Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN GANGGUAN PADA PASIEN RASA


AMAN DAN NYAMAN: NYERI DENGAN DIAGNOSA MEDIS HEMOROID DI
RUANG KENANGA RSUD DR. ADHYATMA SEMARANG

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH


KEPERAWATAN DASAR PROFESI

OLEH
ZULIYATUL FAJRIYAH
P.1337420916031

PROGRAM STUDI PROFESI NERS JURUSAN KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
SEMARANG
2017
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN G DENGAN GANGGUAN RASA AMAN
NYAMAN (NYERI)

Tanggal Pengkajian : 22 Mei 2017 Ruang : Kenanga


A. BIODATA
1 Biodata Pasien
a. Nama : Tn. M
b. Tanggal lahir : 5 Desember 1969
c. Umur : 47 tahun
d. Alamat : Ngaliyan, Semarang
e. Agama : Islam
f. Pendidikan : Sarjana
g. Pekerjaan : Pegawai swasta
h. Tanggal Masuk : 20 Mei 2017
i. Diagnosa Medis : Hemoroid
j. Nomor Register : 537190
2 Biodata Penanggungjawab

3 Nama : Tn. A
4 Alamat : Ngaliyan, Semarang
5 Pendidikan : Sarjana
6 Pekerjaan : Pegawai swasta
7 Hubungan dengan Pasien: Adik

B. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan nyeri pada anusnya.

C. RIWAYAT KESEHATAN
1 Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada hari Selasa tanggal 16 Mei 2017 pasien mengatakan bahwa ketika BAB, pasien
merasakan ada benjolan di anusnya. Kemudian, pasien memberikan salep. Pada hari
Jumat, 19 Mei 2017 siang hari, pasien mengatakan mengalami pendarahan lewat
anusnya. Kemudian pada malam hari, pasien dibawa oleh keluarga ke IGD RSUD Dr
Adhyatma Semarang. Di IGD, pasien tidak mengalami pendarahan lagi sehingga dapat
pulang ke rumah. Kemudian tanggal 20 Mei 2017 pagi hari, pasien melakukan
pemeriksaan di Poli Surya Medika. Lalu, pasien dirujuk ke poli bedah RSUD Dr
Adhyatma Semarang. Data tanda-tanda vital di IGD:
TD : 140/80 mmHg, N : 88x/menit,
RR : 24x/menit S : 370C
Pada pukul 12.55 pasien dirawat inap di ruang Kenanga. Di ruang Kenanga sudah
diberikan transfusi PRC 4 kolf karena Hb pasien adalah 6,7 g/dL.
2 Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien pernah dirawat di Rumah Sakit sebelumnya Karena operasi benjolan di belakang
telinga 30 tahun yang lalu.
3 Riwayat kesehatan Keluarga
Tidak ada keluarga yang mengalami hemoroid seperti yang dialami pasien. Selain itu,
tidak ada keluarga yang menderita penyakit lain seperti hipertensi, DM, TBC, asma,
hipertensi maupun yang lainnya.

D. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL GORDON


1 Pola manajemen dan persepsi
Pasien dan keluarga sangat mempedulikan kesehatan. Pasien mengatakan jika keadaan
tubuhnya memburuk, maka ia berkonsultasi pada keluarga terlebih dulu. Jika
keadaannya tidak membaik maka pasien dibawa ke dokter atau rumah sakit oleh
keluarganya. Pasien tidak pernah memeriksakan kesehatannya secara rutin, tetapi saat
ini pasien menuruti semua program pengobatan dengan baik.
2 Pola nutrisi dan metabolism
Sebelum sakit, pasien makan tiga kali sehari dengan porsi sedang yang terdiri dari nasi,
sayur dan lauk. Pasien mengatakan tidak memiliki alergi dan pantangan makanan.
Selama dirawat di rumah sakit, pasien makan 3 kali sehari dengan menghabiskan porsi
yang telah di berikan. Asupan cairan : pasien minum air putih 2000 cc setiap hari
Pengkajian ABCD
a. A (Antropometri):
Lingkar Lengan Atas : 28 cm
Tinggi Badan : 168 cm
Berat Badan : 73 kg
IMT : 24 kg/m2, berdasarkan klasifikasi oleh WHO, indeks
masa tubuh tersebut termasuk kategori normal.
b. Biochemical
Hb : 10,40g/dL
c. Clinical Sign
Turgor kembali cepat, konjungtiva anemis.
d. Diit intake
Bubur tanpa santan
3 Pola eliminasi

a. BAK
Sebelum sakit : pasien mengatakan buang air kecil dengan frekuensi 5-8x/hari
dengan warna kuning jernih.
Saat di rawat dirumah sakit : pasien mengatakan buang air kecil dengan frekuensi 5-
8x/hari dengan warna kuning jernih.

b. BAB
Sebelum sakit ; pasien mengatakan buang air besar satu hari sekali, dengan konsisten
lunak, warna kuning kecoklatan dan berbau khas. Pasien memiliki kebiasaan
mengejan ketika BAB.
Saat dirawat di rumah sakit : pasien mengatakan sudah BAB dengan ko konsisten
lunak, warna kuning kecoklatan dan berbau khas.
4 Pola istirahat dan tidur
Sebelum sakit : pasien mengatakan tidur selama 6-7 jam/hari.
Saat dirawat dirumah sakit : pasien mengatakan tadi malam dapat tidur dengan nyenyak
tetapi beberapa kali terbangun, pasien tidur kurang lebih 6 jam dalam sehari, tidak ada
kesulitan dalam memulai tidurnya.

5 Pola aktivitas dan latihan


Sebelum sakit :pasien aktif dan dapat memenuhi kebutuhan ADL secara mandiri. Selain
itu, pasien sebagai pegawai swasta sering duduk dalam bekerja. Pasien mengatakan
bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 8 malam.
Saat dirawat di rumah sakit : kebutuhan ADL pasien dibantu sebagian oleh adiknya.
Pasien terpasang infus pada tangan kiri.
6 Pola peran dan hubungan
Pasien masih dapat menjalankan peran sebagai kepala rumah tangga dan pasien juga
selalu mendapatkan dukungan dari seluruh keluarga.
7 Pola persepsi kognitif dan sensori
Pasien mengatakan bahwa ia tahu penyebab terjadinya nyeri karena hemoroidnya. Akan
tetapi, pasien tidak tahu cara mengurangi nyerinya dan sedikit tahu mengenai hemorioid.
Pasien juga mengatakan nyeri pada anus, dengan karakteristik nyeri :
P : hemoroid , nyeri lebih berat ketika BAB
Q : cekot-cekot
R : sekitar anus
S : skala 5
T: nyeri tiap 15 menit selama menit
Pasien terlihat lemas dan meringis kesakitan saat nyeri timbul. Selain itu, pasien
mengatakan sedikit cemas karena akan dioperasi.
Kekuatan otot
Ekstremitas atas kanan :5
Ekstremitas atas kiri :5
Ekstremitas bawah kanan :5
Ekstremitas bawah kiri :5
8 Pola persepsi diri/konsep diri

a. Gambaran diri : pasien mengatakan selalu berysukur atas kesehatan yang


dimilikinya.
b. Ideal diri : pasien berharap supaya cepet sembuh dan selalu diberikan kesehatan
baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya.
c. Harga diri : pasien mempunyai hubungan yang baik terhadap keluarga dan orang-
orang sekitar lingkunganya. Pasien adalah seorang kepala yang dihormati oleh
keluarganya.
d. Peran : pasien adalah seorang ayah dari 2 anaknya, pasien mampu menjalankan
tugasnya dengan baik sebagai kepala keluarga.
e. Identitas : pasien adalah seorang pegawai swasta.
9 Pola seksual dan reproduksi
Pasien tidak mengalami perubahan dalam pemenuhan kebutuhan seksualnya.
10 Pola mekanisme koping
Pasien mengerti dan menerima kondisinya, pasien selalu sabar dan siap menjalani
pengobatan untuk kesembuhan.
11 Pola nilai dan kepercayaan
Pasien adalah sesorang yang beragama islam, ia rajin beribadah setiap harinya, tetapi
saat sakit ibadah pasien sedikit terganggu. Pasien selalu berpikir positif bahwa ia akan
sembuh dari penyakitnya dengan melakukakan pengobatan yang telah ditetapkan dengan
teratur.

E. PEMERIKSAAN FISIK

1. Keadaan umum : kesadaran composmentis.


2. Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 130/70 mmHg
Suhu : 36,2 oC
RR : 20 kali/menit
HR : 72 kali/menit
3. Kepala
Leher : tidak terdapat massa, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, letak
trakhea simetris di tengah.
Kepala : rambut bersih, hitam dan tidak mudah dicabut.
Mata : konjungtiva anemis, dan reflek pupil baik.
Hidung : tidak terdapat sekret, bersih, tidak ada polip.
Mulut : bersih, tidak ada lesi, tidak ada infeksi dan tidak berbau.
Telinga : bersih, tidak ada serumen.
4. Dada
a. Jantung
I : ictus cordis tidak tampak
P : terba ictus cordis pada IC 4-5 pada midclavicula sedikit medial
Pe :terdapat suara perkusi jantung pekak, tidak terdapat kardiomegali.
A : BJ 1 dan Bj 2 reguler.

b. Paru
I: bentuk dada simetris, frekuensi napas 20x/menit, irama napas reguler, tidak
terdapat refraksi otot
P: gerakan dada kanan dan kiri simetris, tidak ada massa pada dinding dada.
Pe :terdapat suara sonor pada seluruh lapang paru
A :suara pernapasan normal

5. Abdomen
Inspeksi : bersih tidak ada kecenderungan ke kanan mupun ke kiri dan perut
datar.
Auskultasi : bising usus 12 kali/menit.
Perkusi : tympani pada seluruh lapang abdomen
Palpasi : tidak teraba massa.
6. Perineum dan genetalia
terdapat edema disekitar anus, kondisi bersih, dan tidak terpasang kateter.

7. Kulit
Ekskremitas : tidak ada udem, ektremitas dapat berfungsi dengan baik dan bersih. Pada
tangan kiri terpasang infus. Capirelly refill <2 detik.
F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

1. Pemeriksaan laboratorium
Tanggal: 20 Mei 2017
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
Glukosa sewaktu 105 mg/dL < 125
Ureum 20,6 mg/dL 10,0 50,0
Kreatinin 0,8 mg/dL 0,7 1,1
Tanggal: 22 Mei 2017
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
Waktu pembekuan 520 Menit 20
Waktu perdarahan 330 Menit 13
Tanggal: 15 Mei 2017
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal Metode
Hematologi Edta (B)
Hema Lengkap (WB EDTA)
Leukosit 7,13 10^3/uL 3.8 10.6 Focused flow
impedence
Eritrosit 5,11 10^3/uL 4.4 5.9 Focused flow
impedence
Hemoglobin L 10,40 g/dL 13.2 17.3 Cyanide free
Haemoglobin spn
Hematokrit L 34 % 40 50 Focused flow
impedance
MCV L 66,50 fL 80 100
MCH L 20,4 Pq 26 34
MCHC L 30,6 g/dL 32 36
Trombosit 191 10^3/uL 180 440
Konfirmasi trombosit manual sesuai
RDW H 24,7 % 11,5 14,5
Diff count
Eosinofil absolute 0,39 10^3/uL 0,045 0,44
Basofil absolute 0,03 10^3/uL 0 0,2
Neutrofil absolute 4,88 10^3/uL 1,8 8
Limfosit absolute 1,08 10^3/uL 0,9 5,2
Monosit absolute 0,75 10^3/uL 0,16 1
Eosinofil H 5,50 % 24
Basofil 0,40 % 01
Neutrofil 68,5 % 50 70
Limfosit L 15,1 % 25 40
Monosit H 10,5 % 28
2. Pemeriksaan EKG
Tanggal 20 Mei 2017
Interprestasi: normal sinus rhythm

G. PROGRAM TERAPI
1 Infus RL 20 tpm
2 Injeksi ketorolac 30 mg IV
3 Fleet enema

H. DAFTAR MASALAH

N Tanggal/Jam Data Fokus Masalah Keperawatan


O
1 22 Mei 2017 S : Pasien juga mengatakan Gangguan rasa aman
nyeri pada anus, dengan nyaman (Nyeri)
14.00 WIB
karakteristik nyeri : berhubungan dengan
P: hemoroid , nyeri lebih
agen injuri biologis
berat ketika BAB
Q : cekot-cekot
R : sekitar anus
S : skala 5
T: nyeri tiap 15 menit selama
menit
Pasien sedikit cemas karena
akan operasi
O:
Pasien lemas
Merintih saat nyeri timbul
TTV :
Tekanan darah : 130/70
mmHg
Suhu : 36,2 oC
RR : 20 kali/menit
HR : 72 kali/menit
2 22 Mei 2017 S: Kurangnya pengetahuan
pasien tidak tahu cara
berhubungan dengan
14.00 WIB
mengurangi nyerinya dan
sedikit tahu mengenai kurangnya terpapar
hemorioid. informasi
Pasien sebagai pegawai swasta
sering duduk dalam bekerja.
Pasien mengatakan bekerja
mulai jam 8 pagi sampai jam 8
malam.

O:

Pasien sedikit cemas karena


akan dioperasi

I. RENCANA KEPERAWATAN

Tanggal/ No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasionalisasi TTD


Jam
22 Mei 1 Gangguan Setelah 1 kaji nyeri secara 1 Mengetahui daerah
2017 rasa aman dilakukan komprehensif nyeri, kualitas,
2 observasi adanya
nyaman tindakan selama kapan nyeri
14.00
petunjuk
(nyeri) 3 x 24 jam di dirasakan, faktor
WIB
nonverbal
berhubung harapkan nyeri pencetus, berat
mengenai
an dengan berkurang. ringannya nyeri
kriteria hasil : ketidaknyamanan
agen injuri yang dirasakan
Nyeri 3 Gunakan strategi
2 Untuk mengetahui
biologis
berkurang dari komunikasi
tingkat ketidak
skala 5 terapeutik untuk
nyamanan yang
menjadi 2 mengungkapakan
dirasakan oleh
Pasien tidak pengalaman nyeri
pasien
merintih dan penerimaan 3 Untuk
kesakitan pasien terhadap mengalihkan
Pasien tidak
respon nyeri perhatian pasien
takut untuk 4 kontrol
dari rasa nyeri
bergerak. lingkungan yang 4 Untuk mengurangi
Pasien tidak
lemas dapat tingkat
Pasien tidak
mempengaruhi ketidaknyamanan
cemas nyeri yang dirasakan
TTV dalam 5 Ajarkan teknik
pasien
batas normal nonfarmakologi 5 Untuk
yaitu, ( relaksasi) mengajarkan
TD:120/80 6 Monitor TTV
pasien apabila
mmHg 7 Kolaborasi
Suhu: 35,5 oC- nyeri timbul
dengan dokter
6 Untuk
36,5 oC untuk pemberian
RR: 16-24 mengetahuan
analgesik
kali/menit keadaan umum
HR:60-100 pasien
kali/menit 7 Untuk mengurangi
rasa nyeri

22 Mei 2 Kurangny Setelah 1 Kaji tingkat 1 Mempermudah


2017 a dilakukan pengetahuan dalam memberikan
pengetahu tindakan pasien penjelasan pada
14.00
2 Berikan
an keperawatan pasien
WIB
penyuluhan sesuai 2 Meningkatkan
berhubung selama 2 x 24
tingkat pengetahuan
an dengan jam di harapkan
pemahaman pasien pasien dan
kurangnya pasien
3 Berikan
mengurangi cemas
terpapar mengetahui
pendidikan 3 Mengajarkan cara
informasi mengenai
kesehatan mengatasi nyeri
mekanisme
penatalaksanaan
nyeri dan
nyeri dengan cara
penatalaksanaan
relaksasi napas
nyeri
dalam dan teknik
Kriteria hasil : relaksasi benson
Pasien tidak
takut untuk
bergerak
Pasien tidak
cemas
Pasien dapat
melakukan
cara
mengatasi
nyeri
Pasien
mampu
menjelaskan
kembali apa
yang telah
dijelaskan

J. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Tanggal/Jam Kode Tindakan Respon Pasien TTD


Diagnosa Keperawatan
22 Mei 2017 1 Melakukan pengkajian S: Pasien juga mengatakan
14.00 WIB
nyeri pada anus, dengan
karakteristik nyeri :
P: hemoroid , nyeri
lebih berat ketika
BAB
Q : cekot-cekot
R : sekitar anus
S : skala 5
T: nyeri tiap 15 menit
selama menit
14.10 WIB 1 Memonitor TTV pasien
O : meringis saat nyeri
timbul dan lemas

Tekanan darah: 130/70


14.20 WIB 2 Mengkaji pengetahuan mmHg
Suhu: 36,2oC
pasien mengenai
RR : 20 kali/menit
hemoroid dan cara HR : 72 kali/menit
mengurangi nyeri
S : pasien mengatakan tidak
tahu cara mengurangi nyeri
14.30 WIB 1,2
dan sedikit mengetahui
Mengajarkan pasien
tentang hemoroid
teknik relaksasi (tarik
O: pasien terlihat sedikit
napas dalam) ketika
cemas karena akan
nyeri muncul.
dioperasi
Prosedur : tarik napas
panjang melalui mulut
kemudian ditahan
S: pasien mengatakan akan
sebentar dan
melakukan relaksasi ketika
dikeluarkan melalui
nyeri timbul
15.00 WIB 2
mulut secara pelan pelan O: pasien dapat mengikuti
(dilakukan secara teknik relaksasi yang telah
berulang sampai nyeri diajarkan dengan baik,
berkurang) sehingga pasien
mempraktekkan langsung
21.00 WIB 1 Memberikan edukasi
mengenai hemoroid

S: pasien mengatakan
23 Mei 2017 1
Mengontrol lingkungan
06.00 WIB paham setelah dijelaskan
untuk kenyamanan
mengenai hemoroid
pasien menjelang tidur O : pasien dapat menjawab
08.00 WIB 1
(mematikan lampu dan pertanyaan yang telah
mengontrol kebisingan diajukan
10.00 WIB 1
dirumah sakit)
-
Memonitor TTV Pasien

Memberikan obat
ketorolac 30 mg melalui
TD : 130/70 mmHg
selang infus
Suhu: 36 oC
Mengkaji nyeri pasien
RR : 23 kali/menit
HR : 72 kali/menit
Tidak ada tanda-tanda alergi
10.10 WIB 1 obar seperti gatal-gatal
maupun kemerahan
S :Pasien mengatakan masih
nyeri tetapi sudah sedikit
12.00 1 berkurang dari kemarin,
dengan karakteristik nyeri :
P: hemoroid , nyeri
lebih berat ketika
Mengevaluasi cara
17.30 1
BAB
melakukan teknik
Q : cekot-cekot
relaksasi (tarik napas R : sekitar anus
S : skala 5
dalam)
T: nyeri tiap 15 menit
selama menit
Memonitor TTV pasien
O: Pasien masih terlihat
lemas, dan meringis ketika
nyeri timbul.
Mengkaji nyeri pasien
S: pasien mengatakan selalu
melakukan relaksasi ketika
nyeri timbul
17.40 1
O :Pasien dapat melakukan
relaksasi secara mandiri.

TD : 131/80 mmHg
Suhu: 36 oC
RR : 20 kali/menit
HR : 69 kali/menit

S :Pasien mengatakan
Melakukan kompres
perutnya kembung dan
hangat pada perut Tn. M
18.00 1 nyeri di bagian anusnya,
dengan karakteristik nyeri :
P: post operasi
hemoroidectomi
Q : perut terasa kembung
dan anus terasa
tertusuk-tusuk
R : sekitar anus dan perut
S : skala 7
T: nyeri terus menerus
Memberikan obat O: Pasien terlihat meringis
injeksi ketorolac 30 gr kesakitan, fokus
menyempit, fokus pada diri
Rabu, 24 Mei 1 sendiri.
2017
09.00 S :Pasien mengatakan nyeri
dan perut kembung
berkurang, dengan
karakteristik nyeri :
P: post operasi
hemoroidectomi
Q : perut terasa kembung
dan anus terasa
2 Mengkaji nyeri pasien
10.00 tertusuk-tusuk
R : sekitar anus dan perut
S : skala 5
T: nyeri terus menerus
O: Pasien terlihat lebih
tenang.
12.00 1
S :Pasien mengatakan nyeri
dan perut kembung
berkurang, dengan
karakteristik nyeri :
P: post operasi
Melakukan pendidikan
hemoroidectomi
teknik relaksasi benson
Q : perut terasa kembung
dan anus terasa
tertusuk-tusuk
R : sekitar anus dan perut
Memonitor TTV
S : skala 3
T: nyeri terus menerus
O: Obat ketorolac 30 gr
dapat masuk lewat
intraselang. Pasien terlihat
lebih tenang.

S :Pasien mengatakan nyeri


berkurang dan perut tidak
kembung lagi, dengan
karakteristik nyeri :
P: post operasi
hemoroidectomi
Q : anus terasa tertusuk-
tusuk
R : sekitar anus
S : skala 2
T: nyeri hilang timbul
O: Pasien terlihat tenang.

S: pasien mengatakan
merasa lebih tenang
O: pasien dapat melakukan
teknik relaksasi Benson
dengan benar

TD : 128/84 mmHg
Suhu: 36,8 oC
RR : 20 kali/menit
HR : 72 kali/menit

I. CATATAN PERKEMBANGAN DAN EVALUASI


TGL/
KODE DX. SOAP TTD
JAM
Senin, 1 S: Pasien juga mengatakan nyeri pada anus, dengan
22 karakteristik nyeri :
P: hemoroid , nyeri lebih berat ketika BAB
Mei
Q : cekot-cekot
2017 R : sekitar anus
S : skala 5
21.00
T: nyeri tiap 15 menit selama menit

O: meringis saat nyeri timbul dan lemas, Tekanan darah:


130/70 mmHg, Suhu: 36,2oC, RR: 20 kali/menit, HR: 72
kali/menit
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
a. Monitor TTV
b. Kaji nyeri pasien
c. Lakukan pemberian obat ketorolac 30 mg
Senin, 2 S: pasien mengatakan mengetahui tentang hemoroid.
22 pasien mengatakan akan melakukan relaksasi ketika nyeri
Mei timbul.
2017 O: pasien dapat mengikuti teknik relaksasi yang telah
21.00 diajarkan dengan baik, sehingga pasien mempraktekkan
langsung, pasien terlihat sedikit cemas karena akan
dioperasi
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Lakukan pendidikan kesehatan mengenai teknik
relaksasi benson

Selasa 1 S: Pasien mengatakan masih nyeri tetapi sudah sedikit


, 23 berkurang dari kemarin, dengan karakteristik nyeri :
P: hemoroid , nyeri lebih berat ketika BAB
Mei
Q : cekot-cekot
2017 R : sekitar anus
S : skala 5
21.00
T: nyeri tiap 15 menit selama menit
O: Pasien masih terlihat lemas, dan meringis ketika nyeri
timbul, TD : 131/80 mmHg, Suhu: 36 oC, RR: 20
kali/menit, HR: 69 kali/menit

A: masalah belum teratasi


P: lanjutkan intervensi
a. Monitor TTV
b. Kaji nyeri pasien
c. Lakukan pemberian obat ketorolac 30 mg
Selasa 2 S: pasien mengatakan tidak tahu cara mengurangi nyeri
, 23 dan sedikit mengetahui tentang hemoroid. pasien
Mei mengatakan akan melakukan relaksasi ketika nyeri timbul
2017 O: pasien dapat mengikuti teknik relaksasi yang telah
21.00 diajarkan dengan baik, sehingga pasien mempraktekkan
langsung, pasien terlihat sedikit cemas karena akan
dioperasi
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Lakukan pendidikan kesehatan mengenai teknik relaksasi
benson
Rabu, 1 S: Pasien mengatakan nyeri berkurang dan perut tidak
24 kembung lagi, dengan karakteristik nyeri :
P: post operasi hemoroidectomi
Mei
Q : anus terasa tertusuk-tusuk
2017 R : sekitar anus
S : skala 2
21.00
T: nyeri hilang timbul
O:, Pasien terlihat tenang, TD : 128/84 mmHg, Suhu: 36,8
o
C, RR: 20 kali/menit, HR: 72 kali/menit

A: masalah teratasi
P: Hentikan intervensi
Rabu, 2 S: pasien mengatakan mengetahui tentang hemoroid.
24 pasien mengatakan akan melakukan relaksasi ketika nyeri
Mei timbul
2017 O: pasien dapat mengikuti teknik relaksasi dan teknik
21.00 relaksasi Benson yang telah diajarkan dengan baik,
sehingga pasien mempraktekkan langsung,
A: masalah teratasi
P: Hentikan intervensi