Anda di halaman 1dari 52

DUNIA USAHA DAN LINGKUNGANNYA suatu negara untuk mengembangkan pasarnya secara ekonomis dan berusaha

mengembangkan pasarnya secara ekonomis, serta memanfaatkan peluang dan


Lingkungan dunia usaha keadaan politik di negara lain yang menguntungkan kegiatannya dilakukan
Keberadaan dunia usaha (yang dikelola oleh sebagian anggota masyarakat) dengan membentuk joint venture, perjanjian lisensi, atau kontrak2 khusus yang
karena kebutuhan masyarakat. ditandatangani bersama.
Dunia usaha mengambil input (bahan baku, tenaga kerja dan lainnya) dari Perusahaan multinasional dapat membantu memperbaiki kondisi
lingkungan eksternal, melakukan transformasi menjadi barang atau jasa, dan perekonomian suatu negara terhadap negara yang lain; juga mendorong
mengirimkan kembali ke lingkungan eksternal sebagai output. peningkatan kemampuan teknologi, manajemen dan keterampilan SDM tempat
Lingkungan eksternal mempunyai elemen yang berpengaruh langsung (secara perusahaan beroperasi.
langsung mempengaruhi dunia usaha /pihak yang berkepentingan : pemegang Manfaat yang diperoleh bagi negara yang dituju (host country) atas masuknya
saham, serikat pekerja, pemasok, dll) dan berpengaruh tidak langsung perusahaan multinasional dari negara lain (home country) :
(mempengaruhi iklim tempat dunia usaha beroperasi dan berpotensi menjadi 1. Menambah devisa negara melalui penanaman modal di bidang ekspor;
elemen pengaruh langsung : teknologi, ekonomi & politik suatu masyarakat). 2. Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sektor industri
3. Menambah pendapatan negara berupa pajak2 dan royalty
Elemen lingkungan yang berpengaruh langsung 4. Menambah kesempatan kerja membuka lapangan kerja baru
Lingkungan yang berpengaruh langsung adalah adalah merupakan pihak yang 5. Meningkatkan taraf hidup karyawan dengan penggajian yang lebih tinggi
berkepentingan (Stakeholders), yaitu : 6. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan bagi tenaga kerjanya
a. Pihak yang berkepentingan eksternal mempengaruhi kegiatan dunia usaha perusahaan memiliki superioritas dalam bidang manajemen dan teknologi;
dari luar dunia usaha : pelanggan, pemasok, pemerintah, kelompok khusus 7. Menambah arus barang, karena meningkatnya produksi nasional yang
(LSM, Pencinta Alam,dll), Lembaga Konsumen, Serikat Pekerja, Lembaga didukung perusahaan multinasional;
Keuangan, Pesaing, Pihak berkepentingan lainnya (RS : kelompok dokter, 8. Memperluas faktor2 produksi dalam negeri (bahan baku, tenaga kerja, dll)
paramedis, pasien). 9. Mendukung pembangunan nasional.
b. Pihak yang berkepentingan internal Karyawan, Pemegang Saham, dan Kelemahan/keburukan bagi negara yang dituju :
Dewan Direksi. 1. Makin banyak keberadaan perusahaan multinasional, dapat mempengaruhi
kekuasaan ekonomi negara;
Elemen lingkungan yang berpengaruh tidak langsung 2. Mencari keuntungan yang sebesar2nya merupakan motif utama
a. Variabel sosial : (1) demografik (2) gaya hidup (3) nilai-nilai sosial (memproduksi barang merupakan tujuan skunder) timbul pertentangan
b. Variabel ekonomi : indikator ekonomi umum mengukur pendapatan dan kepentingan dalam pembangunan negara.
produk nasional, tabungan, investasi, harga, upah, produktivitas,lapangan
kerja, kegiatan pemerintah dan transaksi internasional; Tanggung Jawab Sosial Dunia Usaha
c. Variabel politik : berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi kegiatan dunia Dalam dunia usaha selalu ada interaksi dan penyesuaian dengan
usaha sebagai hasil dari proses atau iklim politik; lingkungannya, terutama lingkungan eksternal yang tidak dapat dikontrol
d. Variabel teknologi : perkembangan baru dalam produk atau proses, kemajuan (uncontrollable), dimana organisasi harus mempertimbangkan dampak sosial-
ilmu pengetahuan ekonomi yang akan dirasakan oleh pihak2 yang berkepentingan tanggung
jawab sosial dunia usaha.
Lingkungan Internasional Perusahaan harus mampu memadukan berbagai kepentingan melalui
Keadaan perekonomian nasional saling terpengaruh dan saling pendekatan multidisipliner (menerapkan berbagai disiplin ilmu secara bersama-
tergantung pada masalah2 internasional, karena lingkungan internasional sama) terhadap setiap masalah yang harus diatasi, agar keputusan yang diambil
merupakan suatu konsep menyeluruh yang meliputi kegiatan dan masalah selaras dengan kebutuhan berbagai pihak sbb. :
perekonomian dunia. 1. Konsumen menginginkan produk yang berkualitas baik dengan harga yang
Keadaan perekonomian internasional suatu negara ditunjukkan dalam terjangkau dan wajar, dapat memperolehnya pada saat yang tepat dengan
neraca pembayaran (neraca perdagangan) Neraca Perdagangan jumlah cukup, serta pelayanan yang baik.
surplus/menguntungkan, bila nilai ekspor lebih besar dari pada nilai impornya. 2. Pemilik modal menginginkan bagian keuntungan yang semakin tinggi,
Perusahaan yang memasarkan pruduknya tidak hanya ke satu negara, sementara manajemen menuntut agar semakin banyak keuntungan yang
disebut perusahaan multinasional/internasional. Perusahaan ini beroperasi di ditanamkan kembali agar usaha berkembang.
1
3. Pekerja menginginkan peningkatan upah, gaji, fasilitas dan sebagainya.
4. Masyarakat menolak berbagai bentuk polusi (udara, air, kerusakan tanah, bau,
suara gaduh, ketenteraman, dsb)
5. Pemerintah menghendaki kewajiban sebagai wajib pajak dipatuhi, agar bisa
meningkatkan pendapatan negara yang digunakan untuk pembangunan,
peningkatan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.
Tata Ekonomi :
1. Kapitalisme tata ekonomi yang memberikan kebebasan kepada setiap
orang untuk memproduksi dan menjual barang dan atau jasa bagi
masyarakat; dimungkinkan adanya persaingan bebas tanpa campur tangan
pemerintah; ada dorongan yang kuat untuk mencari laba yang sebesar- PERUSAHAAN
besarnya; alat2 produksi dan distribusi dapat dimiliki dan diusahakan oleh Pengertian Perusahaan
swasta. Perusahaan adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh satu atau sekelompok
Ciri-ciri tata ekonomi kapitalisme : orang dalam wadah kelembagaan formal di tempat tertentu yang diorganisasikan
a. setiap orang mempunyai hak untuk memiliki dan mengelola seluruh dan dijalankan secara teratur dan berkesinambungan untuk membuat,
kekayaan pribadinya (tanah, bangunan, mesin, dll); menyediakan, mendistribusikan barang dan atau jasa bagi masyarakat luas yang
b. dorongan kerja diarahkan untuk menghasilkan laba; mampu dan mau membeli.
c. upaya yang dilakukan mengarah pada terciptanya kondisi yang
memenangkan persaingan; Ciri-ciri Perusahaan
d. ada kebebasan untuk menentukan atau memilih pekerjaan bagi dirinya 1. Operatif kegiatan ekonomi yang berwujud usaha untuk membuat,
sendiri (ingin memproduksi sendiri, atau mendistribusikan produk orang menyediakan, atau mendistribusikan barang dan atau jasa;
lain, ingin menjadi wirausaha atau ingin menjadi pekerja/karyawan). 2. Koordinatif supaya tujuan masing2 bagian searah dengan tujuan
2. Sosialisme tata ekonomi yang membolehkan orang untuk memiliki perusahaan diperlukan koordinasi;
kekayaan pribadi, tetapi ada campur tangan dari pemerintah di 3. Reguler dilakukan secara teratur dan berkesinambungan;
dalamnya.(pemerintah memegang peranan penting dalam menentukan tata 4. Dinamis bersifat hidup dan bergerak yang berarti mengandung perubahan,
kehidupan perekonomian negara) jenis usaha yang menyangkut mengingat berhubungan dengan lingkungan yang selalu berubah;
kepentingan orang banyak dipegang oleh pemerintah (listrik, air, 5. Formal dilakukan oleh lembaga resmi, telah terdaftar sesuai dengan
telekomunikasi); Pemerintah mengarahkan pertumbuhan ekonomi negara Undang2 yang berlaku;
dan mengatur pemerataan pendapatan nasional, termasuk pajak demi 6. Lokasi nyata oleh lembaga resmi yang berkedudukan nyata secara
tercapainya kesejahteraan bersama; meskipun demikian orang masih bebas geografik;
memilih, sehingga masih berlaku mekanisme pasar. 7. Pelayanan bersyarat produk berupa barang dan atau jasa tidak untuk
3. Komunisme tata ekonomi yang tidak membenarkan orang memiliki konsumsi sendiri, tetapi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat;
kekayaan pribadi, semua sumber (pabrik, tenaga kerja manusia) dikuasai
pemerintah semua kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah. Tujuan Perusahaan
1. Tujuan utama memberikan kepuasan kepada pelanggan atas kebutuhan
dan keinginannya;
2. Tujuan ekonomis menciptakan laba, menciptakan pelanggan, dan usaha2
pengembangan hasil produksi;
3. Tujuan sosial memperhatikan keinginan penanam modal, penyedia faktor2
produksi, karyawan, dan masyarakat;

Konsumen, Pelanggan, dan Pembeli


Konsumen mereka yang menikmati secara langsung manfaat suatu alat
pemuas sesuai dengan tujuan diciptakannya alat pemuas tersebut;

2
Pelanggan mereka yang melakukan pembelian secara berulang; Manajemen : serangkaian proses merencanakan (planning), mengorganisasikan
Pembeli mereka yang melakukan pembelian. (organizing), mengarahkan (directing), dan mengendalikan (controlling) usaha
anggota organisasi dengan menggunakan semua sumber daya yang dimiliki
Fungsi-fungsi perusahaan perusahaan untuk mencapai tujuan.
a. Fungsi Operasi sangat bergantung pada bidang usaha dan besarnya
perusahaan. Secara umum meliputi : Ruang Lingkup Ekonomi Perusahaan
1. Produksi mencakup perencanaan dan jumlah hasil produksi, Pemahaman tentang ekonomi perusahaan dan perusahaan (obyek ilmu) sebagai
ketersediaan input yang cukup, efisiensi metode kerja yang dipakai, suatu sistem yang menghubungkannya dengan dunia usaha, perlu dimiliki untuk
pengendalian kualitas hasil produksi, pemeliharaan alat2 yang dipakai, mengetahui ruang lingkup/cakupan ilmu ekonomi perusahaan.
serta upaya pengembangan hasil produksi; Ilmu Ekonomi Perusahaan : bagian dari ilmu ekonomi yang khusus mempelajari
2. Pemasaran ujung tombak perusahaan peningkatan penjualan hasil gejala2 dalam rumah tangga perusahaan banyak kegiatan dalam perusahaan
produksi, dan penciptaan semakin banyak pelanggan memperhatikan jika dilihat dari fungsi-fungsinya.
informasi tentang pasar, promosi dan pengiklanan, distribusi hasil Banyak aspek yang terjadi dalam perusahaan (psikologis, sosiologis, seni
produksi dengan baik; budaya), Ilmu Ekonomi Perusahaan lebih menekankan pada aspek ekonomi,
3. Keuangan mencari, menggunakan, mengendalikan dan mengarahkan tanpa mengabaikan aspek lainnya.
dana, supaya tidak terjadi kekurangan, pemborosan, dan pengangguran
dana penyusunan dan analisis anggaran modal, rencana investasi,
analisis keadaan pasar modal, perkembangan nilai kurs dn jumlah uang Perusahaan sebagai suatu system
yang beredar, tingkat bunga pinjaman, deposito, asuransi, pembayaran Sebagai obyek ilmu, perusahaan perusahaan harus dipandang sebagai suatu
polis, pengurusan klaim, perkiraan besarnya resiko, dan kerugian kesatuan yang utuh tanpa mengabaikan faktor2 mempengaruhinya suatu
finansial yang disebabkan kecelakaan, kebakaran, dsb. system.
4. Sumber daya manusia hubungan antar karyawan, perputaran tenaga Sistem : Suatu kesatuan atau unit yang terdiri atas unit-unit yang lebih kecil
kerja, keselamatan kerja, pengembangan ketrampilan karyawan, upah & (subsistem), dan masing2 memiliki fungsi yang berbeda, serta saling
tunjangan, dsb. bekerjasama dan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan tertentu.
5. Akuntansi pencatatan, penggolongan, dan penafsiran berbagai
transaksi keuangan perusahaan untuk menyajikan informasi guna Unsur-unsur Sistem Perusahaan
membantu dalam pengambilan keputusan. Industri kelompok pelaku kegiatan ekonomi di dalam dunia usaha yang
6. Administrasi Perkantoran penanganan kesekretariatan : surat- menghasilkan barang dan atau jasa yang sama.
menyurat, pengetikan, notulensi, penggunaan sarana telekomunikasi, Apabila dunia usaha dipandang sebagai suatu system, maka industri yang ada di
pengaturan tata letak kantor. dalamnya disebut subsistem .
7. Statistika dan komputerisasi pengumpulan, penganalisisan, penafsiran Apabila perusahaan dipandang sebagai suatu system, maka unsur2 yang ada di
dan penyajian informasi dalam bentuk angka, pengolahan data dengan dalam perusahaan disebut subsistem.
komputer sangat membantu dalam pengambilan keputusan.
8. Transportasi dan komunikasi untuk kepentingan pengangkutan dan Pola Hubungan Sistem-sistem Perusahaan
hubungan baik dengan pihak dalam maupun luar perusahaan. 1. Kompleks : setiap unsur dalam sistem perusahaan berhubungan dan saling
9. Pelayanan umum menciptakan kebersihan dan keindahan tempat kerja, mempengaruhisatu dengan yang lain sehingga batasan masing2 unsur sulit
sarana dan prasarana (penerangan, toilet, parkir, tempat ibadah, dll). diidentifikasi.
10. Hukum/perundang-undangan dan Humas penelaahan dan 2. Suatu kesatuan : sistem merupakan unit yang terdiri atas unit2 yang lebih
pengurusan perpajakan, penyelesaian perselisihan perburuhan, kecil lagi, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
perjanjian/kontrak kerja, pembelian dan penyewaan tanah. 3. Berjenis-jenis : keanekaragaman hasil produksi, bentuk perusahaan, serta
besarnya perusahaan, menunjukkan keanekaragaman pola hubunga dalam
Fungsi Manajemen sistem perusahaan
Untuk mencapai tujuan perusahaan, diperlukan manajemen yang baik untuk 4. Saling tergantung : setiap unsur dalam sistem perusahaan saling
mengatur operasionalnya. mempengaruhi (setiap unsur sangat tergantung pada unsur yang lain).

3
5. Dinamis : unsur2 dalam sistem perusahaan selalu mengalamai perubahan, 1. Aktivitas relatif sedikit dan sederhana, sehingga organisasinya mudah;
karena harus menyesuaikan diri dengan lingkungan (seperti : pasar, 2. Biaya organisasi rendah;
teknologi, hukum, kebijakan pemerintah). 3. Tidak ada undang-undang yang mengatur pendiriannya, sehingga untuk
mendirikan dan membubarkan mudah;
Perusahaan dan Lembaga Sosial 4. Seluruh keuntungan yang diperoleh menjadi hak pemilik;
Pengertian Lembaga Sosial : 5. Manajemen relatif fleksibel;
1. Dalam arti luas adalah wadah kelembagaan yang didirikan, diorganisasikan 6. Rahasia perusahaan terjamin.
dan diterima keberadannya dalam masyarakat guna mencapai tujuan tertentu Kelemahan2 bentuk perusahaan perorangan :
yang dibutuhkan masyarakat. 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas bila kekayaan perusahaan tidak
2. Dalam arti sempit merujuk suatu lembaga yang senantiasa memberi bantuan, dapat menutup utang, maka kekayaan pribadi/pemilik menjadi jaminan;
pertolongan atau pelayanan kepada orang yang menderita tanpa maksud 2. Umumnya kemampuan investasi terbatas, sehingga besar/luas usaha
mendapatkan keuntungan (panti anak cacat, panti jompo, panti asuhan) terbatas;
Dalam pengertian sempit, pertentangan antara perusahaan dan lembaga sosial : 3. Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu.
Perusahaan dipandang sebagai lembaga yang materialistis, individualistis, 4. Kemampuan manajerial yang terbatas.
kapitalis, dan merugikan pihak luar perusahaan demi keuntungan maksimal
perusahaan. Firma (Fa)
Lembaga social dipandang sebagai lembaga yang penuh solidaritas, 1. Bisa diartikan sebagai persekutuan (dua orang atau lebih) untuk menjalankan
manusiawi, tanpa pamrih, mengabdi sesama manusia, berbudi luhur dan perusahaan dengan memakai nama bersama, yang para anggotanya secara
mulis. langsung dan sendiri2 bertanggung jawab sepenuhnya kepada pihak ketiga.
Ada perusahaan yang kurang memperhatikan laba, tetapi lebih menitikberatkan 2. Masing2 anggota persekutuan menyerahkan sebagian atau seluruh kekayaan
pada palayanan masyarakat perusahaan2 yang dikelola pemerintah : listrik, air pribadi yang dicantumkan dalam akta pendirian perusahaan.
minum, angkutan umum. 3. Para sekutu mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas.
4. Persero mempunyai kuasa penuh untuk bertindak atas nama firma, sehingga
Setiap anggota dunia usaha selalu berorientasi pada : unsur saling percaya sangat diperlukan persero yang satu bertanggung
1. Laba jawab atas tindakan persero yang lain.
2. Kelangsungan hidup 5. Laba yang diperoleh atau rugi yang dialami menjadi tanggung jawab
3. Tanggung jawab social bersama.
Lembaga sosial lebih menitikberatkan pada orientasi tanggung jawab sosial 6. Pendirian firma dilakukan dengan suatu akta resmi (dibuat di hadapan notaris
sebagai tolok ukur keberhasilan manajemen bukanlah laba. dan didaftarkan dalam register yang telah ditentukan oleh Kepaniteraan
Perusahaan lebih berorientasi pada laba, dan menjadikan laba sebagai salah Pengadilan Negeri dalam daerah hukum domisili firma) atau akta tidak resmi.
satu tolok ukur keberhasilan manajemen.
Akta pendirian firma harus memuat :
Bentuk-bentuk Perusahaan 1. Nama, nama depan/kecil , pekerjaan dan tempat tinggal para persero firma;
2. Penyebutan firma apakah perseroan itu untuk umum, atau hanya terbatas
Perusahaan Perorangan pada sesuatu perusahaan yang khusus (bila perusahaan khusus disebutkan
1. Bentuk badan usaha yang pemiliknya terdiri atas satu orang; khususnya);
2. Sumber modal perusahaan dalah dari pemilik atau dapat juga menggunakan 3. Penunjukan persero2 yang dikecualikan dari hak menandatangani untuk
modal pinjaman; firma;
3. Tidak terdapat pemisahan antara kekayaan pribadi pemilik dengan kekayaan 4. Saat mulai dan berakhirnya perseroan firma;
perusahaan seluruh harta pemilik menjadi jaminan semua utang 5. Bagian2 lainnya dari perjanjian (mendirikan perseroan firma) yang perlu guna
perusahaan. menentukan hak2 pihak ketiga.
4. Pemilik perusahaan mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas. Kebaikan perusahaan benrbentuk perseroan firma
Contoh perusahaan perorangan : toko busana, toko makanan 1. Cara pendiriannya mudah
Kebaikan2 bentuk perusahaan perorangan : 2. Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan modal lebih besar daripada
perusahaan perorangan
4
3. Penunjukan persero2 yang dikecualikan dari hak menandatangani untuk firma 4. Orang senang menjadi sekutu komanditer, sebab relatif mudah untuk
4. Dapat diadakan pembagian kerja antar sekutu berdasarkan keahlian masing2 menginvestasikan dan menarik kembali dananya.
5. Perhatian sekutu terhadap kegiatan firma cukup besar, karena tindakan Kelemahan2 perusahaan bentuk persekutuan komanditer :
sekutu yang satu menjadi tanggung jawab sekutu yang lain 1. Kelangsungan hidup persekutuan komanditer tidak menentu, karena
6. Pembagian laba berdasarkan modal yang dimasukkan oleh masing2 persero. tergantung pada sekutu komplementer
Kelemahan2 bentuk perusahaan perseroan firma : 2. Dapat terjadi perselisihan di antara sekutu komplementer, untuk perusahaan
1. Tanggung jawab sekutu tidak terbatas yang berbentuk persekutuan komanditer campuran
2. Kontinuitas kelangsungan hidup firma tidak terjamin apabila salah satu 3. Tanggung jawab sekutu komplementer tidak terbatas
persero meninggal atau menarik diri, maka firma bubar 4. Sulit menarik dana yang telah disetorkan oleh sekutu komplementer.
3. Pimpinan dipegang oleh lebih dari satu orang
4. Mudah terjadi perselisihan apabila salah satu sekutu tidak mematuhi Perusahaan Terbatas (PT)
perjanjian di antara mereka, sehingga kelangsungan hidup perusahaan Suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang memiliki modal
terancam. usaha atas saham2 yang para pemiliknya turut ambil bagian sebanyak lembar
saham yang dimiliki;
Persekutuan Komanditer (CV : Comanditaire Vennotschap) Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan para pemilik perusahaan;
Suatu persekutuan yang didirikan oleh satu atau beberapa orang dengan Pendiriannya berdasarkan pada akta yang mencantumkan nama perseroan
mempercayakan uang atau barang kepada satu atau beberapa orang yang terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, kepengurusan (Direktur,
menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Komisaris, dll) dibuat di hadapan notaris, disahkan oleh Menteri Kehakiman,
Ada dua macam sekutu bila dipandang dari perbedaan tanggung jawabnya : didaftarkan di kepaniteraan pengadilan negeri setempat, dan diumumkan
1. Sekutu Komanditer sekutu yang mempercayakan uang dan barangnya dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagai badan hukum;
(bertanggung jawab sebatas modal yang dipercayakan kepada sekutu Adanya pemisahan antara pemilik dengan pengurus perusahaan, sehingga
komplementer) kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan dapat diserahkan
2. Sekutu Komplementer sekutu yang menjalankan dan memimpin kepada pengurus yang ahli dalam bidangnya (profesional);
perusahaan. (bertanggung jawab penuh atas segala utang perusahaan Para pemilik melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan
dengan kekayaan pribadinya) perusahaan dalam RUPS pemilik perusahaan menentukan direksi dan
Cara pendirian persekutuan komanditer sama dengan cara pendirian firma. mengangkat komisaris, menyetujui atau menolak rencana pertambahan
Dalam perkembangannya terdapat beberapa bentuk perseroan komanditer : saham perusahaan, mengumumkan pembagian laba (deviden), meneliti
1. Persekutuan Komanditer Murni hanya ada satu orang sekutu kegiatan perusahaan melalui catatan2 perusahaan, menetapkan besarnya
komplementer yang bertanggung jawab penuh terhadap pihak ketiga, gaji direksi dan komisaris, menyetujui atau menolak renacana ekspansi.
sedangkan yang lain sekutu komanditer yang bertanggung jawab sebatas Dalam RUPS setiap pemilik saham memiliki hak suara yang besarnya
modal yang disertakan; tergantung pada jumlah saham yang dimiliki, isi akta pendirian yang mengatur
2. Persekutuan Komanditer Campuran perusahaan bentuk firma yang hak suara, dan yang diatur oleh undang2.
membutuhkan tambahan modal, membentuk persekutuan komanditer Direksi menerima wewenang dari pemilik perusahaan untuk menjalankan dan
campuran (sekutu tambahan menjadi sekutu komanditer); terdapat lebih dari mengembangkan perusahaan sesuai tujuan dan bidang usaha, berhubungan
seorang sekutu komplementer; dengan pihak ketiga sebagai wakil PT, mengadakan perjanjian atau kontrak,
3. Persekutuan Komanditer Bersaham mengeluarkan saham2 yang tidak melaksanakan fungsi2 manajerial perusahaan, menentukan besar laba yang
diperjual-belikan, dan sekutu komplementer maupun komanditer mengambil ditahan dan yang dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham,
satu saham atau lebih (untuk menghindari terjadinya modal beku, mengingat dll
sekutu komplementer/ komanditer tidak mudah menarik kembali modal yang
Komisaris pada PT mempunyai tugas utama mengawasi kegiatan direksi, dan
disetor); Saham yang dikeluarkan bisa saham atas nama atau atas unjuk.
berfungsi memeriksa pembukuan perusahaan, memberi petunjuk kepada
Kebaikan perusahaan benrbentuk persekutuan komanditer (CV)
direksi, menegur atau bila perlu memberhentikan direksi sampai
1. Cara pendiriannya mudah
diselenggarakannya RUPS.
2. Pemenuhan kebutuhan modal mudah dengan cara menyertakan sekutu
Modal PT terdiri atas modal dasar (yang tercantum pada akta pendirian
komanditer
sampai jumlah maksimal bila seluruh saham dikeluarkan) dan modal yang
3. Kemampuan untuk memperoleh pinjaman relatif lebih mudah
5
ditempatkan (modal yang disetor merupakan jumlah yang disanggupi untuk 1. PT Tertutup PT yang saham2nya hanya dimiliki orang2 tertentu yang
dimasukkan) berkerabat atau keluarga dekat; Surat sahamnya dituliskan atas nama,
Modal perusahaan merupakan jumlah yang tetap, sedangkan kekayaan dimaksudkan supaya tidak mudah dipindahtangankan.
perusahaan dapat berubah dari waktu ke waktu. 2. PT Terbuka PT yang saham2nya boleh dimiliki oleh setiap orang; Surat
Ciri-ciri PT adalah : sahamnya atas unjuk, sehingga mudah dipindahtangankan (setiap orang
1. Perseroan terbatas sebagai badan hukum (recht person) boleh ambil bagian dalam modal).
2. Modal terdiri dari saham dan bisa diperjual-belikan 3. PT Domestik PT yang menjalankan kegiatan usahanya dan
3. Pendirian perusahaan dengan akta notaris keberadaannya di dalam negeri, serta mengikuti aturan2 yang ditetapkan
4. Terdapat pemilik/pemegang saham, direksi (yang menjalankan pemerintah setempat.
perusahaan) dan komisaris (pengawas tindakan direksi) 4. PT Asing PT yang didirikan di LN menurut hukum yang berlaku di sana,
Kebaikan perusahaan berbentuk PT : dan mempunyai tempat kedudukan di LN juga. Menurut Psl 3 UU Penanaman
1. Pemilik perusahaan memiliki tanggung jawab terbatas; Modal Asing (UUPMA) dinyatakan bahwa perusahaan asing yang akan
2. Ada pemisahan antara pemilik dengan pengurus perusahaan, sehingga melakukan investasi di Indonesia harus berbentuk PT yang didirikan dan
efisien berlokasi di Indonesia, sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
3. Kontinuitas perusahaan terjamin karena pengurusnya dipilih yang 5. PT Perseorangan Saham2 yang dikeluarkan untuk pengumpulan modal
profesional ternyata jatuh ke tangan satu orang sehingga hanya terdapat satu pemegang
4. Modal dapat diperoleh dengan menjual saham, dan dapat menerbitkan saham saja yang juga menjadi Direktur Perseroan; Keadaan ini menciptakan
obligasi, atau pinjaman dari lembaga keuangan bentuk perseroan terbatas perseorangan, yang kekuasaan direktur tidak
5. Pemilik perusahaan dapat diganti tanpa membubarkan perusahaan. terpisah dengan RUPS.
Kelemahan perusahaan berbentuk PT : 6. PT Publik/Umum Merupakan PT Terbuka yang modalnya dikumpulkan
1. Biaya organisasi besar dan pengorganisasiannya sulit/rumit dari masyarakat umum dengan menjual sahamnya dalam bursa efek; Tujuan
2. Selain pajak penghasilan yang dikenakan kepada pengurus, juga perusahaan menjual saham untuk : (1) mendapatkan deviden atau (2)
dikenakan pajak atas laba yang diperoleh sehingga deviden semakin mendapatkan Capital Gain (laba atas selisih harga beli dan harga jual bila ia
kecil menjualnya).
3. Pendirian perusahaan lebih sulit, dibandingkan dengan bentuk lain
4. Bidang usaha sulit diubah, karena selain sulit untuk mengubah akta STRUKTUR MODAL
pendirian juga sulit untuk mengubah investasi yang telah ditanamkan. Modal Perseroan Terbatas terdiri atas :
5. Semakin besar suatu perusahaan ada kecenderungan antar personal 1. Modal Dasar Terdiri atas seluruh nilai nominal saham (atas nama dan atau
menjadi terlalu formal, juga ada perbedaan motif antara pemilik dengan atas tunjuk); Modal dasar PT paling sedikit 20 juta rupiah; Saham atas tunjuk
pengurus perusahaan. baru dapat dikeluarkan jika nilai nominal setiap saham telah dibayar penuh;
Perubahan besarnya modal dasar tersebut dan penentuan besarnya modal
dasar Perseroan Terbuka beserta perubahannya ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah.
2. Modal Ditempatkan Modal yang diambil bagian atau ditempatkan
sekurang2nya 1/5 bagian dari modal dasar dan untuk penempatan seluruh
modal harus ditentukan jangka waktunya. Dalam praktek penyusunan
pembuatan Anggaran Dasar ditentukan jangka waktu
pengeluaran/penempatan seluruh saham dperseroan adalah 10 tahun dan
dapat diperpanjang jangka waktunya lewat atas permohonan pengurus tanpa
mengadakan RUPS.
3. Modal Disetor Modal yang disetor atau dibayar sekurang2nya 1/10 bagian
atas setiap saham yang ditempatkan dalam perseroan.
MACAM-MACAM PERSEROAN TERBATAS
Berdasarkan saham dapat dibedakan : KOPERASI DI INDONESIA

6
Merupakan perkumpulan orang2 untuk mengadakan kerjasama, dan bukan Organisasi Koperasi
merupakan konsentrasi modal. Pengelola Koperasi adalah :
Koperasi Indonesia (UU No. 12/1967, 18 Desember 1967) organisasi 1. Anggota Koperasi
ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang, badan2 hukum 2. Rapat Anggota salah satu perlengkapan organisasi koperasi yang
koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama atas memegang kekuasaan tertinggi, sekurang2nya 1x dalam setahun dan dapat
asas kekeluargaan. diadakan sewaktu2; Dalam Rapat Anggota ditetapkan : Anggaran Dasar
Landasan Koperasi Indonesia : Koperasi, kebijakan koperasi, memilih, mengangkat dan memberhentikan
1. Landasan idiil Pancasila; pengurus, badan pemeriksa dan penasehat, menetapkan rencana kerja,
2. Landasan struktural dan gerak UUD 1945 psl 33 (1) anggaran belanja, menetapkan neraca, dan kebijakan pengurus dalam
3. Landasan mental setia kawan dan kesadaran pribadi organisasi dan perusahaan.
Peran dan tugas Koperasi : membangun ekonomi dan mengembangkan 3. Pengurus Koperasi Sepertiga anggota pengurus koperasi yang dapat
kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. dipilih bukan dari anggota koperasi, sedangkan sisanya dari anggota
Tugas Koperasi : koperasi;
1. Mempersatukan, menggunakan, membina dan mengembangkan potensi, 4. Badan Pemeriksa dipilih oleh Rapat Anggota Khusus dari anggota
daya usaha rakyat untuk meningkatkan produksi dan mewujudkan koperasi; Jabatan Badan Pemeriksa tidak boleh dirangkap, bertanggung
tercapainya pendapatan yang adil dan berkemakmuran yang merata; jawab kepada Rapat Anggota, tugasnya adalah memeriksa tata kehidupan
2. Mempertinggi taraf hidup dan tingkat kesejahteraan rakyat; koperasi, kebijakan pengurus, pembukuan dan catatan kekayaan koperasi.
3. Membina kelangsungan dan perkembangan demokrasi ekonomi. Jenis Koperasi berdasarkan fungsi :
Fungsi Koperasi : 1. Koperasi Konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari2 para anggotanya;
1. Sebagai alat perjuangan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; 2. Koperasi Jasa memberikan jasa keuangan/pinjaman bagi para
2. Sebagai alat pendemokrasian ekonomi sosial; anggotanya;
3. Sebagai salah satu urat nadi perekonomian Indonesia; 3. Koperasi Produksi memproduksi barang tertentu dan memasarkan hasil
4. Sebagai alat pembina insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan produksi para anggotanya (anggota koperasi terdiri atas orang2 yang
ekonomi bangsa Indonesia, serta bersatu dalam mengatasi tata laksana memproduksi barang sejenis)
perekomian rakyat. Jenis Koperasi berdasar Tingkat dan Luas Daerah Kerja
Pendirian Koperasi dengan Akta Pendirian yang memuat : 1. Koperasi Primer Koperasi yang beranggotakan paling sedikit 20 orang;
1. Nama dan nama kecil, tempat tinggal mereka yang diberi kuasa 2. Koperasi Sekunder Koperasi yang beranggota badan2 koperasi dan
menandatangani akta pendirian oleh rapat pembentukan; mempunyai daerah kerja lebih luas dari Koperasi Primer (1) Koperasi
2. Anggaran Dasar Koperasi yang telah diputuskan oleh rapat pembentukan. Pusat : beranggotakan paling sedikit 5 Koperasi Primer; (2) Gabungan
Anggaran Dasar Koperasi (sebagai badan hukum Akta Pendiriannya harus Koperasi : beranggotakan paling sedikit 3 Pusat Koperasi; (3) Induk Koperasi
disahkan oleh Kantor Departemen Koperasi di wilayahnya diumukan dalam : beranggotakan paling sedikit 3 Gabungan Koperasi.
Berita Negara RI) sedikitnya harus memuat : Yayasan
1. Tempat kedudukan dan daerah kerja Koperasi; Merupakan badan hukum dengan kekayaan yang dipisahkan; Tujuan pendirian
2. Asas dan tujuan Koperasi; bukan mencari keuntungan, melainkan usaha2 yang bersifat sosial Yayasan
3. Bidang usaha Koperasi; Panti Asuhan, Yayasan Panti Jompo, Yayasan Cacat Tuna Netra, dll.
4. Hak dan kewajiban anggota;
5. Pengurus dan Badan Pemeriksa. LOKASI PERUSAHAAN
Modal Koperasi terdiri atas :
1. Simpanan Pokok : jumlahnya ditentukan dan besarnya sama bagi setiap Keputusan penentuan lokasi perusahaan harus diambil apabila :
anggota; 1. Perusahaan baru akan didirikan
2. Simpanan Wajib : jumlah ditentukan dan wajib disimpan oleh anggota dalam 2. Melakukan perluasan/ekspansi usaha
waktu dan kesempatan tertentu; 3. Harus pindah karena lokasi saat ini menjadi tidak ekonomis atau adanya
3. Simpanan Sukarela berjangka : jumlah dan jangka waktu ditentukan sukarela; peraturan pemerintah
4. Sisa hasil usaha yang ditanamkan kembali; Jenis2 lokasi perusahaan :
5. Pinjaman bila perlu dan biasanya dari bank. 1. Lokasi perusahaan yang terikat dengan alam perusahaan pertambangan
7
2. Lokasi perusahaan berdasarkan sejarah kerajinan perak, batik 3. Diferensiasi, pemisahan kegiatan produksi menjadi beberapa tempat
3. Lokasi perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah kawasan industri 4. Perusahaan yang satu menjadi daya tarik perusahaan lain
4. Lokasi perusahaan yang dipengaruhi oleh daktor2 ekonomi ketersedian 5. Munculnya perusahaan baru yang mengolah bahan yang dihasilkan
bahan baku/mentah, tenaga kerja, sarana pengangkutan perusahaan lain yang sudah ada aglomerasi primer : apabila pertambahan
Tujuan penentuan lokasi perusahaan adalah supaya perusahaan dapat usaha baru oleh perusahaan sendiri di samping usahanya yang telah ada;
beroperasi dengan lancar, efektif dan efisien harus dipertimbangkan faktor2 aglomerasi sekunder : dilakukan oleh perusahaan lain yang muncul kemudian
yang mempengaruhi besarnya biaya produksi, biaya distribusi, pemenuhan untuk melayani perusahaan yang telah ada.
sasaran penjualan (dapat menyediakan dan menyerahkan barang2 tepat pada Sebab2 terjadinya deglomerasi :
waktunya dengan jumlah, kualitas, serta harga yang layak dan masih dapat 1. Harga tanah di daerah perkotaan semakin mahal, sehingga sulit memperluas
keuntungan) usaha;
2. Tanah di dalam kota dijadikan pemukiman dan perkantoran oleh pemerintah
akibat pertambahan jumlah penduduk
3. Transportasi dan sarana jalan makin membaik sehingga orang lebih mudah
mengambil keputusan memindahkan perusahaan ke pinggiran kota, sebab
tanah masih luas dan lebih murah
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penentuan lokasi perusahaan : 4. Meningkatnya upah buruh
1. Faktor-faktor primer :
a. Letak pasar
b. Letak sumber bahan mentah
c. Terdapatnya fasilitas pengangkutan/transportasi MANAJEMEN BISNIS
d. Pasokan tenaga kerja
e. Terdapatnya pembangkit tenaga listrik Perubahan Bisnis Dewasa Ini
2. Faktor-faktor sekunder : Masa sekarang ini adalah saatnya perubahan yang besar dan cepat
a. Rencana masa depan terjadi pada semua aspek bisnis. Perubahan bisnis tersebut dapat diindikasikan
b. Biaya dari tanah dan bangunan sbb. :
c. Kemungkinan perluasan Produk dan jasa yang telah lama mapan dan terkenal di masa lalu, ternyata
d. Terdapat fasilitas layanan (Service Industries) dan fasilitas umum kini menghilang, dan produk yang sama sekali baru muncul.
e. Terdapat lembaga keuangan Pebisnis mengalami perubahan dalam sikap, praktik, dan pola kehidupan
f. Persediaan air guna memenuhi permintaan yang berubah dari pelanggan, karyawan, dan
g. Tinggi rendahnya tingkat pajak dan Undang2 perburuhan masyarakat; Teknik manajemen yang baru dan lebih baik sebagai hasil dari
h. Sikap masyarakat pengertian yang lebih baik mengenai bagaimana dan mengapa orang
i. Iklim bertindak sebagaimana yang dilakukannya; Perubahan ini semua
j. Keadaan tanah memberikan tantangan untuk mencoba segala sesuatu yang baru, mengubah
karier, dan beraspirasi untuk mencapai posisi yang baru dan lebih tinggi.
Aglomerasi dan Deglomerasi Intinya adalah : banyak peluang terbuka bagi orang2 yang berjiwa pemberani
Aglomerasi kecenderungan perusahaan untuk berdekatan atau dalam mengambil resiko, cakap, terdidik, berwawasan ke depan, optimistis,
mengelompok. energik, dan bermotivasi tinggi, serta mampu mengubah ancaman dan tantangan
Seringkali terlihat di daerah2 tertentu terjadi pengelompokan beberapa yang menghadang menjadi peluang bisnis.
perusahaan, sehingga daerah tersebut menjadi daerah khusus industri.
Deglomerasi kecenderungan perusahaan untuk memisahkan diri dari suatu Tips Bisnis
kelompok atau daerah tertentu. Bagaimana Persaingan Mengubah Bisnis
Sebab2 munculnya aglomerasi : Bisnis Tradisional Bisnis Kelas Dunia
1. Tersedianya tenaga trampil di daerah tertentu yang dibutuhkan oleh * Kepuasan pelanggan * Mempesonakan pelanggan
perusahaan
2. Perkembangan perusahaan dari perusahaan kecil menjadi perusahaan besar
8
* Berorientasi pelanggan * Berorientasi pelanggan & 4. Korporasi (Corporations) badan usaha yang didirikan secara legal yang
pemangku kepent merupakan badan hukum tersendiri dan terpisah dari para pemiliknya
* Berorientasi laba * Berorientasi laba dan sosial badan usaha ini memiliki semua hak seperti yang dimiliki oleh seseorang,
* Etika reaktif * Etika proaktif seperti : membentuk usaha lain, meminjam dan memberi pinjaman, menjual
* Orientasi produk * Orientasi etika dan layanan dan membeli, membuat perjanjian (kontrak), memiliki properti, melakukan
* Fokus manajerial * Fokus pelanggan transaksi bisnis, menuntut dan dituntut atas namanya sendiri dijumpai
Bentuk kepemilikan bisnis pada bisnis yang berskala menengah dan besar, pemegang saham menjadi
Pemilihan bentuk kepemilikan bisnis merupakan keputusan manajemen pemilik perusahaan memilih Dewan Direksi (sebagian atau seluruhnya
yang sangat penting, karena dapat menentukan (atau paling tidak berpengaruh) mungkin pemegang saham) Ketua Eksekutif (Chief Executive Officer
terhadap tingkat keberhasilan dan kegagalan bisnis yang dijalankan. CEO) / Direktur Utama diangkat oleh Dewan Direksi; Jenis dan tingkatan
Untuk memilih bentuk organisasi dan kepemilikan yang terbaik, orang Korporasi :
harus menganalisis dan mempertimbangkan keuntungan (kelebihan) dan Perusahaan Publik
kerugian (kelemahan) relatif. Kriteria2 yang menentukan dalam pembuatan Perusahaan Pemerintah (Negara)
keputusan : Perusahaan Swasta
Jenis usaha, apakah bergerak di bidang pabrikasi (industri pengolahan), Perusahaan Kuasi- Publik (quasi- public corporations)
perdagangan, atau jasa; Perusahaan Nirlaba (nonprofit corporations)
Ruang lingkup operasional, menyangkut volume usaha & luas wilayah yang Perusahaan Profesional (professional corporations) dan perusahaan jasa
dilayani; (services corporation)
Jumlah modal yang dibutuhkan untuk pembangunan awal dan perluasan; 5. Usaha Patungan (joint ventures) seringkali disebut sebagai proyek
Besarnya resiko dan kesediaan pihak pemilik untuk memikul kewajiban bersama, adalah sebuah bentuk kemitraan (partnership) perusahaan dan
pribadi atas hutang perusahaan; dibentuk oleh dua perusahaan atau lebih untuk menggarap sebuah proyek
Tingkat pengendalian langsung dan manajemen yang dikehendaki oleh para tertentu.
pemilik; 6. Sindikat (sindicate) mirip usaha patungan, yaitu sebuah usaha yang
Pembagian keuntungan di antara para pemilik; dibentuk oleh beberapa perusahaan untuk sebuah maksud tertentu istilah
Berapa lama (umur) dari usaha yang diinginkan; sindikat dipergunakan di bidang keuangan : sekelompok investment bankers
Kebebasan relatif dari peraturan pemerintah. menggabungkan sumberdaya mereka dan melakukan penjaminan emisi
Varian dari bentuk kepemilikan bisnis dapat dibedakan atas : (underwriting) atas penerbitan obligasi dari sebuah perusahaan, salah
1. Perusahaan Perseorangan (Sole Proprietorship) sebuah usaha yang seorang anggota sindikat dipilih menjadi Manajer Sindikat, dan sindikat ini
dimiliki dan dioperasikan oleh satu orang; akan berakhir setelah penerbitan sekuritas (emisi) telah berhasil sepenuhnya
2. Perkongsian (General Partnership) hubungan usaha secara kontrak direalisasikan;
yang diikuti oleh 2 (dua) hingga 20 orang, dengan maksud untuk 7. Koperasi (cooperatives) sebuah badan usaha dimana para pemiliknya
menjalankan usaha guna mendapatkan keuntungan ciri yang menonjol (pengguna-anggota) mendapatkan kembali sisa hasil usahasesuai dengan
adalah pengumpulan sumberdaya secara sukarela dari beberapa orang ke partisipasinya;
badan usaha yang dibentuk (jumlah modal yang ditanamkan tidak perlu 8. Trust sebuah pengaturan yang mengambil kepemilikan secara yurudis
sama) beberapa partner tidak menanamkan dana dan sebagai gantinya dari aset pribadi dan mengelolanya untuk kepentingan mereka yang
mereka menyumbangkan hanya jasa atau namanya di Indonesia yang mendirikan trust atau untuk orang lain yang ditunjuk dibentuk hanya untuk
mirip ini adalah Firma (Fa); jangka waktu tertentu trust yang dikelola oleh seorang trustee menerima
3. Perkongsian Terbatas (Limited Partnership) bentuk dimana seorang aset tertentu dari orang2 yang mendirikannya dan dikelola bagi kepentingan
mitra (partner) atau lebih (akan tetapi tidak semuanya) bertanggungjawab mereka.
atas hutang perusahaan hanya sebatas investasi yang ditanamkan 9. Perusahaan Anak dan Induk merupakan hubungan perusahaan anak
membantu mitra umum (general partner) untuk menarik investasi dari orang dan induk perusahaan anak adalah perusahaan yang dimiliki oleh
yang tidak menghendaki tanggung jawab tak terbatas, atau orang yang tidak perusahaan lainnya (perusahaan induk) contoh : Perusahaan Induk
bersedia membantu manajemen perusahaan di Indonesia yang mirip PepsiCo dengan anak perusahaan PepsiCola, Frito-Lay, Kentucky Fried
bentuk ini adalah perusahaan komanditer / CV Chicken, Pizza Hut, Taco Bell.

9
10. Esop (Employee Stock Ownership Plan) sebuah pengaturan dimana Perdagangan antar negara telah ada sejak ratusan tahun lalu, namun
perusahaan dimiliki oleh para karyawan yang bekerja di perusahaan semenjak Perang Dunia II dengan telah membaiknya fasilitas transport, volume
sebuah trust yang dibentuk atas nama karyawan. kegiatan bisnis internasional meningkat secara signifikan. Berbagai perusahaan
11. Korporasi-S (S-corporation) dibentuk di Amerika Serikat pada tahun dari Eropa dan Amerika Serikat melalui kemajuan teknologi yang
1958, guna membantu perusahaan berskala kecil dan sekaligus membantu dikembangkannya dan jaringan bisnis yang dikuasainya dapat melanggengkan
agar dapat bersaing dengan lebih baik (menghindari pajak ganda, Korporasi- kedudukan yang dominan dalam era globalisasi.
S dapat menikmati semua keunggulan dari korporasi dan kemudahan dalam Perkembangan selanjutnya selama dua dasawarsa terakhir barang2 yang
pengalihan kepemilikan); diproduksi oleh perusahaan2 dari Asia Pasifik dengan cepat telah mengejar
12. Keiretsu bentuk kepemilikan yang khusus (di Jepang dan berperan dalam barang2 dari negara Barat. Barang2 seperti mobil, TV, dan VCR produksi
keberhasilan bisnis Jepang) untuk menggambarkan aliansi industri berjangka Jepang dijumpai di hampir semua negara di dunia. Langkah yang dipelopori
panjang atau kelompok bisnis yang menjalin bersama berbagai bisnis yaitu Jepang ini kemudian dibuntuti oleh Korea Selatan, Taiwan, dan Hongkong.
perusahaan2 industri, pemasok, dan pembiayaan untuk kepentingan Meningkatnya peranan kawasan Asia Pasifik di arena bisnis dunia
bersama Contoh : Mitsubishi, Mitsui, dan Sumitomo Mitsubishi, yang ditandai dengan fakta2 berikut :
terbesar, teridiri atas ratusan perusahaan independen, perusahaan2 grup Dalam daftar Korporasi terbesar kelas dunia, termasuk Fortune 500 pada
Mitsubishi terkait dengan kepemilikan silang (kepemilikan minoritas satu 1991, sebanyak 119 korporasi berasal dari Jepang, 13 dari Korea Selatan
sama lain), hubungan bisnis jangka panjang, anggota direksi bersilang satu (Daewo, Lucky Goldstar, Hyundai, Ssangyong, dll), masing2 satu dari Taiwan
sama lain.(Innerlocking Directorates), usaha patungan, serta hubungan (Chinese Petroleum), Malaysia (Petronas), dan Thailand (Petroleum Authority
sosial dan historis; Keiretsu mengandalkan diri pada kerjasama di antara of Thailand);
kelompok industrialis, pemasok, dan perusahaan pembiayaan; Perbankan Jepang kini mendominasi 20 bank terbesar di dunia (Dai-ichi
13. Perusahaan bersama (Mutual Company) sebuah perusahaan yang Kangyo, Sumitomo, Fuji, dan Sanwa telah menggantikan posisi keuangan
tidak menerbitkan saham dan dimiliki oleh para pemegang polis atau raksasa seperti Bank of America dan Chase Manhattan)
deposan, yang mana hasil lebih dari usahanya (keuntungan), jika ada, Trend dalam Bisnis Internasional
dibagikan kepada para pemiliknya dalam bentuk saham. Di Indonesia Di masa lampau perusahaan internasional memiliki operasi utama di
contohnya : Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumi Putera 1912. negara asalnya (Etnosentris : pandangan bahwa kantor pusatnya sendiri sebagai
14. Pertumbuhan Perusahaan (Corporate Growth) sebuah perusahaan sumber utama dari modal, pasar, tenaga manajerial, dan prosedur hukumnya),
dapat bertumbuh melalui dua jalan : (1) tumbuh secara internal melalui para manajer senior dikirim dari dikirim dari kantor pusat sedangka staf
efisiensi operasional yang lebih tinggi, atau (2) menguasai atau mengakuisisi pendukung direkrut dari negara tuan rumah masing2.
perusahaan2 lain. Contoh : Ford Motor Company yang tumbuh melalui Pada tahun2 belakangan perusahaan internasional berubah menjadi lebih
ekspansi usaha internal dengan terus menerus menginvestasikan kembali mengarah ke pandangan yang bersifat geosentris (menganut pendekatan global
keuntungan perusahaan; General Motor bertumbuh dengan membeli yang menyesuaikan praktek manajerial menurut budaya dan lingkungan di
perusahaan2 pesaing. negara2 tuan rumah, merekrut para manajer lokal yang mampu mengelola
15. Waralaba (Franchises) perjanjian waralaba adalah merupakan perusahaan tanpa mengorbankan standar tinggi yang diterapkan kantor pusat).
pengaturan dimana seseorang dengan gagasan bagus bagi sebuah Lebih Banyak Investasi di Asia
perusahaan (disebut franchiser) menjual hak untuk menggunakan nama Hingga dasawarsa 60-an negara2 Barat menjadi investor utama (MNC
perusahaan dan menjual produk atau jasa (objek franchise) kepada pihak dari AS, Inggeris, Perancis, dan Jerman).
lain (franchisee) di suatu wilayah tertentu. Dalam dua dasawarsa berikutnya terjadi trend baru yaitu meningkatnya
investasi dari negara2 Asia terutama Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
Barang2 produksi Asia yang dijual di luar kawasan seperti : Toyota,
Honda, Mitsubishi, Nissan, Daewoo, Hyundai, Sony, Lucky Goldstar, Samsung,
Tatung, Acer telah merambah ke seantero dunia. Sedangkan merek2 dari dunia
Barat banyak diproduksi di Asia berdasarkan prinsip Waralaba. Di lain pihak,
Bisnis Internasional perusahaan Jepang juga mendirikan pabrik2 patungan di Amerika Serikat untuk
memproduksi mobil kemudian di ekspor kembali (reekspor).
Munculnya Internasionalisme

10
untuk menarik minat para investor (terutama asing) agar terdorong
Manajer dalam Bisnis Internasional membangun pabrik dan berbisnis di zona.
Tanggung jawab manajer perusahaan internasional jauh lebih kompleks Contoh : Cina membuka beberapa zona ekonomi khusus di sepanjang
dibanding manajer domestik, karena harus menangani lingkungan internasional wilayah pantai (Shenzhen, Zhuhai, Shantou dekat Hongkong dan Xiamen
yang komponen dasarnya (politik, hukum, ekonomi, dan sosial budaya) berbeda2 dekat Taiwan);
kondisinya di setiap negara.
Keputusan untuk mendirikan pabrik di luar negeri tergantung pada banyak
faktor seperti stabilitas politik, sikap masyarakat dan pemerintah terhadap
perusahaan asing, selera, adat-istiadat, tingkat dan sistem pengupahan,
tersedianya tenaga listrik dan air, telekomunikasi, prasarana jalan, bandara, Lembaga Keuangan banyak negara memiliki bank ekspor-impor yang
pelabuhan, dan sistem transportasi. mengkhususkan perdagangan internasional dan pembiayaan untuk kegiatan2
Dasar2 Bisnis Internasional semacam itu. Badan2 promosi khusus juga didirikan guna mendorong
Neraca Perdagangan : selisih antara ekspor dan impor. perdagangan dan investasi internasional (contoh : Trade Develompent Board
Perdagangan surplus (Neraca Perdagangan menguntungkan) berarti ekspor dan Economic Development Board). International Monetary Fund (IMF)
yang nilainya lebih besar dibanding impor. sebagai sebuah organisasi PBB membantu negara2 dalam menstabilkan nilai
Perdagangan defisit (Neraca Perdagangan tidak menguntungkan) berati tukar mata uangnya; The World Bank (IBRD) membantu negara2
impor yang nilainya lebih besar dibanding ekspor. berkembang dalam pembangunan ekonomi; International Finance
Neraca Pembayaran suatu negara : keseluruhan aliran uang yang masuk Corporation (IFC) yang merupakan afiliasi dari Bank Dunia, melakukan
dan keluar pada sebuah perekonomian (negara) hutang luar negeri, investasi berupa proyek2 di negara2 berkembang; International Development
bantuan luar negeri, keuntungan atau deviden yang diterima dari investor Association (IDA) afiliasi lain dari Bank Dunia, memberikan fasilitas
internasional. pinjaman kepada negara2 berkembang.
Negara yang mengalami defisit Neraca Pembayaran biasanya berusaha Hambatan dalam Bisnis Internasional
untuk mengurangi impor atau meningkatkan ekspor, atau menyesuaikan Meskipun teknologi telah maju, masih banyak pengusaha khususnya bagi
investasi di luar negeri. Kebijakan mendevaluasi mata uangnya bertujuan mereka yang kurang memahami liku2 bisnis dan kondisi dunia luar, pada
agar barang2 yang dihasilkan bisa lebih murah di luar negeri dan sebaliknya umumnya mengalami hambatan/perintang dalam pengembangan bisnis
barang2 luar negeri menjadi lebih mahal di pasar domestik. internasional sbb. :
Nilai Tukar (kurs) : nilai (harga) mata uang sebuah negara dalam 1. Perbedaan praktek manajemen
hubungannya dengan mata uang dari negara2 lain. Manajemen (domestik) yang bagus belum tentu berhasil diterapkan di luar
Devaluasi adalah pengurangan nilai tukar mata uang sebuah negara. negeri, karena perbedaan pengharapan dan cara melakukan bisnis. Contoh :
Nilai tukar mengambang adalah nilai tukar sebuah mata uang yang ditentukan negosiasi lebih lama karena birokrasi, perbedaan bahasa, dan budaya
oleh kekuatan2 permintaan dan penawaran di pasar uang internasional. setempat;
Pendorong Bisnis Internasional 2. Informasi pasar yang kurang memadai
Banyak negara yang berupaya untuk mendorong peningkatan Di negara2 berkembang informasi pasar tidak tersedia, sulit didapat atau tidak
perdagangan dan investasi internasional dengan melakukan langkah2 sbb. : terpercaya;
Pembentukan Zona Perdagangan Bebas sebuah wilayah khusus di 3. Ketidakstabilan politik
suatu negara dimana barang2 luar negeri boleh diimpor tanpa perlu Di negara2 Eropa dan Amerika Utara politiknya stabil, kebijakan ekonomi
membayar bea masuk dalam zona ini para pekerja mengemas kembali berubah ketika pemerintahan baru terbentuk, akan tetapi kegiatan bisnis
atau memproses barang2 impor untuk kemudian di re-ekspor. berlangsung biasa. Di negara berkembang pemerintah berkuasa dapat
Keuntungannya adalah : (1) pasar domestik tidak terpengaruh, (2) tumbang karena kudeta, dan kebijakan pemerintah akan berubah sangat
kesempatan/peluang kerja bagi pekerja lokal; drastis;
Zona Ekonomi Khusus pembukaan zona dengan pemberian konsesi 4. Hambatan prasarana ekonomi
istimewa berupa : penggunaan lahan, insentif pajak, pembebasan bea masuk Di negara maju, sistem transportasi darat, laut, dan udara menunjang
atas bahan2 dan mesin yang diimpor, repatriasi keuntungan yang bebas mudahnya distribusi barang dan jasa; tersedianya fasilitas pos dan
telekomunikasi yang efisien memudahkan kegiatan bisnis. Di banyak negara

11
berkembang, berbagai fasilitas mungkin tidak tersedia, sangat mahal atau Kontrak manajemen sebuah perusahaan menjual jasa manajemen untuk
tidak efisien; mengoperasikan sebuah fasilitas (unit produksi atau pabrik) yang dimiliki oleh
5. Pengendalian devisa pihak lain contoh : Marriot Corporation yang menerima fee manajemen
Keuntungan investor dapat terpangkas nilainya sebagai akibat devaluasi mata untuk mengoperasikan hotel di berbagai negara.
uang lokal atau sebagai akibat inflasi yang tinggi; Adanya kebijakan yang
tidak memperbolehkan pengusaha mengirimkan keuntungannya ke negara Kontinum Keterlibatan Internasional
asal, atau tidak diperbolehkan untuk mengkonversikan keuntungan tsb dari Berdasarkan tingkatan keterlibatan di arena bisnis internasional,
mata uang lokal ke $ dollar atau mata uang keras lainnya; organisasi dapat dibedakan menjadi empat kategori, yaitu :
6. Restriksi tarif dan perdagangan 1. Tingkat I : Organisasi Domestik
Perdagangan internasional dipengaruhi oleh restriksi dalam tarif dan Perusahaan yang beroperasi dalam sebuah negara tunggal kebanyakan
perdagangan yang dikenakan oleh negara pengimpor.Tarif yaitu pajak yang perusahaan berskala kecil yang mendapatkan sumber daya, memproduksi,
dibebankan pada impor dan menjual produknya terbesar dari kegiatan bisnis berlangsung di dalam
Ada dua macam tarif, yaitu (1) Tarif Pendapatan dimaksudkan untuk negeri (kadangkala bisa juga melakukan penjualan internasional atau
meningkatkan penghasilan pemerintah, dan (2) Tarif Proteksi dimaksudkan mendapatkan sumber daya dari pihak luar negeri.
untuk menaikkan harga akhir barang impor; Untuk melindungi barang hasil 2. Tingkat 2 : Organisasi Internasional
produksi domestik dengan membuat lebih kompetitif terhadap barang impor Perusahaan yang terutama berbasis di dalam sebuah negara saja, namun
diberlakukan Tarif Bea Masuk yang lebih tinggi. memiliki transaksi internasional yang berarti dan kontinu.
7. Kuota Impor 3. Tingkat 3 : Organisasi Multinasional
Kuota yang ditetapkan oleh negara pengimpor dengan maksud untuk Perusahaan Multi Nasional (PMN) mewakili tingkat ketiga dalam keterlibatan
membatasi jumlah impor untuk barang tertentu. Tujuan utamanya adalah internasional;
untuk melindungi barang yang sejenis yang diproduksi di dalam negeri. 4. Tingkat 4 : Organisasi Transnasional
Bentuk ekstrim kuota adalah Embargo, yaitu pelarangan total terhadap impor Perusahaan Transnasional (PTN) merupakan perusahaan dengan
suatu barang. keterlibatan internasional paling tinggi (maksimal).
LINGKUNGAN BISNIS
Perdagangan Luar Negeri dan Bisnis Internasional
Perdagangan Internasional merupakan bagian (subset) dari Bisnis
Internasional yang meliputi lingkup yang lebih luas, termasuk jasa2 seperti
transportasi (darat, laut, udara), pariwisata, telekomunikasi, perbankan, asuransi,
perusahaan pembiayaan, anjak piutang, sewa-beli, dan penanaman modal baik
secara langsung (foreign direct investment) maupun tidak langsung (portfolio
investment).
Suatu perusahaan dapat melibatkan diri dalam bisnis internasional secara
langsung dengan jalan mendirikan cabang atau anak perusahaan di negara lain
go international, alternatifnya adalah :
Usaha patungan (joint venture) pengaturan di antara dua negara yang
berbeda untuk memasarkan, merakit, atau memproduksi suatu barang;
Pemberian hak lisensi (licensing arrangement) pihak licensor asing
memperkenankan pihak licensee lokal untuk menggunakan hak paten, merek
dagang, proses pengolahan, teknologi, hak cipta, atau jasa teknis mereka.
Turnkey project sebuah perusahaan internasional menyusun desain
(rancangan) dan membangun seluruh operasi. Setelah proyek selesai,
kemudian menyerahkan manajemen kepada tenaga lokal yang telah dilatih
sebelumnya.

12
LINGKUNGAN UMUM
KONDISI SOSIAL BUDAYA

LINGKUNGAN KHUSUS
Pesaing
Pelanggan Pemasok
KONDISI KONDISI
EKONOMI TEKNOLOGI

Organisasi
(PT. XYZ)

Pembuat Peraturan Serikat Pekerja

Pemegang Saham Lingkungan Umum


1. Kondisi Ekonomi kondisi umum dari perekonomian yang berkaitan
dengan suku bunga, inflasi, konvertibilitas mata uang, tingkat penghasilan per
kapita, produk domestik bruto, kebijakan moneter dan fiskal, sistem
perpajakan, penduduk, pengangguran, tingkat upah, dan indikator ekonomi
KONDISI KONDISI lainnya yang berkaitan;
HUKUM & POLITIK LINGKUNGAN 2. Kondisi Sosial Budaya kondisi umum dari nilai2 sosial budayayang
berlaku mengenai hak azasi manusia, adat istiadat, norma, nilai,
kepercayaan, bahasa, sikap, perilaku, agama, selera, ethos kerja, aspirasi,
LINGKUNGAN INTERNAL BISNIS trend pendidikan, dan lembaga sosial terkait;
3. Kondisi Hukum Politik ideologi politik, partai dan organisasi politik,
bentuk pemerintahan, hukum, undang2 dan peraturan pemerintah yang
mempengaruhi transaksi bisnis, perjanjian dengan negara lain, hak paten dan
merk dagang;
4. Kondisi Tekonologis kondisi umum dari pengembangan dan tersedianya
teknologi di dalam lingkungan, termasuk kemajuan iptek;
5. Kondisi Lingkungan Alam kondisi umum dari alam dan kondisi
lingkungan fisik.
Lingkungan Khusus
1. Pelanggan kelompok, individu, dan organisasi konsumen atau nasabah
tertentu yang membeli barang dan atau menggunakan jasanya;
2. Pemasok pemberi SDM, informasi, dan keuangan serta bahan mentah
tertentu yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi;

13
3. Pesaing organisasi tertentu yang menawarkan barang dan jasa yang memungkinkan suatu organisasi dapat menangani kekuatan2 pasar dan
sama atau serupa kepada kelompok konsumen atau nasabah yang sama; lingkungan secara lebih baik daripada para pesaingnya.
4. Pembuat Peraturan badan2 atau perwakilan2 pemerintah tertentu pada Perekonomian
tingkat lokal (kabupaten), daerah (propinsi) dan pusat (nasional) sebagai Tidak ada satu organisasipun yang kebal terhadap pengaruh dari faktor2
penegak hukum dan peraturan yang berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi, terlebih pada dewasa ini, dimana persaingan untuk memburu konsumen
operasional organisasi; dan mendapatkan sumber daya yang langka semakin keras. Oleh karana itu, para
5. Serikat pekerja organisasi yang menghimpun para pekerja untuk manajer masa kini harus paham dan mengikuti serta responsif terhadap
memperjuangkan aspirasi para anggotanya; perkembangan perekonomian dunia.
Peranan Pemerintah yang berpengaruh terhadap bisnis Para manajer harus mengarahkan perusahaan untuk bersaing dan
1. Peraturan Pemerintah memenangkannya, baik pada saat ekonomi sedang mengalami resesi maupun
Perlindungan atas persaingan UU Antitrust ketika ekonomi mengalami pertumbuhan tidak hanya bersaing antar
Perlindungan atas lingkungan UU keselamatan Kerja perusahaan2 saja, tetapi juga keunggulan bersaing dari bangsa2.
Perlindungan atas konsumen Label untuk produk makanan, Isu Sosial Budaya
kedaluarsa Para manajer harus senantiasa sadar, bahwa pada dewasa ini mereka
Regulasi dan deregulasi regulasi dan deregulasi perbankan harus siap bekerja dalam era multikultural (multiculturalism) dan keberagaman
2. Pemerintah sebagai pesaing angkatan kerja (workforce diversity).
Perusahaan milik pemerintah (BUMN/BUMD) sebagai pesaing bagi Seorang manajer harus membuat keputusan yang baik ketika merekrut dan
swasta menyeleksi pekerja dari sumber tenaga kerja, baik dari eksternal maupun internal;
3. Pemerintah sebagai stabilisator ekonomi Manajer harus menciptakan dan menjaga kondisi kerja yang memungkinkan para
Kebijakan pemerintah melalui APBN untuk mempengaruhi kestabilan dan pekerja mencapai produktivitas yang tinggi; Manajer yang baik harus paham
pertumbuhan ekonomi bahwa pekerja yang berbakat dan rajin merupakan hal yang sangat penting untuk
4. Pemerintah sebagai pendukung keunggulan daya saing jangka panjang.
Program untuk menunjang golongan ekonomi lemah, misalnya : subsidi Aspek Hukum-Politik
pupuk untuk petani, bantuan untuk usaha menengah, kecil dan mikro Segala upaya yang dilakukan oleh para manajer guna mengejar
(UMKM) keunggulan daya saing harus dilakukan dengan cara2 yang sesuai dengan
5. Pemerintah sebagai pelanggan harapan masyarakat, yaitu tetap menjunjung etika dan tanggung jawab sosial,
Pemerintah sebagai konsumen bagi produk dan jasa dalam serta berada dalam kerangka hukum dan peraturan pemerintah yang mendukung
perekonomian seperti tercermin dalam APBN pengharapan tersebut.
Manajer harus memahami adanya perlindungan hukum yang berkaitan dengan
serikat pekerja, praktek hubungan kerja yang adil, kesehatan dan keamanan
6. Pemerintah sebagai pengurus rumah tangga kerja, serta lingkungan hukum yang mempengaruhi operasi perusahaan, seperti
Pemerintah memberikan banyak pelayanan kepada dunia usaha, perlindungan konsumen, perlindungan lingkungan dan hak azasi.
misalnya : perijinan, sanitasi, pembuangan kotoran, dsb
7. Pemerintah sebagai Penarik Pajak Aspek Teknologi
Pajak adalah biaya untuk menjalankan bisnis. Pajak dapat pula Dalam era teknologi informasi ini, penggunaan informasi teknologi
digunakan sebagai insentif ekonomi agar pelaku bisnis bergerak ke arah merupakan tema kunci keseharian; komputer dan teknologi informasi terus
yang dikehendaki pemerintah. memperluas pengaruhnya pada proses manufakturing dan pelayanan;
keunggulan daya saing melalui teknologi akan merupakan kunci pendorong bagi
Lingkungan dan Keunggulan Daya Saing organisasi pada beberapa tahun mendatang.
Perhatian pihak manajemen dalam menangani lingkungan eksternal yang Lingkungan Alam
kompleks dan terus-menerus berubah semakin dipusatkan pada konsep Environmenttalisme adalah ekspresi dan demonstrasi dari kepedulian
keunggulan daya saing (Schermerhorn, 1996). masyarakat mengenai kondisi lingkungan alami dan fisik. Bumi kita menderita
Keunggulan daya saing merupakan kompetensi atau kelebihan tersendiri kerusakan ekologi yang disebabkan oleh limbah racun, hujan asam, pemanasan
(khusus) untuk memenangkan pasar, yaitu kelebihan tertentu yang global, berkurangnya keragaman kehidupan dan fenomena lainnya (juga

14
menderita karena kecelakaan industri, seperti malapetaka nuklir Chernobyl dan Karyawan dalam berbagai hal (kecakapan, sikap, tujuan pribadi, dan
tumpahnya minyak di Alaska). kepribadian) berbeda antar karyawan, yang akibatnya perilaku seorang
Isu2 mengenai lingkungan menduduki peringkat kedua tertinggi pada manajer yang efektif dengan seorang karyawan mungkin tidak efektif dengan
prioritas sosial setelah pendidikan hasil survey menunjukkan bahwa dunia karyawan lain. Agar bisa efektif, manajer harus mempertimbangkan
usaha harus mengambil peran aktif dalam memecahkan permasalahan perbedaan, baik individual maupun kelompok (contoh : menghadapi karyawa
lingkungan yang kini dihadapi masyarakat dunia. Para pemimpin bisnis dan yang berpengalaman tidak perlu banyak memperhatikan detail teknis dari
pemerintahan yang berwawasan progresif mengakui bahwa sejumlah besar tugas, tetapi cukup mendorong kerjasama kelompok)
industri di dunia mengandalkan sumber daya alam untuk basis produk yang Organisasi informal hubungan yang berkembang dan pola interaksi
dihasilkannya, yaitu minyak dan gas, hasil hutan dan logam. manusia di dalam organisasi yang tidak ditetapkan secara resmi, yang dapat
Para pemimpin bisnia dan pemerintahan mengerti besarnya potensi untuk berdampak negatif maupun positif. (organisasi formal : ditunjukkan oleh
pemasaran hijau (green marketing) yang melibatkan penjualan produk2 yang bagan/struktur organisasi dan uraian jabatan manajer mengetahui
ramah lingkungan, mengerti berkembangnya tekanan terhadapa industrialis pada hubungan pelaporan yang resmi).
design for the environment, yakni mendesain barang yang memenuhi kriteria 3 Hubungan antar unit manajer harus memahami benar hubungan antar
R, yaitu mengurangi (R dari reduce) jumlah suku cadang, memakai kembali (R devisi atau departemen yang ada dan harus memanfaatkan hubungan
dari reuse) suku cadang, dan mendaur ulang (R dari recycle) suku cadang. tersebut secara maksimal.

Lingkungan Internal Kebijakan Kualitas Lingkungan (Procter & Gamble ; P & G)


Visi-misi gambaran kondisi atau potret di masa depan (berjangka panjang) Produk yang berkualitas dan bernilai unggul yang memenuhi kebutuhan
yang akan dituju (diinginkan) oleh suatu organisasi. konsumen global (meningkatkan kualitas lingkungan dari produk, kemasan, dan
Misi pernyataan mengenai maksud dan filosofi organisasi atau alasan operasi di seluruh dunia), P & G menyampaikan kebijakan yang ditempuh, sbb. :
mengapa suatu organisasi eksis. 1. Menjamin produk, kemasan dan operasi aman bagi karyawan, konsumen,
Setiap tingkatan manajemen : harus memahami sepenuhnya apa yang dan lingkungan;
menjadi visi dan misi organisasi. 2. Sejauh mungkin mengurangi atau mencegah dampak lingkungan dari produk
Setiap unit kerja (devisi, departemen, pabrik) : harus memiliki tujuan jelas dan kemasan dalam desain, pengolahan, distribusi, penggunaan dan
yang selaras dengan visi dan misi. peraturan;
Budaya Perusahaan merupakan iklim sosial dan psikologis dari suatu 3. Mememnuhi atau melampaui pemenuhan atas undang2 lingkungan dan
perusahaan, dan wujudnya bisa merupakan budaya yang tertutup (keputusan peraturan;
cenderung dibuat oleh tingkatan yang lebih tinggi dalam manajemen : 4. Secara kontinu menilai teknologi dan program lingkungan, dan memantau
manajer kurang percaya pada bawahan, banyak kerahasiaan di seluruh program ke arah sasaran lingkungan;
jajaran organisasi, dan karyawan tidak terdorong untuk berkreasi 5. Menyajikan informasi yang faktual dan relevan kepada konsumen, pelanggan,
memecahkan masalah) atau terbuka (keputusan dibuat pada tingkatan karyawan, masyarakat, kelompok kepentingan publik, dan pihak lainnya
manajer yang lebih rendah : kepercayaan dan dorongan berkreasi dalam tentang kualitas lingkungan dari produk, kemasan dan operasi P & G;
pemecahan masalah cukup besar) 6. Menjamin bahwa setiap karyawan memahami dan bertanggung jawab serta
Budaya sistem dari kebersamaan, nilai, kepercayaan, dan kebiasaan di akuntabel terhadap penerapan pertimbangan2 kualitas lingkungan dalam
dalam suatu organisasi yang berinteraksi dengan struktur formal yang kegiatan bisnis sehari-hari;
menghasilkan norma perilaku dalam organisasi. 7. Memiliki kebijakan dari program operasi, serta sumber daya yang diperlukan
Gaya Manajemen sikap dan preferensi atasan mempengaruhi guna mengimplementasikan kebijakan kualitas lingkungan.
pelaksanaan tugas. Masalahnya bisa timbul bila gaya manajerial dari manajer
yang lebih tinggi berbeda dengan manajer tingkat bawahnya.
Kebijakan Kebijakan menetapkan batasan sebagai arahan dalam
membuat keputusan kebijakan yang dibuat oleh manajer tingkat bawah
harus selaras dengan kebijakan dari manajer yang lebih tinggi. Kebijakan
seringkali dimaksudkan untuk menjamin konsistensi dalam praktik, misalnya
mengenai kapan dan bagaimana kinerja dinilai.

15
Lingkungan Politik ibarat pisau bermata dua, di satu sisi dapat menjadi
pendorong dan di sisi lain dapat menjadi penghambat/penghalang bagi
pertumbuhan ekonomi dan investasi dari para investor dan pengusaha baik
LINGKUNGAN MENARIK DAN TIDAK MENARIK domestik maupun asing Contoh : 1.Pandangan politik dari para pemimpin
bangsadapat melahirkan aturan/undang2 yang bisa mendorong perdaganghan
Faktor Lingkungan. Menarik Tidak domestik dan menciptakan perintang bagi perdagangan dengan dunia luar,
Menarik 2.Stabilitas sebuah pemerintahan dan dukungan rakyat, bisa menghindari
Pesaing Sedikit, pertumbuhan industri Banyak, investasi di sebuah negara, 3.Adanya berbagai kelompok kepentingan seperti
pertumbuhan petani, produsen, distributor, partai politik dapat melancarkan protes masyarakat
Tinggi, ukuran tak sama, industri dan menciptakan aturan2 proteksionistis, 4.Bubarnya atau bersatunya suatu
rendah,ukuran negara (perubahan bentuk negara)
diferensiasi sama,
komoditas Lingkungan Hukum Setiap negara memiliki seperangkat hukum yang unik
Ancaman pendatang Ancaman rendah, banyak Ancaman tinggi, yang berpengaruh terhadap perdagangan antar negara, baik bilateral maupun
perintang multilateral; Beberapa negara memberlakukan perintang2 perdagangan : Kuota,
Perintang untuk masuk masuk sedikit Tarif, Embargo, Kebijakan Pengadaan Pemerintah, Peraturan Standar yang
Produk pengganti Sedikit Banyak dilakukan Pemerintah, Prosedur Pabean/Bea, Subsidi Ekspor dan Countervailing
Pemasok Banyak, daya tawar rendah Sedikit, daya duties.
tawar tinggi Lingkungan Ekonomi untuk memasuki bisnis internasional beberapa faktor
Pelanggan Banyak, daya tawar rendah Sedikit, daya yang harus dipertimbangkan adalah : stabilitas mata uang sebuah negara,
tawar tinggi infrastruktur, tersedianya bahan2 mentah dan bahan baku yang diperlukan, suku
bunga, tingkat inflasi, sistem perpajakan, tingkat penghasilan masyarakat,
kedekatan kepada konsumen, dan iklim.
Lingkungan Organisasi Dibedakan menjadi : 1. Lingkungan Eksternal Lingkungan Sosial Budaya lingkungan sosial budaya bagi manajer
(meliputi unsur2 yang mempengaruhi organisasi dari luar batas organisasi internasional meliputi tradisi, bahasa, kebiasaan, nilai, agama, dan tingkat
terdiri atas komponen2 umum yang membentuk lingkungan umum dan yang pendidikan masyarakatnya; Disarankan pendekatan berdasarkan lima dimensi
bersifat spesifik yang membentuk lingkungan spesifik atau lingkungan tugas) oleh Phatak (1992), yaitu : 1. Budaya Material, 2. Lembaga Sosial, 3. Manusia
dan 2. Lingkungan Internal (terdiri atas unsur2 di dalam organisasi yang dan universe, 4. Estetika, 5. Bahasa Unsur2 Sosial Budaya yang terkait
mempengeruhi manajemen organisasi). dengan negara2 asal (induk) dan tuan rumah, menurut William Schoell et.al
(1993) adalah : 1. bahasa, 2. estetika 3. kebiasaan dan pantangan 4. agama 5.
nilai dan sikap budaya 6. struktur sosial.
LINGKUNGAN INTERNASIONAL Lingkungan Teknologi lingkungan ini berkaitan dengan inovasi yang
berlangsung dengan cepat dalam semua jenis teknologi mulai dengan robotik
Lingkungan yang dihadapi oleh para manajer sebuah perusahaan hingga telpon seluler. Dalam lingkungan global, perusahaan2 teknologi beraliansi
internasional jauh lebih kompleks daripada perusahaan domestik. strategis dengan para saingannya (Amerika dengan Swiss, Jepang, dan Jerman)
Tugas pokok yang dipikul manajemen puncak perusahaan internasional adalah dengan tujuan untuk mencapai pengembangan produk dan penyampaian
mengembangkan dan menjaga pengertian yang mendalam mengenai lingkungan (delivery) berkelas dunia, yaitu produk bermutu terbagus dan membawanya ke
setiap negara di mana mereka memiliki kegiatan operasi, afiliasi, pemasok, dan pasar dalam waktu yang singkat.
konsumen atau pelanggan.
Aspek lingkungan yang harus dipantau dan dicermati secara terus-
menerus mencakup lingkungan umum seperti pada lingkungan domestik (tetapi PERUSAHAAN MULTI NASIONAL DAN TRANSNASIONAL
ruang lingkup kawasannya lebih luas, yaitu negara2 lain secara individual,
regional atau global), yaitu meliputi aspek2 : politik, hukum, ekonomi, sosial Perusahaan Multi Nasional (PMN) Multinational Corporation (MNC)
budaya, dan teknologi yang senantiasa mengalami perubahan. adalah (menurut W.F. Schoell, at.al,1993) sebuah perusahaan yang berbasis di
suatu negara (disebut negara induk) dan memiliki kegiatan produksi dan
16
pemasaran di satu atau lebih negara asing (disebut negara tuan rumah)
sebuah organisasi yang terlibat dalam kegiatan bisnis di tingkat internasional, HUBUNGAN PMN TUAN RUMAH
menjalankan kegiatannya dengan skala internasional yang tidak memandang
batas negara dan dipimpin oleh sebuah strategi bersama dari sebuah induk
(pusat) perusahaan.

Karakteristik PMN 1. Membentuk afiliasi di luar negeri, yang seluruhnya


dimiliki oleh perusahaan induk (pemilik PMN) atau dimiliki bersama dengan satu
atau lebih mitra dari negara2 lain, 2. Beroperasi dengan Visi dan Strategi
mendunia (global), yaitu memandang dunia sebagai pasarnya, 3. Kecenderungan Manfaat Bersama Keluhan Negara Keluhan PMN
untuk memilih jenis2 kegiatan bisnis tertentu, 4. Kecenderungan untuk Peluang bersama Tuan Rumah Tuan Rumah
menempatkan afiliasi di negara2 yang maju di dunia, 5. Menempuh satu dari tiga
strategi dasar yang bersangkutan dengan staffing.
dengan potensi : terhadap PMN Pembatasan
Pertumbuhan Laba berlebihan Sumber day
Penghasilan Dominasi ekonomi mahal
Pembelajaran Intervensi terhadap Peraturan ek
Pembangunan pemerintah Restriksi dev
Plus-minus hubungan PMN dengan Negara Tuan Rumah Tidak membantu Kegagalan m
pembangunan kewajiban k
Menyedot tenaga
lokal berbakat

Keuntungan potensial dari kehadiran PMN bagi pihak Tuan Rumah :


1. Basis Pajak yang lebih besar
2. Meningkatnya jumlah kesempatan/lapangan kerja
3. Alih teknologi
4. Ekspansi modal
5. Diperkenalkannya jenis industri khusus
6. Pengembangan sumber daya lokal
Kesulitan yang dialami di negara asalnya sendiri :
1. Hilangnya hubungan dengan kebutuhan dan prioritas domestik
2. Mengalihkan pekerjaan kepada pasar tenaga kerja di luar negeri yang lebih
murah
3. Mengekspor investasi modal ke luar negeri
4. Terlibat praktek korupsi di luar negeri
Jenis Tenaga Kerja yang mendukung operasi PMN :
1. Ekspatriat (tenaga asing) tenaga kerja yang bertempat tinggal dan
bekerja di sebuah negara di mana mereka tidak memiliki kewarganegaraan;
2. Warga negara tuan rumah (tenaga lokal) tenaga kerja yang memiliki
kewarganegaraan di mana fasilitas perusahaan di luar negeri berlokasi

17
3. Warga negara ketiga (tenaga dari negara ketiga) tenaga kerja dari Kondisi ekonomi nasional 3. Nilai dan kelembagaan nasional 4. Saat revolusi
sebuah negara yang bekerja di negara lain untuk sebuah perusahaan yang industri nasional 5. Jarak geografis 6. Wilayah dan penduduk.
berkantor di pusat di negara lain lagi. Resiko dan PMN pengembangan sebuah PMN membutuhkan investasi yang
Repatriasi proses membawa seseorang yang telah bekerja di luar negeri besar untuk operasi di luar negeri, sehingga setiap manajer yang melakukan
kembali ke negara asal dan menyatukan mereka kembali ke tempat bekerja di investasi luar negeri mengharapkan dampak sbb. : 1. Mengurangi atau
perusahaan induk. menghilangkan biaya transportasi yang tinggi 2. Berpartisipasi dalam ekspansi
pasar yang pesat di luar negeri 3. Memberikan ketrampilan teknis, desain dan
pemasaran di luar negeri 4. Meraih keuntungan yang lebih besar untuk
Keuntungan dan Kerugian Mempekerjakan Staf Lokal dan Staf Ekpatriat
mencapai hasil2 yang diinginkan akan selalu merupakan hal yang tidak pasti dan
Untuk Anak Perusahaan di Luar Negeri tentu akan berbeda antara satu negara dengan negara lainnya, namun manajer
Keuntungan Kerugian yang melakukan investasi di luar negeri harus melakukan penilaian terhadap
Staf Lokal kemungkinannya seakurat mungkin banyak perusahaan meminimalisasi jenis
* Biaya tenaga lebih rendah resiko dengan
* Kesulitan dalam menyeimbangkan menambahkan klausul standar pada kontrak mereka yang
permintaan
menetapkan bahwa jika terjadi kontroversi bisnis yang tidak dapat diselesaikan
* Kepercayaan pada warga negara lokal lokal dan prioritas global oleh pihak2 yang terlibat, mereka akan setuju terhadap mediasi yang dilakukan
* Meningkatkan penerimaan masyarakat lokal * Tertundanya keputusan lokal yang
oleh sulit (misal
mediator yang dipilih secara bersama.
terhadap perusahaan pemberhentian kerja) hingga saat di mana
* Memaksimalkan jumlah opsi yang tersedia Perusahaan
kondisi tak dapat dihindarkan lagi Transnasional (PTN) disebut juga Perusahaan Global, yaitu
di lingkungan lokal * Kesulitan dalam merekrut staf yang berkuali menjadikan seluruh dunia sebagai ajang bisnis, merupakan
perusahaan yang
perusahaan yang mencerminkan tingkat atau tahapan kegiatan internasional
* Pengakuan perusahaan sebagai peserta fikasi yang keempat memiliki kepemilikan, pengendalian, dan manajemen dari banyak
yang sah dalam perekonomian lokal * Dapat mengurangi tingkat pengendalian lokal
negara. Melihat adanya peluang besar di pasar dunia, beberapa PMN telah
* Secara efektif mencerminkan pertimbangan & oleh kantor pusat mengubah organisasi mereka dari perusahaan berbasis di negara asal (induk)
kendala lokal dlm proses pembuatan keputusan menjadi perusahaan2 berskala dunia yang melakukan kegiatan bisnis di seluruh
Ekspatriat dunia dan tidak mengenal loyalitas tunggal pada satu negara tertentu.
* Kesamaan budaya dengan perusahaan induk * Menciptakan masalah penyesuaian terhadap
Keunggulan dan kelemahan perusahaan berskala besar
menjamin pengalihan praktik bisnis/manaj. lingkungan dan budaya asing Faktor2 internal yang menguntungkan :
* Meningkatkan pengendalian dan koordinasi * Meningkatkan keasingan dan anak perusahaan
Semakin besar perusahaan, semakin memungkinkan untuk menerapkan
. dan anak2 perusahaan internasional * Melibatkan biaya pindahan, gaji, dan biayadalam devisi (riset, pengembangan, pengujian produk, riset
spesialisasi
* Memberikan orientasi multinasional lain yang tinggi pemasaran & periklanan) dan personalia (insinyur, ahli kimia, peneliti pasar,
dan pemegang hak cipta;
melalui pengalaman di perusahaan induk * Dapat menimbulkan masalah pribadi dan kel.
Perusahaan besar bisa menikmati skala ekonomis, pada umumnya semakin
kepada karyawan * Berdampak insentif negatif pada moral dan yang dihasilkan, semakin rendah biaya untuk setiap unit
banyak produk
* Menghimpun kelompok eksekutif ber- motivasi manajemen lokal tambahan;
berpengalaman internasional Perusahaan
* Bisa terkena restriksi oleh pemerintah lokalbesar bisa meminjam dana lebih besar dan memperoleh bunga
* Bakat lokal belum bisa memberikan nilai yang menguntungkan;
sebanyak ekspatriat Perusahaan besar cenderung lebih permanen, dan mudah menarik manajer
profesional (karyawan yang karirnya di bidang manajemen dan mengelola
perusahaan di mana mereka bukan pemilik utama).
Kompleksitas Manajemen PMN perbedaan dengan manajemen domestik, Faktor2 internal yang merugikan :
manajemen internasional menyangkut kegiatan operasional yang berhubungan Terjadinya penyalahgunaan kekuatan, yang disebabkan banyak orang
dengan 6 (enam) variabel (Samuel C. Certo, 1997) : 1. Kedaulatan nasional 2. percaya bahwa perusahaan yang begitu besar akan bisa mengarah pada

18
berkurangnya persaingan dan terciptanya konsentrasi ekonomi yang Industri jasa operasinya berskala kecil, padat karya, pasarnya lokal,
berlebihan; membutuhkan jumlah modal terbatas sehingga merupakan usaha yang
Tudingan kurang manusiawi, karena kurangnya hubungan antara pekerja mudah dimasuki para pebisnis (potong rambut, binatu, ahli gigi, bengkel
dengan manajer membuat para pekerja tidak dilibatkan; motor); yang wilayahnya lebih luas: asuransi, perbankkan.
Tidak seperti perusahaan kecil yang dikelola oleh pemilik-manajer yang Industri konstruksi merupakan perusahaan lokal yang membangun
memiliki dorongan keras, perusahaan raksasa dikelola oleh para manajer perumahan, kompleks apartemen, kolam renang, jalan raya, ruko dan rukan
yang direkrut sehingga ada kecenderungan lamban dalam pembuatan perdagangan besar dan industri; yang wilayahnya luas & padat karya :
keputusan sehingga mengurangi kemampuan perusahaan dalam asuransi, perbankkan).
menyesuaikan diri terhadap perubahan. Perdagangan besar banyak diusahakan oleh operusahaan kecil, misalnya
grosir produk dan alat kecantikan.
PERUSAHAAN BERSKALA KECIL Industri pengolahan (manufacturing) merupakan industri terkonsentrasi
Banyak orang mengasosiasikan usaha kecil dengan : toko onderdil, dimana sebagian besar pendapatan penjualan dihasilkan oleh perusahaan
usaha potong rambut, salon kecantikan, bengkel (motor, elektronik), pedagang besar dalam jumlah yang relatif sedikit. Namun terdapat ribuan usaha kecil
eceran, grosir, usaha katering, biro jasa, toko bunga, yang dikelola oleh sejumlah yang menghasilkan produk dari bahan mentah dan beroperasi dalam wilayah
(terbatas) orang yang terikat dengan hubungan kekerabatan. terbatas (lokal). Contoh usaha penggergajian kayu.
The Commitee on Economic Development menyebutkan bahwa perusahaan kecil
adalah usaha yang memenuhi dua atau lebih kriteria berikut ini : Keberhasilan dan Kegagalan Usaha Kecil
1. Pihak pemilik mengelola perusahaan; Usaha kecil dan perusahaan besar berbeda dalam hal sumber daya,
2. Seorang atau sekelompok kecil menyediakan pembiayaan; kemampuan, dan misi. Ribuan toko dimiliki oleh orang yang tertarik, terutama
3. Pihak pemilik dan para karyawan tinggal berdekatan dengan perusahaan; pada kepuasan dan harga diri yang timbul dari hubungan pribadi dengan para
4. Perusahaan itu kecil dibandingkan dengan perusahaan lainnya dalam industri pelanggan mereka; Sebaliknya banyak juga pemilik usaha kecil yang tertarik
yang sama, diukur menurut aset, jumlah karyawan, atau pendapatan terutama pada pertumbuhan usaha (tidak menginginkan tetap menjadi usaha
penjualan. kecil, mereka berpaling ke pemodal ventura (venture capitalist) untuk membiayai
Definisi dari The Small Business Administration (SBA) perusahaan kecil adalah pengembangan usaha secara cepat.
usaha yang dimiliki dan dioperasikan secara independen dan tidak dominan di
bidangnya. Faktor-faktor Keberhasilan
Kontribusi Sosial Ekonomi Usaha Kecil Faktor2 yang menunjukkan kekuatan utama dari perusahaan kecil adalah
Peranan usaha kecil di bidang sosial-ekonomi di berbagai negara cukup besar, sbb. (W. Schoell, 1993 : 163-170):
sbb : Fleksibelitas lebih besar : perusahaan kecil cenderung lebih fleksibel
Membuka lapangan kerja yang luas dan bersifat fleksibel, baik bagi dibanding perusahaan besar; dapat menyesuaikan rencana yang ada dengan
laki2/perempuan, untuk segala umur, dan penuh atau paruh waktu; sangat cepat sebagai respon terhadap perubahan lingkungan. Sedangkan
Banyak produk baru yang bisa dikembangkan melalui teknologi baru seperti perusahaan besar dengan berbagai tingkatan manajemen tidak dapat
semikonduktor, robot, penyambung plasma (gene splicing); melaksanakan respon lebih cepat;
Menjadi pemasok penting bagi perusahaan besar dalam bentuk suku cadang Lebih banyak perhatian secara pribadi terhadap pelanggan dan karyawan :
dan jasa2 yang dibutuhkan; pemilik usaha kecil memiliki lebih banyak kontak langsung dengan para
Membuka peluang bagi orang yang berobsesi kuat, tekad besar, dan pekerja pelanggan dan memiliki perasaan yang lebih baik mengenai keinginannya,
keras untuk menjadi pemimpin (bos) untuk usahanya. daripada perusahaan besar. Lebih bisa merespon dengan cepat perubahan
keinginan pelanggan dan memberikan pelayanan yang lebih bersifat pribadi.
Jenis Usaha Kecil Pada perusahaan besar komunikasi antara manajemen dengan karyawan
Jenis usaha kecil dapat didijumpai pada semua jenis industri, dan yang paling melalui perwakilan;
populer berturut-turut adalah Biaya tetap lebih rendah : Perusahaan tidak mempekerjakan ahli hukum dan
Perdagangan eceran (berskala relatif besar : Wal-Mart dan Safeway; puluhan akuntan publik purnawaktu, tetapi hanya saat membutuhkan jasa mereka saja
ribu bergerak di bisnis bakery, kartu, CD, pakaian jadi, perhiasan, dll); (temporer), jadi menghemat biaya personalia, sehingga bisa menjual produk
lebih murah;

19
Motivasi pemilik lebih besar : Pengusaha adalah pengambil resiko yang 2. Membeli perusahaan yang sudah ada. Perusahaan dijual karena alasan :
membuka dan mengoperasikan sebuah usaha dengan harapan memperoleh pemilik ingin pensiun (hendaknya diteliti lebih dahulu kinerjanya perusahaan),
keuntungan. Pemilik usaha kecil memiliki perusahaannya sendiri sehingga pemilik ingin membebaskan diri dari bisnis yang kurang menguntungkan (teliti
memotivasi untuk bekerja lebih keras, tidak seperti perusahaan besar yang dulu kurang menguntungkannya apakah karena produknya atau karena
manajernya bukanlah pemilik utama perusahaan sehingga manajemennya);
kecenderungannya sangat konservatif dalam mengelola perusahaan, karena 3. Membuka usaha baru. Memulai usaha baru dalam hal tertentu lebih baik
untuk pengembangan produk baru mereka mendapatkan penghasilan yang dibandingkan membeli usaha yang sudah berjalan. Pengusaha dapat
lebih kecil. memulai dari bawah, dan tidak dijumpai masalah ketidakpuasan pelanggan,
keuangan pabrik atau lokasi usaha yang tidak menguntungkan dan piutang
Faktor-faktor Kegagalan ragu2.
Berdasarkan hasil studinya, The Dun & Bredstreet Corporation telah
mengidentifikasi faktor2 penyebab kegagalan usaha kecil, sbb. : Membuka Usaha Kecil
Kelalaian : kebiasaan buruk, kesehatan kurang baik, masalah perkawinan; Ada sejumlah kondisi di mana bentuk usaha kecil lebih menguntungkan,
Bencana : pencurian, kebakaran, kematian pemilik; dibanding perusahaan yang besar, yaitu :
Penyelewengan : penggelapan, perjanjian palsu; 1. Sebuah produk tidak bersifat produksi masal berskala besar;
Faktor-faktor ekonomis : tingkat bunga tinggi, kehilangan pasar; 2. Kenyamanan konsumen lebih penting daripada harga dan pemilihan;
Pengalaman : tidak cakap, kurangnya pengalaman manajerial; 3. Permintaan dan penawaran berfluktuasi secara musiman;
Penjualan : lemah daya saing, kesulitan persediaan, lokasi kurang baik; 4. Penjualan potencian di sebuah pasar tidak cukup besar untuk mengundang
sebuah perusahaan besar;
Biaya : hutang institusi yang memberatkan, biaya operasi yang tinggi;
5. Perusahaan2 besar saling bersaing satu sama lain untuk sebuah segmen
Pelanggan : kesulitan dalam piutang, terlalu sedikit pelanggan;
pasar yang besar dan mengabaikan satu atau lebih segmen yang lebih kecil;
Aset : aset tetap yang berlebihan, ekspansi yang terlalu besar; 6. Barang atau jasa yang ditawarkan membutuhkan perhatian pribadi terhadap
Modal : kontrak yang memberatkan, penarikan yang berlebihan, kapasitas consumen yang besar dari pihak penjual.
awal yang kurang memadai.
Berdasarkan studi di Amerika Serikat yang dilakukan pada tahun 1991, Enam Langkah untuk mendirikan usaha
disimpulkan bahwa terdapat dua penyebab utama kegagalan usaha kecil yaitu : 1. Melakukan penilaian situasi;
1. Manajemen yang kurang baik faktor ini merupakan penyebab nomor satu, 2. Menyusun rencana usaha yang menyeluruh;
yaitu meliputi persiapan yang kurang untuk mengelola usaha, kegagalan 3. Membuat proyeksi kebutuhan pembiayaan;
untuk belajar dari pengalaman, dan optimisme yang tak terkendali (tidak 4. Mendapatkan sumberdaya dan perijinan yang dibutuhkan;
realistis); 5. Menyusun prosedur pengendalian internal;
2. Kurangnya pembiayaan banyak pengusaha yang memulai usahanya 6. Mulai melayani consumen
dengan modal yang terlalu kecil dan sedikitnya sumber daya. Sumber utama
untuk perusahaan baru adalah : (1) sumber daya pribadi dari pemilik dan (2) Melakukan Penilaian Situasi
dari lembaga keuangan yang apabila memulai usaha dengan dana yang tidak Tahap pertama dalah melakukan penilaian yang mendalam terhadap diri
memadai sangat sulit untuk mendapatkan kredit. sendiri maupun lingkungan bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan menjawab
beberapa pertanyaan secara realistis berikut ini :
1. Mengapa Anda memasuki dunia bisnis?
2. Berapa tingkat pendapatan yang diinginkan dari investasi yang dilakukan?
Bagaimana menjadi Pemilik Usaha Kecil 3. Berapa jumlah dana dan aset lain yang dapat diinvestasikan pada usaha
Seseorang dapat menjadi pemilik usaha kecil melalui salah satu dari cara tersebut?
berikut : 4. Dapatkah Anda mengundurkan/melepaskan diri dari jabatan sekarang?
1. Mengambil alih usaha keluarga. Pengambil alihan oleh seseorang yang 5. Mampukah Anda memantau lingkungan, menentukan peluang pasar, dan
sudah siap ketika pemiliknya meninggal dunia atau tidak lagi mampu mengidentifikasi ancaman terhadap usaha yang diusulkan, serta menyusun
mengelola usahanya; strategi untuk mengatasinya?

20
Menyusun Rencana Usaha Secara Menyeluruh Pengendalian internal meliputi sebuah sistem akuntansi yang dapat
Rencana usaha dalah sebuah dokumen yang mengemukakan secara rinci mentrasir atau mengikuti asal muasal dari pendapatan, biaya, dan setiap uang
mengenai : kas yang mengalir masuk. Pengendalian kas bisa mencegah petugas penjualan
1. Tujuan perusahaan : harus ditetapkan beberapa tujuan yang menyatakan melakukan penggelapan. Sebuah sistem pengamanan dapat melindungi
tingkat kinerja terukur yang hendak dicapai selama jangka waktu tertentu; perusahaan dari pencurian yang dilakukan oleh karyawan.
2. Bentuk kepemilikan;
3. Tindakan2 yang dibutuhkan untuk mencapai/merealisasikan tujuan Mulai melayani Konsumen
perusahaan dalam jangka waktu tertentu di masa mendatang; Perusahaan tidak akan menguntungkan bila besarnya biaya2 melebihi
4. Rumusan ramalan penjualan : perkiraan jumlah penjualan dalam unit atau jumlah pendapatan penjualan. Oleh sebab itu perlu diawasi ketat terhadap
uang selama periode tertentu. Untuk industri rmala penjualan dijadikan pendapatan penjualan dan biaya2 dalam menjalankan usaha.
pedoman untuk menentukan jumlah bahan mentah, jumlah barang jadi
sebagai persediaan, dan jumlah karyawan produksi yang dibutuhkan. MANAJER, ORGANISASI, DAN MANAJEMEN

Membuat Proyeksi Kebutuhan Pembiayaan 1. PENTINGNYA MANAJEMEN


Dalam rangka pembuatan proyeksi pembiayaan diperlukan hal2 berikut : Kemampuan menggunakan sumber daya secara efisien dibutuhkan oleh
1. Penyusunan anggaran modal : proyeksi kebutuhan modal dalam periode sebuah bisnis dengan akses ke bahan baku, mesin, dana, dan tenaga kerja.
tertentu; Banyak perusahaan yang gagal karena salah urus (mismanajemen), dalam hal ini
2. Mempersiapkan proyeksi laboran laba/rugi secara bulanan: peramalan diurus oleh manajer yang tidak efektif. Di banyak negara berkembang seperti
pendapatan penjualan dan biaya operasi secara bulanan selama tahap awal Indonesia yang memiliki sumber daya yang melimpah, namun kekurangan
(Stara-up) dari usaha. manajer yang mampu memberdayakannya sehingga sumber dayanya belum
3. Menetapkan proyeksi laboran arus dana secara bulanan : aliran dana masuk banyak dimanfaatkan. Aspek manajemen menjadi bertambah penting ketika
terutama dari penjualan, sedangkan aliran dana keluar hdala untuk perusahaan berkembang.
pembayaran bahan2, upah dan gaji, telepon, listrik, dsb; Tanpa manajer yang baik, perusahaan akan menuju pada suatu situasi di
4. Mempersiapkan proyeksi neraca : menunjukkan estimasi kekayaan bersih mana setiap unsur tidak mengetahui apa yang mestinya dikerjakan dan apapun
dari perusahaan pada akhir tahun (menunjukkan apa dan berapa yang dimiliki yang dikerjakan oleh unsur/bagian lainnya di dalam organisasi. Perusahaan bisa
serta jumlah hutang yang ditanggung perusahaan). menuju kebangkrutan kalau arus dana tidak terkendali walaupun bagian
penjualan menunjukkan kinerja yang baik.
Mendapatkan Sumber Daya dan Perijinan yang Dibutuhkan
Sebuah perusahaan baru, mendapatkan modal melalui pembiayaan 2. MANAJER
saham (dana yang diberikan oleh pemilik) dan hutang (dana pinjaman dari bank Semua manajer bekerja dalam sebuah organisasi, yaitu sekelompok
atau lembaga keuangan lain). Pemodal ventura ( venture capitalist) dalah orang yang bekerja bersama dan berkoordinasi dalam tindakan-tindakan guna
individu dan perusahaan yang bersedia memberikan modal saham lepada para mencapai sejumlah tujuan atau hasil yang dikehendaki organisasi di masa
pengusaha yang memiliki proyek baru atau gagasan proyek baruyang Belem mendatang. Sebagai manajer ia adalah orang yang bertanggung jawab untuk
terbuka di pasar akan tetapi memiliki peluang bagus untuk berhasil. Selain modal, melakukan supervisi atas penggunaan tenaga kerja dan sumber daya organisasi
perusahaan harus merekrut karyawan yang memiliki kualifikasi dan motivasi. lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Salah satu keputusan mengenai sumberdaya yang terpenting dalah Definisi seorang manajer lebih konkret dapat dikemukakan sbb. :
lokasi perusahaan. Industri membutuhkan akses pada pekerja trampil, bahan Orang dalam organisasi yang bertanggung jawab atas kinerja dari satu atau
mentah, dan transportasi; pedagang besar perlu berdekatan dengan para lebih orang lain;
pengecer dan pembeli; pengecer yang menjual barang2 dimana consumen suka Orang (bertugas pada suatu jabatan : pemimpin tim, kepala devisi,
membanding-bandingkan perlu berlokasi dengan pengecer lain yang mensual administrator, supervisor, vice president, dsb), kepada siapa orang lain
barang serupa. Sebelum perusahaaqn mulai beroperasi, semua lisensi dan melapor. Para bawahan dan manajer merupakan sumber daya sangat
perijinan yang dibutuhkan harus telah dimiliki. penting dalam organisasi;

Menyusun Prosedur Pengendalian Internal

21
Orang yang tugasnya menggunakan sumber daya material seperti, informasi, dan mengembangkan karyawan 4. Mengambil tindakan korektif
teknologi, bahan baku, fasilitas, dan uang untuk memproduksi barang dan sesuai
jasa yang dapat ditawarkan organisasi (perusahaan) kepada pelanggan; 4. Menempatkan karyawan ditempat di dengan kebutuhan
Tugas setiap manajer terkait dengan satu tanggung jawab utama, yaitu mana mereka sangat efektif
membantu organisasi dalam mencapai kinerja tinggi melalui pemanfaatan
semua sumber daya.

3. TUGAS SEORANG MANAJER Keterampilan yang dibutuhkan untuk keberhasilan manajer


Manajer yang efektif menggunakan sumber daya organisasi dengan cara-
cara yang dapat mencapai kinerja yang tinggi dan tingkat kepuasan bagi orang- Keterampilan STRATEGIS Keterampilan ORANG
orang yang mengerjakan tugas-tugas yang dibutuhkan. Semua manajer 1. Penilaian lingkungan 1. Pendelegasian
mempunyai tantangan yang sama dalam mengejar efektivitas, yaitu 2. Perumusan strategi 2. Mempengaruhi
mensupervisi seorang atau lebih bawahan (menggantungkan dirinya pada hasil 3. Pemetaan tujuan strategis dan menetap- 3. Memotivasi
kerja para bawahan untuk terlaksananya kinerja unit kerja) yang bersama-sama kan misi 4. Menangani konflik
membentuk sebuah unit kerja, akan tetapi pada saat bersamaan mereka melapor 4. Implementasi strategi 5. Negosiasi menang-
mengenai kinerja unit kerja (mempertanggungjawabkan/ akuntabilitas) kepada menang
para manajer yang lebih tinggi (atasannya) 5. Kesesuaian sumber daya manusia 6. Jaringan
Keterampilan TUGAS 7. Presentasi
1. Menetapkan dan penetapan prioritas 8. Komunikasi non-verbal
Apa yang dikerjakan Manajer Tujuan/sasaran 9. Mendengar
Merencanakan 2. Menyusun rencana aksi & implementasi 10. Manajemen lintas-budaya
Memimpin/Mengarahkan 3. Merespons secara fleksibel 11. Kerja sama tim heterogen
1. Menetapkan sasaran organisasi 1. Memandu dan memotivasi 4. Menciptakan nilai Keterampilan KESADARAN-
karyawan DIRI
2. Menyusun strategi guna mencapai untuk bekerja secara efektif 5. Bekerja melalui struktur organisasi 1. Penyesuaian pribadi
merealisasi 6. Mengalokasi sumber daya manusia 2. Memahami prasangka pribadi
sasaran kan sasaran dan 7. Mengelola waktu secara efisien 3. Pengendalian internal
tujuan organisasi
3. Menentukan sumber daya yang 2. Memberikan penugasan
dibutuhkan 3. Menjelaskan hal-hal 4. SIFAT TUGAS MANAJER
rutin Sifat tugas manajerial bukan merupakan serangkaian kerja mingguan
4. Menetapkan standar yang tepat 4. Menjelaskan kebijakan yang teratur dan sistematis, akan tetapi penuh dengan ketidakpastian, perubahan,
Mengorganisasikan 5. Memberikan umpan balik ttg interupsi, dan kegiatan yang terfragmentasi (R.W. Griffin). Berdasarkan sebuah
kinerja studi, dalam satu hari seorang manajer puncak (CEO) menggunakan 59%
1. Mengalokasikan sumber daya, Mengendalikan waktunya untuk rapat terjadwal, 22% tugas administratif, 10% rapat tak terjadwal,
pemberian tugas, dan menetap 1. Mengukur kinerja 6% bertelpon, dan 3% peninjauan fasilitas perusahaan.
dibandingkan tujuan Seorang menajer juga menjalankan tugas yang beragam, seperti (ilustrasi
prosedur untuk mencapai sasaran perusahaan : dalam satu hari) harus membuat keputusan mengenai desain produk baru,
2. Menyiapkan struktur organisasi yang 2. Memantau kinerja relatif mengatasi keluhan bawahan, mempekerjakan sekretaris baru, menulis laporan
terhadap kepada atasan, mengkoordinasikan usaha patungan, membentuk satuan tugas
menunjukkan garis kewenangan & standar untuk menyelidiki suatu masalah, menangani keresahan buruh. Lebih dari itu ia
tanggung jawab 3. Memberi penghargaan atas juga harus siap dihujani dengan surat, dering telpon, dan orang-orang yang akan
kinerja menemuinya. Keputusan mungkin harus dibuat dengan cepat dan menyiapkan
3. Merekrut, menyeleksi, melatih dan yang menonjol suatu rencana dalam waktu terbatas. Tugas seorang manajer mengandung

22
kompleksitas, sehingga para pakar mengatakan bahwa manajemen yang efektif 6. Keterlambatan penyimpanan yang konsisten
merupakan kombinasi dari ilmu pengetahuan dan seni. 7. Ketergantungan yang berlebihan pada satu atau dua pelanggan/pemasok
8. Kontrak harga tetap berjangka panjang
9. Persyaratan pinjaman yang berat
ORGANISASI 10. Metode produksi dengan cara lama
11. Buruknya hubungan industrial
Organisasi diartikan sebagai sekumpulan orang yang bekerja bersama 12. Tingginya keluar-masuk (turnover) karyawan
untuk mencapai tujuan bersama. Setiap organisasi paling tidak mempunyai 3 13. Manajemen tidak sesuai dengan realitas komersial
unsur, yaitu : 14. Puncak organisasi yang berlebihan
1. Maksud : memproduksi barang atau jasa yang bernilai (bermanfaat) bagi 15. Manajemen yang tidak fleksibel
pelanggan. Untuk membenarkan eksistensi suatu organisasi, yang 16. Kurangnya komunikasi antara manajemen dan karyawan
bermanfaat bagi masyarakat harus diproduksi; 17. Manajemen berorientasi ke dalam
2. Pembagian kerja : pemberian tugas yang berbeda untuk orang yang
berbeda, yang bertindak secara perseorangan dan/atau secara kelompok.
Pembagian tugas adalah sebuah proses pemecahan tugas-tugas besar dan
penugasan tugas-tugas yang lebih kecil kepada individu-individu atau
kelompok-kelompok;
3. Hierarki wewenang : pengaturan tingkatan-tingkatan manajer dengan TEORI ORGANISASI
wewenang yang semakin meningkat. Menjelaskan pertanggungjawaban
kinerja setiap karyawan kepada manajer yang lebih tinggi tingkatannya. Pandangan Tradisional Pandangan
Wewenang seorang manajer adalah hak untuk memberikan tugas-tugas dan Modern
mengarahkan kegiatan bawahan untuk mendukung terwujudnya tujuan
organisasi. - Perspektif umum - Pemikiran sistem tertutup - Pemikiran sistem
terbuka
Yang dikerjakan organisasi - Tujuan utama orga- - Efisiensi ekonomis - Tetap hidup dalam
Menurut J.R. Schermerborn, Jr organisasi merupakan sebuah sistem lingkungan
terbuka yang berinteraksi dengan lingkungannya dalam proses yang nisasi yang tak pasti
berkelanjutan dari transformasi masukan sumber daya menjadi keluaran & mengejutkan
produk jadi dan jasa. Organisasi sebagai sistem terbuka, pelanggan merupakan - Asumsi mengenai - Dapat diprediksikan - Pada umumnya tidak
faktor yang amat menentukan. dapat
lingkungan sekitar dipastikan
- Asumsi mengenai - Semua variabel kausal, - Sistem organisasi memiliki
organisasi terarah tujuan diketahui lebih banyak variabel
daripada
dan dapat dikendalikan. yang dapat dipahami
pada
Ketidakpastian dapat di- satu waktu. Variabel
sering
Indikasi sebuah organisasi akan bermasalah hilangkan melalui peren- terkena pengaruh yang
tak
1. Pangsa pasar merosot canaan dan pengenda - dapat dikendalikan atau
2. Marjin keuntungan rendah bersama rendahnya volume penjualan dipre-
3. Produk yang menua dalian. diksi
4. Ketidakpuasan pelanggan yang konsisten
5. Masalah kualitas/keandalan
23
2. Pemberdayaan karyawan lebih besar 3. Pengendalian manajemen
puncak
3. Pembuatan keputusn lebih cepat berkurang
7. MANAJEMEN 4. Moral lebih tinggi 4. Citra perusahaan
Manajemen sebagai proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan melemah
bekerja bersama dan melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.
Menurut R.W. Griffin, manajemen adalah serangkaian kegiatan (termasuk 8. EFEKTIVITAS MANAJERIAL
perencanaan dan pembuatan keputusan, pengorganisasian, pimpinan, dan Ketika manajer menggunakan sumber daya organisasi, mereka harus
pengendalian) yang diarahkan pada sumber daya organisasi (tenaga kerja, berupaya agar efektif dan sekaligus efisien. Manajer dikatakan efektif bila
keuangan, fisik, dan informasi) yang bertujuan untuk mencapai sasaran penggunaan sumber daya yang dimilikinya dapat mencapai tujuan yang
organisasi dengan cara yang efisien dan efektif. ditetapkan.
Proses manajemen mencakup empat fungsi dasar, yaitu : Sebuah perusahaan atau manajemen disebut efektif jika para manajer
1. Perencanaan berkaitan dengan pemilihan tugas-tugas yang harus menetapkan tujuan yang layak dan kemudian dapat merealisasikannya.
dilksanakan untuk mencapai tujuan organisasi, menggariskan mengenai Kenyataannya, yang dijumpai adalah derajat efektivitas manajerial, semakin dekat
bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan, dan memberikan indikasi sebuah organisasi dapat mencapai tujuannya, maka para manajer dipandang
mengenai kapan hal-hal tersebut dilaksanakan. Kegiatan perencanaan semakin efektif. Jadi efektivitas manajemen berada pada sebuah jenjang di antara
difokuskan pada pencapaian tujuan; efektif dan tidak efektif.
2. Pengorganisasian penyerahan tugas-tugas sesuai kepada berbagai Prinsip-prinsip Manajemen :
individu atau kelompok di dalam organisasi. 1. Pembagian kerja : pekerjan harus dibagi dan dipilah lagi menjadi unsur-unsur
3. Pengarahan disebut juga dengan istilah penggerakan (actuating), terkecil yang layak, bertujuan untuk memperoleh manfaat dari spesialisasi;
pemotivasian (motivating), penuntunan (leading), atau pemberian pengaruh 2. Keseimbangan wewenang dan tanggung jawab : setiap pemegang tugas
(influencing), berkaitan dengan orang-orang yang ada di organisasi. harus diberikan wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab
4. Pengendalian fungsi manajemen dimana para manajer menghimpun dan tugas yang dipercayakan;
informasi untuk mengukur kinerja organisasi, membndingkan kinerja yang 3. Disiplin : karyawan harus mematuhi kesepakatan apapun yang dinyatakan
terjadi dengan standar kinerja yang telah ditetapkan, dan menentukan apakah secara jelas antara mereka dan organisasi; manajer harus memberi sanksi
organisasi harus dimodifikasi guna memenuhi standar yang telah ditetapkan. secara adil atas semua pelanggaran disiplin;
Pengendalian merupakan proses yang terus berkelanjutan dan bertujuan 4. Kesatuan komando : karyawan harus menerima perintah dari dan
mencari cara-cara untuk meningkatkan produksi melalui modifikasi organisasi. bertanggung jawab kepada seorang atasan;
5. Kesatuan arah : kegiatan-kegiatan yang mempunyai maksud yang sama
harus dikelompokkan bersama dan bekerja berdasarkan rencana yang sama;
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SENTRALISASI 6. Meletakkan kepentingan individu di bawah kepentingan bersama :
DAN DESENTRALISASI MANAJEMEN kepentingan organisasi harus didahulukan daripada kepentingan individu;
Keuntungan Kerugian 7. Kompensasi yang adil : upah/gaji harus didasarkan pada pencapaian tugas
Sentralisasi yang dibebankan;
1. Pengendalian manajemen puncak lebih 1. Kurang responsif terhadap 8. Sentralisasi : wewenang harus didelegasikan sebanding dengan tanggung
pelanggan jawab;
besar 2. Pemberdayaan kurang 9. Rantai skalar : rantai komando yang tak terputus harus ada sebagai saluran
2. Efisiensi lebih besar 3. Konflik antar organisasi untuk semua pengarahan dan komunikasi;
3. Sistem distribusi lebih sederhana 4. Moral lebih rendah menjauh 10. Tertib : setiap jabatan harus diuraikan sehingga pemegang jabatan dapat
dari memahaminya dengan jelas termasuk hubungannya dengan tugas-tugas
4. Citra merek/perusahaan lebih kuat kantor pusat lainnya;
Desentralisasi 11. Adil : peraturan dan perjanjian yang telah ditetapkan harus ditegakkan secara
1. Penyesuaian terhadap keinginan pelang- 1. Efisiensi lebih rendah adil;
Nggan 2. Sistem distribusi 12. Kestabilan personalia : karyawan harus didorong untuk menciptakan loyalitas
kompleks kepada organisasi dan menanamkan komitmen jangka panjang;
24
13. Inisiatif : karyawan harus didorong untuk menggunakan pertimbangan yang
bebas dalam batas-batas wewenang yang diberikan dan tugas yang PERBANDINGAN MANAJEMEN JEPANG DAN AMERIKA
ditetapkan;
14. Esprit de corps : karyawan harus didorong untuk menyatukan kepentingannya Organisasi Jepang Organisasi Amerika
dengan kepentingan orgnisasi, sehingga mewujudkan kestuan upaya. 1. Hubungan kerja seumur hidup 1. Hubungan kerja jangka
pendek
9. EFISIENSI MANAJERIAL 2. Evaluasi dan promosi lambat 2. Evaluasi dan promosi
Efisiensi manajerial diartikan sebagai proporsi dari sumber daya cepat
organisasi secara keseluruhan (termasuk sumber daya manusia yang terkait) 3. Jalur karir tak terspesialisasi 3. Julur karir tak
yang menyumbang pada produktivitas selama proses pengolahan. Semakin terspesialisasi
tinggi proporsi tersebut, maka semakin efisien para manajer dan semakin 4. Mekanisme pengendalian implisit 4. Mekanisme pengendalian
banyak sumber daya diboroskan atau tidak digunakan selama proses produksi, emplisit
maka semakin tidak efisien. 5. Pembuatan keputusan kolektif 5. Pembuat keputusan masih
Efisiensi manajemen dapat diukur pada sebuah jenjang, mulai dari tidak 6. Tanggung jawab terealisir 6. Pembuatan keputusan
efisien hingga efisien. Tak efisien berarti sangat kecil proporsi dari sumber daya individual
total yang disumbangkan pada produktivitas selama proses produksi, sedangkan 7. Kepedulian holistic 7. Kepedulian tersegmentasi
efisien berarti sumbangan tersebut sangat besar. 8. Tanggung jawab kolektif

Berbagai Kombinasi Efektivitas dan Efisiensi Manajemen


10. UNIVERSALITAS MANAJEMEN
Prinsip-prinsip dalam manajemen bersivat universal atau mendunia, dan
dapt diterapkan pada semua jenis organisasi, baik yang berorientasi pada laba
Efisien maupun yang bersifat nirlaba. Tugas-tugas manajer akan berbeda antara B.C
(sebagian besar Forbes menerangkan pentingnya persyaratan atau kualifikasi khusus. Faktor-
sumber daya Tak mencapai tujuan Mencapai tujuan dan faktor semangat, kunggulan maksud, kepercayaan diri, dan keyakinan akan
tak manfaat diri merupakan karakteristik pokok dari para manajer yang meraih
menyumbang pada dan tak memboroskan memboroskan sumber keberhasilan dalam karir mereka
produksi sumber daya daya 11. PENTINGNYA MANAJEMEN YANG BAIK
Memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi permintaan pasar
PEMAKAIAN melibatkan usaha bersama dari banyak orang. Usaha bersama ini perlu
SUMBER DAYA dikoordinasikan dan dikelola pada banyak tingkatan yang berbeda, yaitu di dalam
organisasi, antar organisasi, pada tingkatan nasional dan internasional. Oleh
Tak Efisien karena itu peranan manajemen senantiasa dipandang penting dan menonjol
(tak banyak sumber Tak mencapai tujuan & Mencapai tujuan & dalam bisnis dan masyarakat.
daya menyumbang memboroskan sumber memboroskan sumber Manajemen yang baik merupakan kunci bagi tercapainya keberhasilan
pada produksi) daya daya organisasi. Kualitas manajemen menjadi pertimbangan penting pada saat
dilakukan penilaian atas kelayakan usaha, tingkat kepercayaan, dan prospek
Tak efektif Efektif sebuah organisasi bisnis. Untuk perusahaan publik (go-public) penilaian ini pada
(sedikit kemajuan ke (banyak akhirnya tercermin pada harga saham dari perusahaan emiten yang
kemajuan ke bersangkutan.
Arah tujuan organisasi) arah tujuan organisasi)
BAGAIMANA SEBUAH PERUSAHAAN BERKEMBANG
PENCAPAIAN TUJUAN Awal Usaha
Sejumlah terbatas orang dengan peranan individual;

25
Mungkin tak berstruktur atau berorientasi proyek; Penetapan harga yang wajar bagi pelanggan;
Membutuhkan kepemimpinan kuat dan staf yang fleksibel agar bisa Para karyawan yang bersemangat;
bertahan; Manajemen yang mudah diakses;
Banyak perusahaan tak bisa lolos pada tahap ini. Organisasi yang fleksibel;
Pengembangan (Development) Pembuatan keputusan yang terdesentralisasi;
Mungkin harus menghadapi krisis otonomi; Konsentrasi pada faktor-faktor kunci keberhasilan;
Pertumbuhan dan perubahan yang cepat; Pengendalian keuangan yang mendukung.
Mulai menetapkan struktur, adat/kebiasaan, dan peranan karyawan;
Membentuk budaya perusahaan; I. ESENSI PERENCANAAN
Menekankan pengembangan produk untuk mendukung rencana
pertumbuhan. 1. KARAKTERISTIK PERENCANAAN
Konsolidasi (Consolidation) Beberapa definisi Perencanaan :
Periode yang membutuhkan pengarahan yang kuat; Menurut Samoel Certo (1997) adalah proses penentuan bagaimana
Konsolidasi atas posisi yang dicapai; sistem manajemen (organisasi) akan mencapai atau merealissikan
Perlu waktu untuk menimbang keuntungan dan kerugian; tujuannya;
Saatnya tuk merencanakan produk baru,pertumbuhan mendatang dan/atau Menurut R. Schermerhorn (1996) adalah proses penetapan tujuan dan
akuisisi; penentuan apa yang harus dikerjakan untuk merealisasikannya;
Dapat menderita krisis pengendalian; Dalam istilah lebih formal, perencanaan diartikan pengembangan
Potensi mencapai puncak mendatar (plateau), ekspansi atau penurunan. program aksi (tindakan) sistematis yang diarahkan pada tercapainya
Puncak Mendatar tujuan bisnis yang disepakati melalui proses analisis, evaluasi, dan
Sedikit atau tak ada perubahan yang dilakukan terhadap profil dan produk; pemilihan di antara peluang-peluang yang diramalkan akan muncul;
Beberapa kemungkinan alasan : Berdasarkan definisi tersebut di atas, perencanaan memfokuskan pada dua
1. Tak ada gagasan baru yang muncul 2. Keterampilan tak tersedia unsur, yaitu tujuan organisasi dan rencana tindakan untuk mewujudkan
3. Bertumpu pada keberhasilan tujuan tersebut. Jadi tujuan utama dari perencanaan adalah untuk
Bisa berlanjut untuk periode yang panjang; mendukung atau memfasilitasi terealisasinya tujuan perusahaan.
Menurut C.W. Roney, perencanaan organisasi mempunyai dua tujuan yaitu :
Pada akhirnya akan menurun atau ekspansi.
Ekspansi Akan Terjadi, melalui Protektif untuk meminimalisasi resiko dengan mengurangi
ketidakpastian yang mengelilingi kondisi bisnis dan menjelaskan
Pengembangan dan pengenalan produk atau jasa baru, atau
konsekuensi dari tindakan manajemen yang terkait.
Akuisisi.
Penguatan untuk menaikkan tingkat keberhasilan organisasi.
Penurunan Terjadi, karena
Sebuah perusahaan yang lebih ekspansif akan membelinya, atau
2. MANFAAT POTENSI KERUGIAN
Meningkatnya biaya dan produk yang tidak kompetitif akan memaksanya Sebuah perencanaan yang disusun dengan baik dapat memberikan
keluar dari bisnis beberapa manfaat, sbb. :
Membantu para manajer untuk berorientasi ke depan. Para manajer
SINYAL SEBUAH PERUSAHAAN BERWAWASAN KE DEPAN
dipaksa untuk melihat lebih jauh ke depan dari masalah sehari-hari untuk
mengestimasi situasi yang mungkin mereka hadapi di masa depan;
Kesadaran akan persaingan;
Program perencanaan yang sehat meningkatkan koordinasi keputusan.
Investasi yang besar untuk penelitian dan pengembangan; Tidak ada keputusan yang dibuat saat ini tanpa memikirkan pengaruhnya
Mengalirnya produk baru secara reguler; terhadap keputusan di kemudian hari. Fungsi perencanaan mendorong
Penggunaan yang hati-hati atas riset konsumen dan pemasaran testing; para manajer mengkoordinasikan keputusan-keputusan mereka;
Respon cepat terhadap keluhan pelanggan; Perencanaan menekan tujuan organisasi. Para manajer terus diingatkan
Kualitas yang diinginkan pelanggan; tujuan sebenarnya yang hendak diraih organisasi, karena tujuan
Kepedulian terhadap pelayanan pelanggan; organisasi merupakan titik tolak perencanaan.
26
5. SUBSISTEM PERENCANAAN
3. KEUNGGULAN PERENCANAAN Walaupun manajer mungkin ahli dalam hal-hal yang berkaitan dengan
Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang primer, yaitu yang perencanaan dan proses perencanaan, tetapi jika mereka tidak dapat
mendahului dan menjadi dasar/fondasi dari fungsi-fungsi manajer dalam mentransformasikan pengetahuannya menjadi tindakan-tindakan yang
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Hanya setelah manajer selayaknya (implementasi), mereka tidak akan bisa menghasilkan rencana
menyusun rencana, mereka baru bisa menentukan bagaimana membuat organisasi yang bermanfaat.
struktur organisasi, menempatkan orang-orang, dan melakukan pengendalian Satu cara untuk mendekati implementasi yaitu memandang kegiatan
terhadap organisasi. perencanaan sebagai sebuah subsistem organisasi. Subsistem adalah
sebuah sistem yang diciptakan sebagai bagian dari proses sistem
manajemen menyeluruh (overvall management system).
4. PROSES PERENCANAAN
Proses perencanaan dapat digambarkan sebagai serangkaian langkah- Hubungan Antara Sistem Manajemen Menyeluruh dan Subsistem
langkah yang dapat diikuti secara sistematis. Menurut R. Schemerhorn,
proses perencanaan terdiri atas lima langkah, yaitu : (1)menetapkan tujuan
perencanaan, (2)menentukan dimana (organisasi) sekarang SISTEM
berada,(3)menyusun premises atau asumsi mengenai kondisi di masa MANAJEMEN Masukan Proses Keluaran
datang, (4)mengidentifikasi cara-cara untuk merealisasikan tujuan, (5) MENYELURUH (input) (output)
melaksanakan rencana tindakan dan mengevaluasi hasil-hasil yang
diperoleh.
Menurut Samuel Certo, proses perencanaan terdiri atas enam langkah
berikut :
(1) Menyatakan tujuan organisasi. Pernyataan atau rumusan tujuan yang SUBSISTEM Masukan Proses Keluaran
jelas diperlukan sebelum perencanaan dimulai;
(2) Menyusun daftar alternatif cara-cara untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan rumusan tujuan organisasi yang jelas, manajer harus
menyusun daftar alternatif sebanyak mungkin untuk mencapai tujuan SUBSISTEM PERENCANAAN
tersebut;
(3) Menyusun premises sebagai dasar untuk setiap alternatif. Kelayakan
menggunakan satu alternatif untuk mencapai tujuan organisasi banyak Masukan Proses (Proses Perencanaan)
ditentukan oleh premises atau asumsi yang menjadi dasar dari alternatif. Keluaran
Setiap alternatif disusun atas dasar asumsi tertentu yang berbeda satu Bagian dari > Menyatakan tujuan organisasi
sama lain, sedangkan alternatif mana yang layak dipilih tergantung pada Organisasi > Membuat daftar alternative cara
asumsi mana yang dianggap wajar atau relevan; Orang untuk mencapai tujuan
(4) Memilih alternatif terbaik untuk mencapai tujuan. Evaluasi alternatif Uang > Menyusun premise sebagai
harus mengevaluasi premises yang mendasari alternatif tersebut, Bahan dasar untuk setiap alternatif
kemudian dapat ditemukan bahwa premises tertentu tidak beralasan Rencana
atau kurang rasional, sehingga dapat dikeluarkan (dieliminasi) dari mentah > Memilih alternatif terbaik untuk
pertimbangan selanjutnya; Organisasi
(5) Menyusun rencana untuk menerjemahkan alternatif terpilih. Setelah Mesin mencapai tujuan
sebuah alternatif terpilih, manajer mulai menyusun rencana strategis > Menyusun rencana untuk me-
(jangka panjang) dan rencana taktis (jangka pendek). Laksanakan alternative yang
(6) Mengubah rencana menjadi tindakan. Setelah rencana jangka panjang dipilih
dan rencana jangka pendek selesai disusun, semuanya harus segera > Mengubah rencana menjadi
dilaksanakan/ diimplementasikan. tindakan

27
6. EKSEKUTIF KEPALA DAN TANGGUNG JAWAB Harus memiliki pengetahuan dan ketertarikan (minat) pada trend-trend
Manajer puncak atau eksekutif kepala dari sebuah organisasi sosial, politik, teknik, dan ekonomi yang dapat mempengaruhi masa
mengemban banyak peranan yang berbeda (dikemukan oleh Henry depan organisasi.
Mintzberg, pakar manajemen) : Mereka hrus cerdas dalam menentukan trend-trend tersebut dan memiliki
Sebagai pemimpin symbol dari organisasi, ia harus mewakili organisasi keahlian dalam menentukan bagaimana organisasi harus memberi reaksi
pada berbagai peristiwa kemasyarakatan, hokum, dan seremonial; terhadap trend tersebut guna memaksimalkan keberhasilan;
Sebagai pemimpin, ia harus meyakinkan bahwa semua warga organisasi
diarah-kan secara layak menuju tercapainya tujuan organisasi; Harus mampu bekerjasama dengan orang lain.
Sebagai penghubung (liaison), ia harus bertindak sebagai penyambung Posisinya menuntut untuk bekerja secara erat dengan beberapa pejabat
antara organisasi dan pihak eksternal; kunci dalam organisasi, sehingga karakteristik pribadi untuk bekerjasama
Sebagai pemantau, ia menilai kemajuan organisasi; dan memberi nasehat secara efektif, termasuk kemampuan
Sebagai pengelola gangguan, ia menyelesaikan perselisihan di antara berkomunikasi secara prima baik tertulis maupun lisan sangat penting.
anggota-anggota organisasi; Tugas Para Perencana
Sebagai pengalokasi sumber daya, ia harus menentukan penempatan Mensupervisi proses perencanaan.
sumber daya agar dapat memberikan manfaat terbaik bagi organisasi. Perencana harus menyusun rencana untuk perencanaan, yaitu membuat
Sebagai perencana, eksekutif kepala harus mencari jawaban atas beberapa daftar dari semua langkah yang harus ditempuh untuk membuat rencana
pertanyaan besar berikut ini : bagi organisasi. Untuk itu ia harus menetapkan aturan, pedoman, dan
Ke arah mana organisasi harus dibawa ? tujuan perencanaan.
Ke arah mana organisasi sedang berjalan sekarang ini ? Mengevaluasi rencana yang disusun.
Apakah sesuatu tindakan harus dilakukan untuk mengubah arah ini ? Ia harus memutuskan apakah rencana ini cukup menantang bagi
Apakah organisasi terus berjalan pada arah yang layak ? organisasi, apakah lengkap dan apakah konsisten dengan tujuan
Untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, manajer organisasi;
kepala harus senantiasa menjaga agar terus mengetahui trend sosial- Memecahkan masalah perencanaan.
kemasyarakatan, politik, dan ilmu pengetahuan. Mengumpulkan informasi yang akan membantu memecahkan masalah
perencanaan. Perencana yang efektif secara kontinu mengevaluasi
7. PERENCANA ORGANISASI kebutuhan akan perubahan dan penyempurnaan. Ia kemudian
Perencana bertanggung jawab tidak hanya dalam menyususn rencana, menyarankan apa yang harus diperbuat organisasi untuk menangani
tetapi juga menasehati manajemen mengenai tindakan apa yang harus masalah perencanaan dan meramalkan bagaimana organisasi dapat
diambil guna melaksana-kan rencana tersebut. Oleh karena itu, kualifikasi, memperoleh manfaat dari peluang yang berkaitan dengan pemecahan
tugas, dan evaluasi dari perencana menjadi pertimbangan sangat penting masalah.
bagi subsistem perencanaan yang efektif.
Kualifikasi Perencana 8. MAKSIMALISASI EFEKTIVITAS PROSES PERENCANAAN
Para perencana harus memiliki empat kualifikasi primer, yaitu : Dengan meningkatnya ukuran organisasi, tugas perencanaan menjadi
Harus memiliki pengalaman praktik yang memadai dalam organisasi. semakin kompleks, membutuhkan lebih banyak orang, lebih banyak informasi,
Lebih bagus bila perencana telah menjadi eksekutif pada satu atau lebih dan keputusan yang lebih kompleks. Hal-hal yang dapat menjamin
divisi utama dalam organisasi. Pengalaman ini akan bermanfaat dalam keberhasilan usaha perencanaan organisasi adalah :
menyusun rencana yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan Dukungan Manajemen Puncak.
organisasi; Dukungan ini sangat menentukan sekali bagi perencanaan untuk semua
Harus mampu mengganti pandangan organisasi sempit yang dimilikinya jenis organisasi, baik kecil atau besar, domestik atau multinasional. Jika
semasa masih menjabat pada posisi lainnya dalam organisasi dengan memungkinkan, manajemen puncak harus secara aktif membimbing dan
pemahaman mengenai organisasi secara keseluruhan. berperan dalam kegiatan perencanaan;
Mereka harus tahu bagaimana semua bagian dalam organisasi berfungsi Organisasi perencanaan yang efektif dan efisien.
dan berhubungan; Perencana harus menyisihkan waktu untuk mendesain organisasi
perencanaan seefektif dan efisien mungkin, yaitu dengan : 1) organisasi

28
perencanaan harus didesain untuk menggunakan sistem manajemen distribusi dan promosi, dan analisis bagaimana upaya pemasaran dari
yang mapan; 2) organisasi perencanaan harus cukup kompleks guna perusahaan berbeda dengan upaya pesaing;
menjamin usaha terkoordinasinya dari semua peserta perencanaan, akan Aspek Keuangan
tetapi sesederhana mungkin; 3) organisasi perencanaan harus fleksibel Laporan keuangan untuk tahun berjalan dan tiga tahun sebelumnya,
dan dapat disesuaikan guna merespon kondisi perencanaan yang terus proyeksi untuk tiga atau lima tahun berikutnya, dan asumsi untuk
berubah; penjualan, harga pokok, aliran dana, neraca pro forma, dan statistik kunci
Perencanaan berfokus implementasi. seperti current ratio, debt-equity ratio dan inventory.
Sebuah rencana hanya efektif jika implementasinya membantu Aspek Hukum
tercapainya tujuan organisasi (Peter Drucker), oleh karena itu semua Bentuk kepemilikan (perusahaan perorangan, korporasi, dsb), dan daftar
perencanaan harus diarahkan pada implementasi. tuntutan hukum yang masih penting, baik oleh maupun terhadap
perusahaan.

II. ESENSI PENGORGANISASIAN


Pengikutsertaan Orang-orang yang Tepat. 1. DEFINISI
Perencanaan akan gagal, kecuali jika proses perencanaan memasukkan a. Pengorganisasian (S.C. Certo, 1997) adalah proses terciptanya
orang-orang yang tepat. Jika memungkinkan para perencana harus penggunaan secara tertib bagi semua sumber daya dalam sistem
memperoleh masukan dari para manajer dari bidang-bidang fungsional manajemen.
dalam organisasi. Para manajer yang terlibat dalam rencana b. Pengorganisasian (Schermerhorn, 1996) adalah proses mengatur orang-
implementasi harus dilibatkan dalam penyusunan rencana. orang dan sumber daya lainnya untuk bekerja ke arah tujuan bersama
meliputi pembagian pekerjaan, menugaskan orang-orang untuk
MATERI RENCANA BISNIS YANG BAGUS mengerjakannya, mengalokasikan sumber daya, dan mengkoordinasikan
Pendahuluan upaya-uapaya yang ditempuh.
Deskripsi pokok dari perusahaan : nama, alamat, kegiatan bisnis, tahap Organisasi merupakan hasil dari proses pengorganisasian. Pengorganisasian
perkembangan perusahaan saat ini, dan rencana di masa depan; yang layak (Henry Fayol) dari sumber daya organisasi meningkatkan efisiensi
Ringkasan Eksekutif dan efektivitas penggunaannya.
Tinjauan tentang rencana bisnis keseluruhan, meringkas isi dari setiap
seksi, dan mengundang para pembaca untuk melanjutkan; 2. PERANAN PENGORGANISASIAN
Analisis Industri Fungsi pengorganisasian sangat penting dalam sistem manajemen
Deskripsi tentang industri di mana perusahaan bersaing di dalamnya, karena merupakan mekanisme utama yang dipergunakan para manajer untuk
memfokuskan pada trend industri dan potensi laba; menggerakkan rencana. Pengorganisasian menciptakan dan memelihara
Aspek Mnajemen hubungan di antara semua sumber daya organisasi dengan menunjukkan
Deskripsi tentang tim manajemen dan apakah lengkap, jika tidak kapan sumber dya mana yang harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan tertentu,
dan bagaimana akan melengkapinya; dan kapan, di mana, serta bagaimana mereka digunakan. Upaya
Aspek Manufakturing (produksi) pengorganisasian yang kuat dapat membantu mengurangi kelemahan yang
Deskripsi tentang kompleksitas dan logistik dari proses manufakturing mahal yaitu duplikasi kegiatan dan sumber daya organisasi yang
dan kapasitas produksi perusahaan, dan presentase pemakaian saat ini. menganggur.
Aspek Produk Pentingnya peranan pengorganisasian mendorong banyak organisasi
Deskripsi tentang produk atau jasa, termasuk di mana posisinya pada untuk membentuk devisi tersendiri dalam sistem manajemen yang
daur kehidupan (misalnya produk baru atau produk yang sudah dewasa), bertanggung jawab atas pengembangan hal-hal berikut :
usaha riset dan pengembangan produk mendatang, dan status aplikasi Rencana reorganisasi yang membuat sistem manajemen lebih efektif dan
paten atau hak cipta. efisien;
Aspek Pemasaran Rencana untuk meningkatkan keterampilan manajerial agar sesuai
Rencana pemasaran, termasuk profil pelanggan, analisis kebutuhan dengan kebutuhan sistem manajemen yang berjalan;
pasar, dan analisis geografis dan pasar, deskripsi penetapan harga, Iklim organisasi yang menguntungkan dalam sistem manajemen.

29
3. STRUKTUR ORGANISASI
3. PROSES PENGORGANISASIAN Struktur organisasi adalah : 1. (J. Sudarsono) susunan dan hubungan
Proses pengorganisasian terdiri atas lima langkah sbb. : antara bagian dan posisi dalam perusahaan, yang menjelaskan pembagian
a. Merefleksikan rencana dan tujuan; aktivitas kerja, serta memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas tersebut
b. Menetapkan tugas-tugas pokok; sampai batas-batas tertentu, juga memperlihatkan tingkat spesialisasi aktivitas
c. Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas yang lebih kecil; tersebut. 2. (David Wilson dan Robert Rosenfield,1990) pola hubungan yang
d. Mengalokasikan sumber daya dan arahan-arahan untuk tugas-tugas; diciptakan di antara komponen-komponen bagian dari sebuah organisasi yang
e. Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang menggambarkan pola komunikasi, pengendalian dan wewenang. 3. (Gareth
dilaksanakan. Jones dan Jennifer George, 2003) sistem tugas-tugas yang formal dan hubungan
Manajer harus terus-menerus mengulang proses pengorganisasian, untuk pelaporan jabatan yang menentukan bagaimana para karyawan menggunakan
mendapatkan umpan balik yang akan membantu mereka dalam sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.
menyempurnakan organisasi yang berjalan. Struktur organisasi dicerminkan dalam bentuk bagan atau grafis, yang
disebut Bagan Organisasi. Secara tradisional bagan organisasi dibangun dalam
4. SUBSISTEM PENGORGANISASIAN bentuk piramid yang merefleksikan semakin mendekati puncak piramid (semakin
Fungsi pengorganisasian dapat digambarkan sebagai sebuah sub sistem tinggi kedudukan seseorang), semakin besar wewenang dan tanggung jawabnya.
dari sistem manajemen menyeluruh. Unsur-unsur tertentu dari sub sistem Garis-garis antar kotak menunjukkan garis komunikasi formal diantara orang2 yg
pengorganisasian , sebagai berikut : ada didalamnya.
Struktur dalam sistem manajemen dapat dibedakan atas sistem formal dan
sistem informal. Struktur formal menunjukkan hubungan di antara sumber daya
organisasi yang digariskan oleh manajemen sebagaimana ditentukan dalam
bagan organisasi. Struktur informal menunjukkan pola hubungan yang
berkembang karena aktivitas informal deari para anggota organisasi yang
Sub Sistem Pengorganisasian berkembang secara alami dan cenderung dibentuk oleh norma dan nilai-nilai
perorangan dan hubungan kemasyarakatan.
Masukan Hubungan formal di antara sumber daya dilembagakan dengan
Bagian dari milik organisasi berupa : membentuk departemen. Sebuah departemen adalah sekelompok sumber daya
1. Orang (tenaga kerja) 3. Bahan-bahan mentah tertentu yang dibentuk oleh manajemen untuk melaksanakan tugas organisasi
2. Uang 4. Mesin-mesin tertentu. Biasanya departemen dibentuk berdasarkan : produk yang dibuat,
wilayah yang diliput, pelanggan yang menjadi sasaran, dan proses untuk
pembuatan produk. Proses pembentukan departemen-departemen dalam sistem
manajemen disebut departementasi.
Proses
(Proses pengorganisasian) Departementasi Fungsional :
1. Merefleksi rencana dan tujuan Departemen yang paling banyak dijumpai yaitu atas dasar jenis fungsi
2. Menetapkan tugas-tugas utama (major-task) (aktivitas) yang dikerjakan dalam sistem manajemen. Fungsi-fungsi dalam
3. Membagi tugas-tugas utama ke tugas-tugas (subtask) organisasi biasanya dibedakan atas pemasaran, produksi, dan keuangan.
4. Aplikasi sumber daya dan arahan pada tugas-tugas Departementasi berdasarkan fungsional tergantung pada beberapa faktor, yaitu :
(subtasks) 1. volume kerja, 2. tradisi, preferensi dan aturan kerja, 3. kemiripan fungsi dalam
5. Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian departemen yang berbeda, 4. pemisahan fungsi untuk mencegah benturan,
5.penggabungan fungsi-fungsi yang tak sama untuk kepentingan koordinasi.

Direktur
Keluaran PT. Jasmine Zahra
Organisasi Furniture

30
berbeda. Struktur ini dibentuk dengan asumsi bahwa pelanggan utama dapat
dikenali dan dipisahkan dalam kategori yang logis.
Manajer Manajer
Manajer Direktur Pemasaran
Pemasaran Produksi Keuangan PT. Rizki Estate

Departementasi Produk :
Struktur organisasi berdasar produk membagi sumber daya menurut Manajer Manajer
produk yang dihasilkan. Pengorganisasian menurut produk memungkinkan Manager Pemasaran Konsumen
pengelompokan sumber daya yang logis guna memproduksi setiap produk. Pemasaran Industri Pemasaran Pemerintah

Departementasi Proses Pengolahan


Direktur Struktur berdasarkan proses pengolahan membagi sumber daya
PT. Jasmine Furniture oeganisasi berdasarkan fase-fase dari proses yang digunakan memproduksi
barang. Contoh : bengkel body repair mobil, yaitu proses pengelasan,
pengetokan, dan pengecatan.

Manajer Manajer
Manajer Direktur Body Repair
Livingroom Set Bedroom Set PT. Ferdy Otomotif
Kitchen Set

Manajer Devisi Manajer Devisi Manager


Departementasi Wilayah Devisi Pengelasan
Struktur organisasi berdasarkan wilayah membagi tugas menurut tempat Pengetokan Pengecatan
perkerjaan dilakukan atau pasar geografis dimana sistem manajemen difokuskan.
Jarak fisik bisa berkisar sangat dekat (di kota yang sama) hingga jauh (lokasi di Departementasi Proyek
propinsi sama, di propinsi berbeda, atau di negara berbeda). Kalau wilayah pasar Bila pekerjaan organisasi terdiri atas serangkaian proyek besar yang
atau lokasi kerja meluas, jarak fisik antar lokasi dapat membuat manajemen kontinu, maka departementasi berdasarkan proyek dapat dilakukan.
menjadi repot, sehingga untuk mengurangi masalah sumber daya dapat dibagi Departementasi ini pada umumnya digunakan pada industri konstruksi, yang
menurut wilayah. seringkali berubah kalau proyek-proyek selesai dikerjakan dan proyek yang baru
mulai dikerjakan. Contoh berikut : setiap pengawas proyek berada di bawah
arahan pengawas umum dan bertanggung jawab atas sebuah kontrak tersendiri.
Direktur Pemasaran Pengawas yang bertugas di proyek A bias berpindah ke proyek baru atau kembali
PT. Dian Asri Estate ke kantor pusat, atau diberhentikan bila proyek A telah selesai.

Manajer Wilayah Manajer Wilayah Manajer Wilayah Pengawas Umum


Indonesia Barat Indonesia Tengah Indonesia imur (General Superintendent)
PT. Rizki Properti
Departementasi Pelanggan
Departementasi atas dasar pelanggan digunakan oleh organisasi yang
membutuhkan pelayanan yang berbeda untuk jenis pelanggan utama yang Pengawas Pengawas Pengawas
31
(Super Intendent) (Super Intendent) (Super Intendent) PERBANDINGAN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Proyek A Proyek B Proyek C Dimensi Formal Informal
1. Tujuan utama Laba, efisiensi pelayanan Kepuasan dan
keamanan
Manador Mandor Mandor Anggota
Peralatan Listrik Tukang Batu 2. Asal Direncanakan oleh organisasi Secara spontan
Tukang Kayu 3. Pengaruh pada Wewenang jabatan, imbalan Kepribadian, keahlian
anggota moneter
Departemen Matrik 4. Komunikasi Dari atas ke bawah melalui Selentingan, orang ke orang,
Struktur ini adalah bentuk departementasi yang terjadi jika saluran formal melalui semua
departementasi proyek bersifat permanen yang dimaksudkan untuk mencapai saluran
hasil-hasil tertentu dengan menggunakan tim-tim spesialis dari bidang-bidang 5. Pemimpin Diangkat oleh organisasi Muncul dari kelompok
fungsional yang berbeda di dalam perusahaan. Keuntungan departementasi 6. Hubungan antar Ditetapkan oleh pekerjaan Berkembang secara
menurut proyek dan matrik antara lain dapat meningkatkan fleksibelitas dan spontan
kerjasama antar-disiplin yang semakin besar, melibatkan dan menantang orang- pribadi dan pola aliran kerja
orang mengembangkan keterampilan para karyawan, membebaskan pimpinan 7. Pengendalian Mengendalikan pada ancaman, Sanksi sosial yang
puncak dari perencanaan, memotivasi karyawan untuk menidentifikasi produk kuat
akhir, dan memungkinkan para ahli untuk dipindahkan ke daerah-daerah kritis penggunaan imbalan moneter
yang dibutuhkan. Kerugiannya antara lain dapat menciptakan resiko anarki, dapat
mendorong perebutan kekuasaan, dapat berakibat terlalu lama banyak diskusi 7. SPESIALISASI KERJA
dan kurang kegiatan, membutuhkan keterampilan antar pribadi, mahal untuk Spesialisasi kerja menurut Wayne Mondy (1993) adalah pembagian dari
dilaksanakan, dapat mengakibatkan duplikasi usaha oleh tim-tim proyek dan sebuah pekerjaan yang kompleks menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana
mungkin berpengaruh negatif moral ketika orang-orang ditugaskan kembali. sehingga satu orang atau kelompok hanya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
sama atau berkaitan. Melalui spesialisasi kerja memungkinkan para anggota
4. ORGANISASI INFORMAL organisasi untuk berkonsentrasi pada satu jenis keahlian sehingga dapat
Organisasi formal mencerminkan upaya manajemen untuk merinci hal-hal meningkatkan keluaran (output). Kebutuhan akan spesialisasi cenderung semakin
yang harus dilakukan pada berbagai seksi, bagian (departemen) dan devisi dalam besar ketika perusahaan berkembang. Untuk mencapai efisiensi spesialisasi
organisasi. Namun pada kenyataannya selain organisasi formal juga terbentuk menjadi Sangat penting dalam industri produksi-massa.
organisasi informal yang mempunyai dampak tertentu terhadap organisasi, baik
yang bersifat positif maupun negatif, sehingga banyak perusahaan yang melatih TINGKATAN SPESIALISASI DALAM PROSES PRODUKSI RADIO
para manajer secara khusus mengenai cara-cara menangani fenomena tersebut TRANSISTOR
dengan baik.
Organisasi informal mempunyai karakteristik sbb. :
Para anggota berkumpul bersama untuk memenuhi kebutuhan; Spesialisasi
Ia mengalami perubahan secara terus-menerus; Tinggi
Melibatkan anggota-anggota dari berbagai tingkatan organisasi; Setiap karyawan hanya
Dipengaruhi oeleh hubungan-hubungan di luar organisasi; mengerjakan
Mempunyai susunan kekuasaan. beberapa tugas rutin,
Manfaat organisasi informal : seperti mema-
Membantu dalam pelaksanaan kerja; sang tombol untuk
Membantu untuk menghilangkan kelemahan dalam organisasi formal; mengatur volume
Memperpanjang rentang manajemen yang efektif.
Spesialisasi Moderat
Setiap karyawan merakit satu komponen radio
32
10. Kemampuan untuk bekerja secara fleksibel dan merespons perubahan
dengan cepat dibarengi dengan kemampuan untuk bertindak cepat;
Spesialisasi Rendah 11. Orientasi pemasaran yang kuat yang memfokuskan pada maksimalisasi
Setiap karyawan merakit seluruh radio penjualan yang menguntungkan dengan jalan mengembangkan produk atau
jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Filosofi
pemasaran menekankan pentingnya mengkomunikasikan manfaat dan
8. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SPESIALISASI produk atau jasa serta menawarkannya kepada pelanggan yang ada dan
Spesialisasi dapat mendatangkan lima keuntungan, yaitu : pelanggan potensial. Sasarannya adalah meyakinkan bahwa permintaan
Meningkatkan produktivitas terpenuhi dengan memberikan kepuasan, baik untuk pelanggan
Memperpanjang rentang manajemen (terpenuhinya keinginan) maupun perusahaan (tercapainya sasaran
Mengurangi waktu pelatihan keuangan dan pertumbuhan);
Berkontribusi pada kualitas lebih tinggi 12. Basis keuangan yang sehat dan sistem yang baik untuk akuntansi manajemen
Memfasilitasi tercapainya tujuan yang komplek dan pengendalian biaya dengan tekanan pada pengukuran dan pencapaian
Spesialisasi kerja tidak selalu memberikan dampak yang dikehendaki. Terlalu efektivitas biaya.
banyak spesialisasi dapat membuat tugas-tugas tertentu menjadi terlalu
sederhana sehingga mengakibatkan kebosanan dan kecapaian dikalangan
karyawan. Tingkat spesialisasi tertinggi dijumpai pada pekerjaan perakitan, dan III. ESENSI PENGARAHAN
hasilnya seringkali berupa tingkat absensi dan turnover karyawan yang tinggi
serta kualitas output yang memburuk. Akibat negatif ini dapat menghapus 1. DEFINISI
keuntungan dan meningkatkan biaya dari spesialisasi. Pengarahan diartikan sebagai proses menuntun kegiatan-kegiatan para
anggota organisasi ke arah yang tepat, yaitu arah yang dapat mengantarkan
12 FAKTOR PENYUMBANG EFEKTIVITAS ORGANISASI pada tercapainya tujuan dari sistem manajemen . Pengarahan merupakan
1. Kepemimpinan visioner yang kuat dari puncak manajemen; bagian yang kritis dari tugas seorang manajer. Kemampuan untuk
2. Sebuah tim manajemen yang sangat kuat; mempengaruhi (dalam konteks mengarahkan) orang lain merupakan penentu
3. Angkatan kerja yang bermotivasi tinggi, berkomitmen, terampil, dan fleksibel; utama bagi keberhasilan seorang manajer.
4. Struktur yang layak untuk operasi dan budaya organisasi dan lingkungan
organisasi; 2. SUBSISTEM PENGARAHAN
5. Kerjasama tim yang efektif di segenap jajaran organisasi dengan konflik tetap Tujuan utama subsistem pengarahan adalah untuk meningkatkan pencapaian
terkendali; tujuan sistem manajemen dengan cara menuntun kegiatan-kegiatan para
6. Tujuan dan strategi yang ditetapkan secara jelas; anggota organisasi pada arah yang tepat. Masukan dari subsistem ini terdiri
7. Tekanan terus-menerus untuk melakukan inovasi dan memanfaatkan teknologi atas sebagian sumber daya total dari sistem manajemen menyeluruh dan
baru secara maksimal dibarengi dengan kemampuan untuk mengelola dan keluarannya berupa perilaku anggota organisasi yang tepat. Proses dari
mengembangkan perubahan, mengelola keanekaragaman dan mencapai subsistem pengarahan melibatkan kinerja dari keempat kegiatan utama
tingkat ketertiban yang layak dalam kondisi ketidakpastian, bahkan chaos; manajemen, yaitu :
Memimpin;
8. Budaya perusahaan yang positif mencakup sistem nilai yang menekankan Memotivasi;
kinerja dan kualitas. Gaya manajamen yang merupakan bagian dari budaya Mempertimbangkan kelompok-kelompok;
tersebut harus memberikan kepemimpinan yang juga mengangkat budaya Berkomunikasi.
keikhlasan di mana keterlibatan karyawan dalam mengembangkan dan Dengan menjalankan keempat kegiatan tersebut, para manajer mengubah
menyempurnakan organisasi didorong; bentuk (mentransformasi) sebagian dari sumber daya organisasi menjadi
9. Berfungsinya organisasi pembelajaran, yakni organisasi yang memfasilitasi perilaku anggota organisasi yang tepat.
pembelajaran bagi semua anggota dan secara kontinu mentransformasikan
dirinya; Masukan
Sebagian sumber daya organisasi

33
1. Orang Menetapkan misi organisasi;
2. Uang (dana) Menciptakan nilai, budaya, dan iklim kerja;
3. Bahan mentah Mengidentifikasi kompetensi inti;
4. Mesin Pengamatan lingkungan;
Memahami kebutuhan akan perubahan;
Menciptakan visi untuk masa depan;
Proses Mendapatkan kerjasama dan dukungan untuk visi tersebut;
(Proses mengarahkan)
Menjaga agar orang dan proses tetap berfokus pada kepuasan berbagai
pelanggan;
Mempertimbangkan
Menghimpun kontribusi dari semua sumber daya manusia dalam
Kelompok (grup)
organisasi melalui pelatihan, pengembangan, dan pemberdayaan.

SIFAT DAN KETERAMPILAN UNTUK PEMIMPIN YANG EFEKTIF


Memimpin Berkomunikasi Memotivasi
Sifat Keterampilan
> Dapat menyesuaikan diri; > Kepintaran (intelektual)
Keluaran
> Waspada terhadap lingkungan sosial > Kecakapan konseptual
Perilaku Anggota Organisasi
> Ambisius dan berorientasi pada prestasi > Kreativitas
yang tepat
> Asertif > Diplomatis dan
bijaksana
3. KEPEMIMPINAN
> Kooperatif > Lancar berbicara
Kepemimpinan (leadership) merupakan salah satu fungsi manajemen
> Dapat diandalkan > Pengetahuan
yang sangat vital bagi terlaksananya fungsi-fungsi manajemen lainnya.
tentang tugas
Memimpin orang beserta organisasinya menuntut kecakapan untuk
> Dominan (hasrat mempengaruhi orang lain kelompok
melakukan banyak kegiatan. Prinsip-prinsip komunikasi, pembuatan
> Energetik (kegiatan tinggi) > Kecakapan organisasi
keputusan, dan motivasi merupakan fondasi kepemimpinan.
(administratif)
Definisi kepemimpinan :
> Gigih (keras hati) > Persuasif (kecakapan
Menurut Gareth Jones & Jennifer George (2003) adalah proses di mana
merayu)
seorang individu mempunyai pengaruh terhadap orang lain dan
> Percaya diri > Kecakapan sosial
mengilhami, memberi semangat, memotivasi, dan mengarahkan
> Toleran atas tekanan
kegiatan-kegiatan mereka guna membantu tercapainya tujuan kelompok
> Kesediaan untuk bertanggung jawab
atau organisasi.
4. PERBEDAAN PEMIMPIN DAN MANAJER
Menurut Warrent Plunkett & Raymond Attner (1997) adalah proses Pemimpin (kepemimpinan) dan manajer (manajemen) bukan hal yang
mempengaruhi individu dan kelompok untuk menetapkan dan mencapai sama. Tugas seorang manajer adalah merencanakan, mengorganisasi,
tujuan memenuhi kebutuhan staf, memimpin, dan mengendalikan. Manajer mungkin
Pengaruh adalah kekuatan untuk menggerakkan orang lain ke arah kemauan efektif atau tidak efektif dalam mempengaruhi para bawahan atau para
dan pendapatnya. Sedangkan pemimpin adalah orang yang menuntun, anggota tim dalam menetapkan dan merealisasikan tujuan. Yang ideal,
mengarahkan, membujuk, melatih, menasehati, dan membangkitkan kepemimpinan dan keterampilan manajemen menyatu sehingga seorang
semangat orang lain. manajer berfungsi sebagai pemimpin.
Kepemimpinan melibatkan tiga jenis variabel yaitu sang pemimpin, mereka Pemimpin dapat memberdayakan, yaitu memberikan pada hal-hal yang
yang dipimpin, dan situasi serta kondisi yang dihadapi, yang ketiga-tiganya dibutuhkan untuk berkembang, berubah, dan mengatasi perubahan.
terus berubah. Pemimpin menciptakan dan berbagi visi serta merumuskan strategi untuk
Di puncak sebuah organisasi, fungsi memimpin sebagian besar berkaitan merealisasikan visi menjadi sebuah kenyataan.
dengan hal-hal berikut :

34
PERBEDAAN ANTARA MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN pelanggan ketepatan waktu) yang membuat perusahaan
lebih
Manajemen Kepemimpinan kompetitif.
Perencanaan dan anggaran Penetapan arah
Menyusun langkah-langkah dan jadwal Mengembangkan visi di Motivasi Positif atau Negatif
masa depan, Pemimpin dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan melalui
rinci untuk mencapai hasil yang dibutuh sering jauh ke depan, dan pendekatan motivasi. Menurut Davis dan Newston (1989), tergantung pada
strategi gaya manajer, motivasi dapat berbentuk penghargaan atau hukuman.
kan dan kemudian mengalokasikan untuk menciptakan Pemimpin bergaya positif menggunakan motivator positif, yaitu pujian,
perubahan yang pengakuan, penghargaan uang, peningkatan keamanan, atau pemberian
sumber daya yang perlu agar dapat dibutuhkan guna tanggung jawab yang lebih besar. Di lain pihak, gaya kepemimpinan negatif
merealisasikan visi menerapkan paksaan yang disebut sanksi, yaitu berupa denda, penundaan,
terjadi. tersebut. penghentian kerja, dlsb.
Pengorganisasian dan staffing Penjajaran orang Menurut Keller dan Szilagvi (1978), gaya kepemimpinan positif
Menetapkan sebuah struktur untuk melak- Mengkomunikasikan arah mendorong kemajuan karyawan dan menghasilkan tingkat kepuasan kerja
dengan yang lebih tinggi. Gaya kepemimpinan negatif didasarkan atas kecakapan
sanakan rencana, penempatan tenaga kata dan perbuatan kepada manajer untuk menahan sesuatu yang berharga bagi karyawan. Hasil
semua kepemimpinan yang negatif mungkin berupa lingkungan kerja yang
sesuai struktur, pendelegasian tanggung pihak yang terkait untuk menakutkan, di mana manajer dipandang dengan mata kecurigaan dan
mempenga- dilihat sebagai diktator, bukannya pemimpin atau pemain tim.
jawab dan wewenang guna melaksanakan ruhi terbentuknya tim dan
koalisi BENTANGAN MOTIVASI
rencana, menetapkan kebijakan dan pro - yang memahami visi dan Kesempatan untuk maju
strategi dan Tanggung jawab
sedur sebagai pedoman kerja, dan men - menerima validitas mereka. Pengakuan
ciptakan metode atau sistem untuk Penghargaan uang Motivasi
memantau implementasi. Pujian Positif
Pengendalian dan pemecahan masalah Memotivasi dan memberi Status
semangat
Memantau ketat atas hasil-hasil dibanding Mendorong orang untuk Ancaman
mengatasi Teguran
rencana, mengidentifikasi penyimpangan, penghambat politis, Denda uang
birokratis, dan Motivasi
dan merencanakan dan pengorganisasian sumber daya dengan Penundaan
pemenuhan Negatif
untuk memecahkan masalah tersebut. kebutuhan dasar Pengakhiran kerja
manusia.Mengha-
Menghasilkan sesuatu yang dapat dipre- silkan perubahan, sering KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF
sangat diksi dan ketertiban dan secara konsisten dramatis, yang Berikut adalah daftar kualitas yang dibutuhkan seorang pemimpin :
berpotensi sangat Mencari permasalahan dan isu untuk hari besok guna mendeteksi adanya
Mencapai hasil penting yang diharapkan bermanfaat (misalnya sinyal (pertanda) perubahan dan kesulitan tersembunyi;
pengembangan Mempelajari penyesuaian terhadap perubahan, mendekatinya, dan
oleh berbagai stakeholders (misalnya produk baru atau hubungan mengubahnya menjadi sebuah keuntungan;
kerja Menetapkan standar yang tinggi dan tujuan yang jelas;

35
Berpikir secara jernih, tetapi membiarkan intuisi mempengaruhi nya, dan mengusaha- dari bawahan yang ditetapkan oleh
rasionalitas; kan umpan balik atasan
Menciptakan arti dari nilai dan maksud di tempat kerja, sehingga setiap
individu meyakini apa yang dikerjakan dan mengerjakannya dengan Gaya Otokratis.
sukses; Manajer yang bergaya otokratis tidak membagikan wewenang
Memberikan pengarahan yang positif sehingga memberikan arti bagi pembuatan keputusan kepada bawahan. Pertanda dari gaya ini adalah
kehidupan para anggota tim; seluruh proses dikerjakan oleh manajer yang mempertahankan semua
Bertindak dengan ketegasan tetapi yakinkan bahwa keputusan Anda wewenang. Oleh karenanya, gaya ini disebut pendekatan SAYA atau
cukup beralasan dan tidak sekedar mengikuti dorongan hati; I, Gaya otokratis bisa efektif bila manajer menghadapi isu dimana ia
Tetapkan suasana yang benar dengan tindakan dan keyakina Anda, berada dalam posisi siap untuk memecahkannya yang implementasinya
sehingga menciptakan model yang jelas, konsisten dan jujur untuk diikuti; tidak tergantung pada orang lain, dan berkehendak untuk berkomunikasi
Jagalah ketenangan/kesabaran Anda dan belajarlah menunggu saat yang melalui perintah dan instruksi.
tepat untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan; Gaya Partisipatif
Ciptakan kondisi yang menggairahkan dimana setiap individu terdorong Manajer yang bergaya partisipatif berbagi wewenang pembuatan
untuk menjalankan tugasnya dengan baik, mencapai sasaran, keputusan dengan para bawahan. Kadangkala gaya ini disebut
mendapatkan harga diri dan memainkan peranan integral dalam pendekatan KITA atau WE. Manajemen partisipatif melibatkan orang
memenuhi sasaran keseluruhan dari organisasi; lain dan membolehkan mereka mengemukakan pendapat, bakat dan
Pekalah terhadap kebutuhan dan pengharapan dari para anggota tim. pengalaman yang unik terhadap sesuatu isu. Orang yang terkena akibat
Berikanlah pada komunikasi dan pelatihan; dari keputusan akan mendukung dengan lebih bersemangat jika mereka
Tentukan tanggung jawab dan struktur yang jelas, sehingga upaya ikut serta dalam pembuatan keputusan. Gaya partisipatif akan lebih baik
kolektif meningkat, bukannya terhambat; jika orang lain dalam unit kerja manajer lebih tahu tentang sesuatu isu
Ketahuilah apa yang paling memotivasi setiap anggota tim dan bekerjalah dibanding manajer yang bersangkutan.
dengan motivasi ini untuk mencapai standar tujuan; Gaya Bebas Terkendali
Jangan mengekang tim, tetapi tentukan batasan-batasan dimana mereka Gaya ini sering disebut MEREKA atau THEY atau gaya penonton.
dapat bekerja dengan bebas. Gaya bebas terkendali memberdayakan individu atau kelompok untuk
Gaya Pembuatan Keputusan menjalankan tugas sesuai kemauan mereka, tanpa keterlibatan manajer
Gaya kepemimpinan dari seorang manajer dapat dibedakan atas tiga secara langsung. Gaya ini sangat mengandalkan pada pendelegasian
kategori, yaitu : gaya otokratis, gaya partisipatif, dan gaya bebas kekang atau wewenang dan bekerja sangat baik jika pihak-pihak memiliki keahlian,
lebih tepat gaya bebas terkendali. Gaya mana yang dipilih manajer harus jika para peserta meiliki dan tahu bagaimana cara menggunakan
berkaitan dengan situasi yang dihadapi. peralatan dan teknik yang dibutuhkan untuk tugas mereka,
Gaya kepemimpinan ini dapat berfungsi dengan baik bagi manajer dan
Gaya Kepemimpinan dan Distribusi Wewenang Pembuatan Keputusan profesional dalam bidang kerekayasaan, desain, riset, dan penjualan.
Berorientasi pada Tugas atau Orang
Penggunaan wewenang Pemimpin dapat berorientasi pada tugas (kerja) atau berorientasi pada
dari Manajer karyawan (hubungan), tergantung pada perspektif manajer dan situasi, kedua
pendekatan ini dapat digunakan secara terpisah atau dalam kombinasi.
Andil bawahan dalam Orientasi tugas menekankan teknologi, metode, rencana, program, batas
wewenang waktu, sasaran dan dikerjakannya sebuah pekerjaan. Manajer yang
pembuatan keputusan berorientasi pada tugas secara khas menggunakan gaya kepemimpinan
otokratis dan mengeluarkan pedoman dan instruksi untuk para karyawan.
Gaya Otokratis Gaya Partisipatif Gaya Bebas Orientasi tugas dapat bekerja dengan baik dalam jangka pendek, khususnya
Terkendali dengan skedul yang ketat atau dalam kondisi krisis. Namun, untuk jangka
Manajer membuat ke- Manajer membuat ke- Bawahan membuat panjang gaya ini dapat menciptakan masalah. Berdasarkan studi Likert
kepu- (1976), orientasi tugas dapat mengakibatkan para karyawan terbaik, yang
tusan, mengumumkan putusan dengan masukan tusan sesuai batasan
36
menghendaki fleksibelitas dan kebebasan berkreatif, meninggalkan
organisasi dan dapat meningkatkan absensi dan menurunkan kepuasan 6. MEMOTIVASI
kerja. Motivasi adalah (Samuel Certo, 1997) kondisi di dalam (diri) yang
Manajer yang berorientasi pada karyawan menekankan atau menyebabkan seseorang bertingkah laku tertentu. Menurut pakar lain (Wayne
memperhatikan kebutuhan/kepentingan karyawan. Ia memperlakukan Mondy dan Shane Premeaux, 1993), motivasi adalah hasrat untuk melakukan
karyawan sebagai aset berharga dan menghargai pendapat-pendapat upaya guna mengejar tujuan organisasi. Pakar lainnya lagi (Ricky Griffin,
mereka. Membangun kerjasama tim, hubungan positif, dan saling percaya 1997), motivasi adalah seperangkat kekuatan yang menyebabkan orang
merupakan kegiatan penting bagi pemimpin yang berorientasi pada orang. bertingkah laku tertentu . Sedangka menurut Gareth Jones dan Jennifer
Dengan berfokus pada karyawan, seorang manajer dapat meningkatkan George (2003), motivasi sebagai kekuatan psikologis yang menentukan arah
kepuasan kerja dan mengurangi absensi. dari perilaku seseorang dalam sebuah organisasi, tingkat upaya seseorang,
dan tingkat kengototan seseorang jika berhadapan dengan rintangan.
5. BAGAIMANA MANAJER DAPAT MENJADI PEMIMPIN YANG LEBIH BAIK Motivasi merupakan hal yang sangat sentral dalam manajemen, karena
Upaya harus dimulai dari diri sendiri. Setiap manajer memiliki beragam menerangkan mengapa orang bertingkah laku tertentu dalam bekerja di
nilai, kebutuhan, sasaran, etika, kekuatan dan kelemahan, yang kesemuanya organisasi. Motivasi dapat berasal dari sumber-sumber intrinsik atau
tersebut menentukan bagaimana ia akan menerapkan seni dari manajemen ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah perilaku yang dilakukan untuk
dan kepemimpinan. Manajer yang menghargai orang, pasti akan menghargai kepentingannya sendiri. Banyak manajer yang termotivasi secara intrinsik,
keberagaman (kondisi dan latar belakang) para staf dan memperlakukan mereka mendapatkan perasaan kepuasan dan prestasi dari membantu
setiap pribadi dengan harga diri. Manajer yang menghargai keselamatan di organisasi dalam mencapai tujuan dan mendapatkan keunggulan-keunggulan
atas pertimbangan yang lain akan sangat berhati-hati, tidak mau membuat daya saing. Tugas yang menarik dan menantang dapat mengakibatkan
keputusan yang keras dan mengambil resiko dari tindakan tersebut. motivasi intrinsik. Perilaku motivasi ekstrinsik adalah perilaku yang
Sebaliknya, manajer yang menghargai atau menekankan pertumbuhan ditunjukkan untuk mendapatkan ganjaran materiil atau sosial atau untuk
dan tantangan akan mengupayakan pendekatan yang baru, mengambil menghindari dari hukuman, sumber motivasi adalah konsekuensi dari
penugasan yang keras, dan bersedia memikul pengorbanan pribadi untuk perilaku, bukannya perilaku itu sendiri. Contoh : seorang pengacara yang
meningkatkan kapabilitas mereka sendiri, para bawahan dan organisasi. termotivasi untuk menerima gaji tinggi dan status yang melekat pada jabatan
Manajer seperti ini akan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang tsb.
sama. Terlepas apakah orang termotivasi secara intrinsik atau ekstrinsik,
Mengingat kepemimpinan bersifat situasional, maka pemimpin harus mereka bergabung dan termotivasi untuk bekerja pada organisasi untuk
mampu menyesuaikan diri. Mereka harus membangun tim dan bekerja mendapatkan hasil (outcome) tertentu. Beberapa hasil seperti otonomi,
bersama mereka. Pemimpin harus bersedia menerapkan gaya kepemimpinan tanggung jawab, rasa puas, dan kesenangan karena mengerjakan pekerjaan
yang berbeda dan memanfaatkan perilaku. Manajer harus menyampaikan yang menarik atau mengasyikkan menimbulkan perilaku termotivasi intrinsik.
visi, dan menjualnya kepada pihak-puihak yang berkepentingan. Hasil lainnya seperti upah, keamanan pekerjaan, tunjangan, dan waktu
Manajer harus merasakan kebutuhan akan perubahan, mempersiapkan berlibur menimbulkan perilaku termotivasi ektrinsik.
diri mereka sendiri beserta para anggota tim terhadap perubahan, dan Organisasi mempekerjakan orang untuk mendapatkan masukan (input).
memikirkan apa yang dibutuhkan bagi perubahan. Kemudian, mereka harus Masukan adalah sesuatu yang dikontribusikan seseorang pada pekerjaan
bertindak sebagai agen perubahan. Mereka dapat melakukan hal-hal ini atau organisasi, seperti waktu, usaha, pendidikan, pengalaman, keterampilan,
dengan tetap berada di bidang masing-masing, membuka diri terhadap hal- pengetahuan, dan perilaku kerja yang nyata. Manajer berupaya memotivasi
hal baru dan berbeda, dan berketetapan hati untuk terus mengupayakan para anggota organisasi untuk memberikan masukan melalui perilaku, upaya,
perbaikan diri terhadap apa yang terbaik bagi mereka melalui filosofi dan kegigihan yang dapat membantu organisasi untuk mencapai tujuannya.
Kaizen, yaitu melakukan perbaikan atau penyempurnaan setiap hari Manajer perlu memastikan bahwa anggota-anggota organisasi
(secara terus-menerus). mendapatkan hasil yang dikehendaki jika mereka memberikan kontribusi
Sebagai seorang hamba yang menerapkan gaya kepemimpinan dan yang berharga kepada organisasi. Memberikan hasil kepada orang ketika
perilaku yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan orang lain, pemimpin mereka mengkontribusikan masukan dan bekerja dengan baik berarti
yang sejati akan unggul dengan melakukan hal-hal yang terbaik bagi orang menyelaraskan kepentingan para karyawan dengan tujuan organisasi secara
lain. Menjadi seorang manajer itu berat, akan tetapi untuk menjadi seorang keseluruhan, karena jika karyawan mengerjakan hal yang terbaik bagi
manajer-pemimpin ternyata jauh lebih berat lagi. organisasi, mereka memperoleh manfaat secara pribadi.
37
bawahan melalui perilaku organisasional yang wajar. Strategi motivasi
Memotivasi Anggota Organisasi manajerial adalah sebagai berikut :
Bila dilihat dari sudut pandang manajerial, motivasi merupakan proses Komunikasi Manajerial
penyediaan peluang untuk memenuhi kebutuhan bagi anggota-anggota Teori X - teori Y
organisasi dengan jalan melakukan perilaku yang produktif dalam organisasi. Desain pekerjaan
Pada kenyataannya para manajer tidak memotivasi orang, tetapi Modifikasi perilaku
menciptakan lingkungan kerja dimana para anggota organisasi memotivasi Sistem manajemen Lickert
diri mereka sendiri. Insentif moneter
Insentif non moneter
Kebutuhan Anggota Organisasi yang Tidak Terpenuhi Komunikasi manajerial. Strategi ini merupakan strategi yang paling
Menimbulkan Perilaku yang Wajar dan Tak Wajar mendasar bagi manajerial. Komunikasi manajer-bawahan yang efektif dapat
memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pengakuan, rasa memiliki, dan
Bentuk Perilaku keamanan. Komunikasi bukan hanya alat untuk melakukan kegiatan
Tak Wajar organisasi, tetapi sekaligus merupakan sarana untuk memenuhi keutuhan
1. Penarikan anggota organisasi.
ekstern Teori X Teori Y . Teori ini dikenalkan oleh McGregor, yaitu dua macam
(keluar) asumsi.
2. Serangan Teori X menyangkut asumsi mengenai orang, yaitu kebanyakan orang pada
(agresi) dasarnya tidak menyukai pekerjaan, karena itu sedapat mungkin
Umpan Balik 3. Penarikan intern menghindarinya. Sebaliknya Teori Y mencerminkan asumsi positif mengenai
(absensi) sifat orang, yaitu bahwa orang akan melakukan pengendalian diri dan
pengarahan diri dalam berbakti kepada tujuan yang sudah mengikat mereka.
Kebutuhan Desain pekerjaan. Strategi yang lebih dulu berkembang adalah rotasi
1. Psikologis Kebutuhan tak Trkanan dan jabatan dan perluasan jabatan. Rotasi jabatan yaitu memutasikan karyawan
Pencarian Peri- dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, dimaksudkan untuk mengatasi
2. Keamanan terpenuhi prestasi laku kebosanan dalam bertugas sebagai akibat dari upaya penyederhanaan
Melepaskan pekerjaan dan meningkatnya spesialisasi pekerjaan. Perluasan jabatan
3. Sosial terpenuhi la Tekanan adalah menambah jumlah operasi yang dilakukan oleh seseorang pada satu
dan pekerjaan guna meningkatkan kepuasan dalam bekerja. Selain itu ada
4. Harga diri Frustasi strategi yang lebih baru, yaitu pekerjaan-pekerjaan yang flextime.
5. Aktualisasi diri Dihadapkan dengan masalah motivasi dan absensi yang berlebihan, banyak
manajer yang beralih pada inovasi penjadwalan. Maksud utama dari
pendekatan flexitime bukan mengurangi jumlah jam kerja total, akan tetapi
P memberikan flesibelitas yang lebih besar kepada karyawan dalam menjadwal
e jam-jam kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ketidakpuasan
r pekerjaan disebut faktor higiene atau pemeliharaan, sedangkan yang
i berpengaruh pada tingkat kepuasan pekerjaan disebut faktor pemotivasi
l atau motivator.
a
k Faktor-faktor Higiene dan Motivator dari Herzberg
u
Umpan Balik Wajar Ketidak Puasan
Kepuasan
Manajer memiliki berbagai strategi guna memotivasi para anggota Faktor Higiene Faktor Pemotivasi
organisasi. Setiap strategi diarahkan pada pemenuhan kebutuhan para
38
1. Kebijakan perusahaan dan motivasi 1. Peluang untuk maju Sistem 1. Gaya manajemen yang berciri kurang keyakinan atau kepercayaan
pada bawahan. Bawahan tidak bebas untuk membicarakan pekerjaannya dengan
2. Supervisi (pengawasan) 2. Peluang untuk atasan, dan memotivasi dengan ketakutan, hukuman, dan kadangkala ganjaran.
pengakuan Aliran informasi terutama mengarah ke bawah, dan sejumlah besar pembuatan
3. Hubungan dengan pengawas 3. Pekerjaan itu sendiri keputusan dilakukan oleh pimpinan organisasi.
4. Hubungan dengan kolega 4. Tanggung jawab Sistem 2. Gaya yang dicirikan oleh keyakinan dan kepercayaan atasan terhadap
5. Kondisi kerja 5. Kemajuan bawahan. Meskipun kebijakan terutama dibuat oleh pimpinan, akan tetapi
6. Gaji 6. sebagian keputusan dibuat oleh bawahan berdasarkan kerangka acuan tertentu.
Perkembangan seseorang Sistem 3. Berciri keyakinan kepada bawahan meskipun tidak sepenuhnya.
7. Hubungan dengan bawahan Bawahan agak bebas membahas pekerjannya dengan atasan, dan termotivasi
oleh ganjaran, kadangkala hukuman, dan sebagian keterlibatan. Komunikasi ke
Keuntungan dan Kerugian Program Flexitime atas sebagian diterima. Keputusan yang lebih spesifik dibuat oleh bawahan.
Keuntungan : Sistem 4. Berciri keyakinan dan kepercayaan sepenuhnya terhadap bawahan.
1. Sikap dan moral pekerja yang lebih baik Bawahan termotivasi oleh ganjaran ekonomis yang didasarkan atas sistem
2. Mengakomodasi orang tua yang bekerja kompensasi yang dikembangkan melalui partisipasi karyawan dan keterlibatan
3. Berkurangnya kelambatan dalam penetapan tujuan. Informasi berjalan ke bawah, ke atas, dan ke samping.
4. Lebih sedikit masalah perjalanan Pembuatan keputusan tersebar.
5. Mengakomodasi orang yang ingin tiba di kantor sebelum interupsi hari-kerja Licker menyarankan bahwa kalau gaya manajemen bergerak dari Sistem 1 ke
normal mulai Sistem 4, kebutuhan manusia dari individu dalam organisasi cenderung lebih
6. Meningkatnya produksi efektif terpenuhi dalam jangka panjang. Jadi sebuah organisasi yang bergerak
7. Memfasilitasi penjadwalan karyawan untuk urusan medis, gigi, dsb. menuju Sistem 4 cenderung menjadi lebih produktif dalam jangka panjang.
8. Mengakomodasi kegiatan waktu senggang karyawan
9. Menurunnya tingkat absensi 7. DINAMIKA KELOMPOK DAN KOMUNIKASI
10. Menurunnya tingkat karyawan yang keluar (turnover) A. Definisi kelompok
Kerugian Kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi satu sama lain
1. Kurangnya pengawasan selama jam-jam kerja tertentu untuk merealisasikan tujuan tertentu atau memenuhi kebutuhan tertentu.
2. Orang-orang kunci tak ada pada waktu-waktu tertentu Sebuah Tim adalah sebuah kelompok yang para anggotanya saling bekerja
3. Kurangnya staf pada saat-saat tertentu keras untuk mencapai sasaran atau tujuan bersama. Semua Tim adalah
4. Masalah mengakomodasi karyawan yang hasil kerjanya untuk masukan bagi kelompok, tetapi tidak semua kelompok itu Tim. Yang membedakan tim dari
karyawan lainnya kelompok adalah intensitas dari anggota-anggota tim untuk bekerja bersama
5. Penyalahgunaan program flexitime oleh karyawan dan sasaran atau tujuan tim yang spesifik dan diutamakan.
6. Kesulitan merencanakan jadwal kerja Kelompok dapat dibedakan atas : 1) kelompok informal sekumpulan
7. Masalah pencatatan jam-jam bekerja atau akumulasi orang yang tujuannya untuk persahabatan, biasanya berkembang secara
8. Ketidakmampuan menjadwal rapat pada waktu yang baik spontan. 2) kelompok formal kelompok yang dibentuk dengan maksud
9. Ketidakmampuan mengkoordinasi proyek-proyek untuk melakukan pekerjaan yang bersifat produktif, berstruktur lebih rasional
Modifikasi Perilaku. Modifikasi perilaku adalah program yang memfokuskan dan kurang cair (tidak mudah berubah), yang memberikan tanggung jawab
pada pengelolaan kegiatan manusia dengan mengendalikan akibat-akibat dari kepemimpinan formal pada seseorang untuk menjamin para anggotanya
pelaksanaan tersebut . Menurut hukum akibat, perilaku yang mendapat ganjaran melaksanakan tugas-tugas; bisa disebut tim, komite, atau kelompok kerja,
(hadiah) cenderung berulang, sedang perilaku yang dihukum cenderung dan biasanya dibentuk dengan maksud memberikan kontribusi pada
menghilang. Walaupun program modifikasi perilaku melibatkan administrasi dari keberhasilan suatu organisasi yang lebih besar.
ganjaran dan hukuman, tetapi biasanya ganjaranlah yang ditekankan, karena B. Daya Tarik Kelompok
lebih efektif daripada hukuman dalam mempengaruhi perilaku. Komitmen seseorang pada kelompok bersumber pada dua faktor, yaitu
Sistem Manajemen Lickert. Setelah mempelajari beberapa jenis dan ukuran daya tarik (atraction) yang merupakan gambaran kelompok dilihat dari luar;
organisasi, Lickert berkesimpulan bahwa gaya manajemen dalam perusahaan dan kepaduan (cohesiveness) yang merupakan kecenderungan anggota-
dapat dibedakan atas :
39
anggota kelompok untuk mengikuti kelompok dan melawan pengaruh dari Para anggota sadar mengenai proses dalam kelompok dan peranan
luar atau kecenderungan anggota untuk menyatu bersama. mereka masing-masing.
Faktor-faktor yang Meningkatkan atau Menurunkan daya tarik
Kepaduan Kelompok Perkembangan Kelompok dari Pembentukan Hingga Kematangan

Faktor yang meningkatkan Faktor yang menurunkan DERAJAD KEMATANGAN KELOMPOK


1. Prestise dan status 1. Permintaan yang tak
beralasan dan Matang (efisien, efektif)
2. Hubungan kerjasama tak disetujui atas
individu Rintangan
3. Tingkat interaksi yang tinggi 2. Ketidaksetujuan atas Rintangan
prosedur, Ketidakpastian
4. Berukuran relatif kecil kegiatan, peraturan, Ketidakpastian
dsb atas kekuasaan dan wewenang atas hubungan antar pribadi
5. Kesamaan para anggota 3. Pengalaman tak
menyenangkan
6. Citra publik dari kelompok yang unggul dengan kelompok
7. Ancaman bersama dalam lingkungan 4. Persaingan antara permintaan
kelompk
Dan kegiatan di luar
yang lebih disukai
5. Citra publik dari 1.Orientasi 2.Konflik & 3.Kepaduan 4.Khayalan 5.Kekece-
kelompok yang tak 6.Penerima
menguntungkan tantangan waan
6. Persaingan untuk
keanggotaan oleh TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK
kelompok-kelompok
lain Tidak Matang (Tak efisien, Tak efektif)

C. Perkembangan Kelompok Tahap I : Orientasi Upaya dilakukan untuk memecahkan batu es (ice
Ciri-ciri kelompok yang sudah matang : breaking).
Para anggota menyadari diri mereka mengenai aset dan kewajiban satu Ketidakpastian mengenai tujuan, kekuasaan, dan hubungan antar pribadi tinggi.
sama lain dalam kaitannya dengan tugas kelompok; Para anggota biasanya ingin dan menerima kepemimpinan apapun pada tahap
Perbedaan individu diterima tanpa diberi label baik atau buruk ini.Pemimpin yang muncul seringkali salah menafsirkan masa bulan madu ini
Kelompok telah mengembangkan wewenang dan hubungan antar pribadi sebagai mandat untuk pengendalian permanen.
yang diakui dan diterima oleh para anggota; Tahap 2 : Konflik dan tantangan Kalau filosofi tujuan dan kebijakan dari
Keputusan-keputusan kelompok dibuat melalui diskusi yang rasional,. pemimpin yang muncul menjadi jelas, individu-individu atau kelompok muncul
Pendapat dan ketidaksetujuan minoritas diakui dan didorong. Tidak ada untuk memperjuangkan langkah alternatif dan pengendalian. Tahap ke 2 ini
upaya untuk memaksakan keputusan auara bulat yang palsu; dapat berkepanjangan selagi para anggota berusaha menjelaskan dan
Konflik adalah mengenai isu-isu kelompok yang penting seperti tujuan merekonsiliasi peranan mereka sebagai bagian dari redistribusi kekuasaan dan
kelompok dan efektivitas serta efisiensi dari berbagai jalan untuk mencapai wewenang yang lengkap (tuntas).
tujuan kelompok. Konflik mengenai isu-isu emosional yang berkaitan Tahap 3 : Kepaduan Pergeseran dalam kekuasaan yang berlangsung sejak
dengan struktur kelompok, proses atau hubungan antar pribadi sangat Tahap 2 selesai, di bawah pemimpin baru atau pemimpin semula dengan
minim; kesepakatan baru mengenai wewenang, struktur dan prosedur. Setiap orang
40
menjadi benar-benar terlibat, sehingga perasaan kita akan mendominasi. Melakukan
Perbedaan mengenai kekuasaan dan wewenang dapat diselesaikan dengan pertemuan
cepat. Memberikan
Tahap 4 : Khayalan Perasaan telah melewati kondisi terburuk berjalan informasi
setelah melalui transisi yang agak cepat pada Tahap 3. Para anggota PERENCANAAN Melakukan wawancara
berketetapan hati untuk meningkatkan keselarasan dengan segala PENGORGANISASIAN Menulis laporan
cara.Partisipasi dan persahabatan berjalan baik sekali karena para anggota PENGARAHAN Menulis Memo
yakin bahwa semua permasalahan emosional yang sulit telah teratasi. PENGENDALIAN Mengumumkan
Tahap 5 : Kekecewaan Sub kelompok akan terbentuk karena khayalan akan Panggilan telpon
manfaat tak terbatas telah luntur dan berkembang kekecewaan atas apa yang Pembicaraan
dihasilkan. Orang yang harapannya tidak terealisasi menantang kelompok untuk tatap muka
berkarya lebih baik lagi. Orang lain menahan. Kelambanan dan absensi
merupakan gejala menurunnya kepaduan dan komitmen.
Tahap 6 : Penerimaan Biasanya ada anggota kelompok (seseorang selain Penghalang Komunikasi
pemimpin kelompok yang bertindak sebagai katalisator kelompok) yang Sejauh mana komunikasi organisasi bekerja efektif, dapat dilihat dari
terpercaya dan berpengaruh yang peduli atas kelompok untuk maju ke depan apakah pesan-pesan yang dikehendaki mempunyai dampak yang diinginkan
dan membantu kelompok dalam mengalihkan konflik menuju kepaduan. terhadap perilaku karyawan. Hal ini berkaitan erat dengan empat faktor
Pemahaman pribadi dan saling pengertian yang lebih besar membantu para penghalang komunikasi, sbb. :
anggota menyesuaikan dengan situasi tanpa menimbulkan masalah. Penghalang proses Kompleksitas dari proses komunikasi berpotensi
Pengharapan para anggota lebih realistis. Kelompok pada Tahap 6 cenderung menjadi penghalang komunikasi. Kondisi tak berfungsi di manapun sepanjang
menjadi sangat efektif dan efisien, karena struktur wewenang pada umumnya proses komunikasi dapat secara tersendiri atau kolektif menghambat
diterima, subkelompok dapat mengejar hal-hal yang berbeda tanpa mengancam pemindahan pengertian;
kepaduan kelompok Penghalang fisik Kadangkala obyek fisik (misalnya pelindung telinga, jarak
yang terlalu jauh, perbedaan zona waktu) menghambat komunikasi yang
D. Komunikasi efektif. Penghalang fisik dapat dihilangkan dengan bantuan ekologis
Beberapa definisi tentang komunikasi dari beberapa pakar manajemen organisasi, misalnya dengan mendesain ulang bangunan dan perkantoran;
adalah : Penghalang semantik Kata-kata sangat diperlukan , meski kadang-kadang
berbagi informasi di antara dua atau lebih orang atau kelompok untuk menimbulkan banyak kesulitan. Para manajer di bidang akuntansi, ilmu
mencapai pengertian bersama (Gareth Jones & Jennifer George); komputer, atau periklanan sudah terbiasa dengan bahasa teknis masing-
pengalihan informasi, ide/gagasan, pengertian/perasaan di antara orang- masing, sehingga melupakan bahwa orang di luar bidangnya tidak
orang (Wayne Mondy & Shane Premeaux); memahaminya;
pengalihan informasi dan pengertian antar pribadi (Robert Kreitner); Penghalang psikologis Penghalang psikologis dan sosial dominan atas
proses pengiriman (penyebaran) informasi dari satu orang kepada orang meningkatnya hambatan komunikasi dibanding penghalang lainnya.
lain (Ricky Griffin); Penghalang ini contohnya : latar belakang, persepsi, nilai, kebutuhan,
proses berbagi informasi dengan orang lain (Samuel Certo); pengharapan, dan kecenderungan berat sebelah dari orang-orang, serta
penerusan atau penyebaran informasi data dalam bentuk yang masuk permasalahan keluarga dan individu yang berbeda-beda.
akal dan dapat dipergunakan dari satu orang atau kelompok kepada Kemajuan Teknologi Dalam Komunikasi
lainnya (Warren Plunkett & Raymond Attner); Kemajuan teknologi dalam teknologi informasi telah meningkatkan
proses pengiriman dan penerimaan simbol dengan pesan melekat kemampuan manajer secara dramatis dalam berkomunikasi dan mengakses
padanya antar pribadi/orang (John Schermerhorn,Jr) informasi dengan cepat guna membuat keputusan. Tiga kemajuan yang
MANAJEMEN DAN KOMUNIKASI mempunyai dampak besar terhadap komunikasi manajerial adalah : internet,
intranet, dan groupware.
TUGAS-TUGAS DIKERJAKAN KOMUNIKASI Internet : sebuah sistem jaringan komputer global yang mudah untuk dimasuki
MANAJEMEN MELALUI dan dipergunakan oleh karyawan organisasi di seluruh dunia untuk
berkomunikasi di dalam dan di luar perusahaan-perusahaan mereka. Manajer
41
dan perusahaan menggunakan internet untuk berbagai keperluan komunikasi, tersebut dapat ditingkatkan, dan bagaimana harus diubah jika tidak bekerja
yaitu berkomunikasi dengan pemasok dan kontraktor untuk menjaga tingkat (Jones & George, 2003);
persediaan yang layak serta memantau kemajuan proyek serta perubahan proses pemantauan aktivitas untuk menjamin bahwa standar dapat
skedul; berkomunikasi di dalam perusahaan sendiri terutama dengan kantor- terlaksana sebagaimana direncanakan dan melakukan langkah koreksi
kantor yang jauh dari kantor pusat dengan email; menyampaikan informasi terhadap penyimpangan yang berarti. Semua manajer harus terlibat dalam
kepada pelanggan potensial dan masyarakat lain, menjual barang/jasa kepada fungsi pengendalian biarpun unit kerjanya telah menjalankan tugas
pelanggan, mengumpulkan informasi perusahaan lain, termasuk pesaing. sebagaimana direncanakan. Sistem pengendalian yang efektif menjamin
Intranet : jaringan informasi melalui internet di dalam perusahaan sendiri untuk bahwa aktivitas telah dijalankan dengan cara-cara yang dapat mengantarkan
berbagi informasi. Intranet memungkinkan para karyawan memiliki berbagai organisasi mencapai tujuannya (Robbins & DeCenzo, 1995)
jenis informasi pada keyboard mereka masing-masing, seperti : direktory, buku
telpon, buku pedoman, angka-angka persediaan, spesifikasi produk, informasi Sistem Pengendalian
mengenai pelanggan, biografi para manajer puncak dan dewan direksi, angka- Sistem pengendalian adalah sistem penetapan sasaran, pemantauan,
angka penjualan dunia, notulen rapat, laporan tahunan, skedul penyerahan, dan evaluasi dan umpan balik secara formal yang memberikan informasi kepada
angka-angka mutakhir pendapatan, biaya dan keuntungan, dll. para manajer mengenai apakah strategi dan struktur organisasi telah bekerja
Groupware : perangkat lunak komputer yang memungkinkan para anggota secara efektif dan efisien. Sistem pengendalian dikembangkan untuk mengukur
kelompok dan tim untuk berbagi informasi satu sama lainnya untuk kinerja pada setiap tahap dalam proses mentransformasi masukan menjadi
meningkatkan komunikasi dan kinerja. Para manajer sangat mungkin dapat barang dan jasa.
menggunakan groupware dengan sukses sebagai media komunikasi dalam
organisasi jika kondisi berikut terpenuhi :
Pekerjaan berbasis kelompok atau tim, dan para anggota diberi Tahap Masukan Tahap Konversi Tahap Keluaran
penghargaan paling tidak untuk kinerja kelompok;
Groupware sepenuhnya didukung manajemen puncak;
Budaya organisasi menekankan fleksibelitas dan berbagi pengetahuan, dan
organisasi tidak memiliki hierarki yang ketat; Pengendalian Pengendalian Pengendalian
Groupware dipergunakan untuk maksud tertentu dan dipandang sebagai Umpan Maju Berjalan Umpan Balik
alat bagi anggota-anggota kelompok atau tim untuk bekerja bersama --------------------------- --------------------- ---
dengan efektif, bukan sebagai sumber kekuasaan atau keuntungan pribadi; -----------------------
Para karyawan menerima pelatihan yang memadai dalam penggunaan (Mengantisipasi (Mengelola (Mengelola
komputer dan groupware. masalah sebelum masalah pada masalah setelah
terjadi) saat terjadi) terjadi)
IV. ESENSI PENGENDALIAN
Definisi
Definisi pengendalian menurut para pakar : Proses Pengendalian
fungsi manajemen dimana para manajer menetapkan dan Proses pengendalian terdiri dari tiga langkah terpisah, yaitu mengukur
mengkomunikasikan standar kinerja untuk orang, proses, dan peralatan; kinerja yang nyata, membandingkan kinerja nyata dengan standar (yang
Standar adalah pedoman atau tolok banding yang ditetapkan sebagai dasar ditetapkan dalam fungsi perencanaan), dan mengambil langkah manajerial
untuk pengukuran kapasitas, kuantitas, isi, nilai, biaya, kualitas, atau kinerja. untuk mengoreksi penyimpangan.
Secara kuantitatif atau kualitatif, standar harus merupakan pernyataan Menurut Robbins dan DeCenzo, proses pengendalian didasarkan atas asumsi
mengenai hasil yang diharapkan yang tepat, eksplisit, dan formal (Plunkert & bahwa standar kinerja telah ditetapkan sebelumnya, akan tetapi kinerja nyata
Attner, 1997); perlu dijadikan bahan evaluasi untuk meninjau kembali relevansi dari standar itu
proses dimana para manajer memantau dan mengatur bagaimana sebuah sendiri.
organisasi dan segenap anggotanya menjalankan semua kegiatan yang Empat langkah dalam Pengendalian Organisasi
diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Dalam Langkah I : Menetapkan standar kinerja, sasaran, atau target sebagai dasar
pengendalian, para manajer memantau dan mengevaluasi apakah strategi untuk evaluasi kinerja;
dan struktur organisasi bekerja seperti yang dikehendaki, bagaimana hal-hal Langkah 2 : Mengukur kinerja nyata;
42
Langkah 3 : Membandingkan kinerja nyata dengan standar kinerja yang telah faktor-faktor yang bersifat strategis terhadap kinerja organisasi;
ditetapkan; Pengendalian harus mencakup kegiatan, operasi, dan peristiwa yang kritis
Langkah 4 : Mengevaluasi hasil dan melakukan tindakan koreksi jika standar di dalam organisasi. Pengendalian harus berfokus pada tempat-tempat
tidak tercapai; dimana penyimpangan terhadap standar paling mungkon terjadi atau
Tiga Sistem Pengendalian Organisasi penyimpangan yang berakibat paling merugikan;
1. Jenis Pengendalian Keluaran, mekanismenya : ukuran kinerja keuangan, 8. Tekanan pada pengecualian karena manajer tidak bisa mengendalikan
sasaran organisasi, dan anggaran operasional; semua kegiatan, maka harus menempatkan alat pengendali strategis yang
2. Jenis Pengendalian Perilaku, mekanismenya : supervisi langsung, mana alat ini hanya mengundang perhatian pada pengecualian. Sebuah
manajemen berdasar sasaran, dan aturan & prosedur operasi standar; sistem pengendalian menjamin bahwa seorang manajer tidak akan
3. Jenis Pengendalian Budaya Organisasi, mekanismenya nilai, norma, kewalahan dengan informasi tentang penyimpangan dari standar. Hal ini
sosialisasi. dilakukan dengan cara penetapan pos-pos pemeriksaan (checkpoint) yang
berfungsi sebagai alat kendali sehingga terhindar dari hal-hal yang rutin;
9. Kriteria ganda manajer dan juga karyawan akan berusaha melihat hal-hal
bagus pada kriteria yang dikendalikan. Jika manajemen mengendalikan
dengan mengguna kan ukuran tunggal, misalnya satuan laba, maka upaya
Kualitas Sistem Pengendalian yang Efektif hanya akan terfokus pada hal-hal yang tampak bagus pada standar
Sebuah sistem pengendalian yang efektif cenderung memiliki kualitas tersebut. Kriteria ganda memiliki dua efek positif. Karena lebih sulit
tertentu yang sama. Pentingnya kualitas ini tergantung pada situasi, tetapi dapat memanipulasi dibanding ukuran tunggal, maka hal itu dapat mengurangi
disimpulkan bahwa karakteristik berikut membuat sistem pengendalian menjadi upaya untuk sekedar tampak bagus saja. Selain itu, karena kinerja jarang
lebih efektif. dapat dievaluasi dari satu indikator, kriteria ganda memungkinkan penilaian
1. Keakuratan sistem pengendalian yang menghasilkan informasi yang kinerja yang lebih akurat;
tidak akuran dapat berakibat manajemen gagal mengambil tindakan yang
seharusnya diambil atau merespon suatu masalah yang seharusnya tidak 10. Tindakan korektif sebuah sistem pengendalian yang efektif tidak hanya
ada; menunjukkan kapan sebuah penyimpangan dari standar yang berarti
2. Tepat waktu pengendalian harus menarik perhatian manajemen pada terjadi, tetapi juga menyarankan tindakan apa yang harus diambil guna
variasi waktu untuk mencegah pelanggaran serius pada kinerja unit kerja; mengoreksi penyimpangan. Ia akan menegaskan masalahnyadan
3. Ekonomis sebuah sistem pengendalian harus ekonomis untuk menentukan pemecahannya. Hal ini seringkali dilaksanakan dengan
dioperasikan. Setiap sistem pengendalian harus bertumpu pada manfaat menyusun pedoman jika-maka, misalnya jika penerimaan unit kerja merosot
yang dihasilkan dalam kaitannya dengan biaya yang harus ditanggung; lebih dari 50%, maka biaya per unit harus diturunkan dengan jumlah yang
4. Fleksibelitas pengendalian yang efektif harus cukup fleksibel untuk sama.
menyesuaiakan terhadap perubahan yang merugikan atau mengambil
manfaat dari peluang baru; Pengendalian Produksi
5. Dapat dimengerti pengendalian yang tidak bisa dimengerti tidak memiliki Kemungkinan gangguan prosuksi Tindakan koreksi
nilai. Sistem pengendalian yang sulit dimengerti dapat mengakibatkan 1. Kerusakan mesin 1. Kontrak servis; pemeliharaan preventif ter-
kesalahan yang tidak perlu terjadi, karyawan yang frustasi, dan akhirnya rencana; menyewa mesin.
diabaikan; 2. Kualitas produksi yang kurang 2. Memperbaiki dan membetulkan; konsesi
6. Kriteria yang beralasan standar pengendalian harus beralasan dan dapat dari
dicapai. Jika terlalu tinggi atau tak beralasan, ia tidak lagi baik rekayasa desain.
memotivasi;Pengendalian harus memperkuat standar yang menantang dan 3. Produktivitas rendah 3. Skim bonus produktivitas, skim
mendukung orang untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi tanpa insentif
menurunkan motivasi; 4. Kekurangan tidak terduga 4. Menggunakan material lain, pengiriman
7. Penempatan strategis manajemen tidak bisa mengendalikan segala segar;
sesuatu yang berlangsung dalam sebuah organisasi. Kalaupun dapat memodifikasi atau mengolah
dilakukan, manfaat yang diperoleh tidak sepadan dengan biaya yang kembali bagian lain
ditanggung. Karenanya manajer harus meletakkan pengendalian pada
43
5. Tolakan material yang diterima 5. Memodifikasi atau mengolah kembali; b. Motivasi kerja
konsesi c. Kepuasan kerja
dari rekayasa desain; pengiriman d. Disiplin kerja
pengganti. e. Partisipasi kerja
6. Pemasok mogok 6. Menggunakan pemasok alternatif; persediaan 5. Pemeliharaan tenaga kerja mencakup :
keamanan. a. Komunikasi kerja
7. Kegagalan pengangkutan 7. Menggunakan metode angkutan b. Kesehatan dan keselamatan kerja
alternatif c. Pengendalian konflik kerja
(misalnya angkutan udara untuk d. Konseling kerja
angkutan laut 6. Pemisahan tenaga kerja mencakup :
8. Kemangkiran 8. Memperbaiki hubungan perburuan; Pemberhentian karyawan
kerja lembur; menambah sift kerja.
9. Larangan kerja lembur 9. Menggunakan tenaga sementara; II. PERENCANAAN SDM
rekruitmen; Perencanaan SDM atau perencanaan tenaga kerja adalah suatu proses
Memperbaiki hubungan perburuan. menentukan kebutuhan akan tenaga kerja berdasarkan peramalan,
pengembangan, pengimplementasian, dan pengontrolan kebutuhan tersebut yang
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) berintegrasi dengan rencana organisasi agar tercipta jumlah pegawai,
penempatan pegawai secara tepat dan bermanfaat secara ekonomis (DR.A.A.
I. PENGERTIAN MSDM Anwar Prabu Mangkunegara,Drs,Msi,Psi).
Manjemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, Kepentingan Perencanaan SDM :
pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap 1. Kepentingan individu membantu meningkatkan potensinya, begitu pula
pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, kepuasan pegawai dapat dicapai melalui perencanaan karier;
pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan 2. Kepentingan organisasi dalam mendapatkan calon pegawai yang
organisasi. memenuhi kualifikasi, dengan perencanaan SDM dapat dipersiapkan calon-
Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan pula sebagai suatu calon pegawai yang berpotensi untuk menduduki posisi manajer untuk masa
pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu (pegawai). yang akan datang;
3. Kepentingan nasional pegawai-pegawai yang berpotensi tinggi dapat
II. FUNGSI OPERATIF MSDM dimanfaatkan pula oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan produktivitas
Terdapat enam fungsi operatif MSDM, yaitu : nasional. Mereka dapat dijadikan tenaga-tenaga ahli dalam bidang tertentu
1. Pengadaan tenaga kerja untuk membantu program pemerintah.
a. Perencanaan SDM Komponen Perencanaan SDM :
b. Analisis jabatan 1. Tujuan perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan
c. Penarikan pegawai kepentingan individu, organisasi, dan kepentingan nasional;
d. Penempatan kerja 2. Perencanaan organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan
e. Orientasi kerja (job orientation) untuk mengadakan perubahan positif bagi perkembangan organisasi, yang
2. Pengembangan tenaga kerja mencakup: juga merupakan hal yang organik, pendekatan proses yang berorientasi pada
a. Pendidikan dan pelatihan perubahan organisasi dan efektivitas manajemen;
b. Pengembangan (karier) 3. Pengauditan SDM meliputi penelusuran secara normal dan sistematis
c. Penilaian prestasi kerja mengenai efektivitas program kepegawaian, program analisis jabatan,
3. Pemberian balas jasa mencakup : penarikan pegawai, testing, pelatihan dan pengembangan manajemen,
a. Balas jasa langsung : gaji/upah, insentif promosi jabatan, transfer, taksiran pegawai, hubungan kerja, pelayanan
b. Balas jasa tak langsung : keuntungan (benefit), pelayanan/kesejahteraan pegawai, moral dan sikap kerja, penyuluhan pegawai, upah, administrasi
(services) upah, dan penelitian pegawai; Dalam pengauditan SDM perlu diperhatikan
4. Integrasi : aspek-aspek : kualitas kekuatan kerja, penentuan kualitas, daftar kemampuan
a. Kebutuhan karyawan (skill), turnover, dan perubahan intern;
44
4. Peramalan SDM mirip dengan pengauditan SDM, perbedaannya 1. Materi harus diberikan secara sistematis dan berdasarkan tahapan-tahapan;
peramalan SDM untuk masa yang akan datang dan lebih menitikberatkan 2. Tahapan-tahapan tersebut harus sisesuaikan dengan tujuan yang hendak
pada penyesuaian terhadap perubahan eksternal organisasi, dan sangat dicapai;
dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. 3. Penatar harus mampu memotivasi dan menyebarkan respon yang
berhubungan dengan serangkaian materi pelajaran;
III. PENARIKAN PEGAWAI 4. Adanya penguat (reinforcement) guna membangkitkan respon yang positif
Penarikan pegawai adalah suatu proses atau tindakan yang dilakukan dari peserta;
oleh perusahaan untuk mendapatkan tambahan pegawai yang melalui tahapan 5. Menggunakan konsep shaping (pembentukan) perilaku
yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan pegawai, Tahapan-tahapan penyusunan peltihan dan pengembangan :
menentukan kebutuhan pegawai yang diperlukan perusahaan, proses seleksi, 1. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan/pengembangan (job study);
penempatan, dan orientasi pegawai. 2. Menetapkan tujuan dan sasaran pelatihan/pengembangan;
Sumber-sumber penarikan pegawai : 3. Menetapkan kriteria keberhasilan dengan alat ukurannya;
a. Sumber dari dalam perusahaan proses memutasikan pegawai berdasarkan 4. Menetapkan metode pelatihan/pengembangan;
hasil evaluasi terhadap penilaian prestasi kerja dan kondite pegawai yang ada 5. Mengadakan percobaan (try out) dan revisi;
di perusahaan (promosi jabatan, transfer atau rotasi pekerjaan, demosi 6. Mengimplementasikan dan mengevaluasi.
jabatan); Tujuan peltihan dan pengembangan :
b. Sumber dari luar perusahaan melalui iklan media masa, lembaga 1. Meningkatkn penghayatan jiwa dan ideologi;
pendidikan, Depnaker, dan lamaran kerja yang masuk; 2. Meningkatkan produktivitas kerja;
Seleksi Calon Pegawai : 3. Meningkatkan kualitas kerja;
a. Pengertian seleksi calon pegawai : pemilihan dari berbagai obyek pilihan 4. Meningkatkan ketetapan perencanaan SDM;
dengan mengutamakan beberapa obyek saja yang dipilih; 5. Meningkatkan sikap moral dan semangat kerja;
b. Teknik-teknik seleksi Tes pengetahuan akademik, Tes psikologi (tes bkat, 6. Meningkatkan rangsangan agar pegawai mampu berprestasi secara
tes kecenderungan untuk berpres:tasi, tes minat bidang pekerjaan, dan tes maksimal;
kepribadian), wawancara. 7. Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja;
8. Menghindarkan keusangan (obsolescence);
IV. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI 9. Meningkatkan perkembngan pegawai.
Pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pelatihan dan pengembangan :
mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir di mana pegawai non- 1. Perbedaan individu pegawai;
manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan 2. Hubungan dengan jabatan analisis;
terbatas (Andrew E. Sikula). 3. Motivasi;
Pengembangan merupakan suatu proses pendidikan jangka panjang 4. Partisipasi aktif;
yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir di mana pegawai 5. Seleksi peserta penataran;
manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis guna mencapai 6. Metode pelatihan dan pengembangan.
tujuan yang umum. Metode Pelatihan dan Pengembangan :
Komponen-komponen pelatihan dan pengembangan : 1. On the job
1. Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan harus jelas dan dapat 2. Vestibule (ruang isolasi yang terpish) atau Balai;
diukur; 3. Metode demonstrasi dan contoh;
2. Para pelatih (trainers) harus memiliki kualifikasi yang memadai; 4. Simulasi;
3. Materi latihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan tujuan yang 5. Apprenticeship mengembangkan keterampilan perajin atau pertukangan;
hendak dicapai; 6. Metode ruang kelas;
4. Metode pelatihan dan pengembangan harus sesui dengan tingkat 7. Metode kuliah;
kemampuan pegawai yang menjadi peserta; 8. Metode konferensi;
5. Peserta pelatihan dan pengembangan (trainee) harus memenuhi persyartan 9. Metode studi kasus;
yang ditentukan. 10. Metode bermin peran;
Prinsip-prinsip perencanaan pelatihan dan pengembangan : 11. Bimbingan berencana;
45
V. KOMPENSASI PEGAWAI
Administrasi upah atau gaji (kadang-kadang disebut kompensasi) PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
melibtkan keseimbangan perhitungan; kompensasi merupakan sesuatu yang
dipertimbangkn sebagai suatu yang sebanding; Pemberian upah merupakan A. PENGERTIAN
imbalan, pembayaran untuk pelayanan yang telah diberikan oleh pegawai. Produksi adalah pengubahan bahan2 dari sumber2 menjadi hasil yang diinginkan
Kepentingan kompensasi pegawai : oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.
Kompensasi sangat penting bagi pegawai maupun majikan, karena kompensasi Dengan demikian produksi merupakan konsep yang lebih luas ketimbang
merupakan sumber penghasilan bagi mereka dan keluarganya; bagi majikan dan manufaktur (pengolahan), karena pengolahan hanyalah sebagai bentuk
perusahaan, kompensasi merupakan faktor utama dalam kepegawaian. Oleh khusus dari produksi. Jadi dengan demikian pedagang besar, pengecer, dan
karena itu dalam menentukan pegawai perlu berdasarkan penilaian prestasi, lembaga2 yang menyediakan jasa, juga berkepentingan dengan produksi.
kondite pegawai, tingkat pendidikan, jabatandan masa kerja pegawai. Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi/lembaga yang mengubah keahlian
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi : dan material menjadi barang atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta
1. Faktor Pemerintah; diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
2. Penawaran bersama antara perusahaan dan pegawai; Istilah produksi sering kaitan dengan istilah produktivitas, namun walaupun
3. Standar dan biaya hidup pegawai; sangat berkaitan bukan berarti bahwa produktivitas merupakan fasilitas yang
4. Ukuran perbandingan upah; aktif.
5. Permintaan dan persediaan; Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara
6. Kemampuan membayar. hasil (jumlah barang dan atau jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah
Bentuk-bentuk kompensasi pegawai : tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) untuk menghasilkan hasil
1. Upah dan gaji tingkat pembayaran, struktur pembayaran, penentuan tersebut.
bayaran individu, metode pembayaran, kontrol pembayaran;
2. Benefit (keuntungan) dan pelayanan Benefit adalah nilai keuangan B. PRODUKSI
(moneter) langsung untuk pegawai yang secara cepat dapat ditentukan Kegiatan produksi melibatkan pengubahan dan pengolahan berbagai macam
(bertujuan untuk memperkecil turnover, meningkatkan modal kerja, dan sumber menjadi barang dan jasa untuk dijual.
meningkatkan keamanan); sedangkan pelayanan adalah nilai kuangan Tanggung jawab manajer produksi adalah membuat keputusan2 penting untuk
(moneter) langsung untuk pegawai yang tidak dapat secara mudah ditentukan mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual. Keputusan tersebut adalah :
(laporan tahunan untuk pegawai, tim olah raga, kamar tamu pegawai, Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi
kafetaria pegawai, surat kabar perusahaan, toko perusahaan). manufaktur;
Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sistem
tersebut, baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek.

C. SISTEM PRODUKSI MANUFAKTUR


Beberapa keputusan untuk jangka panjang yang menentukan disain produksi
adalah :
a. Disain produksi dari barang yang diproses
Dalam bentuk seperti apakah barang dan jasa akan dibuat (pola, corak,
kualitas) ?
b. Pemilihan/penentuan peralatan dan prosesnya
Peralatan seperti apa yang akan dibeli supaya barang atau jasa dapat
diproduksi dengan biaya minimum ?
c. Disain tugas
Bagaimanakan kegiatan produksi itu akan dibagi kepada para pekerja menurut
keahlian, kesehatan, dan biaya yang diperlukan ?

46
d. Lokasi dari fasilitas produksi peralatan yang akan dipakai. Dalam hal ini banyak atau semua mesin akan
Dimanakah fasilitas produksi/pabrik itu akan didirikan dalam kaitannya dengan melaksanakan operasi yang sama dalam waktu yang tidak terbatas. Contoh :
letak pasar sumber tenaga kerja dan material, pengawasan polusi lingkungan, produksi mobil, dimana perubahan model hanya 1 kali dalam setahun. Istilah
dan faktor2 lain ? terus-menerus juga terdapat di dalam industri yang hanya mempunyai satu
e. Layout dari fasilitas tersebut saat operasi (satu shift) yaitu pada pagi sampai sore hari, sedangkan malam
Bagaimanakah sebuah pabrik itu akan dipersiapkan supaya operasinya dapat hari tidak beroperasi. Selain itu juga terdapat dalam industri yang mempunyai
efisien ? kegiatan terus-menerus tanmpa berhenti selama periode waktu yang lama,
Keputusan2 yang kompleks tersebut sangat berkaitan dengan proses pengolahan seperti : pabrik tekstil.
yang dapat digolongkan menurut 3 macam cara : (1) sifat proses tersebut, (2) b. Proses terputus-putus (intermittent process)
jangka waktu produksi, (3) sifat produk yang diproses. Istilah terputus-putus ini terdapat dalam keadaan manufactur dimana mesin2
1. Sifat Proses Produksi itu beroperasi dengan mengalami beberapa kali berhenti dan dirancang lagi
Penggolongan proses produksi berdasarkan sifat ini akan menentukan jenis untuk membuat produk lain yang berbeda. Jadi alat yang sama dapat
atau bentuk pokok yang dipakai dalam pengolahan suatu produk. Berdasarkan digunakan untuk membuat beberapa macam produk sesuai dengan keinginan
sifatnya, proses produksi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yakni : atau pesanan konsumen. Contoh : alat2 untuk pengecoran logam.
a. Proses ekstraktif
Adalah suatu proses produksi yang mengambil bahan2 langsung dari alam. 3. Sifat Produk
Contoh : proses penambangan batu-bara, bijih besi, bijih emas, pengeboran Proses produksi yang ditentukan menurut sifat produknya, yang melibatkan ada
minyak, dsb. Proses ekstraksi ini terdapat dalam industri proses produksi atau tidaknya spesifikasi pembeli suatu produk tertentu. Dalam hal ini proses
dasar, oleh karena itu pertanian dan perikanan juga disebut industri ekstraktif. produksi dapat dibagi dalam 2 macam : (a) produksi standard, dan (b) produksi
b. Proses analitik pesanan
Adalah suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam a. Produksi Standard
barang yang hampir menyerupai bentuk/jenis aslinya. Contoh : penyulingan Produksi barang2 yang sering dilakukan oleh produsen adalah produksi standard.
minyak; Pada produksi standard ini, dihasilkan sejumlah barang untuk persediaan, di
c. Proses fabrikasi samping dikirim untuk pembeli dan penyalur. Contoh : produksi televisi, lemari es,
Kadang2 disebut juga proses pengubahan adalah suatu proses yang sikat gigi, dsb. Penggunaan produksi ini memerlukan sejumlah modal yang besar
mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk. Pengubahan bentuk untuk :
tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan mesin, gergaji, pengepres, Memelihara sejumlah persediaan
dsb. Contoh : proses pembuatan pakaian, sepatu, jenis mebel tertentu, dsb. Menyediakan fasilitas penyimpanan yang memadai
d. Proses sistetik Menanggung resiko kemungkinan turunnya harga pasar, kebakaran,
Proses ini menunjukkan metode pengkombinasian beberapa bahan ke dalam pencurian
bentuk produk. Dalam pengolahan baja, gelas/kaca, produk akhirnya sangat b. Produksi Pesanan
berbeda dengan jenis aslinya karena ada perubahan fisik atau kimia. Dalam Produksi pesanan ini dilakukan apabila ada pembeli yang menghendaki
industri lain seperti dalam produksi mobil, alat2 listrik, barang elektronik spesifikasi tertentu. Contoh : pakaian seragam, furniture tertentu (untuk asrama,
(radio, TV, lemari pendingin, dll), dimana bahan2 dirakit tanpa mengubah sekolah TK).
bentuk fisik atau susunan kimiawinya, disebut proses perakitan atau
assembling. Sering proses ini digunakan sebagai bagian dari proses
pengolahan. KEGIATAN PRODUKSI

2. Jangka Waktu Produksi Keputusan2 yang berkaitan dengan kegiatan dan pengendalian sistem produksi
Beberapa macam proses produksi dapat ditentukan menurut periode waktu akan menentukan peningkatan efisiensi operasinya, perencanaan dan
dimana fasilitas produksi digunakan. Dalam hal ini proses produksi digolongkan pengawasan kuantitas serta kualitas produksinya. Masalah2 yang dihadapi oleh
menjadi 2 macam, yakni : manajer produksi :
a. Proses terus-menerus (continuous process) Perencanaan produksi
Istilah ini digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan manufaktur dimana Organisasi produksi
periode waktu yang lama diperlukan untuk mempersiapkan mesin dan
47
Pemeliharaan peralatan
Pengawasan dan pemeriksaan kualitas III. Pengendalian Produksi
Biaya setiap unit produk yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kemampuan Pengendalian produksi merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan
manajer produksi dalam mengatasi masalah2 yang timbul. mengkoordinir semua elemen proses produktif (pekerja, mesin, peralatan, dan
material) ke dalam satu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil
I. Perencanaan Produksi dengan gangguan minimum, ongkos terendah, dan kemungkinan waktu tercepat.
Fungsi produksi adalah menciptakan barang dan/atau jasa sesuai dengan Pokok2 masalah pengendalian produksi meliputi : (a) Jenis2 Pengendalian
kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Perencanaan Produksi, (b) Tahap2 dalam Pengendalian Produksi, (c) Alat manajemen :
produksi dilakukan agar fungsi produksi dapat berperan dengan baik. Program Evaluation and Review Technique (PERT).
Keputusan2 yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah2 perencanaan : a. Jenis2 Pengendalian Produksi
Jenis barang yang akan dibuat Terdapat 2 macam pengendalian produksi :
Jumlah barang yang akan dibuat Order Control digunakan oleh perusahaan manufaktur yang beroperasi
Cara pembuatan (penggunaan peralatan yang dipakai) hanya pada waktu menerima pesanan2 dari pembelinya;
Keputusan tentang jenis dan jumlah barang yang akan dibuat sangat dipengaruhi Flow Control digunakan dalam pabrik2 yang berproduksi untuk persediaan
oleh data/informasi tentang kebutuhan pasar (dari bagian pemasaran). dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat
Perencanaan jenis barang yang akan dibuat, terdiri atas 4 tahap, yakni : persediaan begitu pesanan pembeli diterima
Tahap pertama : penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi Prosedur dari kedua jenis pengendalian ini sama, dan fungsinya untuk
dan syarat2 yang harus dipenuhi; menentukan apakah arus material dalam pabrik sudah sesuai dengan waktu yang
Tahap kedua : penentuan disain barang yang tepat; direncanakan, atau untuk menentukan apakah pengangkutan barang jadi ke
Tahap ketiga : penentuan cara pembuatan yang berupa penentuan urutan gudang/ tempat penyimpanan sudah sesuai dengan waktu yang direncanakan,
proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai; agar tidak mengganggu pemasarannya.
Tahap keempat : pembuatan, merupakan usaha memodifikasi tahap b. Tahap2 dalam Pengendalian Produksi
ketiga yang disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas, dan Perencanaan Jika pesanan pembeli atau pesanan untuk persediaan
mesin/peralatan yang tersedia. perusahaan telah diterima oleh bagian perencanaan produksi, maka pesanan
Keputusan tentang jumlah barang yang akan dibuat dipengaruhi oleh perkiraan dipecah-pecah ke dalam beberapa bagian, dengan menggunakan kartu
penjualan (sales forcast) atau pola permintaannya, dan mempengaruhi penentuan material (bill of material) yang memuat komponen2 jadi maupun yang akan
jenis mesin/peralatan yang akan digunakan. diproses lagi, atau disebut order. Daftar tersebut dipecah ke dalam beberapa
formulir yang memuat jumlah material/barang yang akan dibeli dari produsen
II. Organisasi Produksi laian untuk keperluan proses produksi. Kemudian formulir2 permintaan
Dalam perusahaan manufaktur, tanggung jawab untuk memproduksi barang material dan komponen2 yang diperlukan diberikan ke Bagian Pembelian.
berada pada Bagian Produksi.. Pada bagian tertentu terdapat para spesialis yang Routing merupakan suatu usaha untuk menentukan urut-urutan dari
ahli dalam perencanaan, supervisi, atau pelaksanaantahap2 dalam proses proses dan alat2 digunakan dalam proses produksi. Sebelum proses dimulai,
produksi. Besarnya organisasi produksi tergantung pada besarnya perusahaan semua masalah tersebut disusun terlebih dahulu dalam route sheet.
dan kompleksnya proses pengolahan yang diinginkan. Contoh dari organisasi Scheduling Merupakan suatu usaha untuk menentukan kapan produksi
yang sederhana dari sebuah perusahaan menengah : akan dimulai dan selesai untuk diserahkan. Schedule ini harus dibuat
Wakil direktur yang bertanggung jawab di bidang produksi sebelum produksi dimulai di dalam bentuk master schedule yang kemudian
Manajer Produksi dipecah-pecah ke dalam schedule2.
Kepala Pengawasan Produksi Kepala Devisi A Kepala Dispatching merupakan surat perintah yang berisi wewenang untuk
Inspektor melakukan kegiatan produksi. Surat perintah ini dibuat sebelum produksi
Personalia Pengawasan Produksi Gudang dimulai dalam bentuk dispatch sheet. (memuat : barang apa yang harus
Inspektor dibuat dan jumlahnya; disain, ukuran dan bahan yang akan dipakai; mesin
Manajer Riset Mandor Dept 1 dan peralatan yang harus dipakai; petugas yangh harus mengerjakan; kapan
Personalia Riset Mandor Pembantu harus dimulai dan selesai; kepada siapa barang tersebut dijual).
Pekerja
48
Terdapat perbedaan urutan tahap pengendalian produksi, antara proses terus- c. Setiap perencanaan pendahuluan dan perbaikan sepanjang jalur kritis
menerus (continuous) dengan proses yang terputus-putus (intermittent). Pada mungkin akan menyebabkan jalur lain menjadi kritis.
proses terus-menerus : routing ditetapkan lebih dulu baru kemudian schedulling Jalur kritis lebih mengarahkan perhatian manajemen pada situasi yang
dan terakhir dispatching (pada proses ini routing ditetapkan pada saat penting, memusatkan perhatian pada kemacetan dan menghilangkan hal2
perusahaan didirikan, dan untuk jangka waktu yang relatif lama). Sedangkan pada yang tidak perlu pada jalur lain yang tidak akan dapat mempercepat
proses terputus-putus schedulling ditentukan terlebih dahulu, kemudian menyusul penyelesaian seluruh rangkaian pekerjaan.
routing dan terakhir dispatching (pada proses intermitten penting untuk Aktivitas Semu (Dummy)
menentukan scheduling karena barang yang dihasilkan tidak selalu sama, baik Salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian pada setiap penyusunan
jenis, kualitas, jumlah, maupun waktu penyerahannya). Penetapan routing pada diagram jaringan kerja adalah aktivitas semu (dummy), yaitu suatu aktivitas
proses terputus-putus harus diusahakan untuk memanfaatkan semua fasilitas dalam jaringan kerja yang membutuhkan nol satuan waktu. Aktivitas semu
yang tersedia semaksimal mungkin. menggambarkan hubungan antara satu event yang lebih dulu dengan dua even
c. Analisis Jaringan kerja : Metode Jalur kritis dan PERT berikutnya meskipun tidak saling bergantung satu sama lain (terjadi aktivitas
Analisis jaringan kerja (Network Analysis) teknik yang berkaitan dengan semu apabila terdapat 2 event yang bermula dari 1 event pendahulu dengan
masalah penetapan urutan pekerjaan yang diarahkan untuk meminimumkan aktivitas 2 yang berbeda, dan keduanya menuju 1 event berikutnya dengan
waktu penyelesaian suatu pekerjaan atau proyek, agar dicapai biaya yang aktivitas yang berbeda pula)
rendah. Keterbatasan2 Metode Jalur kritis (MJK)
Analisis jaringan kerja banyak dipakai pada scheduling dan terkenal dengan Faktor2 penting yang membatasi penerapan MJK adalah :
Critical Path method (CPM ; Metode Jalur Kritis - MJK) dan Program Evaluation 1. MJK mendasarkan diri pada asumsi bahwa penyelesaian aktivitas dapat
Review Technique (PERT). Teknik ini berguna terutama untuk menggambarkan diketahui dengan tepat pada setiap waktu. Hal demikian tidak mungkin terjadi
elemen2 dalam situasi yang kompleks untuk tujuan mendisain, merencanakan, pada kehidupan negara
mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengambil keputusan. 2. MJK tidak memasukkan gagasan analisis statistik dalam menentukan
Dalam PERT khususnya, beranggapan bahwa waktu untuk melaksanakan perkiraan waktu
masing2 kegiatan tidak menentu (uncertain), sehingga digunakanlah tiga 3. MJK merupakan model perencanaan statik dan bukannya alat kontrol yang
perkiraan waktu : optimis, pesimis, dan normal. dinamik
Konsep dasar analisis jaringan kerja : Program Evaluation and Review Tehcnique (PERT)
1. Jaringan Kerja (Networking) merupakan satu seri (rangkaian) aktivitas Untuk mengatasi keterbatasan pada MJK yaitu asumsi keadaan yang statik,
yang bersambung dalam menghasilkan barang dan atau jasa, yang terarah diciptakan satu model, sebagai perubahan konsep MJK dengan memasukkan b
kepada usaha pencapaian tujuan perusahaan. Dua hal yang penting dalam eberapa hal :
jaringan ini adalah aktivitas (activity kegiatan untuk menyelesaikan suatu 1. Teori probabilitas yang berguna untuk memperhitungkan ketidakpastian masa
bagian dari pekerjaan yang membutuhkan satu waktu tertentu) dan kejadian yang akan datang;
(event saat mulanya atau berakhirnya aktivitas). Kejadian paling akhir tidak 2. Gagasan analisis statistik untuk memperkirakan standard penyimpangan waktu
dapat terjadi sebelum aktivitas2 sebelumnya selesai; Antara event mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan;
event penyelesaian dihubungkan dengan aktivitas. Hubungan antara berbagai 3. Membuat model yang baru sebagai alat kontrol yang dinamik; model ini dikenal
event (baik mulai maupun penyelesaian) setiap bagian pekerjaan sampai dengan Program Evaluation and Review Technique (PERT)
dengan penyelesaian paling akhir, akan membentuk suatu diagram jaringan Di dalam PERT digunakan 3 macam perkiraan waktu, yaitu :
kerja (Network Diagram). Waktu yang paling optimis (Wo) merupakan kemungkinan waktu
2. Jalur Kritis (Critical Path) adalah jalur yang terpanjang dalam penyelesaian paling pendek, jikalau semua pekerjaan berjalan dengan lancar;
menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan sampai selesai. Beberapa hal Waktu yang paling pesimis (Wp) merupakan kemungkinan waktu
penting diperhatikan : penyelesaian yang paling panjang, dengan memperhitungkan kemungkinan2
a. Jalur kritis menyoroti aktivitas2 yang harus (dapat) dilakukan dengan penundaan;
cepat, bilamana diinginkan waktu penyelesaian yang lebih pendek; Waktu normal (Wn) merupakan kemungkinan waktu pen yelesaian
b. Setiap penundaan pada setiap aktivitas yang masuk dalam jalur kritis sebagaimana biasa terjadi.
akan menyebabkan penundaan penyelesaian seluruh rangkaian Dengan menggunakan ketiga jenis waktu tersebut, untuk menghitung waktu yang
pekerjaan; diharapkan, menggunakan rumus :

49
Wo + 4 Wn + Wp
Wh = ------------------------
6
Waktu yang diharapkan merupakan kesempatan 50 50 bagi aktivitas untuk
diselesaikan
Beberapa rumus statistik yang dapat digunakan untuk tujuan ini bersama-sama
dengan tabel nilai probabilitas untuk distribusi normal adalah standard deviasi IV. Pemeliharaan Peralatan
setiap aktivitas dan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan Di bidang aktivitas produksi, fungsi pemeliharaan dan perbaikan peralatan sangat
keseluruhan pekerjaan. memegang peranan, dan apabila hal ini diabaikan maka akibatnya perusahaan
Pengendalian Bahan Baku akan menderita rugi yang tidak kecil.
Bahan baku merupakan masalah yang cukup dominan di bidang produksi,
sehingga perusahaan selalu menghendaki jumlah persediaan yang cukup agar Kerugian yang diderita perusahaan karena kelalaian mengadakan pemeliharaan
jalannya produksi tidak terganggu. Cukup bukan berarti harus dalam jumlah peralatan, disebabkan antara lain :
besar, karena persediaan dalam jumlah besar mengandung banyak resiko, 1. Kerusakan peralatan yang sudah cukup parah sehingga menyebabkan biaya
seperti : perbaikan menjadi mahal
a. Resiko hilang dan rusak 2. Kerugian karena berhentinya sebagian atau keseluruhan kegiatan produksi
b. Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi 3. Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen
c. Resiko usang sehingga menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan
d. Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar 4. Perusahaan terpaksa harus membayar klaim karena penyerahan yang tidak
Jumlah persediaan yang tepat dapat ditentukan dengan jalan menghitung tepat
persediaan yang paling ekonomis. Jumlah yang ekonomis dipengaruhi oleh 5. menimbulkan keengganan para pelanggan untuk kembali memesan ke
besar-kecilnya jumlah pemesanan untuk mencapai biaya persediaan yang perusahaan karena dianggap tidak menepati janji
optimal, maka perusahaan harus melakukan pemesanan2 yang seekonomis Masalah pemeliharaan ini bagi pimpinan perusahaan sangat membingungkan
mungkin (jumlah pemesanan yang ekonomis menjadi indikator jumlah persediaan karena di satu pihak, penting dan di pihak lain tidak, biayanya sulit diukur dan
yang tepat). tidak produktif.
Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor : Kecenderungannya biaya pemeliharaan dari tahun ke tahun naik, hal ini
a. Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun disebabkan tiga hal :
b. Biaya pemesanan Selau terdapat kenaikan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan,
c. Biaya penyimpanan, dan ketepatan toleransi dan spesifikasi produk yang dibuat
d. Harga bahan baku Adanya kecenderungan untuk memasang alat kontrol otomatis dan alat2
Biaya pemesanan, jika dikaitkan dengan besarnya persediaan, mempunyai ciri pembantu lainnya sebagai akibat dari perkembangan teknologi
yang berlawanan dibanding dengan biaya penyimpanan (semakin besar volume Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan
persediaan akan membuat semakin kecil biaya pemesanan, karena frekuensi harga dan perkembangan peralatan itu sendiri, dan agar kenaikan biaya tidak
pemesanan yang semakin jarang). Sebaliknya, makin besar volume persediaan, mengubah unit cost selalu menyolok, maka mesin baru diusahakan untuk
maka biaya penyimpanan akan semakin besar pula. Ciri demikian merupakan dapat bekerja lebih lama, lebih produktif atau justru keduanya.
dasar penghitungan jumlah pemesanan yang paling ekonomis. Organisasi Pemeliharaan Peralatan
Jumlah pemesanan yang paling ekonomis dihitung dengan menggunakan rumus : Terdapat dua sistem untuk mengorganisasi pemeliharaan, yakni :
JPPE = Jumlah pemesanan yang paling a. Di desentralisir menurut pusat biaya atau departemen --. Masing2 bagian atau
ekonomi departemen memiliki seksi pemeliharaan tersendiri.
2 x K x Bp K = Jumlah kebutuhan bahan baku Keuntungan2 cara desentralisasi :
per tahun Tenaga mekanik akan mengerti betul penggunaan dan karakteristik alat2
JPPE = -------------- Bp = Biaya pemesanan (setiap pesan) yang harus mereka pakai
H x Bs Bs = Biaya penyimpanan (dinyatakan Mempermudah pimpinan mengarahkan orang2 untuk mengerjakan
dalam %) pekerjaan2 yang harus cepat selesai
H = Harga bahan baku per unit
50
Kontrol pemeliharaan dapat lebih ditingkatkan, sehingga perbaikan2 berarti harus persis dengan standard tersebut, akan tetapi setidak-tidaknya
besar dapat lebih diperkecil mendekati, karena adanya faktor toleransi.
Sedangkan kelemahannya : Masalah pengawasan kualitas dan inspeksi tidak hanya menyangkut tentang
Fleksibelitas sangat rendah barangnya saja, akan tetapi menyangkut pula kebijakan kualitas sesuai dengan
Terdapatnya duplikasi tenaga kerja tuntutan pasar, kebutuhan investasi, kemampuan menghasilkan kembali (return
b. Sentralisasi dalam perusahaan hanya terdapat satu bagian yang khusus on invesment), persaingan dan sebagainya, kualitas dan disain teknis, standar
menangani perbaikan dan pemeliharaan peralatan. bahan baku, proses dan kemampuan kerja barang ybs, serta berbagai inspeksi di
Keuntungan2 cara sentralisasi : bidang2 kualitas bahan yang dipakai, operasi yang digunakan dan daya kerja
Tidak terdapat duplikasi alat2 lain, tenaga kerja dan persediaan suku barang yang dibuatnya.
cadang Tahap2 Pengawasan kualitas (4 tahap) :
Fleksibelitas yang tinggi 1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan
Kelemahannya : pasar (konsumen)
Memerlukan tenaga kerja yang dapat menangani berbagai bidang atau 2. Penentuan disain teknis untuk mencapai target tuntutan pasar
memerlukan tenaga spesialisasi cukup banyak 3. Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai
Memerlukan perencanaan, pengaturan jadwal waktu dan pembagian dan operasi produksi, sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan 2
tugas yang efektif agar pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan efisien 4. Tahap penggunaan di lapangan, di mana pemasangan akan berpengaruh
kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja
Sulit untuk menerapkan pembagian tugas dengan baik pada pekerjaan2
barang
yang harus didahulukan dan diselesaikan dengan segera
Beban pekerjaan bagian pemeliharaan semakin besar
Pengawasan Kualitas di dalam Produksi
Program pemeliharaan peralatan, antara lain meliputi :
Dalam lingkup pengawasan kualitas, perbedaan pengertian inspeksi dan
1. Penyusunan perencanaan yang meliputi penentuan tugas2 yang akan
pengawasan :
dilakukan, prioritasnya dan tenaganya
- Inspeksi merupakan penyusunan cara2 pengukuran karakteristik kualitas dan
2. Mengatur jadwal waktu dan beban pekerjaan sesuai dengan skala
memperbandingkannya dengan standard yang telah ditetapkan, pada tahap ini
prioritasnya
tindakan perbaikan belum dilaksanakan.
3. Mengatur kartu perintah kerja dan kartu2 pemeliharaan setiap peralatan
- Pengawasan/pengendalian (kontrol) mengajukan pertanyaan2 kapan, berapa
untuk mengawasi keajegan pemeliharaan dan suku cadang yang pernah
kali dan berapakah jumlah barang yang akan diinspeksi. Bilamana terjadi
diganti, dan bahkan untuk memonitor di bagian apa, peralatan itu sering
kerusakan, pengawasan menentukan penyebab kesalahan dan melakukan
mengalami kerusakan
perbaikan.
4. Mengatur penggunaan suku cadang dengan memakai kartu kendali-kartu
Konsep probabilitas sangat memegang peranan pada tahap pengawasan kualitas
kendali untuk mempermudah administrasi gudang (misalnya master bill of
ini dengan cara menetapkan perencanaan contoh (sampel) yang merupakan
material dan bill of material)
sarana untuk pengawasan kualitas barang2 yang keluar, dan dengan
5. Mengatur program latihan (training) dengan metode2 yang mungkin
menggunakan prosedur bagan pengawasan (control chart) secara kontinyu akan
dilaksanakan, dengan maksud meningkatkan ketrampilan kerja mereka
dapat mendeteksi mesin2 dan proses2 yang tidak berjalan dengan semestinya.
6. Mengatur distribusi waktu kapan peralatan akan diperbaiki dengan
Bagan Pengawasan (Control Chart)
memperhitungkan berbagai kemungkinan kerugian yang akan diderita
Pada dasarnya penyimpangan yang sering terjadi dalam proses industri, dibagi
karena sebagian atau seluruh kegiatan terhenti, selama perbaikan
dalam 2 kategori :
berlangsung.
1. Penyimpangan2 yang tidak dapat ditentukan
Penyimpangan semacam ini, biasanya sangat kompleks, akan tetapi tidak
V. Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
begitu berarti bagi total penyimpangan yang terjadi, karena frekuensinya
Pengawasan kualitas dalam kegiatan produksi terletak pada faktor standard yang
yang terlalu kecil
diterapkan, yang ditinjau dari dimensi tertentu, misalnya komposisi kimiawi bahan
2. Penyimpangan2 yang dapat ditentukan
baku, kekerasan, kekuatan, kerataan permukaan, ketepatan ukuran dan beberapa
Biasanya penyimpangan2 semacam ini kerapkali terjadi dan dapat diketahui
faktor lain yang lebih bersifat subyektif. Suatu barang dikatakan baik, tidak
(dilacak) penyebabnya: yang pada umumnya disebabkan karena :
- perbedaan2 antara para pekerja
51
- perbedaan2 antara mesin2
- perbedaan2 antara bahan baku (material)
- perbedaan karena interaksi antara dua atau ketiga faktor yang
disebutkan di atas
Atas dasar hasil penyelidikan dari kedua penyimpangan tersebut dapat dibuat
suatu control chart (bagan kontrol) sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi
dimana penyebabnya, dan dengan demikian perusahaan dapat melakukan
perbaikan2.

52