Anda di halaman 1dari 44

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.

1. Desa
Desa menurut UU NO.5 Tahun 1979 adalah suatu wilayah yang
ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di
dalamnya kesatuan masyarakat dan hukum yang mempunyai organisasi
pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan
rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.1
Desa adalah bentuk pemerintahan terkecil yang ada di negeri ini.Luas
wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah
keluarga.Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat
pendidikannya cenderung rendah.Karena jumlah penduduknya tidak begitu
banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antar masyarakatnya terjalin
kuat.Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan
tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.
Masyarakat desa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut; system kehidupan
umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekeluargaan
(peguyuban).Masyarakat bersifat homogeni seperti dalam hal mata pencaharian,
agama dan adat istiadat.Diantara warga desa mempunyai hubungan yang lebih
mendalam dan erat bila dibandingkan dengan nasyarakat lain diluar batas
wilayahnya. Mata pencaharian utama para penduduk biasanya bertani.Faktor
geografis sangat berpengaruh terhadap corak kehidupan masyarakat.Dan jarak
antara tempat bekerja tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.

2. Lokasi Sesuai Dengan Kompas


a. Madura
Dalam pembahasan ini berkenaan dengan lokasi, yang pertama adalah
madura.Madura adalah Nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa
Timur.Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.250 km (lebih kecil dari pada
pulau Bali), dengan penduduk berkisaran kurang lebih 4 juta jiwa. Pulau
Madura yang secara jelas hanya memiliki empat kabupaten antara lain:
kabupaten Sumenep, kabupaten Pamekasan, kabupaten Sampang dan kabupaten
Bangkalan.
Pulau Madura dikelilingi oleh lautan sehingga Madura dikenal banyak
menyimpan kekayaan alam yang bisa digali kapanpun potensinya, memang
diakui atau tidak Sumber Daya Manusia (SDM) masih lemah dari

1
http://definisidesa.com//html. Senin, 02 september 2013, jam 15:00 WIB
2

masyarakatnya sehingga hal itu dapat dimanfaatkan oleh investor luar Madura
dan orang orang yang di rasa mampu dalam kemampuan dirinya yaitu SDM
nya malah kebanyakan berada di luar madura itu sendiri sehingga di lokalnya
malah terkesan rendah. tapi walau bagaimanapun masyarakat Madura tidak
pernah mengurangi rasa kegotong royongan karena itu merupakan identitas
sejatinya orang Madura dan itu tidak bisa dihapus meskipun zaman sudah
semakin berkembang dan maju, identitas itu tetap melekat sampai kapanpun di
hati masyarakat Madura dan itu juga merupakan bukti besar yang terjadi
dikehidupan masyarakat Madura.
Orang Madura yang apa adanya terkenal dengan gaya bicaranya yang
blak-blakan serta sifatnya yang temperamental dan mudah tersinggung, dan
mengagungkan etika dan moral dalam bertingkah pada sesama, meraka juga
dikenal hemat, disiplin, dan rajin bekerja. Kalau punya keinginan dan tekat
seperti mau naik haji misalkan orang Madura sekalipun miskin pasti rela
menyisihkan sedikit penghasilannya untuk simpanan naik haji. Selain itu orang
Madura dikenal mempunyai tradisi islam yang kuat, pondok pesantren yang
mewarnai serta keagamaan yang kental dalam diri orang madura menjadi suatu
yang istimewa untuk di jadikan tolak ukur dalm keagamaan yang di yakininya,
yaitu islam. Karena memang mayoritas adalah muslim.
Harga diri juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka
memiliki sebuah peribahasa angok pote tolang, etembang pote mata.Artinya,
lebih baik mati (putih tulang) dari pada malu (putih mata).Sifat yang seperti ini
melahirkan tradisi carok pada masyarakat Madura.
Secara keseluruhan, Madura termasuk salah satu daerah miskin di
provinsi Jawa Timur tidak seperti pulau Jawa, tanah di Madura kurang cukup
subur untuk dijadikan tempat pertanian. Kesempatan ekonomi lain yang
terbatas telah mengakibatkan Imigrasi jangka panjang dari Madura sehingga
saat ini banyak masyarakat suku Madura tidak tinggal di Madura. Penduduk
Madura termasuk peserta program transmigrasi terbanyak.
Pertanian subsistem (skala kecil untuk bertahan hidup) merupakan
kegiatan ekonomi utama.Jagung dan padi juga singkong merupakan tanaman
budi daya utama dalam pertanian subsistem di Madura, walau juga banyak hal
yang bisa di tanam di pulau madura.Ternak sapi juga merupakan bagian penting
ekonomi pertanian di pulau ini dan memberikan pemasukan tambahan bagi
keluarga petani, selain penting untuk kegiatan karapan sapi, perikanan skala
kecil juga penting dalam ekonomi subsistem disana.
Tanaman budi daya yang paling komersial di Madura ialah
tembakau.Sehingga tak salah ketika pertanian tembakau adalah harapan yang
beasar dan di katakan dengan daun emas.Tanah di pulau ini membantu
menjadikan Madura sebagai produsen penting tembakau dan cengkeh bagi
3

industri kretek domestic.Sejak zaman kolonial Belanda, Madura juga telah


menjadi penghasil dan pengekspor utama garam.

b. Kota Pamekasan
Secara geografis kabupaten Pamekasan yang merupakan bagian dari
wilayah propinsi Jawa Timur terletak di sebelah timur pulau Jawa. Pada salah
satu Kabupaten kawasan Pulau Madura nomer dua dari timur di pulau madura
setelah sumenep, hal ini pulau madura memiliki luas 792,30 Km2, tepatnya
pada kordinat 6051'-7031' LS (Lintang Selatan) dan 113019'-113058 BT (Bujur
Timur), Kabupaten Pamekasan terletak disebelah agak selatan berbatasan
dengan selat Madura, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sumenep,
sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa dan sebelah barat berabatasan
dengan Kabupaten Sampang. Dan Kabupaten Pamekasan berada pada
ketinggian antara 0 sampai dengan 340 meter dari permukaan laut dengan
kemiringan rata-rata 0% sampai dengan 8% pada daerah-daerah bagian selatan
dan bagian utara merupakan daerah yang relatif datar 37,74% dan berbukit
22.23% dengan ketinggian antara 50 sampai dengan 340 M dan kemiringan
rata-rata 30% sampai dengan 50%.
Pamekasan memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau
yang mana dari salah satu musim itu selalu berganti sesuai dengan hukum
alam.Pamekasan beberapa mencuat kepermukaan, walau kadang juga musim
pancaroba sering kali menghujam pulau pamekasan ini.fakta lain berbicara,
upaya untuk menjadikan Pamekasan sebagai Kabupaen Pendidikan, semangat
untuk menjadikan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan nampaknya tetap
semakin tumbuh subur dari benak masyarakat Pamekasan (baik yang ada di
daerah maupun yang ada di rantau), sehingga mimpi itu pun kembali disulam
tepatnya terjadi pada akhir tahun 2010 kemarin. Bak gayung bersambut
Pamekasan pun akhirnya resmi (kembali) menjadi Kabupaten Pendidikan
setelah dideklarasikan oleh Menteri Pendidikana Nasional (Mendiknas)
Moh.Nuh sebagai kabupaten pendidikan pada tanggal 24 November 2011
kemarin pada tahun ini 2013 tinggal menikmati dari hasil dan melanjutkan serta
melestarikan dengan baik hal itu..
Masyarakat Pamekasan sangat kuat dalam mempertahankan kebiasaan
yang sangat membawa kemaslahatan menjadi masyarakat yang menjunjung
tinggi nilai-nilai agama, nilai-nilai kebersamaan, dan nilai-nilai kegotong
royongan meskipun perjalanan kehidupan sering disandungkan dengan
peradaban dan tatanan kehidupan yang modern, juga faktor ekonomi yang
rentan terjadi di masyarakat sehingga bisa dimungkinkan akan menjadi
permasalahan serius untuk mengembangkan dunia yang lebih baik.
4

Alhamdulillah mulai kemarin kemarinnya Pamekasan telah menjadikan


satu hal yang dirasa memberi nuansa baik dalam tatanan masyarakatnya dengan
memberikan contoh yang baik pula, yang secara hakikatnya sekarang sudah
sedikit terasa bahwa ada perubahan dari segi pergaulan karena Pamekasan
sekarang memiliki slogan atau sebutan sebagi kota gerbang salam. Pamekasan
sudah dinaungi oleh berbagai nilai-nilai keislaman yang mana hal itu menuntut
masyarakatnya lebih kental dengan aturan yang berlaku dan lebih
memprioritaskan kehidupan agamis. Itulah sedikit potret kondisi masyarakat
Pamekasan dan letak geografisnya.

c. Desa Murtajih
Sekarang terfokuslah pada desa murtajih yang letaknya tidak begitu jauh
dari kota. Secara geografis, kondisi Desa Murtajih terletak di Kecamatan
Pademawu dan berada di Kabupaten Pamekasan.Desa Murtajih yang memiliki
sumber daya manusia yang lumayan.Dan cukup Produktif dalam
mengembangan potensi sumber daya alam yang belum banyak tergali terutama
pertanian. Secara administratif Desa Murtajih dibagi menjadi 8 Dusun
(Murtajih, Soloh Dajah, Soloh Laok, Soloh Timur, Nanggirik, Oberran, Telaga
Sari, dan Pao Gading), 8 RW, dan 17 RT. Adapaun batas-batas administratif
Desa Murtajih sebagai berikut:
Sebelah utara : Desa Dasok dan Buddagan
Sebelah Timur : Desa Dasok dan Bunder
Sebelah Selatan : Desa Sumedangan dan Pademawu Barat
Sebelah Barat : Desa Buddagan dan Lemper

B. Tujuan KPM Partisipatif


Dari beberapa hal yang akan menjadi suatu kewajiban bagi mahasiswa
salah satunya adalah KPM-PAR seperti saat ini yang di bebankan sebagai
tanggungan wajib yang harus di penuhi sebagai langkah dan media awal untuk
menunaikan ketiga rukun Tri Dharma perguruan tinggi yaitu (Pendidikan,
pengajaran, dan Penelitian), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)
Pamekasan mengadakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) sebagai bentuk
perwujudan ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut. Dalam KPM
mahasiswa tidak hanya mengabdi kepada masyarakat, tapi sekaligus mereka
belajar dari masyarakat, bersama dan untuk masyarakat serta melakukan
penelitian terhadap kondisi sosial kemasyarakatannya, yang kemudian
dirumuskan dalam suatu bentuk teori baru sehingga menemukan suatu
permasalahan yang sangat urgen dan mendasar dalam kehidupan masyarakat
yang tersebut dan setelahnya melakukan perubahan kepada masyarakat menuju
kehidupan yang lebih sejahtera, aman, dan kondusif.
5

Adapun tujuan dari KPM-PAR ini terdiri dari dua bagian yang meliputi
tujuan umum dan tujuan khusus.
1. Tujuan Umum: Tujuan umum dari KPM-PAR ini adalah untuk
meningkatkan kualitas peran mahasiswa STAIN Pamekasan dalam
memberdayakan dan mengembangkan masyarakat melalui
pendampingan yang terfokus pada aspek kemasyarakatan
sepenuhnya dalam rangka mewujudkan masyarakat transformatif
menuju kehidupan masyarakat kritis yang agamis, berkeadilan,
mandiri dan demokratis.
2. Tujuan Khusus: Sedangkan tujuan Khusus dari adanya KPM-PAR
ini meliputi peningkatan kesadaran akan tanggung jawab sosial
mahasiswa dan civitas akademika terhadap kehidupan masyarakat
seutuhnya.
Secara spesifik dapat kita bagikan sebagai berikut:
1. Mampu menjadikan mahasiswa belajar bersama masyarakat
seutuhnya untuk memahami dan mengerti serta bisa memecahkan
masalah sehinga memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang
ideal dari kehidupan nyata di masyarakat.
2. Mampu mempertajam kepekaan, rasa simpati dan kepedulian sosial
mahasiswa terhadap berbagai masalah sosial yang terjadi di
masyarakat, baik dari segi keagamaan, sosial budaya, ekonomo,
pendidikan ataupun kesehatan.
3. Mampu menjadikan mahasiswa memiliki sikap tegas dan berjiwa
selalu siap aksi dalam menangani berbagai masalah sosial yang
terjadi di masayarakat.
4. Mampu membentuk mahasiswa yang dinamis, konstruktif dan
reformis secara profesionalsehingga akan tercipta suatu perubahan
sosial yang memang di butuhkan oleh ,asyarakat melalui beragam
improvisasi dan inovasi terhadap pola-pola pemecahan problem
sosial tersebut.
5. Mampu mensinergiskan dan faham betul atas potensi keilmuan
yang diperoleh mahasiswa selama di kampus dengan pengetahuan
yang dimiliki masyarakat dalam rangka pemecahan problem sosial.

C. Metodologi PAR dan Teknik PRA yang dipergunakan


Pelaksanaan KPM Partisipatory Action Research (PAR) yang
dilaksanakan oleh STAIN Pamekasan dalam dekade dua tahunan ini adalah
proses pemahaman situasi dan kondisi secara kritis. Hal ini tentu saja
melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kehidupan
sosial masyarakat dalam melakukan perubahan yang melibatkan sebanyak
6

mungkin orang dalam teoritisi kehidupan sosial mereka untuk lebih baik.Dalam
artian disini bahwa bagaimana komunitas masyarakat secara umum dapat
terbangun secara kritis.
Partisipatory Action Research itu sendiri adalah penelitian yang
melibatkan secara aktif semua pihak yang relevan pengetahuan masyarakat
tentang masalah Desa yang ditempati untuk sama-sama melakukan dalam
mengkaji tindakan yang sedang berlangsung dalam kerangka melakukan
perubahan yang lebih tepat dan baik. Baik dari peserta KPM, warga, perangkat
desa atau bahkan siapapun yang berkesinambungan dengan apa yang di
butuhkan dan sasuai dengan keadaan di desa yang di maksud. Yang hal ini agar
mampu menjadikan peserta dan masyarakat siap dengan tantangan zaman yang
terus berlalu. Maka dari itu, kami berusaha menempatkan gagasan, pandangan
dan asumsi sosial individu atau pun kelompok untuk dikaji dengan melibatkan
orang sebanyak mungkin untuk di jadikan informan.
Ini mensyaratkan kepada kami untuk melakukan analisa sosial kaitannya
dengan kehidupan dengan masyarakat, melalui informasi dan data yang kita
gali dan di temukan dengan baik dan sebenar benarnya dari yang paling kecil
sekalipun yang kemudian dikaitkan dengan relasi-relasi yang lebih besar.
Partisipatory Rural Apprasisal (PAR) ini adalah salah satu pendekatan
yang di pakai untuk membangkitkan partisipasi masyarakat dalam berbagai
kegiatan program mulai dari tahap analisis sosial, perencanaan dan sebagainya
hingga kemudian dapat melakukan perluasan program sehingga terbentuklah
kinerja kinerja yang sesuai dengan apa yang di butuhkan oleh masyarakat.
Lebih spesifiknya dari Rural Apprasisal ini, terwujudnya perubahan
sosial masyarakat sehingga tidak ada ketimpangan dalam sebuah kebijakan
yang lebih mementingkan secara bersama-sama bahwa kesejahteraan dapat
dinikmati secara adil dan merata yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara
umum. Dan ini memungkinkan kepada kami untuk pemberdayaan kepada
masyarakat agar terjadi perubahan perilaku dan sosial yang di inginkan secara
bersama-sama. Hal ini pendidikan masyarakat harus ditingkatkan sebagai
bentuk proses pemberdayaan tersebut.
Adapun yang dimaksud pemberdayaan masyarakat disini, adalah
memberikan dorongon, motivasi yang terkait dengan problematika yang sedang
terjadi untuk dapat bangkitkan semangat masyarakat agar menggali potensi
yang di miliki dan berani dalam melakukan perbaikan kehidupannya di masa
yang akan datang. Sedangkan dari kami melakukan penelitian adalah sebatas
fasilitator, katalisator, inisiator dan dinamisator dalam pemberdayaan
masyarakat. Adapun teknik kegiatan KPM PAR 2013 yang berbasis Posdaya
Masjid di Desa Murtajih adalah sebagai berikut:
7

1) Mapping (Pemetaan)
Mapping merupakan penggambaran kondisi wilayah (Desa, Dusun, atau
wilayah yang lebih luas) bersama masyarakat, dengan mengikut sertakan data-
data penting yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Dengan mapping ini mahasiswa secara tidak langsung berperan sebagai
interviewer yang mencari informasi tentang keadaan Desa Murtajih, Kecamatan
Pademawu dengan beberapa informasi yang dianggap sudah memahami kondisi
wilayah Desa Murtajih.
2) Time Line (Alur Sejarah)
Adapun teknik yang dilakukan setelah Mapping adalah Time Line. Time
Line merupakan penelusuran alur sejarah masyarakat Desa Murtajih, dengan
menggali kejadian maupun peristiwa penting yang pernah terjadi beserta
dampak dari peristiwa tersebut pada alur atau waktu tertentu.
Time Line atau Alur sejarah ini dilaksanakan dengan bersamaan pada
waktu pemetaan dan dengan mencari informasi yang mengetahui alur sejarah
dan peristiwa yang pernah terjadi dalam masyarakat khususnya Desa Murtajih.
3) Transektor (Penelusuran Desa)
Setelah mendapatkan gambaran kondisi Wilayah Murtajih, maka dengan
kegiatan transektor ini, maka kami mencoba melakukan penelusuran desa untuk
mengamati secara langsung keadaan desa/wilayah, sepertikeadaan lahan, jenis
tanaman, pemukiman, sumber mata pencaharian, sumber air, dan peran serta
masyarakat di desa ini.
4) Kalender musim
Didalam melakukan transektor desa kami para peserta KPM di desa
Murtajih juga melakukan penelusuran tentang adanya musim musim apa saja
yang ada di desa ini. Penelusuran kegiatan musiman ini bertujuan untuk
mengetahui keadaan dan permasalahan yang seringkali terjadi dalam kurun
waktu tertentu (musiman) di desa Murtajih ini.
5) Diagram Venn
Setelah menelusuri keadaan wilayah terhadap apa saja yang berada di
Desa Murtajih dengan menganalisa perannya, kepentingannya dan manfaatnya
untuk masayarakat desa Murtajih, kemudian kami membuat diagram venn
dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana peran institusi sosial dalam
kehidupan masyarakat dan harapan-harapan terhadap institusi tersebut. Dengan
cara ini akan diketahui institusi yang bisa berpengaruh dalam meminimalisir
masalah yang ada, seperti lembaga desa, keluarga, dan sebagainya.
6) Trends and Changes
Dalam tekhnik ini kami mengidentifikasi kecenderungan yang terjadi
pada komunitas pertanian seperti adanya penurunan penghasilan dalam bidang
pertanian terutama tembakau.Dulunya petani di desa ini banyak menanam
8

tembakau tapi sekarang karena adanya beberapa factor, menyebabkan tembakau


disini sudah mulai sedikit bahkan nyaris tidak ada lagi.
7) Analisis masalah dan rangking masalah.
Setelah kami mengamati semua teknik diatas barulah kami akan
menemukan satu teknik ini yaitu analisa permasalahan, teknik ini digunakan
untuk mencari sebuah permasalahan yang ada sehingga dapat memecahkan
permasalahan itu sendiri. Dalam teknik ini kami membuat suatau pohon
masalah yang dilalamnya terdapat akibat dan sebab permasalahan itu
sendiri.Setelah sebelumnya kita merangking dari berbagai masalah yang ada
dan di ambil satu yang lebih urgen di desa itu sendiri.
8) Pohon masalah
Setelah kami menganalisis masalah, kami menyusun masalah dengan
mengelompokkan penyebab dari masalah yang paling dominan dan akibat dari
permasalahan tersebut yang kami temukan dilapangan kemudian dibuatlah
sebuah pohon masalah dari hasil wawancara dan observasi dilapangan yang
kami temukan.
Maka dari ini sasaran dan target KPM Partisipatif KPM Partisipatif pada
tahun 2013 ini adalah bertempat di Desa Murtajih Kabupaten
Pamekasan.Dimana secara general kondisi masyarakatnya mengalami problem
ketidak lancarannya musim sehingga membuat masyarakat kebingungan untuk
bercocok tanam, dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat.Sehingga KPM
Partisipatif di Desa ini dirasa perlu guna memberdayakan masyarakat menuju
kualitas hidup yang lebih tinggi dan sejahtera.

D. Daur Program dan Daur Belajar


Participatory Action Research yang di singkat dengan PAR adalah
sebuah penelitian yang melibatkan secara aktif dari pihak-pihak yang relevan
untuk mengkaji tindakan yang sedang berlangsung dalam melakukan perubahan
ke ranah yang lebih baik. Hal ini dilakukan dengan memperbanyak melakukan
aksi dan refleksidari apa yang sudah dilakukan
Sedangkan teknik PRA (Participatory Rural Appraisal): adalah suatu
pendekatan untuk membangkitkan partisipasi masyarakat dalam berbagai
kegiatan program yang akan dilakukan. Teknik ini sangat berkaitan sekali bila
di praktekkan dengan problematika yang terjadi di masyarakat dan persoalan-
persoalan yang di hadapi.
Jadi sangat jelas sekali sebelum melakukan tindak ada lanjut dari apa
yang kita kaji terkait dengan permasahan yang terjadi pada masyarakat. Begitu
juga kami sebagai Peserta KPM Partisipatif ketika melakukan identifikasi
masalah yang sedang terjadi banyak sekali persoalan dan potensi yang di miliki
oleh masyarakat desa Murtajih di antaranya adalah gagalnya tanam pada
9

tembakau yang mengakibatkan banyak hal negatif kepada petani tembakau,


lebih lebih mayoritas adalah petani untuk masyarakakat murtajih, juga dalam
keagamaan yang kurang rasa kesadarannya untuk lebih memajukan anak
bangsa.
Bagi kami sebagai Peserta KPM Partisipatif memberikan peluang dan
manfaat yang kita peroleh dalam proses kegiatan ini. Dengan demikian kita
dapat mengetahui segala sesuatu yang ada dalam Desa. Dan mudah-mudahan
saja kita dapat memediatori dari apa yang sedang dihadapi oleh masyarakat dan
mencoba menyelesaikannya. Dengan kata lain kita dapat memotivasi
masyarakat dengan cara kita mendampingi sebagai fasilitator yang selalu
memberi ide ide agar hal semacam itu dapat di kurangi bagi mereka untuk
sama-sama menemukan persoalan-persoalan dan dapat menyelesaikan secara
bersama-sama.
10

BAB II
PENJAJAKAN KEBUTUHAN (ASSESSMENT)

A. Monografi Desa Dalam Angka


Secara administratif desa Murtajih merupakan desa yang terletak di timur
Kabupaten Pamekasan dimana sebelah utara desa berbatasan langsung dengan
desa Buddagan. Sedangkan sebelah selatan desa ini berbatasan langsung dengan
desa Sumedangan dan desa Pademawu Barat.Sebelah baratnya berbatasan
langsung dengan desa Lemper.Sebelah timur desa ini berbatasan langsung
dengan desa Bunder dan desa Dasok.Desa Murtajih terletak sekitar 2 Km dari
pusat pemerintahan Kecamatan pademawu. Dan 2,5 Km jarak dari ibu kota
Kabupaten atau Kota. Adapun jarak dari ibu kota provinsi 130 Km. Dan jarak
dari ibu kota Negara yaitu 900 Km.Desa Murtajih termasuk salah satu desa
yang secara geografis berada pada ketinggian 15 meter dari atas permukaan
laut, dengan suhu rata-rata 128-132C, dengan luas wilayah 323,183 M2.2
Adapun Pertanahan di desa murtajih sebagai berikut : a). Status
(sertifikat hak milik; 157,72 Ha, dan sertifikat hak guna bangunan; 5,60 Ha). b).
Peruntukan (jalan; 950 Ha, sawah dan ladang; 233,835 Ha, bangunan
umum;66,8 Ha, pemukiman/perumahan; 60,412 Ha, dan Perkuburan/Makam;
13,770 Ha). c). Penggunaan (industri; 0,5 Ha, pertokoan/perdagangan; 0,40 Ha,
Perkantoran; 0,30 Ha, pasar; 0,50 Ha, tanah wakaf; 0,50 Ha, sawah setengah
tehnis; 128,980 Ha, sawah pasang surut; 20,975 Ha, perkarangan; 42,830 Ha,
perladangan; 20,000 Ha, tegalan; 21,050 Ha, Lain-lain; 0,50 Ha).
Desa Murtajihberdasarkan data kependudukan dihuni oleh 5.317 jiwa,
Meliputi 2547 jiwa penduduk laki-laki, dan 2.770jiwa terdiri dari perempuan.
Terbagi kedalam 1.505Kepala Keluargayang tersebar di 8 dusun.adapun
gambaran secara umum tentang keadaan desa sebagai berikut:

Tabel 1
Keadaan umum
No Uraian Jumlah
1 Jumlah dusun 8
2 Jumlah RW 8
3 Jumlah RT 17
4 Jumlah kepala keluarga 1.505
5 Jumah penduduk 5.317
6 Laki-laki 2.547
7 Perempuan 2.770

2
Monografi Desa Murtajih tahun 2013.
11

Tabel 2
Jumlah penduduk menurut usia
No Kelompok pendidikan Jumlah Kelompok tenaga kerja Jumlah
1 00 03 Tahun 258 Orang 10 14 Tahun 386 Orang
2 04 06 Tahun 232 Orang 15 19 Tahun 407 Orang
3 07 12 Tahun 526 Orang 20 26 Tahun 542 Orang
4 13 15 Tahun 218 Orang 27 40 Tahun 1.225 Orang
5 16 18 Tahun 229 Orang 41 56 Tahun 1.229 Orang
6 19 Tahun keatas 3.169 Orang 57 Tahun keatas 557 Orang

Tabel 3
Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan
Lulusan Lulusan Pendidikan
No Jumlah Jumlah
Pendidikan Umum khusus
15
1 PAUD & TK 505 Orang Pondok Pesantren
Orang
1.520 85
2 SD/MI Madrasah Diniyah
Orang Orang
1.053
3 SLTP/MTS Pendidikan Keagamaan
Orang Orang
1.537
4 SLTA/MA Sekolah Luar Biasa
Orang Orang
32
5 AKADEMI/D1-D3 128 Orang Kursus/Keterampilan
Orang
1.040
6 SARJANA (S1-S3)
Orang

Di lihat dari data Pertanian dan perternakan di desa murtajih adalah


sebagai berikut adalah sebagai berikut;
a. Hasil pertanian
No. Jenis tanaman Luas /Ha Hasil panen / ton
1. Padi 129,492 Ha 82 Ton
2. Jagung 60 Ha 80 Ton
3. Kacang Tanah 4,100 Ha 4 Ton
4. Kedelai 4,100 Ha 3,5 Ton
5. Mangga 1,200 Ha 0,5 Ton
6. Pisang 0,72 Ha 0,1 Ton
7. Pepaya 0,100 Ha 0,4 Ton
8. Jambu 1.100Ha 0,8 Ton
12

9. Tomat 0,50 Ha 1,5 Ton


10. Kacang Panjang 2,200 Ha 1 Ton
11. Terong 0,50 Ha 1 Ton
12. Lombok 0,50 Ha 1 Ton
13. Ketimun 0,30 Ha 1 Ton
14. Tembakau 62,025 Ha 63 ton

b. Peternakan.
No. Jenis ternak Jumlah ternak (ekor)
1. Sapi 105 ekor
2. Kambing 85 ekor
3. Domba 15 ekor
4. Ayam kampung 4500 ekor
5. Bebek 350 ekor
6. Kelinci 285 ekor
7. Ayam Ras 805 ekor
13

B. Keadaan Sosial Ekonomi, Sosial Politik, Sosial Budaya dan Sosial


Keagamaan Masyarakat Desa Murtajih.
1. Keadaan Sosial Ekonomi
Tingkat perekonomian masyarakat desa murtajih dapat dikatakan sudah
maju rata-rata menengah keatas baik itu dusun soloh timur, soloh daya, soloh
laok, oberren, nanggirik, telaga sari, pao gading, dan Murtajih. Sebagian besar
warganya berkerja sebagai petani, pedagang, pegawai negeri sipil (PNS),
Sebagian besar perdagangan di desa Murtajih terdiri dari pasar dan
pertokoan, pedagang mobil, sapi dan barang-barang bekas ( rotporot), dan home
industry seperti industri kue basah3, tahu, las mobil dan mebel. Sedangkan
pertanian di desa murtajih terbagi menjadi dua; yakni persawahan dan tegalan
(ladang).Untuk Areal persawahan di dusun murtajih semua dusun ada, tapi
hanya di daerah dusun soloh daya yang sangat sedikit.Areal persawahan hanya
ditanami dua jenis tanaman yaitu padi pada musim hujan dan tembakau pada
musim kemarau.Sedangkan tegalan biasanya hanya digunakan untuk bercocok
tanam jagung pada musim hujan dan pada musim kemarau kebanyakan tidak
ditanami.Untuk tahun ini, pertanian di desa Murtajih tidak seperti tahun-tahun
sebelumnya.
Tahun ini merupakan tahun yang menyedihkan bagi warga Murtajih
karena mereka gagal panen tembakau.Musim tembakau yang harusnya dimulai
pada bulan April sampai Agustus, sekarang sudah tidak bisa diharapkan
hasilnya.Cuaca buruk menjadi penyebab gagalnya panen tembakau
petani.Banjir yang terjadi bulan lalu menjadi penyebabnya. Alasan lain
mengapa masyarakat tidak menanam tembakau karena anjloknya harga
tembakau tahun lalu. Para petani kecewa terhadap para pedagang yang membeli
tembakau mereka dengan harga dibawah rata-rata atau tidak bisa balik
modal4.Selain itu mahalnya harga bibit dan sedikitnya modal menjadi alasan
mengapa masyarakat tidak menanam tembakau.Akibatnya para petani vakum
melakukan aktifitas bertani mereka, sehingga sawah mereka kosong dan
penghasilan merekapun menjadi berkurang. Tetapi sebagian kecil warga
mempunyai alternatif lain, untuk mengisi kekosongan lahan mereka, mereka
menanam tanaman lain yang bisya membantu menambah penghasilan mereka,
seperti menanam kacang, timun, jagung, dan sayur-sayuran5.
Selain itu yang mendukung perekonomian di desa murtajih yaitu siwalan
dan mangga yang biasanya di jual di pasar-pasar.Disamping pertanian, di desa
murtajih juga terdapat peternakan, antara lain sapi, ayam, kambing, itik, dan
lain-lain.Peternakan tersebut merupakan usaha sampingan dari pertanian.

4
Wawancara dengan pak Abdul Hadi, Minggu 01 September 2013, jam 09.15 WIB
5
Wawancara dengan pak Abdus salam (kadus Murtajih), Rabu 31 juli 2013, jam 14.00 WIB
14

2. Sosial politik
a. Otonomi
Di desa Murtajih tidak ada otonomi.Karena desa tersebut masih
berpatokan kepada otonomi yang ada di pemerintahan daerah.Maksudnya
segala bentuk kebijakan yang ada di desa tidak semerta-merta diputuskan oleh
kepala desa dan perangkatnya saja melainkan mengadakan musyawarah
mufakat bersama warga-warganya.
b. Demokrasi Lokal
Di desa Murtajih ini sudah ada demokrasi lokal antara perangkat desa dan
kepala desa dengan para masyarakatnya.Dari penelusuran yang kami temukan
yaitu misalnya dalam kelompok tani.Disana ada perangkat yang berada
dibidangnya. Dan disana ada semacam penyuluhan dan permusyawarahan baik
itu bantuan dari pemerintah maupun ada musyawarah bagaimana cara bercocok
tanam yang baik. Serta masih ada penyuluhan dan permusyawarahan lainnya.
Selanjutnya terkait masalah peran para perangkat desa masalah
pembagian Raskin dipasrahkan kepada Pamong setiap dusun yang kemudian
dibagikan kepada semua kepala keluarga setiap bulan sekali.
c. Dinamika Politik Desa
Ada hal yang pengaruhnya sangat besar dan tidak untuk di masyarakat
mutjih.
Yang hal ini bisa dikatakan bahwa Politik pembangunan yang ada di desa
Murtajih ada dua keyakinan yang perlu di interpretasikan dalam dua hal yaitu
politik desa yang berkaitan dengan masalah pilkades dan politik pemerintahan
yang keduanya berbeda pengaruh dan nilai bagi masyarakat. Dalam
menjalankan suatu pemerintahan tidak dapat di pungkiri lagi bahwa keberadaan
politik, baik politik desa maupun politik pemerintahan lainnya dapat merubah
karakter masyarakat dan juga dapat memecahkan solidaritas kebersamaan,
lebih lebih pilkades. Akan tetapi demokrasi di desa murtajih masih di
perhatikan betul sehingga doktrin dari penguasa desa itu bisa di katakan kurang,
terbukti bahwa kepala desa jarang sekali di saat pemilihan mengajak kepada
warganya untuk menjustifikasi satu calon saja.

3. Sosial Budaya
a. Sejarah Desa
Konon sumur ini muncul karena pada suatu hari ada seekor burung yang
sedang mematok tanah dengan menggunakan paruhnya untuk minum,
kemudian tanah tersebut mengeluarkan air dan kemudian digali oleh salah
seorang sesepuh desa yang oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai wali Allah
sehingga membentuk sumur. Konon, sumur tersebut ditutup oleh gong (alat
15

musik yang menyerupai gamelan), oleh karena itu sumur ini juga dijuluki Mor
Agung yang diambil dari kata sumur dan Gong6. Sedangkan Murtajih sendiri
berasal dari kata Mur (sumur) dan tajih (benda kecil yang biasanya digunakan
orang untuk mengadu ayam dan biasanya benda ini di letakkan di atas kepala
ayam). Dulunya orang-orang di desa ini suka mengadu ayam dan tajih yang
digunakan untuk mengadu ayam tersebut dibuang ke sumur yang berada di
sebelah selatan balai desa, kemudian suatu hari sesepuh desa pergi ke sumur
tersebut dan menemukan banyak tajih didalam sumur tesrsebut. Karena saking
banyaknya tajih di sumur ini, maka sumur ini dinamakan Murtajih dan sampai
saat ini dijadikan sebagai nama desa oleh warga sekitar sumur ini7. Uniknya
sumur ini terbuat dari kayu tidak seperti sumur biasanya yang terbuat dari
bhator (batu) dan sampai sekarang kayu tersebut tidak lapuk meskipun sudah
dimakan usia.
Desa Murtajih memiliki delapan dusun dimana dalam setiap penamaan
dusun itu memiliki sejarah masing-masing. Dusun yang pertama yaitu dusun
Murtajih sendiri yang ke-dua dusun Telagasari dulu didusun ini adalah telaga
atau tempatnya air sebelum di tempati rumah penduduk kemudian setelah
ditempati rumah penduduk diberi nama dusun telaga sari, yang ke-tiga dusun
Pao geddhing dulu disana menjadi dusun yang katanya tempatnya pao gadung
(mangga gadung) dan nyiur gedding (kelapa gading)banyak tumbuh di daerah
itu , yang ke-empat dusun Nanggirik dulu disana tempat orang yang membuat
nangghinang (rengginang) jadi blurik (belang), yang ke-lima dusun Oberren,
awalnya dusun ini namanya omberen di daerah itu adalah daerah yang tinggi
dan dulunya setiap akan kedatangan tamu dari luar daerah dilihat dari daerah ini
sehingga kalau tamunya sudah ngomber (terlihat) maka tuan rumah siap
menyambut kedatangan tamunya. Selanjutnya dusun Soloh dejeh, Soloh laok
katanya dulu ada sepasang suami istri yang sangat setia yang bernama bhujuk
Ningrat dan istrinya ketika beliau meninggal sang istri amat kehilangan dan
merasa ingin terus bersama suaminya kemudian sang istri tersebut memeluk
suaminya ketika oleh orang-orang akan dilepaskan pelukannya ternyata sang
istri tersebut juga meninggal dan pelukannya tidak bisa dilepas jadi terpaksa
dikubur dalam keadaan berpelukan dan (oloh dejeh) arah utara kuburannya
dinamakan dusun Soloh dejeh dan (oloh laok) arah selatan kuburannya
dinamakan dusun Soloh laok sedangkan Soloh timur itu gak ada ceritanya
Cuma daerah Soloh dejeh luas dan sebelah timurnya dibatasi oleh jalan provinsi
jadi memisahkan diri menjadi Soloh timur8.

6
Wawancara dan observasi bersama pak Tohed, Minggu 25 Agustus 2013, jam 16.00-17.00 WIB.
7
Wawncara dengan pak Dahlawi, senin 26 Agustus 2013 di peternakan ayam, jam 15.00 WIB
8
Wawancara dengan bapak Djazuli (sekertaris desa), Senin 26 Agustus 2013, jam 09.15 WIB
16

b. Budaya Masyarakat
Merupakan hal yang sangat dominan di desa murtajih adalah budaya,
budaya dapat disimpulkan bagaikan kegiatan,kebiasaan atau hiburan
masyarakat yang sudah mendarah daging, budaya yang ada di desa murtajih
sangatlah banyak, seperti halnya kerrapan kelinci, kerrapan sapi, sabung ayam,
adu jangkrik, pencak silat, terbheng (rebana) dan lain-lain9. Namun yang paling
kental dengan kehidupan masyarakat sekarang ini adalah kerapan sapi dan
kerapan kelinci.
Salah satu titik lemahnya budaya terutama musik uldaul yang ada di soloh
daya desa murtajih adalah bergantung pada musim (musiman), budaya tersebut
tidak berlangsung terus menerus sesuai dengan musim, mayoritas ketika musim
berganti maka budayapun ikut berganti, karena masyarakat desa murtajih
senantiasa melihat tingkat kesibukan yang menimpa dirinya, budaya adalah
pelengkap hidup namun kesibukan diri merupakan kebutuhan hidup agar dapat
bertahan hidup.
Budaya kerrapan sapi, seperti adanya yang terjadi di masyarakat budaya
tersebut masih kental dengan penganiayaan, seperti halnya melukai salah satu
anggota tubuh sapi dengan tujuan agar sapi tersebut lari dengan kecepatan
tinggi, bahkan terkadang sapi tersebut menggaung dengan nyaring karena
saking tak kuatnya sapi menahan sakit.
Budaya kerrapan kelinci merupakan budaya adopsi, awalnya sekitar tahun
2010 budaya ini masuk melalui anak-anak, dan untuk selanjutnya budaya ini
makin besar ketika para orang dewasa mendukung kegiatan tersebut dengan
menyediakan lapangan kerrapan kelinci tersebut, dan di tambah lagi dengan
maraknya kerrapan kelinci di daerah lain.10

4. Sosial Keagamaan
Masyarakat desa murtajih pada umumnya adalah penganut agama islam,
tetapi meskipun demikian perbedaan pemikiran dan prinsip atau yang lebih
disebut perbedaan golongan atau tokoh masih selalu terdengar. Dari perbedaan
itulah kadang-kadang selalu timbul konflik dan tokoh tidak jarang bersifat acuh
tak acuh terhadap keadaan masyarakatnya yang rendah pengetahuannya
tentang keagamaan. Hal itu semua selain di sebabkan seorang tokoh jarang
memberi penyampaian tentang keagamaan kepada masyarakat, hal ini juga
karena minimnya pengetahuan tentang agama menyebabkan rendahnya
keagamaan di masyarakat.

9
Wawancara dengan bapak Fathorrahman (Kaur desa Murtajih), rabu 28 Agustus 2013, jam 10.30-
11.15 WIB
10
Ibid.
17

Selain masalah itu, masyarakat seakan lupa dengan kewajiban mereka


untuk mengingatkan dan memotivasi anak-anaknya untuk mempelajari ilmu-
ilmu agama misalnya mengaji Al-Quran, karena sibuknya masyarakat dengan
asyiknya bertani dan aktivitas yang lain sehingga anak-anak dalam menuntut
ilmu agama tidak terdorong dan menjadi malas, selain berdampak pada anak-
anknya, mereka pun lalai dalam mengerjakan sholat berjemaah sehingga
tempat-tempat ibadah yang ada di daerahnya menjadi sepi dari kegiatan
keagamaan, seperti sedikitnya jamaah solat, sedikitnya santri mengaji 11.
Apalagi di era globalisasi ini yang mana tekhnologi semakin barkembang
dan semakin canggih membuat penddikan umum di pandang lebih penting dari
pendidikan agama.Dan tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal itu sudah terbukti
di kehidupan kita.Misalnya di desa murtajih ini, yang mana di desa murtajih
disini pendidikan agama kalah bersaing dengan pendidikan umum yang hal ini
dapat dilihat dari kehidupan atau aktivitas para pelajar yang selalu sibuk dengan
les atau kursus yang pulangnya sampai larut malam sehingga mereka tidak
punya waktu untuk mengaji pada waktu badha magrib baik di masjid maupun
di musholla. Selain karena kursus juga kebanyakan para pelajar di murtajih ini
belajar waktu maghrib, dari hal ini jelas bahwa mereka lebih mementingkan
ilmu umum ketimbang ilmu agama, hal ini tentu merupakan kemorosotan yang
nyata bagi keberadaan keagamaan di murtajih ini.
Bahkan berbeda pemikiran antar golongan dan sibuknya para petani
ditambah karakter masyarakat desa murtajih yang merupakan perpaduan antara
budaya perkotaan dan pedesaan seakan mereka sibuk dengan urusannya
masing-masing (individualistik) maka cenderung akan mengakibatkan dampak
yang besar pula masyarakat satu dengan yang lainnya akan mengurangi
sosialisasi dan silaturrahim antar warga atau individu. Ini akan menyebabkan
hilangannya tali kekerabatan dan solidaritasakan serta menurunnya sifat
kegotong royongan.Politik juga menjadi penyebab hilangnya silaturrahmi antar
warga, bahkan ada satu dusun di desa ini yang mempunyai dua masjid yang
merupakan imbas dari politik yang masuk ke desa ini.
Kami sadar dan memahami para petani tidak pulang-pulang dari
sawahnya dan bahkan mereka sampai lupa waktu sholat karena satu harapan
mereka tidak ingin menyengsarakan anak-anaknya mereka bekerja keras
bontang-banting di tengah sawah hanya demi anak-anaknya agar anak-anaknya
bersekolah dan tidak mengalami nasib yang sama dengan nasib mereka.
Keinginan terbesar orang tua ingin masa depan anak-anaknya lebik baik dan
mendapatkan masa depan yang cerah jadi itulah alasan kuat kenapa masyarakat
sangat melalaikan sholat berjemaah dan lebih memilih bekerja di sawah.

11
Wawancara dengan ibu Suprapto, Selasa 27 Agustus 2013, jam 08.30 WIB
18

Memang banyak alasan dan yang terdapat dilapangan terkait dengan


kondisi sepinya jemaahnya yang mau sholat berjemaah di musholla dan
masjid-masjid dan kami tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka melakukan
semua itu mempunyai alasan yang bisa diterima oleh akal tapi harapan kami
sesibuk dan seberat apapun pekerjaan itu jangan sampai masyarakat Desa
Murtajih melupakan kewajibannya yaitu menjalankan apa yang di perintahkan
dan menjauhi semua larangan Allah SWT. yang mana ada istilah mengatakan
bekerja harus di barengi dengan doa.
Disisi lain masyarakat desa Murtajih ini termasuk masyarakat yang
setengah-setengah, dalam artian tergolong masyarakat yang setengah desa dan
setengah kota sehingga sulit sekali untuk memberi jaminan bagaimana
kemudian menuntaskan program keagamaan. Sebagian masyarakat sudah ada
yang cenderung individualistis dan yang lebih fatal kini bagian masyarakat
sudah enggan menitipkan putra-putrinya untuk belajar agama di masjid dan
musholla dan sekolah diniyah.
Pendidikan Agama merupakan sesuatu yang sangat penting dan harus
diutamakan bagi orang muslim. Oleh sebab itu masyarakat khususnya para
orang tua hendaknya benar-benar memperhatikan hal tersebut.Sehingga
meskipun anak-anak mereka sudah beranjak remaja (SMP atau SMA), tetap
mengaji ke surau-surau, Musholla dan Masjid.

C. Kajian Teknik PRA.


1. Kajian masalah dalam proses fasilitasi berdasarkan teknik PRA.
Dalam proses untuk melakukan perubahan sosial kepada masyarakat di
Desa Murtajih ke arah yang lebih baik, tentu harus melibatkan semua lapisan
masyarakat yang menjadi sasaran dimana perubahan itu kita harus dilakukan.
Dan ini sebetulnya KPM PAR 2013 STAIN Pamekasan berpartisipasi sebagai
pemahaman tentang pola kehidupan masyarakat untuk melakukan perubahan ke
arah yang lebih baik sehingga hidup damai dan sejahtera dapat dirasakan oleh
masyarakat secara umum.
Sebagai langkah awal peserta KPM Partisipatif sebelum melakukan
perubahan sosial atau memberikan motivasi kepada masyarakat, maka haruslah
memahami terhadap situasi dan kondisi masyarakat Murtajih dan sebuah
permasalahan yang mereka hadapi. Ada beberapa hal bagaimana untuk
mengenali dan memahami lingkungan masyarakat, yaitu:
Proses perkenalan kepada masyarakat
Sebagai orang baru kemudian datang ke desa orang dengan tujuan untuk
melakukan perubahan terhadap pola kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
Maka seharusnyalah kita terlebih dahulu memperkenalkan kepada masyarakat
siapa kita, apa maksud dan tujuan kita serta dari mana kita datang. Hal itulah
19

yang dilakukan oleh peserta KPM-PAR yang ada didesa Murtajih


ini.Perkenalan penting dilakukan agar kedatangan kita diterima dan juga
mendapat dukungan dari masyarakat.
Setelah sebelumnya kami diantar oleh fasilitator ke desa Murtajih kami
memperkenalkan diri kepada bapak sekretaris desa dan sebagian perangkatnya.
Hari ke-dua dari pemberangkatan KPM kami melakukan ta'aruf ke warga,
adapun yang kami datangi terlebih dahulu yaitu sebagai berikut :
1) Kepala Desa
Untuk memperakrab pertemuan kami dengan kepala desa, pada hari
kedua ada di desa Murtajih, kami mengunjungi kepala desa.Karena kepala desa
merupakan salah satu kunci di desa tersebut sehingga kami berkeinginan untuk
pertama kali mengunjungi kunci itu.Kepala desa kami adalah seorang yang
mendapat dukungan langsung dari masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai
kepala desa, karena masyarakat ingin memperkenalkan seorang figure
baru.Sebelumnya di desa Murtajih ini kepala desanya telah menjabat selama
kurang lebih 32 tahun, sedang kepala desa yang sekarang ini terpilih sejak 2009
silam.Sebelum menjabat sebagai kepala desa, beliau adalah seorang guru agama
di salah satu sekolah menengah atas.
Masyarakat berharap beliau menjadi sosok figur yang bisa di guru dan
ditiru oleh masyarakat tidak hanya di lembaga pendidikan tapi juga di bidang-
bidang lainnya. Dan juga diharapkan mampu membawa masyarakat dalam
kesejahteraan.
2) Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat
Setelah melakukan pertemuan dengan kepala desa, sesuai dengan
instruksi kepala desa Murtajihyang menyuruh kami agar mengunjungi
perangkat desa dan juga para tokoh masyarakat, karena mereka adalah orang-
orang penting yang membantu kepala desa membangun terciptanya desa yang
diinginkan para warganya, kami harus menemui para perangkat desa dan juga
para tokoh di masyarakat setidaknya untuk bersilaturrahmi dan lebih pada
pendekatan emosional juga ingin membantu membangun masyarakat yang
sejahteradan mengungkap serta ikut memecahkan permasalahan dalam
masyarakat.
3) Kepala Dusun
Disamping kepada tokoh masyarakat, kami juga melakukan perkenalan
dengan setiap kepala dusun desa Murtajih.Desa Murtajih memiliki 8 dusun jadi
kami setidaknya harus mengenal semua kepala dusun di desa ini, dan bila perlu
kami bertamu ke rumah masing-masing kepala dusun.Selain di dusun Murtajih
setiap kegiatan posyandu dilaksanakan dirumah kepala dusun, jadi setidaknya
selain bersilaturrahmi kerumah kepala dusun kami juga dapat ikut membantu
dalam kegiatan posyandu.
20

4) Masyarakat
Setelah melakukan perkenalan dengan beberapa tokoh didesa
tersebut,barulah kamimempekenalkan secara non formal dengan
masyarakat.Perkenalan awal dari masyarakatini kami lakukan ini melalui
forum-forum kolom seperti kamrad, dan muslimatan yang dilaksanakan setiap
minggu sekali.
Disamping itu, karena tidak semua masyarakat desa Murtajih mengikuti
kegiatan tersebut, kami melakukan silaturrahmi dengan transector setiap pagi
sampai sore hari.
Disamping perkenalan tersebut, kami juga melakukan perkenalan dengan
masyarakat secara personal, seperti di masjid, sawah, toko, dan diwarung
ataupun ditempat-tempat lainnya, usaha ini dilakuakan dengan tujuan untuk
membantu kegiatan kami dengan masyarakat, serta agar komunikasi dengan
masyarakat terus berjalan.
Observasi.
Sebagai langkah awal untuk memperoleh tentang kondisi rill masyarakat
desa Murtajih peserta KPM-PAR melakukan beberapa observasi dilapangan,
baik itu observasi langsung maupun tidak langsung. Dalam observasi langsung,
peserta terlibat secara langsung dalam proses kegiatan masyarakat seperti ketika
masyarakat melakukan ritual keagamaan, saat melakukan tahlilan, dan lainnya.
Sedangkan observasi yang kedua adalah observasi tidak langsung, dalam
observasi ini mahasiswa peserta KPM-PAR hanya melakukan pengamatan dari
luar dan tidak terlibat langsung dalam proses kegiatan kehidupan masyarakat.
Seperti saat mereka melakukan aktivitas keseharian.
Observasi yang dilakukan oleh mahasiswa TIM KPM-PAR yang ada di
desa Murtajih ini dilakukan pada minggu pertama. Hal ini dilakukan oleh tim
dalam rangka mengetahui secara mendalam seluk-beluk kehidupan masyarakat.
Dari beberapa hasil observasi tersebut, data-data yang telah diperoleh kemudian
dikaji dalam forum-forum evaluasi.Hal itu dilakukan untuk mengetahui dan
menghasilkan kesimpulan secara umum tentang kondisi masyarakat desa
Murtajih.
Setelah melakukan evaluasi tersebut, untuk membenarkan beberapa
asumsi dan narasi kritis yang telah di bangun oleh peserta KPM PAR, barulah
hal itu dikonfirmasikan kembali pada masyarakat, dengan cara melakukan
wawancara secara langsung dengan beberapa warga. Sehingga data yang kami
peroleh tentang kondisi masyarakat betul-betul valid dan objektif.
Setelah beberapa data itu diperoleh baik data yang terkait dengan kondisi
rillkehidupan mereka ataupun beberapa data yang terkait dengan permasalahan
yang mereka hadapi, barulah kemudian data tersebut kami eksplor kepada
masyarakat melalui forum yang kami adakan setiap minggu.Sedangkan untuk
21

membangkitkan kesadaran mereka akan masalah-masalah yang mereka hadapi,


kami mengajak mereka untuk mendiskusikan beberapa akibat yang akan
ditimbulkan oleh masalah-masalah yang mereka hadapi sehingga dalam pola
pikir mereka terbentuk suatu kesadaran kolektif untuk melakukan atau
menghindari dari akibat-akibat buruk yang telah diramalkan dengan analisa
diatas, dan menginginkan suatu kondisi yang disebabkan oleh akibat-akibaat
positif yang mereka cita-citakan.
Dari proses inilah masyarakat bisa kembali timbul kesadaran kolektif
mereka untuk tetap melakukan perubahan, dan perubahan tersebut tidak akan
bisa dilakukan tanpa partisipasi dan dukungan seluruh komponen masyarakat.
Masyarakat yang terlibat.
Keterlibatan masyarakat dalam diskusi menjadi sebuah harapan bagi kami
dalam mengetahui alur cerita di Desa Murtajih, baik sejarah desa, sosial
ekonomi, sosial budaya, pertanian, dan sebagainya. Hal ini sebagai langkah
dimana untuk mempermudah dalam proses pengambilan data yang sesuai
dengan realitas sosial di masyarakat Murtajih secara umum.
Tempat dimana teknik di lakukan.
Tempat dimana kegiatan ini di lakukan oleh Peserta KPM Partisipatif
sebagai berikut:
a. Di dusun Murtajih
b. Di dusun Soloh Dajah
c. Di dusun Nanggirik
d. Di dusun Telaga sari
e. Di dusun Pao gading
Untuk tiga dusun lainnnya hanya sebatas mapping atau pemetaan dalam
penelusuran desa karena memang memfokuskan pada beberapa dusun saja.
2. Catatan Proses Diskusi Bersama Masyarakat dan Informasi Penting Lain
yang Ditemukan.
Diskusi yang sedang berlangsung pada waktu itu berjalan dengan
lancar dan tenang tanpa ada hambatan apapun. Hal ini ditandai dengan
terkontrolnya alur pembicaraan peserta diskusi sampai selesai. Hasil dari
proses diskusi yang kami kerjakan telah mempunyai catatan penting yang
terkait dengan tema yang kami angkat yaitu mengambil pohon masalah.
Diskusi yang kami lakukan diantaranya proses pemetaan (maping)
desa Murtajih, kalender musim dengan cara interview bersama warga tentang
tanaman yang ditanam didesa Murtajih, kegiatan keagamaan, budaya dan
peternakan yang ada di desa ini.
22

2. Hasil

Mapping (Pemetaan)
23

KALENDER MUSIM DESA MURTAJIH

Diagram Venn
24

Form Analisis PemetaanMasalah dan Harapan


NO MASALAH PERINGKAT HARAPAN
1 Gagalnya - Adanya perhatian dari pemerintah,
panen tokoh masyarakat, dan masyarakat
tembakau - Petani mempunyai sikap optimis untuk
petani menanam tanaman lain selain tembakau

2 Pendidikan - Adanya perhatian dari pemerintah,


agama kurang tokoh masyarakat, dan masyarakat
mendapatkan. - Para remaja memiliki sifat yang lebih
baik dan bagus lagi.
- Pendidikan agama tidak
dikesampingkan namun juga mendapat
perhatian yang sama dengan pendidikan
umum
- Antara pendidikan agama dan
pendidikan umum harus seimbang dan
bersinergi
3 Budaya - Adanya perhatian dari KADES dan
kerapan sapi tokoh masyarakat dan masyarakat harus
dan kelinci memfasilitasi dengan baik dan memberi
aturan terkait budaya kerapan sapi agar
tidak terjadi judi.
- Tidak mengganggu aktivitas belajar
anak-anak
- Ada perhatian dari masyarakat dan para
orang tua terhadap kegiatan anak

Transek tentang tata lahan


25

Diagram alur

3. Informasi penting yang ditemukan diluar komunitas.


a. Kesehatan
Terdapat sepuluh indikator perilaku hidup bersih dan sehat dalam rumah
tangga yang menjadi tolok ukur bagi kesehatan masyarakat sebagaimana yang
telah dipaparkan oleh Ibu Chalifah:12
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI eksklusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik dirumah sekali seminggu
8. Makan buah & sayur setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok dalam rumah
Berdasarkan 10 indikator perilaku sehat maka lingkungan desa
Murtajih bisa dikatakan lingkungan yang sehat.Hal ini terlihat dari kesadaran
masyarakat yang sudah mentaati dan menyadari 10 indikator tersebut.Hal ini
sesuai dengan pengamatan dan hasil observasi yang kami lakukan.Dimana
warga desa murtajih sudah melakukan hal-hal yang tertera pada poin 1, 3, 4,
5, 6, 8, 9.Poin-poin ini adalah hal-hal yang mendapat prosentase yang
tinggi.Bisa dikatakan sudah mencapai 75%- 85%.Sedangkan pada poin 2, 7,
10.Pada poin-poin tersebut masih belum banyak masyarakat di desa ini yang
melakukannya.Namun pada hal persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan sebenarnya bisa dikatakan sudah cukup banyak.Namun menurut ibu
khadijah hal tersebut bisa dikatan gagal karena masih ada beberapa
masyarakat yang belum melakukannya.

12
Hasil interview dengan Ibu Chalifah, senin 19 Agustus 2013, jam 19.30 WIB
26

Dari sepuluh indikator di atas, Menurut informasi yang diperoleh


bahwa untuk kasus memberantas jentik di rumah sekali seminggu masih
jarang dilakukan.Kasus ini masih 20%.Kedua, pemberian ASI yang masih
belum murni secara eksklusif.Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI
tanpa makanan dampingan selama enam bulan pertama.Kasus ini masih 25%
terjadi di kalangan masyarakat.Ketiga hal masih dominan terjadi masyarakat
Murtajih adalah merokok dalam rumah.Masih banyak orang yang merokok
dalam rumahnya yakni kurang lebih sekitar 80%.Selain dari ketiga hal
tersebut masyarakat sudah banyak yang melakukannya.
Dan bukti lain akan sadarnya masyarakat di desa ini terhadap
kesehatan adalah dengan adanya pelaksanaan Posyandu. Pelaksanaan
Posyandu dilaksanakan dalam setiap bulannya dari awal bulan sampai
pertengahan bulan, dan dilakukan oleh setiap dusun dan pelaksanaannya
bertepatan dirumah kepala dusun13.Desa Murtajih adalah satu-satunya desa
yang memiliki Taman Posyandu, yakni ketika posyandu berlangsung mereka
(Balita) di ajak bermain dengan permainan edukatif sesuai dengan tingkat
umur mereka masing-masing.

b. Olahraga
Olahraga merupakan aktivitas yang menunjukkan tingkat kualitas
kesehatan seseorang.Dan menurut hasil observasi serta interview yang kami
lakukan di desa Murtajih ini kami melihat bahwa kesadaran masyarakat
terhadap kesehatan cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dengan adanya fasilitas
olahraga seperti lapangan volly dan lapangan futsal. Lapangan volly yang ada
di desa Murtajih cukup banyak dan tersebar di beberapa dusun. Dan hanya di
satu dusun saja yang tidak memiliki lapangan bola volly yaitu di dusun Soloh
Dajah. Sedangkan lapangan futsal hanya terdapat di dusun Murtajih.

13
Hasil observasi pada saat pelaksanaan Posyandu di rumah kepala dusun Murtajih, Rabu 21 Agustus
2013, jam 09.00-11.00 WIB
27

BAB III
PERENCANAAN KEBUTUHAN

A. Alur Kegiatan Mulai Awal Sampai Akhir.


Dalam hal ini peserta KPM Partisipatif yang berbasis POSDAYA
pastinya melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengetahui secara langsung dan
rinci terhadap kondisi Desa Murtajih lebih-lebih dusun solo daja dan dusun
murtajih sebagai fokus kita pada KPM Parsitifatif yang berbasis POSDAYA
dengan cara Partisipatif kita melakukan dilakukan hal apa saja untuk
mendapatkan data yang valid dan mengetahui secara langsung kebutuhan-
kebutuhan sekitar masjid khususnya dan masyarakat desa Murtajih pada
umumnya. Dari beberapa rencana program Pra dan Pasca Hari Raya yang telah
disusun bersama masyarakat sudah kami jadwal sebagai berikut :
Matrik Rencana Kerja Kpm
Desa Murtajih Kec. Pademawu Pamekasan Thn. 2013

Nama Ket
No Hari / Tanggal Target Sasaran
Kegiatan .
01 Pembentukan Senin 23 24 Untuk Masjid Al-
Posdaya dan Juli 2013 pemberdayaan Ikhlas
pengaktifan Mesjid
kembali

02 Melakukan Selasa 24 29 Melakukan Pak Kades,


penelusuran Juli 2013 pemetaan Kadus, dan
wilayah terbaru yang tokoh
(Mapping) sesuai dengan masyarakat
kondisi desa serta warga
03 Semalam Jumat 26 juli Mengukuhkan Mesjid Al-
memperingati 2013 iman dan Ikhlas
Nuzulul Menyemarakkan
Quran malam penuh
berkah
04 Bilinguals Kamis 25 juli Menumbuhkan Anak-anak
course 2013 kecakapan Ber- SD/MI
Ramadhan bahasa Inggris sederajat
(Bhs. Inggris)

05 Membuat Senin 29 juli Mengetahui Pak Kades,


kalender 01 Agsts 2013 pergantian Kadus, dan
28

musim musim tokoh


masyarakat
serta warga
06 Talim ad- X
doa
07 Majelis Rabu 30 juli Menumbuhkan SD/MI
Talimul 2013 dan Sederajat
Quran mengembangka
n kefashihan
peserta dalam
membaca Al-
Quran
08 Pelatihan Menyiapkan Anak-anak di
khatib, kader yang elite lingkungan
muadzin dan untuk masa sekitar mesjid
bilal depan
09 Kerja Bakti. Jumat 26 juli Menumbuhkan Mesjid Al-
2013 (Tiap jiwa yang bersih Ikhlas, Mesjid
Minggu) dan cinta Raudlatus
terhadap Sholihin dan
keindahan Balai desa
sekitar
10 Santunan Minggu, 04 Menumbuhkan Anak yatim,
Untuk Anak Agustus 2013 jiwa kaum duafa,
Yatim dan kebersamaan dan janda yang
Kaum Duafa dan saling tak kerja
berbagi antar
sesama
11 Menyusun Dari Pra Hari Menjadi arsip Takmir, tokoh X
buku sejarah Raya dan Pasca takmir dan desa masyarakat,
berdirinya Hari Raya Pak Kades,
mesjid dan Kadus dan
desa Murtajih masyarakat
12 Pengobatan Menumbuhkan Masyarakat
gratis dan jiwa sehat dan murtajih
sunatan massal kehidupan
sejahtera
13 Kolom Mengukuhkan Masyarakat
pembacaan ketaqwaan dan sekitar mesjid
yaasiin dan pengembangan Al-Ikhlas
29

solawat beserta keekonomian


simpanan
pembelian sapi
14 Khotmil quran Kondisional Mengukuhkan Pengurus
setengah bulan ketaqwaan dan takmir, remas,
satu kali keimanan posdaya.
15

Keterangan :
: Terealisasi
: Proses
X : Tidak Terealisasi
Dengan menggunakan Teknik-teknik PAR dan PRA dalam berbasis
Posdaya maka telah kami susun beberapa kegiatan yang mempunyai tujuan
untuk menindak lanjuti dan melakukan observasi mengenai permasalahan-
permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat yang bersifat sementara
dengan maksud agar kami lebih fokus pada masalah yang akan di teliti yaitu
yang meliputi beberapa aspek (pendidikan,ekonomi, social budaya, kesehatan,
budaya, dan sosial keagamaan). Untuk menindak lanjuti informasi dan ke
valitan data yang kami dapat maka kami melakukan observasi. Hal ini, sesuai
dengan ketentuan yang di harapkan oleh Fasilitator serta DPL sebagaimana
maksud agar kami mendapatkan informasi yang betul-betul di alami oleh
masyarakat.

B. Bentuk bentuk kegiatan


Kata kunci KPM adalah mahasiswa sebagai fasilitator, bukan menggurui
masyarakat.Oleh karena itu setiap kegiatan yang dilaksanakan bersama-sama
masyarakat untuk menggali potensi yang ada.
Berlandasakan pada kegiatan awal di atas maka dengan kerja dan
semangat teman teman peserta KPM kegiatan PAR mulai dilakukan yakni
dengan melakukan observasi sekaligus wawancara dengan masyarakat untuk
mengumpulkan data terkait dengan proses pencarian masalah yang akan
diangkat, dari hasil observasi dan wawancara tersebut selanjutnya dilakukan
pengumpulan data yang terdiri dari informasi-informasi masyarakat yang telah
dicatat oleh peserta KPM (fieldnote). Maka selanjutnya dilakukan penetapan
masalah dan identifikasi masalah serta pendataan tentang inti dari hal itu.
Adapun bentuk-bentuk kegiatan yang sebenarnya dapat di perinci seperti
yang memang terjadi dilapangan khususnya pada Pra dan pasca Hari Raya
yaitu: obsevasi, interview, mengikuti kegiatan bersama masyarakat misalnya
seperti tarawih dan tadarusan, kompolan muslimatan, kelompok tani, terjun ke
30

posyandu dihari PIN, Baksos ( santunan kepada anak yatim dan kaum duafa),
Khatmil Quran di Malam Nuzulul Quran, dll, melakukan penelusuran desa,
pemetaan, kalender musim, diagram venn, diagram alur, penelusuran
sejarah,membuat bagan perubahan dan kecendrungan dan membuat bagan
permasalahan dan bagan peringkat seperti yang telah di jelaskan di atas. Serta
kami juga membantu mengajar ngaji dimusholla-musholla, dan mengadakan les
atau pelajaran tambahan bagi anak-anak desa murtajih yang diantaranya les
bahasa inggris setiap hari kamis dibulan puasa dan minggu minggu pagi pasca
hari raya , les bahasa arab setiap hari jumat sore dan les tartil Al-Qur'an setiap
hari rabu dan pendidikan shalat setelah shalat isya setiap malam selasa. Dan
kegiatan lain yang telah kami lakukan yaitu seperti bersih-bersih masjid Al-
Ikhlas di hari kamis pagi dan balai desa bersama warga sekitar balai dan aparat
desa setiap jumat pagi, kemudian disore harinya kami melakukan bersih-bersih
di masjid roudatus sholihin bersama masyarakat di sekitar masjid.

C. Proses yang dijalankan


Proses yang kami jalankan sebagai peserta Kuliah Pengabdian Kepada
Masyarakat (KPM) Partisipatif adalah untuk menemukan form analisis
pemetaan ini melalui penelitian-penelitian, observasi serta wawancara dari
masyarakat sehingga kami dapat mengetahui permasalahan-permasalahan yang
ada dan terjadi di tengah-tengah masyarakat tersebut. Melalui hasil penelitian
yang telah kami lakukan, kemudian kami diskusikan bersama masyarakat dari
hasil penelitian tersebut untuk mengetahui lebih mendalam terhadap
problematika yang terjadi di masyarakat sehingga muncullah permasalahan-
permasalahan yang ada.
Kemudian hasil dari form analisis pemetaan itu kami jadikan matrix
ranking. Tujuannya tiada lain untuk mengetahui peringkat permasalahan-
permaslahan yang telah ditemukan tadi dan dari sekian banyak permasalahan
ditemukanlah permasalahan yang paling utama. Maka hasil dari diskusi itu
dijadikan pohon masalah.
Di setiap permasalahan itu kami belum bisa menyelesaikannnya
secara maksimal dalam waktu yang sesingkat ini dikarenakan; Pertama, kami
datang ke desa Murtajihmerupakan tahun kedua yang mengemban teknik PRA
dan PAR dan untuk tambahanyang berbasis Posdaya Masjid itu baru pertama
kalinya, layaknya bahan percobaan yang ingin di terapkan oleh P3M.
Sedangkan KPM Partisipatif mempunyai 3 tahapan yaitu to know, to
development, dan to problem solving. Jadi kami baru tahap pertama. Kedua,
kurangnya waktu. Jadi tidak cukup waktu sebulan untuk mencari tahu dulu
permasalahan-permaslahannya dengan mengikuti metodologi PRA dan PAR,
31

kemudian megkaji lebih dalam lagi dengan hasil diskusi dari permasalahan-
permasalahan tadi, lalu problem solvingnya.

D. Tabel rencana kegiatan


TANGGAL KEGIATAN
Penyerahan Peserta KPM dari Fasilitator kepada
22 Juli 2013
kepala
Proses pengenalan dan silaturrahmi kepada
kepala desa beserta perangkaatnya,
23-25 Juli 2013
membersihkan tempat sekaligus pembekalan oleh
fasilitator selama 3 hari
Silaturrahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat,
26-31 Juli 2013 kepala dusun, dan masyarakat sekaligus memulai
observasi.
22-30 Juli 2013 Penelusuran wilayah (transect)
31 Juli 2013 Mapping
31 Juli-22 Agustus Observasi ke masing-masing dusun(pembuatan
2013 kalender musim,Daily routine)
26,02 Juli dan 23,30 Mengadakan les bahasa Arab
Agustus 2013
26, 01 Juli dan 25,01 Mengadakan les bahasa inggris
Agustus 2013
24 Juli dan 21,28 Mengadakan les tartil Al-Quran
Agustus 2013
29 Juli dan 19,26 Mengadakan pendidikan shalat
Agustus 2013
21,28 Agustus 2013 Mengikuti kolom malam kamisan
21 Agustus 2013 Mengikuti kegiatan Posyandu
26,02 Juli dan 23,30 Kerja Bakti
Agustus 2013
18 Nov Form analisis pemetaan
31 Juli-22 Agustus Diskusi hasil pemetaan, transect, dan kalender
2013 musim dengan perangkat desa
31 Agutus-September Pohon masalah
01-02 Pemfokusan data pada masalah yang akan dikaji
03 September Rapat persiapan malam perpisahan
04 September Malam Lepas Pisah
05 September Penutupan
06 September Penjemputan dari pihak STAIN
32

BAB IV
KEGIATAN Aksi

A. Judul dan Keterangan Topik, Nama Pemandu dan Peserta Serta Tanggal
juga Tempat.
Setelah kami mengetahui dan mengkaji permasalahan yang ada di desa
Murtajih yang terfokus di dusun solo dajah dan dususn Murtajih baik dari aspek
Ekonomi, Keagamaan, Politik, Pendidikan, serta Sosial kebudayaan juga
Kesehatan. Kami menentukan pokok permasalahan yang kami angkat ke
permukaan untuk di jadikan masalah utama dan untuk di cari problem solving
yang terbaik yang sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat sebagai upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Murtajih atau paling tidak bisa
menjadi sebuah solusi awal juga sebagai kontribusa bagi instansi desa agar
lebih giat dan lincah untuk memajukan masyarakat Murtajih secarah
keseluruhan seperti halnya juga dalam mengkaji dan mengembangkan potensi
desa Murtajih, bahkan kami berharap bisa melakukan suatu hal yang bisa
berjenjang secara terus menerus bisa di lanjutkan oleh masyarakat sehingga
kegiatan benar benar bisa di budidayakan dan mendapatka hasil yang sangat
bermanfaat bagi masyarakat desa Murtajih kedepan..
Di desa Murtajih kami terfokus secara dua kesepakatan yang memang
urgen dan memang menjadi inspirasi kami untuk meningkatkan SDM dan
sebaginya. Hal itu antara lain:
1. Pemberdayaan masjid: yang hal ini di jalankan dengan adanya
POSDAYA sebagai bentuk terobosan yang kami bawa. Dengan tujuan
agar supaya masjid tersebut lebih berguna dan untuk lebih makmur dari
tahun - tahun sebelumnya dengan mengadakan suatu agenda agenda
yang sesuai dengan masjid dan sekitarnya. Yang hal tersebut kita
mengambil dua masjid yang ada di dusun solo dajah dan dusun Murtajih
yaitu masjid Al-Ikhlas dan masjid Raudatus Sholihin.
2. Pemberdayaan desa: yang hal ini kami lakukan untuk membantu secara
keseluruhan dengan mengadakan kegiatan yang bersifat menyeluruh dan
di sesuaikan dengan kebutuhan desa.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang akan menjadi diskripsi penting
tentang posdaya masjid yang memang jadi agenda wajib terlebih dahulu. Selain
takmir dan remas yang bisa memperdayakan masjid dari berbagai hal posdaya
di upayakan mampu memjadi mediator untuk ikut andil dan menjadi bagian
penting dalam agenda untuk mensejahterakan dan memperdayakan masjid di
segala bidang, kalau ingat pada masa Rosul dimana masjid menjadi pusat
sentral yang akurat untuk mengadakan segala kegiatan baik hal itu dalam segi
33

keagamaan, ekonomi, pendidikan dan segala bentuk permusawaratan lainnya


yang bersifat baik dan mencerdaskan masyarakat. Maka dalam hal ini perlulah
untuk kembali mensinergikan itikad baik seperti halnya yang telah dilakukan
pada masa Rosulullah dulu, dalam artian menjadi penunjang dari segala
aktivitas di luar yang memang ada pada jaman sekarang ini yang sebenarnya
telah ada fasilitas yang lengkap di luar itu.
Yang pertama kita lakukan adalah membentuk kepengurusan dan
mengaktifkan masjid yang kami targetkan. Ada dua masjid di desa murtajih
yang menjadi target peserta KPM tahun 2013 di antaranya sebagai berikut:
1. Masjid Al- ikhlas
Masjid Al- ikhlas adalah masjid yang tidak begitu besar namun perlu
untuk di perdayakan, yang bertempat di dusun solo dajah murtajih yang di
diririkan oleh (alm) bapak jamal dan beliau langsung di percaya oleh
masyarakat untuk menjadi ketua takmir lalu di gantikan oleh (alm) bapak
solihin yang masih keponakan beliau, lalu untuk sekarang ini yang sudah tiga
tahun berjalan di ganti oleh putra pendiri masjid yaitu bapak Drs. Chairudin,
yang pada kesempatan ini juga di bantu oleh remas yang di ketuai oleh Drs.
Subriyanto.
Dalam hal ini kita kita menfasilitkan kepengurusan posdaya yang
sebenarnya telah ada Cuma sebatas formalitas saja dan memang telah menjadi
binaan STAIN Pamekasan, maka dari itu lahirlah kepengurusan yang
sebagaimana yang terlampir di bawah ini.
STRUKTUR KEPENGURUSAN POSDAYA MASJID AL IKHLAS
Dusun Murtajih Desa Murtajih Kec. Pademawu Kab. Pamekasan

Ketua1 Penasehat
Syaiful Rijal Drs. Chairudin
Kertua 2
H. Hamdani

Sekretaris
Kusai Rahman

Bendahara
Samsul

Seksi
34

Seksi Pendidikan Seksi Keagamaan


Drs. Subriyanto Moh. Taha

Seksi Ekonomi Seksi Humas


R. Rahmad Ainur Rahman

2. Masjid Raudatus sholihin


STRUKTUR KEPENGURUSAN POSDAYA
MESJID RAUDLATUS SHOLIHIN
Dusun Murtajih Desa Murtajih Kec. Pademawu Kab. Pamekasan

Penasehat
Ketua 1 Drs. K. Khairil Hasan
H. Abd Salam
Kertua 2

Sekretaris
M. gazali, S.Pd

Bendahara
M. Khalil A. Ma

Seksi

Seksi Pendidikan Seksi Keagamaan


Abd. Kodir, S.Pd Marsuki ali

Seksi Ekonomi Seksi Humas


Kusnadi H. Zainullah
35

Dalam melaksanakan segala bentuk agenda atau kegiatan yang telah


dirancang kegiatan pastinya panduan itu perlu walau kami yakin bahwa
masyarakat sebenarnya sudah bisa melakukan hal tersebut dan yang menjadi
Pemandu (fasilitator) tersebut adalah:Ilyas, Rofiki, Moh Gufron Anshari,
Uswatun Hasanah, Kamilah Ahmad, Roisatul Hasanah, Riskiyah, Juhairiyah,
Dewi Sinta Ayu P, dan Ana Rusiana,
Nama peserta aksi peringatan Nuzulul quran : Takmir Masjid
(Drs. Chairudin), Remas (Drs. Subriyanto, Kusai Rahman, Eeng
dll.) kepengurusan Posdaya (H. Hamdani, syaifur rijal dll.) dan
warga sekitar Masjid.
Kegiatan ini di laksanakan tanggal 17 Romadhan (Setelah sholat
traweh) Bertempat Di masjid soloh dajah.
Nama peserta Aksi Khotmil Quran : Takmir Masjid (Drs.
Chairudin), Remas (Drs. Subriyanto, Kusai Rahman, Eeng dll.)
kepengurusan Posdaya (H. Hamdani, syaifur rijal dll.)
Kegiatan ini di lakukan pada tanggal 17 agustus dan 2 september
2013, setengah bulan satu kali (kondisional)
Nama peserta Aksi Tasyakuran dan pengajian Akbar: Wakil
bupati Pamekasan Drs. Halil Asyari, Moh. Rasyidi (Kepala Desa
Murtajih) Takmir Masjid (Drs. Chairudin), seluruh ketua takmir
masjid yang ada di desa Murtajih, Remas (Drs. Subriyanto, Kusai
Rahman, Eeng dll.) kepengurusan Posdaya (H. Hamdani, syaifur
rijal dll.) dan warga sekitar masjid Al Ikhlas.
Kegiatan ini di lakukan pada tanggal 05 Agustus 2013.Bertempat
Di masjid soloh dajah.
Nama peserta Aksi Shodaqoh dengan Indah : Pengurus Posdaya.
Agenda ini dalam segi keonomian dengan membeli Air mineral
dan di letakkan di toko took dekat masjid.
Nama peserta Aksi santunan untuk anak yatim, kaum dhuafa dan
janda antara lain: perangkat desa, ibu Rida dan kepengurusan
LSM ASPIRA.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Tanggal : 03 Agustus 2013.
Tempat Pelaksanaan: di dusun solo dajah di Rumah Ibu Rida.
Nama peserta Aksi Posyandu:Ibu Cholifah, Ibu Munira, Ibu Bayu,
dan anggota Muslimatan.
Kegiatan ini di laksanakan mulai tanggal 22 September 2013 yang
bertempat di rumah kadus.
36

B. Catatan Proses Aksi Kegiatan


a) Agenda mingguan.
Hal ini ini terbentuk atas inesiatif dan ide teman teman KPM STAIN
Pamekasan yang pada awalnya berkeinginan untuk menbentuk koloman yang
sederhana yang di agendakan dalm devisi keagamaan dan ekonomi yang
berkolaboratif dengan tujuan silaturrahim dan baca yaasiin, tahlil dan
akhirnya akan di tarik simpanan seikhlasnya yang penting melebihi Rp. 5.000
dan hal itu di ikuti oleh kepengurusan remas, kepengurusan takmir dan
kepengurusan posdaya itu sendiri juga masyarakat sekitar masjid, akan tetapi
untuk yang simpanan itu anggotanya bersifat tetap dan nanti sebelum lebaran
hari raya idhul fitri akan dibelikan sapid an akan di potong bareng lalu di bagi
dengan sama rata sesame anggota yang tetap itu akan tetapi untuk hal ini
sejauh ini pula masih dalam tahap pelaksanaan dan permusawaratan.
b) Agenda setengah bulanan
Seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa untuk agenda ini memang
lahir dari kepengurusan posadaya yang bekerja sama dengan takmir dan remas
dengan format acara hotmil quran di teruskan dengan Kultum oleh sesepuh
disitu. Agenda untuk ini sudah terlaksana dua kali yang pertama di rumah
takmir 17 08 2013 dan yang kedua di rumah pak samsul pada tanggal 03 09
2013 kemarin.
c) Agenda tiap tahun
Memperingati hari hari besar Islam dengan format acara yang
berbeda beda pula. Seperti kemarin waktu memperingati malam nuzulul
Quran yang dikemas menghatamkan al quran dari setelah taraweh yang hal itu
di lakukan oleh masyarakat sekitar masjid.
d) Dan agenda agenda lain yang sifatnya untuk memperdayakan masyarakat
seperti:
Bidang keagamaan: Tasyakuran dan khotmil quran dengan format
acara pengajian akbar yang pada waktu itu mendatangkan Drs. Halil
Asyari (wakil bupati pamekasa) dan terlaksana dengan lancer. Dengan
format hataman Al Quran mulai sejak selesainya sholat subuh
berjamaah sampai perkiraan jam 02.00 siang lalu buka bersama dengan
wabup Pamekasan dan para undangan teruskan sholat solat traweh
bersama.
Bidang ekonomi: Membeli air mineral langsung ke pabriknya dan
meletakkannya di toko dekat masjid. Dengan kesepakatan bahwa
apabila takmir, remas, dan posdaya sendiri atau warga sekitar
mempunyai keinginan untuk membeli air di upayakan di took tersebut
atau ingin mengadakan agenda yang sifatnya apapun itu.
37

Kaderisasi: pelatihan bilal yang telah berjalan dengan memberikan teks


dulu kepada penerus penerus di sekitar masjid al ihlas.

C. Catatan refleksi kegiatan dari masyarakat


Dari beberapa hal yang kami lakukan di atas dalam bentuk aksi dengan
masyarakat mendapat suatu yang sangat menbanggakan, itu terbukti dengan
penyampain sambutan dari ketua POSDAYA waktu acara pengajian akbar
bahwa dengan bantuan komunikasi dan jerih payah teman teman KPM kita
bias mendatangkan bapak wakil bupati pamekasan berkenan kesini. Hal senada
disampaikan ketua remas masjid Al Ikhlas Drs. Subriyanto bahwa baru kali ini
ada KKN atau KPM yang memberikan banyak pengaruh dan sangat berkesan di
tempat ini, maka terima kasih banyak atas kerjanya yang berbentuk emosional
dan apapun itu, telah memberikan ide yang cemerlang untuk mengaktifkan
masjid dan juga seperti santunan itu yang telah banyak membantu masyarakat
secara keseluruhan, maudah mudahan untuk selanjutnya STAIN Pamekasan
masih percaya kepada masyarakat disini untuk tetap bisa melanjutkan adik
adik yang sekarang.
38

BAB V
TEMUAN-TEMUAN

A. Tradisi dan kearifan lokal di masyarakat


Kegiatan yang telah kami lakukan Selama berada di desa Murtajih
Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan antara lain dengan melakukan
berbagai macam Aktivitas seperti Transect/ Penelusuran wilayah ke berbagai
tempat bersama warga desa Murtajih. Ketika kita melakukan penelusuran telah
kami temukan beberapa temuan seperti banyaknya lahan tanaman yang kosong
dan petani yang kesemuanya nganggur tanpa pekerjaan dikarenakan gagalnya
tanam.pembuatanMapping bersama masyarakat, Observasi, wawancara
langsung untuk mengetahui rutinitas atau kegiatan sehari-hari yang dilakukan
oleh masyarakat dengan mengambil sample dari berbagai macam profesi seperti
petani, pedagang, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan polisi. Dan kami jadikan
data sebagai daily routine. Selain itu,dilakukannya pembuatan kalender
musim.Di samping itu, dari hasil pertanian masyarakat tidak sepenuhnya dijual,
hal ini disebabkan oleh rendahnya harga dari hasil pertanian tersebut sehingga
jika tetap dijual maka kerugian yang akan diterima oleh masyarakat. Ini
menjadi problematika yang sangat serius jika terus dibiarkan dan tidak segera
ditaggulangi.
Diantara beberapa temuan yang telah kami temukan, dilakukanlah sistem
rangking atau pengurutan guna mengetahui masalah yang paling
krusial.Adapun temuan permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai
berikut :

1. Ekonomi
2. Keagamaan
3. Pendidikan
4. Sosial Budaya
5. Kesehatan.

1) Ekonomi
Desa Murtajih merupakan Desa Agraria yang memiliki banyak lahan
pertanian dan mayoritas masyarakatnya adalah berprofesi sebagai petani.
Berdasarkan keadaan ekonominya masyarakat yang bekerja disektor pertanian
berjumlah 778 orang,yang bekerja sebagai buruh tani 261 orang, yang bekerja
disektor perdagangan adalah 68 orang, yang bekerja sebagai pegawai negeri
236 orang,dan yang bekerja sebagai polri/TNI 37 orang, dan yang bekerja
diswasta 104 orang dan sebagaian kecilnya pengangguran tanpa memastikan
apa profesinya. Hal ini menjadi masalah yang serius ketika petani sampai gagal
39

dalam pertaniannya seperti yang biasanya pada sekarang ini adalah musim
tembakau malah petani gagal tanam secara keseluruhan.

2) Keagamaan
Masyarakat desa murtajih pada umumnya adalah penganut agama islam,
tetapi meskipun demikian perbedaan pemikiran dan prinsip atau yang lebih
disebut perbedaan golongan atau tokoh masih selalu terdengar. Dari perbedaan
itulah kadang-kadang selalu timbul konflik dan tokoh tidak jarang bersifat acuh
tak acuh terhadap keadaan masyarakatnya yang rendah pengatahuannya
tentang keagamaan. Hal itu semua selain di sebabkan seorang tokoh jarang
memberi penyampaian tentang keagamaan kepada masyarakat, hal ini juga
karna minim kesadaran yang masih kurang dari berbgagai masyarakat desa
yang satu dan satuya. Juga sibuknya masyarakat dengan asyiknya bertani dan
aktivitas yang lain sehingga anak-anak dalam menuntut ilmu agama tidak
terdorong dan menjadi malas, selain berdampak pada anak-anknya, mereka pun
lalai dalam mengerjakan sholat berjamaah sehingga tempat-tempat ibadah yang
ada di daerahnya terkesan menjadi sepi dari kegiatan keagamaan.14
Kami sadar dan memahami para petani tidak pulang-pulang dari
sawahnya dan bahkan mereka sampai lupa waktu sholat karena satu harapan
mereka tidak ingin menyengsarakan anak-anaknya mereka bekerja keras
bontang-banting di tengah sawah hanya demi anak-anaknya agar anak-anaknya
biar bersekolah dan tidak mengalami nasib yang sama dengan nasib orang
tuanya itu keinginan terbesar orang tua ingin masa depan anak-anaknya lebik
baik dan mendapatkan masa depan yang cerah jadi itulah alasan kuat kenapa
masyarakat sangat melalaikan sholat berjemaah bahkan sampai lupa
mengrjakan sholat lima waktu.15

2. Pendidikan
Secara umum, taraf pendidikan di desa murtajih bisa dikatakan cukup
tinggi karena mayoritas anak-anaknya mengenyam pendidikan hingga ke
bangku kuliah.Meskipun ada satu dusun (Dusun Solo timur) yang memiliki
tingkat pendidikan paling rendah yaitu hanya sampai SD, namun itu hanya
sebagian kecil (minoritas).Hal ini dikarenakan tingkat ekonomi masyarakatnya
yang rendah sehingga berpengaruh pada tingkat pendidikan anak-
anaknya.Untuk mengatasi hal itu ada TK di desa murtajih yang memang di
hususkan untuk keluarga yang menginginkan anaknya sekolah dan kurang
biaya, untuk SMA bapak kepala desa bias berusaha merekomendasikan untuk
masuk sekolah dengan beasiswa di salah satu sekolah di pamekasan.

14
Wawancara dengan ibu umi, senin 02 september 2013 di masjid al ihlas, jam 14.00-14.30
15
Wawancara dengan Eeng (keponakan takmir masjid al ihlas)
40

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, kami mendapatkan bahwa di


desa murtajih terdapat 1 PAUD, 4 TK/RA, 4 SD/MI dan 4 MD. 16Rinciannya
adalah sebagai berikut.
1. PAUD Perwari Trisula VI (Dusun Solo laok)
2. TK As-solihin (Dusun Murtajih)
3. TK Dharma Bakti (Dusun murtajih)
4. TK Muslimat (Dusun Pao Gading)
5. RA Al-jamiyatul Washila (Dusun Solo Daya)
6. SDN Murtajih 1 (Dusun Murtajih)
7. SDN Murtajih 2 (Dusun Solo Laok)
8. SDN Murtajih 3 (Dusun Solo Daya)
9. MI Al-jamiyatul Washila (Dusun Solo Daya)
10. MD Islamiyah (Dusun Murtajih)
11. MD Ittihadul Muddzakirin (Dusun Solo laok)
12. MD Infarul Ghai (Dusun Solo Daya/Timur)
13. MD Miftahul Ulum (Dusun Pao Gading)
Jadi lembaga pendidikan yang ada di desa murtajih berjumlah 13, dimulai
dari PAUD hingga SD. Ada juga Madrasah Diniyah yang masuknya di sore
hari. Meskipun di desa ini tidak ada SMP dan SMA, anak-anak yang lulus SD
rata-rata melanjutkan pendidikannya ke luar desa (mayoritas ke kota
Pamekasan dan ke kecamatan Pademawu).

3. Budaya
Dari tradisi (budaya) yang ada di desa Murtajih ini adalah budaya kerapan
sapi yang biasa diadakan oleh warga Murtajih ini persetengah bulan sekali,
akan tetapi jika pada masanya dan waktu semaraknya kadang sampai tiap
minggu ada yang berlapangan di dusun nanggirik, dan selain itu lagi yaitu
adanya kerapan kelinci yang diadakan di dusun telaga sari, Dan di desa
murtajih ini masih sangat pekat dengan kekeluargaanya yaitu terbukti ketika
ada warga yang mininggal dunia dan semua tetengga berdatangan saling bahu
membahu dan saling tolong menolong, dan pada waktu pegolakan politik
menjadi hal yang juga menarikuntuk di diskripsikan bahwa di desa murtajih
juga menjadi penikmat yang punya kebiasaan hamper sama dengan daerah
lainnya. Seperti many politik, pembacaan figure, dan kekeluargaan juga
menjadi hal yang lumrah seakan di biasakan dengan tanpa memiliki rasa yang
harus difikirkan konsekwensinya.Apalagi waktu pildes. Kalau Cuma setingkat
gubernur ke atas baru tidak begitu sefanatik desa dan bupati. Hal ini
dikarenakan begitu jauhnyanya jarak antara yang bersangkutan dan masyarakat.

16
Hasil dari pengamatan di monografi 2013.
41

Selain hal itu semua juga ada hal yang memang menjadi aktifitas rutin
bagi warga yang hal itu meliputi kaum laki laki dan ada yang hanya kaum
wanitanya di anataranya:
a. Kumpulan malam selasa.
Salah satu media silaturrahim dan interaksi masyarakat yang berbasis
keagamaan ialahkumpulan malam selasaan yang dilaksanakan tiap malam
selasa. Dalam pelaksanaannya, pimpinan organisasi ini mewajibkan pada
seluruh anggotanya untuk bayar iuran yang nantinya diberikan pada pihak
penyelenggara.
Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir bertempat di
kediaman anggotanya.
b. Kumpulan muslimatan.
Berbeeda dengan purkumpulan malam selasa dan yang anggotanya adalah
kaum laki-laki. Kumpulan muslimatan ini beranggotakan para ibu-ibu atau
perempuan yang ada didesa ini. Kumpulan muslimatan ini menjadi agenda dua
mingguan masyarakat Murtajih. Dalam pelaksanaanya perkumpulan ini
biasanya bertahlil bersama, baca solawat, pengajian.
c. Ayam petelur
Dalam petenakan yang menjadi sebagian piaraan masyarakan dan juga
dijadikanpenghasilan adalah ayam petelur. Tentu ayam petelur ini hanya
dimanfaatkan telurnya saja tiap hari.
Berdasarkan temuan informasi yang kami peroleh dari lapangan adalah
ayam petelur itu ketika umur ayamnya sdah tua, maka harus dijual agar tidak
merugi. Dan ketika musim hujan seperti saat ini biasanya kandang ayam petelur
itu diberi alat musik yang selalu beroprasi tiap waktu. Hal itu bertujuan untuk
mengantisipasi ke-terkejutan ayam terhadap bunyi hujan yang terkadang datang
secara tiba-tiba. Sebab bila ayam mengalami stress. Maka ayam itu bisa
mengurangi produksi telurnya.

B. Teoritisasi Pengetahuan Empirik


Selama berada di desa Murtajih Kecamatan Pademawu Kabupaten
Pamekasan di mulai Transect/ Penelusuran wilayah ke berbagai tempat bersama
warga desa Murtajih. Ketika hal itu di lakukan temuan yang kami temukan
seperti banyaknya lahan tanaman yang kosong dan petani yangnganggur tanpa
pekerjaan dikarenakan gagalnya tanam.
Hal ini dikarenakan anjloknya harga tembakau yang Di samping itu
semestinya waktu sekarang ini telah menanam tembakau malah gagal.Bahkan
dulu warga malah banyak yang rugi besar karena lama tidak di jual dan pada
akhirnya murah.
42

Jika hal ini tidak cepat di tanggulangi maka akan menjadi permasalahn
yang serius. Dari itu kami dapat mengambil kesimpulan bahwa jika biaya-biaya
yang dikeluarkan para petani untuk tanaman pertaniaanya mahal dan hasil atau
pendapatan masyarakat itu rendah maka kesejahteraan dan kestabilan petani
tembakau akan terpangkas menurun drastis apalagi jika biaya unutk perawatan
tersebut juga mahal.
Padahal untuk hal ini sangatlah menjadi harapan besar bagi petani
tembakau maka tidak menyangsikan ketika banyak yang mengatakan dan di
yakini bahwa tembakau adalah daun emas yang senantiasa din anti oleh
masyarakat yang berprofesi petani di desa murtajih setiap tahunnya.
43

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan Umum Kerja Partisipatif


Dari semua pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa permasalahan
yang dihadapi oleh masyarakat desaMurtajih (berdasarkan hasil observasi)
adalah masalah pertanias yaitu di pertanian tembakau yang gagal pada musim
sekarang ini. Di samping cuaca buruk dan mahalnya bibit Sebab lainadalah
mahalnya biaya perawatan. Juga anjloknya harga tahun lalu yang membuat
semangat petani merasa berkurang. Juag dalam keagamaan yang kami temukan
adalah kurangnya kesadaran dalam membangaun keagamaan yang mapan yang
terjadi di soloh dajah.

B. Evaluasi Kegiatan Yang Berasal dari Masyarakat, Fasilitator, DPL, dan


Mahasiswa
Dari berbagai hasil observasi lapangan yang kami temukan ada beberapa
Evaluasi untuk kami semua dari masing-masing dusun yang di wakili oleh
kadus yang bersangkutan yang hal itu juga berasal dari kepala desa dan
Masyarakat, Fasilitator, DPL dan mahasiswa.Adapun evaluasi yang di anggap
penting oleh kelompoknya.dari berbagai sumber tersebut sudah kami petakkan
sesuai dengan dusun masing-masing kelompok seperti yang terdapat pada tabel
di bawah ini :

Yang Mengevaluasi Masalah yang Dievaluasi


Untuk KPM berikutnya agar lebih banyak berkumpul
bersama masyarakat, dan supaya jelas maksud dari
kedatangan kita.
Motivasi terhadap para remaja agar giat untuk
Masyarakat
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
biar tidak putus di tengah jalan. Dan memotivasi atau
member arahan kepada anak remaja agar giat dalam
kegiatan keagamaan.
Informan dalam pembuatan Mapping tidak cukup
satu orang, agar pembuatan Mapping lebih jelas.
DPL Langsung mengerjakan apa yang seharusnya di
kerjakan jangan sampai menunda agar tidak
kerepotan pada akhirnya
44

Lebih diperjelas masalah surat menyurat dari P3M ke


Camat dan desa.
Harus ada pendampingan ketika penyerahan
Alangkah lebih baik jika semua yang di tugaskan dari
STAIN itu di jadikan kenang kenagan ke desa,
Mahasiswa seperti peta, kaelnder musim dll.
Pembuatan pohon masalah harus mengambil
permasalahan yang sangat krusial
Hasi pembuatan Mapping setelah di perbaiki
sebaiknya juga di letakkan di balai desa, agar desa ini
mempunyai peta desa Murtajih yang terbaru
Sebaiknya bagi DPL, P3M, dan Supervisor atau siapa
saja yang membutuhkan tanda tangan dan stempel
dari kepala desa harus minta sendiri.
Perangkat desa Taatilah apa yang seharusnya di lakukan dan
kordinasilah dengan baik.

C. Rekomendasi untuk Perubahan Selanjutnya.


1. Kepada PPPM
Segera mengatasi kendala-kendala dari PPPM maupun DPL sebagaimana
yang kami sebutkan di atas.
Jika mengirim TIM KPM ke desa Murtajih pada periode selanjutnya, agar
menindak lanjuti permasalahan yang sudah kami identifikasi namun
belum sempat kami laksanakan seperti keagamaan dan ekonomi.
2. Kepada KPM yang selanjutnya.
Untuk melanjutkan kegiatan yang telah di agendakan dan yang belum
teralisasi, dan tetap membudidayakan yang telah berjalan
aktif.terutamamasyarakat di sekitar masjid.
3. Kepada semua pihak yang memiliki kepentingan yang sama.
Jika melakukan hal apapun yang mempunyai kegiatan dan tujuan yang
sama sebisa mungkin untuk terlebih dahulu memperhatikan apa-apa yang
telah di paparkan di atas.