Anda di halaman 1dari 9

BAB 3

KERANGKA KONSEP

A. Kerangka Konsep

Skizofrenia
Usia
Jenis Kelamin
Ordinat
Status pernikahan Pasien Skizofrenia
Pekerjaan
Tingkat
pendidikan
Status Gizi Terapi
Kunjungan rumah
sakit

Medis Non Medis

Farmakologi Non Farmakologi

Obat
Antipsikotik

Lama Kepatuhan Dukungan


Pengobatan Minum Obat keluarga
Peran keluarga

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian

29
BAB 4
METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Desain Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian
deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk
membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif.
4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
4.1.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sempaja Samarinda.
4.1.2 Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan mulai tanggal 23 Juni hingga 7 Juli 2017.
4.2 Populasi dan Sampel Penelitian
4.2.1 Populasi Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien dengan diagnosa skizofrenia di
Puskesmas Sempaja.
4.2.2 Sampel Penelitian
Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara mengambil seluruh pasien
dengan diagnosa skizofrenia di Puskesmas Sempaja.
4.3 Kriteria Subyek Penelitian
4.3.1 Kriteria Inklusi
1. Pasien dengan diagnosa skizofrenia di Puskesmas Sempaja.
2. Pasien dan Keluarga pasien bersedia mengikuti penelitian
4.3.2 Kriteria Eksklusi
1. Pasien dengan data rekam medik yang tidak lengkap atau menolak ikut serta dalam
penelitian.
2. Pasien yang pindah tempat saat dilakukan penelitian.

4.4 Teknik Pengambilan dan Besar Sampel


Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan mengambil seluruh pasien dengan
diagnosa skizofrenia di Puskesmas Sempaja Samarinda.

30
4.5 Cara Pengumpulan Data
4.5.1 Data Primer
Data primer pada penelitian ini berupa lembar check-list pasien skizofrenia yang
berobat ke poliklinik rawat jalan Puskesmas Sempaja Samarinda.

4.5.2 Data Sekunder


Data sekunder yang didapatkan dari rekam medik poliklinik rawat jalan Puskesmas
Sempaja Samarinda berupa identitas.

4.6 Instrumen Penelitian


Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis, lembar penjelasan,
lembar persetujuan, lembar check list,kuesioner dan data rekam medik pasien skizofrenia di
poliklinik rawat jalan Puskesmas Sempaja Samarinda.

4.7 Definisi Operasional


Definisi operasional dan skala pengukuran ditentukan peneliti berdasarkan keadaan
responden yang diteliti dan penentuan kategori berdasarkan sumber pustaka, sedangkan alat
ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah check-list dan kuesioner.

Tabel 4.1. Definisi Operasional


No Variabel Definisi Alat ukur Cara ukur Kategori
penelitian Operasional
1 Pasien Pasien yang Rekam Rekam 1. Tidak: Tidak
Skizofrenia didiagnosis Medis Medis terdiagnosa
skizofrenia oleh skizofrenia
2. Ya
dokter
Diagnosa
skizofrenia
2 Usia Lama hidup Lembar Wawan cara 1. 20-30 : Dewasa
pasien sampai check list Awal
2. 31-60 : Dewasa
hari ulang tahun
tengah
terakhir saat
terakhir di
observasi
3 Jenis Jenis kelamin Lembar Wawancara 1. Laki-laki
2. Perempuan
Kelamin pasien check list
4 Status Status pernikahan Lembar wawancara 1. Belum menikah

31
Pernikahan pasien secara check list 2. Menikah
3. Cerai
resmi
5 Pekerjaan Kegiatan yang Lembar wawancara 1. Tidak bekerja
2. Bekerja
rutin dilakukan checklist
pasien untuk
memenuhi
kebutuhan hidup
sebelum
terdiagnosa
skizofrenia
6 Tingkat Pendidikan yang Lembar wawancara 1. Tidak sekolah
2. SD
Pendidikan ditempuh secara checklist
3. SMP
formal 4. SMA
5. Perguruan tinggi
7 Ordinat Suatu titik hasil GPS Menggunak 1. Lokasi pasien
dari perpotongan an titik garis berdekatan
2. Lokasi pasien
antara garis lintang dan
berjauhan
lintang dan garis garis bujur
bujur yang
menunjukan
lokasi pasien
skizofrenia
8 Status Gizi Keadaan tubuh Lembar wawancara 1. Kurus
2. Normal
sebagai akibat checklist
3. Gemuk
konsumsi
makanan dan
penggunaan zat-
zat
9 Dukungan Bantuan berupa Kuisioner Wawancara 1. Dukungan buruk
keluarga tindakan, (0-24)
2. Dukungan baik
informasi verbal
(25-48)
atau non-verbal
yang diberikan
oleh keluarga
kepada pasien

32
skizofrenia

10 Kunjungan Jumlah kunjungan Check list Wawancara 1. 1 kali


2. 2 kali
rumah sakit pasien ke Rumah dan rekam dan rekam
3. 3 kali
Sakit Jiwa dalam medis medis 4. > 3 kali
kurun waktu satu
tahun terakhir
11 Lama Lama pasien Rekam Rekam 1. < 1 tahun
2. 1-5 tahun
Pengobatan pengobatan sejak Medik Medik
3. 5-10 tahun
terdiagnosa 4. > 10 tahun
12 Kepatuhan Perilaku pasien Kuisioner Wawancara 1. Kepatuhan rendah
minum obat yang mentaati (>2)
2. Kepatuhan
semua nasihat dan
sedang (1-2)
petunjuk yang
3. Kepatuhan tinggi
dianjurkan oleh
(0)
kalangan tenaga
medis
13 Peran Kondisi peran dan Kuisioner Wawancara 1. Tidak patuh (0-5)
2. Patuh (6-10)
keluarga motivasi dari
terhadap keluarga sehingga
kepatuhan pasien
minum obat menjalankan atau
tidak menjalankan
segala aturan
yang
berhubungan
dengan kegiatan
minum obat
14 Pengobatan Pengobatan yang Lembar wawancara 1. Dukun
2. Herbal
non medis bersifat turun check-list
3. Lainnya
temurun dan
diakui oleh

33
masyarakat

4.8 Pengolahan dan Penyajian Data


Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Microsoft Word 2010,
Microsoft Excel 2010 dan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Analisis
data secara univariat. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi dan tabel.

4.9 Analisis Data


Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisis secara univariat.
Analisis univariat yang dilakukan terhadap variabel hasil penelitian pada umumnya dalam
analisis hanya menggunakan distribusi dan presentase dari tiap variabel.

4.10 Alur Penelitian

Meminta izin penelitian ke Puskesmas Sempaja Samarinda

Mencatat nomor registrasi status pasien skizofrenia di Puskesmas


Sempaja Samarinda

Pencarian rekam medis pasien

34
Mencatat identitas pasien Kunjungan Inform consent

Menerima
Menolak
Mengisi check-list penelitian

Data pasien skizofrenia

Pengolahan, penyajian data

Pembahasan

Kesimpulan

Gambar 4.2 Bagan Alur Penelitian

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Andri. (2008). Kongres Nasional Skizofrenia V Closing the Treatment Gap for
Schizophrenia.
Bruner & Suddarth. (2002). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi : 8 Volume 3. Penerbit Buku
Kedokteran EGC : Jakarta.Departemen Kesehatan RI. 2007. Riset Kesehatan Dasar.

35
Diakses tanggal 12 Juni 2017 dari http://www.ppid.depkes.go.id/index.php?
option=com_docman&task=doc_download&gid=53&Itemi d=87
Departemen Kesehatan RI. 2007. Riset Kesehatan Dasar. Diakses tanggal 12 Juni 2017 dari
http://www.ppid.depkes.go.id/index.php?
option=com_docman&task=doc_download&gid=53&Itemi d=87
Departemen Kesehatan RI. 2010. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Depkes RI.
Fajri., Em zul, dan Ratu Aprilia. (2009). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Difa
Publisher.
Fitzgerald, P. J. (2014). Is elevated norepinephrine an etiological factor in some casesof
schizophrenia. Psychiatry Research 215, pp: 497504.
Fleischacker, W. W. Oehl, M. A. & Hummer, M. 2003. Factor InfluencingCompliance in
Schizophrenia Patients. J Clin Psychiatry: 64 (suppl16).p.10-3.
Frederick. P. (2007). Schizophrenia. The Comprehensive Pharmacology Reference, pp: 1-5.
Hales, R. E., Yudofsky, S. C. & Gabbard, G. O. (2011). Essentials of psychiatry. 3rd edition.
Arlington: American Psychiatric Publishing, Inc.
Hawari. (2014). Skizofrenia Pendekatan Holistik (BPSS) Bio-Psiko-SosialSpiritual Edisi
Ketiga. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hooley, J. M., & Gotlib, I. H. (2000). A diathesis-stress conceptualization of expressed
emotion and clinical outcome. Applied & Preventive Psychology 9:135-151
Kementrian Kesehatan RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
Keliat, B.A., dkk. (2005). Peran Serta Keluarga dalam Perawatan Klien Gangguan Jiwa.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Killackey, E., McGorry, P., Elkins, K., & McGorry, P. (2009). Schizophrenia, Australian
Treatment Guide for Consumers and Carers. Australia
Lambert, M. & Naber, D. (2012). Current Schizophrenia3rd edition. London: Springer
Healthcare.
Li, W,. Yang, Y., Lin J,. Wang, S., &Jingyuan Zhao et al. (2013). Association of serotonin
transporter gene (SLC6A4) polymorphisms withschizophrenia susceptibility and
symptoms in a Chinese-Han population. Progress in Neuro-Psychopharmacology &
Biological Psychiatry 44, pp: 290295.
Maslim. 2003. Buku Saku Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas Dari PPDGJ III. Bagian Ilmu
Kedokteran Jiwa. FK Unika. Jakarta.
Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. (2007). Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar
Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Mueser, K, T., & Jeste, D, V. (Eds). (2008). Clinical handbook of schizophrenia. New York:
The Guilford Press
Niven, N. 2002. Psikologi Kesehatan: Pengantar untuk Perawat & Profesionalkesehatan
lain. Jakarta: EGC
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

36
Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Prabowo, Hendy Purwo. 2007. Interaksi Keluarga pada Remaja Penderita Skizofrenia :
Tinjauan Psikokultural Jawa. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
Didownload tanggal 20 Juni 2017. Melalui browser google chrome dengan alamat URL.
http://eprints.undip.ac.id/10425/1/SKRIPSI-HENDY-M2A002041.pdf
Sadock BJ, Sadock VA. 2010. Kaplan & Sadocks Synopsis of Psychiatry, Behaviour
Sciences Psychiatry. 10th ed. New York: Lippincott Williams & Wilkins
Santosh, S., Roy, D. D. & Kundu, P. S. (2013). Psychopathology, Cognitive Function, and
Social Function of Patient with Schizophrenia.East Asian Arch Psychiatry, 2(23), pp. 65-
70.
Santrock. 2007. Perkembangan Anak. Boston: McGraw-hill
Samalin, L., Blanc, O., & Llorca, P. M. (2010). Optimizing treatment
of schizophrenia to minimize relaps. Expert Review of Neurotherapeutics10(2). 147-
150
Sample, D., Smyth, R. (2013). Oxford Handbook of Psychiatry,(3rd ed. United Kingdom:
Oxford University Press. 174-175
Sears, dkk, 1994. Psikologi Sosial Jilid 1, Ed 5. Jakarta.
Sontheimer, H. (2015). Disease Of The Nervous System. UK: Academic Press.
Tianli, L., Xinming, S., Gong, C., Angela, D. P., &Xiaoying Z. (2014). Prevalence Of
Schizophrenia Disability and Associated Mortality Among Chinese Men and Women.
Psychiatry Research 220: 185.
Vaughn, C, Snyder, K, et al. (2005). Family factor in schizophrenic relapse a replication.
Rehabilitation research and training center in mental illness, Brentwood Medical Center
Los Angeles. Schizophrenia Bulletin Brady N. and McCain GC, Living with
Schizophrenia: a Family Perspective, Journal of Issues in Nursing, 2005; 8 (2) 10 (issue
1)
Videbeck, Sheila L. 2008. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC
Wardani, I. Y. 2009. Pengalaman keluarga menghadapi ketidakpatuhan anggotakeluarga
dengan skizofrenia dalam mengikuti regimen terapeutik: pengobatan. Tesis FIK UI.
Depok
World Health Organization. 2016. Schizopherenia. Diakses tanggal 12 Juni 2017 dari
www.who.int
Yosep I. 2010. Keperawatan Jiwa (Edisi Revisi). Bandung. Penerbit: Refika Aditama

37