudi dan Kuwait, yang memungkinkan
menyebabkan efek peningkatan berat badan yang maksimal apabila dikonsumsi oleh manusia.
Namun, dalam dosis tinggi (5000 mg/kg), nicotinamide memiliki efek toksik, salah satunya pada
hati yang dapat menghambat terjadinya peningkatan berat badan.