Anda di halaman 1dari 6

PORTOFOLIO KASUS KEGAWATDARURATAN

Nama Peserta :
Nama Wahana :
Topik : STEMI Inferior
Tanggal (kasus) :
Nama Pasien : No RM :
Tanggal presentasi : Pendamping:

Tempat presentasi:
Obyek presentasi :
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi :
Pasien laki-laki, 50 tahun mengeluhkan nyeri dada dirasakan sejak 2 hari yang lalu setelah pasien
mencuci dan menjemur pakaian . Nyeri dirasakan pada dada kiri seperti dihimpit beban berat,
bersifat menusuk dan panas, nyeri menjalar ke leher, punggung dan lengan kiri, lama nyeri
dirasakan lebih dari 20 menit. Nyeri dada tidak hilang dengan istirahat. Pasien mengeluh
keringat dingin dan sakit kepala pada saat nyeri dada. Keluhan mual dijumpai disertai dengan
muntah 3 kali pada saat nyeri.
Tujuan :
Mendiagnosis kelainan pasien, penatalaksanaan awal dan lanjut pada pasien, menentukan
prognosis pasien, edukasi pasien dan keluarganya
Bahan Tinjauan Riset Kasus Audit
bahasan: pustaka
Cara Diskusi Presentasi dan E-mail Pos
membahas: diskusi
Data pasien : Nama : Tn. T Nomor registrasi : 089318
Nama klinik Perawatan ICCU RSU Dr. H.
Koesnadi Bondowoso
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Anamnesis :
Nyeri dada dirasakan sejak 2 hari yang lalu pukul 06.00 pagi setelah pasien mencuci dan
menjemur pakaian . Nyeri dirasakan pada dada kiri seperti dihimpit beban berat, bersifat
menusuk dan panas, nyeri menjalar ke leher, punggung dan lengan kiri, lama nyeri
dirasakan lebih dari 20 menit. Nyeri dada tidak hilang dengan istirahat. Pasien mengeluh
keringat dingin dan sakit kepala pada saat nyeri dada. Keluhan mual dijumpai disertai
dengan muntah 3 kali pada saat nyeri. Sesaat setelah nyeri dada, pasien kemudian jatuh
pingsan dan dibawa menuju Puskesmas pukul 12.00 dan didiagnosis dengan penyakit
jantung koroner. Setelah kesadaran pasien membaik, kemudian pasien dirujuk ke RSUD
dr. Koesnadi untuk penatalaksaan lebih lanjut pada pukul 17.00.
2. Riwayat pengobatan: Pasien belum pernah melakukan pengobatan apapun.
3. Riwayat kesehatan/penyakit: Pasien tidak pernah mengalami hal yang sama sebelumnya.
Riwayat DM (+) namun tidak berobat teratur, riwayat hipertensi (+) namun tidak berobat
teratur.
4. Riwayat keluarga: Tidak ada keluarga yang mengalami penyakit seperti ini baik darah
tinggi atau kencing manis
5. Riwayat pekerjaan & pendidikan: Pasien adalah seorang tukang kayu. Kehidupan
perekonomian pasien tampak kurang mampu.
6. Lain-lain : Pasien merupakan seorang perokok aktif sejak lama.
7. Pemeriksaan fisik
Status Generalis :
Status Generalis
Keadaan umum : lemah
Kesadaran : compos mentis
Tanda tanda vital
Tekanan darah : 150/90 mmHg
Nadi : 72 x/menit
Temperatur : 37,2 0C
Respiration Rate : 24 x/menit
Kepala/Leher
Konjungtiva : anemis -/-
Sklera : ikterik -/-
Refleks pupil : positif, pupil isokor 3mm/3 mm, refleks cahaya +/+
Thorax
Cor
Inspeksi : Ictus Cordis terlihat
Palpasi : Ictus Cordis teraba
Perkusi : Batas kanan : redup pada ICS IV Parasternal dextra
Batas kiri : redup pada ICS V MCL sinistra
redup pada ICS II parasternal sinistra
Auskultasi : S1S2 tunggal, suara tambahan (-)
Kesan: tidak terdapat kelainan pada jantung
Pulmo

VENTRAL DORSAL

I Bentuk dada normal, simetris, Gerak nafas tertinggal (-) ,


Ketinggalan gerak (-), Simetris, Ketinggalan gerak (-),
retraksi (-) retraksi (-)

P Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-)


Fremitus raba (+) Fremitus raba (+)

P Sonor Sonor

A RO (-) WH (-) RO (-) WH (-)

Kesan: tidak terdapat kelainan pada paru

Abdomen
Inspeksi: cembung
Auskultasi: Bising usus normal
Palpasi: soepel, nyeri tekan ()
Perkusi: timphani (+), pekak beralih (-)
Kesan : tidak terdapat kelainan pada abdomen
Ektremitas
Akral hangat, CRT <2 detik
Oedema (-)
Kesan: tidak terdapat kelainan pada ekstremitas

Hasil Lab Darah Rutin:


Hemoglobin : 18,3 ( 13,2 17,3)
Leukosit : 10,0 x 103 (4,5 11,0)
Trombosit : 230 x 103(150 450)
Ginjal
Ureum : 34 mg/dL (<50)
Kreatinin : 0,93 mg/dl ( 0,70 1,20)
Hepar
SGOT : 343 (10-35)
SGPT :100 ( 9- 43)
Elektrolit
Natrium (Na) : 141 mEq/dL (131- 135)
Kalium (K) : 4,8 mEq/dl (3,6 -5,5)
Klorida (Cl) : 106 mEq/dl (96 100)
Enzim Jantung
Troponin T : 15,3 ug/L (0-0.1)

EKG : kesan STEMI inferior late onset


Daftar Pustaka :
1. Pierard LA. ST elevation after myocardial infarction: what does it mean? Heart Journal.
November 2007;93(11):132930.
2. NICE. Myocardial infarction with ST-segment elevation : The acute management of
myocardial infarction with ST-segment elevation. NICE Clinical Guideline. July 2013;167.
3. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi V.
Jakarta: Interna Publishing; 2010.
4. Santoso M, Setiawan T. Penyakit Jantung Koroner. 147 ed: Cermin Dunia Kedokteran;
2005.
5. Dharma S. Pedoman Praktis Sistematika Interpretasi EKG. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran ECG; 2009.
6. Ramrakha P, Moore K. Oxford Handbook of Acute Medicine 2nd Edition. Oxford,
England: Oxford University Press; 26 October 2006.
7. Antman EM, Braunwald E. ST-Segment Elevation Myocardial Infarction. In: Kasper DL,
Fauci AS, Longo DL, Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL. Harrisons Principles of
Internal Medicine 16th Ed. USA: McGraw-Hill; 2005. p. 1449-50.
8. Hampton JR. The ECG in Practice, 4th Edition. London: Elsevier Science Limited -
CHURCHILL LIVINGSTONE; 2003.
9. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
ECG; 2007.
10. Longo D, Fauci A, Kasper D, Hauser S, Jameson J, Loscalzo J. Harrison's Principles of
Internal Medicine, 18th Edition: McGraw-Hill; July 2011.
Hasil pembelajaran:
1. Definisi STEMI
2. Patofisiologi STEMI
3. Manifestasi klinis dan Diagnosis STEMI
4. Penatalaksanaan STEMI

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio :

1. Subjektif
Pasien laki-laki, 50 tahun mengeluhkan nyeri dada dirasakan sejak 2 hari yang lalu setelah
pasien mencuci dan menjemur pakaian . Nyeri dirasakan pada dada kiri seperti dihimpit
beban berat, bersifat menusuk dan panas, nyeri menjalar ke leher, punggung dan lengan kiri,
lama nyeri dirasakan lebih dari 20 menit. Nyeri dada tidak hilang dengan istirahat. Pasien
mengeluh keringat dingin dan sakit kepala pada saat nyeri dada. Keluhan mual dijumpai
disertai dengan muntah 3 kali pada saat nyeri.

2. Objektif
Pada pemeriksaan fisik di unit gawat darurat, didapatkan keadaan umum pasien
lemah, tekanan darah 150/90, nadi 72x/mnt, pernapasan 24x/menit, suhu 37,2C. Anemia -
/-, ikterus -/-,. Kemudian dilakukan pemeriksaan EKG dan didapatkan ST elevasi pada
lead II, III dan aVF. Pasien kemudian didiagnosis dengan STEMI inferior, diberikan
penanganan awal dan dirawat di ruang ICCU RSUD dr. Koesnadi Bondowoso
3. Assesment
STEMI Inferior Late Onset
4. Plan
Diagnosis : EKG serial, Pro Angiografi Koroner
Pengobatan :
Bed rest
Loading Aspilet 320mg
Loading Clopidogrel 300mg
Loading ISDN 5mg sublingual
O2 2-4 L/i
IVFD RL 500 cc/24 Jam (mikro)
Inj.Ranitidin 2 x 1 a
Inj. Furosemide 20mg
CPG 1x75mg
Aspilet 1x80mg
ISDN 3x10 mg
Simvastatin 1 x 20 mg
Curcuma 3 x 1
Concor 2,5 mg 0-1/2-0
Edukasi : Menjelaskan prognosis dari pasien serta komplikasi yang mungkin terjadi.
Konsultasi : Spesialis Jantung Pembuluh Darah