Anda di halaman 1dari 27

Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman

DIAGNOSIS KOMUNITAS
PUSKESMAS SEMPAJA
PERIODE JANUARI APRIL 2016

Disusun Oleh :

Rahmi Agnia 1510029003


Daniel Petra L.P. 1510029013
Amri Anugerah 1510029021

Pembimbing :
drg. Aprilia Lailati, MM
dr. Siti Nuriyatus Zahra, M.K.M
Dr. Krispinus Duma S.KM., M.Kes

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik


Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat
Ilmu Kedokteran Komunitas
Puskesmas Sempaja / Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman Samarinda
Juni 2017

1
BAB 1
PENDAHULUAN

Tujuan dibentuknya puskesmas adalah untuk mendukung tercapainya


tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah
kerja puskesmas. Dalam pelaksanaannya puskesmas memiliki fungsi sebagai pusat
penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat
dan keluarga dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang terdiri atas
pelayanan medik dasar dengan pendekatan individu dan keluarga, dan pelayanan
kesehatan masyarakat.
Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang
berkualitas, diantaranya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar.
Di sini peran Puskesmas dan jaringannya sebagai institusi yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang terlibat langsung dengan masyarakat
menjadi sangat penting.
Diagnosis komunitas adalah mengidentifikasi faktor risiko dan sumber sari
suatu masalah kesehatan pada suatu komunitas, mengusulkan rencana untuk
mengatasi masalah tersebut dan mengevaluasi indikator serta metode sebagai
program intervensi.

2
BAB 2
DATA PUSKESMAS SEMPAJA

2.1 Data Geografi


Puskesmas Sempaja merupakan salah satu dari dua puluh lima Puskesmas
yang ada di kota Samarinda. Puskesmas Sempaja terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim
RT. 24 Kecamatan Samarinda Utara. Adapun batas wilayah kerja Puskesmas
Samarinda Utara adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Wilayah Kerja Puskesmas Bengkuring
Sebelah Selatan : Wilayah Kerja Puskesmas Segiri
Sebelah Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Lempake
Sebelah Barat : Wilayah Kerja Puskesmas Juanda
Luas Wilayah : 25,05 Km2

Puskesmas Sempaja sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan tingkat


pertama di Samarinda memiliki wilayah kerja yang terdiri dari 2 kelurahan yakni
kelurahan Sempaja Barat dan kelurahan Sempaja Selatan.
Luas Kelurahan Sempaja Barat = 1.935 Km2.
Luas Kelurahan Sempaja Selatan = 13.240 Km2

Gambar 1 Peta Wilayah Kelurahan Sempaja Barat

3
Gambar 2 Peta Wilayah Kelurahan Sempaja Selatan

2.2 Data Demografi


Jumlah penduduk di Kelurahan Sempaja Selatan dan Barat pada tahun 2016
adalah sebesar 18.413 jiwa dimana jumlah penduduk perempuan sebanyak 8.538
jiwa (46,37%) dan penduduk laki-laki sebanyak 9.875 jiwa (53,63%).
Berikut merupakan data kependudukan wilayah kerja Puskesmas Sempaja
yang disajikan dalam bentuk tabel, sebagai berikut

Tabel 1 Jumlah penduduk kelurahan sempaja selatan dan barat tahun 2016
Jumlah Jumlah
Kelurahan Total RT
Laki-laki Perempuan KK
Sempaja Barat 2.194 2.176 4.370 12 1.110
Sempaja Selatan 7.681 6.362 14.043 33 3.188
Jumlah 9.875 8.538 18.413 45
Sumber : Data Monografi Kelurahan Sempaja tahun 2016

4
2.3 Sarana Pelayanan Kesehatan
2.3.1 Fasilitas Kesehatan
Tabel 2 Fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas
Sempaja
No Fasilitas Pelayanan Kesehatan Keterangan

1 Puskesmas Induk 1 Buah yaitu Puskesmas Sempaja

2 Rawat Inap -

3 Puskesmas Pembantu -

4 Posyandu Balita Terdapat 15 posyandu

5 Posyandu Lansia Terdapat 4 posyandu

6 Ambulans Terdapat 1 ambulans

5
2.3.2 Sumber Daya Manusia
Tabel 3 Data Ketenagaan Puskesmas Sempaja Berdasarkan Tingkat
Pendidikan
NO Jenis Tenaga JUMLAH
1 S1 Kedokteran 3
2 S2 Kedokteran 1

3 S1 Dokter Gigi 2
4 D3 Perawat Gigi 1
5 S1 Keperawatan 1
6 D4 Keperawatan 1
7 D III Keperawatan 6
8 D III Kebidanan 3
9 D IV Kebidanan 1
10 S1 Kesehatan Masyarakat 3
11 S1 Sanitarian 2
12 D3 Sanitasi (Kesehatan Lingkungan) 1
13 Nutrisionis (D III Gizi) 1
14 S1 Apoteker 1
15 DIII farmasi 1
16 SMF 1
17 S1 Analis Kesehatan 1
18 D3 Analis Kesehatan 2
19 S1 Manajemen Operasional 1
20 S1 Ekonomi 1
21 SMA/SMK 7
22 SMP 2
JUMLAH 46

2.4 Data Khusus


2.4.1 Indikator Derajat Kesehatan
Jumlah total penduduk Sempaja tahun 2016 adalah 18.413 jiwa. Sehingga
dari total penduduk tersebut kita dapat menetapkan indikator derajat kesehatan

6
masyarakat di Puskesmas Sempaja pada periode Januari April tahun 2017 adalah
sebagai berikut :

Periode Januari April Tahun 2017

1. Angka Kelahiran (CBR)

146
100% = 100% = 0,79%
18.413

2. Angka Kematian Bayi (IMR)

0
1000 = 1000 = 0
146

3. Angka Kematian Ibu (MMR)

0
100.000 = 100.000 = 0
146

Tabel 4. Indikator Derajat Kesehatan Periode Januari April Tahun 2017


No Indikator Satuan Pencapaian
1 Jumlah Kelahiran Hidup Orang 146
2 Angka Kelahiran (CBR) Persen 0,79%
Indikator Derajat Kesehatan Januari - Februari Tahun 2017

1 Jumlah Kematian Bayi Orang 0 orang


2 Angka Kematian Bayi (IMR) Per-1000 0
3 Jumlah Kematian Ibu Orang 0 orang
4 Angka Kematian Ibu (MMR) Per 100.000 0

7
2.4.2 Kunjungan Kesakitan
Tabel 5. Jumlah Kunjungan Puskesmas Januaro-April 2017
Januari-April 2017
No Kunjungan
Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Berdasarkan Jenis Kelamin
1. Laki-laki 4.054 44,6%
2. Perempuan 5.033 55,4%

Jumlah 9.087 100%


2 Berdasarkan jenis
pelayanan
1. Umum dan lansia 6.534 71,9%
2. KIA 1.331 14,6%
3. KB 59 0,65%
4. Gigi dan mulut 647 7,12%
5. KIR Kesehatan 512 5,64%
Jumlah 9.083 100 %
Berdasarkan golongan
umur
1. 0-7 hari 7 0,08%
2. 8-30 hari 13 0,14%
3. 30 hari - < 1 tahun 390 4,3%
3 4. 1-4 tahun 573 6,32%
5. 5-14 tahun 1.034 11,5%
6. 15-44 tahun 4.142 45,7%
7. 45-54 tahun 1.993 22 %
8. 55-64 tahun 590 6,5%
9. >65 tahun 314 3,46%
Jumlah 9.056 100%

8
2.4.3 Daftar 10 Penyakit dengan Kunjungan Terbanyak di Wilayah Kerja
Puskesmas Sempaja Periode Januari-April 2017
Tabel 6. Daftar 10 Penyakit dengan Kunjungan terbanyak Periode Januari April
2017

No Jenis Penyakit Jumlah


(orang)
1 Infeksi Nasofaring akut (common cold) 172
2 Hipertensi Esensial 158
3 Myalgia 45
4 Acute Pharyngitis 44
5 Dyspepsia 38
6 Abses Kulit (Cutaneous Abscess, furuncle 25
and carbuncle)
7 Luka ganda terbuka, tidak dijelaskan , 23
gigitan serangga, sayatan, laserasi, dan
luka tusuk : Ganda, NO
8 Dermatitis kontak alergika, uspecific 22
cause
9 Gastritis, unspecified 16
10 Dizziness and giddiness 16
Total 559

9
10 Penyakit Terbanyak Periode Januari-April
2017
200
150
100
50
0

Gambar 3. Data 10 Penyakit Terbanyak Periode Januari-April 2017

10
BAB 3

ANALISIS DATA

LEMBAR KERJA 1

NO. MASALAH KESEHATAN TEMUAN / KETERANGAN


Terdapat 172 kunjungan kasus infeksi nasofaring
Infeksi Nasofaring Akut
1. akut (common cold) pada periode Januari-April
(Common Cold)
2017
Terdapat 158 kunjungan kasus hipertensi pada
2. Hipertensi
periode Januari-April 2017
Angka kejadian Skizofrenia yang masih tinggi

3. Skizofrenia melebihi dari sasaran dalam wilayah kerja


puskesmas Sempaja.

11
LEMBAR KERJA 2
IDENTIFIKASI MASALAH
Berikut ini adalah permasalahan-permasalahan kesehatan pada wilayah kerja Puskesmas Sempaja Periode Bulan bulan Januari - April
2017.

NO. MASALAH KESEHATAN PENYEBAB MASALAH


Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko dan faktor
predisposisi dari penyakit nasofaringitis akut.
Tingginya kunjungan kasus infeksi nasofaring akut Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat
1. (common cold)
Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap cara penularan dan pencegahan
infeksi nasofaring akut (common cold)

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor resiko serta bahaya


dari penyakit hipertensi.
Kurangnya kesadaran masyarakat mengikuti pengobatan dengan teratur dan
2. Tingginya Kunjungan pasien Hipertensi
menjalankan gaya hidup sehat
Kurangnya upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat pentingnya gaya hidup sehat.
3. Meningkatnya kasus gangguan jiwa berat Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gangguan kejiwaan

11
Sistem penilaian / labelling yang sering dilakukan didalam masyarakat.
Sosial dan kultur masyarakat yang kurang mendukung perkembangan
kesehatan jiwa dengan baik
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengobati anggota keluarga yang
mengalami gangguan kejiwaan.
Tinggi kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan alternatif sehingga
menyebabkan pasien gangguan jiwa terlambat mendapatkan pengobatan
Kondisi sosial ekonomi yang lemah menyebabkan keterbatasan dalam
memperoleh pengobatan
Adanya stigma dalam masyarakat sehingga keluarga pasien tidak mengakui
bahwa anggota keluarganya mengalami gangguan kejiwaan dan
menyebabkan rendahnya dukungan keluarga untuk pengobatan pasien

12
LEMBAR KERJA 3
ANALISIS MULTIPLE SKORING PRIORITAS MASALAH

PRIORITAS MASALAH

Setelah masalah kesehatan di Sempaja teridentifikasi, maka untuk mencari


pemecahannya kami menggunakan metode PAHO (Pan American Health
Organization) untuk menentukan skala prioritas masalah. Penilaian dengan metode
ini didasarkan atas:

1. M (Magnitude):
Jumlah penduduk yang terkena (banyaknya penduduk yang terkena atau
tingginya prevalensi) atau peningkatan jumlah kasus dibandingkan periode
sebelumnya.
2. S (Severity):
Keparahan atau beratnya kerugian yang timbul.
3. V (Vulnerability):
Ketersediaan sumber daya masyarakat untuk mengatasi masalah atau
kerentanan masyarakat terhadap penyakit.
4. C (Community and Political concern) :
Menunjukkan sejauh mana masyarakat dan pemerintah atau para politisi peduli
dengan masalah tersebut.
5. A (Affordability):
Menunjukkan ada tidaknya dana yang tersedia.

Dengan penilaian masing-masing indikator berikut: nilai 1 (Tidak ada


masalah) ;nilai 2 (Kurang bermasalah); nilai 3 (Cukup); nilai 4 (Bermasalah) dan
nilai 5 (Sangat bermasalah).

13
M S V C A TOTAL
Tingginya kasus infeksi nasofaring akut 5 2 3 2 5 17
(common cold)
Tingginya kasus Hipertensi 4 4 4 4 5 21
Meningkatnya kasus gangguan jiwa berat 5 3 3 3 4 18

Daftar Prioritas Permasalahan Puskesmas Sempaja


No Masalah Kesehatan Total

1. Tingginya kasus Hipertensi 21

2. Meningkatnya kasus gangguan jiwa berat 18


3. Tingginya kasus infeksi nasofaring akut (common cold) 17

14
No Masalah M S V C A

1. Tingginya Meningkatnya Hipertensi merupakan Penyakit hipertensi Terdapatnya program untuk Kemampuan untuk
kasus pasien kasus hipertensi penyakit kronis yang belum dapat dicegah penanggulangan penyakit menanggulangi
hipertensi esensial dimana memerlukan secara teknologi. kronis (prolanis) yang kasus hipertensi
esensial pada periode ketekunan dalam Penyakit ini hanya termasuk didalamnya sudah cukup baik
januari- berobat. dapat dicegah dan program untuk penyakit dari segi dana yang
Desember 2016 Hipertensi yang tidak diatasi secara hipertensi dari pemerintah di agendakan oleh
terdapat 1433 terdeteksi dan sederhana yaitu dari melalui Jaminan Kesehatan puskesmas Sempaja.
kasus atau ditangani dengan baik kesadaran pasien itu Nasional.
26,7%. dapat memberikan sendiri seperti dengan
Sedangkan pada ancaman mortalitas cara mengubah gaya
periode Januari- dan morbiditas yang hidup menjadi lebih
April 2017 berat. sehat dengan cara
terdapat 158 Hipertensi yang tiak mengatur pola makan
kasus atau terkontrol dapat dan rutin berolahraga,
28,2%. Hal ini merusak organ selain itu dibutuhkan
menunjukan penting lain seperti keteraturan minum obat

15
peningkatan jantung, ginjal, otak untuk mengontrol
jumlah hipertensi dan mata. tekanan darah
esensial.

Meningkatnya Kasus gangguan Kasus gangguan jiwa Kelurahan sempaja Peran pemerintah , Pengobatan,
kasus jiwa berat dapat mempengaruhi termasuk dalam politisi dalam konseling dan
2
gangguan jiwa mengalami aktivitas individu kawasan perkotaan penanganan sudah cukup edukasi sudah
berat peningkatan dalam kehidupan sehingga cenderung baik, dapat dilihat dari dilakukan cukup
menjadi 31 kasus sehari-hari, sehingga memilki stressor ditetapkan pemerintah baik di
yangmana hal ini memungkinkan pencetus yang tinggi program kesehatan jiwa puskesmas
ditargetkan timbulnya penyakit- ke dalam UPK tambahan. Sempaja.

16
sebanyak 8 kasus penyakit baru bagi tiap Kurang pahamnya Masyarakat masih kurang Pendanaan
dalam wilayah kerja individu dan keluarga masayarakat tentang peduli terhadap penyakit mengenai
puskesmas sempaja. sekitar yang tinggal penyebab, gejala dan ini, yang menganggap pengobatan
Hal ini menunjukan serumah. Gangguan pengobatan gangguan bahwa penyakit jiwa masuk kedalam
peningkatan jumlah jiwa juga dapat jiwa berat merupakan suatu aib. program
penderita gangguan mengakibatkan Kepatuhan pasien pemerintah yang
jiwa berat. kejenuhan dan dalam menjalani ditanggung setiap
ketakutan bagi setiap pengobatan dilihat dari jaminan.
masyarakat yang seberapa aktifnya Perlunya
mengakibatkan keluarga membawa partisipasi aktif
terkucilnya setiap penderita skizofrenia keluarga dan
pasien gangguan jiwa, ke pusat layanan lingkungan
karena anggapan kesehatan dan melewati sekitar untuk
bahwa gangguan jiwa penjaringan yang membawa pasien
tak dapat disembuhkan. dilakukan oleh setiap gangguan jiwa ke
Penderita gangguan lembaga kesehatan dan lembaga
jiwa dapat mengambil obat kesehatan
meningkatkan tindakan ataupun rujukan di
puskesmas terdekat.

17
kekerasan dan bunuh
diri.
Tingginya Kasus infeksi Infeksi nasofaring Tersedianya pengobatan Kesadaran pemerintah dan Pengelolaan
kasus infeksi nasofaring akut akut (common cold) infeksi nasofaring akut politisi untuk memberikan penyakit Infeksi
3
nasofaring (common cold) jarang menimbulkan (common cold) di perhatian pada nasofaring akut
akut (common periode Januari komplikasi yang Puskesmas Sempaja. penanggulangan kasus (common cold)
cold) Desember 2016 serius dan efek yang Infeksi nasofaring akut dalam hal
sebanyak 1.305 ditimbulkan terdapat (common cold) sudah cukup pengobatan, sudah
kasus atau 24%. pada saluran besar. Hal ini digambarkan cukup baik di
Sedangkan periode pernapasan. dengan pembagian masker agendakan oleh
Januari-April 2017 Dari segi activity dan penyuluhan agar PKM Sempaja
sebanyak 172 kasus daily life penderita penyakit tidak menular dengan cara
atau 30%. Hal ini infeksi nasofaring membagikan masker
menunjukan akut (common cold) untuk mencegah
peningkatan kasus akan mengalami penularan.
infeksi nasofaring penurunan kualitas Keperluan lain
akut (common cold) hidup selama sakit. untuk meningkatkan
kesadaran
masyarakat untuk

18
mencegah penyakit
ini tidak
membutuhkan dana
yang besar,yaitu
dengan
meningkatkan daya
tahan tubuh dengan
olahraga yang
teratur dan
mengkonsumsi
makanan bergizi,
serta menghindari
faktor-faktor yang
memicu terjadinya
Infeksi nasofaring
akut (common cold)

19
LEMBAR KERJA 4

PERMASALAHAN KESEHATAN, FAKTOR RISIKO, SUMBER DAYA

MANUSIA SARANA DANA

Kurangnya kepatuhan pasien Program prolanis


tentang pentingnya
mengkonsumsi obat hipertensi (program pengelolaan
BPJS
untuk mengontrol tekanan darah penyakit kronis) salah
Kurangnya pengetahuan pasien
tentang pentingnya hidup sehat satunya hipertensi
Faktor herediter dan stres
Meningkatnya
kasus kunjungan
pasien
Hipertensi
Pemberian obat di PKM terbatas. Pengaruh adat istiadat dan budaya
Esensial
Tidak ada skreening khusus pada setempat, misalnya dengan pengobatan
faktor resiko. herbal lebih berguna dibandingkan
Belum ada screening aktif yang pengobatan kimia.
dilakukan tenaga kesehatan.
Sosial Budaaya

20
LINGKUNGAN
METODE
LEMBAR KERJA 5
PENELITIAN KETEPATAN INTERVENSI

Permasalahan Kesehatan : meningkatnya kasus Hipertensi pada Januari-April


2017

NO STRATEGI/INTERVENSI P E A R L
1 Melakukan penyuluhan kelompok secara bersama mengenai Y Y Y Y Y
hipertensi
2 Melakukan penyuluhan mengenai pengobatan hipertensi Y Y Y Y Y
3 Pembagian pamflet mengenai hipertensi kepada seluruh Y Y Y Y Y
pengunjung PKM, pasien Posyandu Lansia dan masyarakat
4 Melakukan konseling secara Y Y Y Y Y
terjadwal

5 Skreening pemeriksaan tekanan darah di tempat umum Y Y Y Y Y


6 Menganjurkan pasien hipertensi mengikuti Prolanis Y Y Y Y Y

PEARL Factor :

P = Propertness yaitu kesesuaian masalah dengan prioritas berbagai kebijaksanaan


/ program / kegiatan instansi / organisasi terkait.

E = Economic feasibility yaitu kelayakan dari segi pembiayaan.

A = Acceptability yaitu situasi penerimaan masyarakat dan instansi terkait atau


instansi lainnya.

R = Resource availability yaitu ketersediaan sumber daya untuk memecahkan


masalah (tenaga, sarana / peralatan, waktu).

L = Legality yaitu dukungan aspek hukum / perundang-undangan / peraturan

terkait seperti peraturan pemerintah / protap.

19
LEMBAR KERJA 6

PLAN OF ACTION

Permasalahan Kesehatan : Meningkatnya kunjungan kasus Hipertensi Esensial di Puskesmas Sempaja


Tujuan Jangka Panjang : Penurunan Angka Kunjungan Pasien Hipertensi wilayah kerja PKM Sempaja
Tujuan Jangka Pendek : Terlaksananya program penanganan Kasus Hipertensi di cakupan wilayah kerja PKM Sempaja dan
mencegah terjadinya peningkatan kasus tersebut.

20
PERAN DAN
STRATEGI SETTING DAN TARGET SUMBER
NO TANGGUNG EVALUASI
INTERVENSI METODE POPULASI DAYA
JAWAB
1. Melakukan Setting: - Individu yang Penanggung jawab: - Tenaga - Meningkatnya
penyuluhan Tempat Umum memiliki faktor Pimpinan Puskesmas kesehatan pengetahuan masyarakat
kelompok secara Posyandu Lansia risiko hipertensi Puskesmas mengenai faktor resiko
bersama PKM Sempaja dan pasien Fasilitator: Sempaja dan komplikasi
mengenai hipertensi Dokter, - Tokoh hipertensi
hipertensi - Masyarakat UPK Promosi Masyarakat - Penurunan kasus
Kesehatan, hipertensi
UPK Gizi - Meningkatnya
pengetahuan keluarga
pasien mengenai
hipertensi
2. Melakukan Setting : - Individu yang Penanggung Jawab : - Tenaga - Meningkatnya
penyuluhan Puskesmas Sempaja memiliki faktor Pimpinan Puskesmas Kesehatan pengetahuan dan
mengenai Tempat umum risiko hipertensi Puskemas kesadaran masyarakat
pengobatan Posyandu Lansia dan pasien Fasilitator : Sempaja mengenai pentingnya
hipertensi hipertensi UPK Promosi pengobatan rutin
Metode : - Seluruh Kesehatan - Meningkatnya angka
Pembekalan masyarakat di pengobatan rutin pasien
pengetahuan hipertensi Meningkatnya

21
mengenai pentingnya wilayah kerja jumlah pasien dengan
pengobatan rutin PKM Sempaja tekanan darah terkontrol
pasien hipertensi
3. Pembuatan dan Setting : - Individu yang Penanggung Jawab : - Tenaga - Meningkatnya
pembagian Puskesmas Sempaja memiliki faktor Pimpinan Puskesmas Kesehatan pengetahuan dan
pamlet Tempat umum risiko hipertensi Puskesmas kesadaran masyarakat
mengenai Posyandu Lansia dan pasien Fasilitator : Sempaja mengenai pentingnya
hipertensi hipertensi UPK Promosi pengobatan rutin
Metode : - Seluruh Kesehatan - Meningkatnya angka
Pembagian pamflet masyarakat di pengobatan rutin pasien
mengenai penyakit wilayah kerja hipertensi
hipertensi PKM Sempaja - Penurunan kasus
hipertensi
4. Melakukan Setting: - Individu yang Fasilitator: - Tenaga - Kuisioner pre dan post
konseling secara Poli memiliki faktor Dokter, kesehatan konseling
terjadwal Klinik gizi risiko hipertensi UPK Promosi Puskesmas - Menurunnya kasus
Tempat Umum dan pasien Kesehatan, hipertensi
Posyandu lansia hipertensi UPK Gizi - Meningkatnya
pengetahuan masyarakat
Metode: Penanggung jawab: mengenai hipertensi
Manjadwalkan waktu Pimpinan Puskesmas - Terjalinnya komunikasi
untuk konseling pada yang baik dan

22
saat kunjungan kepercayaan pasien
pasien di poli terhadap konselor
- Tergalinya permasalahan
pasien yang berkaitan
dengan hipertensi
5. Skreening aktif Setting : - Masyarakat Penanggung Jawab : - Tenaga - Terdeteksinya secara
terhadap GOR Madya umum yang Pimpinan Puskesmas Kesehatan dini pasien yang
golongan risiko Sempaja belum Puskesmas memiliki resiko tinggi
tinggi hipertensi Posyandu lansia mengetahui Fasilitator : Sempaja hipertensi dan pasien
status tekanan UPK Promosi - Mahasiswa hipertensi sehingga
Metode: darahnya Kesehatan (dokter muda) dapat
Pengukuran tekanan - Masyarakat yang Tenaga kesehatan dilakukanpencegahan
darah datang ke GOR PKM Sempaja terhadap kmplikasi
Madya Sempaja - Meningkatnya
partisipasi warga yang
menjaga pola hidup
sehatnya

6. Menganjurkan Setting: - Pasien Hipertensi Penanggung jawab: - Tenaga - Penurunan kasus


pasien hipertensi Puskesmas sempaja - Peserta BPJS Pimpinan puskesmas Kesehatan hipertensi karena
mengikuti Posyandu Lansia - Pasien Hipertensi Puskesmas meningkatnya partisipasi
Prolanis yang tidak Fasilitator: Sempaja pasien dalam kegiatan
Metode: datang 3 bulan UPK promkes - Pihak BPJS prolanis yang

23
Pemberian konseling pengambilan UPK Gizi diselenggarakan oleh
mengenai prolanis. obat Dokter BPJS
- Pasien Hipertensi
yang tidak
terkontrol selama
3 bulan

24