Anda di halaman 1dari 13

P unden berundak adalah salah satu struktur tertua buatan manusia, beberapa dari

struktur tersebut merupakan bagian dari tradisi megalit (batu besar) yang
berkembang pada zaman neolitik. Punden berundak atau teras berundak (stone
terrace) pada masa awal kemunculannya diduga bukan merupakan struktur
bangunan utuh yang dibentuk, tetapi lebih pada penyesuaian undakan bentang lahan;
penambahan tangga dan batu-batu penyangga raksasa. Bahan utamanya adalah batu yang
dibuat melapisi jalan-jalan tanah dan dinding-dinding sebuah bukit.

Punden adalah kosakata yang terdapat keberadaan roh-roh para leluhur. Pada
dalam bahasa Jawa, secara harfiah perkembangannya juga ada bangunan
punden mempunyai makna terhormat atau kubur yang bergaya islam kemudian
suci. Istilah punden biasanya digunakan ditempatkan di atasnya. Berundak kurang
untuk menamai tempat khusus yang lebih sama artinya dengan bertingkat.
berada di sekitar wilayah tempat tinggal.

Tempat yang dimaksud terkadang ada di


atas bukit dan sering dikaitkan dengan

Punden Berundak Pugung Raharjo, Lampung

Punden berundak gunung padang, Jawa Barat


Punden Berundak di Pura Mehu Desa Selulung
bangli, Bali

Punden candi sukuh gunung lawu, Jawa


Tengah
D
olmen digunakan untuk meletakkan sesaji atau persembahan dalam upacara
pemujaan terhadap roh nenek moyang. Ini menunjukkan kepercayaan mereka,
bahwa roh seseorang tetap hidup, meski orang tersebut telah meninggal. Dolmen
banyak ditemukan di situs-situs megalit, seperti di daerah Nias, Lampung Barat, Sumatera
Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan lainnya.
S
arkofagus adalah tempat untuk meletakkan jenazah yang terbuat dari batu dan pada
umumnya di dalam sarkofagus tersebut terdapat mayat dan bekal kubur seperti periu,
kapak persegi dan benda-benda dari perunggu serta besi. Sarkofagus banyak
ditemukan di Bali, karena menurut masyarakat sekitar sarkofagus memiliki kekuatan gaib
dan berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal oleh masyarakat Bali itu
sejak zaman logam
S
eni patung zaman prasejarah lebih dikenal dengan sebutan patung-patung
batu. Awal mula seni patung ini dikenal yaitu tercatat sejak zaman Neolitikum.
Patung-patung yang diciptakan biasanya berupa patung leluhur atau nenek
moyang, serta penolak bala. Gaya patung ini tentu saja mengikuti gaya pada zaman
itu dengan menggunakan batu sebagai material utamanya. Kadang-kadang juga
bisa dengan menggunakan bahan baku berupa kayu.

Pembuatan patung di zaman ini banyak dipengaruhi oleh seni ornamentik.


Patung-patung prasejarah yang saat ini sudah mulai ditemukan umumnya memiliki
ukuran yang cukup besar, memiliki gaya yang statis, dan bersifat frontal dan
monumentalis. Tetapi, di tempat lain juga banyak ditemukan patung prasejarah yang
gayanya tampak lebih dinamis.
Peninggalan- peninggalan
prasejarah memperlihatkan bahwa
sejak ribuan tahun yang lalu,
nenek moyang manusia sudah
telah memulai membuat gambar
pada dinding gua untuk
mencitrakan bagian-bagian
penting dari kehidupan.

Sebuah lukisan atau


gambar bias dibuat hanya dengan
menggunakan materi sederhana,
seperti arang, kapur, atau bahan
lainnya. Salah satu teknik gambar
terkenal yang dilakukan orang-
orang gua yaitu dengan
menempelkan tangan di dinding
gua, lalu menyemburnya dengan
kunyahan daun-daunan atau batu
mineral yang berwarna.
Pada zaman logam, peralatan yang dibuat dan digunakan berasal dari benda
logam. Peninggalan zaman logam berupa benda-benda kerajinan dari perunggu,
sepertiganderang, kapak, bejana, patung, dan perhiasan. Karya seni tersebut dibuat
dengan teknik cor (cetak), yang dikenal dengan teknik bivalve (tuang berulang) dan
teknik a cire perdue (tuang sekali pakai).

Zaman perunggu berlangsung kurang lebih 500 tahun SM. Perunggu berasal
dari campuran tembaga dengan timah putih yang membuat perunggu lebih tahan
lama disbanding dengan besi.Contoh seni kriya logam perunggu:

Kapak corong/ kapak sepatu


Kapak corong yang salah satu sisinya lebih panjang disebut candrasa.
Nekara

Kapak corong ini mempunyai


pangkal berbentuk seperti ekor burung
sriti. Bagian tengahnya berrongga,
digunakan untuk menempatkan
gagang. Bagian tajaman terdapat di
ujungnya.

Ada variasi bentuk dari kapak


corong,yaitu candrasa,dimana salah
satu sisi tajamnya memanjang,
bentuknya sangat indah dan
dilengkapi dengan hiasan.

Candrasa ini diduga tidak


berfungsi sebagai alat pertukangan
atau pertanian,melainkan beralih
fungsi sebagai alat perlengkapan
upacara keagamaan dan tanda
kebesaran penguasa
N
ekara adalah sejenis
genderang perunggu tertutup
bagian sisi atasnya,
berpinggang tengah dan bertangkai.
Nekara dianggap suci dan dipuja
karena merupakan bagian bulan yang
jatuh dari langit. Nekara yang
ditemukan di Indonesia tidak semua
berasal dari daratan Asia,tetapi ada
pula yang berasal dari Indonesia. Hal
ini dibuktikan dengan penemuan
cetakan nekara yang terbuat dari batu
di desa Manuaba, Bali. Dan cetakan
tersebut kini disimpan di dalam pure
desa tersebut.