Anda di halaman 1dari 7

JURNAL

PENGUJIAN INTENSITAS PENCAHAYAAN BUATAN PADA RUANG LABORATORIUM FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK (FST) UNIVERSITAS NUSA CENDANA DENGAN SIMULASI SOFTWARE CALCULUX V.5.0

Aloysius L. Kabelen. Nursalim*, Sri Kurniati A.** Fakultas Sains Dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Sains Dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Jl. Adisucipto Penfui-Kupang-NTT Telp (0380) 881590

Abstrak

I. PENDAHULUAN

Laboratorium Fakultas Sains dan Teknik (FST) merupakan tempat yang

A. Latar Belakang

digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan praktek dan pengujian terhadap suatu alat maupun bahan dari beberapa mata kuliah, karena laboratorium ini diperuntukan sebagai laboratorium dasar tiap-tiap jurusan di Fakultas Sains dan Teknik (FST). kualitas pencahayaan dari ruang laboratorium ini haruslah baik dan memenuhi standar yang berlaku (500 lux) Pada pengujian laboratorium FST ini bertujuan untuk mengetahui besar Intensitas Pencahayaan (Erata-rata) berdasarkan acuan SNI dengan cara pengukuran, analisa data dan simulasi Software Calculux untuk laboratorium. Hasil pengukuran, analisa manual

Laboratorium Fakultas Sains dan Teknik (FST) merupakan tempat yang digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan praktek dan pengujian terhadap suatu alat maupun bahan dari beberapa mata kuliah Kualitas pencahayaan di suatu ruangan. Jika keadaan ruang laboratorium terlalu terang maka akan berdampak pada kesialauan mata dalam melihat benda kerja atau pencahayaan yang tidak merata membuat ruangan kelihatan suram Tingkat pencahayaan minimum yang direkomendasikan untuk fungsi ruangan Lembaga Pendidikan adalah 500 Lux untuk Laboratorium (SNI 03-6575-

dan simulasi software Calculux diadapat besar Nilai E rata-rata laboratorium Metalurgi sebesar 317.814 lux, laboratorium Blasting 299.728 lux, dan laboratorium Komputer 304.398 lux, yang mana dari ketiga ruangan laboratorium ini belum mencapai standar rekomendasi SNI sebesar 500 lux, sehingga dilakukan solusi pemenuhan SNI menggunakan Simulasi Calculux dan didapatkan hasil dengan Menambah jumlah lampu dari 8 buah menjadi 14 buah lampu untuk Metalurgi, dari 8 buah lampu menjadi

2001)

B.Permasalahan Adapun permasalahan yang diangkat adalah pengujian intensitas pencahayaan buatan pada ruang laboratorium apakah sesuai dengan standar SNI 500 lux, kemudian dibandingkan dan dibuatkan solusi pemenuhan standar SNI C.Tujuan Tujuan Tugas Akhir ini adalah pengujian intensitas pencahayaan buatan pada ruang laboratorium apakah sesuai

14

buah ruangan Blasting dan Komputer dari

dengan standar SNI 500 lux, sehingga

6

menjadi 10 buah lampu dengan jenis

kemudian dibandingkan dan dibuatkan

lampu yang sama, sehingga pemenuhan bias mencakupi 500 lux.

suatu solusi untuk pencapaian pemenuhan standar SNI D.Batasan Masalah

Kata kunci: Intensitas pencahayaan, Laboratorium FST, pengujian pencahayaan

1. Pencahayaan buatan padaruang FST

2. Intensitas Pencahayaan rata-rata

II. LANDASAN TEORI

A. Kuat Pencahayaan

intensitas penerangan adalah Lux (1 Lux = 1 lumen per m 2 ), iluminasi rata-rata dalam lux dapat dinyatakan dengan rumus dibawah ini:

E

A

lux

(1)

B.

Hubungan

Tingkat

Pencahayaan

Dengan Reflektansi

Koefisien Depresi

Faktor depresi lumen lampu Lamp lumen Depreciation (LLD) adalah Penurunan kualitas kuat cahaya yang dipancarkan oleh lampu Persen penurunan kualitas rata-rata kuat cahaya pada jenis lampu TL dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

pada jenis lampu TL dapat dilihat pada grafik dibawah ini: Gambar 1 : Penurunan Kualitas Cahaya

Gambar 1: Penurunan Kualitas Cahaya Lampu TL

Menurunya kualitas tingkat pencahayaan akibat pengotoran tempat kerja,pengolongan ruangan berdasarkan tingkat penurunan kulitas cahaya sebagai berikut:

Ruangan yang sangat bersih (Very clean) sebesar 0-12%

Ruangan

yang

bersih

(Clean)

sebesar 13-24%

 

Ruangan

yang

sedang

(Medium)

sebesar 25-36%

Ruangan yang kotor (Dirty) sebesar

37-48%

Ruangan yang sangat kotor (Very dirty) sebesar 49-60% Nilai LLF persamaan sebagi berikut:

LLF = LLD x LDD x RSDD

(2)

Koefisien Pengguna

Sebagian dari cahaya yang dipancarkan oleh lampu diserap oleh armatur sebagian dipancarkan ke arah atas dan sebagian lagi dipancarkan ke arah bawah. Faktor penggunaan didefinisikan sebagai perbandingan antara fluks luminus yang sampai di bidang kerja terhadap keluaran cahaya yang dipancarkan oleh semua lampu

CU

E

rata rata

A

LLF

Reflektansi

lux

(3)

Reflektansi adalah perbandingan rasio cahaya yang dipantulkan oleh suatu permukaan terhadap cahaya yang mengenainya atau cahaya yang datang pada bidang. Nilai tipikal reflektansi dinding yang dibutuhkan untuk mencapai luminasi dinding yang optimum adalah antara 0.5 dan 0.8 untuk tingkat pencahayaan rata- rata 500 lux(SNI- 6575- 2001) Adapun untuk suatu nilai reflektansi yang berada pada suatu ruangan maka dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Total

Sinar Da

.

tan g

Sinar Pantul

.

100%

(4)

Daya

adalah

listrik

maksimum

yang

diijinkan

Tabel 1 Daya Listrik Maksimum

maksimum yang diijinkan Tabel 1 Daya Listrik Maksimum Besar daya listrik daya dari semua armatur yang

Besar daya listrik daya dari semua armatur yang meliputi lampu balast dan semua peralatan yang berada didalam luminaire

Tingkat pencahayaan minimum yang direkomendasikan oleh SNI untuk laboratorium sebesar 500 lux. Dapat diketahui dari tabel 1 tingkat pencahayan minimum

Tabel 2 Tingkat Pencahayaan Rekomendasi

pencahayan minimum Tabel 2 Tingkat Pencahayaan Rekomendasi  Software Calculux Software calculux merupakan salah

Software Calculux

Software calculux merupakan salah satu software yang diciptakan oleh perusahaan lampu Philips Lightning. Software Calculux dapat digunakan unutk mendesain bentuk dan kuat pencahayaan suatu ruangan, baik itu dalam ruangan (indoor) ataupun di luar ruangan (outdoor) maupun penerangan pada jalan raya (road lightning). Software Calculux indoor, Philips Lightning memprioritaskan desain pada ruang kantor, lapangan olahraga, ruangan kebutuhan industri dan digunakan pada ruangan-ruangan lain seperti ruang laboratorium, software ini dapat juga digunakan untuk pengujian penggunaan pencahayaan dalam suatu ruangan tertentu yang nantinya dari hasil tersebut dapat dilihat secara keseluruhan besar nilai pencahayaan rata-rata pada ruangan. Perusahaan Philips Lightning telah membuat software Calculux V.0.5

Philips Lightning telah membuat software Calculux V.0.5 Gambar 2. Laman Kerja Software Calculux III. METODOLOGI

Gambar 2.Laman Kerja Software Calculux

III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Untuk pengukuran intensitas Cahaya pada laboratorium dengan dimensi ruangan Panjang: 7 m,Lebar : 5.8 m Tinggi: 3.3m

LABORATORIUM METALURGI Jendela Jendela Dimensi Ruangan Panjang : 7.00 m Lebar : 5.80 m Meja
LABORATORIUM
METALURGI
Jendela
Jendela
Dimensi Ruangan
Panjang : 7.00 m
Lebar : 5.80 m
Meja 1
Tinggi : 3.30 m
Ukuran Pintu
Tinggi : 2.40 m
Lebar : 1.40 m
Ukuran jendela
Tinggi : 1.30m
Lebar : 1.30m
Meja Kerja 1
Tinggi : 0.80 m
Lebar : 0.60 m
Panjang : 7 m
Meja kerja 2
Tinggi : 0.80 m
Lebar : 0.60 m
Panjang : 5 m
Pintu
Panjang 7 m
Meja 2
Lebar 5.80 m

Gambar 3. Dimensi Laboratorium

Berdasarkan Acuan Standar SNI maka titik ukur keseluruhan Ruangan Laboratorium Metalurgi sebenyak 36 titik

keseluruhan Ruangan Laboratorium Metalurgi sebenyak 36 titik Gambar 4. Titik Pengukuran Laboratorium Tabel 3 Hasil

Gambar 4.Titik Pengukuran Laboratorium

Tabel 3 Hasil Pengkuran Pertitik

Pengukuran Laboratorium Tabel 3 Hasil Pengkuran Pertitik Dari pengukuran yang dilakukan didapat hasil dari tiap-tiap

Dari pengukuran yang dilakukan didapat hasil dari tiap-tiap titik ukur dengan jumlah titik ukur sebanyak 36 titik

IV. HASIL PENELITIAN

A. Analisa Intensitas Pencahayaan Hasil pengukuran rata-rata pada laboratorium adalah:

Erata-rata Ukur laboratorium Metalurgi

=

=1

=

317.814

Berdasarkan hasil rata-rata intesitas pencahayaan pada laboratorium maka dapat diketahui bahwa besar nilai Erata-rata tidak memenuhi standar 500 lux

Tabel 4 Erata-rata Keseluruhan Ruang Laboratorium

500 lux Tabel 4 Erata-rata Keseluruhan Ruang Laboratorium Intensitas Pencahayaan Rata-rata Laboratorium metalurgi,

Intensitas Pencahayaan Rata-rata Laboratorium metalurgi, blasting dan computer belum memenuhi standar SNI dimana besar nilai presntase kesalahan dari 11 12 %

Tabel 5 Perbandingan Pengukuran dengan SNI

11 – 12 % Tabel 5 Perbandingan Pengukuran dengan SNI Dari hasil perbandingan semua ruangan Tidak

Dari hasil perbandingan semua ruangan Tidak merata karena nilai pengukuran yang didapat dari ketiga ruangan laboratorium dari 299 lux untuk lab computer, 304 lab blasting, 317 lux lab metalurgi belum mencapaian 500 lux (SNI)

B. NIlai kuat Pencahayaan Minimum(E min )

Tabel 6. Kuat Pencahayaan Minimum

Minimum(E m i n ) Tabel 6 . Kuat Pencahayaan Minimum Dari ketiga laboratorium diketahui bahwa

Dari ketiga laboratorium diketahui bahwa berdasarkan hasil pengukuran maka lab computer yang kuat pencahayaannya merata denga nilai 252 lux , sedangkan Metalurgi dan blasting tidak merata

E. Angka Reflektansi

Dari perhitungan nilai reflektansi pada laboratorium A1 (Laboratorium Metalurgi), A2 (Laboratorium Blasting) dan P1 (Laboratorium komputer) didapat nilai reflektansi total pada bidang (dinding, lantai dan plafon atau langit-langit) yang dapat dilihat seperti Table 7

Tabel 7 Reflektansi Total pada Bidang

seperti Table 7 Tabel 7 Reflektansi Total pada Bidang Besar nilai reflektasni didapat dari rumus 

Besar nilai reflektasni didapat dari rumus

Total

Sinar Da

.

tan

g

Sinar Pantul

.

100

Dimana nilai reflektansi ini memenuhi standar rekomendasi SNI dari 0.5 sampai 0.8. Besar nilai ini di masukan pada input reflektasni pada software calculux

Tabel 8.Perbandingan Refletansi Dinding

software calculux Tabel 8. Perbandingan Refletansi Dinding Nilai rata-rata reflektansi dinding hasil perhitungan pada

Nilai rata-rata reflektansi dinding hasil perhitungan pada laboratorium Metalurgi, Blasting dan Komputer telah memenuhi nilai reflektansi rekomendasi SNI ideal. Dari hasil simulasi diketahui Isolux

C. Besar Nilai Daya Semua Armature

Daya listrik yang dibutuhkan untuk mendapatkan tingkat pencahayaan rata-rata pada bidang kerja dihitung dengan cara menghitung terlebih dahulu jumlah lampu

N lampu = N armatur x n

Tabel 8. Daya Lampu

lampu N lampu = N armatur x n Tabel 8 . Daya Lampu Untuk besar nilai

Untuk besar nilai daya dalam ruangan Metalurgi yang terpasang adalah: W total / Luas Bidang Kerja = 656 /40.6 = 16.15 (Watt/m 2 ), demikian pula untuk ruang blasting yang terpasang adalah: 656 / 40.6 = 16.15 (Watt/m 2 ) dan ruangan komputer yang terpasang sebesar: 492 / 40.6 = 12.11 (Watt/m 2 ).

Tabel 9. Daya Total Semau Armature

12.11 (Watt/m 2 ). Tabel 9. Daya Total Semau Armature Total semua armatur laboratorium belum mencakupi

Total semua armatur laboratorium belum mencakupi daya minimum- maksimum sebesar 27-45 (Watt/m 2 ).

D. Analisa Pengukuran Menggunakan Calculux

(Watt/m 2 ). D. Analisa Pengukuran Menggunakan Calculux Gambar 4. Letak Lampu Gambar 5. Iso Contour

Gambar 4.

Letak Lampu

Gambar 5. Iso Contour
Gambar 5. Iso
Contour

berwarna hijau pada area working plane hanya sebesar 325 lux belum mencakupi 500 lux

E. Solusi Pemenuhan SNI

Pada laboratorium Metalurgi dimensi ruangan diinput pada dialog room Software Calculux berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan pada ruangan laboratorium dengan panjang 7 m, lebar 5.8 m, tinggi 3.3 m dengan tinggi working plane 0.8 m dimana nilai reflektansi yang diinput didapat dari

rata-rata pengkuran pada laboratorium Metalurgi untuk plafon sebesar 0.70 sedangkan untuk reflektansi dinding 0.62 dan reflektansi lantai 0.43 dengan nilai estimasi refrensi sebesar 500 lux dapat dilihat pada gambar berikut

refrensi sebesar 500 lux dapat dilihat pada gambar berikut Gambar 6. Dimensi Ruanagn F. Hasil SImulasi

Gambar 6. Dimensi Ruanagn

F. Hasil SImulasi

gambar berikut Gambar 6. Dimensi Ruanagn F. Hasil SImulasi Gambar 7. Letak Lampu Gambar 8. Iso

Gambar 7.Letak Lampu

6. Dimensi Ruanagn F. Hasil SImulasi Gambar 7. Letak Lampu Gambar 8. Iso Contour Dari hasil

Gambar 8. Iso Contour

Dari hasil simulasi didapatkan banyak lampu 24 buah dengan erata-rata sebesar

523

lux, sehingga pemenuhan standar SNI

500

lux tercapai. Aare hijau pada isolux

terlihat memenuhi standar pada 500 lux

Tabel 10.Perbandingan Simulasi dan SNI

Tabel 10. Perbandingan Simulasi dan SNI Dari tabel diatas diketahui setelah simulasi hasil perbaningan lampu dan

Dari tabel diatas diketahui setelah simulasi hasil perbaningan lampu dan erata- rata memiliki selisih yang sangat kecil dengan standar SNI 500 lux Gambar 9. Perbandingan Hasil Simulasi Pengukuran dan Pencapaian SNI (500 lux)

Pengukuran

Simulasi Pengukuran dan Pencapaian SNI (500 lux) Pengukuran Gambar 9.A Letak Lampu Gambar 9.C iso lux

Gambar 9.A Letak Lampu

Pencapaian SNI (500 lux) Pengukuran Gambar 9.A Letak Lampu Gambar 9.C iso lux Contour Pencapaian SNI

Gambar 9.C iso lux Contour

Pencapaian SNI

9.A Letak Lampu Gambar 9.C iso lux Contour Pencapaian SNI Gambar 9.B Letak Lampu Gambar 9.D

Gambar 9.B Letak Lampu

9.C iso lux Contour Pencapaian SNI Gambar 9.B Letak Lampu Gambar 9.D Iso lux Contour Diketahui

Gambar 9.D Iso lux Contour

Diketahui besar nilai rerata sekitar working Plane atau bidang kerja yang berada pada bagian samping dinding tampak warna hijau yang besar nilainya sekitar 525 lux maka dapat dilihat bahwa pada area working plane sudah memenuhi standar SNI sebesar 500 lux Dari hasil simulsi diketahui sebelum melakukan solusi jumlah lampu sebanyak 8 buah dan belum mencapai 500 lux yakni sebesar 317.841 lux kemudian dilakukan solusi pencapaian dengan jumlah lampu 10 buah

V. PENUTUP

1.

Kesimpulan

1.

Kuat

pencahayaan rata-rata (E rata-rata )

di

laboratorium FST belum

memenuhi standard yang

direkomendasikan SNI (500 lux).

Nilai

Kuat pencahayaan laboratorium

adalah: 317.814 lux dengan jumlah lampu pada laboratorium sebanyak 8 buah, Setelah dilakukan perhitungan untuk mendapatkan (E rata-rata ) sesuai standar rekomendasi SNI (500 lux) dibutuhkan lumen sebesar 31473 lumen untuk laboratorium, dengan jumlah lampu sebanyak 14 buah dengan peletakan titik kordinat lampu dengan titik koordinat yang sesua.

2.

Kuat pencahayaan minimum( Emin ) pada laboratorium adalah: 0.50. sehingga Emin belum memenuhi

standar 0.8 3. Hasil pengukuran dan perhitungan besar nilai reflektansi dari laboratorium memenuhi standar rekomendasi SNI dengan besar nilai adalah: 0.62 4. Daya semua armatur terpasang pada bidang kerja dilaboratorium FST sebesar 16.15 Watt/m 2. Daya pada laboratorium FST belum memenuhi daya maksimum-minimum sebesar 27-45 Watt/m 2 .

2.

Saran

1. Pengujian dan evaluasi pencahayaan buatan pada laboratorium hendaknya pengukuran dilakukan secara teliti 2. Pada laboratorium nilai Erata-rata belum memenuhi standara SNI sehingga di rekomendasikan untuk menambah jumlah luminare sebanyak 7 buah dengan jumlah lampu sebanyak 14 buah serta perubahan pada posisi atau letak lampu sesuai kordinat hasil simulasi software Calculux 3. Dapat menggunakan Software lain untuk simulasi pencahayaan buatan

REFERENSI

[1]Dwi Tangoro. 2006. Utilitas Bangunan. Jakarta: Universitas Indonesia. [2]---,Manual Calculux Indoor, http://www.Lighting.Philips.com., diakses 5 maret 2013. [3]Ir.Hartono Poerbo,M.ARCH. 1992. Utilitas Bangunan. Jakarta: Djambatan. [4]Jurnal Teknik Pomits Vol. 1, No. 1, (2012) Farid Khusnul Mujib, dan Andi Rahmadiansah Desain Pencahayaan Lapangan Bulu Tangkis Indoor ITS. http://www. digilib.its.ac.id. diakses 5 maret 2013. [4]Mangunwijaya. (1982). Pasal-Pasal Pengantar Fisika Bangunan. Jakarta:

Gramedia. [5]Mark Karlen James Benya. 2004. Lightning Design basic: United States of America. [6]Prasasto Satwiko. 2009. Fisiska bangunan: Yogyakarta.

[7]Prof.Dr.Sudjana,M.A.,M.Sc.1989.Metoda

Statistika. Bandung: Taristo. [8]Prih Sumardjati. 2008. TeknikPemaanfaatan Tenaga Listrik:

Jakarta. [9]SNI 03-6575-2001Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung. [10]SNI-16 7062 2004 Pengukuran Intensitas Penerangan ditempat Kerja