Anda di halaman 1dari 3

Manfaat Purwoceng : sisi lain selain sebagai Super Avrosidiak

Manfaat purwoceng tentu kita sering ketahui sebagai super avrosidiak yakni semacam obat penguat
sebagaimana pengganti obat Viagra. Purwoceng adalah tanaman herbal dan akar dari tanaman ini tumbuh
banyak di dataran dieng dan sering digunakan sebagai bahan baku pengobatan.
Purwoceng sendiri tumbuh diindonesia, dan telah digunakan sejak zaman raja kuno di Indonesia untuk
penambah stamina dan penambah nafsu berhubungan seksual.
Fakta menunjukkan purwoceng ini digunakan untuk mengobati infeksi saluran nafas, infeksi saluran
perkemihan, dan batu ginjal. Selain itu sebuah sumber mengatakan bahwa dapat mengurangi retensi
cairan yang berakibat edema serta membantu pencernaan.
Beberapa orang menggunakan purwoceng ini secara langsung pada area mulut dan tenggorokan, dan
menambahkannya pada air untuk menyembuhkan luka dan varises vena. Terdapat laporan bahwa
beberapa marker akan purwoceng, dalam berbagai produk ditambahkan herbal lain seperti heracleum
spondilium, heracleum mantegazzianum dan pastinaka sativa.
Penelitian yang ada dari Departemen androlgi UNDIP, mengatakan bahwa purwoceng meningkatkan
kadar testosterone pada tikus setidaknya dalam 50 mg purwoceng meningkatkan 125% kadar
testosterone. Testosterone sendiri adalah hormone yang bekerja meningkatkan energy, kemauan,
meningkatkan keinginan seksual dan melindungi tubuh dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Peningkatan testosterone ini juga ditunjukkan dengan peningkatan Hormon LH.
Bagaimana Cara Kerja Purwoceng?
Herbal ini dapat digunakan untuk mengatasi infeksi saluran nafas karena membantu menumbuhkan
mukusa saluran nafas dan menghantarkan serta memperlancar aliran udara di mukosa. Efek ini masih
sebatas dugaan karena belum ada bukti yang jelas terkait mekanismenya.
Dalam sumber yang masih terbatas, dikatakan purwoceng ini dapat digunakan menangani infeksi saluran
kemih, batu ginjal, edema, gangguan pencernaan dan lambung, varises vena, penyembuhan luka dan
lainnya. Efektifitas herbal ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
Terkait efek sampingnya, sampai saat ini masih terbatas informasi terkait keamanan dan efek samping
menggunakan herbal ini. Untuk kehamilan dan ibu menyusui, belum diketahui secara pasti
penggunaannya apakah baik atau menimbulkan efek samping. Untuk lebih amannya, tetap hindari
penggunaan hebar ini pada ibu hamil dan menyusui karena penelitian bukti otentik herbal ini masih belum
tersedia keamanannya.
Bagaimana Dosis dan Saran Penyajian?
Seberapa besar dosis penggunaan purwoceng masih diperkirakan terkait beberapa faktor seperti usia
pengguna, status kesehatan dan beberapa faktor lainnya. Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah terkait
informasi untuk menentukan dosis terbaik penggunaan purwoceng.
Tetaplah berfikir bahwa produk herbal tidak selalu aman dan memperhatikan dosis penggunaan sangat
diperlukan. Dengan seksama memperhatikan label dan konsultasi ke dokter dan farmasi maka dapat
meminimalkan risiko ini dan membuat anda menjadi lebih aman.
Demikian, informasi singkat terkai purwoceng. Semoga kita dapat memilah informasi yang benar sehingga
dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Salam DOkterMuslim.com
Oleh: dr. M. Wiwid Santiko
Kudus, 24 Juni 2017
Jenis Spina Bifida : Meningokel, Myelomeningokel dan Okulta

Jenis spina bifida yang di kenal meliputi spina bifida meningokel, myelomeningokel dan okulta. Spina
bifida adalah salah satu defek pada neural tube yang terjadi pada masa perkembangan fetus. Ini terjadi
ketika medulla spinalis, otak atau meninges (selaput pelindung yang melapisi otao) tidak secara lengkap
berkembangnya.
Kelainan kongenital ini terjadi pada sepanjang vertebra dan seringnya terlihat pada punggung bayi baru
lahir berupa kantung cairan. Kantung cairan ini dapat disertai atau tanpa medulla spinalis. Bentuk lain,
tidak berupa kantung, tetapi berupa tumbuh rambut pada punggung bayi.
Apa saja Penyebab Spina Bifida?
Penyebab pasti dari kelainan ini belum sepenuhnya diketahui terutama bagaimana mekanismenya.
Adanya keterlibatan genetik dan faktor lingkungan diduga berperan. Anak dengan spina bifida diduga
kekurangan asam folat dan vitamin B-9 yang berperan dalam spina bifida.
Adapun faktor lain yang dapat mempengaruhi adalah : obesitas, ibu mengalami diabetes mellitus dan
mengkonsumsi obat-obatant tertentu.
Apa saja Jenis Spina Bifida?
Terdapat 3 jenis spna bifida yaitu meningokel, myelomeningokel dan spina bifida okulta. Berikut
penjelasannya:
1. Spina Bifida Okulta
Jenis spina bifida ini adalah yang paling ringan. Jenis ini nama lainnya spina birida tersembunyi. Kelainan
tipe ini tidak akan menimbulkan berbagai disabitilas dan tidak diketahui sampai bayi tumbuh dan berusia
cukup. Pada jenis ini tidak terdapat bukaan pada punggung bayi, tetap hanyai berupa jarak yang renggang
pada vertebra. Jenis ini tidak terdapat kelainan medulla spinalis dan syaraf.
2. Spina Bifida Meningokel
Jenis ini meliputi kantung cairan yang terisi cairan serebrospinal di punggung bayi. Kantung tersebut tidak
terdiri dari medulla spinalis. Karena tidak ada kerusakan syaraf, maka spina bifida meningokel hanya
menyebabkan disabilitas minor ringan.
3. Spina Bifida Myelomeningokel
Spina bifida tipe ini adalah jenis tersering dan yang paling menimbulkan manifestasi serius. Kelainan ini
berupa adanya kantung pada punggung bayi dan didalamnya terdapat medulla spinalis dan serabut syaraf.
Medulla spinalis dan serabut syaraf ini dapat rusak. Pada jenis ini, bayi dapat mengalami disabilitas dari
derajat sedang hingga berat. Disabilitas ini meliputi : inkontinensia, kesulitan mandi, dan tidak daapat
berjalan dan menelapakkan kaki.
Bagaimana Tanda dan Gejala ketiga Jenis Spina Bifida?
Tanda dan gejala spina bifida berbeda satu sama lain, dan antar satu orang dengan orang lainnya juga
berbeda tergantung jenisnya. Berikut penjelasannya:
1. Spina Bifida Okulta
Terdapat gejala: jarak antar kedua vertebra, tidak adanya bukaan, tidak ada kantung terisi air, terdapat
tanda lahir dan rambut di pungung, dan terdapat jaringan lemak tambahan yang tidak terdapat pada
orang normal di punggung. Karena gejalanya yang tersembunyi, maka seseorang sering tidak mengetahui
bahwa dia menderita spina bifida jenis ini.
2. Spina Bifida Meningokel
Gejalanya meliputi adanya bukaan kecil pada punggung, kantung terlihat saat lahir, membrane terdorong
keluar pada vertebra belakang, namun medulla spinalis masih tetap normal dan tidak terdapat gangguan
paralisis. Membrane yang menonjol ini dapat ditangani dengan tindakan pembedahan.
3. Spina Bifida Myelomeningokel
Gejalanya meliputi : adanya medulla spinalis yang terbuka, biasanya pada punggung bagian tengah hingga
bawah, membrane dan medulla spinalis terdorong keluar dan terpapar keluar atau hanya dilapisi kulit
tipis, terdapat paralisis kaki, sering kejang, deformitas pada kedua kaki, terdapat kelainan panggul,
skoliasis dan gangguan pencernaan defekasi dan perkemihan buang air kecil.
Perbedaan Spina Bifida pada Anak dan pada Dewasa
Untuk anak-anak, pengobatan berfokus pada menentukan gejala dan disabilitas yang terjadi dan
mencegah apa yang bisa dicegah. Rehabilitasi dan tindakan medis dilakukan selama perkembangan anak.
Anak juga menerima fisioterapi jika terdapat gangguan disabilitas.
Pada dewasa, gejala mayor dan disabilitas baru terdeteksi. Mekanisme coping, obat-obatan dan terapi
dapat dilakukan. Kebanyakan anak masih daapt sekolah dan bekerja tanpa ketergantungan. Adanya
support lingkungan dapat membantu meminimalkan efek negatif terutama terkait aktifitas sehari-hari
dan motivasi menjaga kualitas hidup.
Bagaimana Pengobatan Ketiga Jenis Spina Bifida?
Pengobatan spina bifida akan berbeda pada setiap orang karena gejala dan derajat keparahan berbeda
setiap orang. Pada sebagian kasus, terutama spina bifida okulta tidak membutuhkan pengobatan berarti.
Untuk spina bifida jenis meningokel dan myelomeningokel membutuhkan tindakan pembedahan pada
saraf dan kantung di belakang.
Tindakan pembedahan akan menutup vertebra yang terbuka. Kadang diletakkan shunt untuk mencegah
komplikasi. Pembedahan ini dilakukan segera setelah lahir. Pada beberapa kasus, pembedahan prenatal
dilakukan.
Selama pembedahan, gejala dan disabilitas dapat masih muncul. Paralisis dan gangguan pencernaan
defekasi serta gangguan buang air kecil mungkin masih dapat dirasakan selama kehidupan. Pengobatan
dan terapi lain meliputi: tindakan pembedahan lain, medikamentosa, fisioterapi, rehabilitasi medis dan
latihan berjalan.
Bagaimana Pencegahan Spina Bifida?
Spina bifida terjadi pada kehamilan. Kebanyakan wanita tidak mengetahui kelainan ini saat lahir. Jika anda
ingin hamil, maka harus melakukan pencegahan. Pencegahan tersebut meliputi:
1. Mengkonsumsi asam folat yang cukup sesuai anjuran dokter
2. Makan makanan sayuran, kacang, dan makanan lain yang tinggi asam folat
3. Jika anda memiliki diabetes, maka harus dikendalikan terutama ketika hamil
4. Jika obesitas, maka konsultasilah dengan dokter dan ahli gizi terkait diet dan olahraga terbaik yang
dilakukan saat hamil
5. Tetap jaga tubuh anda sehat dan hindari panas seperti berjemur, sauna dan demam.
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Salam DokterMuslim.com
Oleh: dr. M. Wiwid Santiko
Kudus, 24 Juni 2017