Anda di halaman 1dari 5

a) Ketersediaan metode riset

b) Penelitian dan pengembangan produk baru

c) Meluluskan, menolak, atau proses ulang pelaksanaan percobaan produk baru pada skala pilot
plan.

d) Mengawasi riset apakah sudah sesuai dengan metode risetnya

e) Menganalisa kegagalan pengembangan produk baru, mendiskusikannya dengan bagian terkait.

f) Evaluasi dan penetapan standarisasi proses pegolahan dan pengemasan


1. Penelitian Dan Pengembangan (R&D)

Bagian-bagian: Minuman Kesehatan, Jamu, Ekstrak dan Kosmetik

Fungsi R&D: Bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan,
dan prosedur pembuatan (pengolahan dan pengemasan batch).

Tugas dan tanggung jawab utama :

a) Ketersediaan metode riset

b) Penelitian dan pengembangan produk baru

c) Meluluskan, menolak, atau proses ulang pelaksanaan percobaan produk baru pada skala pilot
plan.

d) Mengawasi riset apakah sudah sesuai dengan metode risetnya

e) Menganalisa kegagalan pengembangan produk baru, mendiskusikannya dengan bagian terkait.

f) Evaluasi dan penetapan standarisasi proses pegolahan dan pengemasan

Laboratorium R&D, terdiri dari:

a) Lab Kosmetik: tempat research dan pengembangan produk-produk kosmetik skala Lab dan
formulasi sedian-sediaan kosmetik baik produk baru atau pengembangan produk existing.

b) Lab Obat Luar: tempat research dan pengembangan produk-produk Obat Luar skala Lab dan
formulasi sedian Obat Luar baik produk baru atau pengembangan produk existing.

c) Lab Jamu: tempat research dan pengembangan produk-produk Jamu skala Lab dan formulasi
sedian-sediaan Jamu baik produk baru atau pengembangan produk existing.
Lab Ekstraksi: tempat research dan pengembangan produk-produk ekstrak baru atau
ekstrak existing Skala Lab.

d) Lab Minkes: tempat research dan pengembangan produk-produk Minuman Kesehatan skala Lab
dan formulasi sedian-sediaan Minuman Kesehatan baik produk baru atau pengembangan produk
existing.

e) Lab Central Instrumen: Lab tempat pemeriksaan analisis sample bahan atau produk (kualitatif
atau kuantitatif), stabilitas produk baru dan pengembangan.

f) Lab Farmakologi: Lab pemeriksaan efektivitas produk baru atau produk pengembangan dengan
menggunakan sample hewan uji.

Pabrik Jamu

Pabrik Kosmetika

Pabrik Ekstraksi

Pabrik Minuman Dan Kesehatan

Kontrol Kualitas melakukan pemeriksaan dan pengawasan mutu agar tercapai standar mutu yang
sudah ditentukan dan ditetapkan oleh PT. Air Mancur.
Laboratorium Quality Control terdiri dari:

Laboratorium Farmakognosi Pengawasan yang dilakukan


meliputi pemeriksaan mutu bahan baku contohnya penawaran dari suplier bahan baku. Sampel yang
akan dibeli diuji keaslian dan kadar kandungan zat berkhasiatnya sesuai dengan yang ditawarkan dan
kadar zat berkhasiat yang terkandung memenuhi Standar Air Mancur (SAM). Pemeriksaan
menyangkut makroskopis bahan dari bentuk, warna, bau dan rasa dan pemeriksaan makroskopis
dengan mikroskop untuk lebih menguatkan dan dapat melihat konsentrasi dalam
bahan.Pengawasan lain yang dilakukan pada saat jamu setengah jadi yang telah distandarisasi,
bahan diperiksa secara mikroskopis dengan melihat menggunakan mikroskop bentuk fisik dan
konsentrasi dalam bahan campuran. Laboratorium Farmakognosi menentukan bahan baku dan
bahan setengah jadi secara fisik apakah sesuai SAM untuk selanjutnya ditandai kelolosan uji
farmakognosi untuk dilakukan proses produksi jamu. Tugas lainnya
adalah membuat herbarium basah dan kering dari simplisia yang masih utuh sebagai contoh standar
baku PT. Air Mancur. Mengumpulkan data untuk syarat pendaftaran produk jamu baru dan
mendokumentasikan tentang tanaman obat dari segi botani baru dan tanaman dari segi botani
kultur teknis. Fungsi Laboratorium Farmakognosi menyangkut determinasi, isolasi dan pemurnian
setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan melakukan pengembangan pemeriksaan ke arah
sintesa dari zat berkhasiat yang telah diisolasi laboratorium Fitokimia.

2. Labortorium Fitokimia
Pengawasan bahan baku oleh laboratorium ini yaitu memeriksa kadar zat yang terkandung
dalam simplisia secara destruksi, destilasi dan ekstraksi atau sesuai dengan prosedur penetapan
sesuai spesifikasi dari masing-masing bahan. Kadar zat yang diperiksa diantaranya adalah kadar
tanin, minyak atsiri, minyak lemak, alkaloid, kumarin, kurkumin, dsb. Pemeriksaan kuantitatif untuk
bahan baku di laboratorium fitokimia yaitu memastikan kandungan kadar dari simplisia yang sudah
distandarisasi sesuai dengan SAM, pemeriksaan di laboratorium ini dilakukan secara reaksi kimia.
Pemeriksaan untuk bahan setengan jadi termasuk kontaminasi oleh logam berat, kadar air dan kadar
abu. Tugas lain meliputi penentuan berat jenis, rotasi optik, indeks bias, pH zat berkhasiat dari bahan
baku serta menetapkan kadar bahan pembantu.

Laboratorium Mikrobiologi

Pemeriksaan meliputi : Khasiat bahan baku obat tradisional dan produk (uji sensitivitas), Angka
Lempeng Total, Angka Kapang Khamir, Mikroba patogen negatif, Stabilitas produk, Pemeriksaan
produk baru untuk pendaftaran ke POM; Penelitian R&D.

4. Laboratorium Fabrikasi

Laboratorium sebagai pusat keluar masuk bahan yang akan diperiksa. Kegiatan yang dilakukan
antara lain pemberian nomor batch, kode produksi setelah bahan diperiksa sesuai spesifikasi
masing-masing di laboratorium pengawasa mutu dan telah ditandai kelolosan uji. Pemeriksaan
untuk produk bentuk serbuk yaitu memeriksa derajat kehalusan memakai cara pengayakan mess
120 atau sesuai spesifikasi serbuk yang dianalisa. Memeriksa derajat kehalusan serbuk, sifat serbuk
dalam penyeduhan dan serbuk yang berlendir dalam jangka waktu tertentu. Untuk produk dalam
bentuk kapsul, tablet, pil, obat luar dalam bentuk padat dilakukan uji waktu hancur, uji kekerasan
dan keseragaman bobot. Tugas lainnya antara lain memeriksa dan ikuti mengawasi kandungan zat
aktif berkhasiat dalam produk dan menentukan tanggal kadaluarsa untuk uji stabilitas. Yang
dilakukan lainnya yaitu stabilitas kemasan, pemeriksaan stabilitas fisik dari produk baru yang akan
diproduksi. Laboratorium fabrikasi berfungsi sebagai tempat menyimpan arsip, mencocokkan tiket
atau kemasan sesuai SAM (Standar Air Mancur), membuat proses verbal dari arsip laboratorium
produk jamu yang akan dimusnahkan.

Laboratoium IPC (In Process Control)

Pemeriksaan meliputi: Kebersihan mesin dan peralatan produksi; Menyiapkan bahan anti
bakteri untuk pencucian bahan baku, Kontrol temperatur oven dan waktunya. Kebenaran
penyimpanan dan penandaan bahan baku yang bersih, Kebenaran penimbangan bahan, Kebenaran
alur proses produksi, Kebenaran proses giling, mixing, dan ayak (jamu serbuk), Kontrol kadar
air,Kebenaran granulasi dan ayak, Kebenaran temperatur oven dan waktu, Kebenaran nomor
batch, Kebenaran pemasangan nomer batch, Kebenaran filling, Kebenaran sealing
kemasan, Keseragaman bobot, Tes kebocoran kemasan, Kebenaran jumlah pengepakan di inner dos,
renteng, dan master box.
Anonim.Kontrol Kualitas. Diakses dari http://www.airmancur.co.id/perusahaan/pusat-
produksi/kontrol-kwalitas pada tanggal 31 Januari 2013

Anonim.Sejarah PT.Jamu Air Mancur.Diakses dari www.airmancur.co.id pada tanggal 31 Januari 2013

Astuti,Puji.2006. Laporan Praktek Kerja Lapangan. Diakses


dari http://dc337.4shared.com/doc/RJO0QWSj/preview.html pada tanggal 1 Februari 2013

Momokawai.2009. Sejarah Dan Perkembangaan Perusahaan Air Mancur. Diakses dari


http://princessmomokawaii.blogspot.com/2009/10/j-rocks-topeng-sahabat-topeng-sahabat-j.html
pada tanggal 2 Februari 2013.

Mulyanto, Prihatmo Hari.1991. Pengadaan Simplisia Pada Industri Jamu Tradisional(Kasus


Pengadaan Jahe Kering Pada PT. Air Mancur). Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi Pertania Fakultas
Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Setiyawan, Dani. 2011. Membangun Citra Jamu. Diakses


dari http://ukmwonogiri.blogspot.com/2011/08/air-mancur-membangun-citra-jamu.html pada
tanggal 2 Februari 2013.