Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengganguran dan inflasi adalah dua masalah ekonomi utama yang


dihadapi setiap masyarakat. Kedua-dua masalah ekonomi itu dapat mewujudkan
beberapa efek buruk yang berifat ekonomi, politik dan sosial. Untuk menghindari
berbagai efek buruk yang mungkin timbul, berbagai kebijakan ekonomi perlu
dijalankan. Analisi dalam bab ini bertujuan untuk menerangkan bentuk-bentuk
pengangguran dan masalah inflasi yang dihadapi suatu ekonomi dan bentuk
kebijakan pemerintah yang dijalankan untuk mengatasi masalh tersebut. Tiga
bentuk kebijakan pemerintah dapat dijalankan yaitu kebijakan fisikal, kebijakan
moneter dan kebijakan segi penawaran.

Pengganguran pada umumnya disebabkan disebabkan karena jumlah


angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu
menyerapnya. Pengganguran seringkali menjadi masalah perekonomian karena
dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan
berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan, ketiadaan
pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran
konsumsinya yang menyebabkan kekacauan politik, keamanan, dan sosial
sehingga menganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangla
panjang dalam menurunnya GNP dan pendapatan perkapita suatu Negara.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Inflasi
Pengertian inflasi adalah kecenderungan harga-harga barang yang
meningkat secara keseluruhan yang terus-menerus. Kenaikan harga dari satu
atau dua barang saja tidak disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut
meluas kepada ( atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga-
harga barang lain. Dengan demikian, maka kriterian inflasi adalah sebagai
berikut:
a. Kenaikan harga barang : Terjadi perubahan perubahan harga barang
yang lebih tinggi dibandingkan dengaan periode sebelumnya.
b. Bersifat umum; berdampak pada kenaikan harg barang lain.
c. Terus menerus tidak terjadi sesaat.
Inflasi dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu inflasi ringan,
sedang, berat, dan hiperinflasi.
a. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada dibawah angka
10% setahun;
b. Inflasi sedang antara 10% - 30% setahun;
c. Hiperinflasi atau iflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan
harga di atas 1005 setahun.

Jenis-jenis inflasi
1. Inflasi tarikan permintaan
Adalah kenaikan harga-harga yang disebabkan oleh bertambahan
pengeluaran yang besar yang tidak dapat dipenuhi oleh kemampuan
memproduksi yang tersedia.
Contoh: pemintaan akan gas elpigi
2. Inflasi desakan biaya
Kenaikan harga-harga yang disebabkan oleh kenaikan dalam biaya
produksi sebagai akibat kenaikan harga-harga barabg import yang
digunakan dsebagai bahan mentah produksi dalam negeri.
Contoh : import kedelai

B. Pengangguran
Pengangguran adalah kondisi dimana seseorang tidak bekerja, padahal
dia masuk dalam angkatan kerja dan memang mencari pekerjaan. Yang
dimaksud dengan angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat
dalam suatu perekonomian pada suatau waktu tertentu. Pengangguran juga
sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja
secara optimal.
Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional), pengangguran didefinisikan
sebagai berikut:
1. mereka yang sedang mencari pekerjaan dan saat itu tidak bekerja;
2. mereka yang mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan seseorang
dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang baru;
3. mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan
pekerjaan, disebut dengan penganggur putus asa; dan
4. mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

B. Jenis-jenis Pengangguran

Pengangguran dapat dibagi-bagi menurut lama waktu kerja dan sebab-sebabnya. Kita
dapat mengelompokkan pengangguran berdasarkan sudut pandang kita. Berikut ini diuraikan
jenis-jenis pengangguran.

Menurut lama waktu bekerja, pengangguran dibedakan menjadi sebagai berikut.


1. Pengangguran terselubung (Disguised unemployment)
Pengangguran terselubung merupakan tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal
karena sesuatu alasan tertentu, misalnya:
- Kurang terampil dalam pekerjaannya karena pendidikannya rendah.
- Baru mulai bekerja atau kurang pengalaman dalam bekerja.
- keterpaksa yang membuat orang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan
keterampilannya.

2. Pengangguran terbuka (Open unemployment)


Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh sungguh tidak mempunyai
pekerjaan. Penyebabnya antara lain:
- Tidak tersedianya lapangan kerja.
- Lapangan kerja yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
- Tidak berusaha mencari pekerjaan secara keras karena memang malas.

3. Setengah menganggur (Under unemployment)


Setengah pengangguran dapat dikelompokkan menjadi setengah pengangguran kentara
(visible underemployment) yakni mereka yang bekerja kurang dari jam normal (kurang
dari 35 jam/minggu). Petani-petani di Indonesia banyak yang termasuk sebagai setengah
pengangguran kentara karena petani yang hanya memiliki lahan yang sempit biasanya
bekerja kurang dari 35 jam/minggu dan setengah pengangguran tidak kentara (invisible
underemployment) atau pengangguran terselubung (disguised unemployment) yaitu
mereka yang produktivitas kerja rendah dan pendapatannya rendah.
Menurut sebab terjadinya, pengangguran dapat digolongkan menjadi sebagai berikut.
1. Pengangguran struktural
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan dalam
struktur perekonomian. Pada umumnya negara berupaya mengembangkan perekonomian
dari pola agraris ke industri.
2. Pengangguran friksional
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer
dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yang disebabkan oleh kondisi
geografis, informasi yang tidak sempurna, dan proses perekrutan yang lama.

3. Pengangguran musiman
Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang terjadi karena pergantian waktu/trend.
Misalnya tukang membuat kopiah, pada saat bulan puasa dan menjelang hari Idul Fitri,
pesanan akan produk kopiah meningkat tajam. Sedangkan masa sesudah bulan puasa
permintaan produk kopiah kembali turun sehingga dia harus menganggur lagi.

4. Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi yaitu pengangguran yang disebabkan penggunaan teknologi
seperti mesin-mesin modern, sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja manusia.

5. Pengangguran konjungtur
Pengangguran konjungtur adalah pengangguran yang disebabkan oleh adanya siklus
konjungtur (perubahan kegiatan perekonomian). Misalnya: pada masa 1960 -1980 an
titik berat pembangunan nasional Indonesia ditekankan pada bidang pertanian, sehingga
insinyur-insinyur pertanian mudah mendapatkan pekerjaan. Pada masa setelah itu sesuai
kebijakan pemerintah titik berat pembangunan bergeser ke bidang industri pengolahan
dan manufaktur sehingga banyak insinyur-insinyur pertanian yang sulit mendapat
pekerjaan/ menganggur.

6. Pengangguran yang disebabkan oleh isolasi geografis


Pengangguran ini dialami oleh masyarakat yang terpencil dari pusat kegiatan ekonomi.
Pengangguran seperti ini biasanya akan menimbulkan urbanisasi.

C. Penyebab Pengangguran

Ada beberapa sebab yang menimbulkan pengangguran yaitu sebagai berikut.


1. Pertumbuhan penduduk yang cepat menciptakan banyak pengangguran karena
meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan
kerja.
2. Ketidakberhasilan sektor industri. Pola investasi yang ada cenderung padat modal
menyebabkan semakin kecil terjadinya penyerapan tenaga kerja.
3. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi kualifikasi persyaratan yang diminta oleh dunia
kerja.
4. Ketidakstabilan perekonomian, politik, dan keamanan negara. Krisis ekonomi pada
pertengahan tahun 1997 juga menyebabkan terjadinya pengangguran sebanyak 15,4 juta
orang.
5. Pajak penghasilan(PPn) yang tinggi (progresif) akan membuat orang cenderung
mengurangi jam kerja.
6. Perkembangan teknologi tinggi yang tidak diimbangi oleh keterampilan dan
pendidikan dari para pencari kerja.
7. Tidak ada kecocokkan upah, karena tidak semua perusahaan mampu dan bersedia
mempekerjakan seorang pelamar dengan tingkat upah yang diminta pelamar.
8. Tidak memiliki kemauan wirausaha. Orang yang tidak punya kemauan kerja tidak
akan berusaha menciptakan lapangan kerja sehingga ia harus menunggu uluran tangan
dari orang lain.
9. Adanya diskriminasi ras, gender, orang cacat mengakibatkan timbulnya
pengangguran.

Baca juga penjelasan mengenai Dampak dan Cara Mengatasi Pengangguran, di sini.

Terima kasih sudah berkenan membaca artikel tentang Pengertian, Jenis, dan Penyebab
Penganggurandi atas, semoga bisa menambah pengetahuan Sobat sekalian dan tentunya
dapat bermanfaat. Apabila ada kesalahan baik berupa penulisan maupun pembahasan, mohon
kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Jangan
lupa like dan share nya ya Sobat. Terima kasih... ^^ Maju Terus Pendidikan Indonesia ^^

D. Kebijakan Pemerintah mengatasi inflasi

Kebijakan fiscal untuk mengatasi inflasi Kebijakan fiscal yang akan dilakukan
adalah dalam bentuk mengurangi pengeluaran pemerintah. Langkah ini menimbulkan
efek dalam mengurangi pengeluaran dalam perekonomian. Efek kebijakn fiscal menurut
pendekatan Y=AE dalam menerangkan efek kebijakan fiscal dalam menangani inflasi,
uraian akan dibedakan menjadi berdasarkan dua keadaan; keadaan dimana dimisalkan
keinflasi berlaku tanpa dikontrol pemerintah dan inflasi yang diatasi melalui kebijakan
fiscal Efek kebijakan fiscal dalam analisis AD-AS Untuk menerangkan bagaimana
pertambahan pengeluaran akan mempengaruhi kegiatan ekonomi,pendapatan nasional
dan tingkat harga, dan bagaimana efek kebijakan fiscal dalam mengendalikan inflasi.
Dalam analisis ini dapat ditunjukkan lebih jelas bagaimana perubahan pengeluaran dan
kebijakanbelanjawan akan mempengaruhi kegiatan ekonomi dan tingkt harga. Kebijakan
monoter untuk menangai inflasi Apabila usaha untuk mengurangi inflasi dilakukan
dengan menjalankan kebijakan moneter, yang akan dilakukan pemerintah adalah
menurunkan penawaran uang. c. kebijakan fiscal apa moneter Dalam menerangkan
bagaimana kebijakan pemerintah digunakan untuk mengatasi masalah pengangguran atau
inflasi
E. Kebijakan Pemerintah Mengenai Pengangguran
Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak
sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang
luar biasa. Setiap orang harus mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, listrik, air bersih
dan sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan.
Oleh karena itu, apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini
masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya.
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan sesuai dengan UUD 45 pasal 27 ayat 2. Sebagai solusi pengangguran berbagai
strategi dan kebijakan dapat ditempuh, untuk itu diperlukan kebijakan yaitu :
1. .Pemerintah memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa
kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis
dan manajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang, perluasan pasar.
Serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal
bersaing di bidangnya.
Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yang
menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang
mampu mengembangkan usaha, menguasai teknologi dan informasi pasar dan
peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan pihak
lainnya.
2. Segera melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-
kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan
membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja
bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan
berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik
potensi sumber daya alam, sumber daya manusia.
3. Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.
Seperti PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) Dengan membangun
lembaga itu, setiap penganggur di Indonesia akan terdata dengan baik dan mendapat
perhatian khusus. Secara teknis dan rinci.
4. Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalu banyak
jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing maupun
Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakan
sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan
lapangan kerja.
5. Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia (khususnya daerah-
daerah yang belum tergali potensinya) dengan melakukan promosi-promosi
keberbagai negara untuk menarik para wisatawan asing, mengundang para investor
untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dan
kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat.
6. Melakukan program sinergi antar BUMN atau BUMS yang memiliki keterkaitan
usaha atau hasil produksi akan saling mengisi kebutuhan. Dengan sinergi tersebut
maka kegiatan proses produksi akan menjadi lebih efisien dan murah karena
pengadaan bahan baku bisa dilakukan secara bersama-sama. Contoh, PT Krakatau
Steel dapat bersinergi dengan PT. PAL Indonsia untuk memasok kebutuhan bahan
baku berupa pelat baja.
7. Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk (meminimalisirkan menikah pada
usia dini) yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru
atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat ke
daerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor pertanian, perkebunan atau
peternakan oleh pemerintah.
8. Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Perlu
seleksi secara ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Sebaiknya diupayakan
tenaga-tenaga terampil. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat
dan Daerah.
9. Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).
Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang
berorientasi kompetensi. Karena sebagian besar para penganggur adalah para lulusan
perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja.
10. Segera mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena Indonesia
mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan
pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi
kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya
dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif
BAB III

KESIMPULAN

Pengangguran adalah keadaan tanpa pekerjaan yang dihadapi olehsegolongan tenaga


kerja, yang telah mencari pekerjaan, tetapi tidakmemperolehnya. Inflasi adalah
kenaikan harga-harga umum yang berlaku dalam suatuperekonomian dari satu periode
ke periode yang lain. Kebijakan Pemerintah adalah kebijakan untuk mengatasi
masalah-masalah ekonomi terutama pada Kebijakan Fiskal, Kebijakan Moneter,dan
Kebijakan Segi Penawaran.