Anda di halaman 1dari 7

KapasitasKapasitas ProduksiProduksi

Kapasitas produksi pengolahan batubara harus mampu mencapai atau memenuhi target produksi optimum yang direncanakan PT. Indocoal Pratama Jaya, yaitu 2.000.000 ton per tahun dengan kapasitas stockpile sebesar 200.000 ton/2 bulan. Berdasarkan target tahunan tersebut dapat dihitung kapasitas unit pengolahan yang beroperasi 2 shift/hari (8 jam/shift), 28 hari/bulan dan efisiensi kerja 80% sebagai berikut:

T = 0,80 x 16 jam/hari x 28 hari/bulan x 12 bulan/tahun = 4300 jam/tahun

Peremukan Batu

Proses peremukan awal bertujuan untukmereduksi ukuran fraksi batubara -300 mm menjadi ukuran rata-rata 150 mm. Dengan demikian nisbah reduksi (reduction ratio) pada tahap primer ini adalah 2. Alat yang digunakan adalah roll crusher yang berkapasitas 500 ton/jam. Untuk menaksir power atau energi (hp) crusher digunakan rumus Bond Crusher Work Index Equation seperti terlihat berikut ini.

hp/ton

=

Wi x C x ( F - P ) F - P
Wi x C x (
F -
P )
F -
P

Total hp = Kapasitas crusher x hp/ton x faktor

di mana:

Wi

=

Indeks kerja (work index) yang diperoleh dari hasil uji kemampugerusan (grindability) di lab, untuk batubara sekitar 11,37

C

=

konstanta dari pabrik pembuat unit crusher, biasanya di atas 10 tergantung jenis bahan metal pembentuk crusher tersebut. Untuk batubara diambil 10

F

=

diameter umpan yang 80% lolos (hasil uji analisis ayak di lab), µ

P

=

diameter produkta yang 80% lolos (hasil uji analisis ayak di lab), µ

ContohContoh PerhitunganPerhitungan

HasilHasil perhitunganperhitungan untukuntuk menaksirmenaksir kebutuhankebutuhan energienergi crushercrusher primerprimer didi PTPT IndocoalIndocoal PratamaPratama JayaJaya dengandengan menggunakanmenggunakan ppeersamaanrsamaan (1)(1) dandan (2)(2) hasilnyahasilnya sebagaisebagai berberiikutkut::

FF == dijamindijamin konsistenkonsisten berukurberukuraann --300300 mmmm (300.000(300.000 µµ)) sebsebaanynyaakk

80%80%

PP == dijamindijamin konsistenkonsisten berukurberukuraann --150150 mmmm (150.000(150.000 µµ)) sebsebaanynyaakk

80%80%

faktorfaktor == 0,750,75 (crusher(crusher primer)primer)

11,37 x 10 x ( 300.000 x 150.000 ) hp/ton = = 0,086 300.000 x
11,37 x 10 x (
300.000 x
150.000 )
hp/ton =
= 0,086
300.000 x
150.000
ton
hp
total hp
=
500
x 0,086
x 0,75
=
32,25 hp/jam
jam
ton

Toleransi 10% = 32,25 + 3 = 35,25 hp/jam

28 kWh

PengayakanPengayakan

TerdapatTerdapat beberapabeberapa metodametoda untukuntuk menentukanmenentukan dimensidimensi screenscreen dandan caracara yangyang dipakaidipakai dalamdalam rancanganrancangan unitunit screenscreen dalamdalam ststududii ininii adalahadalah caracara grafisgrafis dengandengan beberapabeberapa rangkumanrangkuman konstantakonstanta ((faktorfaktor)) yangyang diperlukandiperlukan sepsepeertirti terlihatterlihat padapada TabelTabel 2.2. KonstantaKonstanta tersebuttersebut merupakanmerupakan faktorfaktor yangyang telahtelah disesuaikandisesuaikan dengandengan kondisikondisi didi lapanganlapangan yangyang umumnyaumumnya digunakandigunakan untukuntuk pengayakanpengayakan batubarabatubara GambarGambar 2.a2.a adalahadalah kurvakurva untukuntuk menghitungmenghitung produktaprodukta hasilhasil pengayakanpengayakan (ton/jam/ft(ton/jam/ft²²)) dandan GambarGambar 2.b2.b hubunganhubungan antaraantara lebarlebar ayakanayakan dengandengan lajulaju produktaprodukta perper inincici bedbed depthdepth ((ketebalanketebalan lapisanlapisan aggregateaggregate batubarbatubaraa didi atasatas ayakanayakan)) dengandengan kecepatankecepatan 11 ft/secft/sec KapasitasKapasitas screenscreen dirumuskandirumuskan sebagaisebagai berikutberikut::

K = P x E x D x F x W x T x B

di mana:

K

= kapasitas, ton/jam/sqft

P

= produksi, ton/jam/sqft

FaktorFaktor dandan konstantakonstanta pengukuranpengukuran luasluas screenscreen

FAKTOR

KONDISI

KONSTANTA

KETERANGAN

Efisiensi (E)

90%

1,23

 

Posisi deck (D

Atas

1,00

 

Kehalusan (F)

60%

1,40

 

Pengayakan basah (W)

--

--

Tidak dipakai

 

Square

1,00

 

Bentuk bukaan (T) Densitas aggregat (B)

Kering

60 lb/cuft

 

GRAFIKGRAFIK SCREENSCREEN

180 140 160 140 120 100 100 80 80 60 50 40 30 20 0
180
140
160
140
120
100
100
80
80
60
50
40
30
20
0
lbs/cuft
tons/jam/inci bed depth
@ 1 ft/sec
10 1 0,1 0,01 0,1 1 10 batubara Kapasitas, ton/jam
10
1
0,1
0,01
0,1
1
10
batubara
Kapasitas, ton/jam

Ukuran butir, inci

123456789

10

Lebar ayakan, feet

ROM

(Raw coal)

Stockpile

500 Feed = 625 tph tph Recirculating load-1 125 tph Hammer GRIZZLY Opening : 300
500
Feed =
625 tph
tph
Recirculating load-1
125 tph
Hammer
GRIZZLY
Opening : 300 mm
Grizzly
Oversize
+300 mm
breaking
Undersize -300mm = 500 tph
Feed =
625 tph
1
Primary
Peremukan tahap-1
Reduction ratio = 2
crushing
Recirculating load-2
125 tph
Oversize +150 mm
Vibrating
Pengayakan tahap-1
Opening : 150 mm
screen-1
Undersize -150mm = 500 tph
Feed =
625 tph
2
Secondary
Recirculating load-2 125 tph
Peremukan tahap-2
Reduction ratio = 3
crushing
Vibrating
Pengayakan tahap-2
Opening : 50 mm
Oversize
screen-2
+50 mm
Undersize -50mm = 500 tph

Finish

product