Anda di halaman 1dari 4

Paduan OAT yang digunakan di Indonesia

Paduan OAT yang digunakan oleh Program Nasional Pengendalian Tuberkulosis di Indonesia adalah :

Kategori 1 : 2(HRZE)/4(HR)3,

Kateogori 2 : 2(HRZE)S/(HRZE)/5(HR)3E3

Kategori Anak : 2(HRZ)/4(HR) atau 2HRZA(S)/4-10HR

Paduan OAT kategori 1 dan kategori 2 disediakan dalam bentuk paket obat kombinasi dosis tetap
(OAT-KDT). Tablet OAT KDT ini terdiri dari kombinasi 2 atau 4 jenis obat dalam satu tablet.
Dosisnya disesuaikan dengan berat badan pasien. Paduan ini dikemas dalam satu paket untuk satu
pasien.

Paket Kombipak

Adalah paket obat lepas yang terdiri dari isoniasid, rimfampisin, pirazinamid dan etambutol yang
dikemas dalam bentuk blister. Paduan OAT ini disediakan program untuk digunakan dalam
pengobatan pasien yang terbukti mengalami efek samping pada pengobatan dengan OAT KDT
sebelumnya

Panduan OAT disediakan dalam bentuk paket dengan tujuan untuk memudahkan pemberian obat dan
menjamin kelangsungan pengobatan sampai selesai. Satu (1) paket untuk satu (1) pasien dalam satu
(1) masa pengobatan.

Keuntungan kombinasi tetap yaitu :

1. Penatalaksanaan sederhana dengan kesalahan pembuatan resep minimal.


2. Peningkatan kepatuhan dan penerimaan pasien dengan penurunan kesalahan
pengobatan yang tidak disengaja.
3. Peningkatan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap penatalaksanaan yang benar
dan standar.
4. Perbaikan manajemen obat karena jenis obat lebih sedikit.
5. Menurunkan risiko penyalahgunaan obat tunggal dan MDR akibat penurunan
penggunaan monoterapi.15

Paduan OAT KDT Lini Pertama


a. Kategori-1 : 2(HRZE) / 4(HR)3
Paduan OAT ini diberikan untuk pasien baru:
- Pasien TB paru terkonfirmasi bakteriologis.
- Pasien TB paru terdiagnosis klinis
- Pasien TB ekstra paru
Tabel 2.3 Dosis Paduan OAT KDT Kategori 1: 2(HRZE)/4(HR)3

Berat Badan Tahap Intensif Tahap Lanjutan

tiap hari selama 56 hari 3 kali seminggu selama 16


minggu
RHZE (150/75/400/275)
RH (150/150)

30-37 kg 2 tablet 4KDT 2 tablet 2KDT

38-54 kg 3 tablet 4KDT 3 tablet 2KDT

55-70 kg 4 tablet 4KDT 4 tablet 2KDT

71 kg 5 tablet 4KDT 5 tablet 2KDT

Tabel Dosis Panduan OAT Kombipak Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3

Tahap Lama Dosisi Perhari/ kali Jumlah


Pengobatan Pengobatan Tablet Kaplet Tablet Tablet hari/kali
Isoniasid Rimfampisin Pirazinamid Etambutol menelan
@ 300 @ 450 mgr @ 500 mgr @ 250 obat
mgr mgr
Intensif 2 bulan 1 1 3 3 56
Lanjutan 4 bulan 2 1 - - 48

b. Kategori 2 : 2(HRZE)S/5(HR)3E3)
Paduan OAT ini diberikan untuk pasien BTA positif yang pernah diobati
sebelumnya (pengobatan ulang):
Pasien kambuh.
Pasien gagal pada pengobatan dengan paduan OAT kategori 1
sebelumnya.
Pasien yang diobati kembali setelah putus berobat (lost to follow-
up).14
Tabel 2.4 Dosis Paduan OAT KDT Kategori 2: 2(HRZE)S/(HRZE)/5(HR)3E3

Tahap Lanjutan
Tahap Intensif
3 kali seminggu
tiap hari
RH (150/150) +
RHZE (150/75/400/275) + S
E(400)
Berat Badan
selama 20
Selama 56 hari Selama 28 hari
minggu

30-37 kg 2 tab 4KDT 2 tab 4KDT 2 tab 2KDT

+ 500 mg + 2 tab
Streptomisin inj. Etambutol

38-54 kg tab 4KDT 3 tab 4KDT 3 tab 2KDT

+ 750 mg + 3 tab
Streptomisin inj. Etambutol

55-70 kg 4 tab 4KDT 4 tab 4KDT 4 tab 2KDT

+ 1000 mg + 4 tab
Streptomisin inj. Etambutol

71 kg 5 tab 4KDT 5 tab 4KDT 5 tab 2KDT

+ 1000mg ( > do maks ) + 5 tab


Streptomisin inj. Etambutol

14
Dosis Panduan OAT Kombipak Kategori 2 : 2HRZES/HRZE/5H3R3E3

Tahap Lama Tablet Kaplet Tablet Etambutol Strepto Jumlah


Pengobatan pengobatan Isoniasid Rimfampisin Pirazina Tablet Tablet misin hari/kali
@ 300 @ 500 mgr mid @ @ 250 @ 400 injeksi menelan
mgr 500 mgr mgr mgr obat
Tahap awal 2 bulan 1 1 3 3 - 0,75 gr 56
(dosis 1 bulan 1 1 3 3 - - 28
harian)
Tahap 5 bulan 2 1 - 1 2 - 60
Lanjutan
(dosis 3x
seminggu)