Anda di halaman 1dari 23

BAB III

METODOLOGI

A. Bahan dan cara

Pemantauan dan mengidentifikasi aspek keselamatan dan kesehatan kerja petugas dilakukan
di Pizza Ria Kafe, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar, Sulawesi Selatan,
Indonesia. Pemantauan ini dilakukan dengan metode walk through survey dengan
menggunakan check list dan wawancara.

B. Jadwal Survey

a. Lokasi

Lokasi survei kesehatan dan keselamatan kerja adalah di Pizza Ria Kafe, Jalan Perintis
Kemerdekaan KM 10, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

b. Waktu

Waktu pelaksanaan yaitu 22-24 May 2017 dengan agenda sebagai berikut.

No. Tanggal Kegiatan

1. 22 May 2017 - Melapor ke bagian K3 RS Ibnu Sina

- Pengarahan kegiatan

- Pembuatan proposal walk through survey

- Walk through survey

2. 23 May 2017 - Pembuatan laporan walk through survey

- Pembuatan status okupasi

3. 23 May 2017 - Pembuatan laporan walk through survey

- Pembuatan artikel status okupasi


4. 24 May 2017 - Presentasi walk through survey

- Presentasi status okupasi

C. Biaya

Biaya yang digunakan pada survei ini adalah swadaya.

D. Peralatan yang diperlukan

Adapun peralatan yang diperlukan untuk melakukan walk through survey (survei jalan
sepintas) dengan menggunakan alat-alat tambahan antara lain:

1). Alat tulis menulis

Berfungsi sebagai media untuk pencatatan selama survei jalan sepintas

2). Kamera

Berfungsi sebagai alat untuk memotret keadaan yang terjadi dan untuk mengidentifikasi
sumber bahaya selama survei jalan sepintas

3). Check List

Berfungsi sebagai alat untuk mendapatkan data primer mengenai survei jalan sepintas yang
dilakukan.
BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Lokasi

Pizza Ria Kafe yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar, Sulawesi
Selatan, Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan berada bersebelahan toko Top Mode dan
kira-kira 15 menit dari bandara. Keluasan kafe ini diperikirakan adalah 3.000m2.

Pizza Ria Kafe merupakan restoran pizza No. 1 di Sulawesi. Pizza Ria Kafe memeliki 4
cabang di Makassar, Sulawesi Selatan dan masih berkembang. Restoran Pizza pertama di
Makassar, dengan konsep restoran keluarga yang menyajikan makanan berupa pizza, pasta
dan barbeque steak yang dijamin lezat, sehat dan disajikan dengan kebersihan yang
sempurna. Pizza Ria Kafe menggunakan bumbu-bumbu dapur yang berkualitas dan rempah-
rempah itali yang menjadi kegemaran masyarakat sejak pertama didirikan di tahun 1994.

Pizza Ria Kafe ini terdiri dari satu blok yang terdiri daripada dua lantai dan memiliki
ruangan dapur, pelayanan, gudang penyimpanan stok dan secara keseluruhannya meliputi
ruangan bekerja dan pelayanan. Ruangan bisa memuatkan kurang lebih 80 pelanggan dan
beberapa orang petugas.

Gambar 1: Peta lokasi Pizza Ria Kafe Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar

Sumber dari: Google Maps


Gambar 2: Peta lokasi Pizza Ria Kafe Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar

Sumber dari: Google Earth

4.2 Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja di Pizza Ria Kafe Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar berjumlah
15 orang. Pelayanan kerja yang tersedia di kafe tersebut terdiri atas

i. Manager

ii. Petugas Gudang dan Penyimpanan

iii. Tukang Masak

iv. Petugas Kasier

v. Petugas Waiter

vi. Delivery crew

vii. Cleaning Service


4.2.1 PETUGAS GUDANG (STOR MAN)
HASIL SURVEY
HAZARD LINGKUNGAN KERJA
Faktor fisik
1. Kebisingan
Tidak ditemukan sumber bagi faktor kebisingan
2. Sumber cahaya
Sumber cahaya di tempat survey adalah cahaya lampu dengan warna putih.
Pencahayaan cukup, warna dinding cerah.
3. Sumber getaran
Sumber getaran tidak ada ditemukan.
4. Suhu
Suhu di ruangan dibantu dengan aliran udara dari ventilasi dan exhaustion
Faktor kimia
1. Bahan kimia yang digunakan
Petugas tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan tidak terdedah dengan
bahan kimia.
Faktor biologi
Tidak terdapat faktor biologi.
Faktor ergonomis
1. Pekerjaan yang dilakukan secara manual seperti mengangkat dan mengalihkan
barang dari mobil penghantaran ke dalam gudang.
2. Postur dan posisi saat bekerja
- Posisi badan membungkuk, petugas lebih banyak berjongkok dan berdiri
saat melakukan pekerjaan
- Petugas cenderung bolak balik dari mobil truk ke dalam gudang dengan
- mengangkat beban berat.
- Pekerja juga harus berdiri lama bagi memastikan barangan yang sampai
sesuai denga checklist yang ada
Faktor psikososial
1. Rasa emosi saat bekerja
Petugas merasa kelelahan apabila terlalu banyak beban yang harus diangkat
dan apabila muncul keluhan nyeri punggung di bagian belakang.
2. Hubungan sesama petugas baik.
3. Gaji para petugas setiap bulannya sesuai.
2. KELUHAN/ PENYAKIT YANG DIALAMI
- Keluhan seperti nyeri pinggang bawah dan kram-kram yang dirasakan pada
lengan atas adalah keluhan yang sering dialami oleh beban kerja disertai posisi
pada saat mengangkat barang

3. ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN


- Penggunaan alat pelindung diri
APD yang disediakan untuk para petugas adalah masker, handscoen khusus,
celemek gudang, sarung tangan dan sepatu boots. Petugas menggunakan APD
selama mengangkat dan memindahkan barang.
4. UPAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LAINNYA
- Petugas pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan tentang K3
- Kotak P3K di ruang ada
5. KONSTRUKSI BANGUNAN
- Lantai
Tidak terdapat kerusakan.
- Langit-langit
Tidak terdapat kerusakan.
- Pintu dan Jendela
Tidak terdapat kerusakan.
- Ventilasi
Baik
6. ALAT PEMADAM KEBAKARAN
- Alat pemadam api ringan ada
- Detector dan alarm kebakaran ada

7. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Pemeriksaan kesehatan rutin tidak dilakukan, petugas hanya memeriksakan diri di
puskesmas atau klinik jika ada gejala tertentu.
Hasil pemeriksaan kesehatan dikatakan bahwa petugas tidak mengalami sakit berat
, hanya karena capek.
Berdasarkan daftar tilik Checklist Walk Through Survey di poliklinik didapatkan skor hazard
06 dari 21 aspek.

4.2.2 PRODUK
a) DAPUR
HASIL SURVEY
1. HAZARD LINGKUNGAN KERJA
Faktor fisik
1. Kebisingan
Faktor kebisingan ada yaitu bunyi blender yang digunakan saat memasak.
2. Sumber cahaya
Sumber cahaya di tempat kerja bersumber dari cahaya matahari dan lampu.
3. Sumber getaran
Sumber getaran tidak ada.
4. Temperatur
Suhu di ruangan menggunakan AC dan kipas angin
- Faktor kimia
1. Bahan kimia yang digunakan
Petugas menggunakan bahan-bahan kimia berupa sabun yang digunakan ketik
a mencuci piring
- Faktor biologi
Terdapat faktor biologi yang diduga berasal dari bahan baku masak .
- Faktor ergonomis
1. Pekerjaan yang dilakukan secara manual misalnya mengoreng ayam.
2. Postur dan posisi saat bekerja
- Posisi badan membungkuk, petugas lebih banyak membungkuk dan berdiri
pada saat melakukan pekerjaan.
- Petugas cenderung bolak-balik antara deep fryer dengan tempat penyejukka
n ayam yang berada di depan ruangan pelayanan.
- Faktor psikososial
1. Rasa emosi saat bekerja
Petugas kadang merasa emosi cepat meninggi dikarenakan adanya perilaku pel
anggan yang tidak sabar dan menginterupsi pelayanan yang sedang berlangsun
g.
2. Kerja berlebih
Petugas bekerja 6 hari dalam seminggu dari Senin-Sabtu, bekerja dari jam 14.0
0-21.00 atau sekitar 8 jam dalam sehari dan setiap hari pelanggan yang datang
belanja kurang lebih 150 pelanggan dan tukang masak hanya bekerja seorang d
iri bergilir-gilir.
3. Hubungan sesama petugas baik.
4. Gaji para petugas setiap bulannya sesuai dengan kerjanya.
1. KELUHAN/ PENYAKIT YANG DIALAMI
- Keluhan musculoskeletal pegal-pegal (nyeri bahu, pinggang, tangan, paha, kaki)
adalah keluhan yang sering dialami oleh karena posisi petugas bekerja dalam wak
tu yang lama disertai posisi yang tidak ergonomis
2. ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN
- Penggunaan alat pelindung diri(APD)
APD yang disediakan untuk para petugas masker, handscoen, celemek, sarung tan
gan dan sepatu boots. Petugas menggunakan APD selama memasak dan baju ser
agam sebagai pakaian kerja.
3. UPAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LAINNYA
- Petugas pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan tentang K3
- Kotak P3K di ruangan ada
4. KONSTRUKSI BANGUNAN
- Lantai
Tidak terdapat kerusakan.
- Langit-langit
Tidak terdapat kerusakan.
- Pintu dan Jendela
Tidak terdapat kerusakan.
- Ventilasi
Terbuka
5. ALAT PEMADAM KEBAKARAN
- Alat pemadam api ringan ada
- Detector dan alarm kebakaran ada
6. PEMERIKSAAN KESEHATAN
- Pemeriksaan kesehatan rutin tidak dilakukan, petugas hanya memeriksakan diri di
puskesmas atau klinik jika ada gejala tertentu.
- Hasil pemeriksaan kesehatan dikatakan bahwa petugas tidak mengalami sakit ber
at, hanya karena capek.
Berdasarkan daftar tilik Checklist Walk Through Survey di poliklinik didapatkan skor hazard
10 dari 21 aspek

4.2.3 KASIR
HASIL SURVEY
HAZARD LINGKUNGAN KERJA
Faktor fisik
1. Kebisingan
Faktor kebisingan tidak ada.
2. Sumber cahaya
Sumber pencahayaan cukup, warna lampu sesuai, warna dinding ruangan terang . Sumber
pencahayaan berasal dari sinar matahari dan lampu.
3. Sumber getaran
Sumber getaran tidak ada.
4. Suhu
Suhu di ruangan dipertahankan pada 18-24 derajat celcius.
- Faktor kimia
Tidak ada bahan kimia yang digunakan oleh petugas dalam menjalankan tugas.
- Faktor biologi
Terdapat faktor biologi dimana petugas didedahkan dengan infeksi seperti pelanggan yan
g batuk atau flu.
- Faktor ergonomis
1. Pekerjaan yang dilakukan secara repetitive dan manual misalnya pengambilan makan
an siap saji dan pengantaran sampai ke pelanggan.
2. Postur dan posisi saat bekerja
- Posisi badan berdiri pada saat melakukan pekerjaan dan petugas cenderung bolak-bal
ik antara tempat pengambilan masakan dan tempat duduk pelanggan.
- Faktor psikososial

1. Kerja berlebih
Petugas bekerja 7 hari dalam seminggu dari Senin-Minggu, bekerja berdasarkan aturan sh
ift dengan shift pagi dari jam 08.00-16.30, shift siang jam 16.30-01.00 sekitar 8-9 jam dal
am sehari dan setiap hari pelanggan yang datang memesan makanan kurang lebih 70-100
pelanggan. Shift istirahat diaturkan sendiri dari petugas dan sering petugas terlupa atau tid
ak sempat di saat menangani pelanggan yang banyak.
2. Hubungan sesama petugas baik.
3. Gaji para petugas setiap bulannya sesuai.
4 KELUHAN/ PENYAKIT YANG DIALAMI
- Petugas sering mengeluh rasa tegang di bahu, pinggang, tangan, paha, kaki hal ini ka
rena posisi petugas bekerja dalam waktu yang lama disertai posisi yang tidak ergonomis.
Petugas sering berdiri pada saat menginput pesanan pelanggan untuk menentukan kos bil
pesanan.
5 ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN
- Penggunaan alat pelindung diri
Tidak ada alat pelindung diri yang khusus di pakai.
6 UPAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LAINNYA
- Petugas pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan tentang K3
- Kotak P3K di ruang tidak ada
7 KONSTRUKSI BANGUNAN
- Lantai
Tidak terdapat kerusakan. Luas bangunan sekitar 32m2.
- Langit-langit
Tidak terdapat kerusakan. Tinggi bangunan sekitar 3m.
- Pintu dan Jendela
Tidak terdapat kerusakan.
- Ventilasi
Terbuka. Terdapat exhaust fan.
8 ALAT PEMADAM KEBAKARAN
- Alat pemadam api ringan ada.
- Detector dan alarm kebakaran ada.
- Hydrant dan sprinkler tidak ada.
9 PEMERIKSAAN KESEHATAN.
- Pemeriksaan kesehatan rutin tidak dilakukan, petugas hanya memeriksakan diri di pus
kesmas atau klinik jika ada gejala tertentu.
- Hasil pemeriksaan kesehatan dikatakan bahwa petugas tidak mengalami sakit berat, h
anya karena keletihan.
Berdasarkan daftar tilik Checklist Walk Through Survey di poliklinik didapatkan skor haz
ard 14 dari 21 aspek

4.2.4 PENGANTAR MAKANAN ( WAITER )


HASIL SURVEY
HAZARD LINGKUNGAN KERJA
Faktor fisik
1. Kebisingan
Faktor kebisingan tidak ada.
8. Sumber cahaya
Sumber pencahayaan cukup, warna lampu sesuai, warna dinding ruangan terang . Sumber
pencahayaan berasal dari sinar matahari dan lampu.
9. Sumber getaran
Sumber getaran tidak ada.
6. Suhu
Suhu di ruangan dipertahankan pada 18-24 derajat celcius.
- Faktor kimia
Tidak ada bahan kimia yang digunakan oleh petugas dalam menjalankan tugas.
- Faktor biologi
Terdapat faktor biologi dimana petugas didedahkan dengan infeksi seperti pelanggan yan
g batuk atau flu.
- Faktor ergonomis
1. Pekerjaan yang dilakukan secara repetitive dan manual misalnya pengambilan makan
an siap saji dan pengantaran sampai ke pelanggan.
2. Postur dan posisi saat bekerja
- Posisi badan berdiri pada saat melakukan pekerjaan dan petugas cenderung bolak-bal
ik antara tempat pengambilan masakan dan tempat duduk pelanggan.
- Faktor psikososial
1. Rasa emosi saat bekerja
Petugas kadang terpapar dengan perilaku pelanggan dengan permintaan yang aneh-aneh d
an tidak sopan.
2. Kerja berlebih
Petugas bekerja 7 hari dalam seminggu dari Senin-Minggu, bekerja berdasarkan atura
n shift dengan shift pagi dari jam 08.00-16.30, shift siang jam 16.30-01.00 sekitar 8-9 jam
dalam sehari dan setiap hari pelanggan yang datang memesan makanan kurang lebih 70-1
00 pelanggan.
3. Hubungan sesama petugas baik.
4. Gaji para petugas setiap bulannya sesuai.
4 KELUHAN/ PENYAKIT YANG DIALAMI
- Petugas sering mengeluh nyeri bahu, pinggang, tangan, paha, kaki hal ini karena posi
si petugas bekerja dalam waktu yang lama disertai posisi yang tidak ergonomis
5 ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN
- Penggunaan alat pelindung diri
Tidak ada alat pelindung diri yang khusus di pakai.
6 UPAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LAINNYA
- Petugas pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan tentang K3
- Kotak P3K di ruang tidak ada
7 KONSTRUKSI BANGUNAN
- Lantai
Tidak terdapat kerusakan. Luas bangunan sekitar 32m2.
- Langit-langit
Tidak terdapat kerusakan. Tinggi bangunan sekitar 3m.
- Pintu dan Jendela
Tidak terdapat kerusakan.
- Ventilasi
Terbuka. Terdapat exhaust fan.
8 ALAT PEMADAM KEBAKARAN
- Alat pemadam api ringan ada.
- Detector dan alarm kebakaran ada.
- Hydrant dan sprinkler tidak ada.
9 PEMERIKSAAN KESEHATAN.
- Pemeriksaan kesehatan rutin tidak dilakukan, petugas hanya memeriksakan diri di pus
kesmas atau klinik jika ada gejala tertentu.
- Hasil pemeriksaan kesehatan dikatakan bahwa petugas tidak mengalami sakit berat, h
anya karena capek.
Berdasarkan daftar tilik Checklist Walk Through Survey di poliklinik didapatkan skor haz
ard 14 dari 21 aspek.

4.2.5 PETUGAS DELIVERY PESAN-ANTAR


HASIL SURVEY
HAZARD LINGKUNGAN KERJA
Faktor fisik
5. Kebisingan
Faktor kebisingan dari kendaraan semasa mengemudi sepeda motor
4. sumber radiasi
Faktor radiasi dari UV dan debu serta asap dari kendaraan
4. Sumber cahaya
Sumber cahaya di tempat kerja bersumber dari cahaya matahari dan lampu. Pe
ncahayaan cukup, warna lampu sesuai, warna dinding ruangan terang
5. Sumber getaran
Sumber getaran tidak ada.
5. Temperature
Suhu tergantung kondisi cuaca
- Faktor kimia
Petugas tidak menggunakan bahan-bahan kimia.
- Faktor biologi
Petugas dapat terpapar dengan bakteri, virus, parasite dan jamur semasa berada me
nghantar pesanan
- Faktor ergonomis
1. Pekerjaan yang dilakukan secara manual menghantar makanan ke destinasi pes
anan menggunakan sepeda motor
2. Postur dan posisi saat bekerja
- Posisi badan duduk di atas sepeda motor saat melakukan pekerjaan.
- Petugas cenderung berada diatas sepeda motor untuk tempoh yang lama da
n terpapar dengan cuaca panas atau hujan.
- Faktor psikososial
1. Rasa emosi saat bekerja
Petugas kadang merasa emosi bila ada perilaku pelanggan dengan permintaan
yang aneh-aneh dan tidak sopan serta bila terjadi kemacetan atau ketika cuaca t
erlalu panas dan hujan.
2. Kerja berlebih
Petugas bekerja 7 hari dalam seminggu dari Senin-Minggu, bekerja berdasarka
n aturan shift dengan shift pagi dari jam 08.00-14.00, shift siang jam 14.00-21.
00 atau sekitar 5-8 jam dalam sehari
3. Hubungan sesama petugas baik.
4. Gaji para petugas setiap bulannya sesuai.
5 KELUHAN/ PENYAKIT YANG DIALAMI
- Keluhan musculoskeletal pegal-pegal (nyeri bahu, pinggang, tangan, paha, kaki)
adalah keluhan yang sering dialami oleh karena posisi petugas bekerja dalam wak
tu yang lama disertai posisi yang tidak ergonomis
- Keluhan sistem pernapasan ( Batuk, bersin dan nyeri tenggorokan) adalah keluah
an ygang sering dialami oleh petugas karena sering terpapar dengan debu dan asa
p dari kendaraan.
6 ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN
- Penggunaan alat pelindung diri
APD yang disediakan untuk petugas adalah masker, sarung tangan, dan celemek
namun APD ini sangat jarang digunakan oleh petugas pada saat bekerja. Petugas
biasanya hanya menggunakan baju seragam sebagai pakaian kerja ditambah deng
an celemek.
7 UPAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LAINNYA
- Petugas pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan tentang K3
- Kotak P3K di ruang ada
8 KONSTRUKSI BANGUNAN
- Lantai
Tidak terdapat kerusakan. Luas bangunan sekitar 32m2.
- Langit-langit
Tidak terdapat kerusakan. Tinggi bangunan sekitar 3m.
- Pintu dan Jendela
Tidak terdapat kerusakan.
- Ventilasi
Terbuka. Terdapat exhaust fan.
9 ALAT PEMADAM KEBAKARAN
- Alat pemadam api ringan ada.
- Detector dan alarm kebakaran ada.
- Hydrant dan sprinkler tidak ada.
10 PEMERIKSAAN KESEHATAN.
- Pemeriksaan kesehatan rutin tidak dilakukan, petugas hanya memeriksakan diri di
puskesmas atau klinik jika ada gejala tertentu.
- Hasil pemeriksaan kesehatan dikatakan bahwa petugas tidak mengalami sakit ber
at.
Berdasarkan daftar tilik Checklist Walk Through Survey di poliklinik didapatkan skor hazard
14 dari 21 aspek.

4.2.6 FACILITIES CONTROL/ MAINTANENCE


a) CLEANING SERVICES
HASIL SURVEY
1. HAZARD LINGKUNGAN KERJA
Faktor fisik
1. Kebisingan
Sumber kebisingan tidak ada
2. Sumber cahaya
Sumber cahaya di tempat kerja bersumber dari cahaya matahari dan lampu.
3. Sumber getaran
Sumber getaran tidak ada.
4. Temperatur
Suhu di ruangan menggunakan AC dan kipas angin
- Faktor kimia
1. Bahan kimia yang digunakan
Petugas menggunakan bahan-bahan kimia berupa sabun yang digunakan ketik
a membersihkan lantai dan disinfektan pada kamar mandi.
- Faktor biologi
Terdapat faktor biologi yang diduga berasal dari bahan buangan dan kotoran di tem
pat buangan.
- Faktor ergonomis
1. Pekerjaan yang dilakukan secara manual misalnya mengemop lantai
2. Postur dan posisi saat bekerja
- Posisi badan membungkuk, petugas lebih banyak membungkuk dan berdiri
pada saat melakukan pekerjaan.
- Petugas cenderung bolak-balik saat melakukan pembersihan tempat makan.
- Faktor psikososial
1. Rasa emosi saat bekerja
Petugas kadang merasa emosi cepat meninggi dikarenakan adanya perilaku pel
anggan yang tidak bersih dan menginterupsi pembersihan yang berlangsung.
5. Hubungan sesama petugas baik.
6. Gaji para petugas setiap bulannya sesuai dengan kerjanya.
11 KELUHAN/ PENYAKIT YANG DIALAMI
- Keluhan musculoskeletal pegal-pegal (nyeri bahu, pinggang, tangan, paha, kaki)
adalah keluhan yang sering dialami oleh karena posisi petugas bekerja dalam wak
tu yang lama disertai posisi yang tidak ergonomis
12 ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN
- Penggunaan alat pelindung diri(APD)
APD yang disediakan untuk para petugas masker, handscoen, celemek, sarung tan
gan dan sepatu boots. Petugas menggunakan APD selama mencuci dan baju sera
gam sebagai pakaian kerja.
13 UPAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LAINNYA
- Petugas pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan tentang K3
- Kotak P3K di ruangan ada
14 KONSTRUKSI BANGUNAN
- Lantai
Tidak terdapat kerusakan.
- Langit-langit
Tidak terdapat kerusakan.
- Pintu dan Jendela
Tidak terdapat kerusakan.
- Ventilasi
Terbuka
15 ALAT PEMADAM KEBAKARAN
- Alat pemadam api ringan ada
- Detector dan alarm kebakaran ada
16 PEMERIKSAAN KESEHATAN
- Pemeriksaan kesehatan rutin tidak dilakukan, petugas hanya memeriksakan diri di
puskesmas atau klinik jika ada gejala tertentu.
- Hasil pemeriksaan kesehatan dikatakan bahwa petugas tidak mengalami sakit ber
at, hanya karena capek.
Berdasarkan daftar tilik Checklist Walk Through Survey di poliklinik didapatkan skor hazard
06 dari 21 aspek.
BAB 5

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengelolahan data yang dilakukan dapat ditarik
kesimpulan berikut :

1. Dari hasil workthrough survey didapatkan beberapa faktor hazard yang dialami
petugas Pizza Ria Kafe, Jalan Perintis Kemerdekaan berupa faktor fisik, faktor
kimia, faktor biologi dan faktor ergonomis.
2. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja berada pada tahap
sederhana. Pegawai telah mendapatkan informasi tentang K3 namun tidak dapat
mengaplikasikan pengetahuan dengan baik.
3. Alat pelindung diri yang digunakan oleh petugas Pizza Ria Kafe, Jalan Perintis
Kemerdekaan untuk melindungi pekerjanya dari hazard, yaitu apron, sarung
tangan dan sepatu. Apron dipakai untuk kebersihan baju pekerja dan menghalangi
dari sumber infeksi. Sarung tangan untuk proteksi dari mencuci dan
membersihkan. Namun sayangnya, hanya sebagian pekerja yang menggunakan
sarung tangan plastik.
4. Pengelola Pizza Ria Kafe, Jalan Perintis Kemerdekaan telah menyiapkan kotak
P3K untuk penanganan awal jika terdapat kecelakaan sewaktu bekerja. Namun
letaknya sulit dijangkau karena berada di kantor pengelola Pizza Ria Kafe, yang
sering terkunci. Tidak ada petugas P3K yang khusus di tempat kerja, untungnya
lokasi Pizza Ria Kafe ini berada dekat dengan rumah sakit daerah setempat,
sekitar 1 kilometer, dan mudah dijangkau sehingga penanganan definitif dapat
segera diperoleh.
5. Tidak ada pemeriksaan kesehatan khusus yang dianjurkan oleh pengelola untuk
pekerjanya, baik sebelum bekerja, maupun pengobatan berkala untuk menjamin
kesehatan pekerja. Pekerja yang sakit berat diberikan ijin istirahat, namun tidak
ada jaminan kesehatan khusus.
6. Tidak ada petugas K3 khusus atau petugas dari rumah sakit sedekat ataupun dari
dinas kesehatan melakukan pemeriksaan berkala setiap 3 bulan. Pemeriksaan
yang seharusnya dilakukan berupa pemeriksaan alat pemadam kebakaran,
kesehatan lingkungan di tempat kerja, dan sebagainya.
7. Untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran di Pizza Ria Kafe, Jalan Perintis
Kemerdekaan telah menyiapkan satu buah alat pemadam api ringan dekat di
setiap ruangan. Pengelola juga mengajarkan pekerjanya cara menggunakan
APAR. Pengelola menyediakan hidran, alarm kebakaran, smoke detector, fire
detector, dan rambu-rambu evakuasi namun tidak melakukan pemeriksaan
berkala dengan baik.

Saran

Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pembangunan, karena sakit
dan kecelakaan kerja akan menimbulkan kerugian ekonomi (lost benefit) suatu
perusahaan atau negara. Maka dari itu kesehatan dan keselamatan kerja harus dikelola
secara maksimal bukan saja oleh tenaga kesehatan tetapi seluruh masyarakat.

Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan diatas maka kami ajukan saran:

1. Bagi karyawan lebih memperhatikan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
dengan bekerja secara disiplin dan berhati-hati serta mengikuti proses.
2. Lengkapi alat pelindung diri (APD)
Daftar pustaka

1. International LabourOrganizaton. (2013) KeselamatandanKesehatanKerja;


saranauntukProduktivitas. [Accessed 22 Mei 2017].
http://www.ilo.int/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilojakarta/
documents/publication/wcms_237650.pdf.
2. World Health Organization, (2008) A Guide To Developing Knowledge, Attitude
And Practice Surveys. [Accessed Mei
2017].http://whqlibdoc.who.int/publications/2008
3. Marsum, W. Restoran dan Segala Permasalahannya. edisi 4. Yogyakarta: Andi, 2005
Andri Prasetia
4. Jogja Resto and Gallery. Diambil pada 23 Mei 2017
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2014-2-01563-HM%20Bab2001.pdf
5. Manajemen Pemantauan alur kerja. Diambil pada 23 Mei 2017
https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/rbi/PemantauanAlurKerja.pdf
6. AgusYulianto, PelatihanKeselamatan Dan
KesehatanKerjaSebagaiUpayaPencegahanKecelakaanKerja,
(http://bdtbt.esdm.go.id/index.php/file/file/K3.pdf)
7. Badraningsih L., EnnyZuhny K.(2015) Kecelakaan&penyakitakibatkerja.
(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-dra-badraningsih-lastariwati-
mkes/materi-ajar-k3-ft-uny-20152-kecelakaan-akibat-kerja-dan-penyakit-akibat-
kerjabadraningsih-l.pdf)
8. GanjarPranowo. PenyakitAkibatKerja
(http://jdihukum.jatengprov.go.id/?wpfb_dl=363
9. KhazanahDuniaPustaka. 2012. PenangananKecelakaanKerja.
(http://hadianzah28.blogspot.co.id/2012/07/penanganan-kecelakaan-kerja.html)
10. Nasrullah&Suwandi, 2014. Hubunganantara knowledge, Attitude, practice safe
behaviourpekerjadalamupayauntukmenegakkankeselamatandankesehatankerja.
Indonesia
11. .Jurnal.Surabaya, UniversitasAirlangga. Vol.3:1. Hal.83-85
12. Antique, ArieDwiBudiawati 2013, VIVAnews, Senin 11 Maret,
Eksporfurniturdankerajinantembusmiliarandolar AS, dilihat 4 juni 2013,
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/396696-ekspor-furnitur-dan-kerajinan-tembus-
miliaran-dollar-as
13. International Labour Organization. 2013. KeselamatandanKesehatanKerja. Jakarta:
International Labour Office.
14. PemerintahRepublik Indonesia. 2012. PeraturanPemerintahRepublik Indonesia
Nomor 50 Tahun 2012
tentangPenerapanSistemManajemenKeselamatandanKesehatanKerja. Jakarta (ID):
Sekretariat Negara.
LAMPIRAN

Wawancara dengan salah seorang petugas di Pizza Ria Kafe

Bersama petugas bagian dapur dan gudang


Bagian dapur Pizza Ria Kafe

Kelompok 2 bersama petugas bagian pelayanan di Pizza Ria Kafe