Anda di halaman 1dari 3

2. Farmasi-Farmakologi

  • a. Sifat fisiko-kimia dan rumus kimia obat Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut dalam air, tetapi bentuk garam natrium atau garam HCl-nya mudah larut. Dalam keadaan kering, bentuk basa dan garam HCl tetrasiklin bersifat relatif setabil. Dalam larutan, kebanyakan tetrasiklin sangat labil sehingga cepat berkurang potensinya.

2 . Farmasi-Farmakologi a. Sifat fisiko-kimia dan rumus kimia obat Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut

Gambar : tetrasiklin Tabel : Harga R pada Lingkaran pertama, kedua, dan ketiga senyawa-senyawa tetrasiklin

2 . Farmasi-Farmakologi a. Sifat fisiko-kimia dan rumus kimia obat Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut

Golongan tetrasiklin adalah suatu senyawa yang bersifat amfoter sehingga dapat membentuk garam dengan asam maupun basa. Sifat basa tetrasiklin disebabkan oleh adanya radikal dimetil amino yang terdapat didalam struktur kimia tetrasiklin, sedangkan sifat asamnya disebabkan oleh adanya radikal hidroksi fenolik.

  • b. Farmasi Umum Untuk pemberian oral, tetrasiklin tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet. Untuk pemberian parenteral tersedia bentuk larutan obat suntik (oksiterterasiklin) atau bubuk yang harus dilarutkan lebih dahulu.

Obat

Sedian

Dosis Dewasa

Dosis anak

Tetrasiklin

Kapsul/tablet 250 mg

Oral, 4 kali 250-500

>8 thn PO: 25-

dan 500 mg

mg/hari

50mg/kgBB/hari

dalam dosis terbagi 4

Bubuk suntik IM 100

Parenteral 300 IM

sehari

IV: 10-

dan 200 mg/vial

mg sehari yang dibagi

20mg/kgBB/hari

dalam 2-3 dosis, atau

dalam dosis terbagi 2

250-500 mg IV diulang 2-4 kali

Bubuk obat suntik IV 250 dan 500 mg/vial

Parenteral, untuk pemberian IM 15-

 

25mg/kgBB/hari

   

sebagai dosis tunggal atau dibagi dalam 2-3 dosis dan IV 20-30 mg/kgBB/hari dibagi

 

dalam 2-3 dosis

Salep kulit 3%

   

Salep/obat tetes

   

mata 15

  • c. Farmakologi Umum Khasiat: tetrasiklin merupakan anti biotik yang bersifat bakteriostatik. Tetrasiklin mempunyai spektrum antibakteri yang luas yang meliputi kuman gram positif dan negatif, aerobik dan anaerobik.

    • a) Kegunaan terapi atau indikasi : penggunaan tetrasiklin dapat diaplikasikan pada beberapa penyakit diantaranya:

      • 1. Riketsiosis

      • 2. Infeksi klamidia

      • 3. Psitakosis

      • 4. Konjungtivitis inklusi

      • 5. Trakoma Uretritis non spesifik

      • 6. Infeksi Mycoplasma pneumoniae

      • 7. Bruselosis

      • 8. Kolera

      • 9. Penggunaan Topikal hanya dibatasi untuk infeksi mata saja. Salep mata golongan tetrasiklin efektif untuk mengobati trakoma dan infeksi lain pada mata oleh kuman gram positif dan geram negatif yang sensitif, selain itu salep mata ini dapat digunakan untuk profilaksis oftalmia neonatorum pada neonatus.

        • b) Kontra indikasi : kontra indikasi penggunaan tetrasiklin daintaranya adalah anak- anak dibawah usia duabelas tahun, ibu hamil dan ibu yang menyusui,

DAFTAR PUSTAKA

Anugrah,

peter.

1996.

Farmakologi.

Pendekatan

Proses

Keperawatan.

Penerbit

Buku

Kedokteran EGC, Jakarta halaman 339 Graham-Bown, Robin, 2005, Lecture Note Dermatology, Erlangga, Jakarta halaman 61

Gunawan, gan sulistia. Dkk, 2009. FARMAKOLOGI DAN TERAPI Edisi 5 (cetak ulang dengan perbaikan,2011, Balai Penerbit FKUI, Jakarta halaman 694-699

Sumardjo, darmin. 2009, Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksata. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Halaman 434