Anda di halaman 1dari 16

Sejarah Dunia

Sejarah Dunia adalah sejarah tentang manusia di dunia, dimulai dari zaman paling
dahulu hingga sekarang ini, di semua tempat di bumi, dengan dimulainya era Paleolitik.
Paleolitik (Bahasa Inggris: Paleolithic atau Palaeolithic) adalah zaman yang bermula kira-kira
50.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Periode zaman ini adalah antara tahun 50.000 SM -
10.000 SM. Pada zaman Paleotik ini, manusia Peking dan manusia Jawa telah ada. Di Afrika,
Eropa dan Asia, manusia Neanderthal telah hidup pada awal tahun 50.000 SM, manakala
pada tahun 20 000 SM, manusia Cro-magnon sudah menguasai kebudayaan di Afrika Utara
dan Eropah. Pada zaman ini, manusia hidup secara nomaden atau berpindah-randah dalam
kumpulan kecil untuk mencari makanan. Mereka memburu binatang, menangkap ikan dan
mengambil hasil hutan sebagai makanan. Mereka tidak bercocok tanam. Mereka
menggunakan batu, kayu dan tulang binatang untuk membuat peralatan memburu. Alat-alat
ini juga digunakan untuk mempertahankan diri daripada musuh. Mereka membuat pakaian
dari kulit binatang. Selain itu, mereka juga pandai menggunakan api untuk memasak,
memanaskan badan dan menakutkan binatang.

Sejarah ini tidak termasuk dengan Sejarah alam dan Sejarah geologi. Sejarah dunia
mempelajari catatan-catatan yang terekam di masa lampau. Sejarah dunia meliputi studi
catatan-catatan tertulis, mulai dari zaman kuno, ditambah dengan pengetahuan yang
diperoleh dari sumber-sumber yang lain (selain catatan), misalnya arkeologi.

Pengaruh dari suatu Sejarah Dunia mengandung suatu pengertian bahwa suatu
peristiwa yang terjadi dapat mempengaruhi perkembangan dunia internasional (seluruh
belahan dunia) yang dapat melibatkan berbagai negara di dunia dan meliputi masalah-
masalah dari beberapa negara tersebut.

Contoh yang kita tahu adalah Perang Dunia I (PD1) dan Perang Dunia II (PD 2),
tsunami yang terjadi di bumi, gempa-gempa dahsyat,kebocoran nuklir,dll yang menyebabkan
berbagai dampak di muka bumi ini.

1. TSUNAMI akibat gempa bumi yang berada di lautan sehingga


menumpahkan air laut ke pantai/ daratan.

Faktor Penyebab Terjadinya TSUNAMI


Asal Usul Tsunami Kata tsunami berasal dari bahasa jepang. Tsu yang berarti
pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sering terjadi di Jepang.

Sejarah Jepang mencatat setidaknya 197 tsunami telah terjadi di jepang.

Pada beberapa kesempatan, tsunami disamakan dengan gelombang pasang.


Dalam tahun-tahun terakhir, persepsi ini telah dinyatakan tidak sesuai lagi, terutama
dalam komunitas peneliti, karena gelombang pasang tidak ada hubungannya dengan
tsunami. Persepsi ini dahulu populer karena penampakan tsunami yang menyerupai
gelombang pasang yang tinggi.

Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air


yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh
lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan seperti gelombang pasang
yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang menyamakan dengan pasang-surut
meliputi kemiripan atau memiliki kesamaan karakter dengan gelombang pasang,
pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan.
Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk
menggunakan istilah ini.

Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan
gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamil, i beuna atau aln buluk
(menurut dialek) dalam Bahasa Aceh adalah contohnya. Sebagai catatan, dalam
bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti gelombang.
Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalam Bahasa Defayan,
smong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulai, emong berarti tsunami.

Penyebab Terjadinya Tsunami


Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan
sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor
yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut.
Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus,
misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau
turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada
di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai
di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana


gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam.
Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam
dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi
gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat
mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi
penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan
jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa
beberapa kilometer.

Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi
juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke
bawah lempeng benua.

Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat
mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang
menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun
secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu.
Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika
ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang
tingginya mencapai ratusan meter.

Gempa yang menyebabkan tsunami:

Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 30 km)

Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter

Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Dampak dari Tsunami:

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya.
Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan
genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih serta bisa
menyebabkan beberapa pulau kecil tenggelam

2.Perang Dunia I
Perang Dunia I (disingkat PDI atau PD1; juga dinamakan Perang Dunia Pertama,
Perang Besar, Perang Negara-Negara, dan Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah
sebuah konflik dunia yang berlangsung dari tanggal 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918.
Lebih dari 40 juta orang tewas, termasuk sekitar 20 juta kematian militer dan sipil. Korban
yang ditimbulkan sangat banyak. baik dari pihak sekutu, Kekuatan As/Poros atau pun warga
sipil. korban-korban tersebut berasal dari berbagai belahan dunia. Jika di total dari berbagai
belahan dunia, jumlah sekutu yang telah menjadi korban adalah 6.345.600 jiwa, korban
Kekuatan As/Poros adalah 3.382.500 jiwa dan Warga sipil (bukan merupakan anggota militer)
yang telah menjadi korban adalah 6.493.000 jiwa. Berbagai korban tersebut berasal dari
Australia,Belgia,Prancis, Italia, Jepang,Rusia,dan masih sangat banyak lagi. oleh karena itu,
hal ini sangat mempengaruhi suatu negara yang kehilangan rakyat nya tersebut.

Perang ini dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria (sekarang
Austria) dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Tidak pernah
terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan
dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya,
pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal
berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg,
Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman
Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.

Pangeran Franz Ferdinand adalah putra mahkota sekaligus penerus tahta kerajaan
Austria-Hongaria ini kemudian dianggap sebagai aksi dan bentuk perlawanan Serbia
terhadap Austria-Hungaria.

Ketika Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia, Rusia langsung


mendeklarasikan keinginannya untuk membantu Serbia yang tak lain dan tak bukan adalah
sekutu abadinya. mengetahui Rusia turut campur tangan, maka Jerman yang berada dalam
satu blok dengan Austria-Hungaria langsung menyatakan perang kepada Rusia. Demikianlah
perang itu berlangsung dan semakin banyak melibatkan negara lain yang memiliki dendam
sendiri-sendiri terhadap negara yang tengah berperang.

Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya
monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan
menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan
menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-
masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan
menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga
menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan
akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana


sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak
sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9
juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang
meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara
tak sengaja dalam suatu pertempuran.
Front Timur
Front Timur adalah Front di mana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya
Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang
menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi
karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin,
akhirnya Russia menang

Searah jarum jam dari atas: Parit di Front Barat; tank Mark IV Inggris melintasi parit; kapal perang Inggris HMS Irresistible tenggelam
setelah terkena ranjau laut; kru senapan mesin Vickers yang menggunakan masker gas; dan pesawat dua sayap Sopwith Camel.

Dampak Perang Dunia I

PD 1 memiliki dampak yang luar biasa bagi perkembangan dunia di kemudian hari.
tak hanya dampak negatif saja, ternyata setiap peperangan pun selalu menghadirkan dampak
positif. namun pastinya, dampak positif tidak bisa tidak akan sesuai dengan jumlah dampak
negatif yang di alami dan dihasilkan oleh perang dunia 1.

Salah satu dampak positif yang lahir dari perang dunai 1 ini adalah dengan
terbentuknya negara-negara baru. Perjanjian Versailes yang merupakan penyudah perang
dunia 1 ini mengharuskan negara-negara yang berada dalam kekuasaan Jerman (seperti
Denmark, Cekoslovakia, Polandia dan Belgia untuk segera di merdekakan.

Sementara dampak negatif dari perang ini adalah: disamping sangat banyaknya
korban jiwa dan kerugian dana yang sangat besar adalah dengan munculnya faham-faham
ekstrem seperti diktatorisme, fasisme, dan komunisme yang menyebabkan pecahnya perang
dunia II serta krisis ekonomi sedunia (Malaisse) pada tahun 1929.
3.Perang Dunia II
Perang Dunia II, atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat PDII) adalah konflik militer
global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan
sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi
menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan
perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personil. Dalam keadaan
"perang total," pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan
kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan
sumber-sumber militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal
ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi


Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada
saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika
Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of Surrender di atas kapal USS
Missouri pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.

Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut adalah
data pertempuran-pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.

1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi


Jepang di Asia Tenggara
Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi
Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan
laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan
menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera mengumumkan perang terhadap
Jepang.

Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang


pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina dan koloni-
koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma dengan maksud selanjutnya
menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas
lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di
Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan dan
sejarah yang paling memalukan bagi Britania.

1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang


Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang.

Surat penyerahan diri Jepang kepada Sekutu

Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan
Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Di antara kota-
kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada
90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini
disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu
serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6 Agustus
1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu
bom atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.

Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang,
seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap
Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945,pesawat
bomber jenis Boeing B-29 Superfortress "Bock's Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles
Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.

Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam
perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni
Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom
atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945,
menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal USS
Missouri di teluk Tokyo.

Eropa dan Rusia (Uni Soviet)


Salah satu foto bewarna Perang Dunia II yang selamat dari 40 juta foto hitam putih
lainnya. Tampak di tengah-tengah Adolf Hitler.

Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia


pada 1 September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan
taktik Blitzkrieg, dengan memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai
dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja
Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang
sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak memiliki kekuatan
militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis belakang
dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar
memberi perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak
berarti melawan Angkatan Udara Jerman "Luftwaffe". Perancis dan kerajaan Inggris
menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September sebagai komitment mereka
terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.

Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia
dikejutkan oleh serangan Uni Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu
dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri
Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia menyerah kepada Nazi Jerman
setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia melarikan diri di
antaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi.
Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.

Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh
Inggris dan Perancis yang saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis
membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan
jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan oleh Winston Churchill.
Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya membebaskan
tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia
ini juga mengawali praktik-praktik kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap
orang orang Yahudi.

Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November
1939. Pada awalnya Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet
memiliki jumlah besar serta dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet
banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin
pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin. Finlandia memberikan
perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta rakyat
Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari
tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia
memanfaatkan musim dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya
sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan). Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar
besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan berhasil merebut kota-kota dan
beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk mengadakan perjanjian
perdamaian.

Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-
pejuang Finlandia untuk melakukan serangan ke kota St. Petersburg.

1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani,


Balkan
Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940
melalui Operasi Weserbung, yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah
tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, dan
Narvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua tentara Sekutu dievakuasi dan
Norwegia-pun menyerah.

Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei
1940, mengakhiri apa yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai
Pertempuran Perancis. Pada tahap awal invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda,
dan Luxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan berhasil memecah pasukan Sekutu
dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan cepat jatuh ke tangan
Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang Perancis. Pasukan
Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian
dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung,
melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis
mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka
Vichy.

Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta
menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.

Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang
disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman
Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas
angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau
Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe
dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-
besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang
ddasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang
London. Alhasil pilot peswat tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga
berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha
untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari
Amerika Serikat.

Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan
Jepang yang secara formal membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).

Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan
oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim
tentara untuk membantu Mussolini berperang melawan Yunani. Pertempuran juga meluas
hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia. Pasukan NAZI mendapat
dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah itu
sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum
Nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip
Broz Tito. Pertempuran dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar
etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada dekade 1990-an.

1945: Runtuhnya Kekuasaan Nazi Jerman


Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni
Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri dengan cara menembak
kepalanya sendiri bersama dengan istrinya Eva Braun di dalam bunkernya, sehari sebelumnya
Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah pengawalnya untuk
membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2
Mei, Karl Dnitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan
Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada
tanggal 2 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah
tanggal 4. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei di
Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari
kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei dengan
tujuan politik.

Dampak Perang Dunia II


1 POSITIFNYA

>Indonesia merdeka setelah Jepang kalah dari Amerika akibat di bom

>Bisa mulai menata sistem kenegaraan

2 NEGATIFNYA

>infrastruktur yang menjadi hancur

>Banyak jatuh korban manusia dari berbagai negara

>Terhambatnya Ekonomi

4. Kebocoran Nuklir

Penyebab Terjadinya Kebocoran Nuklir

Kecelakaan Nuklir atau Kebocoran nuklir adalah dampak yang paling ditakutkan dibalik
manfaaat energi nuklir bagi manusia. Dalam catatan sejarah manusia terdapat kejadian
kecelakan nuklir terbesar di dunia di antaranya adalah kecelakaan Chernobyl, Three Mile
Island Amerika dan mungkin di Fukushima Jepang.
Kebocoran nuklir terjadi ketika sistem pembangkit tenaga nuklir atau kegagalan komponen
menyebabkan inti reaktor tidak dapat dikontrol dan didinginkan sehingga bahan bakar nuklir
yang dilindungi yang berisi uranium atau plutonium dan produk fisi radioaktif mulai
memanas dan bocor. Sebuah kebocoran dianggap sangat serius karena kemungkinan bahwa
kontainmen reaktor mulai gagal, melepaskan elemen radioaktif dan beracun ke atmosfir dan
lingkungan. Dari sudut pandang pembangunan, sebuah kebocoran dapat menyebabkan
kerusakan parah terhadap reaktor, dan kemungkinan kehancuran total.

Beberapa kebocoran nuklir telah terjadi, dari kerusakan inti hingga kehancuran total
terhadap inti reaktor. Dalam beberapa kasus hal ini membutuhkan perbaikan besar atau
penutupan reaktor nuklir. Sebuah ledakan nuklir bukanlah hasil dari kebocoran nuklir karena,
menurut desain, geometri dan komposisi inti reaktor tidak membolehkan kondisi khusus
memungkinkan untuk ledakan nuklir. Tetapi, kondisi yang menyebabkan kebocoran dapat
menyebabkan ledakan non-nuklir. Contohnya, beberapa kecelakaan tenaga listrik dapat
menyebabkan pendinginan bertekanan tinggi, menyebabkan ledakan uap.

Dampak Kebocoran Nuklir


Kecelakaan ini memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang yang berbahaya
bagi manusia. Dampak kesehatan, ekonomi, sosial dan psikologis dapat terjadi bagi manusia
yang tertimpa.Sebenarnya mekanisme pertahan tubuh manusia dapat melindungi diri dari
kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia berbahaya lainnya. Namun radiasi
pada jumlah tertentu tidak bisa ditoleransi oleh mekanisme pertahanan tubuh itu. Proses
ionisasi pada sel-sel tubuh karena proses radiasi dapat merusak sel-sel dan organ tubuh yang
menimbulkan berbagai manifestasi.Berat ringannya dampak radiasi nuklir bagi kesehatan
tergantung beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi jumlah kumulatif radiasi yang terpapar,
jarak dengan sumber radiasi dan lama paparan radiasi.Radiasi yang tinggi bisa langsung
memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari
bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.Dampak sesaat
atau segera setelah terkena paparan radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain mual
muntah, iare, sakit kepala dan demam.Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi
tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain mual muntah, diare, sakit kepala dan
demam.Sedangkan dampak jangka menengah atau beebrapa hari setelah paparan adalah
pusing, mata berkunang-kunang
Disorientasi atau bingung menentukan arah, lemah, letih dan tampak lesu, muntah darah
atau berak darah, kerontokan rambut dan kebotakan, tekanan darah rendah , gangguan
pembuluh darah dan luka susah sembuh.Dampak jangka panjang dari radiasi nuklir
umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak
diantisipasi hingga bertahun-tahun.Beberapa dampak kesehatan akibat paparan radiasi
nuklir jangka panjang antara lain Kanker terutama kanker kelenjar gondok, mutasi genetik,
penuaan dini dan gangguan sistem saraf dan reproduk.

Dampak jangka panjang terutama terjadi pada gangguan kesehatan khususnya kanker.

Kebocoran reaktor nuklir terburuk dalam sejarah terjadi di Chernobyl, Ukraina pada
April 1986. Radiasi ledakan itu meledak dan telontar 1500 meter ke udara, yang membuat
radiasi paparan sampai jauh ke Eropa. Selain memicu evakuasi ribuan warga dari sekitar
lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun
kemudian misalnya kanker, gangguan kardiovaskular dan bahkan kematian. Bahkan sampai
saat ini daerah tersebut dibiarkan tanpa berpenghuni.
Sekotar 60% anak ukrania mengalami kanker gondok, 10% anak menalami gangguan mental,
banyak anak mengalami kelainan genetik. Sebagia besar anak Ukrania diduga telah
mengalami kelainan pertahanan tubuh setelah terjadinya peristiwa itu. Bahkan beberapa
hewan mengalami

kerlainan genetik.
Pada tahun 1990 1998, didapatkan terjadi peningkatan kasus kanker kelenjar gondok
sebanyak 1.791 kasus pada anak-anak Ukraina, yang hidup di wilayah di sekitar Pembangkit
Tenaga Nuklir Chernobyl. Para ahli telah menghubungkan semua penyakit kanker kelenjar
gondok ini dengan kecelakaan nuklir Chernobyl.

Laporan Kemeny Commission menyebutkan pada kecelakaan Three Mile Island didapatkan
tidak ada potensi mengakibatkan kanker atau kasus yang mungkin muncul akan kecil sekali
sehingga sangat tidak mungkin untuk mendeteksinya. Kesimpulan yang sama juga terhadap
potensi gangguan kesehatan lainnya

Pencegahan
Bila sebuah reaktor nuklir sudah dinyatakan terjadi kebocoran harus dilakukan penanganan
sesuai dengan skala kecelakaan yang terjadi sesuai standar Internasional.

Semua masyarakat dalam jangkauan tertentu harus segera dievakuasi dari resiko terkena
paparan tersebut. Bagi semua orang yang telah berada dalam erea daerah paparan harus
segera dilakukan skrening tes adanya kontaminasi radiasi dalam tubuhnya. Bila terdapat
masyarakat yang terkontaminasi harus segera diisolasi dan dilakkan
perawatandanpemantauan kesehatannya.
Semua masyarakat dalam paparan bencana kebocoran reaktor nukklirsementara belum
diungsikan harus tinggal di dalam rumah dan tidak boleh enyalakan AC untuk mencegah
kontaminasi dengan udara luar. Masyarakat juga dilarang mengkonsumsi air kran, sayuran,
buah-buan ataubahan makanan yang telah terkontaminasi dengan udara luar.

5. Malaise (Perdagangan yang Tehambat)

Tepat 80 tahun lalu, ketidakstabilan ekonomi dunia mencapai puncaknya.


Pada 29 Oktober 1929 - yang dikenal sebagai "Kamis Kelabu" - sebanyak 16 juta
saham diobral di bursa Wall Street, New York.

Laman stasiun televisi The History Channel mengungkapkan bahwa saat itu
miliaran dolar Amerika Serikat (AS) raib seketika. Alat pencatat transaksi saham
terlambat berjam-jam karena tingginya frekuensi perdagangan.

Kepanikan di Wall Street ini berawal dari aturan pasar bebas yang
diberlakukan Presiden Herbert Hoover. Akibatnya spekulan merajalela, hutang-
hutang dihapuskan, dan jumlah pinjaman bank melampaui ketersediaan likuiditas.

Kamis Kelabu menandai awal era Depresi Besar, yang juga disebut zaman
Malaise. Sebagian besar bank AS yang menginvestasikan dana simpanan nasabah
mereka di bursa saham terpaksa tutup. Gelombang panik muncul, masyarakat
berdesakan di bank untuk menarik uangnya. Ini menyebabkan sejumlah bank lain
juga terpaksa berhenti beroperasi.

Industri terkena dampak besar. Mereka kehilangan modal yang mereka


simpan di bank atau bursa saham. Banyak perusahaan tutup. Sementara yang
bertahan melakukan pemangkasan pegawai. Angka pengangguran membumbung
tinggi dan demonstrasi menuntut revolusi sosial digelar di seluruh penjuru dunia.

Kekacauan ekonomi diikuti kekeringan dan badai pasir sehingga sektor


pertanian yang biasanya tidak terkena dampak krisis ekonomi juga terhantam.
Bahkan sebelum Depresi, petani kecil telah menderita karena penemuan traktor
membuat pertanian besar mengurangi lowongan pekerjaan untuk mereka.

Periode kelam ini berakhir ketika Jepang menyerang Pearl Harbor pada 1941.
Keputusan AS untuk terlibat dalam Perang Dunia II menimbulkan gairah dalam
industri pertahanan. Senjata, alat perang, kapal, dan jet tempur dibutuhkan segera.
Warga pria direkrut menjadi tentara. Sementara warga perempuan tetap di AS dan
memastikan perusahaan terus beroperasi.

Dampak Malaise
Dampak Malaise sangatlah banyak yakni kerugian keuangan bagi negara
tersebut, terpaksa menghentikan jam operasi keja bank, Pengangguran, Bencana
akibat kekacauan ekonimi di sektor pertanian, serta kesengsaraan masyarakatnya.

6. Krisis Moneter 1998

Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini
telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni
lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup
dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak
seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian
diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah
kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim
kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan
secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak
kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya.
Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa
lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia.Yang dimaksud
dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup
tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca
pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan
cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih
cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus.
Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan
perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang
menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang
bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian
sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang
lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar
tidak di hedge. Dengan terjadinya krisis moneter, terjadi
juga krisis kepercayaan. (Bandingkan juga IMF, 1997: 1). Namun semua kelemahan ini
masih mampu ditampung oleh perekonomian nasional. Yang terjadi adalah,
mendadak datang badai yang sangat besar, yang tidak mampu dbendung oleh
tembok penahan yang ada, yang selama bertahun-tahun telah mampu menahan
berbagai terpaan gelombang yang datang mengancam.

Dampak Krisis Moneter 1998


Dampak negatif yang ditimbulkan adalah penurunan nilai mata uang
Indonesia yang sanagt drastis, Hutang dengan negara lain yang makin lama makin
menumpuk, kerugian dimana-mana dan masih banyak dampak lainnya bahkan
kemakmuran rakyatnyapun juga terancam akibat krisis moneter yd dilanda
negaranya.

Penyebab Terjadinya Krisis Moneter 1998


Penyebab dari krisis ini bukanlah fundamental ekonomi Indonesia yang
selama ini lemah, hal ini dapat dilihat dari data-data statistik di atas, tetapi terutama
karena utang swasta luar negeri yang telah mencapai jumlah yang besar. Yang jebol
bukanlah sektor rupiah dalam negeri, melainkan sektor luar negeri, khususnya nilai
tukar dollar AS yang mengalami overshooting yang sangat jauh dari nilai nyatanya

Krisis yang berkepanjangan


Ini adalah krisis merosotnya nilai tukar rupiah yang sangat tajam, akibat dari
serbuan yang mendadak dan secara bertubi-tubi terhadap dollar AS (spekulasi) dan
jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar. Seandainya tidak ada
serbuan terhadap dollar AS ini, meskipun terdapat banyak distorsi pada tingkat
ekonomi mikro, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami krisis. Dengan lain
perkataan, walaupun distorsi pada tingkat ekonomi mikro ini diperbaiki, tetapi bila
tetap ada gempuran terhadap mata uang rupiah, maka krisis akan terjadi juga,
karena cadangan devisa yang ada tidak cukup kuat untuk menahan gempuran ini.
Krisis ini diperparah lagi dengan akumulasi dari berbagai faktor penyebab lainnya
yang datangnya saling bersusulan. Analisis dari faktor-faktor penyebab ini penting,
karena penyembuhannya tentunya tergantung dari ketepatan diagnosa.

Kesimpulan

Oleh karena itu, setiap penduduk di belahan dunia yang mendiami suatu
negara harus menjaga perdamaian negara dengan negara yang lain sehingga
tercipta suatu perdamaian dunia yang dapat mencegah terjadinya perang atau
persoalan antar negara. Salah satunya dengan di bentuknya Organisasi seperti PBB
dan ASEAN yang bertujuan untuk menjaga perdamaian yang abadi dan hubungan
kerja sama antar negara.