Anda di halaman 1dari 8

11/7/2008

Terapi Oksigen
Fitri Musdalifa
Pernafasan-Oksigenasi jaringan
Ventilasi : keluarnya udara lewat sal.nafas
atas bronchus utama bronchiolus sampai
alveoli
Difusi : pertukaran gas antara alveoli dan
kapiler
Transportasi Oksigen kejaringan
11/7/2008
2
Oxygen Cascade
Dihisap
Alveoler
Arteriel
Kapiler
Mitochondria
160
103
100
50
1 - 10

Oksigen
Sangat diperlukan untuk kelangsungan
fungsi sel / jaringan
Berperan dalam metabolisme aerob
Menghasilkan energi 36 ATP
11/7/2008
3
Hipoksia
Bila sel / jaringan tak cukup mendapat
oksigen untuk kebutuhan metabolismenya
Terjadi metabolisme anaerob yang
menghasilkan sedikit energi (2ATP),asam
laktat dan asidosis metabolik
Terjadi kerusakan sel/jaringan terutama sel
otak,jantung,ginjal dan hepar
Hipoksia
- Harus dikoreksi
- Terapi oksigen saja tidak selalu
berhasil
- Organ paling terkena : otak , jantung
dan ginjal
11/7/2008
4
Hipoksia
Timbul mekanisme kompensasi
Pernafasan : Kerja pernafasan meningkat
Jantung : Kerja jantung meningkat
Otak : Kerja otak meningkat
Kebutuhan Oksigen meningkat
PaO2 Saturasi Oksigen
90 mm Hg 100 %
60 mm Hg 90 %
30 mm Hg 60 %
27 mm Hg 50 %
11/7/2008
5
Tanda Klinis Hipoksia
Respirasi :
Frekuensi meningkat
Dispnoe
Nafas cuping hidung
Menguap
Tanda klinis
hipoksia
Sistem Syaraf Pusat :
Kekacauan mental
Gelisah
Penurunan kesadaran koma
Keringat banyak
11/7/2008
6
Tanda klinis
Hipoksia
Kardiovaskuler :
Takhikardi - bradikardi
Aritmia
Tekanan darah naik/turun
Kulit :
Cyanosis
Assesment Hipoksia/Hipoksemia
Tanda-tanda dan gejala klinis
Analisa gas darah
Non-invasif : Pulse Oxymetri
11/7/2008
7

Indikasi Terapi Oksigen


-Hipoksia
Aktual
Potensial
-Memperbaiki Oksigenasi jaringan
-Mengurangi kompensasi
Perlu Oksigen ?
11/7/2008
8
Oxygen Delivery = CO x SaO2 x Hb x 1.34
Sistim
Sirkulasi
Sistim
Pernafasan
Indikasi Klinis
Peningkatan kebutuhan Oksigen
- Luka bakar
- Multitrauma
- Infeksi berat
Pasca bedah
Keracunan Karbonmonoksida
11/7/2008
9
Indikasi klinis
Gagal nafas akut
Gagal jantung
Infark miokard akut
Syok
Tehnik pemberian Oksigen
Low- Flow system
- Pasien bernafas sebagian mengambil udara
luar
- Nasal kanul , masker Oksigen
High-Flow system
- Seluruh kebutuhan gas inspirasi di supply
alat Ventilator
11/7/2008
10
Cara pemberian Oksigen
Kanul nasal
- konsentrasi < 40%
- 1-5 lpm
- Gampang dipasang , ringan , ekonomis ,
disposable , mobilitas tidak terganggu
- Mudah lepas
- Aliran tinggi pasien merasa tidak nyaman
11/7/2008
11
Masker
Konsentrasi 35-60%
Kerugian
- panas dan kurang nyaman
- Nekrosis kulit bila terlalu ketat
Masker sederhana (FiO2 35-60%)
Aliran Oksigen 6-10l/menit
11/7/2008
12
Masker rebreathing
Bag harus dipertahankan mengembang
Masker non-rebreathing
Memberikan FiO2 90 100%
Jangan ada kebocoran
Reservoir bag tidak boleh kolaps saat
inspirasi
11/7/2008
13
Jackson Rees
Flow O2 : 8-10 lpm
FiO2 : 100%
PULMONARY
EDEMA
Hypoxemia
Tachypnea
Hyperventilation
Work of breathing
Fatique
Hypoxemia
Acidosis
Ventilatory support
11/7/2008
14
Oksigenasi efektif
Airway bebas
Cukup oksigen dalam udara nafas
Cukup ventilasi
Sirkulasi cukup
- volume
- Hb
Diffusi alveoli darah baik
Difusi darah sel baik
NON INVASIVNON INVASIVE
Udara
Masuk
Lambung
Aspirasi
11/7/2008
15
GAGAL NAFAS
Nafas dibantu alat - ventilator
Terapi oksigen
FACE MASK O2 6-10 lpm
FiO2 : 35 -60%
Masker sederhana
Dengan reservoir bag
11/7/2008
16
BVM Dengan reservoir bag
Flow O2 : 8-10 lpm
FiO2 : 80%- 100%
BAG VALVE MASK (BVM)
Dgn oksigen 8-10 lpm : 60%
Terapi oksigen
Nafas Berhenti
Nafas ada
11/7/2008
17
Monitoring terapi Oksigen
Tanda klinis
-Kerja nafas : RR , otot nafas tambahan ,
nafas cuping hidung , sianosis
-Kerja jantung : Nadi , tensi
Pulse oxymetri
Analisa gas darah
Monitoring Tx Oksigen
11/7/2008
18
TERAPI OKSIGEN
DALAM ASUHAN KEPERAWATAN
IKHSANUDDIN AHMAD HARAHAP
Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara
PENDAHULUAN
Oksigen (O2) merupakan salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses
metabolisme, untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel tubuh. Secara
normal elemen ini iperoleh dengan cara menghirup udara ruangan dalam setiap kali
bernafas.
Penyampaian O2 ke jaringan tubuh ditentukan oleh interaksi system respirasi,
kardiovaskuler dan keadaan hematologis.
Adanya kekurangan O2 ditandai dengan keadaan hipoksia, yang dalam proses lanjut
dapat menyebabkan kematian jaringan bahkan dapat mengancam kehidupan. Klien
dalam situasi demikian mengharapkan kompetensi perawat dalaam mengenal
keadaan hipoksemia dengan segera untuk mengatasi masalah.
Pemberian terapi O2 dalam asuhan keperawatan, memerlukan dasar pengetahuan
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya O 2 dari atmosfir hingga sampai
ke tingkat sel melalui alveoli paru dalam proses respirasi. Berdasarkan hal tersebut
maka perawat harus memahami indikasi pemberian O 2, metode pemberian O2 dan
bahaya-bahaya pemberian O2.
PROSES RESPIRASI
Proses respirasi merupakan proses pertukaran gas yang masuk dan keluar melalui
kerjasama dengan sistem kardiovaskuler dan kondisi hematologis.
Oksigen di atmosfir mengandung konsentrasi sebesar 20,9 % akan masuk ke alveoli
melalui mekanisme ventilasi kemudian terjadi proses pertukaran gas yang disebut
proses difusi. Difusi adalah suatu perpindahan/ peralihan O 2 dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah dimana konsentrasi O 2 yang tinggi di alveoli akan beralih ke
kapiler paru dan selanjutnya didistribusikan lewat darah dalam 2 (dua) bentuk
yaitu : (1) 1,34 ml O2 terikat dengan 1 gram Hemoglobin (Hb) dengan persentasi
kejenuhan yang disebut dengan Saturasi O2 (SaO2), (2) 0,003 ml O2 terlarut dalam
100 ml plasma pada tekanan parsial O2 di arteri (PaO2) 1 mmHg.
Kedua bentuk pengangkutan ini disebut sebagai kandungan O 2 atau Oxygen
Content (CaO2) dengan formulasi :
CaO2 = (1,34 x Hb x SaO2) + (0,003 x PaO2)
Sedangkan banyaknya O2 yang ditransportasikan dalam darah disebut dengan
Oxigen Delivery (DO2) dengan rumus :
DO2 = (10 x CaO2) x CO
Dimana CO adalah Cardiac Output (Curah Jantung). CO ini sangat tergantung
kepada besar dan ukuran tubuh, maka indikator yang lebih tepat dan akurat adalah
2004 Digitized by USU digital library 1