Anda di halaman 1dari 4

32

DAFTAR PUSTAKA

1. International Diabetes Federation. 2015. IDF Diabetes Atlas 7th Edition.


Belgium.

2. Indonesia, Departemen Kesehatan. 2009. Tahun 2030 Prevalensi Diabetes


Melitus di Indonesia Mencapai 21,3 Juta Orang. Jakarta: Pusat Komunikasi
Publik Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan.

3. Indonesia, Departemen Kesehatan. 2013. Diabetes Melitus Penyebab


Kematian Nomor 6 di Dunia: Kemenkes Tawarkan Solusi Cerdik Melalui
Posbind. Jakarta: Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departemen
Kesehatan.

4. Indonesia, Departemen Kesehatan. Direktorat Laboratorium Kesehatan,


Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. 2005. Pedoman Pemeriksaan
Laboratorium untuk Penyakit Diabeter Melitus. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI.

5. World Helath Organization. 1999. Definition, diagnosis and classification of


diabetes mellitus and its complication, Part 1: Diagnosis and Classification
of diabetes mellitus. Geneva: Report of WHO Consultation, Report
Number:WHO/NCD/NCS/99.2.

6. S. Chhabra, K. Ramessur, N. Chhabra. 2013. Hypomagnesemia and its


Implications in Type 2 Diabetes Mellitus A Review Article. WebmedCentral
Diabetes 2013;4(2):WMC004005.

7. Kee, Joyce LeFever. 1997. Buku Saku Pemeriksaan Laboratorium &


Diagnostik dengan Implikasi Keperawatan. Jakarta: EGC

8. Sircus. Mark. 2009. Calsium Magnesium Balance. Brazil: drsircus.com

9. Nishizawa, Yoshiki. Morii, Hirostoshi. Durlach, Jean. 2007. New


Perspectives in Magnesium Research: Nutrition and Health. Springer Science
& Business Media.

10. Rosanoff, Andrea. 2014. Ca:Mg Ratio in Human Health dalam: 2nd
International Symposium on Magnesium in Crop Production, Food Quality
and Human Health. Center for Magnesium Education & Research. Hawaii

11. JE, Shaw. RA, Sicree. PZ, Zimmet. 2010. Global Estimates of The Prevalence
of Diabetes for 2010 and 20130. Diabetes Research and Clinical Pratice; 87.

12. Buckman, Robert. McLaughlin, Chris. 1999. Apa yang Seharusnya Anda
Ketahui tentang Hidup Dengan Diabetes. London: Marshall Publishing Ltd.
33

13. Marisa, Liz A. 2013. Mengenal Lebih Dekat Diabetes Melitus. Yogyakarta:
Pustaka Muslim.

14. International Diabetes Federation. 2015. About Diabetes. Belgium.

15. Manaf, Asman. 2012. Insulin: Mekanisme Sekresi dan Aspek Metabolisme.
Repostory.unand.ac.id Diakses 19 Februari 2017

16. Suyono, Slamet. Waspadi, Sarwono. Soegondo, Sidartawan. Soewondo,


Pradana. Subekti, Imam. Semiardji, Gatut.dkk. 2009. Penatalaksanaan
Diabetes Mlitus Terpadu: Sebagai panduan penatalaksanaan diabetes melitus
bagi dokter maupun edukator diabetes. Jakata: Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.

17. Merentek, Enrico. 2006. Resistensi insulin pada diabetes melitus tipe 2.
Cermin Dunia Kedokteran No 150. Makasar.

18. Brietzke, Stephen A. 2007. Insulin Secretory and Insulin Resistance Defects
in Type 2 Diabetes Mellitus. Endocrinology Volume 6, Part 3. Colombia.

19. DeFronzo, Ralph A. Eldor, Ror. Abdul-Ghani, Muhammad. 2013.


Pathophysiologic Approach to Therapy in Patients With Newly Diagnosed
Type 2 Diabetes. Diabetes Care, volume 36, supplement 2. San Antonio,
Texas.

20. Tjandrawinata, Raymon R. 2016. Patogenesis Diabetes Melitus Tipe 2:


Resistensi Insulin dan Defisiensi Insulin. Researchgate dalam:
https://www.researchgate.net/publication/292615802 Diakses: 15 Februari
2017.

21. CH, Sales. LF, Pedrosa. JG, Lima. TM, Lemos. C, Colli. 2011. Influence of
Magnesium Status and Magnesium Intake On the Blood Glucose Control in
Patient With Type 2 Diabetes. Elsevier Ltd Clin Nutr.;30(3):359-64.

22. Song, Yiqing. Dai, Qi. He, Ka. 2013. Magnesium Intake, Insulin Resistance,
and Type 2 Diabetes. North Am J Med Sci.;6(1):9 15.

23. Noer. Sjaifoellah M, Waspadji. Sarwono, Rachman. Muin A, Widodo. Djoko,


Isbagio, Harry, Alwi. Idrus. 1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I,
Edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

24. Hardjoeno, H. 2003. Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik.


Makasar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.
34

25. PERKENI. 2011. Konsesnsus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus


Tipe 2 di Indonesia. PB PERKENI Hal: 6-7. Indonesia.

26. American Diabetes Association. 2015. Clasification and Diagnosis of


Diabetes. Sec: 2. Standards of Medical Care in Diabetes. Diabetes Care
2015;38(Suppl. 1):S8S16. Amerika.

27. Kimia Farma Laboratorium Klinik. 2016. Kenapa Harus Periksa HbA1c?.
Jakarta: Diakses: 30 Oktober 2016 Pukul 7:25 WIB.

28. PERKENI. 2006. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus


Tipe 2 di Indonesia. PB PERKENI Hal: 27. Indonesia.

29. Soegondo. Sidartawan, Soewondo. Pradana, Subekti. Imam. 2011.


Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

30. Slamet, Suyono. 1996. Masalah diabetes di Indonesia, Dalam: Sjaifoellah


Noer, Sarwono Waspadji, Muin Rahman, dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Penyakit
dalam Jilid 1 edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

31. Albertus, Jacobus. 2000. Status Mineral Seng (Zn) dan Magnesium (Mg)
pada penderita DM tipe 2 dengan regulasi gula darah baik dan jelek. UPT
Pustak UNDIP 616.4620072. Semarang.

32. Peacock, Munro. 2010. Calcium Metabolism in Health and Disease. Clin J
Am Soc Nephrol 5: S23S30, 2010. doi: 10.2215/CJN.05910809.

33. Page, David S. Soendoro, R. 1997. Prinsip-prinsip Biokimia Edisi Kedua.


Jakarta: Erlangga.

34. Ojuka, EO. Jones, TE. Nolte, LA. Chen, May. Wamhoff, BR. Sturek,
Michael. et al. 2002. Regulation of GLUT4 biogenesis in muscle: evidence
for involvement of AMPK and Ca(2+). Am J Physiol Endocrinol Metab;282:
E1008E1013.

35. N, Kanchana. P, Saikumar. 2014. Serum Calcium Levelss In Type 2 Diabetes


Mellitus. IOSR Journal of Dental and Medical Sciences Volume 13, Issue 8
Ver. II, PP 01-03.

36. Becerra-Tomas, Nerea. Estruch, Ramon. Bullo, Monica. Casas, Rosa. Diaz-
Lopez, Andreas. Basora, Joseph. et al. 2014. Increased Serum Calcium Levels
and Risk of Type 2 Diabetes in Individuals at High Cardiovascular Risk.
Diabetes Care vol 37:3084-3091.

37. Karosanidze, Tamara. 2014. Magnesium So Underappriciated. Nutrition


Issue in Gastroenterologi, series #125. Virginia.
35

38. Gommers, Lisanne M.M. Hoenderop, Joost G.J. Bindels, Rene J.M. de Baaij,
Jeroen H.F 2016. Hypomagnesemia in Type 2 Diabetes: A Vicious Circle?.
Diabetes Volume 65:3-13.

39. Maier, Jeanette A.M. 2003. Low Magnesium and Atherosklerosis: an


evidence based link. Molecular Aspects of Medicine 24:137-146.

40. Rubenstein, David. Wayne, David. Bradley, John. 2007. Lecture Notes:
Kedokteran Klinis. Jakarta: Erlangga

41. Laakso, Markku. 2010. Cardiovascular Disease in Type 2 Diabetes From


Population to Man to Mechanismes. Diabetes Care Volume 33, Number 2.

42. JS, Flier. 2001. Obesity Di dalam: Braunwald E, Fauci A, editor. Harrison's
principles of internal medicine. Edisi ke-15. New York: McGraw-Hill. hlm.
2152 80.

43. B, Budiono.2006.Sindroma metabolik dan penyakit kardiovaskuler. Di dalam:


Adam JMF, editor. Obesitas dan sindroma metabolik. Bandung:. hlm.118-29.

44. G, Estratiadis. M, Sarigianni. I, Gougourelas. 2006. Hypomagnesemia and


Cardiovascular System. Hippokratia 2006, 10, 4: 147-152.

45. Taufiqurrahman, M.A. 2010. Pengantar Metodologi Penelitian untuk Ilmu


Kesehatan. Surakarta: UNS Press.