Anda di halaman 1dari 5

Inisial Klien : Tn.

S
Nama mahasiswa : Muhammad Bahori
Status Interaksi P-K : Interaksi ke-1, SP 1 Isolasi Sosial, Fase orientasi
Tanggal : 15 April 2009
Lingkungan : Pasien dan perawat sedang duduk di tangga selasar depan ruang Nakula, duduk berdampingan untuk memulai
berbincang-bincang
Jam : 09.00 09.15 WIB
Ruangan : Nakula, RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor
Deskripsi Klien : Ketika diobservasi, sering menyendiri, walaupun duduk dekat dengan klien lain S hanya diam menunduk atau melamun,
klien tidak berbicara dengan klien disebelahnya, tampak makan sendiri terpisah dari teman-temannya, dan aktivitas
motorik tampak lesu.
Tujuan : 1. Klien dapat mengidentifikasi penyebab isolasi sosial
2. Klien dapat berdiskusi tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain
3. Klien dapat berdiskusi tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
4. Klien dapat mempraktikkan cara berkenalan dengan satu orang
5. Klien dapat memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Rasional
Perawat Pada Klien
P: Assalamualikum, selamat P : menatap K sambil P : P akan mengajak K Salam bertujuan untuk
pagi Mas, Kenalkan saya tersenyum berkenalan untuk membuka membangun hubungan saling
Bahori, Mas bisa panggil saya K : Menatap P lalu pembicaraan percaya.
bohar. Saya mahasiswa menunduk
praktik keperawatan dari
Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia yang
akan merawat bapak selama 1
minggu disini. Siapa nama
Mas?

K: S K: menatap P, bicara K berespon tidak Sikap non verbal tersenyum


sebentar lalu menunduk bersemangat dan kontak mata berarti
P: tersenyum menatap K perawat menerima klien
P: Bagaimana perasaan hari P: tersenyum menatap K P : P bersikap terbuka dan siap Pertanyaan terbuka akan
ini Mas S? K: diam dan sambil mendengarkan apa yang memberi kesempatan yang
menunduk dirasakan K lebih luas kepada K untuk
mengungkapkan perasaannya
K : ..............(diam) K: menunduk diam K berespon tidak
P: tersenyum dan menatap K bersemangat

P: Mas S ,bagaimana perasaan P: Mengulang pertanyaan, P : P mengulangi pertanyaan Sentuhan teraupetik dapat
Mas S hari ini? tersenyum dan menatap sambil memberikan sentuhan menunjukkan sikap
K,sambil menyentuh bahu K teraupetik pada K bersahabat dan perhatian pada
K: diam dan sambil Klien
menunduk

K : Baik K: menatap P, tersenyum


sebentar lalu menunduk lagi
P: tersenyum dan menatap K
sambil menyentuh bahu K

P: Mas S, kita ngobrol- P: tersenyum dan menatap K P : P ingin mengeksplorasi K Menyampaikan topik agar
ngobrol tentang apa yang penuh perhatian, masih kegiatan lebih jelas.
dirasakan S saat ini ya? memegang bahu K
K: mulai Sentuhan teraupetik dapat
K: ya K: mengangguk lalu menunjukkan sikap menunjukkan sikap
menunduk mau menerima bersahabat dan perhatian pada
P: tersenyum menatap K perawat Klien

P : Kita ngobrol selama 15 P: tersenyum dan menatap K P : P menjelaskan kontrak Menyampaikan topik agar
menit di sini bagaimana Mas penuh perhatian lamanya akan berinteraksi pada kegiatan lebih jelas.
S? K: kontak mata kurang K

K: ya K: mengangguk lalu K tampak tidak


menunduk bersemangat dalam
P: tersenyum dan menatap K berinteraksi dengan
dengan penuh perhatian perawat

P: Bagaimana S? Mau ngobrol P: tersenyum dan menatap K P : P memberikesempatan K tampak tidak Pertanyaan terbuka akan
di mana? dengan penuh perhatian mnentukan tempat pada klien K bersemangat dalam memberi kesempatan yang
K: diam dan menunduk berinteraksi dengan lebih luas kepada K untuk
perawat menentuan pilihan
K : .(diam) K: menunduk diam Tehnik diam memberikan
P: diam sesaat, tersenyum kesempatan pada K berpikir
sambil menatap K menentukan pilihan

P : Bagaimana kalau di sini P: tersenyum dan menatap K P : menawarkan pilihan tempat Pertanyaan tertutup untuk
saja S? dengan penuh perhatian memfokuskan pembicaraan
K: menunduk

K : ya K: mengangguk lalu diam K tampak tidak


lagi bersemangat
P: tersenyum menatap K berinteraksi dengan
perawat

Kesan Perawat:
Klien agak susah diajak berbicara dan berinteraksi. Bicara lambat lemah, kontak mata kurang, banyak menundukkan kepala, tetapi klien mau menjawab
pertanyaan-pertanyaan perawat, meskipun singkat-singkat. SP 1 isolasi social dapat tercapai