Anda di halaman 1dari 6

Ethiopia

Republik Demokratik Federal Ethiopia adalah sebuah negara yang terletak di Afrika.

Ethiopia mempunyai salah satu sejarah terlengkap sebagai negara merdeka di benua
tersebut. Merupakan negara tertua di dunia, kawasan Etiopia juga merupakan salah satu
tempat peradaban yang terawal di dunia. Pemerintahan Etiopia pertama dibentuk sekitar
tahun 980 SM dan menerima agama Kristen pada abad ke-4 M. Negara ini cukup unik
jika dibandingkan dengan negara-negara Afrika lainnya karena tidak pernah dijajah
selama masa Perebutan Afrika, dan terus merdeka hingga tahun 1936, saat pasukan Italia
menguasai negara tersebut. Pasukan-pasukan Britania Raya dan Ethiopia mengalahkan
tentara Italia pada 1941, dan Ethiopia memperoleh kembali kedaulatannya setelah
menanda tangani Perjanjian Britania-Ethiopia pada Desember 1944. Ethiopia dulu pernah
bernama Abisinia.

Kini, Etiopia merupakan negara berbentuk republik dan mengambil bagian secara aktif
dalam aktivitas-aktivitas kerjasama internasional. Ibukotanya, Addis Ababa merupakan
pusat administrasi Kesatuan Afrika (AU).

Ethiopia masih memakai kalendar Julian sehingga negara ini akan membuka serangkaian
perayaan dalam menyambut milenium ketiga berdasarkan penanggalan kalendar tersebut.
Negara di Tanduk Afrika ini menggunakan kalender Julian yang ketinggalan sekitar 7
tahun dibandingkan dengan kalender Gregorian yang lebih umum digunakan di seluruh
dunia

Dalam krisis ekonomi global saat ini, Ethiopia masih mencatat peningkatan nilai
ekspor serta investasi asing. Fasilitas khusus yang dimiliki Ethiopia bagi akses
pasar ke Eropa dan Amerika, membuat para investor asing tertarik menanamkan
modal di negara ini.
Ketika mendengar nama Ethiopia, yang terlintas di benak kita adalah sebuah
negara miskin yang padat penduduknya, sering tertimpa bencana kekeringan,
kelaparan dan penyakit menular. Namun citra yang melekat padanya itu tidak
menghalangi negeri berpenduduk terbanyak kedua di benua Afrika ini memacu
pertumbuhan ekonominya.

Ekonomi Ethiopia
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Ethiopia mencapai
angka yang cukup tinggi yaitu 11% pertahun. Disamping itu, arus investasi asing
juga semakin deras dengan peningkatan sebesar 35% setiap tahun. Ada sebuah
data yang lebih mencengangkan yaitu laporan Bank Dunia mengenai Doing
Business Index 2009 yang menyatakan bahwa Ethiopia menduduki peringkat ke-
116 sebagai negara dengan iklim ternyaman untuk berbisnis. Angka itu mungkin
terlihat besar dan peringkatnya jauh dibawah. Tapi lihatlah negara besar yang
mungkin citranya lebih bersih seperti Brazil, Rusia dan India, mereka berada
diperingkat jauh dibawah Ethiopia!
Apa yang menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan fulusnya di
negeri yang gersang ini? Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi serta berbagai
kebijakan pemerintah yang makin memperkuat iklim kondusif bagi dunia usaha
telah meningkatkan citra Ethiopia sebagai negara berpotensi ekonomi besar. Mitra
dagang tradisional Ethiopia seperti negara-negara Eropa dan Amerika makin
memperlebar jaring usahanya di negara itu. Perdagangan Ethiopia dengan negara-
negara mitra non tradisional seperti negara-negara Timur Tengah, RRC, Turki dan
India juga mengalami kemajuan besar. Perkembangan sektor swasta yang pesat
merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi negara Afrika itu.
Selain itu, ada faktor lain yang menarik para pengusaha asing untuk berinvestasi
di negara ini. Ethiopia memiliki akses khusus ke pasar ke Eropa dan Amerika,
seperti bebas tariff, bebas kuota, perlakuan istimewa, dan insentif lainnya untuk
produk Ethiopia. Amerika Serikat memberikan fasilitas AGOA (African Growth and
Opportunity Act) dan Uni Eropa juga memberikan fasilitas yang sama melalui
program EBA (Everything But Arms). Hal ini merupakan pertimbangan penting
bagi para investor asing. Apalagi upah buruh di Ethiopia terhitung murah. Dengan
stempel Made in Ethiopia maka produk milik investor asing itu akan menikmati
fasilitas khusus di pasar Eropa dan Amerika.
Ethiopia juga dapat menjadi gerbang menuju pasar Afrika lainnya. Dengan
keanggotaannya pada COMESA (Common Market for Eastern and Southern Africa)
Ethiopia juga mempunyai akses untuk mendapatkan peluang pasar di negara-
negara Afrika barat dan selatan.

Direktur Asia, Australia dan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Ethiopia, Taye
Tesfaye, sebelumnya mengatakan MOU itu punya arti penting untuk meningkatkan
saling pengertian di antara kedua bangsa dan negara.

MOU pertukaran berita antara Kantor Berita Nasional Indonesia ANTARA dan Kantor
Berita Nasional Ethiopia ENA tersebut akan ditandatangani pemimpin kedua kantor
berita itu, Mohamad Sobary dan Haddish Kassu, di ibukota Ethiopia, Addis Ababa,
Rabu pekan depan setelah tertunda beberapa hari dari jadwal semula.

Ethiopia yang terletak di tanduk Afrika dan kini berpenduduk sekitar 70juta jiwa
(terbesar ketiga di Afrika setelah Nigeria dan Mesir), merupakan negara merdeka
tertua di benua tersebut dan pendiri Organisasi Persatuan Afrika (OAU). Hingga kini,
Ethiopia masih tercatat sebagai salah satu negara miskin yang sering dilanda
bencana kekeringan dan kelaparan.

Hubungan diplomatik Indonesia-Ethiopia bermula tahun 1964, saat masing-masing


negara dipimpin oleh Presiden Soekarno dan Kaisar Haille Selassie.

Menurut Kepala Sub Bidang Penerangan dan Ekonomi KBRI Addis Ababa, Endy Gafur
Fadyl, meskipun sekarang Ethiopia masih tergolong miskin, negara itu punya
prospek cerah sebagai pasar potensial alternatif bagi pemasaran produk Indonesia
pada masa datang.

Menyusul MOU LKBN ANTARA dengan ENA, KBRI Addis Ababa juga sedang
menyiapkan tiga perjanjian kerjasama lainnya dengan Ethiopia untuk mengisi
hubungan bilateral kedua negara yang selama ini "vakum", yaitu perjanjian
kerjasama ekonomi dan teknik, pelayanan udara, dan perjanjian perdagangan.
ethiophia, walaupun mereka dulu adalah penghasil minyak bumi terbesar di dunia
dan mereka sangat kaya. tapi karena masyarakat2nya kurang perencanaan dan
'maruk' makan ethiophia mengalami kekeringan dan jatuh miskin, dsb semacam itu.
Sayang sekali ya? Jangan sampai Indonesia menyusul...
Myanmar
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Persatuan Myanmar (juga dikenal sebagai Burma) adalah sebuah negara di Asia
Tenggara. Negara seluas 680 ribu km ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak
kudeta tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi lebih
dari 50 juta jiwa. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan
oleh pemerintahan junta militer ke Naypyidaw pada tanggal 7 November 2005.

Pada 1988, terjadi gelombang demonstrasi besar menentang pemerintahan junta militer.
Gelombang demonstrasi ini berakhir dengan tindak kekerasan yang dilakukan tentara
terhadap para demonstran. Lebih dari 3000 orang terbunuh.

Pada pemilu 1990 partai pro-demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi 82
persen suara namun hasil pemilu ini tidak diakui rezim militer yang berkuasa.
Kelompok 6
Kelas IX-i

Materi : Negara miskin

Anggota :

1.Muhammad Alviansyah
2.M. Kamil Yunus

3.Husna Hidayati

4.Miranti Laras Ayu

5.Naufal Dzaky

6.Nadia Dyah

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional

Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kota


Bogor
Jalan Kartini No.16